1026 research outputs found

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG K3 DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA KELOMPOK NELAYAN DI DESA BELANG KECAMATAN BELANG KABUPATEN MINAHASA TENGGARA

    Get PDF
    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG K3 DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA KELOMPOK NELAYAN DI DESA BELANG KECAMATAN BELANG  KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Stevanus Yonathan Kalalo1), Wulan P.J. Kaunang1), Paul A.T. Kawatu1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado ABSTRACT One dangerous job in the world is fishing. Occupational safety and health is a right for workers in the formal sector and the informal sector, as well as for fishermen. Fishermen are very vulnerable to workplace accidents. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes about K3 with the incidence of occupational accidents in the group of fishermen. This research was a analytic survey research with a cross sectional study design. The population in this study are all 5 groups of fishermen Aldira totaling 50 people. Samples of 50 fishermen were taken by total sampling. Data were collected through interviews using a questionnaire. The data was analyzed using Fisher's Exact test. This study shows that there is a relationship between knowledge of the K3 with the incidence of occupational accidents in the group of fishermen (p=0,000) . there is a relationship between attitudes about K3 with the incidence of occupational accidents in the group of fishermen (p=0,002). There is a relationship between knowledge and attitudes about K3 with the incidence of occupational accidents in the group of fishermen. Advice for owners Aldira fishing groups that provide personal protective equipment to be used in the work. Suggestions for the Department of Health and local health centers are on sale on K3 related risks and hazards in the work as fishermen and provide information on occupational accidents and occupational diseases that can be experienced by fishing and how to prevent it. Key Word: knowledge, attitude, work accidents ABSTRAK Salah satu pekerjaan yang berbahaya di dunia adalah penangkapan ikan. Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan hak bagi pekerja yang berada dalam sektor formal maupun sektor informal, begitupun bagi nelayan. Nelayan sangat rentan sekali terhadap kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang K3 dengan kejadian kecelakaan kerja pada kelompok nelayan. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan rancangan studi potong lintang (cross sectional). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh 5 kelompok nelayan Aldira yang berjumlah 50 orang. Sampel sebesar 50 nelayan yang diambil secara total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Fisher’s Exact. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan tentang K3 dengan kejadian kecelakaan kerja pada kelompok nelayan (p=0,000), terdapat hubungan antara sikap tentang K3 dengan kejadian kecelakaan kerja pada kelompok nelayan (p=0,002). Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang K3 dengan kejadian kecelakaan kerja pada kelompok nelayan. Saran untuk pemilik kelompok nelayan Aldira yaitu menyediakan alat pelindung diri (APD) untuk dipakai dalam bekerja. Saran untuk Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat yaitu memberikan promosi tentang K3 terkait resiko dan bahaya dalam pekerjaan sebagai nelayan dan memberikan informasi tentang kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK) yang dapat dialami oleh nelayan dan cara pencegahannya.   Kata Kunci: pengetahuan, sikap, kecelakaan kerja Â

    FORMULASI DAN PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SABUN CAIR EKSTRAK ETANOL DAUN EKOR KUCING (Acalypha hispida Burm.F) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus

    Get PDF
    FORMULASI DAN PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SABUN CAIR EKSTRAK ETANOL DAUN EKOR KUCING                           (Acalypha hispida Burm.F) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus Jessica Ch. Kasenda1), Paulina V.Y.YamLean1), Widya Astuty Lolo1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado,95115   ABSTRACT Ekor kucing leaves (Acalypha hispida) has an antibacterial activity. Chemical compound as an antibacterial in Ekor Kucing are tannins, flavonoids, saponins and acalypin. This research aims to make formulation dosage of antibacterial liquid soap of the Ekor kucing leaves ethanol extract, testing the quality of Ekor kucing leaves ethanol extract liquid soap and testing activity of antibacterial of Ekor kucing leaves ethanol extract liquid soap with concentration of 3%, 6% and 9% to Staphylococcus aureus bacteria growth. Organoleptic test, pH test, high foam, water content, alkali-free and specific gravity test were done in liquid soap formulation of ethanol extract of Ekor kucing leaves with a concentration of 3%, 6% and 9%. Testing of antibacterial activity against Staphylococcus aureus growth was conducted by diffusion. Results of the quality test of the liquid soap meets the requirements according to the standards set by SNI is organoleptic test, pH test, high foam, alkali-free and specific gravity test. The results of antibacterial activity test of liquid soap Ekor Kucing leaves extract can inhibit Staphylococcus aureus, concentration 3% in the category of weak inhibition zone, concentration 6% and 9% in the category medium inhibition zone. Keywords: Ekor kucing, liquid soap, antibacterial, Staphylococcus aureus.   ABSTRAK Daun Ekor kucing (Acalypha hispida Burm.F) memiliki aktivitas antibakteri. Kandungan kimia yang terdapat didalamnya yang bersifat antibakteri  ialah tanin, flavonoid, saponin dan acalypin. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan sabun cair antibakteri dari ekstrak etanol daun  Ekor kucing, menguji mutu dari sabun cair ekstrak etanol daun Ekor kucing dan menguji aktivitas antibakteri sabun cair ekstrak etanol daun  Ekor kucing dengan konsentrasi 3%, 6% dan 9% terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Formulasi sabun cair ekstrak etanol daun Ekor kucing dengan konsentrasi 3%, 6% dan 9% dilakukan pengujian organoleptis, pH, tinggi busa, kadar air, alkali bebas dan uji bobot jenis. Pengujian aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dilakukan dengan metode difusi. Hasil pengujian mutu sabun cair yang yang memenuhi persyaratan sesuai standar yang ditetapkan SNI ialah uji organoleptis, pH, tinggi busa, alkali bebas dan uji bobot jenis. Hasil uji aktivitas antibakteri sabun cair ekstrak daun Ekor kucing yang diperoleh dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus, yakni dengan konsentrasi 3 % masuk dalam kategori zona hambat yang lemah, konsentrasi 6% dan 9% masuk dalam kategori zona hambat yang sedang. Kata kunci : Ekor kucing, sabun cair, antibakteri, Staphylococcus aureus.     Â

    PELEPASAN ION NIKEL DAN KROMIUM BRACKET STAINLESS STELL YANG DIRENDAM DALAM MINUMAN ISOTONIK

    Get PDF
    PELEPASAN ION NIKEL DAN KROMIUM BRACKET STAINLESS STELL YANG DIRENDAM DALAM MINUMAN ISOTONIK Nathalia Pranata Wasono1), Youla A. Assa1), P.S Anindita1) 1)Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran ABSTRACT Bracket is one of ortodonti care components that stay the longest in the mouth. Stainless steel bracket is a type of bracket mostly used, and commonly contains chromium and nickel due to its good mechanical components, economical and relatively resistant to corrosion. Stainless steel bracket will interact with their environment in the mouth cavity and leads to corrosion process. Chromium and nickel are released as corrosion process takes place and in turn, these compounds get in to the body and can cause hypersensitivity reactions. The present study was design to identify the amount of chromium and nickel discharged from stainless steel bracket soaked in isotonic drink. Laboratory experimental was employed using post test only control design. Samples collected were tested using spektrofotometri UV-VIS for ion releasing of chromium and nickel. Eight solution samples were divided into 2 groups of four. Stainless steel brackets were soaked in to saliva without isotonic drink and the other brackets were soaked into saliva with isotonic drink for 208 minutes in 370C incubator. Research results showed that an average of 0,125 ppm of nickel and 0.014 ppm of chromium were discharged from treated isotonic drink. Key words: stainless steel bracket, isotonic drink, nickel and chromium ion.   ABSTRAK Braket merupakan salah satu komponen perawatan ortodonti cekat yang paling lama berada di dalam mulut. Braket stainless steel merupakan salah satu jenis braket yang paling sering digunakan, umumnya mengandung kromium dan nikel dikarenakan komponen mekanisnya yang baik, ekonomis dan relatif tahan terhadap korosi. Braket stainless steel akan berinteraksi dengan lingkungan dalam rongga mulut sehingga menyebabkan proses korosi. Pada proses korosi terjadi pelepasan logam kromium dan nikel yang dapat masuk ke dalam tubuh dan dapat mengakibatkan reaksi hipersensitivitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah pelepasan ion Ni dan Cr dari braket stainless steel yang direndam dalam minuman isotonik. Jenis penelitian ini ialah eksperimental laboratorik dengan rancangan post test only control design. Sampel diuji menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mengetahui pelepasan ion Ni dan Cr. Delapan buah sampel berupa larutan dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing dengan 4 buah sampel. Braket stainless steel direndam dalam saliva tanpa minuman isotonik dan saliva dengan minuman isotonik selama 208 menit dalam inkubator 37oC. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok yang direndam dengan minuman isotonik terjadi pelepasan ion Ni dan Cr dengan rerata pelepasan ion Ni pada kelompok perlakuan 0,125 ppm dan pelepasan ion Cr pada kelompok perlakuan 0,014 ppm.   Kata kunci: braket stainless steel, minuman isotonik, ion Ni dan Cr Â

    GAMBARAN INTENSITAS KEBISINGAN DAN NILAI AMBANG DENGAR PEKERJA DI DISKOTIK CLOUD9, HOLLYWOOD, KOWLOON MANADO TAHUN 2015

    Get PDF
    GAMBARAN INTENSITAS KEBISINGAN DAN NILAI AMBANG DENGAR PEKERJA DI DISKOTIK CLOUD9, HOLLYWOOD, KOWLOON MANADO TAHUN 2015 Budi Mardani1), Paul A.T. Kawatu1), Rahayu H. Akilli1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi ABSTRAK   Kerja merupakan bentuk aktualisasi diri atau perwujudan jati diri manusia. Salah satu pekerjaan yang ada adalah di bidang hiburan. Dalam industri hiburan, penyajian musik keras merupakan menu utama yang ingin dinikmati oleh konsumen. Karyawan diskotik terpapar pada kebisingan tersebut sehingga berisiko mengalami gangguan pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Intensitas Kebisingan dan Nilai Ambang Dengar Pekerja Diskotik Kowloon,Could 9 dan Hollywood Manado. Penelitian ini bersifat Survei Deskriptif dengan rancangan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di 3 diskotik yaitu Kowloon, Cloud 9, dan Hollywood Manado. Sampel yang diambil yaitu 10 pekerja dari 3 diskotik. Total sampel yang diambil yaitu 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan Sound Level Meterwith, Audiometerwith printer oto-check untuk dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan rata- rata Intensitas Kebisingan, Cloud 9 88,33 db, Hollywood 91,33 db, dan Kowloon 83,33 db. Presentase nilai ambang dengar normal telinga kanan pekerja 13 (43,3%) responden dan yang memiliki nilai ambang dengar tidak normal telinga kanan pekerja 17 (56,7%) responden. Selain itu presentase nilai ambang dengar normal telinga kiri pekerja 15 (50%) responden dan nilai ambang dengar tidak normal telinga kanan pekerja 15 (50%) responden. Kata Kunci : Intensitas Kebisingan, Nilai Ambang Dengar, Pekerja Diskotik. ABSTRACT Work is aform of self-actalization or manifestation of human identity. One of the jobs that there are in the entertainment field. In the entertainment industry, the presentation of loud music a main menu that wish to be enjoy ed by consumers. Discotheque employ ess exposed to noise and threshold listen Discotheque workers Kowloon, could 9, and Hollywood manado. This study is a descriptive survey with cross sectional design. This research was conducted in three Discotheque namely Kowloon, cloud 9, and Hollywood manado. Samples were taken of works 10 workes from 3 Discotheque. Total samples taken were 30 people. The data collection is done by sound level meterwith. Audiometerwith printerâ€s auto check and questionsnaires. The results showed the average intensity of noise, cloud 9 88,33db, Hollywood 91,33db, and Kowloon 83,33db. Percentage of normal hearing threshold value of the right ear of 13 workes (43,33%) respondents and those with abnormal hearing threshold value of the right ear 17 workers (56,7%) of respondents. In addition the percentage of normal hearing threshold value left ear 15 workes (50%) of respondents and not the normal hearing therhold value of the right ear 15 workes (50%) of respondents.   Key Words : Intensity noise, threshold listen, Discotheque worker. Â

    ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN PADA BERBAGAI JENIS DAGING DI PASAR SWALAYAN KOTA MANADO

    Get PDF
    ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN PADA BERBAGAI JENIS DAGING DI PASAR SWALAYAN KOTA MANADO   Mario H. Refwalu1), Johnly A. Rorong2), Sri Sudewi 1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 2)Jurusan Kimia FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT Food safety is very necessary to focused on by each person in order to avoid a variety of health problems which arise as a result of consuming foods which not meet the health requirements. The use of formaldehyde as a preservative agent in food is harmful to health. A cause which can be generated from the use of formaldehyde was skin burn, respiratory tract irritation, allergic reactions and cancer as well. The purpose of this study was to know the presence of formaldehyde in various types of meat in Manado City supermarkets. Meat samples was taken at four major supermarket in the city of Manado,  and they were the supermaket A, B, C and D. Schiff reagent was used in qualitative testing to detect the presence of formaldehyde in the sample. The used of Schiff's reagent is to show an aldehyde group marked with purplish-red color. The results of this study showed that meat samples from various supermarkets in the city of Manado does not contain formaldehyde and safe for consumption by people of Manado. Keywords: Formalin, Meat, Schiff reagent, Qualitative Analysis ABSTRAK Keamanan pangan sangat perlu diperhatikan setiap orang demi terhindar dari berbagai masalah kesehatan yang timbul akibat mengonsumsi makanan yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Penggunaan formalin sebagai bahan pengawet pada makanan sangat berbahaya bagi kesehatan. Akibat yang bisa ditimbulkan dari penggunan formalin ialah luka bakar pada kulit, iritasi pada saluran pernapasan, reaksi alergi hingga bahaya kanker. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui keberadaan formalin pada berbagai jenis daging di pasar swalayan Kota Manado. Sampel daging diambil pada 4 pasar swalayan besar di Kota Manado, yaitu supermaket A, supermaket B, supermaket C dan supermaket D.  Pada pengujian kualitatif digunakan pereaksi Schiff untuk mengetahui adanya formalin pada sampel. Pereaksi Schiff ini digunakan untuk menunjukan adanya gugus aldehid yang ditandai dengan warna merah keunguan. Hasil penelitian ini menunjukan sampel daging dari berbagai pasar swalayan di Kota Manado tidak mengandung formalin dan aman dikonsumsi oleh masyarakat Kota Manado.   Kata Kunci : Formalin, Daging, pereaksi Schiff, Analisis Kualitatif Â

    PREVALENSI SMOKER’S MELANOSIS PADA LAKI-LAKI PEROKOK DI TINJAU DARI LAMA MEROKOK DI DESA KANONANG 1 KECAMATAN KAWANGKOAN BARAT

    Get PDF
    PREVALENSI SMOKER’S MELANOSIS PADA LAKI-LAKI PEROKOK DI TINJAU DARI LAMA MEROKOK DI DESA KANONANG 1 KECAMATAN KAWANGKOAN BARAT Monika S. Sekeon1), Frans Wantania1), Christy N. Mintjelungan1) 1) Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokterann UNSRAT ABSTRACT Cigarette was not strange goods in our civilization. Smoking has bad inflnence towards our health, but prevalence of smokers always increased. One of the cause of smoking which happen inside mouth cavity is called smoker’s melanosis that shows aproximately 31% of prevalance inside gingiven mandibula at labial part. This research objectives is to determine how much smoker’s melanosis prevalence on male adult smokers with paint view of how long they have been smoke in Kanonang Satu, west kawangkoan district. This research design is analytic descriptive with cross-sectional approach. This research was took place at Kanonang Satu, west kawangkoan district with 320 people population an 76 people as a sample. This research result shows that 76 respondent that has been examined, often smoker’s melanosis found on smoker’s that has been smoke for more than 10 years which is 34 people (44,8%) and prevalence smoker’s melanosis towards male adult cause to 56 persons (73,7) Key words: smoker’s melanosis, long smoke   ABSTRAK Rokok merupakan benda yang sudah tidak asing lagi di masyarakat kita. Kebiasaan merokok sangat berdampak buruk pada kesehatan, tapi prevalensi perokok terus meningkat. Salah satu akibat dari lamanya merokok yang terjadi dirongga mulut ialah smoker’s melanosis yang menunjukan prevalensi sekitar 31% yang terdapat pada gingiva mandibula di bagian labial. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui berapa prevalensi smoker’s melanosis pada perokok laki-laki dewasa di tinjau dari lama merokok di desa Kanonang satu kecamatan Kawangkoan Barat. Desain penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini di lakukan di desa Kanonang satu kecamatan Kawangkoan Barat dengan jumlah populasi sebanyak 320 orang dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 76 orang. Hasil penelitian menunjukan dari 76 orang responden penelitian yang diperiksa, prevalensi kejadian smoker’s melanosis paling banyak dijumpai pada lama merokok lebih dari 10 tahun yaitu sebanyak 34 orang (44,8) dan prevalensi kejadian smoker’s melanosis pada laki-laki dewasa yaitu sebanyak 56 orang (73,7).   Kata kunci: smoker’s melanosis, Lama merokok   Â

    ANALISIS KANDUNGAN NATRIUM NITRIT PADA AYAM CRISPY DI KOTA MANADO

    Get PDF
    ANALISIS KANDUNGAN NATRIUM NITRIT PADA AYAM CRISPY DI KOTA MANADO Joe Armando Lukas1), Jemmy Abidjulu 2), Paulina Yamlean 1) 1) Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 2)Jurusan Kimia FMIPA UNSRAT Manado, 95115     ABSTRACT Sodium nitrite usually used as a preservative agent in meat processed such as chicken crispy, but excessive and prolonged use could cause toxic effects to the body. This study aims to conformity the levels of the preservative sodium nitrite in chicken crispy in the Manado city according to the limits established by the government. Qualitative analysis was performed using reagents sulfanilic acid and N-1-naftiletilen-diammonium and characterized by the formation of a purplish red color, meanwhile the quantitative analysis conducted by using UV-Vis spectrophotometry at a wavelength of 545.50 nm. The results showed that the sample contained 1 of 8 positive samples containing sodium nitrite at 1.6035 mg / Kg. The use of sodium nitrite in a chicken crispy still in accordance with the limits set by the government in Permenkes No. 1168 / Menkes / Per / X / 1999, ie., a total of 125 mg /Kg.   Keywords: Sodium nitrite, chicken crispy, UV-Vis Spectrophotometry, Manado City ABSTRAK Natrium nitrit biasanya digunakan sebagai pengawet pada daging olahan seperti ayam crispy, namun penggunaan yang berlebihan dan berkepanjangan dapat menyebabkan efek toksik bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar pengawet natrium nitrit pada ayam crispy yang ada di kota Manado dengan batas yang ditetapkan oleh pemerintah. Analisis kualitatif dilakukan menggunakan reagen asam sulfanilat dan N-1-naftiletilen-diamonium dan ditandai dengan terbentuknya warna merah keunguan sedangkan analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 545,50 nm. Hasil penelitian menunjukkan dari 8 sampel terdapat 1 sampel yang positif mengandung natrium nitrit sebesar 1,6035 mg/Kg. Penggunaan natrium nitrit dalam ayam crispy masih sesuai dengan batas yang ditetapkan oleh pemerintah dalam Permenkes RI No. 1168/Menkes/Per/X/1999 yaitu sebesar 125 mg/Kg. Kata kunci: Natrium nitrit, Ayam crispy, Spektrofotometri UV-Vis, Manado

    HUBUNGAN ANTARA FAKTOR MOTIVASI KERJA DAN PELATIHAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA KARYAWAN PT. HASJRAT ABADI Jln. SUDIRMAN No. 119 MANADO

    Get PDF
    HUBUNGAN ANTARA FAKTOR MOTIVASI KERJA DAN PELATIHAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA KARYAWAN PT. HASJRAT ABADI Jln. SUDIRMAN No. 119 MANADO Virsi Yobel Londo1), Budi T. Ratag1), A.J.M. Rattu1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi ABSTRACT Health is a very important factor for productivity and increase workforce productivity as human resources. A job that demands high labor productivity can only be done by labor conditions optimal health. Training and development can be regarded as a function of the limits of the system or subsystem. The workers are trained or developed in order behavior as determined or required by the company.. The purpose of this study to determine the relationship between the factors of employee motivation, training, work productivity of employees at PT. Hasjrat Abadi, Jln. Sudirman No. 119 Manado. Design research is analytic survey with cross sectional study, with a total sample was 50 employees. The results of analysis of data on the variable physiological needs of the labor productivity showed the value of p = 0,053 > 0,05. Variable security needs with job productivity shows the value of p = 0,016 < 0,05. Variable social needs with job productivity shows the value of p = 0,008 < 0,05. Analysis of variable self-actualization needs with job productivity shows the value of p = 0,019 < 0,05. Variable training with work productivity shows the value of p = 0,000 < 0.05. It is concluded that there is no relationship between work motivation physiological needs to work on employee productivity PT. Eternal Hasjrat Jln. Sudirman No. 119 Manado. There is a relationship between work motivation security needs, social needs, self-actualization and training with work productivity on the employees of  PT. Hasjrat Abadi Jln. Sudirman No. 119 Manado. Keywords: Workforce, Training, Productivity, Employee   ABSTRAK Kesehatan adalah faktor yang sangat penting bagi produktivitas dan peningkatan produktivitas tenaga kerja selaku sumber daya manusia. Pekerjaan yang menuntut produktivitas kerja tinggi hanya dapat dilakukan oleh tenaga kerja yang kondisi kesehatan prima. Pelatihan dan pengembangan dapat kita anggap sebagai fungsi dari batas dari sistem atau subsistem. Para tenaga kerja dilatih atau dikembangkan agar memperlihatakan prilaku sesuai dengan yang ditetapkan atau dituntut oleh perusahaan.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara faktor motivasi kerja, pelatihan, dengan produktivitas kerja karyawan pada PT. Hasjrat Abadi, Jln. Sudirman No. 119 Manado. Disain penelitian adalah survei analitik dengan metode cross sectional study, dengan total sampel adalah 50 karyawan. Hasil analisis data pada variabel kebutuhan fisiologis dengan produktifitas kerja menunjukkan nilai p = 0,053 > 0,05. Hubungan kebutuhan keamanan dengan produktifitas kerja menunjukkan nilai p = 0,016 < 0,05. Hubungan kebutuhan sosial dengan produktifitas kerja menunjukkan nilai  p = 0,008 < 0,05. Analisis variabel kebutuhan aktualisasi diri dengan produktifitas kerja menunjukkan nilai p = 0,019 < 0,05. Variabel pelatihan dengan produktifitas kerja menunjukkan nilai p = 0,000 < 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara motivasi kerja kebutuhan fisiologis dengan produktifitas kerja pada karyawan PT. Hasjrat Abadi Jln. Sudirman No. 119 Manado. Terdapat hubungan antara motivasi kerja kebutuhan keamanan, kebutuhan sosial,   kebutuhan aktualisasi diri dan pelatihan dengan produktifitas kerja pada karyawan PT. Hasjrat Abadi Jln. Sudirman No. 119 Manado. Kata kunci: Motivasi Kerja, Pelatihan, Produktivitas, Karyawan Â

    PENETAPAN KADAR BENZO(A)PIREN PADA DAGING BABI BAKAR DENGAN MENGGUNAKAN HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (HPLC)

    Get PDF
    PENETAPAN KADAR BENZO(A)PIREN PADA DAGING BABI BAKAR DENGAN MENGGUNAKAN HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (HPLC) Alfin Syahrin M. Ruslan1), Sri Sudewi1), Henki Rotinsulu1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT Benzo(a)pyrene (BAP) is a prototype compound of polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH). BAP and oter PAH produced primarily by the incomplete combustion or pyrolysis of organic materials in the enironvement. The purpose of this study was to determine the benzo(a)pyrene compound during the treatment and time of processing as well as the devreasing levels of benzo(a)pyrene in roasted pork wrapped with banana leaves and aluminium foil which done by High Liquid Performance Chromatography (HPLC) analytical methods. HPLC analysis used in assay of the benzo(a)pyrene assay was done with a mixture of acetonitrile mobile phase : destilled water (90:10 and 85:15) with a flow rate of 1.0 and 1.5 mL/min. Result of the research on the levels of benzo(a)pyrene in roasted pork without wrapping with 30, 45, 60 minutes were 6.588; 8.432; 26488 g/L, respectively. The content of compound of benzo(a)pyrene in roasted pork wrapped in banana leaves with 30, 45 and 60 minutes were 6.016; 7.068 and 7.159 mg/L respectively. The levels of benzo(a)pyrene compound in grilled pork wrapped with aluminum foil grilled in 30, 45 and 60 minutes were 0.470; 0.817 and 7.015 mg/L, respectively. Decreasing levels of benzo(a)pyrene in the group of wrapping with banana leaves with parameters of 30, 45, and 60 minutes have decreased the levels of 8, 16, and 72 %, then the group of wrapping aluminum foil have decreased the benzo(a)pyrene with parameter 30, 45, and 60 minutes were 92, 90 and 73 %. Benzo(a)pyrene compound for roasted pork wrapped in aluminum foil could reduce the levels of benzo(a)pyrene more than the roasted pork wrapped with banana leaves. Keywords : Benzo(a)pyrene, grilled pork chops, HPLC analysis ABSTRAK Benzo(a)piren (BaP) merupakan senyawa prototipe polisiklik aromatik hidrokarbon (PAH). BaP dan PAH lainnya diproduksi terutama oleh pembakaran tidak sempurna atau pirolisis bahan organik di lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa benzo(a)piren pada perlakuan dan waktu pengolahan serta mengetahui penurunan kadar benzo(a)piren pada daging babi bakar yang dibungkus daun pisang dan almunium foil dilakukan dengan metode analisis High Liquid Performace Cromatography (HPLC) yang digunakan dalam penetapan kadar Benzo(a)piren pada daging babi bakar dengan variable waktu pengolahan. Optimasi penetapan kadar benzo(a)piren dilakukan dengan kombinasi Fase gerak Asetonitril : Aquades (90:10) dan (85:15) dengan laju alir 1,0 dan 1,5 mL/menit. Hasil penelitian yang dilakukan kadar benzo(a)piren dalam daging babi bakar bakar tanpa pembungkusan dengan waktu 30, 45 dan 60 menit yaitu 6,588;  8,432 dan 26,488  µg/L. Kadar senyawa benzo(a)piren dalam daging babi  bakar yang dibungkus menggunakan daun pisang dengan waktu 30, 45 dan 60 menit yaitu 6.016; 7,068 dan 7,159  µg/L. Kemudian untuk kadar senyawa benzo(a)piren pada daging babi bakar yang dibungkus menggunakan allumunium foil dengan waktu 30, 45 dan 60 menit yaitu 0,470;  0,817  dan 7,015 µg/L. Penurunan kadar benzo(a)piren pada kelompok pembungkusan daun pisang dengan parameter waktu 30, 45, dan 60 menit memiliki penurunan kadar sebesar 8, 16, dan 72%, kemudian kelompok pembungkusan allumunium foil penurunan kadar benzo(a)piren dengan parameter waktu 30, 45, dan 60 menit sebesar 92, 90, dan 73%. Kandungan senyawa Benzo(a)piren dengan perlakuan yang dibungkus dengan alumunium foil dapat menurunkan kadar Benzo(a)piren lebih banyak dibandikan dengan perlakuan yang di bungkus daun pisang.   Kata Kunci : Benzo(a)piren, daging babi bakar, HPL

    UJI KUALITAS MINYAK GORENG CURAH DAN MINYAK GORENG KEMASAN DI MANADO

    Get PDF
    UJI KUALITAS MINYAK GORENG CURAH DAN MINYAK GORENG KEMASAN DI MANADO   Ika Risti Lempang1), Fatimawali 1), Nancy C. Pelealu1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT Cooking oil is one of the basic needs of community to meet the day-by-day needs. These daily consume cooking oil was closely related to the health of our bodies. It is important for us to know the quality of cooking oil which we use everyday. This study aimed to test the quality analysis of bulk and packaged cooking oil in accordance with the ISO quality requirements. Cooking oil quality analysis test was performing using the test parameters of water content, free fatty acid value, acid value, and peroxide. The results of the research of bulk cooking oil materials meets the requirements of ISO such as 100% of the water content, 50% of free fatty acids, 100% of acid value, and is not eligible to peroxide numbers. The packaging cooking oil meets the requirements of ISO 50% of the water content, acid value of 100%, 50% peroxide, and did not qualify against free fatty acid value. Keyword: Cooking oil, Analysis, Water content, total free fatty acids, acid number, peroxide Numbers   ABSTRAK Minyak goreng adalah salah satu kebutuhan pokok masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari – hari. Minyak goreng yang kita konsumsi sehari – hari sangat erat kaitannya dengan kesehatan tubuh kita. Penting bagi kita untuk mengetahui kualitas dari minyak goreng yang kita gunakan sehari – hari. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji analisis kualitas minyak goreng curah dan kemasan sesuai dengan persyaratan mutu SNI. Uji analisis kualitas minyak goreng menggunakan uji parameter kadar air, bilangan asam lemak bebas, bilangan asam, dan bilangan peroksida. Hasil penelitian bahan minyak goreng curah memenuhi persyaratan SNI 100% terhadap kadar air, asam lemak bebas 50%, bilangan asam 100%, dan tidak memenuhi syarat terhadap bilangan peroksida. Minyak goreng kemasan memenuhi persyaratan SNI 50% terhadap kadar air, bilangan asam 100%, bilangan peroksida 50%, dan tidak memenuhi syarat terhadap bilangan asam lemak bebas.   Kata kunci : Minyak goreng, Analisis, Kadar air, Bilangan Asam Lemak Bebas, Bilangan Asam, Bilangan Peroksid

    978

    full texts

    1,026

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PHARMACON
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇