Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi
Not a member yet
    97 research outputs found

    KEBAHAGIAAN PADA BURUH GENDONG

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebahagiaan dan faktor yang mempengaruhi kebahagiaan pada buruh gendong di pasar tradisional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi. Metode analisis data pada penelitian ini dengan menggunakan analisis tema. Pengambilan sampel menggunakan criterion sampling yaitu sampel yang kriterianya sudah ditentukan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek I merasa cukup bahagia. pada aspek kognitif dan aspek afektif, ini ditunjukkan dengan adanya perasaan puas pada berbagai domain kehidupannya seperti adanya penerimaan dari pihak keluarga terhadap kondisi pekerjaan subyek, perasaan puas terhadap keadaan keluarga dan pekerjaan, hubungan yang baik dengan sesama buruh gendong dan pandangan positif mengenai kehidupan masa depan serta dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk keluarga. Hal ini membuat subyek merasa senang dan bersyukur dengan keadaannya, namun dengan kondisi pekerjaannya subyek I mengalami masalah kesehatan yang mengganggu kebahagiaan subyek dikarenakan sering mengalami pegal-pegal pada bagian tubuhnya yang terkadang mengganggu aktifitas pekerjaan subyek bahkan pernah membuat subyek tidak bekerja sehingga membuat subyek merasa sedih dan menyalahkan diri sendiri. Sedangkan pada subyek II juga menunjukkan bahwa subyek II cukup bahagia. Pada aspek kognitif dan afektif juga menunjukkan bahwa subyek II merasa puas dan lebih merasakan afek positif di berbagai domain kehidupannya. Kepuasan terlihat dari adanya dukungan dan tidak adanya pemaksaan terhadap subyek untuk bekerja dari keluarga, interaksi dengan sesama buruh gendong yang baik dan penilaian yang positif serta pemanfaatan waktu luang yang positif yang dilakukan subyek membuat subyek lebih banyak merasakan afek positif seperti senang. Hal yang mengganggu kebahagiaan pada subyek II adalah kondisi kesehatan yang mengakibatkan subyek tidak maksimal dalam bekerja karena mengalami batuk-batuk ketika bekerja terlalu berat. Sedangkan faktor yang mempengaruhi kebahagiaan kedua subyek buruh gendong bersifat eksternal yakni uang yang didapat dari bekerja sebagai buruh gendong yang dimanfaatkan untuk membahagiakan keluarga. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kedua subyek merasa cukup bahagia, dilihat dari pemenuhan aspek kognitif dan afektif dalam domain kehidupannya seperti keluarga, diri sendiri, pekerjaan, uang, kesehatan dan waktu luang.Kata Kunci : kebahagiaan, buruh gendon

    RESILIENSI PADA ANAK DARI KELUARGA YANG BROKEN HOME

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah yang biasa dihadapi oleh anak broken home dan bagaimana resiliensi pada anak broken home. Jumlah subjek dalam penelitian ini dua orang anak dan dua orang significant person. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus, yaitu suatu penelitian yang intensif, terintegrasi, dan mendalam. Metode pengambilan data yang digunakan dengan cara wawancara semi terstruktur dan observasi partisipan terhadap kedua subjek penelitian. Untuk menjamin kredibilitas data, dilakukan triangulasi sumber dan triangulasi data. Dari penelitian ini diketahu bahwa subjek I ketika menghadapi masalahnya memiliki resiliensi pada aspek regulasi emosi, pengendalian impuls, optimis dan empati. Subjek I memiliki sumber resiliensi I have (eksternal), ketika menghadapi suatu permasalahan subjek mencari solusi dengan meminta nasihat dan saran pada ibu dan kakak subjek. Sedangkan pada subjek II, ketika menghadapi suatu masalah subjek berusaha sendiri menyelesaikan masalah yang menimpanya atau meminta bantuan pada teman, subjek II memiliki sumber resiliensi I have (eksternal) dan I am (internal). Unsur resiliensi yang terdapat pada diri subjek II yaitu optimis, kausal analysis, empati dan reaching out.  Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa subjek I memiliki kemampuan resiliensi yang diperoleh dari lingkungan sosial serta dari segi spiritual, yaitu dengan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Sementara pada subjek II juga memiliki resiliensi yang baik yang diperoleh dari lingkungan, spiritual dan dari diri subjek sendiri yang menginginkan adanya perubahan pada dirinya.Kata Kunci : broken home, resiliens

    HUBUNGAN ANTARA PENYESUAIAN DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP STRES LINGKUNGAN PADA SANTRI BARU

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara penyesuaian diri dan dukungan sosial dengan stres lingkungan pada santri baru di Pondok Pesantren. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. metode pengumpulan data menggunakan skala penyesuaian diri dan skala dukungan sosial serta stres lingkungan. Metode analisis data dengan menggunakan teknik analisis regresi.Subjek penelitian adalah santri baru yang mengikuti pembelajaran di Pondok Pesantren. Kelas satu Madrasah Tsanawiyah dan kelas satu Madrasah Aliyah. Penelitian dilaksanakan dengan subjek sebanyak 46 orang dengan menggunakan teknik populatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis dua prediktor dengan bantuan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) for Windows 19.0.Kata Kunci : dukungan sosiial, penyesuaian diri, stres lingkunga

    SUBJECTIVE WELL-BEING PADA GURU SEKOLAH LUAR BIASA (SLB)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses subjective well-being pada guru SLB serta faktor-faktor yang mempengaruhi subjective well-being pada guru SLB. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru SLB sebanyak dua orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Analisis data penelitian dengan menggunakan analisis isi. Berdasarkan dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa susbjective well-being pada guru SLB sebelum bekerja kurang baik, guru SLB masih merasakan afek negatif yaitu adanya perasaan terkejut, cemas, ragu-ragu, tidak adanya ketertarikan dan malas. Subjective well-being setelah bekerja baik, guru SLB merasakan afek positif yaitu perasaan takut  ketika pertama kali bekerja mulai berkurang, ketertarikan terhadap pekerjaan mulai dirasakan dengan melakukan penyesuaian diri. Perasaan guru SLB saat ini yaitu senang atas keberhasilan mengajar, dapat menyalurkan hobi, senang berinteraksi dengan siswa dan tumbuhnya perasaan mencintai siswa. Selain itu guru SLB merasakan kepuasan hidup yaitu cita-citanya sesuai dengan yang diharapkan, memiliki harapan dan tujuan hidup, adanya perasaan bangga dengan profesinya, tumbuhnya rasa empati dan sikap altruisme, memiliki strategi coping dalam menghadapi masalah sehingga dapat mengambil hikmah dari setiap peristiwa, mampu mengendalikan diri dan bersikap sabar. Ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi subjective well-being pada guru SLB, yaitu agama, gaji dan latar belakang pendidikan.Kata Kunci : Subjective Well Being, Guru Sekolah Luar Biasa (SLB

    KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANTARA REMAJA YANG TINGGAL DI PONDOK PESANTREN DENGAN YANG TINGGAL BERSAMA KELUARGA

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan interaksi sosial antara remaja yang tinggal di pondok pesantren dengan yang tinggal bersama keluarga pada SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kemampuan interaksi sosial. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis uji-t dengan bantuan program Statistical Product and Service Sollution (SPSS) 16,0 for windows. Berdasarkan hasil analisis uji-t diperoleh hasil t=0,983 dengan p=0,330 (p>0,05) yang berarti tidak signifikan. Dan hasil kategorisasi menunjukkan bahwa remaja yang tinggal di pondok pesantren sebanyak 100% memiliki kategori tinggi. Sedangkan, remaja yang tinggal bersama keluarga sebanyak 3% memiliki kategori rendah, 7% memiliki kategori sedang, dan 90% memiliki kategori tinggi. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan interaksi sosial antara remaja yang tinggal di pondok pesantren dengan yang tinggal bersama keluarga pada SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan interaksi sosial antara remaja yang tinggal di pondok pesantren dengan yang tinggal bersama keluarga pada SMA IT Abu Bakar Yogyakarta.Kata Kunci : kemampuan interaksi sosial, remaja, tempat tingga

    PENGARUH PERMAINAN SCRABBLE TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK DISLEKSIA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan scrabble terhadap peningkatan kemampuan membaca anak disleksia. Subjek dalam penelitian ini adalah dua siswa dari Madrasah Ibtida’iyah yang memiliki kesulitan belajar membaca atau disleksia. Metode penelitian yang digunakan adalah single-case experimental design dengan pola desain A-B-A. Alat pengumpul data yang digunakan adalah berupa tes kemampuan membaca. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode analisis visual Conservative Dual-Criterion untuk mengetahui perubahan dan peningkatan kemampuan membaca setelah mendapat perlakuan berupa permainan scrabble. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan membaca yang lebih efektif pada subjek kedua dibanding subjek pertama. Subjek kedua diperoleh hasil perubahan kemampuan membaca sebesar enam poin, sedangkan subjek pertama diperoleh hasil perubahan kemampuan membaca sebesar tiga poin. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa permainan scrabble berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan membaca anak disleksia.Kata Kunci : anak disleksia, kemampuan membaca, permainan scrabbl

    STRATEGI KOPING PADA ORANG YANG MEMILIKI INDERA KEENAM

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk dari indera keenam dan strategi koping pada orang yang memiliki indera keenam yang berhubungan dengan permasalahan dari indera keenam yang dimilikinya dan masalah yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Subjek yang menjadi informan berjumlah satu orang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode  kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi  Dalam menganalisis data dari hasil wawancara menggunakan analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk-bentuk dari indera keenam yang dimiliki oleh informan adalah clairvoyance, clairaudience dan psikokinesis. Strategi koping  yang digunakan oleh informan adalah seeking social support, positive reappraisal dan planful problem solving serta dibantu dengan kemampuan indera keenam yang dimilikinya. Pada permasalahan yang muncul dari bentuk indera keenam yang dimilikinya strategi koping yang digunakan yaitu seeking social support dan positive reappraisal sedangkan pada permasalahan sehari-hari menggunakan strategi koping planful problem solving. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bentuk-bentuk dari indera keenam yang dimiliki oleh informan adalah clairvoyance, clairaudience dan psikokinesis. Strategi koping yang digunakan untuk masalah secara internal, dalam hal ini masalah dengan indera keenam yang dimilikinya, informan cenderung menggunakan emotional focused coping. Pada masalah eksternal atau masalah yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, informan cenderung menggunakan problem focused coping dalam menghadapi masalah.Kata Kunci : indra keenam, strategi kopin

    81

    full texts

    97

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇