PHARMACON
Not a member yet
1026 research outputs found
Sort by
FORMULASI DAN EVALUASI KRIM EKSTRAK KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) SEBAGAI TABIR SURYA
Krim merupakan salah satu sediaan yang baik sebagai tabir surya. Kandungan flavonoid pada kulit jeruk nipis memiliki potensi sebagai zat aktif dalam krim tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengevaluasi krim ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantiofolia) sebagai tabir surya. Ekstrak kulit jeruk nipis diformulasi dalam bentuk krim dengan konsentrasi ekstrak 2%, 4% dan 6%. Evaluasi sediaan krim terdiri dari uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, uji pH, uji daya lekat, dan uji stabilitas mekanik. Hasil dari evaluasi sifat fisik krim menunjukkan bahwa semua krim memenuhi persyaratan fisik yang baik kecuali pada evaluasi uji daya lekat. Pada penentuan nilai SPF secara in vitro menunjukkan bahwa krim ekstrak kulit jeruk nipis 2%, 4% dan 6% memiliki rerata nilai SPF berturut-turut yaitu 20,28 ± 1,03; 32,86 ± 1,80; 38,03 ± 0,88 dengan kategori proteksi ultra. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa krim ekstrak kulit jeruk nipis dapat berpotensi sebagai produk tabir surya
Assessment of Antioxidant Activity of Ethanol Extract from Callyspongia arizusa Obtained from Parentek Beach, Minahasa Regency
Callyspongia aerizusa is one of the sponges that has compounds with high activity and has a porous body surface structure so that it is included in the phylum porifera. Antioxidants are compounds that work by binding free radicals so that they can inhibit oxidation reactions. This study aims to determine the antioxidant activity of Callyspongia aerizusa. This research is a laboratory experiment by testing the ethanol extract of Callyspongia aerizusa using DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method. The results of data analysis of % inhibition were 48.9% (100 ppm), 51.09% (120 ppm), 51.32% (140 ppm), 52.00% (160 ppm), and 53.73% (180 ppm). The highest antioxidant activity was achieved at a concentration of 180 ppm with a percent inhibition of 53.73%. This shows that the sample of Callyspongia aerizusa obtained from Parentek Beach, Minahasa Regency has antioxidant activit
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etil Asetat Daun Matoa Menggunakan Radikal Bebas DPPH (DiphenylPicrylhydrazil)
Radikal bebas merupakan zat asing yang masuk ke dalam tubuh dan merusak sistem kekebalan tubuh. Antioksidan merupakan senyawa yang mempunyai kemampuan menghilangkan, membersihkan dan melawan efek radikal bebas. Bagian daun matoa mengandung senyawa aktif berupa saponin, flavonoid dan tanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan flavonoid total dan aktivitas antioksidan ekstrak etil asetat daun matoa (Pometia Pinnata) yang diuji menggunakan metode penangkap radikal bebas DPPH. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat dengan perbandingan 1:5. Penentuan kandungan total flavonoid dilakukan dengan menambahkan pereaksi AlCl3 dan natrium asetat. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode penangkal radikal bebas DPPH dengan bahan pembanding quercetin. Analisis dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak etil asetat daun matoa sebesar 20,7161 gram. Ekstrak etil asetat daun matoa mengandung senyawa kimia berupa saponin, flavonoid dan tanin. Kandungan total flavonoid yang diperoleh dari ekstrak etil asetat daun matoa sebesar 6,19% dan nilai IC 50 sebesar 34,21 ppm sedangkan quercetin sebagai pembanding memiliki nilai IC 50 sebesar 4,75 ppm. Ekstrak etil asetat daun matoa (Pometia Pinnata) mempunyai kandungan total flavonoid sebesar 6,19% dan aktivitas antioksidan sangat kuat setara dengan quercetin sebagai pembanding
Evaluasi Manajemen Pengelolaan Obat di Puskesmas Teling Atas Kota Manado
Pengelolaan sediaan farmasi di puskesmas adalah kegiatan yang dilakukan oleh apoteker penanggung jawab di puskesmas yang berkaitan dengan sediaan farmasi dalam rangka meningkatkan kesehatan pasien. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Teling Atas Manado karena belum ada penelitian sebelumnya mengenai pengelolaan obat di puskesmas. Evaluasi suplai harus dilakukan karena bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan puskesmas, Evaluasi dilakukan dengan menggunakan Permenkes No. 74 tahun 2016 sebagai standar dalam pengelolaan sediaan farmasi dan BMHP di Puskesmas, agar kegiatan dapat berjalan sesuai dengan standar yang ada. Penelitian dilakukan pada Februari sampai Maret 2023. Hasil penelitian menunjukan bahwa Puskesmas Teling Atas kota Manado telah mengikuti standar Permenkes No 74 tahun 2016 dengan baik secara keseluruha
UJI TOKSISITAS EKSTRAK SIRIH CINA (Peperomia pellucida) DENGAN MENGGUNAKAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST
Sirih Cina (Peperomia pellucida L. Kunth) adalah salah satu tumbuhan herbal yang berpotensi sebagai antikanker. Sirih cina adalah salah satu tumbuhan gulma yang tumbuh liar di lingkungan yang basah dan lembab namun jarang dibudidayakan. Penelitian pada tumbuhan sirih cina bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit yang terkandung di dalam tumbuhan, potensinya sebagai antikanker, dan nilai LC50. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi untuk mengambil senyawa metabolit sekunder. Melalui uji skrining diketahui bahwa sirih cina mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan steroid. Pengujian dilakukan dengan larva Artemia saline L. pada konsentrasi 1000 μg/mL, 100 μg/mL, 10 μg/mL, 1 μg/mL dengan potensi yang didapatkan pada tingkat toksik dan nilai LC50, yaitu 40,947 µg/mL
Studi Penggunaan Antibiotik Non Resep di Kecamatan Malalayang Kota Manado
ABSTRACT      The use of antibiotics requires proper clinical consideration to meet rationality so as to ensure maximum safety, accuracy and effectiveness. This study aims to find out the level of knowledge of the use of antibiotics without a prescription in Malalayang Subdistrict Bahu Village manado city which is reviewed from the level of awareness of antibiotic use and behavior that affects using antibiotics without a doctor's prescription. This research is descriptive with accidental sampling. The results of the study were obtained by respondents with a total of 380 respondents had used antibiotics without a prescription and the respondent's level of awareness was still low (61.84%). Behavior of respondents using antibiotics without a prescription: sources obtained antibiotics (79.74%) from pharmacies, recommended using antibiotics the majority of doctors (33.42%), willingness to use at any time (55.26%), the most commonly purchased antibiotic is amoxicillin (41.05%), a disease that is often treated, namely fever symptoms (21.84%), the advice obtained in buying antibiotics the majority buy all (52.63%). The high use of antibiotics without a prescription can also cause clinical and economic harm. Keywords: antibiotics without a prescription, level of awareness, behavior of respondents ABSTRAK      Penggunaan antibiotik memerlukan pertimbangan klinis yang tepat untuk memenuhi rasionalitas sehingga menjamin keamanan, ketepatan dan efektivitas yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik tanpa resep di Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado yang ditinjau dari tingkat kesadaran terhadap penggunaan antibiotik dan perilaku yang mempengaruhi menggunakan antibiotik tanpa resep dokter. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan sampel secara accidental sampling. Hasil penelitian didapatkan responden dengan jumlah 380 responden pernah menggunakan antibiotik tanpa resep dan tingkat kesadaran responden masih rendah (61,84%). Perilaku responden menggunakan antibiotik tanpa resep: sumber memperoleh antibiotik sebanyak (79,74%) dari apotek, anjuran menggunakan antibiotik mayoritas dari dokter (33,42%), kesediaan untuk digunakan sewaktu-waktu (55,26%), antibiotik yang paling sering dibeli yaitu amoxicillin (41,05%), penyakit yang sering diobati yaitu gejala demam (21,84%), anjuran yang diperoleh dalam membeli antibiotik mayoritas membeli semua (52,63%). Tingginya penggunaan antibiotik tanpa resep juga dapat menimbulkan kerugian secara klinis maupun ekonomi.Kata Kunci: antibiotik tanpa resep, tingkat kesadaran, perilaku responde
Uji aktivitas antihiperurisemia ekstrak etanol daun salam (Sygium Polyanthum) pada tikus putih (Rattus Norvegicus)
MEIVITA ALFRIANI SAHENSOLAR . Uji aktivitas antihiperusrisemia ekstrak etanol daun salam (Syzgium Polyanthum) pada tikus putih (Rattus Norvegicus)dibawah bimbingan EDWIN DE QUELJOE sebagai ketua dan SURYA SUMANTRI sebagai anggota.Daun salam memiliki kandungan kimia seperti minyak atsiri yang mengandung sitral, eugenol, tannin, dan flavonoida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efek antihiperurisemia ekstrak etanol daun salam dengan 3 tingkatan dosis yaitu, 200mg, 400mg, dan 800mg. Perbandingan daun Salam sebanyak 5 kelompok yang terdiri dari 3 ekor tikus disetiap kelompok perlakuan, yaitu CMC 1% (kontrol negatif), Allopurinol 100mg (kontrol positif), ekstrak etanol daun salam dalam dosis 200mg, 400mg, dan 800 mg,yang diinduksi kalium oksonat. Pengamatan dilakukan selama 6 jam. Data diuji dengan menggunakan ANOVA (Analisis Of Variant) ,uji HOMOGENITAS (Test of Homogenity of Variance) dan dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Different). Hasil uji statistik menunjukan bahwa Dari ketiga dosis, penurunan kadar asam urat terbaik terdapat pada dosis 400 mg. Kata Kunci: Ekstrak Daun Salam (Syzgium Polyanthum) , Antihiperusemi
POTENTIAL OF RED FRUIT (PANDANUS CONOIDEUS CAROTEN LAMK) PAPUA BASED ON LITERATURE REVIEW
               ABSTRACRed fruit plant (Pandanus conoideus Lamk) Papua. is an endemic plant that can grows in almost all areas of Papua, from the lowlands to the highlands. Red Fruit (Pandanus conoideus Lamk,) belongs to the Pandanus family. This plant is widely available Find in Papua, Papua New Guinea, And This Research Aims To know the potential of red fruit (Pandanus conoideus Lamk) Papua based on literature review, research It Uses Qualitative Descriptive Method Aims to Draw, Describe, Explain, Explain, and answer in detail the research results. Based on literature review, red fruit has potential As Socio-Economic Value, As Traditional Medicine, Cure Cancer And tumors, HIV/Aids,High Blood Pressure, Gout, Stroke, Eye Disorders, Osteoporosis, Diabetes Mellitus, Increases Sperm Production in Men, Increases Intelligence, As a Food Source, As Antioxidant, Antidiabetic, Anti-Inflammatory Antibacterial Cardiovascular, HypertensionÂ
ORGANOLEPTIC TEST OF FRESH PINEAPPLE FRUIT JUICE (Ananas Comosus (L.) Merr.) FROM KOTAMOBAGU AND BITUNG CITY
Pineapple (Ananas comosus (L.) Merr.) is one of the most widely cultivated fruit plants in Indonesia. This plant has many benefits, especially the fruit itself. This study aims to compare the color, aroma, taste, and texture of pineapple juice from Kotamobagu City and Bitung City. The research method used is hedonic by testing the organoleptic test of each sample on 4 parameters. From the results of this study, it can be seen that fresh pineapple juice from Kotamobagu and Kota bitung, which is dissolved in distilled water, each has a distinctive value of four (4) parameters (Color, Taste, Aroma, and Texture). Excellent/preferred scores were found in sample A (fresh pineapple from Kotamobagu)
ANALISIS MEDICATION ERROR DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SANANA KABUPATEN KEPULAUAN SULA
Medication error was a disadvantageous activity for patients that in fact could be prevented. This study aimed to know the medication error that occured and find out the percentage of the error in prescribing, transcribing, and dispensing phases at Pharmacy Installation at Sanana Regional General Hospital. This research was observational research approach in which data was compiled prospectively. 369 prescription sheets were recorded at the dispensary of Pharmacy Installation in Sanana Regional General Hospital from March to May 2022. Study findings indicated that the occurrence of medication error in prescribing phase included; no medicinal form at 61.79%, no gender at 34.15%, and no dosage of medicinal form at 6.78%. In transcribing phase, medication error involved; misreading drug names at 4.61%, and misreading the dosage at 1.90%. In dispensing phase, existing medication error included; insufficient drugs at 1.90%. Based on the findings, it could be concluded that medication error occurred in prescribing, transcribing, and dispensing at Sanana Regional General Hospital. Â