1026 research outputs found

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BATANG DAN PELEPAH DAUN TANAMAN PISANG AMBON ( Musa paradisiaca var sapientum (L.) Kunt ) TERHADAP BAKTERI Staphlyococcus aureus

    Get PDF
    Banana is one of the Indonesia native plants which containing acid compounds such as hydroxynnamik, flavanones, flavonols, dopamine and N-Acetylserotonin. Banana plant has many benefits, one of which for herbal medicine. The purpose of this study was to test effect of ethanol extract from the stem and sheathof banana as growth inhibitors of Staphylococcus aureus bacteria and to evaluate, eitherstem or sheath parts of Staphylococcus aureus bacteria. The extraction method of this study using maceration with 96% ethanol. Based on the results obtained, the ethanol extract of banana steams was batter in inhibits the growth of bacteria of Staphylococcus aureus with the average of clear zone was 10.00 mm (10%), 17.00 mm (30%), 19.00 mm (50%), 19.33 mm (70%), and 20.33 mm (90%), respectively. Keywords : Musa paradisiaca var sapientum, Antibacterial activity, Staphylococcus aureus. ABSTRAKPisang merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang mengandung senyawa asam hidrosinamik, flavonoid, flavonol, dopamine dan N-asetilserotonin. Bagian dari tanaman pisang memiliki banyak manfaat yang salah satunya untuk obat herbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh ekstrak etanol dari pelepah dan batang pisang ambon sebagai penghambat pertumbuhan bakteri Staphlyococcus Aureus dan untuk melihat bagian mana dari pelepah atau batang tanaman pisang yang lebih baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphlyococcus aureus. Metode ekstraksi dari penelitian ini menggunakan maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh diuji aktivitas antibakterinya. Berdasarkan hasil yang diperoleh ekstrak etanol batang tanaman pisang lebih baik dalam menghambat pertumbuhan dari bakteri Staphlyococcus aureus dengan rata-rata zona bening kosentrasi 10% (10,00 mm), 30% ( 17,00 mm ), 50% ( 19,00 mm ), 70% ( 19,33 mm ), dan 90% ( 20,33 mm ). Kata Kunci : Musa paradisiaca var sapientum (L.) Kunt, aktivitas antibakteri, Staphlyococcus aureus

    FORMULASI,UJI STABILITAS DAN UJI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN GEL DARI EKSTRAK ETANOL DAUN SESEWANUA (Clerodendron squamatum Vahl) DENGAN MENGGUNAKAN METODE DPPH

    Get PDF
    ABSTRACTChronic exposure to UV radiation on the skin can cause many side effects on the skin such as premature aging, skin cancer and decreased ability of the immune response. Irreversible skin aging begins at the age of 20 years. Mature leaves (Clerodendron squamatumVahl) have flavonoids, which are antioxidant compounds. This study aims to prove that seswanua leaf gel preparations have good stability, meet the requirements of gel preparations and have good antioxidant effectiveness. This type of research is descriptive analytics. Extraction of sesewanua leaves was carried out using maceration with 96% ethanol solvents. Evaluation of gel preparations was carried out by conducting homogeneity, organoleptic, pH, dispersion and adhesion test. Gel stability test was carried out using the cycling test method. Testing the effectiveness of antioxidants using the method (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) with IC50 results of 123 mg / L for storage and 263 mg / L for post-storage. It can be concluded that gel preparations with 3% HPMC concentration have good stability, fulfills the requirements of gel preparations and has antioxidant effectivenessKeywords : Sesewanua Leaves, Extraction, Gel Preparation, AntioxidantsABSTRAKPaparan kronis radiasi UV terhadap kulit dapat menimbulkan banyak efek samping pada kulit seperti penuaan dini, kanker kulit dan penurunan kemampuan respon imun. Penuaan kulit yang bersifat irreversible dimulai pada usia 20 tahun. Daun Sesewanua (Clerodendron squamatum Vahl) memiliki senyawa flavonoid yang bersifat sebagai  senyawa antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan sediaan gel daun sesewanua mempunyai stabilitas yang baik, memenuhi persyaratan sediaan gel dan mempunyai efektivitas antioksidan yang bagus.Jenis penelitian ini ialah Deskriptif Analitik. Ekstraksi daun sesewanua dilakukan dengan menggunakan metode maserasi danpelarut etanol 96% . Evaluasi sediaan gel dilakukan dengan melakuan uji homogenitas, organoleptis, pH, daya sebar dan daya lekat. Uji stabilitas gel dilakukan dengan menggunakan metode cycling test. Pengujian efektivitas antioksidan menggunakan metode (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH)dengan hasil IC50 sebesar 123 mg/L untuk sebelum penyimpanan dan 263 mg/L untuk sesudah penyimpanan.. Sehingga dapat disimpulkan sediaan gel dengan konsentrasi HPMC 3% mempunyai stabilitas yang baik, memenuhi persyaratan sediaan gel dan memiliki efektivitas antioksidan  Kata Kunci : Daun Sesewanua, Ekstraksi, Sediaan Gel, Antioksida

    FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN KALIANDRA (Calliandra surinamensis) DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERINYA TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

    Get PDF
    ABSTRACT This study aims to test the antibacterial effectiveness of ethanolic extract of Kaliandra leaf cream and evaluate the preparations using parameters of physical properties, physical stability, and sterility. Kaliandra leaf (Calliandra surinamensis) contains compounds such as flavonoid, saponins and tannins that can inhibit the growth of bacteria. This research uses laboratory experimental methods. Cream preparation formula is made with variations in the concentration of ethanol extract of Kaliandra leaves 2%, 3%, 4%, 5%, 6%. Kaliandra leaf extract was obtained by maceration using 96% ethanol solvent. The study of antibacterial test of ethanol extract of Kaliandra leaf extract using the method of Staphylococcus aures produced inhibitory power of 5.09 ± 0.88 mm at a concentration of 6%. The physical evaluation of the cream preparation includes organoleptic examination (odor, color, shape), homogeneity, pH testing, adhesion, dispersion, cycling test. All tests are carried out before and after the cycling test. The results obtained before and after the cycling test showed that the cream preparations met organoleptic requirements, homogeneity, cream pH 6.07 (4.5-6.5), cream adhesion 4.59 seconds (<4 seconds), cream dispersion  6.19 cm (5-7 cm). Cream sterility testing shows that the cream is sterile. It can be concluded that the ethanol extract of Kaliandra leaves cream meets the physical test parameters, is stable and has moderate antibacterial activity. Keywords : Kaliandra Leaf (Calliandra surinamensis), Cream, Antibacterial, Staphylococcous aureus.  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas antibakteri sediaan krim ekstrak etanol daun Kaliandra dan mengevaluasi sediaan dengan menggunakan parameter uji sifat fisik, stabilitas fisik, dan sterilitas. Daun Kaliandra (Calliandra surinamensis) merupakan tanaman yang mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tannin yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium, Formula sediaan krim dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun Kaliandra 2%, 3%, 4%, 5%, 6%. Ekstrak daun Kaliandra diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Penelitian uji antibakteri sediaan krim esktrak etanol daun Kaliandra menggunakan metode sumuran pada bakteri Staphylococcus aures menghasilkan daya hambat 5,09±0,88 mm pada konsentrasi 6%. Evaluasi fisik sediaan krim meliputi pemeriksaan organoleptis (bau, warna,  bentuk), homogenitas, pengujian pH, daya  lekat,  daya  sebar, uji cycling test. Semua pengujian dilakukan sebelum dan sesudah cycling test. Hasil penelitian yang didapat sebelum dan sesudah cycling test menunjukkan bahwa sediaan krim memenuhi persyaratan organoleptis, homogenitas, pH krim 6,07 (4,5-6,5), daya lekat krim 4,59 detik (<4 detik), daya sebar krim 6,19 cm (5-7 cm). Pengujian sterilitas krim menunjukan bahwa krim steril. Dapat disimpulkan bahwa sediaan krim ekstrak etanol daun Kaliandra memenuhi parameter uji fisik, stabil dan memiliki aktivitas  antibakteri yang sedang. Kata kunci : Daun Kaliandra (Calliandra surinamensis), Krim, Antibakteri, Staphlococcous aureus

    STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN MALARIA DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD KABUPATEN MIMIKA

    Get PDF
    ABSTRACT Malaria is an infectious disease caused by the Plasmodium parasite (class of Sporozoa) that attacks red blood cells. In indonesia, there are 4 (four) species of malaria parasites, namely Plasmodium falciparum as the cause of tropical malaria which often causes brain malaria with death, Plasmodium vivax as the cause of malaria tertiana, Plasmodium malariae as the cause of malaria quartana and Plasmodium ovale as the cause of ovale malaria. This study aims to determine the patient characteristics and treatment patterns in malaria patients at the inpatient installation of the Mimika District Hospital in period June – December 2018. This study was a descriptive study with retrospective data collection against 68 medical records of malaria patients who were hospitalized inclusion criteria. There were  more men group than women, 41 patiensts (60,29%). Most of malaria patients are in the 0 – 5 year age group with 30 patients (44,12%). The most common type of malaria is uncomplicated vivax malaria 21 patients (33,82%). The most drug use of patients was Primaquin as many as 57 (83,82%) of 68 patients. The exact percentage of drug use for patients is 100%, right drug 89.71%, right dose 92.65%, timely 97.06% and right route 100%. Keywords : Malaria, Drug Utilization Study, Hospitalization.  ABSTRAK Malaria merupakan penyakit menular disebabkan oleh parasit Plasmodium (kelas Sporozoa) yang menyerang sel darah merah. Di Indonesia dikenal 4 (empat) macam spesies parasit malaria yaitu Plasmodium falciparum sebagai penyebab malaria tropika yang sering menyebabkan malaria otak dengan kematian, Plasmodium vivax sebagai penyebab malaria tertiana, Plasmodium malariae sebagai penyebab malaria quartana dan Plasmodium ovale sebagai penyebab malaria ovale. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan pola pengobatan penyakit malaria pada pasien malaria di instalasi rawat inap RSUD Kabupaten Mimika periode bulan Juni – Desember 2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif terhadap 68 data rekam medik pasien malaria rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi. Jumlah pasien laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan yaitu sebanyak 41 pasien (60,29%). Pasien Malaria kebanyakan berada pada kelompok usia 0-5 tahun sebanyak 30 pasien (44,12%). Jenis malaria yang paling sering terjadi adalah Malaria vivax tanpa komplikasi sebanyak 23 pasien (33,82%). Penggunaan obat pasien paling banyak yaitu Primakuin sebanyak 57 (83,82%) dari total 68 pasien. Persentase ketepatan penggunaan obat yang tepat pasien 100%, tepat obat 89,71%, tepat dosis  92.65%, tepat waktu 97,06% dan tepat rute 100%. Kata kunci : Malaria, Studi Penggunaan Obat, Rawat Inap

    UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAN FRAKSI TUNIKATA Lissoclinum patella TERHADAP PERTUMBUHAN MIKROBA Escherichia coli, Staphylococcus aureus, DAN Candida albicans

    Get PDF
    ABSTRACT Tunicate is one of the marine biota that has the potential to be utilized as a search for bioactive compounds, as prospective drugs in the pharmaceutical world. This study aims to determine the antimicrobial activity of extracts and fractions of Tunicates Lissoclinum patella obtained from the waters of Tumbak Village against the growth of microbes Escherichia coli, Staphylococcus aureus and Candida albicans. Samples were extracted by maceration using ethanol as a solvent. Fractionation using n-hexane, chloroform and methanol. Antimicrobial activity was tested using the disc diffusion method (Kirby and Bauer). The results showed that the ethanols extract, n-hexane fraction, chloroform fraction, methanol fraction effectively inhibited the growth of microbes Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Candida albicans with moderate inhibition strength categories based on Davis and Stout theory. Keywords     : Tunicata, Lissoclinum patella, antimicrobial, Candida albicans, Escherichia coli, Staphylococcus aureus.  ABSTRAK Tunikata merupakan salah satu biota laut yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pencarian senyawa bioaktif, calon obat di dunia farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba dari ekstrak dan fraksi Tunikata Lissoclinum patella yang diperoleh dari perairan Desa Tumbak terhadap pertumbuhan mikroba Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Sampel diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol. Fraksinasi menggunakan pelarut n-Heksan, kloroform dan metanol. Aktivitas antimikroba diuji menggunakan metode disc diffusion test (Kirby dan Bauer). Hasil penelitian menunjukkan bahkwa ekstrak etanol, fraksi n-Heksan, fraksi kloroform, fraksi metanol efektif menghambat mikroba Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Candida albicans dengan kategori kekuatan daya hambat sedang berdasarkan teori Davis dan Stout. Kata kunci     : Tunikata, Lissoclinum patella, antimikroba, Candida albicans, Escherichia coli, Staphylococcus aureus

    ANALISIS PEWARNA RHODAMIN B PADA SAOS BAKSO TUSUK YANG BEREDAR DIBEBERAPA SEKOLAH DASAR DI KOTA MANADO

    Get PDF
    ABSTRACTRhodamin B is a red synthetic dye commonly used as paper dyes, textiles or inks. Food products that are often added by Rhodamin B by irresponsible producers is sauce. The purpose of this study was to determine the presence and levels of Rhodamin B found in skewers meatballs sold in several elementary schools in Manado City using Thin Layer Chromatography and UV-Vis Spectrophotometer. The results of the study obtained that the results of the qualitative analysis using TLC obtained 5 sampels identified based on Rf value parameters and color visualization. Quantitative analysis of UV-Vis spectrophotometer produced Rhodamin B level values for each sample which was calculated using regression formula y = 0,0726 x + 0,0432 and R2 = 0,9957. The sample code A1 was 3,443 ± 0,080 μg/mL, B1 was 3,057 ± 0,150 μg/mL, B2 was 5,881 ± 0,170 μg/mL, C1 was 3,884 ± 0,130 μg/mL, and C2 was 4,517 ± 0,140 μg/mL. The conclusion in this study is that skewer meatballs circulating in several elementary schools in Manado City contains Rhodamin B. Keywords: Rhodamin B, Skewer Meatballs Sauce, Thin Layer Chromatography, UV-Vis Spectrophotometer. ABSTRAKRhodamin B merupakan pewarna sintetik berwarna merah yang umum digunakan sebagai pewarna kertas, tekstil atau tinta. Produk pangan yang sering di tambahkan Rhodamin B oleh produsen yang tidak bertanggung jawab adalah saos. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan dan kadar Rhodamin B yang terdapat pada saos bakso tusuk yang dijajakan pada beberapa Sekolah Dasar di Kota Manado menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa hasil analisis secara  kualitatif menggunakan KLT diperoleh  5 sampel teridentifikasi berdasarkan parameter nilai Rf dan visualisasi warna. Analisis kuantitatif spektrofotometer UV-Vis menghasilkan nilai kadar Rhodamin B tiap sampel masing-masing yang dihitung dengan menggunakan rumus regresi y= 0,0726 x + 0,0432 dan nilai R2 = 0,9957.  Sampel kode A1 sebesar 3,443 ± 0,080 μg/mL , B1 sebesar 3,057 ± 0,150 μg/mL, B2 sebesar 5,881 ± 0,170 μg/mL, C1 sebesar 3,884 ± 0,130 μg/mL, dan C2 sebesar 4,517 ± 0,140 μg/mL. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu saos bakso tusuk yang beredar di beberapa sekolah dasar di Kota Manado mengandung Rhodamin B.  Kata Kunci: Rhodamin B, Saos Bakso Tusuk, Kromatografi Lapis Tipis, Spektrofotometer UV-Vis

    KARAKTERISTIK GAYA AERODINAMIKA PADA BURUNG MERPATI (COLUMBA LIVIA)

    Get PDF
    ABSTRACT Pigeon (Columba livia) is a type of bird which is nurtured and cultivated by human. Pigeon is one of the vertebrate aves group that has wings and feathers in which the majority of their activities are flying. Pigeon has unique advantages over other bird species which it has high ability to remember location and can also fly up to 65-80 km/hour. In one day, pigeon can fly as far as 965 km. The beautiful style of pigeon when flying allows it to fly quickly in aerodynamics. Based on the research background, we investigated the characteristics of aerodynamics of pigeons. The aim of this study was to determine the lift and thrust forces produced by pigeons during flying. The results of this study ware expected to be source of information on the biophysical aspects of aerodynamic forces of birds. As a result, body’s morphometric measurements among bird one, two, and three such as, The lift and thrust force of the first Pigeon (L= 16.71 N and F= 8.16 N), second dove (L= 6.21 N and F= 6.82 N) and third Pigeon (L= 9.18 N and F= 6.29 N). Keywords : Pigeon, Aerodynamic Force Characteristics, Morphomentrik.  ABSTRAK Burung merpati (Columba livia) merupakan jenis burung yang dipelihara dan dibudidayakan para penggemar burung. Burung merpati adalah salah satu kelompok aves bertulang belakang (vertebrata) yang mempunyai sayap dan bulu mayoritas aktivitasnya adalah terbang. Burung merpati ini mempunyai kelebihan-kelebihan unik dari pada jenis burung lainnya, yaitu burung merpati mempunyai kemampuan mengingat lokasi sangat baik serta burung ini juga mempu terbang hingga 65-80 km/jam, dalam satu hari burung merpati dapat terbang sejauh 965 km. Gaya burung merpati yang indah saat terbang memungkinkan mereka terbang dengan cepat secara aerodinamika. Berdasarkan latar belakang tersebut telah dilakukan penelitian tentang karakteritik gaya aerodinamika pada burung merpati . Dengan tujuan mengetahuai berapa gaya angkat dan gaya dorong yang dihasilkan burung merpati ketika terbang. Dari hasil penelitian diharapkan dapat menjadi sumber informasi pada aspek biofisika terhadap gaya aerodinamika pada burung. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pengukuran Morfometrik tubuh burung merpati satu, dua, dan ketiga. Perhitungan gaya angkat dan gaya dorong pada burung merpati pertama (L= 16,71 N dan F= 8,16 N), burung ke dua (L= 6,21 N dan F= 6,82 N) dan burung ke tiga (L= 9,18 N dan F= 6,29 N) dapat dilihat bahwa adanya perbedaan gaya angkat dan gaya dorong burung merpati satu, dua, dan tiga. Kata kunci : Burung Merpati, Karakteristik Gaya Aerodinamika, Morfomentri

    ANALISIS BORAKS PADA ABU KOPRA DI KABUPATEN MINAHASA DAN MINAHASA SELATAN

    Get PDF
    ABSTRACTBorax is one of the dangerous substances and is prohibited from being used in food products. Borax is chemical compound called sodium tetraborate (NaB4O7 â»10 H2O). Borax or Borax acid is usually used for making detergents and antiseptic and its use in food product, can cause a various health problems. The purpose of this study was to determine the presence and levels of Borax found in copra ash in Tateli and Lelema villages. The method which used in this study was the flame Color Test method, Tumeric Paper and UV-Vis Spectrophotometer. The results obtained that the two samples identified based on color visualization parameters. Quantitative analysis by UV-Vis spectrophotometer resulted in the value of Borax levels for each sample which calculated using the regression formula of y = 0,137x + 0,136 and the value of R2 = 0,999. Sample A is 1.131 μg/mL and B sebesar 0,277 μg/mL. The grade value indicates the presence of Borax in samples A and B. Keywords : Borax, Copra Ashes, Color Test, UV-Vis Spectrophotometry ABSTRAKBoraks termasuk salah satu zat berbahaya dan dilarang digunakan pada produk pangan. Boraks merupakan senyawa kimia dengan nama natrium tetraborat (NaB4O7 10 H2O). Boraks atau asam boraks biasanya digunakan untuk bahan pembuat deterjen dan antiseptik dan penggunaannya dalam produk-produk pangan, dapat menyebabkan berbagai gangguan pada kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan dan kadar Boraks yang terdapat pada abu kopra di Desa Tateli dan Desa Lelema. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Uji Warna pada Nyala Api, Kertas Tumerik dan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian yang diperoleh bahwah hasil analisis secara kualitatif dengan Uji warna pada Nyala Api dan Kertas Tumerik diperoleh kedua sampel teridentifikasi berdasarkan  parameter visualisasi warna. Analisis kuantitatif spektrofotometer UV-Vis menghasilkan nilai kadar Boraks tiap sampel masing-masing yang dihitung dengan menggunakan rumus regresi y = 0,137x + 0,136 dan nilai R2 = 0,999. sampel A sebesar 1,131 μg/mL dan B sebesar 0,277 μg/mL. Nilai kadar menunjukkan keberadaan Boraks di dalam sampel A dan B. Kata Kunci:  Boraks, Abu Kopra, Uji Warna, Spektrofotometri UV-Vi

    KESESUAIAN PENERAPAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK MILIK BUMN WILAYAH KOTA MANADO

    Get PDF
    ABSTRACTThe application of pharmaceutical service standards in pharmacies in general is not in accordance with the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia at Year of 2016 concerning the Pharmaceutical Service Standards at the Pharmacy, which stipulates that all pharmaceutical personnel in carrying out their professional duties at pharmacies refer to these standards. This study aims to determine the suitability of the management of pharmacies owned by state-owned companies in the City of Manado with pharmaceutical service standards at the Pharmacy according to the Decree of the Minister of Health No. 73 of 2016. This type of research is a descriptive study. Data was collected by conducting direct observations accompanied by filling in questionnaires at 5 state-owned pharmacies in the Manado City Region. Based on the results of this study it is known that all pharmacies have met the standards of aspects of supply management, resources and the availability of facilities and infrastructure that are included in the good category. While the aspect of prescription services included in the good category as many as 2 pharmacies, with an average value for prescription services for 2 pharmacies is 72.72%. Keywoard : Pharmacy, Pharmacist, Pharmaceutical Service Standards.  ABSTRAKPenerapan standar pelayanan kefarmasian di apotek pada umumnya belum sesuai dengan Peratuuran Menteri Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, yang menetapkan bahwa semua tenaga kefarmasian dalam melaksanakan tugas profesinya di apotek agar mengacu pada standar tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kesesuaian Pengelolaan Apotek milik BUMN Wilayah Kota Manado dengan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 73 Tahun 2016. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dengan cara melakukan observasi langsung disertai dengan pengisian kuesioner pada 5 apotek BUMN di Wilayah Kota Manado. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa seluruh apotek telah memenuhi standar dari aspek pengelolaan perbekalan, sumber daya dan ketersediaan fasilitas sarana dan prasarana yang termasuk dalam kategori baik. Sedangkan dari aspek pelayanan resep yang termasuk dalam kategori baik sebanyak 2 apotek, dengan nilai rata-rata untuk pelayanan resep 2 apotek adalah 72,72%. Kata Kunci : Apotek, Apoteker, Standar Pelayanan Kefarmasian

    PENGARUH PEMBUATAN SALEP EKSTRAK DAUN AFRIKA (Vernonia amygdalina) DENGAN BASIS HIDROKARBON DAN ABSORBSI TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus)

    Get PDF
    ABSTRACTBurn wound is damaged tissue caused by contact with a heat source which causes infection, so needed some drug for this burn wound. Ointment is a pharmaceutical dosage form used on the skin which is intended for topical effect. In African leaves or Vernonia amygdalina  which has many chemical contents and useful effects. This study aimed to test the quality preparation of ointments made from African leaves ethanol extract with hydrocarbon and absorption and its effect on burn wound in rabbits in order to find out effective ointment base for burn wound. The procedures applied were to dry the samples and extract them by maceration. After that, the samples were soaked using ethanol and diaterbath to obtain their thick extract. Later, the base ointment was mixed with thick extract using hot mortar, and tested for its physical properties and effectiveness of burn wound. The results showed that the hydrocarbon and absorbtion ointment base has good quality except for absorption’s poor distribution capacity due to its small dispersive power. African leaves extract ointment with hydrocarbon base and absorption has good quality preparations except for the absorption base’ dispersion power for due to its small dispersive power. To conclude, this study proves that the African leaf extract ointment with hydrocarbon base is very effective for burn wound healing. Key Words: African Leaves, Burn Wound, Ointment. ABSTRAKLuka bakar merupakan rusaknya jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas yang dapat menimbulkan infeksi, maka dari itu dibutuhkan sediaan yang dapat menangani luka bakar tersebut. Sediaan salep merupakan bentuk sediaan farmasi yang digunakan pada kulit yang dimaksudkan untuk efek topikal. Pada daun Afrika (Vernonia amygdalina) dapat ditemukan banyak kandungan kimia dan efek yang baik juga. Pada penelitian ini bertujuan untuk menguji salep ekstrak etanol daun Afrika dengan basis hidrokarbon dan absorbsi terhadap sediaan mutu dan juga terhadap luka bakar pada kelinci kemudian menemukan basis salep yang efektif untuk luka bakar. Sampel dikeringkan dan diekstraksi secara maserasi dan direndam menggunakan etanol dan diwaterbath untuk mendapatkan ekstrak kental, bahan basis salep dicampurkan dengan ekstrak kental menggunakan mortar panas, diuji sifat fisik dan efektifitas terhadap luka bakar. Basis hidrokarbon sangat efektif untuk luka bakar. Untuk basis hidrokarbon bersifat melunakkan lapisan kulit karena occlusive sehingga akan meningkatkan hidratasi kulit dengan menghambat penguapan air pada lapisan kulit, akibat hidratasi lapisan kulit, mungkin juga akan meningkatkan aktivitas obat. Absorbsi menunjukkan kemampuan basis dalam menyerap air, bukan kemampuan obat diabsorpsi oleh kulit. Salep ekstrak daun Afrika dengan basis hidrokarbon dan absorbsi memiliki sediaan mutu yang baik kecuali pada bagian daya sebar untuk basis absorbsi karena memiliki hasil daya sebar yang kecil, basis hidrokarbon salep ekstrak daun Afrika sangat efektif terhadap penyembuhan luka bakar. Kata Kunci: Daun Afrika, Luka Bakar, Salep

    978

    full texts

    1,026

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PHARMACON
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇