SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1629 research outputs found

    Pengembangan Variasi Latihan Pliometrik terhadap Kecepatan Tendangan Mae Geri pada Atlet Karate Lemkari Lapangan Tembak Karate Club Lawang di Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Rosyidin, Mochamad Khulafa’ur. 2017. Pengembangan Variasi Latihan Pliometrik terhadap Kecepatan Tendangan Mae Geri pada Atlet Karate Lemkari Lapangan Tembak Karate Club Lawang di Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sulistyorini M.Pd., (II) Dr. Moch. Yunus, M.Kes.   Kata kunci: karate, latihan pliometrik, kecepatan, tendangan mae geri.   Karate adalah olahraga adalah seni beladiri dari Jepang yang berarti tangan kosong yang diambil dari kata ‘kara’ yang berarti kosong dan ‘te’ yang berarti tangan. Ada beberapa teknik dasar dalam karate, salah satu teknik dasar tersebut adalah teknik tendangan (geri), dalam hal ini teknik tendangan mae geri. Keterampilan dasar tendangan mae geri harus dilakukan dengan kecepatan, yaitu kecepatan luncuran dan tarikan kaki. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pelatih di Lemkari Lapangan Tembak Karate Club, latihan kecepatan tendangan mae geri kurang bervariasi. Pelatih jarang memberikan latihan tendangan mae geri secara menyeluruh dan menggunakan variasi lain. Setelah dilakukan analisis kebutuhan peneliti memperoleh data 98% atlet mengungkapkan menginginkan variasi latihan pliometrik terhadap kecepatan tendangan mae geri yang bervariasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan variasi latihan pliometrik terhadap kecepatan tendangan mae geri dengan membuat buku panduan latihan pliometrik diharapkan dapat mempermudah atlet dalam belatih kecepatan tendangan mae geri atlet di Lemkari Lapangan Tembak Karate Club Lawang Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan dari teori Research and Development dari Borg dan Gall yang dimodifikasi dan disesuaikan dengan keadaan di lapangan yang mengacu dari teori Ardhana. Dari 10 langkah pengembangan yang dikemukakan oleh Borg dan Gall, peneliti hanya menggunakan 8 langkah dikarenakan keterbatasan waktu, tenaga dan biaya. Dari evaluasi ahli memperoleh hasil ahli karate 95%, ahli kepelatihan karate 92% dan satu ahli media 77%. Sehingga produk ini dinyatakan layak untuk di uji cobakan. Pada uji coba kelompok kecil yang dilakukan oleh 8 siswa mem- peroleh hasil 87%. Sedangkan dari uji coba kelompok besar yang dilakukan oleh 30 siswa memperoleh hasil 87%. Sehingga produk pengembangan variasi latihan pliometrik untuk kecepatan tendangan dalam bentuk buku panduan ini dinyatakan layak digunakan untuk atlet karate Lemkari Lapangan Tembak Club Lawang Kabupaten Malang. Saran peneliti mengenai produk yang telah dikembangkan adalah, saran pemanfaatan produk, diharapkan dapat digunakan untuk berlatih dan dimanfaatkan oleh atlet karate Lemkari Lapangan Tembak Karate Club, dan membantu pelatih dalam memberikan materi latihan. Penyebarannya ke sasaran yang lebih luas, di klub yang berada dimasyarakat, dan ekstrakurikuler di sekolah, disebarkan kepada guru olahraga, kemudian produk yang sudah ada dikembangkan agar lebih baik.         ABSTRACT   Rosyidin, Mochamad Khulafa'ur. 2017. Development of Variety of Pliometric Exercises on Mae Geri Kick Speed at Karate Athlete Lemkari Lapangan Tembak Karate Club Lawang in Malang Regency. Thesis, Department of Sport Coaching Education, Faculty of Sport Science, State University of Malang. Counselor: (I) Dra. Sulistyorini M.Pd., (II) Dr. Moch. Yunus, M.Kes.   Keywords: karate, plyometric training, speed, mae geri kick   Karate is sport is a martial art from Japan which means empty hand taken from the word 'kara' which means empty and 'te' which means hand. There are some basic techniques in karate, one of the basic techniques is kicking technique (geri), in this case kicking mae geri technique. Basic skills kick mae geri must be done with the speed, namely the speed of glide and pull legs. Based on observations and interviews with trainers at the Lemkari Field Shoot Karate Club, the practice of mae geri kick speed is less varied. Coaches rarely give you a thorough kick training and use other variations. After analyzing the needs of researchers obtained data 98% of athletes express want variations of pliometric exercise to varying speed of kick mae geri. The purpose of this study is to develop variations of pliometric training on the speed of kick mae geri by making pliometric exercise guide book is expected to facilitate the athlete in train the speed of kick mae geri athlete in Lemkari Field Shoot Karate Club Lawang Malang Regency. This research uses a development research design from Research and Development theory from Borg and Gall which is modified and adapted to the field situation which refers from Ardhana theory. Of the 10 development steps proposed by Borg and Gall, researchers only use 8 steps due to time, energy and cost. From the evaluation of experts gained the results of 95% karate experts, 92% karate coaching expert and a 77% media expert. So this product is declared feasible to be tested. In small group trials conducted by 8 students the results were 87%. While from large group trials conducted by 30 students obtained 87% results. So the product development of variation of pliometric training for the speed of kick in the form of this guide is declared feasible to be used for athletes karate Lemkari Field Tembak Club Lawang Malang Regency. The researcher's suggestion on the product that has been developed is, the suggestion of product, utilization is expected to be used to train and utilized by karate athlete Lemkari Field Shoot Karate Club, and assist trainer in giving practice material. Spread to a wider target, in clubs in the community, and extracurricular in schools, distributed to sports teachers, then existing products to be developed for the better

    ANALISIS BUKU PELAJARAN GEOGRAFI SMA KELAS XI MATERI BUDAYA NASIONAL DAN INTERAKSI GLOBAL

    No full text
      RINGKASAN     Fatimah, Siti. 2017. Analisis Buku Pelajaran Geografi SMA Kelas XI Materi Budaya Nasional dan Interaksi Global. Skripsi. Jurusan Geografi. Program Studi Pendidikan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd (II) Purwanto, S.Pd, M.Si.   Kata Kunci:Analisis, buku pelajaran geografi penerbit Erlangga, budaya nasional dan interaksi global   Buku pelajaran penting sebagai sumber belajar. Oleh karena itu, buku pelajaran harus berkualitas baik dari aspek materi, konsep, bahasa, dan fungsi media. Berdasarkan observasi awal terhadap buku pelajaran geografi SMA/MA kelas XI penerbit Erlangga ditemukan kesalahan-kesalahan. Kesalahan tersebut, yaitu konsep, bahasa, dan media yang tidak berfungsi. Dengan demikian, buku pelajaran geografi perlu dianalisis lebih lanjut. Tujuan analisis buku pelajaran geografi SMA/MA kelas XI, yaitu: 1) mengkaji kesesuaian skope dan sikuen materi buku pelajaran dengan kurikulum 2013. 2) Mengaji tingkat kebenaran konsep dalam buku pelajaran. 3) Mengaji kebenaran bahasa yang meliputi: tanda baca, kosakata, kalimat, dan paragraf. 4) Mengaji fungsi media gambar yang digunakan untuk memperjelas materi dalam buku pelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi. Sumber data penelitian ini adalah buku pelajaran geografi SMA/MA Kelas XI penerbit Erlangga. Kajian utama penelitian ini pada kompetensi dasar menganalisis keragaman budaya bangsa sebagai identitas nasional dalam konteks interaksi global dan menyajikannya dalam bentuk gambar dan peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian skope dan sikuen materi dengan kurikulum tergolong sedang dengan ketidaksesuaian 20%. Kebenaran konsep tergolong rendah dengan persentase kesalahan 42,5%. Kebenaran bahasa yang meliputi: tanda baca tergolong sedang (kesalahan 7,09%), kosakata termasuk tinggi (kesalahan 0,27%), kalimat terkategori sedang (kesalahan 7,98%), dan paragraf terklasifikasi rendah (kesalahan 39,24%). Fungsi media tergolong rendah dengan persentase gambar tidak berfungsi sebesar 78,95%. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan buku pelajaran geografi SMA/MA kelas XI penerbit Erlangga memiliki banyak kesalahan meliputi: skope dan sikuen materi kurang sesuai dengan kurikulum, kesalahan konsep dan bahasa, serta media yang tidak berfungsi. Oleh karena itu, disarankan beberapa hal yaitu: 1) guru harus menelaah terlebih dahulu materi yang akan diajarkan kepada siswa agar kesalahan dapat diperbaiki. 2) Penulis harus merevisi buku sehingga kesalahan-kesalahan buku baik konsep, bahasa, dan media berkurang serta keberadaan editor ahli yang lengkap perlu sebelum buku diterbitkan. 3) Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian sejenis dengan metode lain

    Pengaruh Model Pembelajaran Teams Games Tournament terhadap Minat Belajar Siswa SMA

    No full text
    ABSTRAK Teams Games Tournament (TGT) merupakan model pembelajaran kooperatif yang mampu meningkatkan kemampuan siswa memecahkan masalah dan meningkatkan minat belajar siswa. Model pembelajaran TGT mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Minat merupakan hal penting dalam proses pembelajaran, karena itu penelitian ini menggunakan minat sebagai variabel terikat.Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu/quasi eksperiment. Penelitian dilakukan didua kelas, yaitu kelas X IIS 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IIS 3 sebagai kelas kontrol. Pengukuran minat belajar siswa menggunakan angket yang dibuat berdasarkan indikator minat, yaitu perasaan senang, ketertarikan, dan perhatian. Kedua kelas diberi perlakuan yang berbeda, kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran TGTsedangkan kelas kontrol menggunakan kelas kontrol menggunakan metode ceramah dan diskusi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran TGTterhadap minat belajar siswa kelas X SMAN 1 Lawang. Data minat siswa diperoleh dari angket yang diberikan pada siswa sebanyak dua kali. Angket pertama untuk mengetahui minat awal siswa dan angket kedua untuk mengetahui minat akhir siswa setelah melakukan pembelajaran menggunakan model pembelajaran TGT.Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa rata-rata minat awal kelas kontrol adalah 72,5 dan kelas eksperimen adalah 73,3. Rata-rata minat awal kedua kelas hampir sama, tetapi rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi 0,8. Rata-rata minat akhir kelas kontrol 77,93 dan kelas eksperimen 84,03. Terjadi peningkatan minat pada kedua kelas, tetapi peningkatan kelas eksperimen lebih tinggi.Hasil analisis data yang dilakukan adalah uji normalitas dan uji homogenitas sebagai uji prasyarat untuk uji hipotesis. Hasil uji normalitas adalah 0,973 dan 0,987, sedangkan hasil uji homogenitas adalah 0,797 dan 0,53. Setelah uji prasyarat¸dilakukan uji hipotesis yang menunjukkan nilai signifikansi 0,000. Nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 sehingga H0 ditolak. Terdapat pengaruh model pembelajaran TGT terhadap minat belajar siswa SMAN 1 Lawang. Pelaksanaan model pembelajaran TGT memiliki beberapa kelemahan, karena itu guru disarankan lebih memperhatikan alternatif atau kegiatan untuk kelompok yang menyelesaikan turnamen lebih dulu agar tidak menunggu lama dan merasa jenuh atau membuat kelas menjadi gaduh. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah pembagian kelompok harus adil, agar terlihat perubahanny

    Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Geografi Materi Pelestarian dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Siswi kelas XI IPS 2 MA Perguruan Mu’allimat Jombang

    No full text
    ABSTRAK Sholihah, Ulfatush. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Geografi Materi Pelestarian dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Siswi kelas XI IPS 2 MA Perguruan Mu’allimat Jombang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd, (II) Drs. Marhadi Slamet K., M.Si Kata Kunci: Model Two Stay Two Stray (TSTS), Pemahaman Konsep.Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada bulan November 2016 dan bulan Februari 2017 diperoleh gambaran kondisi siswi di kelas XI IPS 2 MA Perguruan Mu’allimat Cukir Jombang. Kemampuan memahami konsep siswi masih rendah. Hanya 5 siswi yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar dan dikaitkan dengan pengetahuan yang diketahui. Sisanya 20 siswi yang diam hanya menyimak penjelasan dari guru dan mengutip jawaban dari buku. Kelas ini memiliki rata-rata nilai UTS paling rendah daripada kelas yang lain. Pembelajaran masih menggunakan metode ceramah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu diterapkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konsep yaitu model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) pada siswi kelas XI IPS 2 semester genap di MA Perguruan Mu’allimat Cukir Jombang.Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui  apakah model Two Stay Two Stray (TSTS) dapat meningkatkan pemahaman konsep siswi. Subjek penelitian adalah 25 siswi kelas XI IPS 2 MA Perguruan Mu’allimat dengan materi di semester genap yaitu Pelestarian dan Pengeloaan Lingkungan Hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai tes pemahaman konsep pada siklus I dan siklus II. Hasil tes diperoleh kenaikan dari pra tindakan ke siklus I yaitu 3,56%. Kenaikan pada siklus I ke siklus II yaitu 8,32%. Rata-rata nilai hasil tes kemampuan memahami konsep pada siklus I yaitu 72,56 menjadi 80,88 pada siklus II. Persentase peningkatan pada penelitian ini sebanyak 11,46%. Saran yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: (1) bagi Pihak sekolah menganjurkan guru menerapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray untuk meningkatan pemahaman konsep, (2) bagi guru disarankan untuk memfokuskan penggunaan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) dalam meningkatkan pemahaman konsep siswi terutama pada materi sebaran flora dan fauna, sebaran barang tambang, dan potensi geografis, (3) bagi peneliti selanjutnya agar melakukan pengelolaan kelas dan pengorganisasian waktu yang lebih baik

    Analisis Buku Pelajaran Geografi SMA/MA Kelas X Pada Materi Hubungan Manusia dan Lingkungan Akibat Dinamika Atmosfer

    No full text
    ABSTRAK Humairo, Lathifah Dewi. 2017. Analisis Buku Pelajaran Geografi SMA/MA Kelas X Pada Materi Hubungan Manusia Dan Lingkungan Akibat Dinamika Atmosfer. Skripsi, Jurusan Geografi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof.Edy Purwanto, M. Pd. (II) Dr. Didik Taryana, M. Si. Kata kunci: analisis buku pelajaran, dinamika atmosfer, kesesuaian isi dengan kurikulum, kebenaran konsep, kebenaran bahasa, fungsi media.Buku pelajaran memiliki peran yang penting bagi siswa dan guru. Oleh karena itu buku yang digunakan harus berkualitas, sehingga dapat mendukung keberhasilan siswa maupun guru dalam pembelajaran. Kualitas suatu buku pelajaran dapat diketahui melalui beberapa aspek, yaitu: kesesuaian materi dengan kurikulum, kebenaran konsep, kebenaran bahasa, dan kesesuaian fungsi media.Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian materi dengan kurikulum 2013, kebenaran konsep konkret dan terdefinisi. Selain itu bertujuan untuk mengatahui kebenaran bahasa, yang meliputi: tanda baca, kosakata, kalimat, dan paragraf sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia, serta untuk mengetahui kesesuaian fungsi media gambar yang digunakan untuk menjelaskan materi dalam buku pelajaran.Penelitian ini tergolong analisis isi yang bertujuan untuk mengungkapkan atau menggambarkan masalah sesuai fakta. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku pelajaran geografi terbitan Erlangga pada materi Hubungan Manusia Dan Lingkungan Akibat Dinamika Atmosfer. Instrumen yang digunakan berupa rubrik penilaian yang tersusun dalam tabel.Berdasarkan hasil penelitian terhadap buku pelajaran geografi kelas X pada materi Hubungan Manusia Dan Lingkungan Akibat Dinamika Atmosfer menunjukkan bahwa masih ditemukan kelemahan-kelemahan. Beberapa kelemahan tersebut, meliputi: Pertama, kesesuaian isi materi dengan kurikulum tergolong sedang dengan persentase kesalahan sebesar 10,3%. Kedua, kebenaran konsep konkret tergolong rendah dengan persentase 100%, sedangkan konsep terdefinisi tergolong sedang dengan persentase 20,4%. Ketiga, kebenaran bahasa tergolong sedang. Keempat, kesesuaian fungsi media dengan materi tergolong sedang dengan persentase 18,75%. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa buku pelajaran geografi pada materi hubungan manusia dan lingkungan akibat dinamika atmosfer masih banyak ditemukan kesalahan. Oleh karena itu, terdapat beberapa saran yang dapat disampaikan, (1) bagi guru maupun siswa seharusnya lebih selektif dalam memilih buku pelajaran yang berkualitas, baik dari segi kurikulum, bahasa, maupun media serta tidak menjadikan buku tersebut sebagai acuan utama, melainkan menggunakan beberapa buku dari penerbit yang lain (2) bagi penerbit, seharusnya lebih teliti sebelum menerima karya ataupun mencetak buku, selain itu juga pihak penerbit melakukan penyuntingan dengan bantuan para ahli dibidangnya

    Pengaruh Penggunaan Lahan Terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat Di Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo

    No full text
    ABSTRAK   Wiyantoko, Deby Graito. 2017. Pengaruh Penggunaan Lahan Terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat Di Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo. Skripsi. Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Didik Taryana, M.Si., (II) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si.   Kata Kunci: Pengaruh penggunaan lahan, Ekonomi, Sooko.   Perngaruh Penggunaan Lahan merupakan pemanfaatan lahan pertanian dalam satu area pertanian. Pengaruh tersebut didasari oleh adanya kepemilikan dua jenis tanaman, yaitu padi dan jagung yang dimanfaatkan oleh petani di Kecamatan Sooko. Adanya perbedaan tersebut berdampak terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat karena tanaman padi dan jagung memiliki tingkat produksi dan harga yang berbeda yang dapat mempengaruhi pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan lahan pertanian terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kecamatan Sooko. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kuantittatif dengan metode survey dan wawancara pada petani yang memilik lahan padi dan jagung. Teknik penentuan sampel di daerah penelitian menggunakan area sampling dan purposive random sampling. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel (1) Luas lahan Padi dan Jagung (2) Produksi Padi dan Jagung (3) Pendidikan (4) Beban tanggungan. Variabel yang dikorelasikan(1) Pendapatan. Analisis penelitian yang digunakan adalah analisi Tabulasi Tunggal dan analisis Tabulasi Silang. Hasil dari penelitian menunjukkan: (1) Petani Jagung lebih banyak memiliki reponden, yaitu sebesar 66 Responden dibanding Petani Padi yang hanya 53 Responden terhadap tingkat Pendapatan, (2) Produksi Jagung lebih banyak memiliki Responden sebesar 83 Responden dibanding Produksi Padi yang hanya 41 Responden, (3) Terdapat pengaruh antara Pendidikan terhadap Pendapatan Petani , (4) Terdapat pengaruh antara Beban Tanggungan terhadap tingkat Pendapatan Petani. Berdasarkan Analisis Tabulasi Silang, diantara Pertanian Padi dan Pertanian jagung lebih berpengaruh Pertanian Jagung daripada Pertanian Padi terhadap tingkat Sosial Ekonomi masyarakat di Kecamatan Sooko.

    Karakteristik Demografi Terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Pemilik usaha Mikro Kecil dan Menengah di Sentra Kampung Pia Dusun Warurejo Desa Kejapanan Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK     Dewantara, Bagus Respati. 2017. Karakteristik Demografi Terhadap Tingkat Kesejahteraan Pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Sentra Kampung Pia Dusun Warurejo Desa Kejapanan Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan.Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Singgih Susilo, M.S, M.Si(II) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd   Kata Kunci:   tingkat kesejahteraanrumah tangga, sentra kampung pia   Kesenjangan tingkat kesejahteraan merupakan fenomena sosial yang marak terjadi di masyarakat. Faktor yang mempengaruhi kesenjangan tersebut salah satunya adalah jenis pekerjaannya. Jenis pekerjaan yang banyak menjadi mata pencaharian masyarakat pedesaan adalah industri rumah tangga (Home Industry). Dusun Warurejo Desa Kejapanan Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan adalah salah satu daerah SentraKampung Pia. Adanya 437UMKM kampung pia yang beroperasi di Dusun Warurejo, mampu menyerap banyak tenaga kerja (BPS Pasuruan dalam angka, 2010). Berdasarkan observasi awal diperoleh informasi bahwa terdapat tingginya kesenjangan tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Kejapanan dan tingginya kesenjangan tingkat pendapatan antar pemilik usaha pia,serta faktor-faktor berkaitan dengan tingkat kesejahteraan tersebut. Pada penelitian ini faktor-faktor tersebut dibatasi sehingga menyisakan faktor jumlah pendapatan, modal produksi, pendidikan dan jumlah tanggungan keluarga. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei.  Populasi pada penelitian ini sebanyak 437 KK.  Penentuan jumlah sampel pada penelitian ini dihitung dengan menggunakan rumus Slovinyang menghasilkan 81 KK sebagai responden dengan persentase toleransi 10%. Seluruh populasi dianggap memiliki keriteria yang sama antar satu dan lainnya yaitu sama-sama sebagai pemilik usaha piadi Dusun Warurejo. Oleh karena itu, Dusun Warurejo dijadikan daerah penelitian ini karena memiliki jumlah UMKMterbanyak di Desa Kejapanan. Sedangkan untuk menentukan siapa saja yang menjadi responden penelitian, dilakukan teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitian ini mendeskripsikan karakteristik demografi tingkat kesejahteraan pemilik UMKM piadi Dusun Warurejo. Sedangkan hasil analisis data mendeskripsikan bahwa adanya keterkaitan antara jumlah pendapatan, modal produksi, pendidikan dan jumlah tanggungan keluarga dengan tingkat kesejahteraan keluarga pemilik diUMKM pia di Dusun Warurejo.

    Analisis Metode Fuzzy-Analytical Hierarchy Process (FAHP) Untuk Pemetaan Kerawanan Tanah Longsor Di Kawasan Gunung Api Kelud, Jawa Timur

    No full text
    ABSTRAK   Erupsi Gunung Api Kelud pada tahun 2014 menghasilkan material vulkanik sebesar > 200 m3 x 106. Besarnya material yang dihasilkan menjadi sumber terhadap bahaya lain, khususnya tanah longsor. Suplai material erupsi menyebabkan kawasan Gunung Api Kelud rawan terhadap bahaya tanah longsor. Pembuatan informasi kerawanan tanah longsor di kawasan Gunung Api Kelud menjadi sangat penting untuk dilakukan. Pemanfaatan kombinasi Fuzzy dan Analytical Hierarchy Process (FAHP), serta integrasi teknologi Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh diaplikasikan dalam penelitian ini. Integrasi teknologi SIG, penginderaan jauh, dan observasi lapangan dilakukan untuk memperoleh informasi dan fakta yang menguatkan hasil dari penelitian. Dalam penilaian multikriteria yang digunakan, terdapat 4 keriteria penyebab tanah longsor yang digunakan meliputi topografi, hidrologi, tanah, dan lingkungan. Setiap kriteria kemudian diturunkan menjadi beberapa sub-kriteria yaitu, slope, elevasi, TPI, SPI, TWI, curah hujan, tekstur tanah, indeks COLE dan penggunaan lahan. Beberapa tahapan dilakukan dalam penelitian ini yang meliputi, (1) kegiatan pra-lapangan, (2) pengambilan sampel tanah dan observasi tanah longsor, (3) uji laboratorium, (4) inventariasasi kejadian tanah longsor, (5) wawancara preferensi ahli, (6) penerapan metode FAHP, (7) penyimpanan dan pengolahan data melalui aplikasi SIG, dan (8) visualisasi dan validasi pemetaan kerawanan tanah longsor. Melalui inventarisasi dapat dikumpulkan 646 titik kejadian longsor. Tingkat kerawanan terhadap tanah longsor diklasifikasikan ke dalam beberapa kelas. Masing-masing kelas kerawanan memiliki besaran luas area yang berbeda, kelas kerawanan sangat tinggi sebesar 67, 65 Km2 (24,977%), kelas kerawanan tinggi memiliki luas area sebesar 75,719 Km2 (27,957%), kelas kerawanan moderate memiliki luas area sebesar 74,976 Km2 (27,660%), kelas kerawanan rendah memiliki luas area sebesar 41,407 Km2 (15,288%) dan kelas kerawanan sangat rendah memiliki luas area sebesar 11,148 Km2 (4,116%). Mengacu pada hasil penelitian, curah hujan menjadi pemicu utama terjadinya tanah longsor, yang berkorelasi dengan faktor-faktor lainnya. Aplikasi metode FAHP menjadi invoasi dalam pemetaan kerawanan tanah longsor dengan kompleksitas, hasil, dan proses yang sistematik, sehingga menunjukkan tingkat validasi dan realibilitas yang tinggi

    Penerapan Metode Pembelajaran Problem Solving Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta didik Kelas XI IPS MA AL-Hidayah Wajak

    No full text
    ABSTRAK Huda, Syamsul. 2012. Penerapan Metode Pembelajaran Problem Solving Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta didik Kelas XI IPS MA AL-Hidayah Wajak. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd (II) Bagus Setiabudi Wiwoho,S.Si, M.Si. Kata kunci:  Berpikir Kritis, Pembelajaran Problem SolvingProses pembelajaran geografi di MA AL-Hidayah Wajak cenderung masih rendah, hal ini didapat dari nilai afektif dari guru mata pelajaran geografi dengan rata-rata 46,52, proses pembelajaran masih di anggap kurang dan belum maksimal. Hal ini didapat dari informasi guru yang mengajar, peserta didik cenderung pasif dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran dengan menerapkan metode problem solving bisa dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Metode pembelajaran yang membimbing peserta didik dalam menyelesaikan permasalah dengan tahap tahap sesuai dengan sintak problem solving. Dengan adanya metode problem solving, peserta didik dituntut untuk memahami setiap masalah yang akan diselesaikan.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI IPS MA AL-Hidayah Wajak Kabupaten Malang. Penelitian ini termasuk termasuk jenis penelitian tindakan kelas subjek penelitian kelas XI IPS  sebagai kelas yang digunakan untuk penelitian. Instrumen untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis peserta didik menggunakan soal pre test dan post test. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif melalui penilaian berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan setelah pelaksanaan tindakan dilakukan. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya rata-rata skor kemampuan berpikir kritis pada siklus 1 kemampuan berpikir kritis peserta didik sebagian besar dalam kategori cukup kritis yaitu sebesar 57,6% (15 peserta didik) dan jumlah peserta didik kritis  19,2% (5 peserta didik) setelah dilakukan perbaikan oleh guru pada tahap tahap mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi dan membina suasana yang responsif pada saat diskusi berlangsung. Pada siklus 2 jumlah peserta didik kritis sebesar 57,6% (15 peserta didik) dan jumlah peserta didik cukup kritis 34,61% (9 peserta didik). Dengan ini setelah disimpulkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI IPS MA AL-Hidayah Wajak

    PENGARUH REMITENSI TERHADAP KESEJAHTERAAN KELUARGA TKI DI KECAMATAN GEDANGAN KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK Fasnah, Yusniyah Al. 2016. Pengaruh Remitensi Terhadap Kesejahteraan Keluarga TKI di Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Singgih Susilo, M.S., M.Si (II) Drs. Marhadi SK, M.Si. Kata Kunci: TKI, Remiten, KesejahteraanBanyaknya jumlah penduduk di Indonesia dan pertambahan penduduk yang besar akan berpengaruh pada permintaan masyarakat akan peluang kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh remiten terhadap kesejahteraan keluarga TKI di Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang.Besar kecilnya pendapatan remitensi bisa dilihat dari pendidikan, negara tujuan, jenis pekerjaan, dan lama bekerja. Pendapatan dari hasil yang diperoleh setelah bekerja dikirim oleh TKI yang diterima oleh keluarga di daerah asal digunakan untuk memperbaiki keadaan ekonomi keluarganya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengaruh remitensi terhadap kesejahteraan keluarga TKI di Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan expose facto dengan analisis data uji korelasi menggunakan SPSS 16 for windows. Adapun hasil penelitian yang dilakukan di Kecamatan Gedangan diketahui bahwa mayoritas yang bekerja diluar negeri sebagai TKI adalah usia 45-49 tahun yaitu sebesar sebanyak 17 dengan 23,61%. Pendidikan tertinggi TKI mayoritas tamat SMP yaitu sebesar 43 orang dengan 59,72%. Memiliki beban tanggungan 4 orang dalam satu rumah. Mayoritas bekerja di Hongkong sebesar 31 orang atau 43,06% bekerja sebagai pembantu rumah tangga sebesar 30 orang dengan 41,67%. Lama bekerja TKI 0-5 tahun sebesar sebesar 55 orang atau 76,39%. Remiten uang yang dikirim TKI ke keluarga lebih dari 2.500.00,00 sebesar 19 orang atau 26,39%. Tingkat kesejahteraan keluarga TKI mayoritas pada tingkat kesejahteraan keluarga III. Hasil analisis korelasi rank spearman menunjukkan bahwa variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu remitensi berpengaruh terahadap kesejahteraan keluarga TKI

    0

    full texts

    1,629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇