1026 research outputs found

    UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH PINANG YAKI (Areca vestiaria) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) YANG DI INDUKSI ALOKSAN

    Get PDF
    ABSTRACTThe result of phytochemical analysis showed that Pinang Yaki extracts contains tannins, flavonoids and triterpenoid. One of the compounds thought to have antidiabetic activity is flavonoids. Flavonoids are generally thought to regenerate pancreatic beta cell damage due to aloxan induction and can reduce blood glucose levels by stimulating pancreatic beta cell to produce insulin. This study aims to determine the effectiveness of areca nut extract to reduce blood sugar levels of male white wistar rats which are induced by aloxan. This Type of research is laboratory experiments using Complete Random Design (CRD). Twelve rats were divided into 4 treatment groups with each group consisting of 3 rats. The first group was the negative control group (K-) only given aquades, the second Group was positive control (K+) given metformin, group three was the sample treatment group (PS1) with an extract dose of 400 mg, and the sample treatment group (PS2) with an extract dose of 800 mg. Previously rats were examined the fasting blood sugar, then induced aloxan monohydrate dose of 150 mg/kgBW intraperitoneally, and blood sugar levels were examined once in every two days for 7 days. On the 8th  day extract was given and blood sugar levels were examined every two days until the 14th day. The result showed that extract of Pinang Yaki fruit at a dosage of 400 mg  and 800 mg had activities to reduce blood    sugar levels on the 8th to 14th day with a decrease of 38 mg/dL for the PS1 treatment groups and 29 mg/dL for the PS2 sample treatment group. Keywords  : Areca vestiaria, Rattus Norvegicus, Blood Sugar Levels, Flavonoids ABSTRAKHasil analisis Fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak buah Pinang yaki (Areca vestiaria) mengandung senyawa tanin, flavonoid dan triterpenoid. Salah satu senyawa yang diduga memiliki aktivitas sebagai antidiabetes adalah flavonoid. Flavonoid secara umum diduga dapat meregenerasi kerusakan sel beta pankreas akibat induksi aloksan dan dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan merangsang sel beta pankreas untuk memproduksi insulin. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas ekstrak buah Pinang Yaki terhadap Penurunan kadar gula darah tikus putih jantan galur wistar yang dinduksi aloksan. Jenis penelitian ini ialah eksperimen laboratorium. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dua belas ekor tikus di bagi kedalam 4 kelompok perlakuan dengan masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor tikus. Kelompok Pertama merupakan kelompok Kontrol negative (K-) dengan hanya di berikan aquades, kelompok kedua merupakan kontrol positif (K+) yang diberikan metformin, Kelompok tiga merupakan kelompok Perlakuan sampel (PS1) dengan dosis ekstrak 400 mg, dan kelompok perlakuan sampel (PS2) dengan dosis ekstrak 800 mg. Sebelumnya tikus dilakukan pemeriksan gula darah puasa, selanjutnya diinduksi aloksan monohidrat dosis 150 mg/kgBB secara intraperitoneal, dan dilakukan pemeriksaan kadar gula darah dua hari sekali selama 7 hari. Pada hari ke-8 dilakukan pemberian ekstrak dan dilakukan pemeriksaan kadar gula darah setiap dua hari sekali sampai hari ke-14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah pinang yaki dosis 400 mg dan 800 mg memiliki aktivitas menurunkan kadar gula darah pada hari ke-8 sampai hari ke-14 dengan penurunan sebesar 38 mg/dL untuk kelompok perlakuan sampel PS1 dan 29 mg/dL untuk kelompok perlakuan sampel PS2. Kata kunci  : Areca vestiaria, Rattus norvegicus, Kadar Gula Darah, Flavonoi

    UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS PUTIH (Alpinia galanga L. Swartz) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Klebsiella pneumoniae ISOLAT SPUTUM PADA PENDERITA PNEUMONIA RESISTEN ANTIBIOTIK SEFTRIAKSON

    Get PDF
    ABSTRACT             White galangal rhizome (Alpinia galanga L. Swartz) is one of the plants which has the antibacterial properties from the zingiberaceae family. Empirically it can treat various diseases such as chest pain, throat inflammation, stomach inflammation, rheumatism, diabetes and skin diseases. White galangal rhizome contains flavonoids, tannins, quinones and terpenoids. This study aims to determine the antibacterial activity of white galangal rhizome extract (Alpinia galanga L. Swartz) and test its inhibition against the growth of Klebsiella pneumoniae bacteria which are resistant to ceftriaxone antibiotics. The white galangal rhizome was extracted by maceration method using 96% ethanol solvent and antibacterial activity was tested using the disc and well method with a concentration difference of 100%, 75%, 50%, 25% and 12.5%. The results showed that white galangal rhizome extract (Alpinia galanga L. Swartz) had antibacterial activity against the bacterium Klebsiella pneumoniae and could inhibit the growth of Klebsiella pneumoniae bacteria. On the disc method for concentrations of 100%, 75%, 50%, 25% and 12.5%, the inhibitors were categorized as medium. Whereas in the well method for concentrations of 100% and 75%, the inhibitors were categorized as strong, for concentrations of 50%, 25%, and 12.5%, which have a medium category.Keywords: White Galangal Rhizome (Alpinia galanga L. Swartz), Klebsiella pneumoniae ABSTRAK Rimpang Lengkuas putih (Alpinia galanga L. Swartz) merupakan salah satu tanaman yang memiliki khasiat sebagai antibakteri dari family zingiberaceae. Secara empiris dapat mengobati berbagai penyakit seperti nyeri dada, radang tenggorokkan, radang lambung, rematik, diabetes dan penyakit kulit. Rimpang Lengkuas putih mengandung senyawa flavonoid, tanin, kuinon dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak rimpang Lengkuas putih (Alpinia galanga L. Swartz) dan menguji daya hambatnya terhadap pertumbuhan bakteri klebsiella pneumoniae yang resisten terhadap antibiotik seftriakson. Rimpang Lengkuas putih diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan dilakukan pengujian aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode cakram dan sumuran dengan perbedaan konsentrasi 100%, 75%, 50%, 25% dan 12,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang Lengkuas putih (Alpinia galanga L. Swartz)  memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae dan dapat menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniae. Pada metode cakram untuk konsentrasi 100%, 75%, 50%, 25% dan 12,5% memiliki daya hambat yang dikategorikan sedang. Sedangkan pada metode sumuran untuk konsentrasi 100% dan 75%  memiliki daya hambat yang dikategorikan kuat, untuk kosentrasi 50%, 25%, dan 12,5% memiliki daya hambat yang dikategorikan sedang.Kata Kunci: Rimpang lengkuas putih (Alpinia galanga L. Swartz), Klebsiella pneumonia

    UJI AKTIVITAS PENURUNAN KADAR GULA DARAH EKSTRAK ETANOL DAUN PINANG YAKI (Areca vestiaria) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI ALOKSAN

    Get PDF
    ABSTRACTThe results of phytochemical analysis showed that Areca vestiaria leaves contain terpenoids, steroids and tannins. One compound that is thought to have antidiabetic activity is tannin. This study aims to determine the decrease of blood sugar levels caused by ethanol extract of pinang yaki leaves (Areca vestiaria) in male white wistar (Rattus norvegicus) strain induced by aloxan. This type of research is laboratory experiments using a Completely Randomized Design (CRD). The research subjects were twelve mice divided into 4 treatment groups with each group consisting of 3 mice. The first group was the negative control group (K-) not given treatment, the second group was positive control (K+) given metformin, the third group was the treatment group sample I (PSl) with an extract dose of 400 mg / kgBW, and the fourth group was the group treatment of sample 2 (PS2) with an extract dose of 800 mg / kgBW. Before being treated in mice, fasting blood sugar was examined, and then aloxan monohydrate 150 mg / kgBW induced intraperitonially (ip), and blood sugar levels were examined once every two days until the  day. After that, it was continued with the administration of ethanol extacts of pinang yaki leaves every two days until the  day. The results showed that extracts of pinang yaki leaves at a dose of 400 mg / kgBW and 800 mg / kgBW decreased the blood sugar levels from day 8 to day 14 with a decreasing value of 61.33 mg / mL for treatment groups 1 and 3l mg / mL for treatment group 2.Keywords       : Areca vestiaria, Rattus norvegicus, Tannin, Blood glucose. ABSTRAK Hasil analisis Fitokimia menunjukan bahwa ekstrak daun pinang yaki (Areca vestiaria) mengandung senyawa terpenoid, steroid dan tannin. Salah satu senyawa yang diduga memiliki aktivitas sebagai antidiabetes adalah tannin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penurunan kadar gula darah yang disebabkan oleh ekstrak etanol daun pinang yaki (Areca vestiaria) pada tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan. Jenis penelitian ini ialah eksperimen laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Subyek penelitian dua belas ekor tikus dibagi ke dalam 4 kelompok perlakuan dengan masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor tikus. Kelompok pertama merupakan kelompok kontrol negatif (K-) tidak diberi perlakuan, kelompok kedua merupakan kontrol positif (K+) yang diberikan metformin, kelompok ketiga merupakan kelompok perlakuan sampel 1 (PS1) dengan dosis ekstrak 400 mg/kgBB, dan kelompok keempat yang merupakan kelompok perlakuan sampel 2 (PS2) dengan dosis ekstrak 800 mg/kgBB. Sebelum diberi perlakuan pada tikus dilakukan pemeriksaan gula darah puasa, dan selanjutnya tikus diinduksi aloksan monohidrat 150 mg/kgBB secara intraperitonial (ip), dan dilakukan pemeriksaan kadar gula darah dua hari sekali sampai hari ke-7. Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian ekstrak etanol daun pinang yaki setiap dua hari sekali hingga hari ke-14. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun pinang yaki dengan dosis 400 mg/kgBB dan 800 mg/kgBB memiliki aktivitas penurunan kadar gula darah dari hari ke-8 sampai hari ke -14 dengan penurunan sebesar 61,33 mg/mL untuk kelompok perlakuan 1 dan 31 mg/ml untuk kelompok perlakuan 2. Kata kunci      : Areca vestiaria, Rattus norvegicus, Tannin, Glukosa darah

    PENGARUH PENGGUNAAN PATI KULIT NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) SEBAGAI BAHAN PENGIKAT PADA GRANUL CTM

    Get PDF
    ABSTRACTThe biggest component found in pineapple peel are water and starch. One of the excipient that usually used in granule is starch that can used as disintegrant, filler and binder. This study aims to formulate and evaluate granule preparations with Pineapple peel starch binder at concentration of 4%, 6%, 8% and 10%. The Pineapple peel dried with oven and then mashed up with blender and precipitated in water until obtained starch. The Pineapple peel starch made as a binder in four formulations of granule based on different concentrate of Pineapple peel starch, they are F I 4%, F II 6%, F III 8% and F IV 10%. The Granules made by method of wet granulation by adding binder solution of pineapple peel starch to four formulations, and then dried and evaluated. The result evaluation of organoleptic gave the best result in formula III and IV, flow time of each formula has time a flow time that not too far different, 5.04-5.57 seconds, angle of repose in formula I-IV meet the requirements and formed the smallest angle in formula I 28°, real density of each formula about 1.09-1.82 g/ml and meet the requirements because they are bigger than water density, while the moisture content and loss on drying doesn’t meet the requirements because has high water content. The conclusion is Pineapple peel starch can’t be used as a binder in CTM granule. Keywords : Pineapple, Starch, Binder, Granules, Wet Granulation ABSTRAKKomponen terbesar yang terdapat dalam kulit Nanas ialah air dan pati. Salah satu bahan tambahan yang sering digunakan dalam pembuatan granul ialah pati yang dapat berfungsi sebagai bahan penghancur, bahan pengisi dan bahan pengikat. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan granul CTM dengan bahan pengikat pati kulit Nanas pada konsentrasi 4%, 6%, 8% dan 10%. Kulit nanas dikeringkan dengan oven kemudian dihaluskan dengan blender dan diendapkan dalam air sampai diperoleh butiran pati. Pati kulit Nanas dibuat sebagai bahan pengikat pada empat formulasi granul berdasarkan konsentrasi pati kulit Nanas yang berbeda yaitu F I 4%, F II 6%, F III 8% dan F IV 10%. Granul dibuat dengan metode granulasi basah yaitu dengan menambahkan larutan pengikat pati kulit Nanas pada empat formulasi, kemudian dikeringkan dan dievaluasi. Hasil evaluasi organoleptis memberikan hasil terbaik pada formula III dan IV, waktu alir dari tiap formula memiliki waktu yang tidak jauh berbeda yaitu 5,04-5,57 detik, sudut diam pada formula I-IV memenuhi persyaratan dan membentuk sudut terkecil pada formula I yaitu 28°, BJ sejati dari tiap formula berkisar dari 1,09-1,82 g/ml sehingga memenuhi persyaratan karena lebih besar dari BJ air, porositas dari formulasi I-IV memenuhi persyaratan yang memiliki range 46%-67,4%, sedangkan pada kandungan lembab dan kadar air tidak memenuhi persyaratan karena memiliki kandungan air yang terlalu tinggi. Kesimpulannya pati kulit Nanas tidak dapat digunakan sebagai bahan pengikat pada granul CTM.Kata Kunci : Nanas, Pati, Bahan Pengikat, Granul, Granulasi Basa

    UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK DAN FRAKSI SPONS Phyllospongia lamellosa DARI PERAIRAN TUMBAK, MINAHASA TENGGARA TERHADAP PERTUMBUHAN MIKROBA Escherichia coli, Staphylococcus aureus DAN Candida albicans

    Get PDF
    ABSTRACT Sponges are a component of coral reef biota. These sea animals are known to contain compounds that have the potential to be developed in the field of medicine, including as an antimicrobial. This study aims to determine the antimicrobial activity of Phyllospongia lamellosa sponge against the growth of Staphylococcus aureus, Escherichia coli and Candida albicans collected in the waters of Tumbak, Posumaen District, Southeast Minahasa. The antimicrobial activity test was carried out by agar diffusion method. The results showed that the extract and fraction of Phyllospongia lamellose had antimicrobial activity seen in the inhibition zone formed around the paper disk against the test microbes. Ethanol extrack and fraction from Phyllospongia lamellosa sponge showed the greatest antimicrobial activity against Candida albicans with an average value of 13,33 mm was categorized as strong , than in Staphylococcus aureus with an average value of 13 mm is categorized as strong and on Escherichia coli 11 mm categorized as strong. Keywords  :Phyllospongia lamellosa, antimicrobial activity, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Candida albicans ABSTRAK Spons merupakan salah satu komponen biota penyusun terumbu karang.  Hewan laut ini diketahui mengandung senyawa- senyawa yang berpotensi untuk dikembangkan dalam bidang pengobatan, diantaranya sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba spons Phyllospongia Lamellosa terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Candida albicans yang diambil pada perairan Tumbak Kecamatan Posumaen, Minahasa Tenggara. Uji aktifitas antimikroba dilakukan dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi spons Phyllospongia lamellose memiliki aktifitas antimikroba dilihat zona hambat yang terbentuk disekitar cakram kertas terhadap mikroba uji. Ekstrak etanol dan fraksi dari Spons Phyllospongia lamellosa menunjukkan aktivitas antimikroba paling kuat terhadap candida albicans dengan nilai rata-rata 13,33 mm dikategorikan kuat, kemudian pada Staphylococcus aureus dengan nilai rata-rata 13 mm dikategorikan kuat, dan pada Escherichia coli 11 mm dikategorikan kuat. Kata Kunci :  Phyllospongia lamellosa, aktivitas antimikroba, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Candida albican

    UJI DAYA HAMBAT NANOPARTIKEL EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K. Schum) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Klebsiella pneumoniae ISOLAT URIN PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH RESISTEN ANTIBIOTIK CIPROFLOXACIN

    Get PDF
    ABSTRACTNanoparticles can increase the solubility of compounds, reduce the treatment dose and increase absorption. Flavonoid and phenol compounds in red galangal can inhibit the growth of bacteria that have been resistant to antibiotics. The bioactivity of red galangal compounds is expected to increase when the size of nanoparticles increases antibacterial activity. This study aims to determine the inhibition of the content of Red Galangal nanoparticles (Alpinia purpurata K.Schum) using chitosan on the growth of Klebsiella pneumoniae bacterial urine isolates of UTI antibiotic-resistant Ciprofloxacin. Nanoparticles extracts of red galangal rhizome was made using ionic gelation method, using extract concentration of 0.4%, tested for antibacterial activity using the wells method with a comparison of chitosan 0.4%, acetic acid 5%, red galangal extract 25%. Red galangal rhizome nanoparticles gave antibacterial activity value to the bacteria Klebsiella pneumoniae of 13.5 mm. Therefore, red galangal extracts nanoparticles can inhibit the growth of Klebsiella pneumoniae urine isolate in patients with urinary tract infections with strong inhibitory categories based on Davis and Stout categories.Keywords: Alpinia purpurata K. Schum, Klebsiella pneumonia, Nanoparticles. ABSTRAK Nanopartikel dapat meningkatkan kelarutan senyawa, mengurangi dosis pengobatan dan meningkatkan absorbsi. Senyawa flavonoid dan fenol dalam lengkuas merah mampu menghambat pertumbuhan bakteri yang telah resisten terhadap antibiotik. Sifat bioaktivitas senyawa lengkuas merah diharapkan akan meningkat ketika berukuran nanopartikel untuk meningkatkan aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat kandungan nanopartikel rimpang Lengkuas Merah (Alpinia purpurata K.Schum) menggunakan kitosan terhadap pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniae isolat urin penderita ISK yang resisten antibiotik Ciprofloxacin. Nanopartikel ekstrak rimpang lengkuas merah dibuat dengan menggunakan metode gelasi ionik, dengan menggunakan konsentrasi esktrak sebesar 0,4 %, dilakukan pengujian aktivitas antibakteri mengunakan metode sumuran dengan pembanding kitosan 0,4%, asam asetat 5%, ekstrak lengkuas merah 25%. Nanopartikel rimpang lengkuas merah memberikan nilai aktifitas antibakteri terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae sebesar 13,5 mm. Oleh karena itu nanopartikel ekstrak rimpang lengkuas merah dapat menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniae isolate urin penderita infeksi saluran kemih dengan kategori daya hambat kuat berdasrkan kategori Davis dan Stout.Kata Kunci: Alpinia purpurata K. Schum, Nanopartikel, Klebsiella pneumonia

    ANALISIS PERENCANAAN PENGADAAN OBAT ANTIBIOTIK BERDASARKAN ANALISIS ABC INDEKS KRITIS DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LUWUK

    Get PDF
    ABSTRACT Pharmaceutical supply services in hospitals should be performed on the basis of the functions of logistics management, one of which is planning and procurement. Too little procurement can lead to out of stock outs, that is, the situation in which the required pharmaceutical supply is empty so that demand cannot be met, in which case it causes a loss to the hospital. To avoid the occurrence of stock out it must be done ABC Analysis Critical Index so it can be known which drug becomes a priority. This study aims to analyze the planning and procurement of antibiotic drugs based on ABC analysis of Critical Index at Pharmacy Installation of Luwuk Regional Public Hospital by using qualitative and quantitative descriptive method. The results showed that of the 40 types of antibiotics in which 3 types of drugs (7.50%) were group A, 19 types of drugs (47.50%) were group B, and 18 types of drugs (45.00%) were included in group C. Using of this ABC Analysis Critical Index can help the hospital in planning the procurement of medicines by taking into account the value of usage, investment value, and drug criticality. Keywords: Planning, Procurement, ABC Analysis Critical Index, Antibiotic. ABSTRAK Pelayanan persediaan farmasi di rumah sakit harus dilakukan berdasarkan fungsi-fungsi dari manajemen logistik, salah satunya perencanaan dan pengadaan. Pengadaan yang terlalu sedikit dapat menyebabkan terjadinya stock out, yaitu keadaan dimana persediaan farmasi yang dibutuhkan kosong sehingga permintaan tidak dapat dipenuhi, pada keadaan ini menyebabkan kerugian bagi rumah sakit. Untuk menghindari terjadinya stock out maka harus dilakukan Analisis ABC Indeks Kritis sehingga dapat diketahui obat mana yang menjadi prioritas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan dan pengadaan obat antibiotik berdasarkan analisis ABC Indeks Kritis di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Luwuk dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 jenis obat antibiotik terdapat, 3 jenis obat (7.50%) merupakan kelompok A, 19 jenis obat (47.50%) merupakan kelompok B, dan 18 jenis obat (45.00%)  termasuk dalam kelompok C. Penggunaan Analisis ABC Indeks Kritis ini dapat membantu pihak rumah sakit dalam merencanakan pengadaan obat dengan memperhatikan nilai pemakaian, nilai investasi, dan nilai kekritisan obat. Kata Kunci : Perencanaan, Pengadaan, Analisis ABC Indeks Kritis, Antibioti

    PEMATAHAN DORMANSI BENIH PALA (Myristica fragrans Houtt.) MENGGUNAKAN HORMON GIBERALIN

    Get PDF
    ABSTRACT                This study aims to determine the breakdown of nutmeg seed dormancy after application using the hormone giberalin, and get the best concentration of giberalin in breaking nutmeg seed dormancy. This research was conducted at the Laboratory of Basic Biology, Biology Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University in December 2017 to February of 2018. This study used the experimental method Complete Random Design (CRD) with three replications. Treatment of Giberalin hormone concentration with four levels of treatment, namely GA3 0 ppm (G0) (control), GA3 25 ppm (G1), GA3 50 ppm (G2), and GA3 75 ppm (G3). The parameters observed were germination potential, germination similarity, vigor index and vigor coefficient. The results showed that the application of the giberalin hormone had a significant effect on the viability of nutmeg seeds including the potential for germination (Sig = 0,00) and the similarity of germination in the 27th day study of G1 and G2 treatment of 11.11%. The potential results of germination on nutmeg seed reached 100% at 54 HST. Observation of seed vigor obtained by the value of vigor index is 12.37 and the vigor coefficient is 14.400 Keywords: Nutmeg seeds, Giberalin, Vigor, Viability  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui pematahan dormansi benih pala setelah aplikasi menggunakan hormon giberalin, dan mendapatkan konsentrasi giberalin yang paling baik dalam mematahkan dormansi benih pala. Penelitian ini di Laboratorium Biologi Dasar Program Studi Biologi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sam Ratulangi pada bulan Desember Tahun 2017 sampai Februari Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan  tiga kali ulangan. Perlakuan konsentrasi hormon Giberalin dengan empat taraf perlakuan yaitu GA3 0 ppm (G0) (kontrol), GA3 25 ppm (G1), GA3 50 ppm (G2), dan GA3 75 ppm (G3). Parameter yang diamati adalah potensial berkecambah, keserempakan perkecambahan, indeks vigor dan koefisien vigor.  Hasil penelitian menunjukkan aplikasi hormon giberalin berpengaruh nyata terhadap viabilitas benih pala meliputi potensial berkecambah (Sig= 0,00) dan keserempakan perkecambahan pada penelitian hari ke 27 perlakuan G1dan G2 yaitu 11,11%.  Hasil pengamatan potensial berkecambah pada benih pala mencapai 100% pada 54 HST. Pengamatan vigor benih diperoleh nilai indeks vigor yaitu 12,37 dan koefisien vigor yaitu 14.400.  Kata kunci: Benih Pala, Giberalin, Vigor, Viabilita

    ANALISIS FRAKSI AKTIF EKSTRAK DAUN GEDI HIJAU (Abelmoschus manihot L.) DALAM MENANGKAL RADIKAL BEBAS DPPH

    Get PDF
    ABSTRACT Gedi (Abelmoschus manihot L.) is a tropical plant of family malvaceae, traditionally known in North Sulawesi as a vegetable plant. Gren gedi leaves from Bitung are known to have activity as free radical scavenging at extract level but have not been tested at the fraction level. This study aims to determine the free radical scavenging activity of the green gedi leaf fractions in counteraction DPPH (1,1-diphenil-2-picrylhydarzyl) free radical. Extraction was done by maceration method using ethanol solvent. The preliminary test of free radical scavenging was carried out by thin layer chromatography (TLC) using the stationary phase of silica gel F254 with the mobile phase of n-hexane : chloroform (1:2) and sprayed with DPPH 0,08 mM. Then it was fractionated using vacuum liquid chromatography (VLC) with the mobile phase based on its polarity, such as combination of n-hexane and ethyl acetate. Each fraction obtained was tested for free radical scavenging activity showed whitish yellow patches on a purple background, which indicates that extracts have free radical scavenging activity. The spectrophotometer measurement results showed that each leaf of green gedi leaves had weak free radical scavenging activity, but still was a free radical scavenger, ie fraction I had an IC50 value of 169,69 μg/mL; fraction II was 826,52 μg/mL; fraction III was 311,13 μg/mL; and fraction IV was 246,80 μg/mL. Fraction V has an IC50 value of 2294,64 μg/mL, this is indicates that the fraction V has no activity as a free radical scavenging compound, because it has very large IC50 value. While vitamin C as a comparison has very strong free radical scavenging activity with IC50 of 3,22 μg/mL. Keywords: Fraction, Extract, Abelmoschus manihot L., DPPH Method. ABSTRAK Gedi (Abelmoschus manihot L.) merupakan tumbuhan tropis family malvaceae, secara tradisional telah lama dikenal di Sulawesi Utara sebagai tanaman sayuran. Daun gedi hijau yang berasal dari Bitung diketahui memiliki aktivitas sebagai penangkap radikal bebas pada tingkat ekstrak namun belum diuji pada tingkat fraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penangkap radikal bebas dari fraksi-fraksi daun gedi hijau dalam menangkal radikal bebas DPPH (1,1-diphenil-2-picrylhydarzyl). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Uji pendahuluan aktivitas penangkap radikal bebas dilakukan secara kromatografi lapis tipis (KLT) menggunakan fase diam silika gel F254 dengan fase gerak n-heksana : kloroform (1:2) dan disemprot DPPH 0,08mM. Kemudian difraksinasi menggunakan kromatografi cair vakum (KCV) dengan fase gerak berdasarkan kepolarannya, yakni kombinasi n-heksana dan etil asetat. Hasil uji pendahuluan aktivitas penangkap radikal bebas secara KLT menunjukkan adanya bercak kuning keputih-putihan dengan latar belakang ungu, yang menandakan ekstrak memiliki aktivitas penangkap radikal bebas. Hasil pengukuran secara spektrofotometer menunjukkan bahwa setiap fraksi daun gedi hijau memiliki aktivitas penangkap radikal bebas yang lemah, namun tetap bersifat sebagai penangkap radikal bebas, yakni fraksi I memiliki nilai IC50 sebesar 169,69 μg/mL; fraksi II 826,52 μg/mL; fraksi III 311,13 μg/mL; dan fraksi IV 246,80 μg/mL. Fraksi V memiliki nilai IC50 sebesar 2294,64 μg/mL, menandakan fraksi V tidak memiliki aktivitas sebagai senyawa penangkap radikal bebas, karena memiliki nilai IC50 yang sangat besar. Sedangkan vitamin C sebagai pembanding memiliki aktivitas penangkap radikal bebas sangat kuat dengan IC50 sebesar 3,22 μg/mL.Kata Kunci : Fraksi, Ekstrak, Abelmoschus manihot L., Metode DPPH

    KEANEKARAGAMAN JENIS BINTANG LAUT DI PANTAI BAHOWO KECAMATAN BUNAKEN KOTA MANADO SULAWESI UTARA

    Get PDF
    ABSTRACT Indonesia's territory has high water resources such as fauna diversity. One animal example from the Phylum Echinodermata Class Asteroidea. This is supported by the presence of sand, seagrass and coral reef habitats. Asteroidea is a inhabitant of shallow waters and is commonly found in seagrass beds and coral reefs. This study aims to analyze the diversity of sea star species in Bahowo Beach, Bunaken District, Manado City, North Sulawesi. The sampling method used in this study is the line transect and squared method. Analysis of the data used is Relative Abundance (KR), Diversity Index (H '), Evenness Index (e), and Wealth Index (R). The results of the study found 5 species with a total of 73 individuals. Diversity index value is H '= 1.23 and shows the results of moderate diversity. Keywords: Diversity of Types of Sea Stars in Bahowo Beach, Bunaken District, Manado City, North Sulawesi.  ABSTRAK Wilayah Indonesia memiliki sumber daya perairan yang tinggi seperti keanekaragaman fauna. Salah satu contoh hewan dari Filum Echinodermata Kelas Asteroidea. Hal ini didukung oleh keberadaan habitat pasir, padang lamun, dan terumbu karang. Asteroidea adalah penghuni perairan dangkal dan umumnya terdapat di padang lamun dan terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman jenis bintang laut yang ada di Pantai Bahowo, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara. Metode pengambilan sampel yang diigunakan dalam penelitian ini adalah metode garis transek dan kuadrat. Analisis data yang digunakan yaitu Kelimpahan Relatif (KR), Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Kemerataan (e), dan Indeks Kekayaan (R). Hasil penelitian didapatkan 5 spesies dengan jumlah 73 individu. Nilai indeks keanekaragaman yaitu H’= 1,23 dan menunjukkan hasil keanekaragaman sedang. Kata Kunci: Keanekaragaman Jenis Bintang Laut di Pantai Bahowo, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara

    978

    full texts

    1,026

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PHARMACON
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇