1026 research outputs found

    ANALISIS FITOKIMIA EKSTRAK DAGING BUAH PISANG GOROHO MERAH ( Musa acuminata Colla L) SEBAGAI KANDIDAT OBAT HERBAL

    Full text link
    Pisang goroho merupakan jenis tanaman endemik Sulawesi Utara. Pisang goroho sering digunakan masyarakat secara empiris sebagai bahan makanan tambahan / pokok bagi orang yang menderita penyakit diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan fitokimia dan menentukan gugus fungsi senyawa dari ekstrak etanol 96% pisang goroho merah. Preparasi sampel dipotong dari bagian sisir pisangnya, kemudian dipotong kedua ujung pangkal kulit buah pisang goroho dan di potong-potong buah dan dikeringkan. Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Penapisan fitokimia dilakukan dengan analisis alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan terpenoid. Berdasarkan hasil dari penapisan fitokimia bahwa ekstrak etanol pisang goroho merah mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin.. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% pisang goroho merah memiliki kemampuan baik sebagai kandidat obat herba

    Identifikasi Kandungan Hidrokuinon dalam Krim Pemutih yang Beredar di Pasar Segiri Kota Samarinda dengan Metode Spektrofotometri UV-Visible

    Full text link
    Hidrokuinon sering kali digunakan sebagai pemutih dalam krim. Hidrokuinon merupakan senyawa aktif yang mampu mengendalikan produksi pigmen, yakni berfungsi untuk mengurangi atau menghambat pembentukan melanin kulit. Penggunaan bahan hidrokuinon pada kulit sangat berbahaya. Hidrokuinon merupakan senyawa yang berpotensi sebagai karsinogenik. Efek samping yang paling sering timbul yaitu rasa terbakar pada kulit, perasaan gatal, iritasi, pigmentasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan hidrokuinon pada pemutih wajah yang dijual di Pasar Segiri Kota Samarinda menggunakan uji kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pemilihan sampel Purposive sampling. Sampel yang diteliti sebanyak 10 sampel krim pemutih yang beredar di Pasar Segiri Kota Samarinda. Uji kualitatif hidrokuinon dengan reagen FeCl3 terhadap sampel krim pemutih memperoleh hasil sampel B, D, E, G, H, dan J mengandung Hidrokuinon dengan menunjukan perubahan warna menjadi kehitaman. Sedangkan uji kromatografi lapis tipis menggunakan fase gerak n-heksana-aseton (6:4) menunjukan terdapat sampel krim pemutih yang positif mengandung Hidrokuinon yaitu pada sampel B, D, E, F, H, I dan J dengan nilai Rf yang mendekati nilai Rf baku hidrokuinon. Uji kuantitatif juga dilakukan untuk menetapkan kadar Hidrokuinon dalam sampel menggunakan Spektrofotometri UV-Visible diperoleh hasil kadar Hidrokuinon dengan rentang 0,36% b/b – 6,08% b/b.

    FORMULASI DAN PENENTUAN NILAI SPF KRIM TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BUAH LEMON SUANGGI (Citrus limon (L.) Burm. f.) SECARA IN VITRO

    Full text link
    Kulit buah Lemon Suanggi (Citrus limon (L.) Burm. f.) mengandung senyawa metabolit sekunder salah satunya flavonoid, yang memiliki aktivitas antioksidan yang dapat berperan menangkal radikal bebas seperti sinar ultraviolet(UV). Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas tabir surya dan mengevaluasi sifat fisik sediaan krim ekstrak kulit buah Lemon Suanggi. Sampel diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental diformulasikan kedalam sediaan krim kemudian dilanjutkan dengan evaluasi sediaan dan penentuan nilai Sun Protection Factor (SPF) secara in vitro menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan krim tabir surya ekstrak kulit buah Lemon Suanggi memenuhi syarat pengujian homogenitas, organoleptik, daya sebar, daya lekat, pH dan uji stabilitas mekanik. Hasil penentuan nilai SPF sediaan krim pada formula 3 memiliki nilai SPF tertinggi yaitu 39,79 ± 0,10 dengan tipe proteksi ultra. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa krim ekstrak kulit buah Lemon Suanggi memiliki aktivitas tabir surya serta memenuhi persyaratan parameter sifat fisik sediaan

    PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI OBAT ANTIHIPERTENSI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN PASIEN PESERTA PROLANIS DI PUSKESMAS WORI

    Full text link
    Pemberian informasi obat merupakan bagian dari pelayanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian informasi obat antihipertensi terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien peserta prolanis di Puskesmas Wori. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian yang diterapkan adalah one grup pre-test post-test dan untuk menentukan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Responden berjumlah 60 pasien yang telah memenuhi kriteria. Data dianalisis dengan SPSS menggunakan uji beda berpasangan atau paired T-Test, nilai dari hasil kuesioner pengetahuan dan kepatuhan adalah 0,000 (<0,05). Nilai signifikasi yang diperoleh menunjukkan pengaruh dari perlakuan yang diberikan terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan. Perlakuan yang diberikan kepada responden adalah pemberian informasi obat antihipertensi. Peningkatan hasil kuesioner tingkat pengetahuan dan kepatuhan pada pre-test dan post-test menunjukkan perubahan yang dipengaruhi oleh perlakuan yang diberikan. Disimpulkan terdapat pengaruh dari pemberian informasi obat antihipertensi terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien prolanis

    Formulasi dan Penentuan Nilai SPF Krim Tabir Surya Dari Ekstrak Daun Gedi (Abelmoschus manihot L.)

    Full text link
    Tabir surya merupakan sediaan kosmetik yang secara fisik atau kimiawi dapat menghambat penetrasi sinar UV. Efektivitas sediaan krim tabir surya berdasarkan nilai nilai Sun Protectting Factor (SPF). Tujuan dari penelitian ini untuk memformulasikan dan menentukan nilai SPF krim tabir surya ekstrak daun gedi ( Abelmoschus manihot L.) dengan konsentrasi 2,5, 5 dan 7,5%. Penelitian dimulai dengan ekstraksi sampel menggunakan metode maserasi. Ekstrak yang diperoleh kemudian diformulasikan dalam sediaan krim dengan cara pencampuran basis dengan ekstrak daun gedi. Krim ekstrak daun gedi selanjutnya dilakukan evaluasi dan uji nilai SPF secara in vitromenggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka nilai sediaan SPF semakin tinggi dengan nilai yang diperoleh : 2,5% (11.922), 5% (23.172), 7,5% (33.384). Hasil evaluasi sediaan krim untuk organoleptis, homogenitas, pH, uji daya sebar memenuhi syarat sedangkan untuk uji daya lekat tidak memenuhi syarat

    Neomycin Sulfate Emulgel Formulation With Avocado Seed Starch As Gelling Agent

    No full text
    Emulgel is a combined form of emulsion and gel dosage that is stable with the addition of a gelling agent. Starch can also be used as an additive in gel dosage as a gelling agent. This study aims to formulate a modification of acetylation of avocado seed starch as a gelling agent for neomycin sulfate emulgel preparations. Avocado seed starch was modified by the acetylation method. The emulgel formula was made with a concentration of avocado seed starch gelling agent of 2%, 4%, 6%, and 8%. The physical evaluation of neomycin sulfate emulgel preparations included organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, adhesion tests, and dispersion tests. The results showed that acetylated modified avocado seed starch can be used as a gelling agent in emulgel preparations and that all neomycin sulfate emulgel preparation formulas met the requirements for physical evaluation of the preparation

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK SPONS Lamellodysidea herbacea DARI PERAIRAN DESA POOPOH KABUPATEN MINAHASA

    Full text link
    Penyakit infeksi merupakan salah satu penyakit yang sampai saat ini menjadi masalah kesehatan di kalangan masyarakat. Seiring dengan peningkatan kasus infeksi maka semakin meningkat juga kasus resistensi terhadap antibiotik. Indonesia adalah negara yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang berpotensi dapat dijadikan sebagai bahan antibakteri yang dapat dikembangkan menjadi kandidat antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari  spons Lamellodysidea herbacea yang diperoleh dari Perairan desa Poopoh Kabupaten Minahasa terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas  aeruginosa. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol 95%. Pengujian antibakteri menggunakan metode difusi agar (Disc diffusion Kirby and Bauer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol spons Lamellodysidea herbacea memiliki zona hambat yang paling besar pada bakteri Staphylococcus aureus konsentrasi 250 L/disc sebesar 7,5 mm dan bakteri Pseudomonas aeruginosa konsentrasi 250 L/disc sebesar 7,33 mm, kedua zona hambat tersebut masuk pada kategori sedang. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa zona hambat yang paling besar terdapat pada bakteri Staphylococcus aureus.

    FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GEL EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill.) MENGGUNAKAN BASIS NA-CMC DAN KARBOPOL TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

    Full text link
    Kulit buah Alpukat (Persea americana Mill.) memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid dan saponin yang bersifat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat sediaan gel terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan untuk mengetahui karakteristik fisik sediaan gel. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Formulasi sediaan gel ekstrak etanol kulit buah Alpukat dibuat dengan menggunakan basis Na-CMC 3%, 4% dan Karbopol 0,5%, 1,5%. Uji antibakteri sediaan gel ekstrak etanol kulit buah Alpukat menggunakan metode sumuran terhadap bakteri Staphylococcus aureus menghasilkan diameter zona hambat pada basis Na-CMC 3% (27,3 mm), Na-CMC 4% (26,3 mm), Karbopol 0,5% (28 mm), dan Karbopol 1,5% (27,1 mm). Gel dengan zona hambat tertinggi dilanjutkan dengan pengujian fisik. Hasil pengujian fisik sediaan gel memenuhi persyaratan organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat dan daya sebar. Dapat disimpulkan bahwa sediaan gel ekstrak etanol kulit buah Alpukat menggunakan basis Na-CMC dan Karbopol memiliki aktivitas antibakteri yang sangat kuat dan memenuhi persyaratan karakteristik fisik sediaan

    Evaluasi Penyimpanan Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum GMIM Kalooran amurang Kabupaten Minahasa Selatan

    Full text link
    Depository is a significant stage in medicine administration. A great depository guarantees safety and maintains medicine quality. Hence, it can minimize hospital’s losses caused by spoiled medications. This study aimed to evaluate the medicine depository at GMIM Kalooran Hospital in Amurang. This study employed descriptive observational methods, and data gathering techniques used direct observation to existing systems and interviews. Study findings indicated that medicine Depository at Pharmacy Installation of GMIM Kalooran Hospital in Amurang not was in accordance with the standard of Hospitals pharmaceutical treatment based on Health Regulation number 72 (2016), Director General of Pharmaceutical (2010). However, facilities and infrastructures still required improvements such as insufficient shelves and pallets due to inadequate sizes of warehouses and no installed security systems.  It is highly recommended to notice matters which are not in accordance with the standardized indicators of medicine depository as well as the defective and incompetent facilities

    Overview of Public Knowledge About Malaria Treatment in Matungkas Village of Dimembe District of North Minahasa Regency

    Full text link
    Malaria is a disease caused by protozoan parasite of the genus. Plasmodium that is naturally transmitted through the bite of a female Anopheles mosquito. Until now, malaria is still a major problem in world health glasses. This research ains to find out the public's knowledge about malaria, with preventive behavior and ways of treatment of malaria. This research uses observational study research design and with a Cross-sectional approach. The population obtained as many as 76 samples. Data collection in this study using questionnaires. Based on questionnaire data, from the characteristics of respondents obtained, the following results were obtained: The level of public understanding of malaria treatment is quite large, which is 75%, then the level of public understanding of the spread of moderate malaria is 51.3%, then the level of public understanding of malaria prevention is high level of 61.8%. Based on these three data, it can be said that public knowledge about Malaria is 50% high level and 50% low level

    978

    full texts

    1,026

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PHARMACON
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇