PHARMACON
Not a member yet
1026 research outputs found
Sort by
FORMULASI SEDIAAN SABUN CAIR EKSTRAK ETANOL DAUN TURI (Sesbania grandiflora L.) DAN UJI ANTIJAMUR TERHADAP Candida albicans
ABSTRACTThe leaves of Hummingbird (Sesbania grandiflora L.) contain flavonoid compounds, saponins and tannins that are antifungal. This research aims to formulate liquid soap extracts of Hummingbird leaf ethanol and test the effectiveness of the antifungal preparations of the liquid soap of Hummingbird leaf ethanol with a concentration of 4%, 6%, 8%, 10% and 12% of the fungus growth of Candida albicans. This research uses experimental methods. The formulation of this liquid soap of Hummingbird leaf ethanol is conducted organoleptic test, pH, high foam, moisture content, free alkaline content, and type weights. Testing the effectiveness of antifungal to Candida albicans growth is done by diffusion method. Liquid soap preparations of Hummingbird leaf ethanol extract meet the standards set by SNI for organoleptic testing, pH test, Foam High test, water content test, free alkali rate test, and type weight test. Based on the anti-fungal testing of the preparation of a liquid soap extract of Hummingbird leaf ethanol to the fungus Candida albicans obtained the results of all preparations have a resistance to fungi and strong categorized.Keywords:Â Hummingbird leaves, Liquid soap, AntifungalABSTRAK Daun Turi (Sesbania grandiflora L.) memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin dan tannin yang bersifat sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sabun cair ekstrak etanol daun Turi dan menguji efektivitas antijamur sediaan sabun cair ekstrak etanol daun Turi dengan konsentrasi 4%, 6%, 8%, 10% dan 12% terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Formulasi sediaan sabun cair ekstrak etanol daun Turi ini dilakukan pengujian organoleptik, pH, tinggi busa, kadar air, kadar alkali bebas, dan bobot jenis. Pengujian efektivitas antijamur terhadap pertumbuhan Candida albicans dilakukan dengan metode difusi. Sediaan sabun cair ekstrak etanol daun turi memenuhi standar yang ditetapkan SNI pada pengujian organoleptik, uji pH, uji tinggi busa, uji kadar air, uji kadar alkali bebas, dan uji bobot jenis. Berdasarkan pengujian antijamur sediaan sabun cair ekstrak etanol daun Turi terhadap jamur Candida albicans didapatkan hasil semua sediaan memiliki daya hambat terhadap jamur dan dikategorikan kuat.Kata Kunci: Daun Turi, Sabun Cair, Antijamu
REVIEW - PENGEMBANGAN KURKUMIN DAN ANDROGRAFOLIDA UNTUK SEDIAAN PARENTERAL
ABSTRACTCurcuma longa Linn (Kunyit) and Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees (Sambiloto) are some examples of plants that grown in Indonesia that provides many health benefits with their isolated coumpound Curcumin and Andrographolide, respectively. However, due to their low water-solubility, low stability, rapid metabolism, poor absorption, and degradation during processing or within the gastrointestinal tract and alkaline conditions therefor reduces its oral bioavailability and consequently decreasing its development as a therapeutic drugs via oral. The advantage of parenteral route of administration including reduced toxicity, improved drug solubility and stability, prolonged circulation time, and enhanced tissue penetration. This review summarizes and discusses published journals on the key development on parenteral delivery system of curcumin and andrographolide as active ingredients. Keywords : Curcumin, Andrographolide, Parenteral ABSTRAKCurcuma longa Linn (Kunyit) dan Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees (Sambiloto) adalah beberapa contoh tanaman yang tumbuh di Indonesia yang memberikan banyak manfaat kesehatan dengan senyawa yang terkandung didalamnya seperti Kurkumin dan Andrografolida. Namun karena sifatnya sukar larut dalam air, stabilitas rendah, metabolisme yang cepat, susah diabsorbsi, dan terdegradasi dalam asam lambung dan kondisi alkali, akibatnya menurunkan bioavailabilitas oralnya dan mengurangi manfaatnya. Pemberian secara parenteral adalah rute yang memiliki keuntungan termasuk mengurangi toksisitas, meningkatkan kelarutan obat dan stabilitas, memperpanjang waktu sirskulasi, dan peningkatan penetrasi jaringan. Ulasan ini merangkum dan membahas jurnal pada mengenai pengembangan sistem penghantaran secara parenteral dengan kurkumin dan andrografolida sebagai senyawa aktifnya. Kata Kunci : Kurkumin, Andrografolida, Parentera
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN PANGI (Pangium edule Reinw. ex Blume) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus, Escherichia coli DAN Pseudomonas aeruginosa
ABSTRACTOne of the natural ingredients that are often used as a medicinal plants is Pangi (Pangium edule Reinw. Ex Blume) plant. The part of pangi that are often used are leaves, which is known have antibacterial activity. North Sulawesi people empirically use this plant as food and to cure various diseases such as treating itching on the skin caused by bacteria found on the skin. The aim of this research was to determine and study the strength of antibacterial inhibition based on the category of inhibition by Davis and Stout of ethanol extract from pangi (Pangium edule Reinw. ex Blume) leaf performed by disc diffusion Kirby and Bauer method againts Staphylococcus aureus, Escherichia coli and Pseudomonos aeruginosa bacterias. The result showed that the ethanol extract from pangi (Pangium edule Reinw. Ex Blume) leaf has medium inhibitory strength at concentrations of 4%, 6% and 8%.Keywords: Pangium edule Reinw. ex Blume leaf, Antibacterial, Disc diffusion method  ABSTRAKSalah satu bahan alam yang sering digunakan sebagai tumbuhan obat adalah tumbuhan pangi (Pangium edule Reinw. ex Blume). Bagian dari tumbuhan pangi yang sering digunakan adalah bagian daun, dimana telah diketahui mempunyai aktivitas antibakteri. Masyarakat Sulawesi Utara secara empiris menggunakan tumbuhan ini sebagai bahan makanan serta untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti mengobati penyakit gatal-gatal pada kulit yang disebabkan oleh bakteri yang terdapat pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan daya hambat antibakteri berdasarkan kategori penggolongan daya hambat oleh Davis dan Stout dari ekstrak etanol daun Pangium edule Reinw. ex. Blume dengan metode difusi agar (difusi disk Kirby dan Bauer) terhadap bakteri uji Staphyloccocus aureus, Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa. Hasil penelitian didapati bahwa ekstrak etanol daun Pangium edule Reinw ex. Blume mempunyai kekuatan daya hambat kategori sedang pada konsentrasi 4%, 6% dan 8%.Kata kunci: Daun Pangium edule Reinw. ex Blume, Antibakteri, Metode difusi dis
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BULBUS BAWANG DAYAK (Eleutherine americana Merr) DENGAN METODE DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl)
ABSTRACTDayak onion plant (Eleutherine americana Merr.) or commonly called forest onion is a typical plant of Central Kalimantan that has been used by local peoples for cure a various types of diseases. This study aims to determine the activity of antioxidant compounds from Dayak bulb ethanol extracts from Kotamobagu City. This research method is an experimental laboratory. Initially the Dayak bulb sample was extracted maceration with 96% ethanol solvent then evaporated until a thick extract was obtained. As a parameter, the DPPH method (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) was used to test the antioxidant activity of the samples at concentrations of 50, 60, 70, 80 and 90 mg / L and as a comparison standard used Vitamin C with concentrations of 2, 4, 6, 8 and 10 mg / L. The results obtained showed antioxidant activity in Dayak bulb ethanol extracts with IC50 values of 41.46 mg / L and on vitamin C IC50 values of 1.04 mg / L. Based on these results it can be concluded that the onion bulb ethanol extract has very strong antioxidant activity. Keywords: Dayak Onion bulbs, Activity, Antioxidant, DPPH  ABSTRAK Tanaman bawang Dayak (Eleutherine americana Merr.) atau biasa disebut bawang hutan merupakan tanaman khas Kalimantan Tengah yang sudah dipergunakan masyarakat lokal sebagai obat berbagai jenis penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas senyawa antioksidan dari ekstrak etanol bulbus bawang Dayak yang berasal dari Kota Kotamobagu. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Awalnya sampel bulbus bawang Dayak diekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 96% kemudian dievaporasi hingga didapatkan ekstrak kental. Sebagai parameter, digunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) untuk pengujian aktivitas antioksidan sampel pada konsentrasi 50, 60, 70, 80 dan 90 mg/L dan sebagai standar pembanding digunakan Vitamin C dengan konsentrasi 2, 4, 6, 8 dan 10 mg/L. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol bulbus bawang Dayak dengan nilai IC50 sebesar 41,46 mg/L dan pada vitamin C nilai IC50 sebesar 1,04 mg/L. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol bulbus bawang Dayak memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Kata kunci: Bulbus Bawang Dayak, Aktivitas, Antioksidan, DPP
FORMULASI SEDIAAN KRIM KOMBINASI EKSTRAK DAUN SELEDRI (Apium graveolens L.) DAN DAUN JATI (Tectona grandis Linn.F) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus
ABSTRACT Celery plants (Apium graveolens L.) and teak plants (Tectona grandis Linn.f) are plants that contain flavonoids, tannins, and saponins and has antibacterial activity against Staphylococcus aureus. This study aims to test the antibacterial effectiveness of combination of celery and teak leaf cream and evaluate cream with parameters of physical tests (organoleptic, homogeneity, pH, spreadability, adhesion) and physical stability with cycling test method. This study used an experimental laboratory method by making 5 variations concentration of extracts. Celery and teak leaf extract was extracted by maceration method. Antibacterial test used the wells method. Results of the evaluation of physical tests for organoleptic test (odor: a typical combination of extracts;color: brown;shape: semi-solid), homogeneity test (homogeneous), average of pH test is 6.02, dispersion test is 4.27 cm, adhesion test is 18.42 seconds. Based on the results of this study, concluded that the combination of celery leaf and teak leaf extract can be formulated into a cream. The cream of combination of celery and teak leafs extract are bacteriostatic and has antibacterial activity with an average diameter for formulation I 13.4 mm, formulation II 9.23 mm, formulation III 16.23 mm, formulation IV 11 mm, and formulation V 12.06 mm. Keywords : Celery (Apium graveolens L.), Teak (Tectona grandis Linn.f), Antibacterial, Cream. ABSTRAK Tanaman seledri (Apium graveolens L.) dan tanaman jati (Tectona grandis Linn.f) merupakan tanaman yang mengandung flavonoid, tanin dan saponin dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri sediaan krim kombinasi ekstrak daun seledri dan daun jati serta mengevaluasi sediaan krim dengan parameter uji sifat fisik (uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat) dan stabilitas fisik dengan metode cycling test. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan membuat 5 variasi konsentrasi ekstrak. Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi. Uji antibakteri dilakukan dengan metode sumuran. Hasil evaluasi sifat fisik untuk uji organoleptik (bau: khas kombinasi ekstrak;warna:coklat;bentuk:setengah padat), uji homogenitas (susunan homogen), rata-rata uji pH 6,02, daya sebar 4,27 cm, daya lekat 18,42 detik. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak daun seledri dan daun jati dapat diformulasikan menjadi sediaan krim. Sediaan krim kombinasi ekstrak daun seledri dan daun jati bersifat bakteriostatik dan memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter rata-rata untuk formula I 13,4 mm, formula II 9,23 mm, formula III 16,23 mm, formula IV 11 mm, dan formula V 12,06 mm. Kata Kunci : Seledri (Apium graveolens L.), Jati (Tectona grandis Linn.f), Antibakteri, Kri
EVALUASI PELAKSANAAN PENULISAN RESEP OBAT GENERIK PADA PASIEN BPJS RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MANADO
ABSTRACT The Indonesian government issued Minister of Health Regulation No. HK.02.02/MENKES/068/I/2010 which requires writing prescriptions with generic names in government health facilities. In addition, the government also compiled the National Formulary as a reference in drug selection as stated in Minister of Health Regulation No. 129/MENKES/SK/II/2008 concerning the Minimum Service Standard of Hospital. However, there are still many government health facilities that still use non-generic drugs in BPJS prescriptions. The study was conducted to measure the percentage of prescription writing in generic names and the suitability of recipes with the National Formulary in outpatient BPJS patients in Manado Bhayangkara Hospital. The method used is descriptive analysis by taking 392 recipe sheets as samples. The results showed that the average percentage of prescription writing for the period December 2019 - May 2020 with a generic name was 81.38% and conformity to the National Formulary was 58.68%. Recipes that fully use generic names and conform to the National Formulary only have an average percentage of 57.41%. Based on the results obtained, it can be concluded that the writing of recipes in generic names has met the standards, but compliance with national formularies has not yet reached the established standards. Keywords: Health BPJS, National Formulary, Generic Drug  ABSTRAK Pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. HK.02.02/MENKES/068/I/2010 yang mewajibkan penulisan resep dengan nama generik di fasilitas kesehatan pemerintah. Disamping itu, pemerintah juga menyusun formularium nasional sebagai acuan dalam pemilihan obat sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Namun, masih banyak fasilitisas kesehatan pemerintah yang masih menggunakan obat bukan generik dalam resep BPJS. Penelitian dilakukan untuk mengukur persentase penulisan resep dalam nama generik dan kesesuaian resep dengan formularium nasional pada pasien BPJS rawat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara Manado. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pengambilan 392 lembar resep sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase penulisan resep periode Desember 2019 – Mei 2020 dengan nama generik sebesar 81,38% dan kesesuaian dengan Formularium Nasional sebesar 58,68%. Resep yang sepenuhnya menggunakan nama generik dan sesuai formularium nasional hanya memiliki persentase rata-rata sebesar 57,41%. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa penulisan resep dalam nama generik telah memenuhi standar, akan tetapi kesesuaian dengan formularium nasional belum mencapai standar yang ditetapkan. Kata kunci: BPJS Kesehatan, Formularium Nasional, Obat Generi
POLA PENGGUNAAN INSULIN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE I DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO
ABSTRACTDiabetes mellitus type I is a condition which characterized by a high levels of sugar or glucose in the blood. Type I diabetes mellitus occurs when the body produces less or no insulin. As a result, people with type I diabetes require additional insulin from outside. Normally the level of sugar in the blood is controlled by the hormone insulin produced by the pancreas. The study aimed to determine the pattern of insulin use in patients with Type I Diabetes Mellitus in RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Sampling used a descriptive method with a retrospective research design of medical record data that met the inclusion criteria. The sample of this study were 24 patients. The pattern of insulin use is based on the correct evaluation of 24 patients (100%), the right dose of 19 patients (76.16%), the right drug 24 patients (100%), the right indication of 24 patients (100%). Keywords: Diabetes mellitus type I, insulin, outpatient.  ABSTRAKDiabetes Melitus tipe I adalah kondisi yang ditandai dengan tingginya kadar gula atau glukosa dalam darah. Diabetes melitus tipe I terjadi ketika tubuh kurang atau sama sekali tidak memproduksi insulin. Akibatnya, penderita Diabetes Melitus tipe I memerlukan tambahan insulin dari luar. Normalnya kadar gula dalam darah dikontrol oleh hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Penelitian ditujukan untuk mengetahui pola penggunaan insulin pada pasien Diabetes Melitus Tipe I di RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Pengambilan sampel menggunakan metode deskriptif dengan desain penelitian retrospektif dari data rekam medik yang memenuhi kritera inklusi. Sampel penelitian ini sebanyak 24 pasien. Pola penggunaan insulin berdasarkan evaluasi tepat pasien sebanyak 24 pasien (100%), tepat dosis sebanyak 19 pasien (79,16%), tepat obat sebanyak 24 pasien (100%), tepat indikasi sebanyak 24 pasien (100%). Kata kunci : Diabetes Melitus tipe I, insulin, rawat jala
FORMULASI SEDIAAN PERONA PIPI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.) DAN BUNGA KANA MERAH (Canna coccinea Mill.) DALAM BENTUK STICK
ABSTRACT Purple Sweet Potato (Ipomoea batatas L.) and Red Cana Flower (Canna coccinea Mill.) contain natural dyes (anthocyanins) which are used as an alternative natural dyes as well as natural antioxidants. This study aims to make and discover the physical evaluation of blusher preparations using natural dyes in a combination of Purple Sweet Potato extract and Red Cana Flower with a concentration of 15%: 15%, 15%: 20 %, 20%: 20%. This research used laboratory experimental methods. The results of the physical properties test showed that the resulting preparations gave a light purple to purplish pink color, had a distinctive odor of pafrum oleum rose, had a soft texture, all preparations had a homogeneous composition, the ph value of the preparations ranged from 6.00 – 6.45, the best polish at concentrations dye 20%: 20%, for 14 days of observation the color on all preparations did not change with light, and the most preferred preparations by researcher are those with dye concentrations of 20%: 20%. It shows that it can be concluded that a combination of ethanol extract of Purple Sweet Potato and Red Cana Flower. Can be used as a natural dye in blush preparations. Keywords: Ipomoea batatas L., Canna coccinea Mill., Blusher. ABSTRAK  Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) dan Bunga Kana Merah (Canna coccinea Mill.) mengadung pewarna alami (antosianin) yang digunakan sebagai zat pewarna alami alternatif mapun sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk membuat serta mengetahui evaluasi fisik sediaan perona pipi dengan memanfaatkan pewarna alami pada kombinasi ekstrak Ubi Jalar Ungu dan Bunga Kana Merah dengan konsentrasi 15%:15%, 15%:20% dan 20%:20%. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Hasil pengujian sifat fisik menunjukan bahwa sediaan yang dihasilkan memberikan warna ungu muda hingga merah muda keunguan, bau khas parfum oleum rose, teksturnya lembut, semua sediaan memiliki susunan yang homogen, nilai pH sediaan berkisar 6,00 - 6,45, polesan terbaik pada konsentrasi zat warna 20%:20%, selama 14 hari pengamatan warna pada semua sediaan tidak mengalami perubahan terhadap cahaya, dan sediaan yang paling disukai oleh panelis adalah sediaan dengan konsentrasi zat warna 20%:20%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak etanol Ubi Jalar Ungu dan Bungu Kana Merah dapat digunkan sebagai pewarna alami dalam sediaan perona pipi. Kata kunci: Ipomoea batatas L., Canna coccinea Mill., Perona pip
EFEK PEMBERIAN ALPHA LIPOIC ACID PADA ENDOTEL TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI LIPOPOLISAKARIDA
ABSTRACT Endothelial dysfunction play a major role in the pathogenesis of vascular diseases, especially atherosclerosis. Endothelial dysfunction causes endothelial cells are activated and resulting homeostasis changes in endothelial cell. Rats were induced by LPS 0.5 mg/kg and treated with ALA at doses of 30 mg/kg, 60 mg/kg and 120 mg/kg BW for 2 weeks which given 1 hour before the LPS administration. This study show that LPS causes morphological changes in rat aorta based on histochemical staining show that endothelial cell are irregular, not homogeneous and increase permeability but in group that received show that ALA can improve the morphological of endothelial cell by reduces ROS, regenerates of exogenous and endogenous antioxidants. Administration of ALA and LPS reduce the rats body weight but not significant compared to the control group. Therefore can be concluded that administration of ALA can prevent endothelial dysfunction. Keywords: Endothel dysfunction, alpha lipoic acid, lipopolysaccharide  ABSTRAK Disfungsi endotel berperan penting pada pathogenesis penyakit vascular, khususnya aterosklerosis.  Disfungsi endotel menyebabkan sel endotel teraktivasi dan terjadi perubahan homeostatis pada sel endotel. Tikus diinduksi dengan LPS 0.5 mg/Kg BB dan selanjutnya di terapi dengan ALA pada dosis 30mg/Kg BB, 60mg/Kg BB, dan 120mg/Kg BB selama 2 minggu 1 jam sebelum pemerian LPS. Penelitian ini menujukan bahwa LPS dapat menyebabkan perubahan morfologi pada sel nedotel berdasakan pada hasil pewarnaan jaringan yang menunjukan sel endotel yang tersusun tidak beraturan, tidak homogeny dan terjadi peningkatan permeabilitas tapi pada kelompok perlakuan yang mendapatkan terapi ALA menunjukan ALA dapat memperbaiki morfologi sel endotel dengan mengurangi ROS, meningkatkan antioksidan eksogen dan endogen. Pemberian ALA dan LPS tidak menyebabkan perubahan berat badan tikus yang signifikan di bandingkan dengan kelompok control. Sehingga dapat disimpulkan pemberian ALA dapat mencegah disfungsi endotel. Kata Kunci: disfungsi endotel, histokimia, alpha lipoic acid, lipopolisakarid
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI JAMUR ENDOFIT PADA DAUN DAN BATANG TUMBUHAN KUMIS KUCING (Orthosiphon aristatus) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN staphylococcus aureus
ABSTRACTEndophytic fungi are fungi that live in plant tissues and do not harm the plants. Endophytic fungi can produce compounds that have the potential to be antibacterial. This study aims to examine the antibacterial activity of endophytic fungi isolated from the leaves and stems of the cat's whiskers plant (Orthosiphon aristatus) against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. Cat's whiskers contain essential oils which are used as antibacterial against some pathogenic bacteria such as Staphylococcus aureus and Escherichia coli. The method used is experimentally in the laboratory to test the antibacterial activity of endophytic fungi isolates derived from cat's whiskers (Orthosiphon aristatus) on Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria using the hole / well method. In the research results obtained four samples of endophytic fungi extract isolated from the leaves and stems of the cat's whiskers plant (Orthosiphon aristatus) . The results of antibacterial research showed that endophytic mushroom extract isolated from cat's whiskers were more effective in inhibiting Escherichia coli bacteria compared to Staphylococcus aureus. In Escherichia coli bacteria the average value of inhibition is 5 mm whereas in Staphylococcus aureus bacteria the average value of inhibition is only 2 mm. So it can be seen that the endophytic fungus from the leaves of cat's whiskers has a better antibacterial effect than the endophytic fungus from the stems of the cat's whiskets. Conclusion, etidophytic fungi isolated from leaves and stems of cat's whiskers (Orthosiphon aristatus) have an antibacterial effect on the growth of E. coli bacteria and are not effective against S. aureus bacteria.Keywords: Cat's whiskers (Orthasiphan aristatus), antibacterial activity, Escherichia coli and Staphylococcus aureus. ABSTRAKJamur endofit ialah jamur yang hidup di dalam jaringan tumbuhan dan tidak membahayakan tumbuhan tersebut. Jamur endofit dapat menghasilkan senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri jamur endofit yang diisolasi dari daun dan batang tumbuhan kumis kucing (Orthosiphon aristatus) terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Kumis kucing mengandung minyak atsiri yang digunakan sebagai antibakteri terhadap beberapa bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Metode yang dipakai yakni secara eksperimen di laboratorium untuk menguji adanya aktivitas antibakteri dari isolat jamur endofit yang diberasal dari tumbuhan kumis kucing (Orthosiphon aristatus) pada bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode lubang/sumuran. Pada hasil penelitan didapatkan empat sampel ekstrak jamur endofit yang diisolasi dari daun dan batang tumbuhan kumis kucing (Orthosiphon aristatus). Hasil penelitian antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak jamur endofit yang diisolasi dari tumbuhan kumis kucing lebih efektif menghambat bakteri Escherichia coli dibandingkan dengan bakteri Staphylococcus aureus. Pada bakteri Escherichia coli nilai rata-rata daya hambat yaitu 5 mm sedangkan pada bakteri Staphylococcus aureus nilai rata-rata daya hambat yaitu hanya 2 mm. Sehingga dapat diketahui bahwa jamur endofit dari daun kumis kucing memiliki efek antibakteri yang lebih baik dibandingkan dengan jamur endofit dari batang kumis kucing. Kesimpulan, Jamur endofit yang diisolasi dari daun dan batang kumis kucing (Orthosiphon aristatus) memiliki efek antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri E. coli dan tidak efektiv terhadap bakteri S. aureus.Kata Kunci: Tumbuhan kumis kucing (Orthosiphon aristatus), aktivitas antibakteri, Escherichia coli dan Staphylococcu saureus