1026 research outputs found

    AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BUAH CABAI RAWIT MELALUI PENGUJIAN DPPH

    Get PDF
    Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu rempah yang sangat penting untuk makanan, industry, dan obat. Oleh karena itu, eksplorasi cabai rawit sebagai antioksidan alami sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan cabai rawit merah dari daerah Kawangkoan, Tomohon, dan Remboken menggunakan pengujian DPPH. Cabai rawit diekstraksi menggunakan teknik maserasi menggunakan etanol 70% sebagai pelarut dan pengujian antioksidan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada Panjang gelombang 517 nm. Aktivitas antioksidan ekstrak cabai rawit dari Kawangkoan, Tomohon, dan Remboken secara berturut-turut adalah 80,215 ± 2,486; 100,1 ± 0,140; and 97,136 ± 0,026 µg/mL. Berdasarkan analisis data statistic, terdapat perbedaan bermakna dari ketiga sampel ekstrak cabai rawit (P>0,05), yaitu ekstrak cabai rawit dari Kawangkoan berbeda dengan ekstrak cabai rawit dari Tomohon dan Remboken (P>0,05). Namun, aktivitas antioksidan dari ketiga sampel masih dalamkategori aktivitas antioksidan kuat (IC50 50-100 µg/mL), sehingga ektrak cabai rawit memili potensi sebagai antioksidan pada makanan dan industry farmasi

    ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS PANIKI BAWAH KOTA MANADO

    Get PDF
    ABSTRACTPatient satisfaction is the result of health services received by each patient.  The better the service received by the patient, the greater the patient satisfaction. The purpose of this study was to determine satisfaction level of patients who are participating in the National Health Insurance on pharmaceutical services at Paniki Bawah Public Health Center, Manado City. This research was a descriptive study using a non-probability sampling method with a purposive sampling technique. The parameters used were the dimensions of tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The study was conducted by distributing questionnaires to 283 respondents who met the inclusion and exclusion criteria.  The results of the study obtained an average patient satisfaction of (0.03), so it can be concluded that the satisfaction level of National Health Insurance patients at Paniki Bawah Public Health Center Manado City is in the positive range, which means that the patients are satisfied with the services provided. Keywords: Public Health Center, National Health Insurance, Satisfaction Level.  ABSTRAKKepuasan pasien adalah hasil dari pelayanan kesehatan yang diterima oleh setiap pasien. Semakin baik pelayanan yang diterima pasien, maka kepuasan pasien akan semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Paniki Bawah, Kota Manado. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, menggunakan metode non-probability sampling dengan Teknik purposive sampling. Parameter yang digunakan adalah dimensi sarana fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati. Penelitian dilakukan dengan membagikan lembar kuesioner kepada 283 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian diperoleh rata-rata kepuasan pasien sebesar (0,03) sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Paniki Bawah Kota Manado berada pada rentang positif yang artinya pasien puas dengan pelayanan yang diberikan. Kata Kunci: Puskesmas, Jaminan Kesehatan Nasional, Tingkat Kepuasan

    ANALISIS KESESUAIAN PENERAPAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS KABUPATEN MINAHASA UTARA

    Get PDF
    ABSTRACT Pharmaceutical service standards have been regulated in the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 74 of 2016 concerning Pharmaceutical Service Standards at Public Health Center, but there are pharmaceutical service activities that have not been implemented, including destruction and withdrawal of drugs, monitoring of drug side effects, and drug therapy monitoring. This study aims to determine the percentage of compliance with the application of pharmaceutical standards at the Health Center of North Minahasa Regency based on the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 74 of 2016. This research is a descriptive type of research with a prospective and retrospective approach. The population in this study were all Public Health Centers in North Minahasa Regency and the sample in this study were Public Health Center located on Jalan Manado - Bitung as many as 4. Retrieval of data are through interviews, questionnaires, and observations. Based on the results of the study, the percentage of compliance with the application of pharmaceutical service standards with the Minister of Health Number 74 of 2016 is 72,14%. It can be concluded that the suitability of the application of pharmaceutical service standards at the Health Center of North Minahasa Regency is included in the sufficient category. Keyword: Public Health Center, Pharmaceutical Service Standards. ABSTRAK Standar pelayanan kefarmasian telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarnasian di Puskesmas, akan tetapi terdapat kegiatan pelayanan kefarmasian yang belum terlaksana, antara lain pemusnahan dan penarikan obat, monitoring efek samping obat, serta pemantauan terapi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kesesuaian penerapan standar kefarmasian di Puskesmas Kabupaten Minahasa Utara berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan prospektif dan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh Puskesmas di Kabupaten Minahasa Utara dan sampel dalam penelitian ini yaitu Puskesmas yang berada di Jalan Manado – Bitung sebanyak 4 Puskesmas. Pengambilan data melalui wawancara, kuesioner, dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh persentase kesesuaian penerapan standar pelayanan kefarmasian dengan Permenkes Nomor 74 Tahun 2016 sebesar 72,14%. Dapat disimpulkan bahwa kesesuaiaan penerapan standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kabupaten Minahasa Utara termasuk dalam kategori cukup. Kata Kunci: Puskesmas, Standar Pelayanan Kefarmasia

    UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI DARI SPONS (Liosina paradoxa) YANG DIPEROLEH DARI PULAU MANADO TUA

    No full text
    ABSTRAK EVANS HANDAYANI SLAT TATUHE. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fraksi dari spons Liosina paradoxa yang diperoleh dari pulau Manado Tua. Dibawah bimbingan ADITHYA YUDISTIRA sebagai ketua dan OLVIE SYENNI DATU sebagai anggota. Antioksidan adalah zat yang bisa memberi perlindungan endogen dan tekanan oksidatif eksogen dengan menangkap radikal bebas dan merupakan molekul yang mampu menghambat oksidasi molekul lain. Spons mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berperan sebagai antioksidan seperti alkaloid, steroid/triterpenoid dan flavonoid yang memiliki bioaktivitas yang kuat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari biota laut ekstrak dan fraksi spons Liosina paradoxa. Penelitian ini yakni ekstrak dengan cara maserasi dan fraksinasi menggunakan metode DPPH [1,1-difenil-2-pikrilhidrazil] untuk menganalisis aktivitas antioksidan pada alat uji spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517nm. Hasil penelitian yang didapatkan dari spons Liosina paradoxa di pulau Manado Tua memiliki aktivitas antioksidan tertinggi adalah  metanol sebesar 67,2% pada konsentrasi 100 ppm. Kata kunci: Liosina paradoxa, Antioksidan, DPPH [1,1-difenil-2-pikrilhidrazil

    EVALUASI TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIDIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI PUSKESMAS MINANGA MANADO

    Get PDF
    Ketidakpatuhan terhadap pengobatan menjadi hambatan utama untuk mencapai hasil terapi yang optimal pada pasien penyakit kronis dengan terapi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat antidiabetes pada pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Minanga Manado menggunakan kuesioner MMAS-8 terhadap 46 responden. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dan pengambilan data dilakukan secara prospektif dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan karakteristik pasien, hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan sebesar 60,87%, berusia 56-65 tahun sebesar 34,78%, tingkat pendidikan SMA sebesar 50,00%, pekerjaan ibu rumah tangga sebesar 50,00%, pasien dengan penyakit penyerta hipertensi sebesar 56,52%, dan jenis pengobatan kombinasi sebesar 52,17%. Berdasarkan tingkat kepatuhan pasien, hasil penelitian menunjukkan pasien dengan tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 7 responden (15,22%), kepatuhan sedang sebanyak 12 responden (26,09%), dan kepatuhan rendah sebanyak 27 responden (58,70%). Kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Minanga Manado tergolong kepatuhan rendah

    UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL SPONS Theonella swinhoei TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococus aureus

    Get PDF
    ABSTRACTSponges are one of the components that compose coral reef which have a potential bioactive substance that has not been utilized. This test attempts to to know the antibacterial compound activity of sponges Theonella swinhoei extracts against the bacterial growth of Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Maceration method is used for this extraction using 95% ethanol as solvent. The antibacterial activity is tested using the disk diffusion agar method kirby-bauer. The results against Staphylococcus aureus is 12,99 mm, 12,98 mm and 12,28 mm. Escherichia coli is 11,83 mm, 11,79 mm and 11,53 mm. The results showed that the extract is effective in inhibiting the bacterias and categorized strong against both bacterias. Keywords: Theonella swinhoei, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Extraction, Antibacterial ABSTRAKSpons merupakan satu biota laut penyusun terumbu karang yang mempunyai potensi bioaktif yang belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak spons Theonellala swinhoei terhadap pertumbuhan bakteri Eschercia coli dan Staphylococus aureus. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 95%. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode disc diffusion kirby-bauer. Hasil yang didapat dari pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphyloccous aureus adalah 12,99 mm, 12,98 mm dan 12,28 mm dan Escherichia coli adalah sebesar 11,83 mm, 11,79 mm dan 11,53 mm.  Hasil uji menunjukan bahwa ekstrak tergolong kuat dalam aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji. Kata Kunci: Theonella swinhoei, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Ekstraksi, Antibakter

    EKSTRAKSI DAN OPTIMASI ANTOSIANIN DAUN GEDI MERAH (Abelmoschus manihot (L.) Medik.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

    Get PDF
    ABSTRACTAbelmoschus manihot (L.) Medik. (A. manihot) is a medicinal plant that contains forms of flavones, flavonols, isoflavones, anthocyanins and proanthocyanidins. This research was conducted to determine the optimum concentration, pH and temperature variables for anthocyanins in A. manihot leaves. The sample was extracted by using 1:10 methanol solvent maceration method using two methanol solvent systems with different acidifiers, namely HCl and Citric Acid. The results obtained on the optimization of concentration, pH and temperature on anthocyanin compounds showed mixed results with stable absorbance values in the range 0.2 - 0.8 for certain variables. Keywords: anthocyanin, Abelmoschus manihot (L.) Medik., UV-Vis Spectrophotometry   ABSTRAKAbelmoschus manihot (L.) Medik. (A. manihot) adalah tanaman obat yang mengandung flavon, flavonol, isoflavon, antosianin dan proantosianidin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variable konsentrasi, pH dan suhu optimum terhadap antosianin pada daun A. manihot. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi pelarut metanol 1:10 menggunakan dua sistem pelarut Metanol dengan pengasam berbeda yaitu HCl dan Asam Sitrat. Hasil yang didapat pada optimasi konsentrasi, pH dan suhu pada senyawa antosianin menunjukkan hasil yang beragam dengan nilai absorbansi yang stabil pada kisaran 0,2 – 0,8 pada variabel tertentu. Kata kunci: antosianin, Abelmoschus manihot (L.) Medik., Spektrofotometri UV-Vi

    UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL SPONS (Mycale vansoesti Sensu) YANG DIKOLEKSI DARI KEPULAUAN MANTEHAGE

    Get PDF
    ABSTRACTMycale sponges have potential as antioxidants. Mycale vansoesti Sensu is one of the dominant sponges in the Mantehage Islands, Manado. This study is a laboratory experimental study with the ethanol extract of Mycale Vansoesti Sensu sponge with the DPPH [1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl] method to analyze antioxidant activity using a spectrophotometer. The results of this study show that the antioxidant levels of the Mycale vansoesti Sensu Sponge in the waters of the island of Mantehage have antioxidant activity and the higher the concentration the higher the antioxidant content produced. The greatest antioxidant content is found in the Mycale vansoesti Sensu Sponge with a concentration of 0,35 mg / L. This shows that the extract of the Mycale vansosti Sensu sponge has vital potential as an antioxidant that provides added value in the pharmaceutical industry. Keywords: Antioxidant, DPPH, Mycale vansoesti Sensu, Mantehage Island.  ABSTRAKSpons genus Mycale terdapat potensi sebagai antioksidan. Mycale vansoesti Sensu merupakan salah satu jenis spons yang cukup dominan dikepulauan Mantehage, Manado. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium dengan pengujian terhadap ektrak etanol spons Mycale Vansoesti Sensu dengan metode DPPH [1,1-difenil-2-pikrilhidrazil] untuk menganalisis aktivitas antioksidan dengan menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian ini memperlihatkan kadar antioksidan dari Spons Mycale vansoesti Sensu di perairan pulau Mantehage mempunyai aktivitas antioksidan dan semakin tinggi konsentrasi semakin tinggi pula kadar antioksidan yang dihasilkan. Kadar antioksidan yang paling besar terdapat pada Spons Mycale vansoesti Sensu dengan konsentrasi 0,35 mg/L. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak spons Mycale vansosti Sensu memiliki potensi vital sebagai antioksidan yang memberikan nilai tambah dalam industri farmasi. Kata kunci : Antioksidan, DPPH, Mycale vansoesti Sensu, pulau Mantehage

    ISOLASI BAKTERI ENDOFIT SIMBION DARI SPONS Stylissa sp. DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SERTA IDENTIFIKASI SECARA MOLEKULER MENGGUNAKAN GEN 16S rRNA

    Get PDF
    ABSTRACTSponges are porous animals that are filter feeders and they become a habitat for microorganisms to nest in their bodies. The result of the symbiosis between sponges and microorganisms, especially in bacteria is the ability of the sponge to produce bioactive compounds. One of the potentials derived from these bioactive compounds is antibacterial. This study aims to isolate and test the antibacterial activity of the endophytic symbiont bacteria Stylissa sp., as well as to carry out molecular identification using the 16S rRNA gene of symbiont bacteria isolates that show the greatest antibacterial power. Three isolates of endophytic symbiont bacteria were successfully obtained through the purification stage. Each isolate was coded E1, E2, and E3. With the average inhibition zone against Escherichia coli bacteria, E1 (7.26 mm) is in the moderate category, E2 (5.42 mm) is in the moderate category and E3 (0.96 mm) is in the weak category. While the antibacterial power against Staphylococcus aureus bacteria, E1 (10.26 mm) in the moderate category, E2 (2.10 mm) in the moderate category, and E3 (0.17 mm) in the weak category. The endophytic bacteria that have the greatest antibacterial power is in isolate E1 which is based on molecular analysis using the 16S rRNA gene identified as Bacillus cereus bacteria. Keywords: Stylissa sp. Sponge, endophytic symbiont bacteria, antibacterial activity,                                          molecular identification, 16S rRNA Gene   ABSTRAKSpons adalah hewan berpori yang bersifat filter feeder sehingga menjadi habitat bagi mikroorganisme untuk bersarang di dalam tubuhnya. Hasil dari simbiosis antara spons dan mikroorganisme dalam hal ini bakteri yaitu kemampuan spons dalam menghasilkan senyawa bioaktif. Salah satu potensi yang berasal dari senyawa bioaktif tersebut adalah antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan melakukan pengujian aktivitas antibakteri dari bakteri simbion endofit spons Stylissa sp., serta melakukan identifikasi secara molekuler menggunakan gen 16S rRNA terhadap isolat bakteri simbion yang menunjukkan daya antibakteri terbesar. Sebanyak 3 isolat bakteri simbion endofit berhasil diperoleh melalui tahap purifikasi. Masing-masing isolat diberi kode E1, E2, dan E3. Dengan rata-rata zona hambat terhadap bakteri Escherchia coli yaitu, E1 (7,26 mm) termasuk kategori sedang, E2 (5,42 mm) termasuk kategori sedang, E3 (0,96 mm) dengan kategori lemah. Sedagkan daya antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus yaitu, E1 (10,26 mm) dengan kategori sedang, E2 (2,10 mm) termasuk kategori sedang, dan E3 (0,17 mm) pada kategori lemah. Bakteri endofit yang memiliki daya antibakteri terbesar yaitu isolat E1 yang berdasarkan analisis secara molekuler dengan menggunakan gen 16S rRNA teridentifikasi sebagai Bacillus cereus. Kata kunci: Spons Stylissa sp., bakteri simbion endofit, aktivitas antibakteri, identifikasi molekuler, gen 16S  rRNA

    FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SABUN CAIR EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus

    Get PDF
    ABSTRACTSoursop leaves (Annona muricata Linn) contain tannins, alkaloids, saponins, and flavonoids that function as antibacterial. The purpose of this study was to formulate liquid soap soursop leaf extract ethanol which is good physically and to test the inhibitory power of soursop leaf extract liquid soap with a concentration of 1%; 3%; 5%; and 7% against Staphylococcus aureus. This research uses laboratory experimental methods. Based on the results of the study, it showed physical evaluations such as organoleptic (green and dark green, peppermint oil, liquid), foam height test was 70-73.33 mm, water content test was 42.79-36.62%, alkali content test free 0.051-0.074%, and the pH test was 8.99-9.74. Liquid soap with ethanolic extract of soursop leaves has antibacterial activity with an average diameter of F1 (2.8 mm) in the weak category, F2 (7.6 mm) in the weak category, F3 (10.6 mm) in the strong category, and F4 (12.3 mm) is in a strong category. In conclusion, the ethanolic extract of soursop leaves can be formulated into liquid soap that are physically good and have the greatest antibacterial activity at a concentration of F4 (12.3 mm). Keywords: Soursop leaves, Liquid Soap, Antibacterial.  ABSTRAKDaun sirsak (Annona muricata Linn) memiliki kandungan senyawa tanin, alkaloid, saponin, dan flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sabun cair ekstrak etanol daun sirsak yang baik secara fisik serta menguji daya hambat sabun cair ekstrak daun sirsak dengan konsentrasi 1%; 3%; 5%; dan 7% terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan evaluasi fisik seperti organoleptik (berwarna hijau dan hijau tua, beraroma khas peppermint, berbentuk cair), uji tinggi busa yaitu 70-73,33 mm, uji kadar air yaitu 42,79-36,62%, uji kadar alkali bebas 0,051-0,074%, dan uji pH yaitu 8,99-9,74. Sabun cair ekstrak etanol daun sirsak memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter rata-rata untuk F1 (2,8 mm) berada dikategori lemah, F2 (7,6 mm) berada dikategori lemah, F3 (10,6 mm) berada dikategori kuat, dan F4 (12,3 mm) berada dikategori kuat. Kesimpulannya, ekstrak etanol daun sirsak dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun cair yang baik secara fisik dan memiliki aktivitas antibakteri paling besar yaitu pada konsentrasi F4 (12,3 mm). Kata Kunci: Daun Sirsak, Sabun Cair, Antibakteri

    978

    full texts

    1,026

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PHARMACON
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇