JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Not a member yet
206 research outputs found
Sort by
PELATIHAN DIVERSIFIKASI PANGAN BERBASIS UBI JALAR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA PADUSAN KECAMATAN PACET MOJOKERTO
Tujuan pelatihan ini adalah untuk memanfaatkan potensi lokal yang berlimpah dan murah menjadi produkproduk olahan yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi dan bisa dijadikan produk unggulan desa setempat sebagai Desa Wisata, sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif pemulihan sosial ekonomi pada masa pandemi Covid-19. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan penyuluhan, pemberian materi, praktek langsung dan pendampingan tentang pengetahuan pasca panen ubi jalar; pengolahan ubi jalar menjadi produk-produk seperti permen dan selai ubi jalar; efisiensi usaha dan kualitas produk dengan menggunakan teknologi tepat guna; kecepatan dan kepastian produksi; dan ketrampilan dalam memilih dan menentukan jenis kemasan yang tepat.Mitra Dasa Wisma setempat yang semula hanya menjual ubi dalam bentuk segar, dengan adanya kegiatan ini menjadi sadar dan sangat terinspirasi untuk mengolah menjadi berbagai produk olahan yang menarik, lebih awet, mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi dan pada akhirnya dapat membuka peluang kerja serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat dan daerah. Kata kunci: Diversifikasi, Ubi Jalar, Pandemi, Peningkatan Ekonomi, Padusa
WEBINAR ONLINE MARKETING DALAM MENGHADAPI ERA NEW NORMAL BAGI GENERASI MUDA WIRAUSAHA
The Coronavirus (COVID-19) pandemic, which has occurred this year, paralyzes the activities of all people who are carried out outside the home. The impact of this pandemic has decreased the economy, and the unemployment rate has increased due to the fact that many companies have terminated their employment contracts. This period of the COVID-19 pandemic cannot be controlled quickly, so it requires proper management from both the government and the community to restore the economy. Therefore, the government established a new normal system. New normal is a change in behavior or habits to continue carrying out activities as usual but by always implementing health protocols in the midst of the COVID-19 pandemic.Entrepreneurship is a strong belief in a person to change the world through ideas, innovation and creativity. In this new normal era, having an entrepreneurial spirit is very important to restore the economy and to adapt to this situation. To adapt, we must follow business trends that are rising during this pandemic, for example, online businesses. During this pandemic, many people prefer to shop online because it is more efficient and prevents transmission of COVID-19. Therefore, online businesses are very developing during this pandemic and this business can awaken the spirit of entrepreneurship in the community, especially millennials so that they can adapt to this new normal era.The Synergy Accounting Seminar Volume 1 (NARASI # 1) will be held online on Thursday, May 6, 2021 through a video conference application, namely Google Meet, which is located at DNA (Dharma Negara Alaya). This webinar activity was attended by 265 people from accounting students majoring in UNDIKNAS Denpasar and the general public.
Keywords: Online marketing, entrepreneurship, accounting webina
SOSIALISASI STRATEGI PEMASARAN PRODUK SECARA ONLINE OFFLINE KEPADA MASYARAKAT DESA SEKETI, BALONGBENDO, SIDOARJO
Bambu merupakan salah satu tanaman yang populasinya banyak ditemui di sekitar masyarakat, terutama di Desa Seketi Kecamatan BalongBendo Kabupaten Sidoarjo. Masyarakat Desa Seketi mayoritas bekerja sebagai buruh pabrik dan sebagian menjadi pengrajin bambu, memiliki keahlian dalam memanfaatkan bambu untuk diolah menjadi kerajinan tangan. Kerajinan tangan yang umumnya dibuat oleh masyarakat Desa Seketi ini seperti topi, tampah, tas, kipas, miniatur hiasan pajangan dari bambu, tudung saji. Tingginya jumlah populasi bambu dan terbatasnya upaya promosi yang dilakukan oleh masyarakat membuat mahasiswa KKN Tematik UBHARA, terutama yang berada di Desa Seketi berupaya untuk membuat masyarakat sadar bahwa hal ini merupakan potensi besar yang perlu dikembangkan. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menunjukkan kepada masyarakat luas jenis kerajinan tangan lain yang dapat dibuat dari bambu. Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari masyarakat. Selain kegiatan tersebut, potensi memasarkan produk bambu juga berpengaruh besar pada berlangsungnya kegiatan UMKM Desa. Minimnya pengetahuan masyarakat Desa Seketi tentang pemahaman pemasaran, Membuat adanya keinginan untuk memberikan pengarahan untuk memasarkan produk kerajinan bambu tersebut agar bisa disebarluaskan pada kalangan umum.Kata Kunci : Seketi,Bambu,Sosialisasi,dan Pemasara
Pemanfaatan Bahan Baku Kearifan Lokal Sebagai Sarana Memperkenalkan Desa Budaya Sungai Bawang
Desa Sungai Bawang di tetapkan sebagai desa budaya oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2008, sehingga di tuntut untuk menjadikan potensi keaarifan lokal menjadi ciri khas dan nilai tambah yang menarik bagi wisatawan yang datang. Beberapa potensi lokal yang belum di berdayakan adalah hasil dari tanaman setempat seperti bawang Dayak, biji karet, dan umbut rotan. Dari latar belakang tersebut tujuan dari kegiatan ini adalah mengembangkan potensi tanaman lokal menjadi makanan oleh oleh khas desa budaya. Metode pelaksananan dengan mengadakan pelatihan proses pembuatan dan pengemasan kerupuk bawang Dayak, umbut rotan dan keripik tempe biji karet. Peserta dari pelatihan adalah kaum ibu desa Sungai Bawang. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah hasil pertanian dan menaikan pendapatan dari masyarakat setempat Kata kunci: Desa Budaya Sungai Bawang, umbut rotan, biji karet, bawang Daya
RANCANG BANGUN TUNGKU PELEBURAN LOGAM ALUMUNIUM BERBAHAN BAKAR OLI BEKAS UNTUK MENEKAN BIAYA PRODUKSI GUNA MEMILIKI KEMAMPUAN DAN DAYA SAING DI PASAR
CV. Cahaya Mulia merupakan UKM pengecoran logam alumunium yang pada awalnya memproduksi wajan alumunium, seiring dengan perkembangan waktu dan menurunnya permintaan wajan alumunium. UKM ini merubah produksinya dengan membuat komponen mesin perkakas berupa pulli, tutup oli, tempat bearing, tutup parutan kelapa, propeler, dan lain-lain. Proses produksi komponen tersebut dilakukan dengan menggunakan cetakan logam dan cetakan tanah.Aktivitas produksi proses pencetakan komponen dengan menggunakan layout yang lama mengalami kendala yakni terjadinya proses pengentalan cairan logam yang disebabkan jarak perpindahan dari tungku peleburan menuju cetakan tanah yang terlalu jauh. Proses tersebut mengakibatkan berat setiap komponen tidak sama, sehingga harga jual produksinya tidak dapat memberikan keuntungan yang optimal.Penataan tata letak fasilitas produksi pengecoran logam dengan melakukan pendekatan tungku peleburan logam alumunium dengan cetakan tanah dirasa sangat efisien dan dapat meningkatkan kapasitas produksi. Pemanfaatan oli bekas sebagai bahan bakar pada tungku peleburan logam alumunium dapat mempercepat proses peleburan dan mengurangi biaya produksi sehingga kapasitas produksi dapat ditingkatkan.Hasil analisis harga pokok produksi (HPP) tungku peleburan logam berbahan bakar oli bekas sebesar Rp 38.462. Cetakan Alumunium tersebut dijual pada UKM alat perkakas dengan harga Rp 45.000 per Kg, sedangkan untuk penjualan pada eceran sebesar Rp 50.000. Keuntungan yang didapatkan dengan penggunaan tungku peleburan logam (refraktori) berbahan bakar oli bekas sebesar Rp 6.538 per Kg pada UKM alat perkakas dan sebesar Rp 11.538 pada penjualan eceran. Total keuntungan yang didapatkan untuk peleburan logam sebesar 180 Kg sebesar Rp 1.000.333 pada UKM alat perkakas dan sebesar Rp 1.765.333 pada penjualan eceran. Kata Kunci : Bahan bakar oli bekas, cetakan tanah dan cetakan logam, harga pokok produksi, tata letak, tungku peleburan logam (refraktori)
Pelatihan Desain Label Packaging pada Produk Olahan Pisang di Desa Kebondalem, Kabupaten Jombang
Desa Kebondalem, Kabupaten Jombang tidak terlepas dari dunia kewirausahaan yang baik, salah satunya adalah usaha dengan pemanfaatan buah pisang menjadi beberapa produk olahan seperti keripik pisang, nugget pisang atau lainnya. Usaha kecil menengah ini telah berkembang di masyarakat jombang sebagai produk olahan khas daerah. Hanya saja, desain packaging yang digunakan hanya sebatas plastik dengan lembaran kertas yang kurang menarik. Hal ini tentu saja menyebabkan penyebarluasan distribusi produk olahan pisang tidak dapat bersaing dengan pasar global. Untuk itu, dengan memanfaatkan teknologi, kami memberikan pelatihan desain packaging pada produk olahan pisang. Pelatihan ini diberikan tidak terbatas pada para pelaku UKM, kami juga turut menghadirkan ibu-ibu kader PKK desa agar informasi terkait desain packaging dapat disebarluaskan ke masyarakat luas. Hasil dari pelatihan ini adalah desain produk yang langsung diaplikasikan pada produk yang telah dibuat. Hal ini ditujukan agar masyarakat mempunyai gambaran kecocokan desain packaging dengan produk yang telah dibuat.Kata kunci: Pelatihan, Desain, Pisang.
PELATIHAN KECAKAPAN HIDUP SISWA PKBM BANGUN BANGSA KOTA SEMARANG BERBASIS IT-PRENEURSHIP
Warga masyarakat yang menuntut ilmu sebagai siswa program kesetaraan Kejar Paket C di PKBM Bangun Bangsa perlu mendapatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang teknologi informasi. Namun keterbatasan sumber daya manusia, menjadikan program pelatihan kecakapan hidup tersebut tidak dapat dijalankan. Menjawab persoalan tersebut, tim pengabdian masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang menyelenggarakan pelatihan keterampilan praktis di bidang teknologi seni kreasi grafis digital, sebagai bekal berwiraswasta setelah menyelesaikan pendidikan. Tujuan kegiatan ini selain kemampuan hard skill yang berupa keterampilan membuat berbagai produk kreasi dari digital, juga memberikan kemampuan soft skill berupa pengetahuan tentang dunia wirausaha (IT-preneurship), sikap optimis dalam menghadapi hari esok dan sikap untuk tidak mudah menyerah. Metode pelaksanaan program meliputi: penyusunan diktat pelajaran, ceramah kewirausahaan, penyampaian teori, dan praktek keterampilan pembuatan kreasi desain grafis digital. Hasil yang telah dicapai adalah peserta pelatihan memiliki keterampilan mengoperasikan program CorelDraw dan Adobe Photosop, serta menghasilkan berbagai kreasi produk desain grafis. Kata Kunci: Pelatihan Desain Grafis, IT-Preneurship, PKBM
INOVASI ALAT MESIN KAYU YANG ERGONOMIS UNTUK MENINGKATKAN OUTPUT PRODUKSI PADA UKM FURNITURE
Perkembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) furniture saat ini belum menunjukan hasil yang lebih baik dalam perkembangannya. Peralatan yang digunakan masih relatif sederhana dan masih manual. Banyak UKM furniture yang berada di sentral UKM furniture daerah Mojowarno, Jombang, Jawa Timur masih menggunakan peralatan yang sedernana dalam melakukan kegiatan produksi dalam menghasilkan produk furniture berbahan baku kayu jati. Pada saat permintaan tinggi banyak UKM yang tidak mau memenuhi permintaan konsumen karena kapasitas produksi yang terbatas dan model jenis produk yang masih klasik, sehingga perlu adanya perubahan produk yang lebih baik. Dengan menggunakan peralatan yang ergonomis UKM furniture akan mampu memenehi kebutuhan konsemen sesuai dengan harapan yang diinginkan dari para pemakai produk. Penggunan mesin bor dan mesin potong yang ergonomis mampu dalam meningkatakan produksi di UKM furniture. Hasil pengamatan menunjukan bahwa dengan mesin baru dengan menggunakan tenaga listrik didesain secara ergonomis memberikan dampak nyata bahwa peralatan baru mampu meningkatan kapasitas produksi dan lebih aman digunakan. Analisis data terdapat perubahan kecepatan kerja dengan silisih rata-rata waktu mengebor 50 %, waktu pemosisian mata bor 51%, waktu setup 39% dan waktu perpindahan 40%. Perubahan kecepatan kerja berpengaruh terhadap peningkatan efisiensi dan efektivitas kerja di UKM furniture. Pelatihan dan pendampingan dalam menggunakan mesin peralatan yang baru, menunjukan dampak yang positif terhadap keberadaan UKM furniture. Nampak pada keuntungan dan kesejakteraan para pelaku UKM furniture meningkat, karena semua kebutuhan konsumen dapat terpenuhi dan mampu meningkatkan omset para UKM furniture. Kata Kunci : Furniture, Ergonomi, Bor, Poton
PKM Pemanfaatan Limbah Kurma Dan Buahnya Menjadi Minuman Kopi, Susu Kurma Pada UMK OEMAH KURMA “NAF” Di Kelurahan MedokanAyu, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya
Kegiatan PKM ini akan bekerja sama dengan mitra pengusaha kecil yang memanfaatkan limbah kurma berupa biji kurma yang dibuat kopi dan buah kurmanya diolah menjadi susu kurma. Biji kurma yang biasanya dibuang dan menjadi limbah ,oleh Ibu Sulastri sebagai pemilik UMK Oemah Kurma “NAF” dimanfaatkan menjadi kopi kurma yang nikmat rasanya dan tidak berkafein. Disamping mengolah limbah biji kurma UMK Oemah Kurma “NAF” mengolah buah kurma menjadi berbagai olahan pangan antara lain minuman susu kurma, jus kurma, kue-kue berbahan kurma yang telah dipasarkan keseluruh wilayah Kota Surabaya. Usaha ini telah berjalan sejak tahun 2018, dengan rata-rata produksi 200-300 botol per bulan. UMK Oemah Kurma “NAF” belum mampu memenuhi pemintaan dikarenakan :belum memiliki mesin penggiling kopi sendiri, kapasitas blender yang kecil, masih rendahnya pengetahuan Manajemen Usaha dan Pemasaran, dan jangkauan pemasaran yang masih dalam lingkup Kota Surabaya. Solusi yang ditawarkandan Metode Pelaksanaan : 1.Pengadaan teknologi tepat guna. 2.Pelatihan Ketrampilan pemakaian alat serta Pelatihan Pembukuan Sederhana & Pendampingan. 3.Pembuatan Media Pemasaran : Brosur, Kartu Nama dan Banner. 4. Metode pelatihan dan pendampingan Learning By Doing, dan Metode Partisipatif. Hasil kegiatan: Introdusir, mesin Gilingan Kopi dan blender membuat hasil produksi kopi dan susu kurma semakin meningkat, selain itu, dengan fasilitasi Brosur, Kartu Nama dan Banner yang dapat digunakan agar produknya dapat lebih dikenal masyarakat luas. Kata Kunci : Kurma, Biji Kurma, Pengolahan Limbah Kurma
Literasi Anti Fraud pada BUMDes ( Desa-desa Wisata ) di Kabupaten Kupang
Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah meningkatkan pemahaman aparatur pemerintah desa dan pengelola BUMDes dalam pengelolaan keuangan BUMDes agar tehindar dari praktik Fraud. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode pembelajaran partsipatif dalam bentuk ceramah, diskusi, Tanya jawab dan praktik terkait dengan pengelolaan keuangan BUMDes dan praktik Fraud yang terjadi pada BUMDes. Materi pelatihan yang diberikan mencakup perkembangan BUMDes dan regulasinya, sistem pengorganisasian BUMDes, Akuntansi BUMDes dan penatausahaan serta pertanggung jawaban keuangan BUMDes serta Sistem Pengendalian Innternal dan Praktik Fraud yang terjadi pada BUMDes. Peserta literasi Anti Fraud pada BUMDes Desa-desa Wisata di kabupatem Kupang ini terdiri atas kepala desa/wakil desa dan pengelola BUMDes di 6 (Enam) desa wisata di Kabupaten Kupang. Hasil yang dicapai dari program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan aparatur pemerintah desa dan pengelola BUMDes dalam pengelolaan keuangan BUMDes agar terhindar dari praktik Fraud. Kata Kunci: Fraud, Keuangan, tata kelola dan BUMDes.