PHARMACON
Not a member yet
1026 research outputs found
Sort by
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL BIJI PINANG YAKI (Areca vestiaria) TERHADAP BAKTERI Stapyhlococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL BIJI PINANG YAKI (Areca vestiaria) TERHADAP BAKTERI Stapyhlococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa Caesar H. Rundengan 1), Fatimawali 1), Herny Simbala 1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115  ABSTRACT This study aims to determine the antibacterial activity from ethanol extract of seed of pinang yaki (Areca vestiaria) against the growth inhibition of the bacterium Escherichia coli, Staphylococcus aureus, and Pseudomonas aeruginosa using three concentrations of 30%, 60% and 90%. Extraction was done by maceration method using ethanol 96%. Antibacterial activity test was performing using the paper disk diffusion method (Kirby and Bauer diffusion). The results of antibacterial activity test were analyzed by the method of classification according to the antibacterial degree of strength. Data analysis showed that the extract with the concentration of 30%, 60% and 90% had shown inhibition activity against the growth of test bacteria. At the concentration of 30%, 60% and 90% against the bacterium Escherichia coli was categorized in the class of strong, while at the concentration of 60% and 90% against the bacterium Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa was categorized in the class of very strong and extract with concentrations of 30% was categorized in the class of strong against the bacterium Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa. In all three used concentrations, the concentration of 60% was the concentration, which have the greatest inhibition activity against the three bacteria. Keywords: Antibacterial activity, Areca vestiaria, bacterial pathogens, agar diffusion method.  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol biji pinang yaki (Areca vestiaria) terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa menggunakan tiga konsetrasi yakni 30%, 60% dan 90%. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi dengan cakram kertas (difusi Kirby dan Bauer). Hasil uji aktivitas antibakteri dianalisa dengan metode pengelompokkan berdasarkan tingkat kekuatan antibakteri. Dari analisa data didapatkan bahwa konsentrasi ekstrak 30%, 60% dan 90% telah menunjukkan aktivitas menghambat terhadap pertumbuhan bakteri uji. Pada konsentrasi 30%, 60% dan 90% pada bakteri Escherichia coli termasuk dalam golongan kuat sedangkan konsetrasi 60% dan 90% pada bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa termasuk dalam golongan sangat kuat dan konsentrasi ekstrak 30% termasuk dalam golongan kuat pada Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Pada ketiga konsentrasi yang digunakan, konsentrasi 60% merupakan konsentrasi yang memiliki daya hambat paling besar pada ketiga bakteri.  Kata kunci : aktivitas antibakteri, Areca vestiaria, bakteri pathogen, metode difusi agar.  Â
UJI DAYA HAMBAT DAGING BUAH SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Porphyromonas gingivalis
UJI DAYA HAMBAT DAGING BUAH SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERIPorphyromonas gingivalis Priskila Gabriela Tani1), P. Mona Wowor2), Johanna A. Khoman1)1)Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran UNSRAT, Manado, 95115.2)Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi Manado, 95115 ABSTRACTChronic Periodontitis is an infection of the periodontal tissue that usually slow. The main cause of this disease periodontitis is Porphyromonas gingivalis which is a Gram-negative and anaerobic bacteria colonize in the mouth tissue. Resistance of Porphyromonas gingivalis against antibiotics allows the use of herbal medicines from natural materials into one of the alternatives in the treatment of chronic periodontitis. Soursop fruit (Annona muricata L) is one of natural compounds in Indonesia and used as a medicinal herb. The leaves of soursop fruit is believed to have a pharmacological effect, because it contains flavonoids, tannins, saponins, alakaloids, and anthochyanins as antibacterial.The purpose of this study is to find out whether soursop fruit has its inhibit Porphyromonas gingivalis. This study using pure experimental with design studypost test onlycontrol grup design. Methods used as test of bacteri are using the modification Kirby bauer paper disc. The concentration of flesh soursop fruit used in study is 100%. Control positive using Metrodinazole and control negative use aquadest. Bacteria of Porphyromonas gingivalis taken from stock bacteria laboratory FMIPA University Of Sam Ratulangi Manado. The results showed of this study indicate the avarange value of inhibition zone of soursup fruit flesh (Annona muricata L.) to Porphyromonas gingivalis of 11,3 mm. Based on this research can be concluded that the soursop fruit flesh has the inhibitory power to growth of Porphyromonas gingivalis. Inhibition zone of soursup fruit flesh (Annona muricata L.) against Porphyromonas gingivalis of 11,3 mm. Keywords : Soursop fruit (Annona muricata L), Porphyromonas gingivalis, InhibitoryABSTRAKPeriodontitis kronis merupakan infeksi pada jaringan periodontal yang biasanya berjalan lambat. Penyebab utama penyakit periodontitis ini ialah bakteri Porphyromonas gingivalis yang merupakan bakteri anaerob Gram negatif dan berkoloni dalam jaringan mulut. Resistennya Porphyromonas gingivalis terhadap obat antibiotik memungkinkan penggunaan obat herbal dari bahan alam menjadi salah satu alternatif dalam perawatan periodontitis kronis. Buah sirsak (Annona muricata L.) merupakan salah satu bahan alam di Indonesia yang digunakan sebagai obat herbal. Buah sirsak dipercaya memiliki efek farmakologis, karena mengandung senyawa flavonoid, tannin, saponin, alkaloid, dan antosianin yang bersifat antibakteri. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui apakah buah sirsak memiliki daya hambat terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan rancangan penelitian Post test only control group design, dengan metode modifikasi Kirby-bauer menggunakan kertas saring. Konsentrasi daging buah sirsak yang dipakai dalam penelitian ini yaitu 100%, kontrol positif antibiotik metrodinazol serta kontrol negatif menggunakan akuades. Bakteri Porphyromonas gingivalis diambil dari stok bakteri murni Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makasar dan dikultur di Laboratorium Farmasi Fakultas FMIPA Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata zona hambat daging buah sirsak terhadap Porphyromonas gingivalis sebesar 11,3 mm. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan daging buah sirsak memiliki efek daya hambat terhadap pertumbuhan Porphyromonas gingivalis. Zona hambat daging buah sirsak terhadap pertumbuhan Porphyromonas gingivalis sebesar 11,3 mm. Kata kunci : Buah sirsak (Annona muricata L.), Porphyromonas gingivalis, daya hambat
ANALISIS LOGAM BERAT TEMBAGA (CU) PADA PRODUK IKAN KEMASAN KALENG PRODUKSI SULAWESI UTARA YANG BEREDAR DI MANADO
ANALISIS LOGAM BERAT TEMBAGA (CU) PADA PRODUK IKAN KEMASAN KALENG PRODUKSI SULAWESI UTARA YANG BEREDAR DI MANADO                                                 Muchammad Faizal Asrillah1), Jemmy Abidjulu2), Sri Sudewi1)1)Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi, 951152)Program Studi Kimia FMIPA Universitas Sam Ratulangi, 95115 ABSTRACT Fish packaged in cans could be contaminated with heavy metals derived from canned components, production tools and packaging processes. Contamination of heavy metals will be harmful when entering into the body's metabolism in amounts exceeding the threshold determined by the Food and Drug Administration (BPOM). This research was conducted to analyze heavy metals Copper (Cu) with three different brands that were randomly taken. Ditizon 0,005% b/v solution was used in qualitative test which to know the heavy metal content of copper (Cu) in the sample. The results of this research indicate that the heavy metal content of copper (Cu) of the three brand samples tested in an atomic absorption spectrophotometer (SSA) does not exceed the maximum metal contamination threshold on predefined food. The concentration of heavy metal copper (Cu) in North Sulawesi local canned fish packaging sample with brand PM (306) is 0.0178 mg/kg, F (307) is 0.0143 mg/kg, C (308) is – 0.0241 mg/Kg. Keywords : Canned Fish, Ditizon 0.005 b/v, Atomic Absorption Spectrophotometer (SSA), Copper (Cu)ABSTRAK Ikan yang dikemas dalam kemasan kaleng dapat terkontaminasi logam berat yang berasal dari komponen kaleng, alat-alat produksi dan proses pengemasan. Kontaminasi logam berat akan berbahaya bila masuk ke dalam metabolisme tubuh dalam jumlah melebihi ambang batas yang ditentukan oleh Balai Pengawasan Obat-obatan dan Makanan (BPOM). Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis logam berat Tembaga (Cu) dengan tiga merek berbeda yang di ambil secara acak. Pada pengujian kualitatif digunakan larutan Ditizon 0,005% b/v untuk mengetahui adanya kandungan logam berat tembaga (Cu) pada sampel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kandungan logam berat tembaga (Cu) dari ketiga merek sampel yang diuji menggunakan spektrofotometer serapan atom (SSA) tidak melebihi ambang batas maksimum cemaran logam pada pangan yang telah ditentukan. Konsentrasi logam berat tembaga (Cu) dalam sampel ikan kemasan kaleng produksi lokal Sulawesi Utara dengan kode PM (306) sebesar 0,0178 mg/kg, F (307) sebesar 0,0143 mg/kg, dan C (308) – 0.0241 mg/Kg. Kata Kunci : Ikan Kemasan Kaleng, Larutan Ditizon 0,005 b/v, Spektrofotometer Serapan Atom (SSA), Tembaga (Cu).Â
KAJIAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN GERIATRI RAWAT INAP DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO
KAJIAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN GERIATRI RAWAT INAP DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Fangky Sandy Maindoka1), Deby Mpila1), Gayatri Citraningtyas1)1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT Drug interaction is one of the factors, which influence the body response to treatment, and is clinically important if it results in increased toxicity or reduces the effectiveness of the drug interacting. The mechanism of drug interaction can be divided into pharmacokinetic and pharmacodynamics mechanisms with minor, moderate and major severity. Characteristics in geriatric patients, which generally have occurred various chronic diseases and decreased function of organs, especially kidney and liver function can be a risk factor for drug interactions. This study aims to examine the drug-drug interactions in inpatient geriatric patients in RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. This research is a descriptive research with retrospective data retrieval. The study was conducted against 100 medical records data of inpatient geriatric patients that meeting the inclusion criteria. The results of the study based on the characteristics of geriatric patients showed the highest number of patients in the age group 60 - 74 years of 64 patients (64%) while the number of male patients as many as 50 patients (50%) and women as many as 50 patients (50%). Diagnosis of most diseases is found in patients with hypertensive of 58 (17,90%) from 324 case of disease and ≥ 5 types of drugs prescribed in 76 patients (76%). The prevalence of the happening of drug-drug interactions about 44% with a total of 146 interaction events. Keywords: inpatient geriatrics, drug interactions ABSTRAK Interaksi obat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi respon tubuh terhadap pengobatan dan penting secara klinis jika berakibat meningkatkan toksisitas atau mengurangi efektifitas obat yang berinteraksi. Mekanisme interaksi obat dapat dibagi menjadi mekanisme farmakokinetik dan farmakodinamik dengan tingkat keparahan yang minor, moderate dan major. Karakteristik pada pasien geriatri, yaitu umumnya telah terjadi berbagai penyakit kronis dan penurunan fungsi organ terutama fungsi ginjal dan hati dapat menjadi faktor resiko terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi obat-obat pada pasien geriatri rawat inap di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Penelitian dilakukan terhadap 100 data rekam medik pasien geriatri rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik pasien geriatri menunjukkan jumlah pasien terbanyak pada kelompok usia 60 - 74 tahun sebesar 64 pasien (64%) sedangkan jumlah pasien laki-laki sebanyak 50 pasien (50%) dan perempuan sebanyak 50 pasien (50%). Diagnosa penyakit terbanyak yaitu hipertensi sebesar 58 (17,90%) dari total 324 kasus penyakit serta ≥ 5 jenis obat diresepkan pada 76 pasien (76%). Prevalensi kejadian interaksi obat-obat sebesar 44% dengan total 146 kejadian interaksi. Kata kunci : geriatri rawat inap, interaksi obat Â
PENGARUH BERKUMUR AIR KELAPA MUDA TERHADAP pH SALIVA
PENGARUH BERKUMUR AIR KELAPA MUDA TERHADAP pH SALIVA   Zuthra P. Mokoginta1) , Vonny N.S. Wowor1) , Juliatri1) 1)Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran UNSRAT Manado, 95115  ABSTRACT Saliva is one factor that contributes to the development of caries, particularly in the process of demineralization. The low pH in the oral cavity will facilitate the growth of acidogenic bacteria such as Streptococcus mutans and Lactobacillus which is the main cause microorganisms in the process of caries formation. Under normal circumstances, the pH of saliva ranges from 6.8 to 7.2. Saliva is strongly influenced by changes both related to the viscosity, acidity, the composition of ions and proteins in saliva. Coconut is one of the plants that can easily founded in Indonesia, including at North Sulawesi because of the tropical climate. The young coconut water, has long been known as a healthy beverage and contains reducing sugar, potassium, sodium, calcium, vitamin C with a pH of 5.5. This study aims to find out the effect gargling with coconut water of salivary pH. This research is quasy experimental with research design of one group pre and post test using 30 samples of the 89 students population at SMP Negeri 1 Talawaan. Saliva collecting method is by spitting and the measurement of pH is using a digital pH meter. Results showed an average saliva pH before gargling is 7.33 and after gargling is 7.08. results of statistical test of paired t-test shows that coconut water can significantly reduce the pH of saliva was (p=<0.05). Conclusion Gargling with coconut water proven could decrease the pH saliva Keywords: pH saliva, coconut water  ABSTRAK Saliva merupakan salah satu faktor yang berperan terhadap proses karies khususnya dalam proses demineralisasi. Rendahnya pH saliva dalam rongga mulut akan memudahkan pertumbuhan bakteri asidogenik seperti Streptococcus mutans dan Lactobacillus yang merupakan mikroorganisme penyebab utama dalam proses terjadinya karies. Dalam keadaan normal, pH saliva berkisar antara 6,8-7,2. Saliva sangat dipengaruhi oleh perubahan-perubahan baik yang berhubungan dengan viskositas, derajat keasaman, susunan ion dan protein dalam saliva. Kelapa merupakan salah satu tanaman yang mudah ditemui di Indonesia termasuk Sulawesi Utara karena memiliki iklim tropis. Air kelapa muda, sudah sejak lama dikenal sebagai minuman yang menyehatkan, serta mengandung gula reduksi, kalium, natrium, kalsium, vitamin C dengan pH 5,5. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh berkumur air kelapa muda terhadap perubahan pH saliva. Jenis penelitian ini yakni quasy experimental dengan rancangan penelitian one group pre and post test menggunakan 30 sampel dari populasi 89 siswa SMP Negeri 1 Talawaan. Pengumpulan saliva dengan metode spitting dan pengukuran pH saliva menggunakan pH meter digital. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pH saliva sebelum berkumur 7,33 dan setelah berkumur 7,08. Hasil uji paired t-test menunjukkan bahwa air kelapa muda dapat menurunkan pH saliva secara signifikan (p=<0,05). Simpulan: Air kelapa muda berpengaruh menurunkan pH saliva. Kata kunci: pH saliva, air kelapa muda Â
ANTHOYCANIN TOTAL AND ANTIOXIDANT ACTIVITY OF RURUHI (Syzygium polycephalum Merr.) FRUITS
ANTHOYCANIN TOTAL AND ANTIOXIDANT ACTIVITY                OF RURUHI (Syzygium polycephalum Merr.) FRUITSIrnawati1), Wa Ode Sitti Zubaydah1), Arifah1)1)Jurusan Farmasi Fakultas Farmasi Halu Oleo University, Kendari ABSTRACTThe aims of the study were to determine the best extraction method and to evaluation of antioxidant activity of the ruruhi (Syzygium polycephalum Merr.) fruits extract. Different extraction methods were evaluated for total anthocyanin content of ruruhi fruits. The conventional maceration method and modified maceration method with ethanol acidified with HCl provided better anthocyanin and its stability. The highest levels of the total anthocyanin content that found in the modified maceration method were 5.69 and 1.53 g/L of ruruhi peels and whole ruruhi fruits, respectively. The antioxidant activity was increasing by following the total anthocyanin levels.Keywords: maceration, anthocyanin, antioxidant, ruruhi fruits, Syzygium polycephalum Merr.  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode ekstraksi yang cocok untuk buah ruruhi (Syzygium polycephalum Merr.) dan menguji aktifitas antioksidannya. Metode ekstraksi yang berbeda digunakan untuk menentukan kandungan antosianin total buah ruruhi. Metode maserasi konvensional dan metode maserasi termodifikasi dengan menggunakan etanol yang asamkan dengan HCl untuk menjaga antosianin dan stabilitasnya. Total antosianin tertinggi didapatkan pada metode maserasi termodifikasi yaitu 5,69 dan 1,53 g/L pada kulit buah ruruhi dan buah utuh  ruruhi, secara berturut-turut. Aktifitas antioksidan meningkat seiring dengan peningkatan jumLah antosianin total.Kata kunci: maserasi, antosianin, antioksidan, buah ruruhi, Syzygium polycephalum Merr. Â
IDENTIFIKASI DAN UJI SENSITIVITAS BAKTERI PADA PLAK GIGI PASIEN DI PUSKESMAS RANOTANA WERU MANADO TERHADAP ANTIBIOTIK GOLONGAN MAKROLIDA DAN TETRASIKLIN
IDENTIFIKASI DAN UJI SENSITIVITAS BAKTERI PADA PLAK GIGI PASIEN DI PUSKESMAS RANOTANA WERU MANADO TERHADAP ANTIBIOTIK GOLONGAN MAKROLIDA DAN TETRASIKLIN Lady Diana Logor1), Fatimawali1), Defny Silvia Wewengkang1)1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACTDental plaque is the main causative agent of dental and oral diseases such as dental caries and periodontal. Histometrically the plaque consists of 70% of bacterial cells and 30% of intercellular material essentially derived from bacteria. The aim of this study was to determine the type of bacteria and bacteriophage sensitivity, which isolated and identified from dental plaque at Ranotana Weru Manado Community Health Center for Macrolide (Erythromycin) and Tetracycline (Doxycycline) antibiotics. The bacteria were isolated from 3 dental plaque samples of patients and identified using physiological tests, biochemical tests, and gram staining. Bacterial sensitivity test was performed by diffusion method agar by using Erythromycin and Doxycycline antibiotic disc. The results of this study showed that the types of bacteria identified from dental plaque isolates were Streptococcus sp., Lactobacillus sp., Actinomyces sp., Veilonella sp., Staphylococcus sp., Actinobacillus sp., Fusobacterium sp., and Escherichia sp. With highest sensitivity to doxycycline about 87%, and the highest resistance to Erythromycin about 62%. Keywords: Bacteria, Dental Plaque, Sensitivity, AntibioticsABSTRAKPlak gigi merupakan agen penyebab utama penyakit gigi dan mulut seperti karies gigi dan periodontal. Secara histometris plak terdiri dari 70% sel-sel bakteri dan 30% materi interseluler yang pada pokoknya berasal dari bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis bakteri dan tingkat sensitivitas bakteri yang diisolasi dan diidentifikasi dari plak gigi pasien di Puskesmas Ranotana Weru Manado terhadap antibiotik golongan Makrolida (Eritromisin) dan Tetrasiklin (Doksisiklin). Bakteri diisolasi dari 3 sampel plak gigi pasien dan diidentifikasi menggunakan uji fisiologi, uji biokimia, dan pewarnaan gram. Uji sensitivitas bakteri dilakukan dengan metode difusi agar dengan menggunakan cakram antibiotik Eritromisin dan Doksisiklin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis bakteri yang teridentifikasi dari isolat plak gigi yaitu Streptococcus sp., Lactobacillus sp., Actinomyces sp., Veilonella sp., Staphylococcus sp., Actinobacillus sp., Fusobacterium sp., dan Escherichia sp., dengan sensitivitas tertinggi terhadap Doksisiklin sebesar 87%, dan resisten tertinggi terhadap Eritromisin sebesar 62%. Kata kunci : Bakteri, Plak gigi, Sensitivitas, Antibioti
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG JAMBU METE (Annacardium occidentale L.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI DARI AIR LIUR PENDERITA SARIAWAN
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG JAMBU METE (Annacardium occidentale L.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI DARI AIR LIUR PENDERITA SARIAWANArleine R. I. Tangkuman 1), Fatimawali 1) , Gayatri Citraningtyas 1)1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115ABSTRACT Bacteria are one of the causes of infection. The bacteria were microorganisms, which cannot be observe with the naked eye, but can only be seen with the aid of microorganisms itself. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of ethanol extract of cashew bark (Annacardium occidentale L.) on the inhibition of bacterial growth from the saliva of patients with mouth ulcers. The extraction was done by maceration method using 96 % of ethanol. Testing for antibacterial activity was performing using agar diffusion method. The results showed that the ethanol extract of cashew stem bark have antibacterial activity against the bacteria taken from the three of sprue patients. Extracts with the concentrations of 0.2 : 1; 0.4 : 1; 0.6 : 1; 0.8 : 1; perform as an effective concentration in inhibiting the growth of bacteria from the saliva of three patients of sprue.Keywords: Annacardium occidentale L., Antibacterial Activity, Saliva, Patients Sprue. ABSTRAK Salah satu penyebab infeksi ialah bakteri. Bakteri merupakan mikroorganisme yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, tetapi hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroorganisme.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit batang jambu mete (Annacardium occidentale L.) terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri dari air liur penderita sariawan. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit batang jambu mete memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri yang diambil 3 orang penderita sariawan. Konsentrasi 0,2:1; 0,4:1; 0,6:1; 0,8:1; merupakan konsentrasi efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri dari air liur ketiga penderita sariawan.Kata Kunci : (Annacardium occidentale L.), Aktivitas Antibakteri, Air Liur Penderita   Sariawan.      Â
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN PIL KELUARGA BERENCANA DENGAN HIPERTENSI PADA PADA PASANGAN USIA SUBUR DI DESA SANGAJI NYEKU KECAMATAN TABARU KABUPATEN HALMAHERA BARAT
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN PIL KELUARGA BERENCANA DENGAN HIPERTENSI PADA PADA PASANGAN USIA SUBUR DI DESA SANGAJI NYEKU KECAMATAN TABARU KABUPATEN    HALMAHERA BARAT Prycillia Cyntia The1), Febi K. Kolibu1), A. J. M. Rattu1)1)Jurusan administrasi dan kebijakan kesehatan FKM UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT          Many birth control acceptors are unaware of the increased risk of health problems due to oral contraceptives in those who have smoking habits, obesity, hypertension, perimenopausal age, diabetes mellitus, endometriosis, uterine myoma, vascular embolism and autoimmune diseases, with Using oral contraceptives, the risks to the use of health problems can be very serious. In women who accept birth control pills that have smoking habits, the risk of heart disease and high blood increases (Maryono, 2009). The purpose of this study was to determine the relationship between the use of pills with hypertension in fertile couples in the village of Sangaji Nyeku Kecamatan Tabaru Halmahera Barat. This research uses analytic survey method with Cross sectional approach. Population in this research is all woman of child-bearing age. Data collection using questionnaire. The results showed there was a correlation between the use of birth control pill with hypertension patient with p value = 0,032 and there was correlation between the duration of use of Pill with hypertension with p value = 0.08. Suggestions for all women of fertile couples, when using contraceptives, are advised to consult a midwife or doctor before deciding to use contraception.  Keywords: Users of Family Planning Pills and Hypertension ABSTRAK Banyak akseptor pil KB tidak mengetahui adanya peningkatan risiko gangguan kesehatan akibat kontrasepsi oral pada mereka yang mempunyai kebiasaan merokok, menderita kegemukan (obesitas), hipertensi, dalam usia perimenopause, diabetes mellitus, endometriosis, mioma uteri, emboli pembuluh darah dan penyakit auto imun, dengan menggunakan kontrasepsi oral, resiko terhadap Hubungan pemakaian gangguan kesehatan bisa sangat serius. Pada perempuan akseptor pil KB yang memiliki kebiasaan merokok, resiko penyakit jantung dan darah tinggi makin meningkat (Maryono, 2009). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan pil dengan hipertensi pada pasangan usia subur di Desa Sangaji Nyeku Kecamatan Tabaru Kabupaten Halmahera BaratPenelitan ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan Cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita usia subur. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara Penggunaan Pil KB dengan Penderita Hipertensi dengan nilai p value = 0.032 dan terdapat hubungan antara lama penggunaan Pil KB dengan hipertensi deng p value = 0.08. Saran untuk seluruh wanita pasangan usia subur, bila hendak menggunakan kontrasepsi, disarankan untuk berkonsultasi dengan bidan atau dokter sebelum memutuskan untuk menggunakan kontrasepsi. Kata kunci: akseptor pil KB dan hipertens
ISOLASI SENYAWA STEROID DARI KUKIT AKAR SENGGUGU (Clerodendrum serratum L.Moon)
ISOLASI SENYAWA STEROID DARI KUKIT AKAR SENGGUGU (Clerodendrum serratum L.Moon)  Nasrudin1,2), Wahyono3), Mustofa4) dan Ratna Asmah Susidarti3)1)Mahasiswa Program Studi S3 Ilmu Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 55281;2)Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, 93232; 3)Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 55281; 4)Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 55281ABSTRACT Steroid is a very important compound in medicine. Its occurence as a secondary metabolite compound which is expected to be the chemical constituent that gives medicinal value to certain plant. Senggugu have been use as medicine for a long time and have been reported to contain steroid. Because of that, this study’s objective is to isolate steroid compounds from Senggugu’s roots bark. Senggugu’s roots bark powder is extracted using fractional maceration using n-hexane, ethyl acetate and methanol to obtain ethyl acetate fraction of senggugu’s roots bark extract. The extract then fractionated further using Vacuum Liquid Chromatography (VLC) with n-hexane–ethyl acetate–methanol gradient eluents to obtain ten fractions. Further purification is performed on fraction D using Gravity Column Chromatography with n-hexane–ethyl acetate gradient eluents producing eight fractions that’s monitored using Thin Layer Chromatography (TLC). Purification that was performed on fraction D7 by recrystallization yielding 17 mg isolate. That isolate then tested for purity and spectroscopic analysis using GC-MS, 1H-NMR and 13C-NMR. Isolate N1 spectral data then compared against reference β-sitosterol and stigmasterol followed by TLC analysis on the same system using anisaldehyde as stain marker. Isolation procedure yielding in isolate N1 which is white powder with melting point 138-1410C and chemical formula C29H50O. In accordance to the spectral analysis of isolate N1 and comparison against existing data base, we propose that isolate N1 is Stigmast-7-en-3β-ol which is a new steroid from Clerodendrum serratum that have yet to be reported.Keywords : Steroid, (3β, 7α, 24S)-Stigmastan-3-ol dan Clerodendrum serratumABSTRAK Steroid merupakan senyawa penting dalam pengobatan. Keberadaannya sebagai salah satu diantara golongan senyawa metabolit sekunder diharapkan menjadi konstituen kimia yang memberi nilai pengobatan pada suatu tumbuhan. Senggugu telah lama dimanfaatkan sebagai obat secara tradisonal dan dilaporkan mengandung steroid. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa steroid dari kulit akar senggugu. Sebuk kulit akar senggugu diekstraksi dengan metode maserasi bertingkat mulai n-heksan, etil asetat hingga metanol, sehingga diperoleh ekstrak fraksi etil asetat kulit akar senggugu. Ekstrak tersebut kemudian difraksinasi menggunakan KCV (Kromatografi Cair Vakum) eluen n-heksan-etil asetat-metanol secara bergradien, diperoleh sepuluh fraksi. Selanjutnya pada fraksi D dilakukan isolasi senyawa menggunkan KKG (Kromatografi Kolaom Grafitasi) eluen n-heksan-etil asetat secara bergradien pula, dihasilkan delapan fraksi yang dipantau dengan KLT. Pemurnian isolat dilakukan pada fraksi D7 dengan cara rekristalisasi, diperoleh isolat N1 sebanyak 17 mg. Isolat tersebut di uji kemurniannya dan dilakukan analisis spektroskopi GC-MS, 1H-NMR dan 13C-NMR. Data spektra isolat N1 dibandingkan dengan β-sitosterol dan stigmasterol serta dilakukan analisis KLT dalam sistem yang sama dengan penampak noda anisaldehida. Hasil isolasi yang diperoleh adalah isolat N1 berbentuk serbuk putih dengan titik lebur 138-1410C dan rumus molekul C29H50O. Berdasarkan analisis data spektra isolat N1 yang dibandingkan dengan data terdahulu, maka kami mengusulkan bahwa isolat N1 adalah Stigmast-7-en-3β-ol yang merupakan steroid baru dari Clerodendrum serratum yang belum pernah dilaporkan.Kata Kunci : Steroid, Stigmast-7-en-3β-ol  dan Clerodendrum serratumÂ