Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi
Not a member yet
97 research outputs found
Sort by
PERBEDAAN ADAPTABILITAS KARIR DITINJAU DARI JENIS SEKOLAH (SMA DAN SMK)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan adaptabilitas karir ditinjau dari jenis sekolah.Subjek pada penelitian ini adalah siswa yang bersekolah di SMA Muhamadiyah 3 Yogyakarta dan SMK Muhamadiyah 3 Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif.Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Adaptabilitas Karir.Teknik analisis yang digunakan adalah model analisis uji-t. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Keseluruhan komputasi data penelitian dihitung menggunakan program SPSS 16.0 for windows. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa nilai t= -5,491 dengan p= 0,000 (p<0,01) yang menunjukkan adanya perbedaan adaptabilitas karir pada siswa SMA dan SMK. Mean adaptabilitas Karir siswa SMA 116,5 lebih rendah dibandingkan mean dari siswa SMK 127,3. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan dalam adaptabilitas karir yang sangat signifikan antara siswa SMA dan siswa SMK.Siswa yang bersekolah di SMK memiliki adaptabilitas karir yang lebih tinggi dibandingkan adaptabilitas karir siswa yang bersekolah di SMA.Kata Kunci : adaptabilitas karir, jenis sekola
PENGARUH PENDEKATAN KOGNITIF UNTUK MENGURANGI STRES DALAM PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA BARU FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN ANGKATAN 2013/2014
AbstrakStres dalam penyesuaian diri adalah ketidakmampuan mahasiswa dalam menyesuaikan diri terhadap tuntutan atau perubahan yang terjadi ketika memasuki lingkungan baru yang berpengaruh pada respon kognitif, emosi, serta fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan kognitif untuk mengurangi stres dalam penyesuaian diri pada mahasiswa angkatan 2013/2014 di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Subjek penelitian berjumlah 10 orang mahasiswa yang mengalami stres dalam penyesuaian diri. Instrument yang digunakan untuk mengukur tingkat stres dalam penyesuaian diri yaitu Skala stres dalam penyesuaian diri yang dibuat peneliti berdasarkan 4 macam respon stres dari Sarafino.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen murni dengan rancangan intervensi dalam bentuk randomized pretest-posttest control group desain dengan follow-up. Intervensi yang diberikan pada subjek berupa pelatihan dengan perlakuan pendekatan kognitif yang menggunakan teknik tiga kolom. Pelaksanaan pelatihan sebanyak tiga kali pertemuan dalam 1 minggu. Analisis kuantitatif menggunakan non parametrik test dengan friedman test chi-square 10,000 dengan tingkat signifikansi 0,007 (p<0,001) dan uji Mann-Whitney pada gain score pre-post kelompok eksperimen dan kontrol, yang menghasilkan nilai z -2,611 dengan taraf signifikansi 0,009 (p<0,01). Analisis kualitatif dilakukan dengan menganalisis hasil wawancara dan observasi. Hasil yang didapat memperlihatkan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan pada tingkat stres dalam penyesuaian diri antara kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen mengalami penurunan stres dalam penyesuaian diri sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami penurunan.Kata kunci: Pendekatan kognitif, stres dalam penyesuaian diri, Mahasiswa
HUBUNGAN ANTARA BERPIKIR POSITIF DAN PERILAKU MENYONTEK PADA SISWA KELAS X SMK KOPERASI YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berpikir positif dengan perilaku menyontek.Subiek penelitian adalah siswa kelas X SMK Koperasi Yogyakarta.Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling.Metode pengumpulan data menggunakan skala yaitu skala berpikir positif dan skala perilaku menyotek.Metode analisis data dengan menggunakan teknik analisis korelasi product moment.Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisin korelasi sebesar rxy = -0,299 dengan taraf signifikansi p = 0,004 (p < 0,01). Sumbangan efektif yang diberikan variabel berpikir positif terhadap perilaku menyontek adalah sebesar 8,9%. Hasil kategorisasi menunjukkan bahwa mayoritas subjek penelitian yaitu sebanyak 67,5% subjek yang memiliki berpikir positif pada kategori tinggi dan 63,75% subjek memiliki perilaku menyontek pada kategori sedangHasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan negatif yang sangat signifikanantara berpikir positif dengan perilaku menyontek. Semakin tinggi berpikir positif maka akan semakin rendah perilaku menyontek, sebaliknya semakin rendah berpikir positif maka akan semakin tinggi perilaku menyontek.Kata Kunci : berpikir positif, perilaku menconte
Peran Religiusitas dan Optimisme terhadap Kesejahteraan Psikologis pada Remaja
ABSTRACTThis research aims to investigate the role of teenagers’ religiousness and optimism in their psychological well-being. This research sample was established by applying incidental sampling in which involving 152 students at SMU N 1 Turi, Sleman. The teenagers’ religiousness, optimism, and psychological well-being were measured by using religiousness scale, optimism scale, and psychological well-being scale with Likert scale as the model. The gathered data were analyzed by using path analysis. This analysis was done by using AMOS 21 and SPSS 17.0. The statistical results show that there was compatibility between the theoretic model, which consisting religiousness and optimism, and the empirical model in describing the psychological well-being. Psychological well-being that was described by optimism was 18.5 percent while the 81.5 percent was described by the other variables outside the research variables. Psychological well-being that was described by optimism and religiousness was 36.69 percent while the other 63.31 percent was described by the other variables that were not described in this research. There was direct role of religiousness in optimism. There was no direct role of religiousness in psychological well-being. There was direct role of optimism in psychological well-being. The optimism could not mediate between the religiousness and psychological well-being.Key words: religiousness, optimism, psychological well-bein
Self Instruction Training (SIT) Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Kehamilan Pada Ibu Primigravida
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menguji keefektifan SIT untuk menurunkan tingkat kecemasan kehamilan pada ibu primigravida. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan mixed methods. Metode kuantitatif menggunakan skala kecemasan kehamilan, sedangkan metode kualitatif menggunakan wawancara dan observasi. Tahapan dalam intervensi ini yaitu, psikoedukasi, relaksasi dan positive self talk dengan relaksasi dzikir.Teknik dalam memilih subjek dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling yaitu peneliti memilih subjek penelitian sesuai dengan kriteria. Karakteristik subjek penelitian yaitu primigravida, beragama Islam, pendidikan minimal SMA dan memiliki tingkat kecemasan kehamilan sedang atau tinggi yang diperoleh dari screening sekaligus sebagai pretest. Desain menggunakan pre-ekperimental design dengan one group pretest and posttest design, dilanjutkan dengan follow up.Hasil pengolahan data dengan Uji statistik Wilcoxon, menunjukkan hasil nilai pengukuran untuk pretest ke posttest Z = -1,342 dengan nilai p = 0,180 (p>0,05), pretest ke follow up Z = -1,342 dengan p = 0,180 (p>0,05) dan posttest ke follow up Z = -1,000 dengan nilai p = 0,317 (p>0,05). Hal tersebut berarti tidak ada perbedaan kecemasan kehamilan yang signifikan antara pretest ke posttest, pretest ke follow up dan posttest ke follow up.Secara kualitatif diperoleh hasil bahwa self instruction training (SIT) mampu memberikan efek positif terhadap subjek, yang diperoleh berdasarkan hasil wawancara dan observasi. Kesimpulannya intervensi SIT yang diberikan mampu menurunkan tingkat kecemasan kehamilan pada ibu primigravida walaupun tidak secara signifikan.Kata kunci : Primigravida, kecemasan kehamilan, self instruction training (SIT
Peningkatan Interaksi Sosial dengan Layanan Bimbingan Kelompok Menggunakan Media Zoom
Increased Student Social Interaction with Group Guidance Services Using Zoom MediaSocial interaction has become a serious problem nowadays, with the development of internet media today, students have interacted more with gadgets than interacting directly face to face with their friends. So the purpose of this study is to try to improve student social interaction through group guidance services using the zoom meeting application. This study uses an experimental approach with the type of one group pre-test post-test design with the student population of Madrasah Tsnawiyah Negeri 5 Kerinci, then the determination of research subjects is carried out with purposive sampling techniques taken from the results of pre-test with a total of 16 students. The data collection instrument uses Social Interaction Scale (SIS). Data that has been collected in the analysis descriptively and to see changes in students' social interaction before after being given group guidance services using Wilcoxon Signed Rank Test analysis. The results of this study revealed that group guidance services use effective zoom media to improve students' social interaction
EFFECT OF GROUP ACTIVITIES THERAPY ON THE IMPROVEMENT OF BASIC SOCIAL SKILLS IN SCHIZOPHRENIA PATIENTS IN RSJD Dr. RM. SOEDJARWADI CENTRAL JAVA 2015
ABTRACK-This study examines whether group activity therapy can improve basic social skills of schizophrenic patients. This study is a quantitative and using SPSS version 16.0. Qualitative analysis using observation and interviews. The design of this study are randomized control group pretest - posttest design - followup. Five subjects diagnosed with schizophrenia and hospitalized. The independent variable group is activity therapy and dependent variables is social skills base. This research analyzed by Mann Whitney U test and Friedman test. The results are shown to improve basic social skills schizophrenic patients. Data processing results show the level of significance, the results of Mann Whitney test to gain score of the experimental group and the control group significantly, meaning that the intervention of group activity therapy can improve basic social skills scale score the schizophrenia patients in experimental group. Analysis results of the basic social skills scale between pretest and posttest scores experimental group and the control group are significantly, it means that there are significantly differences in basic social skills scores schizophrenic patients between pretest and posttest scores in experimental group and control groups, in followup the results of the analysis of Friedman test also showed significant result.Keywords: group activity therapy, social skills base, schizophrenic patient
PENGARUH PSIKOEDUKASI MENOPAUSE DAN RELAKSASI UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN WANITA PERIMENOPAUSE
INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan pada wanita perimenopause melalui psikoedukasi menopause dan relaksasi. alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecemasan TMAS (Taylor manifest anxiety scale) dan intervensi yang digunakan adalah psikoedukasi dan relaksasi. intervensi dilakukan kepada kelompok eksperimen sebanyak 5 sesi pertemuan dan dalam 1 minggu terdiri dari 2 pertemuan.Subjek dalam penelitian ini adalah wanita yang berdomisili di Kelurahan Teban Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta, yang mengalami gejala perimenopause seperti siklus haid yang tidak teratur dalam 6 bulan atau dalam 1 tahun terakhir serta mengalami hot flashes, keringat dimalam hari dan gangguan tidur. subjek dibagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok ekperimen yang terdiri dari 6 subjek dan kelompok kontrol yang terdiri dari 5 subjek. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan non parametrik test dengan uji dan Mann whitney dan Wilcoxon. Data yang diperoleh diolah program SPSS (Statistical Product and Service Solution) 17.0 windows, juga diperoleh melalui metode kualitatif dengan tehnik wawancara dan observasi.Hasil penelitian dengan uji wilcoxon menunjukan bahwa kelompok eksperimen diperoleh hasil yang signifikan dengan nilai p=0.027 (p<0,05) dan nilai Z sebesar -2,207 sementara pada kelompok kontrol menunjukan hasil yang tidak signifikan dengan nilai p=0,102 (p>0,05) dan nilai Z sebesar -1,633. Pada uji Mann whitney menunjukkan nilai signifikan 0,021 dan nilai Z sebesar -2,303. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian psikoedukasi menopause dan relaksasi untuk menurunkan kecemasan pada wanita perimenopause pada kelompok eksperimen, sementara pada kelompok kontrol tidak mengalami penurunan skor kecemasan.Kata kunci: kecemasan, psikoedukasi dan relaksasi, perimenopaus
PENGARUH PELATIHAN REGULASI EMOSI UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI PADA REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN
AbstrakPenelitian tentang regulasi emosi untuk meningkatkan resiliensi pada remaja remaja di panti asuhan masih belum banyak dilakukan. Jenis sempel remaja di panti asuhan memiliki banyak faktor resiko yang riskan terhadap berbagai kesulitan dan tantangan hidup. Remaja yang mampu meregulasi emosi dengan baik akan mampu bertahan dibawah situasi yang menekan dan mampu mengendalikan emosi. Regulasi emosi mampu menciptakan emosi positif yang sangat berguna untuk meningkatkan resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi untuk meningkatkan resiliensi pada remaja yang tinggal di panti asuhan. Hipotesis dalam penelitian ini pelatihan regulasi emosi dapat meningkatkan resiliensi pada remaja di panti asuhan. Desain penelitian menggunakan pretest-postest control group design. Subjek penelitian berjumlah 10 remaja yang tinggal di panti asuhan. Skala yang digunakan adalah skala resiliensi yang digunakan untuk menyeleksi subjek sekaligus sebagai data pre-test dalam kategori sangat rendah sampai sedang. Pelatihan diberikan selama empat kali pertemuan dalam rentang waktu dua minggu. Skala resiliensi diberikan sebagai post-test dan follow-up diberikan satu minggu setelah pelatihan berakhir. Menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada saat pre-test ke post-test maupun pada saat post-test ke follow-up hanya pada saat pre-test menuju follow-up terjadi peningkatan skor dengan nilai Z= -1745 dan taraf signifikansi sebesar 0,043 (p>0,05). Hasil uji Mann-Whitney menunjukan tidak ada perbedaan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol yaitu pada saat pre-test ke pos-test dengan nila Z= -747 dan taraf signifikansi sebesar 0,455 (p>0,05). Dapat disimpulkan bahwa pelatihan regulasi emosi tidak berhasil untuk meningkatkan resiliensi pada remaja yang tinggal di panti asuhan
Flow Akademik Ditinjau dari Persepsi Kompetensi Akademik dan Dukungan Guru pada Siswa SMA
Academic Flow in Terms of Perceived Academic Competence and Teacher Support for High School Students Academic flow has a very important role in the field of education to increase academic success. This study aims to examine the relationship between perceived academic competence and teacher social support with academic flow. The subjects of this study were all 92 students of SMA "X" in Musi Banyuasin district. The research method used is quantitative, data collection tools in the form of a psychological scale and data analysis using multiple regression analysis techniques with the help of the IBM SPSS for windows 21.0 computer program. The analysis results show a correlation coefficient (r) of 0.292 and a significance level (p) of 0.005 (p< 0.01) so it can be concluded that there is a very significant positive relationship between perceived academic competence and teacher support with academic flow. The higher the perceived academic competence felt by students, the higher the academic flow. The higher the teacher support received, the higher the academic flow and conversely the lower the perception of competence felt by students, the lower the academic flow as well as teacher support, the lower the teacher support received by students, the lower the academic flow. The effective contribution given by each variable to the academic flow is from the perceived academic competence by 62%, while from teacher support it is 12.3% and the remaining 25.7% is influenced by other factors