Telematika
Not a member yet
319 research outputs found
Sort by
Implementation of Fuzzy Multi-Objective Optimization On The Basic Of Ratio Analysis (Fuzzy-MOORA) In Determining The Eligibility Of Employee Salary
Purpose: CV. Harmoni Permata has several employees, and each employee has a bonus salary. However, in determining who is eligible for the employee salary bonus at CV. Harmoni Permata is still done manually assessment. This causes an error in the calculation because the decision-maker must look at previous historical data to decide.Design/methodology/approach: System design includes systems that can manage user data, position data, criteria data, criteria description data, absences data, task data, and assessment data, which will produce an assessment report. The MOORA method approach is used because it has calculations with minimum and simple math and has a good level of selectivity. Findings/result: The normalization comparison test of the manual calculation of the MOORA method with the system calculation results is the same, with the best five alternative employees who deserve a salary bonus.Originality/value/state of the art: Based on previous research reviews, this study uses the criteria for performance, honesty, attendance, and accuracy by determining the weight based on the type of benefit or cost and the MOORA method in calculating the final value of alternative ranking
DIAGNOSA PENYAKIT DISK HERNIA DAN SPONDYLOLISTHESIS MENGGUNAKAN ALGORITMA C5
AbstractThe vertebral Column or spine is a sequence of bones from the neck to the tail owned by the vertebrates. The function of the spine is to protect the spinal nerves. The spine may experience malfunction if it is caused by abnormalities and diseases such as Disk Hernia and Spondylolisthesis. Based on the problem then it takes a system that can recognize or identify the disease Disk Hernia and Spondylolisthesis that attack the spine. So that it can be diagnosed with early spinal diseases. In building this system using C 5.0 algorithm. This research uses 310 data from the UCI machine Learning, where there are three classification classes of Normal, Hernia disks, and Spondylolisthesis. The results showed that the C 5.0 algorithm was able to identify with accuracy of 79%. Then the resulting decision tree C 5.0 algorithm is maximized by using AdaBoost algorithm, so the accuracy increases to 83%.Keywords : Vertebral Column, C 5.0 algorithm, AdaBoost algorithmVertebral Column atau tulang belakang merupakan sebuah rangkaian tulang dari leher ke ekor yang dimiliki oleh vertebrata. Fungsi dari tulang belakang adalah untuk melindungi syaraf tulang belakang. Tulang belakang dapat mengalami kegagalan fungsi jika disebabkan kelainan dan penyakit seperti Disk Hernia dan Spondylolisthesis. Berdasarkan masalah tersebut maka dibutuhkan suatu sistem yang dapat mengenali atau mengidentifikasi penyakit Disk Hernia dan Spondylolisthesis yang menyerang tulang belakang. Sehingga dapat dilakuakn diagnosa penyakit tulang punggung secara dini. Dalam membangun sistem ini menggunakan algoritma C5.0. Penelitian ini menggunakan 310 data dari UCI Mechine Learning, dimana terdapat tiga kelas klasifikasi yaitu Normal, Disk Hernia, dan Spondylolisthesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma C5.0 mampu melakukan identifikasi dengan akurasi sebesar 79%. Kemudian pohon keputusan yang dihasilkan Algoritma C5.0 dimaksimalkan dengan menggunakan Algoritma AdaBoost, sehingga akurasi meningkat menjadi 83%
APLIKASI PRESENSI PENGENALAN WAJAH DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA HAAR CASCADE CLASSIFIER
AbstractPresence using face already widely adopted as a way of monitoring employee attendance. Research on using facial Presence never been done before by applying algorithms and algorithms Eigenface linear discriminant analysis (LDA). However, previous research has found that there are still weaknesses in the algorithms used. The weakness is that the process of identifying which takes a long time because the process of calculating the value carried on the overall image or image and the distance of the face of the webcam can affect the process of identifying faces. In this study, the algorithm used is haar cascade classifier algorithm. Haar classifier cascade or known by other names haar-like features are the rectangular features (square function), which gives an indication of the specifics on a picture or image. Principle Haar-like features are recognizing objects based on simple values of the features but not the pixel values of the object image. This method has the advantage that the computation is very fast, because it depends on the number of pixels in a square instead of each pixel value of an image. Haar classifier cascade also still be able to identify faces even if the distance face with the webcam is considerably due to the value of the facial features can still be identified. Results from this study that the system can identify the face with a good degree of accuracy. Tests carried out to 13 employees Starcross Store with each employee doing 30 times the experiment presence. Attendance successful has the success rate is 87% and 13% of the total failure of the experiment 390 times. Some absences failed to happen because there are several factors that can affect attendance as high luminance, uplifted head position, and the use of attributes (hats, glasses, etc.).Keywords : Presence, face recognition, Haar cascade classifier algorithmPresensi menggunakan wajah sudah banyak diterapkan sebagai cara untuk pemantauan kehadiran pegawai. Penelitian tentang presensi menggunakan wajah pernah dilakukan sebelumnya dengan menerapkan algoritma eigenface dan algoritma linear discriminant analysis (LDA). Namun dari penelitian sebelumnya telah ditemukan kelemahan yaitu pada proses pengidentifikasian yang membutuhkan waktu cukup lama dikarenakan proses perhitungan nilai dilakukan pada keseluruhan citra atau image dan jauhnya jarak wajah dari webcam dapat mempengaruhi proses pengidentifikasian wajah tersebut. Pada penelitian ini algoritma yang digunakan adalah algoritma haar cascade classifier. Haar cascade classifier atau yang dikenal dengan nama lain haar-like features merupakan rectangular features (fungsi persegi), yang memberikan indikasi secara spesifik pada sebuah gambar atau image. Prinsip Haar-like features adalah mengenali obyek berdasarkan nilai sederhana dari fitur tetapi bukan merupakan nilai piksel dari image obyek tersebut. Metode ini memiliki kelebihan yaitu komputasinya sangat cepat, karena hanya bergantung pada jumlah piksel dalam persegi bukan setiap nilai piksel dari sebuah image. Haar cascade classifier juga masih dapat mengidentifikasi wajah walaupun jarak wajah dengan webcam terbilang jauh dikarenakan nilai fitur wajah masih dapat diidentifikasi. Hasil dari penelitian ini bahwa sistem dapat mengidentifikasi wajah dengan tingkat akurasi baik. Pengujian dilakukan kepada 13 karyawan Starcross Store dengan masing-masing karyawan melakukan 30 kali percobaan presensi. Absensi yang berhasil memiliki nilai keberhasilan 87% dan 13% gagal dari total percobaan 390 kali. Beberapa absensi yang gagal terjadi karena ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi absensi seperti pencahayaan yang tinggi, posisi kepala yang mendongkak dan penggunaan atribut (topi, kacamata, dsb).Kata Kunci : Presensi, Pengenalan Wajah, Algoritma Haar Cascade Classifier
APLIKASI PENGOLAHAN CITRA DIGITAL UNTUK IDENTIFIKASI UMUR POHON
determined from several factors. One factor is the knowledge of the age of trees. Age of trees can be known through the circle of years on wood or also called growth. From the considerations above the formula issued is how to make a growth calculation system that is able to calculate by computer calculation, so we need an analysis to determine the age of the tree with growth. To support growth in wood one method that can be used is edge detection. The first stage in the process is grayscale which is done changing the RGB color image to gray, then the sobel edge detection process works to display the outline / edge of the image, then the calculation process is carried out with the formula.Keywords : image processing, annual ring, growthring, edge detection, sobelKualitas kayu yang baik dapat ditentukan dari beberapa faktor. Salah satu faktor itu adalah dengan mengetahui usia pohon. Usia pohon dapat diketahui berdasarkan lingkaran tahun pada kayu atau disebut juga dengan growthring. Dari permasalahan diatas rumusan masalahnya adalah bagaimana membuat sistem penghitungan growthring yang mampu menghitung dengan perhitungan komputer, maka diperlukan suatu analisis untuk mengetahui umur pohon dengan growthring. Untuk mendeteksi growthring pada kayu salah satu metode yang bisa digunakan adalah menggunakan edge detection. Tahapan yang pertama dilakukan proses dilakukan adalah proses grayscale yang dimana berfungsi mengubah gambar warna RGB menjadi abu abu, kemudian proses edge detection sobel yang berfungsi menampilkan garis tepi/tepian gambar, kemudian dilakukan proses perhitugan dengan rumus.Kata Kunci : pegolahan citra, lingkar tahun, growthring, edge detection, sobel
APLIKASI PENGENALAN PENUTUR PADA IDENTIFIKASI SUARA PENELEPON MENGGUNAKAN MEL-FREQUENCY CEPSTRAL COEFFICIENT DAN VECTOR QUANTIZATION (Studi Kasus : Layanan Hotline Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta)
Layanan hotline Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta merupakan layanan yang dapat digunakan oleh semua orang. Layanan tersebut digunakan dosen dan pegawai untuk berbagi informasi dengan bagian-bagian yang berlokasi di gedung rektorat. Penelepon dapat berkomunikasi dengan bagian yang dituju apabila telah teridentifikasi oleh petugas layanan hotline. Terminologi identitas yang terdiri dari nama, jabatan serta asal jurusan atau bagian ditanyakan saat proses identifikasi. Tidak terdapat catatan hasil identifikasi penelepon baik dalam bentuk fisik maupun basis data yang terekam pada komputer. Hal tersebut mengakibatkan tidak adanya dokumentasi yang dapat dijadikan barang bukti untuk menindak lanjuti kasus kesalahan identifikasi. Penelitian ini fokus untuk mengurangi resiko kesalahan identifikasi penelepon menggunakan teknologi speaker recognition. Frekuensi suara diekstraksi menggunakan metode Mel-Frequency Cepstral Coefficient (MFCC) sehingga dihasilkan nilai Mel Frequency Cepstrum Coefficients. Nilai Mel Frequency Cepstrum Coefficients dari semua data latih suara pegawai Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta kemudian dibandingkan dengan sinyal suara penelpon menggunakan metode Vector Quantization (VQ). Aplikasi pengenalan penutur mampu mengidentifikasi suara penelepon dengan tingkat akurasi 80% pada nilai ambang (threshold) 25
OTOMATISASI LAYANAN FREQUENTLY ASK QUESTIONS BERBASIS NATURAL LANGUGAE PROCESSING PADA TELEGRAM BOT
Kitabisa atau kitabisa.com adalah platform untuk menggalang dana dan berdonasi secara online terpopuler di Indonesia. Kitabisa.com menyediakan frequently ask questions (FAQ) untuk membantu visitor mengetahui mengenai Kitabisa.com dan bagaimana menggunakan layanan yang Kitabisa.com sediakan. Pada penelitian ini akan mengusulkan satu solusi untuk memaksimalkan otomatisasi layanan FAQ Kitabisa.com berbasis Natural Language Processing (NLP). Layanan ini dilakukan dengan fitur bot pada messenger Telegram yang dirancang berbasis NLP menggunakan teknologi TensorFlow. Dengan demikian, chatbot ini bertindak sebagai customer service yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Hasil dari penelitian ini adalah chatbot dengan menggunakan metode NLP dapat memberikan respon sesuai dengan konteks atas apa yang user tanyakan dengan akurasi 73%
PEMBERITAHUAN KETERLAMBATAN ANGSURAN MENGGUNAKAN SHORT MESSAGE SERVICE GATEWAY (STUDI KASUS KOPERASI SIMPAN PINJAM MAKMUR YOGYAKARTA)
Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi ini telah mengalami perubahan yang cukup pesat. Hal ini dapat lihat dengan banyaknya perusahaan atau badan usaha atau instansi tidak lepas dari pengaruh teknologi informasi. Salah satunya adalah Koperasi simpan pinjam Makmur Yogyakarta sebagai badan usaha ekonomi rakyat yang bersifat sosial yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan. Setiap bentuk kegiatan dan usaha pada umumnya memiliki sebuah tujuan yang jelas sehingga dalam mengelola kegiatan koperasi oleh petugas harus memberikan kepercayaan dan memberikan pelayanan yang baik bagi anggota-anggota koperasi. Permasalahan dalam menjalankan kegiatan koperasi antara lain penunggakan dikarenakan keterlambatan pembayaran angsuran, kinerja petugas yang kurang optimal, keterlambatan dalam pemberitahuan informasi yang membuat pembayaran angsuran terhambat, dan pencatatan data dengan pembukuan lalu di memasukan data ke dalam Microsoft excel sehingga kurang terkomputerisasi dalam merekam data koperasi maka apabila dilakukan dengan cara seperti biasa mengecek data satu persatu maka memerlukan waktu yang cukup lama dalam mencari data anggota yang memiliki permasalahan data hilang dalam mencari file data koperasi belum termasuk juga yang tidak ditemukan menyebabkan data kurang terekam dengan baik sehingga masih kurang efisien dan belum lagi masalah pemberitahuan yang kurang tersampaikan sehingga masih ada anggota yang menunggak pembayaran angsuran pada setiap bulannya menyebabkan pihak koperasi bekerja lebih terutama memberitahu perihal pembayaran dengan sms satu persatu kesetiap anggota yang menunggak dengan petugas yang masih kurang turut menjadi masalah kurang efisen
STEGANOGRAFI DENGAN AES PADA MEDIA SUARA BERBASIS INTERNET
Information is an important part of the current era. Information has become a necessity so as not to be left behind by the times. By utilizing information, ideas and innovations will emerge. This information can be used for the benefit of many people. The more developed means of communication, the more the use of information is also developing. With the increasing number of ways to access this information, we need an application that can be used to secure information by storing information in containers such as sound, so that information can not be known by others. Steganography is a file hiding technique that becomes confidential so that other people do not understand the secret message that is in it. Cryptography is the science and art of secure messages. Utilizing sound as a media to insert secret messages, as well as adding cryptography as a security message secret before being inserted, so that the process of transferring information can be done safely. The results of this study steganography techniques can be used in sound. By inserting a text message that is first encrypted and then entered into sound by the Least Significant Bit method
SISTEM DAN MANAJEMEN SKRIPSI PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI UPN “VETERAN” YOGYAKARTA BERBASIS WEBSITE
The thesis is one step that required to be passed by geological students to get a bachelor\u27s degree. The thesis input process was manual since early study program formed in 1958 although has been changed in administration things. There are a lot of problems in administration process due to universities regulation that impacted lecturers and students. The impacts for lecturer are student\u27s supervisor not evenly well distributed, not well connected between the specialization of lecturers and the student\u27s thesis’s topic and still difficult to monitoring student\u27s thesis progress. at the same time, the impact for students is difficult to meet the coordinator. Actually the main problem derived from management administration that not well organized. Management system based on the website is a solution to solve that problem using several function such as limitation for thesis supervisor, monitoring student’s progess and choosing any topic with any lecturer’s competencies independently. The step of this research are observation, interview, collecting support data and developing main system using Waterfall method. The result is a website that containing a thesis management system that could be accessed students, lecturers, and admin in order to simplifying and organizing thesis administration processes
SISTEM PENGAWASAN DAN PERINGATAN DINI KEBENCANAAN PADA GOA TERINTEGRASI MENGGUNAKAN IOT
Smart city merupakan sistem yang memberikan perkembangan pada kota yang digunakan dengan tujuan untuk lebih baik serta memberikan pelayanan terhadap masyarakat untuk memenuhi kehidupan yang layak. Peringatan dini atau Early Warning System (EWS) pada bidang lingkungan merupakan bagian dari lingkungan cerdas untuk memberikan sebuah peringatan dini suatu kejadian seperti kebencanaan yang diberitahukan kepada masyarakat. Penerapan sistem peringatan dini tersebut di terapkan pada lingkungan yang meliputi daerah wisata alam, salah satunya gua. Gua merupakan suatu lingkungan berupa bentukan akibat proses alam yang melubangi batuan. Dengan adanya sistem pengawasan dan peringatan dini saat ini yang merupakan sistem yang sangat dibutuhkan, mengingat bencana yang sering realtime terjadi dan terkadang yang tidak dapat diduga. Dari cara pengamatan dan pemberitahuan informasi yang lama mengenai keadaan didalam gua ini dapat dilakukan dengan cepat dengan data yang diperbaharui secara secara terus menerus. Sistem pengawasan yang dirancang dengan menggunakan sensor DHT11 Sebagai Sensor Kelembaban Udara, DS18 Sebagai Sensor Ruang Luar,BMP180 Sebagai Sensor Suhu Ruang Dalam dan Tekanan Udara, FC28 Sebagai Sensor Kelembaban Tanah, Rain Gaug Sebagai Sensor Curah Hujan. Data yang didapatkan dari masing-masing sensor akan dikirimkan kedalam database yang berada dalam cloud server, sehingga data akan terus diperbaharui. Hasil dari pengujian sensor didapatkan memiliki selisih yang tidak jauh dengan nilai nyata yang diuji dengan alat pengukur lain ketika daya atau tegangan yang diberikan pada sensor lebih tinggi. Pada tegangan 1 ampere untuk sensor suhu memberikan nilai 30 derajat selsius sedangkan dengan termometer adalah 32 derajat selsius, dan pada tegangan 5 ampere sensor suhu dan thermometer bernilai 29 derajat selsius diwaktu yang sama. Pada sensor kelembaban udara, dengan tegangan 1 ampere mendapatkan 63% sedangkan pada nilai nyatanya 65%, dan dengan tegangan 5 ampere, pada kelembaban nyata dan menggunakan sensor bernilai 77% diwaktu yang sama