Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
Not a member yet
    93 research outputs found

    Peningkatan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Rotating Trio Exchange

    No full text
    One of the abilities that need to be owned and developed by the students is the ability of understanding mathematics. This research aims to determine the comparison of the students' understanding mathematical ability results that get a cooperative Rotating Trio Exchange (RTE) and traditional learning model. The method used was a quasi-experiment. Population were all of seven grade students at SMP Negeri 2 Garut. Two classes were selected randomly as the sample. One class as an experimental class and the other class as the control class. The research finding indicate that the experimental group learning using cooperative learning type of RTE better with an average increase of the pre-test and post-test of 15.42 to 42.24, while classroom learning control using traditional learning with an average increase of the pre-test and post-test of 14.93 to 32.93. Thus, students are learning with RTE better than students who learning with traditional learning.Salah satu kemampuan yang perlu dimiliki dan dikembangkan oleh siswa adalah kemampuan pemahaman matematis. Permasalahannya, kemampuan pemahaman matematis siswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil perbandingan kemampuan pemahaman matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe Rotating Trio Exchange (RTE) dan pembelajaran konvensional. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Garut dengan sampel dipilih secara acak sebanyak dua kelas yaitu kelas VII-A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-B sebagai kelas kontrol. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa hasil kelompok eksperimen yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran kooperatif tipe RTE lebih baik dengan peningkatan rata-rata hasil pre-test dan post-test dari 15,42 ke 42,24. Sedangkan kelas kontrol yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional dengan peningkatan rata-rata hasil pre-test dan post-test dari 14,93 ke 32,93. Dengan demikian siswa yang pembelajarannya dengan RTE  lebih baik dibandingkan dengan siswa yang pembelajarannya dengan pembelajaran konvensional

    Peningkatan Kemampuan Analisis Siswa dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dengan Model Pengajaran Langsung Berbasis Masalah

    Full text link
    The study aims to develop and validate problem-based direct instruction model in learning of social studies and determine the effectiveness of the learning model in improving the students' analytical ability. This study employed the Research and Development (RnD) with the 4D model that being modified into the 3D model. The subjects are the fourth-grade students of Gugus Kartini Semarang elementary school. The data are collected by interview, test, observation, and questionnaire. The data analysis involves descriptive qualitative analysis, classical completeness analysis, average completeness analysis, comparative analysis, and analysis of the increase of Normalized Gain. The result of data analysis showed that the average of validator value for learning tools is 3,74. The average percentage of teacher responses is 93,1%, student responses are 90%, and teachers' teaching skills is 91.3%. The average of students' analytical ability is 84,53 which is above the minimum completeness criteria. Furthermore, the normalized Gain test indicated an increase in student analytical ability by 71%. Therefore, the finding of this study indicated that problem-based direct instruction model that developed have valid, effective and practical value.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi model pengajaran langsung berbasis masalah dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial dan menentukan keefektifan model tersebut dalam meningkatkan kemampuan analisis siswa. Penelitian dan pengembangan dengan model 4D yang dimodifikasi menjadi 3D digunakan untuk tujuan tersebut. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SD Gugus Kartini Semarang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, tes, observasi, dan angket. Analisis data yang dilakukan meliputi analisis deskriptif kualitatif, analisis ketuntasan klasikal, analisis ketuntasan rata-rata, analisis uji banding, dan analisis peningkatan uji Normalized Gain. Hasil analisis menunjukkan rata-rata nilai validator untuk perangkat pembelajaran adalah 3,74.  Rata-rata persentase respon guru sebesar 93,1%, respon siswa sebesar 90% dan keterampilan mengajar guru sebesar 91,3%. Rata-rata kemampuan analisis siswa kelas eksperimen 84,53 melebihi batas KKM, sehingga tuntas secara klasikal dan individual. Uji Normalized Gain menunjukkan adanya peningkatan kemampuan analisis sebesar 71%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan model pengajaran langsung berbasis masalah telah valid, efektif, dan memiliki nilai praktis

    Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Menggunakan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik

    No full text
    This study aims to determine differences in the average N-Gain mathematical reasoning skills between students who obtain math learning with realistic mathematics education approach and conventional approaches. This research method used is a quasi-experimental with non-equivalent control group design which implemented in one of the 7th private junior high school in Tangerang. The instrument used is a valid test instrument namely pre-test and post-test with descriptive form. The reliability category of this instrument is high. The results showed that there are significant differences in the average N-Gain mathematical reasoning skills between students who take math learning with realistic mathematics education approach and conventional approaches. The average N-Gain mathematical reasoning skills students who receive math learning with realistic mathematics education approach higher than students who receive mathematics learning with conventional approach.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata N-Gain kemampuan penalaran matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran matematika dengan pendekatan pendidikan matematika realistik dan siswa yang memperoleh pembelajaran matematika dengan pendekatan konvensional. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan non-equivalent control group designyang dilaksanakan di salah satu SMP Swasta kelas VII di Tangerang. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes yang telah valid berupa soal tes awal dan tes akhir yang berbentuk uraian dengan reliabilitas kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwaterdapat perbedaan yang signifikan rata-rata N-Gain kemampuan penalaran matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran matematika dengan pendekatan pendidikan matematika realistik dankelas yang memperoleh pembelajaran matematika dengan pendekatan konvensional. Rata-rata N-Gain kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran matematika dengan pendekatan pendidikan matematika realistik lebih tinggi dibandingkan siswa yang memperoleh pembelajaran matematika dengan pendekatan konvensional

    Analisis Sosiologis Novel dan Aplikasinya dalam Pembelajaran Unsur Ekstrinsik Karya Sastra di SMP

    No full text
    The purpose of this study was to analyze the sociological elements of the novel and its application in the teaching of Indonesian language and literature. The method used to analyze the novel is by using descriptive method. After the authors analyzed the novel Ranah 3 Warna through elemental analysis of sociological, finally the author can draw the conclusion that the element of sociological contained in the novel Ranah 3 Warna focus of study on the theme "Mendaki Tiga Puncak Bukit" there are five elements of sociological ie social interaction with number six sentences, class social two sentences, the social group one sentence, two sentences of social problems, and social mobility of the sentence. The most dominant element is the element of social interaction that consists of six sentences. The results of this study show that social interaction is very important and is indirectly able to change the mindset at a time can change the social status of each individual. In learning extrinsic elements specifically sociological literature in school, students will be able to determine the elements of sociological through text analysis.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis unsur sosiologis novel dan aplikasinya dalam pengajaran bahasa dan sastra Indonesia. Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis novel ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Setelah penulis menganalisis novel Ranah 3 Warna melalui analisis unsur sosiologis, akhirnya penulis dapat menarik simpulan bahwa unsur sosiologis yang terdapat dalam novel Ranah 3 Warna fokus kajian pada tema "Mendaki Tiga Puncak Bukit” terdapat lima unsur sosiologis yaitu interaksi sosial dengan jumlah enam kalimat, kelas sosial dua kalimat, kelompok sosial satu kalimat, masalah sosial dua kalimat, dan mobilitas sosial satu kalimat. Unsur yang paling dominan adalah unsur interaksi sosial yang terdiri dari enam kalimat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, interaksi sosial sangat penting dan secara tidak langsung mampu merubah pola pikir sekaligus bisa merubah status sosial setiap individu. Dalam pembelajaran unsur ekstrinsik karya sastra khususnya sosiologis di sekolah, siswa akan mampu menentukan unsur-unsur sosiologis melalui analisis teks

    Penerapan Strategi Three-Stage Fishbowl Decision untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Aktivitas Belajar Siswa

    Full text link
    The purpose of this research were to improve the student activities and conceptual understanding using three-stage fishbowl decision strategy in pressure subject. This research design was the pretest-posttest control group design. The sample of this research was 65 students of 8th grade that was determined by using purposive sample method. The data were collected by test, observation, and documentation. The data was analyzed by using gain test and one-tail t-test. The gain-test was obtained that the activity and students understanding of pressure concept for experimental group was increased in medium level, whereas for control group in minimum level. The one-tail t-test was obtained that the activity and students understanding of pressure concept for the experimental group were better than the control group.Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pemahaman konsep dan aktivitas belajar siswa dengan menggunakan strategi three-stage fishbowl decision pada materi tekanan. Desain penelitian ini adalah pretest- posttest control group desain. Sampel pada penelitian ini sebanyak 65 siswa kelas VIII yang diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji gain dan uji t satu pihak. Analisis uji gain menunjukkan peningkatan pemahaman konsep dan aktivitas belajar siswa berkategori sedang untuk kelas eksperimen dan rendah untuk kelas kontrol. Analisis uji satu pihak menunjukkan bahwa pemahaman konsep tekanan dan aktivitas belajar siswa kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol

    Keefektifan Pembelajaran Inkuiri dan Problem-Based Learning terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam

    Full text link
    The purpose of this research is to know the effectiveness of inquiry learning and problem-based learning on science achievement of 4th grade student. This research method is quasi-experiment with non-equivalent control. This research sample is 58 students in SDN Cipinang Besar Selatan 19 Pagi who divided into two groups, 31 students are in inquiry learning class and 27 students are in problem-based learning class. Analysis of t-test indicated the difference of students' achievement between students who in inquiry learning and problem-based learning classes. The average of science achievement in inquiry learning class is higher than problem-based learning class.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran inkuiri dan problem based learning terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experiment dengan desain non-equivalent control. Sampel yang diteliti adalah 58 siswa kelas IV di SDN Cipinang Besar Selatan 19 Pagi pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Sampel tersebut terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 31 siswa yang diberi pembelajaran inkuiri dan 27 siswa yang diberi pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Berdasarkan hasil analisis uji-t menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang diberi pembelajaran inkuiri dengan siswa yang diberi pembelajaran PBL. Rata-rata hasil belajar IPA siswa di kelas pembelajaran inkuiri lebih tinggi dibandingkan dengan di kelas pembelajaran PBL

    Pengembangan Media Bata untuk Pembelajaran Tenses pada Jenjang Pendidikan Dasar

    No full text
    This developmental research tried to develop instruction media for student of elementary education to learn tenses. This research applied 4-D developmental model (four D models) from Thiagarajan (1974) with the research subject were the 5th grade students of the Baureno I State Elementary School.  This model followed four phases: defining, designing, development, and dissemination. But due to the limitation of time, the 4-D model adopted in this research was only to development phases. The results of the data analysis to the product quality indicated that the Word Cube media developed have been suitable and qualified to use as observing tenses media of elementary education with 94%. The result of media implementation also indicated that there were increasing in student understanding of the tenses from 62.02% become 93.10%.  This research was also successful to develop Word Cube media to observe tenses for elementary education in the form of (1) word cube, (2) base of cube, (3) instruction, and (4) the package. Generally, the conclusion of the research was one of the reasons that increase the student understands of tenses was Word CubePenelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran untuk pembelajaran tenses bagi siswa pada jenjang pendidikan dasar. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D (four D model) dari Thiagarajan (1974) dengan subjek penelitian siswa kelas V A dan V B SDN Baureno I. Model ini mengikuti empat fase: pendefinisisn, perencanaan, pengembangan, dan penyebaran. Namun, karena keterbatasan waktu, model pengembangan 4-D yang diadaptasi dalam penelitian ini hanya sampai pada tahap pengembangan. Hasil analisis data terhadap kualitas produk yang dikembangkan menunjukkan bahwa media BATA layak dan memenuhi syarat untuk digunakan sebagai media pembelajaran tenses pada jenjang pendidikan dasar dengan 94 %. Hasil implementasi media menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman siswa terhadap meteri tenses dari 62,02% menjadi 93,10%. Penelitian ini juga berhasil mengembangkan media BATA untuk pembelajaran tenses bagi jenjang pendidikan dasar berupa (1) balok kata, (2) penampang, (3) petunjuk pemakaian, dan (4) kemasan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya pemahaman siswa terhadap materi tenses adalah penggunaan media BATA dalam kegiatan pembelajaran

    Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dalam Pemecahan Masalah Matematis Menggunakan Pendekatan Open Ended

    No full text
    This research aims to investigate the application of open ended approach, to increase students' critical thinking ability in mathematic problem solving. This research was conducted at SD Islam Terpadu Al-Khairaat Jakarta Timur, with 25 students as subject of the research. This is an action research using Kemmis and McTaggart's model in two cycles. Each of the cycles consists of planning, acting, observing and reflecting. The result shows the increase of students' critical thinking ability in mathematic problem solving, by means of open ended approach. It was proved with the increase of students' grade from 63.92% in the first cycle to 73.80% in the second cycle. The activity of teacher and student using open ended approach achieves mastery learning (100%) at the end of the cycle.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara penerapan pendekatan open ended, untuk meningkatkan kemampuanrpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah matematika. Penelitian dilaksanakan di SD Islam Terpadu Al-Khairaat Jakarta Timur, dengan subjek penelitian siswa kelas IV yang berjumlah 25 siswa.  Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model Kemmis dan McTaggart, yang dilakukan selama dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, implementasi tindakan, pengamatan, dan refleksi tindakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah matematika, khususnya tentang operasi hitung campuran, dengan menggunakan pendekatan open ended. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata indikator kemampuan berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah matematika pada siklus I yaitu 63.92% untuk semua indikator, meningkat pada siklus II mencapai 73.80% rata-rata indikator kemampuan berpikir kritis siswa yang tuntas.  Aktivitas guru dan siswa sesuai langkah-langkah pendekatan ini mencapai 100% (mastery learning) pada akhir siklus

    Penggunaan Model Method untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa Sekolah Dasar

    Full text link
    oai:ojs2.journal.uhamka.ac.id:article/4479The purpose of this study is to examine the effect of the learning of model method for mathematical problem solving ability of elementary students. The design of the study is a pretest and posttest control of design group. The experimental group used learning of model methods and the control group used learning of conventional method. To obtain the data of the research result, the instrument used is in the form of mathematical problem solving ability test and the observation sheet. The population is the entire of the fifth grade of elementary school students throughout North Jakarta, with the sample of Tugu Utara Pagi 07 Elementary School for two classes which were chosen randomly. Data analysis is done quantitatively namely to the pretest data and normalized gain of mathematical problem-solving ability. This study is using the test of the difference of two populations. The result shows that the improvement of mathematical problem solving ability of the students who obtain the model method learning is better than the students who received the conventional method learning.Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah pengaruh pembelajaran model method terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik. Desain penelitian ini adalah pretest and posttest control group design. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran model method dan kelompok kontrol memperoleh pembelajaran konvensional. Untuk mendapatkan data hasil penelitian digunakan instrumen berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematik, dan lembar observasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD se-Kotamadya Jakarta Utara dengan sampel penelitian SD Negeri Tugu Utara 07 Pagi sebanyak dua kelas yang dipilih secara acak sederhana. Analisis data dilakukan secara kuantitatif, yaitu terhadap data pretes dan gain ternormalisasi kemampuan pemecahan masalah matematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang memperoleh pembelajaran model method lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional

    Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran IPA Guru Sekolah Dasar

    Full text link
    Lesson Plan (RPP) is a very important tool for a teacher in the learning process. Teachers are required to be able to make a good lesson plan so the learning process does not get out of the purpose and content. This study aims to analyze the feasibility of RPP made by Jakarta teachers in accordance with the National Education Standards Agency (BSNP) of Indonesia. The study was in Elementary School, East Jakarta. The research was conducted using qualitative descriptive. Data collected by documentation study by collecting the science lesson plan of Elementary School Teachers. The research instrument used in the form of grain analysis RPP component consisting of 10 components. One component using a score of 1-10, while nine other components using the rubric criteria/rubric score. The instrument made reference to the Law on National Education System and BSNP. The results of the description analysis revealed that most of Elementary School Teachers can design and develop the lesson plan (RPP) of science in accordance with Law No. 20 Article 3 of the National Education System and Government Regulation No. 20 about the Standard Assessment of Education (BSNP).Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan alat yang sangat penting dalam menjalankan proses belajar mengajar bagi seorang guru. Guru dituntut harus bisa membuat RPP yang baik agar proses pembelajarannya tidak keluar dari tujuan dan materi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelayakan RPP yang dibuat Guru Sekolah Dasar (SD) di Jakarta sesuai dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Indonesia. Penelitian dilakukan di SD yang ada di Jakarta Timur. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi dengan cara mengumpulkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran IPA Guru SD. Instrumen penelitian yang digunakan berupa butir analisis komponen RPP yang terdiri atas 10 komponen. Satu komponen menggunakan skor 1-10, sedangkan sembilan komponen lainnya dengan menggunakan rubrik kriteria/rubrick score. Instrumen yang dibuat mengacu pada referensi, Undang-undang Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan BSNP mengenai RPP. Hasil analisis deskripsi mengungkapkan bahwa, sebagian besar Guru SD dapat merancang dan mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) IPA sesuai dengan Undang-undang No. 20 pasal 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tentang Standar Penilaian Pendidikan (BSNP)

    76

    full texts

    93

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇