PHARMACON
Not a member yet
1026 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS PERASAN DAUN PEPAYA TERHADAP AKTIVITAS FIBROBLAS PASCA PENCABUTAN GIGI PADA TIKUS WISTAR JANTAN
EFEKTIVITAS PERASAN DAUN PEPAYA TERHADAP AKTIVITAS FIBROBLAS PASCA PENCABUTAN GIGI PADA TIKUS WISTAR JANTAN Ryan Stefanus Sorongan1), D.H.C Pangemanan1), Krista V. Siagian1) 1)Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, UNSRAT  ABSTRACT Since long time ago the people of Indonesia had use the herbal medicine as an option to cure some illness. The leaf of papaya is a medicine to cure a wound. Having a wound in dentist practice especially in tooth extraction is a normal situation. Papaya leaves having vitamin c content 140mg/ 100 gram papaya leaves. Human body needs 100 – 1000 mg of vitamin c to helping the process of wound healing with affects an increase in  fibroblast. The purpose of this study to see the effect of papaya leaf juice to fibroblast activity after tooth extraction of Wistar male rats. This study is an experimental laboratory study using the post-test only control group design. Experiment occurred in Laboratory of Anatomic Pathology Sam Ratulangi University Manado on July 2015. The population of study is Wistar male rats by criteria the age of 3 months, 200-250 grams body weight and rats in the state of healthy with marked the activation of the movement of rats. Study will use 10 rats as a sample. Randomized of 10 rats divided in two groups, 5 in the control group and 5 in the treatment group. The result of fibroblast will be gain from tissues of group observation around the extracted tooth. The result of this study is the average number of fibroblast in treatment groups is 68,2, while the average number of fibroblast in control group have 40 fibroblast cell. A conclusion, there is a significancy effectivity of Papaya leaf to the activity of fibroblast after tooth extraction on Wistar male rats.  Keywords: Papaya leaf, tooth extraction, fibroblast, rat ABSTRAK Sejak zaman dahulu masyarakat Indonesia sudah sering menggunakan tanaman herbal sebagai pilihan dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit, salah satunya adalah daun pepaya yang digunakan dalam menyembuhkan luka. Daun pepaya memiliki kandungan vitamin C yang tinggi sebanyak 140mg/100 gram daun pepaya. Tubuh manusia membutuhkan 100 – 1000 mg vitamin C untuk mendukung penyembuhan luka dengan memengaruhi peningkatan sel fibroblas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas perasan daun pepaya terhadap aktivitas fibroblas pasca pencabutan gigi pada tikus wistar jantan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan desain posttest only control group design. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado pada bulan Juli 2015. Populasi yang digunakan pada penelitian adalah tikus Wistar (Rattus norvegicus) dengan jenis kelamin jantan dengan kriteria sampel umur 3 bulan, berat badan 200 – 250 gram, tikus dalam keadaan sehat dengan ditandai dengan aktifnya gerakan tikus. Penelitian menggunakan sampel sebanyak 10 ekor tikus. Randomisasi 10 ekor dibagi kedalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Jumlah sel fibroblas diambil dari pengamatan potongan jaringan kelompok pada jaringan yang mengitari soket gigi yang mendapatkan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan jumlah rata-rata sel fibroblas yang diberikan perasan daun pepaya pasca pencabutan gigi yaitu 68,2 sel fibroblas dan jumlah rata-rata sel fibroblas yang diberikan aquades yaitu 40 sel fibroblas. Kesimpulan penelitian, perasan daun pepaya memiliki efektivitas dalam meningkatkan jumlah fibroblas pasca pencabutan gigi pada tikus Wistar jantan.  Kata kunci: Daun pepaya, pencabutan gigi, fibroblas, tikus  Â
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ENERGI DENGAN STATUS GIZI PADA PELAJAR SMP NEGERI 10 KOTA MANADO.
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ENERGI DENGAN STATUS GIZI PADA PELAJAR SMP NEGERI 10 KOTA MANADO. Puput Dewi Purwanti1), Shirley E.S Kawengian1), Paul A.T. Kawatu1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat Univeritas Sam ratulangi  ABSTRACT Adolescence is a period that considered susceptible of nutrition, they usually have a lot of activity outside, so it is often forgotten mealtime. Foods that contain carbohydrates, fats, and proteins are used as an energy source. Boys have higher energy and protein requirement than girls because their height and lean body mass (fat reserves) are larger during puberty. The purpose of this research was to analyze the relationship between energy intake and nutritional status on student SMP Negeri 10 Manado. This research is observational analytic research with cross sectional study design. The research was conducted in SMP Negeri 10 Manado from August to October 2015. The population in this research were 654 students of grade VIII and IX SMP N 10 Manado. Samples in this research were 248 students that taken by systematic random sampling. The research instrument is a measuring tool height, weight, Food Recall 24-hour questionnaire and Food Frequency Questionnaire. The data analysis is univariate and bivariate analysis using Spearman correlation test. The results showed that there is relationship between energy intake with BMI / U (p <0.05). Most of the respondents belong to the category of nutritional normal status BMI / U is numbered 197 students (79%) and nutritional normal status by TB / U amounts to 242 students (98%). Additionally amounts 196 students (79%) have a good energy intake. Keywords: Energy intake, nutritional status  ABSTRAK Usia remaja merupakan periode yang dikategorikan rentan gizi, mereka biasanya mempunyai banyak aktivitas di luar rumah, sehingga sering melupakan waktu makan. Makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein digunakan sebagai sumber energi. Anak laki-laki memiliki kebutuhan energi dan protein lebih tinggi dibandingkan anak perempuan karena penambahan tinggi badan dan lean body mass (cadangan lemak) mereka lebih besar dan selama pubertas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara asupan energi dengan status gizi pada pelajar SMP Negeri 10 Manado. Jenis penelitian ini ialah penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 10 Kota Manado pada bulan Agustus-Oktober 2015. Populasi pada penelitian ini berjumlah 654 pelajar kelas VIII dan IX SMP Negeri 10 Kota Manado. Sampel yang pada penelitian ini berjumlah 248 pelajar yang diambil secara systematic random sampling. Instrumen penelitian ialah alat ukur tinggi badan, berat badan, kuesioner Food Recall 24 jam dan Food Frequency Questioner. Analisis data ialah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara asupan energi dengan IMT/U (p<0,05). Sebagian besar responden termasuk pada kategori status gizi IMT/U normal yaitu berjumlah 197 pelajar (79%) dan status gizi berdasarkan TB/U normal berjumlah 242 pelajar (98%). Selain itu didapatkan sebanyak 196 pelajar (79%) memiliki asupan energi yang baik. Kata kunci : Asupan energi , status giz
GAMBARAN KADAR FLUOR AIR SUMUR DENGAN KARIES GIGI ANAK DIDESA BOYONGPANTE DUA
GAMBARAN KADAR FLUOR AIR SUMUR DENGAN KARIES GIGI ANAK DIDESA BOYONGPANTE DUA Jennifer Bills Sumiok1), Damajanty H. C. Pangemanan2), Merry Niwayan1) 1)Kandidat Skripsi Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran 2)Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran   ABSTRACT Dental caries is the most frequently encountered disease of the external surface of teeth. The disease is characterized by the destruction on the enamel (tooth cavities). Fluor serves to protect the teeth from caries, to prevent the enzymes producing acid and to bind calcium ions in order to strengthen the tooth enamel, especially in the growth age.The purpose of this study was to describe the degree of dental caries of children aged 12-14 years and the level of fluoride in drinking water that was consumed in Boyongpante Dua village. Descriptive study with cross sectional approach was applied in this research. This study used total sampling method and was conducted in Boyongpante Dua village. This research had 40 people respondents. Caries degree results was measured using DMF-T index and spectrophotometer with a wavelength of 525 nm was used for fluoride test. This study was conducted at the Laboratory of Dental Studies Program.Results of this study found that the mean value of the DMF-T of the children in the Boyongpante Dua village was 0.1 and the mean value of the fluoride level of the well water in Boyongpante Dua village was 3.54 ppm. From the research that has been done, it can be concluded that the degree of caries disease in Boyong Pante II village is in low status performance and has high fluorine content.The suggestion of this to government so that the government has accurate data and can be an example to other villages, and also can be made a water filtering to prevent fluoride. In addition, the results of this study provide a reference for use by the students of dentistry in particular by making further research. Keywords: caries status, level of fluoride  ABSTRAK Karies gigi adalah penyakit jaringan keras gigi yang paling sering ditemui. Penyakit ini ditandai dengan adanya kerusakan pada jaringan keras gigi itu sendiri (lubang pada gigi). Fluor berfungsi melindungi gigi dari karies dan untuk mencegah enzim yang memproduksi asam dan untuk mengikat ion kalsium supaya memperkuat enamel gigi khususnya dalam usia pertumbuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran derajat karies gigi anak-anak usia 12-14 tahun dan kadar fluor dalam air minum yang dikonsumsi di desa Boyongpante Dua. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan metode total sampling dan dilakukan di desa Boyongpante Dua dan mempunyai responden penelitian berjumlah 40 orang. Hasil perhitungan derajat karies dihitung dengan indeks DMF-T dan uji fluor digunakan alat spektrofotometer dengan panjang gelombang 525 nm dan dilakukan di Laboratorium Program Studi Gisi.Hasil penelitian ini didapatkan nilai rerata status DMF-T pada anak-anak di desa Boyongpante Dua 1,53 termasuk kategori rendah dan nilai rerata kadar fluor air sumur di desa Boyongpante Dua 3,54 ppm,dari hasil penelitian disimpulkan bahwa derajat karies di desa Boyongpante Dua dalam status rendah dan kandungan fluor sangat tinggi.Saran yang diberikan kepada pemerintah supaya pemerintah mempunyai data-data akurat dan dapat menjadi contoh di desa-desa yang lain dan juga dibuat sarana penyaringan air untuk mencegah terjadinya fluorosis, selain itu diharapkan penelitian ini memberikan referensi untuk dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa kedokteran gigi khususnya dengan membuat penelitian lanjut.  Kata kunci : status karies, kadar fluor Â
GAMBARAN KONSUMSI YOGHURT TERHADAP WAKTU PENINGKATAN pH SALIVA
GAMBARAN KONSUMSI YOGHURT TERHADAP WAKTU PENINGKATAN pH SALIVA Anastasia E. Siswosubroto1), D. H. C. Pangemanan1), Michael A. Leman1) 1)Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, UNSRAT  ABSTRACT One of the instant products often for the society is yogurt. Yoghurt has many benefits for the human body but because of lack of information and knowledge of yoghurt so yoghurt is considered limited only to help the body's digestive system. The aciditic state inside the mouth at pH 5.5 will lead to demineralization of dental caries. An alternative way to overcome circumstances that are too acidic in the mouth is by consuming yoghurt. The purpose of this research was to know the description of yoghurt consumption over time increase the pH of saliva seen from how many minutes increased to normal salivary pH (pH = 7). This study is a quasi-experimental design with One group time series design. Sample for this research is students of Education Studies Dentist Sam Ratulangi University class of 2011. Saliva collection was conducted by spitting method for five minutes and then measured using a digital pH meter pHep from Hanna. The saliva taking divided into two pretest and posttest until the pH became normal. The result of the research gain 19 samples contained increased salivary pH to pH 7.0. Seen from time ph to be normal ( ph = 7 ) by 5 minutes to as much as 4 samples, by 10 minuttes to as much as 11 samples, and by 15 minutes to as much as 15 samples approaching to normal pH. The conclusion of this study, there are differences in the response of each of the respondents to the yogurt, so that the advantage of yogurt are not the same for everyone.  Keywords: yoghurt, salivary pH, time  ABSTRAK Salah satu produk siap saji yang sering dikonsumsi masyarakat adalah yoghurt. Yoghurt memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia, tetapi karena kurangnya informasi dan pengetahuan tentang yoghurt, maka yoghurt dianggap hanya terbatas untuk membantu sistem pencernaan tubuh. Keadaan yang terlalu asam dalam mulut pada pH 5,5 akan mengakibatkan demineralisasi kemudian karies gigi. Cara alternatif untuk menanggulangi keadaan yang terlalu asam dalam mulut yaitu dengan konsumsi yoghurt. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran konsumsi yoghurt terhadap waktu peningkatan pH saliva dilihat dari berapa menit pH saliva meningkat menjadi normal (pH=7). Penelitian ini merupakan penelitian quasi-eksperimental dengan rancangan One group time series design. Sample penelitian ialah mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Universitas Sam Ratulangi angkatan 2011. Pengumpulan saliva dilakukan dengan metode spitting selama lima menit kemudian diukur menggunakan pH meter digital dari Hanna. Pengambilan saliva terbagi atas pretest sebanyak dua kali dan posttest sampai pH menjadi normal. Hasil penelitian didapatkan terdapat 19 sampel mengalami peningkatan pH saliva menjadi pH 7,0. Dilihat dari waktu pH menjadi normal (pH=7) pada menit ke 5 sebanyak 4 sampel, menit ke 10 sebanyak 11 sampel, dan menit ke 15 sebanyak 15 sampel mendekati pH normal. Kesimpulan penelitian ini, terdapat perbedaan respon masing masing responden terhadap yoghurt, sehingga manfaat yoghurt tidak sama untuk setiap orang.  Kata kunci: yoghurt, pH saliva, waktu    Â
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PARTISIPASI PRIA DALAM KELUARGA BERENCANA DI LINGKUNGAN IV KELURAHAN TELING ATAS KOTA MANADO
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PARTISIPASI PRIA DALAM KELUARGA BERENCANA DI LINGKUNGAN IV KELURAHAN TELING ATAS KOTA MANADO Fitri Wulandani Suikromo1), Ardiansa Tucunan1), Christian Tilaar1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado ABSTRACT Male participation can be interpreted as a man's responsibility, involvement and participation of men in family planning and reproductive health with sexual behavior that is healthy and safe for his pair, family and himself. Lack of family planning practices among men is caused by lack of access to services in family planning man. The purpose of this research is to Analyze whether there is a relationship between knowledge and attitude with the participation of men in family planning. This study used analytic survey method with cross sectional study design. The number of samples taken in this study is based on inclusion and exclusion criteria are 63PUS. This study was conducted in february – may 2015 in the village telling top enviromental IV. Univariate and Bivariate analysis used by using Chi-Square test and the research instrument was a questionnaire.The result of chi-square test showed that there is a relationship between knowledge and participation of men in family planning programs (p=0.000) and there is a relationship between the attitude and the participation of men in family planning's program (p=0.000). Conclusion in thus study is There is a significant relationship between the level of knowledge about the participation of men in family planning with the participation of men in family planning, there is a significant relationship between attitudes toward male participation in family planning with the participation of men in family planning.  Keywords: Knowledge, Attitude, Male Participation ABSTRAK Partisipasi pria dapat diartikan sebagai tanggung jawab pria, keterlibatan dan keikutsertaan pria ber-KB dan kesehatan reproduksi serta perilaku seksual yang sehat dan aman bagi dirinya, pasangannya serta keluarganya.Rendahnya praktik KB di kalangan pria disebabkan oleh rendahnya akses pria terhadap pelayanan KB. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis apakah terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan partisipasi pria dalam KB. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi adalah sebanyak 63PUS. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2015 di Lingkungan IV Kelurahan Teling Atas. Analisis Univariat dan Bivariat yang digunakan dengan menggunakan uji Chi-Square dengan instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan partisipasi pria dalam Program KB (p = 0,000) dan terdapat hubungan antara sikap dan partisipasi pria dalam program KB (p = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang partisipasi pria dalam KB dengan partisipasi pria dalam KB, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap partisipasi pria dalam KB dengan partisipasi pria dalam KB  Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Partisipasi Pria, Keluarga Berencan
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO Melisa R. Tuna1), Billy J. Kepel1), Michael A. Leman1) 1)Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, UNSRAT ABSTRACT Bacterial infections of the oral cavity are often caused by Streptococcus, Staphylococcus, and micro-organisms rod-shaped gram-negative and anaerobic. Some of diseases in the oral cavity that can be caused by Staphylococcus aureus is periodontal abscess. Giving an antibiotics can be done to overcome it. But used an antibiotics often cause bacterial resistance to the antibiotic substance. The development of an alternative treatment that does not cause side effects needs to be done. One of the plant that has been used as traditional medicine include soursop leaves. Soursop leaves is a kind of natural materials which contain tannins, alkaloids, saponins and flavonoids that function as an antibacterial. This research aims to determine the inhibition of soursop leaf extract on growth of Staphylococcus aureus. This research was an experimental laboratory with true experimental design and posttest only control design with Kirby-bauer modification method using filter paper. Study subject are soursop leaf third of the shoots were extracted by maceration method using ethanol 96%. The results of this study showed that the area of the inhibiting zone soursop extract was 12,3 mm. From the research can be concluded that the soursop leaf extracts have inhibition against Staphylococcus aureus accretion. Inhibition of soursop leaf extract third from the shoots, including a strong group. But, the inhibiting zone of soursop extract is smaller than the inhibiting zone of antibiotic. Keywords: periodontal abscess, soursop leaf extract (Annonamuricata L.), Staphylococcus aureus ABSTRAK Infeksi bakteri pada rongga mulut yang sering terjadi disebabkan oleh Streptococcus, Staphylococcus, dan mikroorganisme gram negatif yang berbentuk batang dan anaerob. Beberapa penyakit dalam rongga mulut yang dapat disebabkan oleh Staphylococcus aureus yaitu abses periodontal. Pemberian antibiotik dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Namun, penggunaan antibiotik sering menyebabkan resistensi bakteri terhadap zat antibiotik. Pengembangan suatu alternatif pengobatan yang tidak menyebabkan efek samping perlu dilakukan. Salah satu tanaman yang telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional diantaranya adalah daun sirsak. Daun sirsak merupakan jenis bahan alam yang memiliki kandungan tannin, alkaloid, saponin, dan flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun sirsak terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium, menggunakan rancangan eksperimental murni (true experimental design) dengan rancangan penelitian posttest only control design dengan metode modifikasi Kirby-bauer menggunakan kertas saring. Subjek penelitian ini ialah daun sirsak urutan ketiga dari pucuk yang diekstraksi dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil dari penelitian didapatkan rata-rata diameter zona hambat ekstrak daun sirsak Annona muricata L. terhadap Staphylococcus aureus sebesar 12,3 mm. Daya hambat ekstrak daun sirsak urutan ketiga dari pucuk termasuk golongan kuat. Diameter zona hambat dari ekstrak daun sirsak lebih kecil dibandingkan dengan diameter zona hambat dari antibiotik.  Kata kunci: Abses periodontal, Ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.), Staphylococcus aureus   Â
VALIDASI METODE ANALISIS UNTUK PENETAPAN KADAR PARASETAMOL DALAM SEDIAAN TABLET SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET
VALIDASI METODE ANALISIS UNTUK PENETAPAN KADAR PARASETAMOL DALAM SEDIAAN TABLET SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET  Grace Pricilia Tulandi1), Sri Sudewi1), Widya Astuty Lolo1) Prodi Farmasi, FMIPA, UNSRAT, Manado  ABSTRACT  Now a days, many people in society prefer to use branded medicine compare to generic ones. They think that branded medicine is more efficacious the generic medicine. The lack of knowledge in the society about the equality of effectiveness between generic medicine and branded medicine with the same active material, cause them to choose branded medicine. This research aiming to determine the paracetamol content in tablet preparations and the validation test using ultraviolet spectrophotometer analysis. From the analysis validation result , precision and accuration method were obtained, that qualitied the analysis validation requirements, that is 0,0595 for standard deviation (SD) value, 0,0048 fr variation coefficient value, and 99,0795 % for accuration method. r = 0,9982 were obtained as linearity value with 1,4684 ppm as detection limit and 4,8985 as quantity limit. The average result from the paracetamol content determination from generic and branded medicine successively are 3,034 ± 0,294 ppm; 3,049 ± 0,070 ppm; 3,019 ± 0,199 ppm; 3,079 ± 0,139 ppm.  Keyword : Paracetamol, Validation, Ultraviolet Spectrophotometer.   ABSTRAK  Saat ini banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan obat merek dagang dibandingkan obat generik. Mereka menganggap bahwa obat merek dagang lebih berkhasiat dibanding obat generik. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang efektifitas yang sama antara obat generik dengan obat merek dagang yang memiliki bahan aktif yang sama, menyebabkan mereka lebih memilih menggunakan obat dengan merek dagang. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar parasetamol dalam sediaan tablet dan uji validasinya menggunakan metode analisis spektrofotometri ultraviolet. Hasil validasi analisis yang dilakukan didapat presisi dan akurasi metode yang memenuhi persyaratan validasi analisis, yaitu untuk nilai standar deviasi (SD) sebesar 0,0595; koefisien variasi (KV) sebesar 0,0048 dan akurasi metode sebesar 99,0795%. Diperoleh nilai linearitas sebesar r = 0,9982 dengan batas deteksi 1,4684 ppm dan batas kuantitasi 4,8945 ppm. Hasil rata-rata penetapan kadar parasetamol generik dan merek dagang secara berturut-turut adalah 3,034 ± 0,294 ppm; 3,049 ± 0,070 ppm; 3,019 ± 0,199 ppm; 3,079 ± 0,139 ppm.  Kata kunci : Parasetamol, Validasi, Spektrofotometri Ultraviolet. Â
EVALUASI PENYIMPANAN DAN DISTRIBUSI OBAT ANTI TUBERKULOSIS DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SULAWESI UTARA
EVALUASI PENYIMPANAN DAN DISTRIBUSI OBAT ANTI TUBERKULOSIS DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SULAWESI UTARA Tiara Davne Kaunang1), Adeanne C. Wullur2), Gayatri Citraningtyas1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 2)POLTEKKES Manado  ABSTRACT               Tuberculosis is an infection of infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis, acid-resistant aerobic bacillus transmitted through the air (airborne). Storage and distribution problems of Anti-Tuberculosis Drugs (ATD) can lead to reduced quality of the drug and a mismatch between the need and availability of ATD. This study aimed to evaluate the storage and distribution of ATD from Health Departmen of North Sulawesi Province to Health Department of Manado City to Tikala Baru, Ranotana Weru and Tuminting District Health Center using observational methods descriptive and evaluative with retrospectively and prospectively data collected. The results showed that the storage and distribution of ATD in Health Departmen of North Sulawesi Province, Health Department of Manado City, Tikala Baru, Ranotana Weru, and Tuminting District Health Center not appropiate with the regulations of logistics management guidelines tuberculosis program Ministry of Health of the Republic Indonesia. Keywords: storage, distribution, tuberculosis, Health Departmen, District Health Center.  ABSTRAK Tuberkulosis adalah infeksi penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, basil aerobik tahan asam yang ditularkan melalui udara (airborne). Permasalahan dalam proses penyimpanan dan distribusi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dapat mengakibatkan berkurangnya kualitas obat dan ketidaksesuaian antara kebutuhan dan ketersediaan OAT. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyimpanan dan distribusi OAT dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara ke Dinas Kesehatan Kota Manado dan selanjutnya ke Puskesmas Tikala Baru, Puskesmas Ranotana Weru dan Puskesmas Tuminting dengan menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif dan evaluatif dengan teknik pengumpulan data secara retrospektif dan prospektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyimpanan dan distribusi OAT di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Kesehatan Kota Manado, Puskesmas Tikala Baru, Puskesmas Ranotana Weru dan Puskesmas Tuminting belum sesuai dengan peraturan panduan pengelolaan logistik program pengendalian tuberkulosis Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Kata Kunci: Penyimpanan, distribusi, tuberkulosis, Dinas Kesehatan, Puskesmas. Â
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN KB DENGAN PENGETAHUAN TENTANG KB DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAPITU KECAMATAN AMURANG BARAT
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN KB DENGAN PENGETAHUAN TENTANG KB DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAPITU KECAMATAN AMURANG BARAT Tobing Megawati1) , Kolibu Febi1), Rumayar Adisty1) 1)Fakultas kesehatan masyarakat Universitas Sam Ratulangi.  ABSTRACT Knowledge is an important component that must be viewed, whereby if the knowledge of the KB good candidate would be easy for him to choose and understand the purpose of the use of contraception. Age, level of education, work, health center staff attitude Part KB, Number of Children, Shelter, Social and Cultural, Economic, husband support is an important factor affecting the use of birth control.This type of research is analytic survey research using cross sectional approach or cross-sectional. The sample in this study also amounted to 96 nurses, drawn using taro - Yamane. Analysis of the data used is Chi Square test. Questionnaires that have been tested.There is a relationship between age and knowledge of family planning in Puskesmas Kapitu District of Amurang West p value 0,017, there is a correlation between level of education and knowledge of family planning in Puskesmas Kapitu District of Amurang West p value of 0.004, there is a relationship between job knowledge about family planning in sub-district Puskesmas Kapitu West Amurang p value 0.009, there is no relationship between the number of children with knowledge about family planning in sub-district Puskesmas Kapitu West Amurang p value of 0.91, there is no relationship between attitude and behavior of family planning officials with knowledge about family planning in sub-district Puskesmas Kapitu West Amurang p value0,868.The results of this study can be used as input for further research. The results could be used as inputs in order to take the policies and measures in the programs of family planning (FP) in Puskesmas Kapitu .To add to knowledge about the factors that affect the use of birth control in women of childbearing age couple with knowledge of family planning in the region Kapitu sub-district Puskesmas Amurang West. Keywords: Factors influencing contraceptive use, knowledge of KB ABSTRAK Pengetahuan merupakan komponen penting yang harus di lihat, dimana jika pengetahuan yang dimiliki calon pengguna KB baik akan mudah baginya memilih dan memahami tujuan dari penggunaan alat kontrasepsi KB. Umur, Tingkat Pendidikan, Pekerjaan, Sikap Petugas Puskesmas Bagian KB, Jumlah Anak, Tempat Tinggal, Sosial dan Budaya, Ekonomi, Dukungan Suami merupakan faktor penting yang mempengaruhi Penggunaan KB.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional atau potong lintang. Sampel dalam penelitian ini juga berjumlah 96 perawat, yang ditarik menggunakan taro – yamane. Analisa data yang digunakan adalah Uji Chi Square. Kuesiner yang telah uji. Ada hubungan antara umur dengan pengetahuan tentang KB di Wilayah Kerja Puskesmas Kapitu Kecamatan Amurang Barat p value 0,017, ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan tentang KB di Wilayah Kerja Puskesmas Kapitu Kecamatan Amurang Barat p value 0,004, ada hubungan antara pekerjaan dengan pengetahuan tentang KB di Wilayah Kerja Puskesmas Kapitu Kecamatan Amurang Barat p value 0,009, tidak ada hubungan antara jumlah anak dengan pengetahuan tentang KB di Wilayah Kerja Puskesmas Kapitu Kecamatan Amurang Barat p value 0,91, tidak ada hubungan antara sikap dan perilaku petugas KB dengan pengetahuan tentang KB di Wilayah Kerja Puskesmas Kapitu Kecamatan Amurang Barat p value0,868. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk penelitian selanjutnya. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dalam rangka mengambil kebijakan dan upaya-upaya dalam program-program keluarga berencana (KB) di Puskesmas Kapitu .Untuk menambah pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan KB pada wanita pasangan usia subur dengan pengetahuan tentang KB di wilayah kerja Puskesmas Kapitu Kecamatan Amurang Barat.  Kata Kunci: Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan KB, Pengetahuan tentang KB Â
VALIDASI METODE ANALISIS UNTUK PENETAPAN KADAR TABLET ASAM MEFENAMAT SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET
VALIDASI METODE ANALISIS UNTUK PENETAPAN KADAR TABLET ASAM MEFENAMAT SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET Noviny Ramayany Uno1), Sri Sudewi1), Widya Astuty Lolo1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT The level of active substance is a requirement that must be met to ensure the quality of drugs, to make the determination of drug levels is needed a method that has been validated. This study aims to determine the validity and the levels of mefenamic acid in tablet dosage using UV spectrophotometry and determine the suitability of levels tablet mefenamic acid with trade name and generic with the requirement levels according to the Indonesian Pharmacopoeia fourth edition (1995). Its validity were tested based on the parameters of accuracy used standard addition method and precision parameters. Based on the results the linearity value was obtain r = 0.9979 with limits of detection (LOD) is 0.1246 ppm and limits of quantitation (LOQ) is 0.4154 ppm. The results showed levels of mefenamic acid in tablet dosage trade name (1) is 11.3580 ± 0.6344 ppm, trade names (2) is 11.3044 ± 0.4147 ppm, generic (1) is 11.3044 ± 0, 5664 ppm, generic (2) was 11.604 ± 0.4180 ppm. It showed mefenamic acid levels in tablet dosage generic and trade names fulfill level requirements contained in the Indonesian Pharmacopoeia fourth edition (1995). Keywords: Mefenamic acid, Method validation, UV spectrophotometry ABSTRAK Pemeriksaan kadar zat aktif merupakan persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjamin kualitas sediaan obat, untuk melakukan penetapan kadar obat dibutuhkan suatu metode yang telah divalidasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan validitas dan menentukan kadar asam mefenamat dalam sediaan tablet menggunakan metode spektrofotometri UV serta mengetahui kesesuaian kadar tablet asam mefenamat  nama dagang dan generik dengan persyaratan kadar menurut Farmakope Indonesia Edisi IV (1995). Validitasnya diuji berdasarkan parameter akurasi dengan metode penambahan baku dan parameter ketelitian. Berdasarkan hasil diperoleh nilai linearitas sebesar r = 0,9979 dengan batas deteksi (LOD) 0,1246 ppm dan (LOQ) 0,4154 ppm. Hasil penelitian menunjukkan kadar asam mefenamat dalam sediaan tablet nama dagang (1) adalah 11,3580 ± 0,6344 ppm, nama dagang (2) adalah 11,3044 ± 0,4147 ppm, generik (1) adalah 11,3044 ± 0,5664 ppm, generik (2) adalah 11,604 ± 0,4180 ppm. Ini menunjukkan kadar asam mefenamat dalam sediaan tablet generik maupun nama dagang memenuhi persyaratan kadar yang tertera dalam Farmakope Indonesia Edisi IV (1995). Kata kunci : Asam mefenamat, Validasi metode, Spektrofotometri UV Â