JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Not a member yet
206 research outputs found
Sort by
PEMBUATAN INTERNET MARKETING DENGAN MENGGUNAKAN WEBSITE DAN APLIKASI KASIR TOKO DI KOPKAR UNTAG SURABAYA
Dalam dunia bisnis peranan internet telah dirasakan semakin penting dan berarti, karena melalui internet pula para pelaku usaha dapat melakukan transaksi bisnisnya secara online di mana pun berada. Tanpa internet, para pelaku bisnis yang terpisah oleh jarak dan waktu dapat dipastikan akan mengalami masalah dan kesulitan dalam hal waktu dan biaya didalam melakukan transaksi bisnis serta memperluas jaringan bisnisnya. Apalagi dalam kondisi Pandemi Covid-19 ini. Saat ini para pelaku bisnis pada umumnya masih melakukan transaksi bisnisnya secara manual melalui tatap muka secara langsung ataupun melalui telepon, seperti halnya yang dilakukan oleh Koperasi Karyawan Yayasan Untag Surabaya. Sehingga tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah :1. Meningkatkan penjualan yang statis dan manual untuk produk keuangan maupun barang bursa / toko KopKar yang masih naik turun setiap tahun dari dulu.2. Meningkatkan Pangsa pasar yang sulit meningkat, yang selama ini hanya terbatas karyawan dan orang oang dilingkungan kampus.Pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh KopKar Untag Surabaya adalah dengan membuatkan aplikasi yang diharapkan mampu mempercepat peningkatan dan memperluas jaringan pemasaran secara online yaitu dengan website. Dan untuk toko/bursa dengan membuatkan aplikasi yang mampu mempercepat, memperlancar dan meningkatkan proses administrasi penjualan ( Kasir ). Hasil rancangan website yang dibuat telah dihasilkan berupa Website KopKar Yayasan Untag Surabaya dengan alamat: http://www.kopkaryptasurabaya.com. Dan untuk Toko/bursa dengan membuatkan aplikasi yang mampu mempercepat dan meningkatkan prosesadministrasi pemjualan (Kasir) dengan Fitur Program yang tersedia adalah: master data stok barang, pembelian barang, penjualan barang/kasir, hutang/piutang, biaya operasional, laporan penjualan, pembelian dan stok, serta rugi laba. Dari hasil diatas, maka agar bisa lebih meningkatkan usaha KopKar kedepan, langkah ini perlu dilanjutkan dengan membuatkan Internet Marketing KopKar yang lebih besar dan lebih luas sebagai pusat toko toko koperasi di Indonesia.Keywords: Internet Marketing, Website, Aplikasi Kasir, dan Koperas
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN URAIAN (JOB DESCRIPTION) DAN PERSYARATAN PEKERJAAN (JOB SPECIFICATION) PADA PT. GRAHA SARANA GRESIK
Pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi mitra dalampenyusunan Uraian Pekerjaan (job description) untuk seluruh fungsi dan karyawan yang menjalankan fungsi-fungsi tersebut dalam operasional perusahaan. Untuk mencapai efektivitasnya, pendampingan menggunakan pendekatan : i) brainstorming, ii) penyusunan draft, iii) pembahasan draft pada setiap Divisi, iv) harmonisasi draft antar divisi dan v) finalisasi penyusunan uraian dan persyaratan pekerjaan. Pada setiap tahapan, setiap karyawan diarahkan untuk berperan aktif dalam menggambarkan aktivitas yang telah dilaksanakan saat ini, tanggung jawab dan kewenangan yang dibutuhkan agar mereka bisa melaksanakan pekerjaan tersebut dengan hasil terbaik. Struktur uraian pekerjaan menggunakan format : identitas jabatan, organisasi yang menaungi jabatan tersebut dan hubungan organisasinya, tujuan jabatan, Tugas, Tanggung jawab, wewenang, laporan yang harus dibuat dan frekuensi pelaporannya. Selama 3 semeseter masa pendampingan, Pengabdian kepada Masyarakat ini, telah mampu memotivasi dan mendampingi penyusunan uraian pekerjaan pada seluruh Divisi yang terdapat pada PT Graha Sarana Gresik.Kata kunci : pengabdian, pendampingan, uraian pekerjaan, persyaratan pekerjaa
PELATIHAN BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK DENGAN MEMANFAATKAN AIR KOLAM IKAN LELE SEBAGAI MEDIANYA
Dampak pandemic yang serius terjadi di sector ekonomi. Banyak pelaku ekonomi gulung tikar sehingga pertumbuhan ekonomi turun drastic ke tingkat yang sangat rendah. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan terus menerus. Harus ada banyak upaya sekecil apapun untuk membangkitkan kembali pertumbuhan ekonomi. Semua elemen bangsa diharapkan berperan aktif untuk memulainya sesuai dengan bidangnya masing-masing. Program pengabdian masyarakat kali ini berfokus pada program pelatihan budidaya sayur organic hidroponik bagi warga RT 03 RW 04 Medokan Semampir Surabaya. Bidudaya sayur ini menggunakan air limbah kolam ikan lele sebagai medianya. Pelatihan dan praktek berlangsung selama 4 bulan (September – Desember) di tahun 2021. Dan ternyata dari dua lahan yang tersedia yaitu lahan degan ukuran 1 x 5 meter dan lahan dengan ukuran 1 x 2 meter, dapat menghasilkan 2.5 kg kangkong, 2 kg pakcoy, 2 kg bayam dan 1.5 kg selada keriting dengan keuntungan sebesar Rp.81.375,- per sekali panen atau sebesar Rp. 406.875,- per tahunnya. Pendapatan sebesar itu sudah teramat cukup untuk memenuhi kebutuhan sayuran sebuah keluarga dengan empat anggota keluarga selama satu bulan. Di sisi lain, harga sayur organic mempunyai nilai ekonomi dua kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan sayur non organik. Sementara itu kecenderungan masyarakat lebih menyukai sayur organic semakin tinggi. Artinya ada peluang bisnis yang menjanjikan yang tidak boleh dilupakan.Keywords: pandemi covid-19, sayuran, hidroponik, peluang bisni
PENDAMPINGAN IAI JAWA TIMUR DAN IAI MALANG UNTUK IMPLEMENTASI DESAIN HUNTARA DIRELOKASI APG SEMERU
Abstrak
Pulau Jawa yang dihuni lebih dari 60% penduduk Indonesia memiliki gunung api tidak kurang 25 gunung. Di Jawa Timur, salah satu gunung api yang tergolong paling aktif adalah gunung Semeru, yang terletak di dua wilayah yaitu kabupaten Lumajang dan kabupaten Malang. Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin, 20 Desember 2021. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 11 mm dan durasi 433 detik. Permasalahan yang muncul adalah rusaknya pemukiman warga dan kehilangan lahan pemukiman relokasi APG Erupsi Semeru yang berada di desa sumbermujur kecamatan candipuro Kabupaten Lumajang Desain adalah terjemahan fisik mengenai aspek sosial, ekonomi, dan tata hidup manusia, serta merupakan cerminan budaya zamannya Desain adalah salah satu manifestasi kebudayaan yang berwujud, Hunian sementara (huntara) adalah tempat tinggal sementara selama korban bencana mengungsi, baik berupa tempat penampungan massal maupun keluarga, atau individual. Tujuan dibangunnya huntara untuk mengamankan pengungsi dengan menjauhkannya dari tempat bencana. Bangunan huntara yang meliputi sarana dan pra sarananya hampir semuanya bersifat non-permanen untuk menekankan fungsinya sebagai tempat tinggal pada masa transisi. Peneliti ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif dipilih karena metode ini sesuai dengan kebutuhan data yang akan diambil di lapangan, yaitu dengan mengumpulkan data-data primer dengan cara observasi ke rumah relokasi APG Semeru, dilakukan pengamatan, dan studi literatur sejenis.Kali ini kami melakukan penelitian dengan NGO yang telah di tentukan, yaitu NGO Banser Begana dan NGO Pramuka Peduli.
Kata kunci: Bencana, Erupsi Semeru,Desain,Huntara
Abstract
The island of Java, which is inhabited by more than 60% of Indonesia's population, has no less than 25 volcanoes. In East Java, one of the most active volcanoes is Mount Semeru, which is located in two areas, namely Lumajang Regency and Malang Regency. Mount Semeru erupted on Monday, December 20, 2021. This eruption was recorded on a seismograph with a maximum amplitude of 11 mm and a duration of 433 seconds. The problems that arise are the destruction of residential areas and the loss of land for the relocation of the Semeru APG relocation located in Sumbermujur Village, Candipuro District, Lumajang Regency. Temporary shelter (huntara) is a temporary residence while disaster victims evacuate, either in the form of mass shelters or families, or individually. The purpose of the temporary shelter was to secure the refugees by keeping them away from the disaster area. The shelter building which includes almost all of its facilities and infrastructure is non-permanent to emphasize its function as a place to live during the transition period. This researcher uses qualitative research methods. The qualitative research method was chosen because this method is in accordance with the needs of the data to be collected in the field, namely by collecting primary data by observing the APG Semeru relocation house, conducting observations, and studying similar literature. determined, namely the NGO Banser Begana and NGO Pramuka Peduli.
Keywords: Disaster, Semeru Eruption, Design, Huntar
DIGITALISASI MARKETING DALAM PENGUATAN UMKM KERAJINAN DI ERA NEW NORMAL DESA PLUNTURAN KABUPATEN PONOROGO
Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo adalah sebuah desa yang sedang berusaha untuk membangun desa berdasar potensi desa. Kesepakatan menetapkan Desa Plunturan sebagai Desa Wisata Budaya telah dideklarasikan pada bulan Januari 2019. Desa ini memiliki banyak potensi kebudayaan terutama kebudayaan yang berbasis pada Budaya Jawa, desa ini memiliki beberapa kelompok seni pertunjukan yang cukup terkenal yaitu tari Reyog mulai reyog anak-anak, reyog taruna, reyog putri, dan reyog ompong. Selain kesenian di Desa Plunturan ini terdapat pengrajin peralatan kesenian dan UMKM, salah satu dari beberapa pengrajin Desa Plunturan Kabupaten Ponorogo yaitu pengrajin dadak merak, pengrajin kendang, pengrajin tas kain, pengrajin curug gentong, dan masih banyak lagi kegiatan lainnya. Permasalahan terkait UMKM kerajinan di Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo dikarenakan beberapa faktor yaitu rendahnya promosi UMKM kerajinan di desa tersebut, pengelolaan kerajinan yang kurang optimal, serta industri kreatif UMKM yang belum mendapatkan perlindungan secara hukum. Divisi UMKM kerajinan melakukan metode pelaksanaan dengan survei awal di lapangan terlebih dahulu, kemudian melakukan pengumpulan data serta identifikasi masalah melalui metode wawancara dengan perangkat desa, observasi dan dilanjutkan dengan pengembangan aspek penunjang untuk peningkatan profil bisnis UMKM di sektor wisata budaya di Desa Plunturan Kabupaten Ponorogo.
Kata Kunci : UMKM, Kerajinan, Plunturan
Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo adalah sebuah desa yang sedang berusaha untuk membangun desa berdasar potensi desa. Kesepakatan menetapkan Desa Plunturan sebagai Desa Wisata Budaya telah dideklarasikan pada bulan Januari 2019. Desa ini memiliki banyak potensi kebudayaan terutama kebudayaan yang berbasis pada Budaya Jawa, desa ini memiliki beberapa kelompok seni pertunjukan yang cukup terkenal yaitu tari Reyog mulai reyog anak-anak, reyog taruna, reyog putri, dan reyog ompong. Selain kesenian di Desa Plunturan ini terdapat pengrajin peralatan kesenian dan UMKM, salah satu dari beberapa pengrajin Desa Plunturan Kabupaten Ponorogo yaitu pengrajin dadak merak, pengrajin kendang, pengrajin tas kain, pengrajin curug gentong, dan masih banyak lagi kegiatan lainnya. Permasalahan terkait UMKM kerajinan di Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo dikarenakan beberapa faktor yaitu rendahnya promosi UMKM kerajinan di desa tersebut, pengelolaan kerajinan yang kurang optimal, serta industri kreatif UMKM yang belum mendapatkan perlindungan secara hukum. Divisi UMKM kerajinan melakukan metode pelaksanaan dengan survei awal di lapangan terlebih dahulu, kemudian melakukan pengumpulan data serta identifikasi masalah melalui metode wawancara dengan perangkat desa, observasi dan dilanjutkan dengan pengembangan aspek penunjang untuk peningkatan profil bisnis UMKM di sektor wisata budaya di Desa Plunturan Kabupaten Ponorogo.
Kata Kunci : UMKM, Kerajinan, Pluntura
EARLY EXAMINATION OF ELDERLY HEALTH CONDITIONS AND SOCIALIZATION OF ELDERLY CARE TO THE FAMILY IN KALIBUNTU VILLAGE, KRAKSAAN, PROBOLINGGO
The typical environmental conditions of the coast of Kalibuntu Village which are not kept clean, as well as frequent tidal floods in this area make the level of environmental health in Kalibuntu Village problematic. The flood caused the water in the rivers and wells of the residents to become cloudy, accompanied by the spread of garbage everywhere. In terms of elderly health, residents rely on the presence of the polindes as the fastest and easiest access to health services that are closest and financially affordable. From our collaboration with the Polindes and the Posyandu service for the elderly, the elderly in this village are quite vulnerable to respiratory diseases, stroke, cholesterol, gout, and high blood pressure. This disease is triggered by unhealthy environmental conditions and lack of ability to meet daily nutritional and nutritional needs. To help the elderly's health efforts, it is inseparable from the role of the family. From a societal perspective, the family is the basic system by which health and care behaviors are regulated, practiced, and carried out. With this condition the community service team decided to carry out a series of social activities with the aim of 1) Compiling a set of social activities to conduct an Early Examination of the Health Conditions of the Elderly, and 2) Compiling a set of social activities to conduct Socialization of Elderly Care, "Healthy Elderly", to Families elderly. This activity is expected to provide benefits in the form of: 1) Meeting the need for factual and "by the time" data regarding health conditions and health problems of the elderly, 2) Data can be used by health workers and local health policy makers to take anticipatory actions to avoid problems greater health care or responsive actions to immediately address the health problems of the elderly, 3) Socialization activities are intended to provide education for elderly families about the importance of alertness and knowledge of the health of the elderly, 4) Socialization activities are expected to be able to significantly ease the task of health workers and caregivers health policy in Kalibuntu Village, Kraksaan, Probolinggo.
Keywords: Early Examination, Elderly, Socialization of Care.
Abstrak
Kondisi lingkungan khas pesisir Desa Kalibuntu yang kurang terjaga kebersihannya, serta seringnya terjadi banjir rob di wilayah ini menjadikan tingkat kesehatan lingkungan di Desa Kalibuntu bermasalah. Banjir menyebabkan air pada aliran sungai dan sumur warga menjadi keruh disertai penyebaran sampah di mana-mana. Dalam hal kesehatan lansia, warga mengandalkan keberadaan polindes sebagai akses tercepat dan mudah dalam mendapatkan layanan kesehatan yang terdekat dan terjangkau secara finansial. Dari kerjasama kami dengan polindes dan layanan posyandu lansia, lansia di desa ini cukup rentan terhadap penyakit seputar pernafasan, stroke, kolesterol, asam urat, dan darah tinggi. Penyakit ini dipicu oleh kondisi lingkungan yang tidak sehat serta kurangnya kemampuan untuk memenuhi kebutuhan isi dan nutrisi harian. Untuk membantu usaha kesehatan lansia, tidak terlepas dari peran keluarga. Dari perspektif masyarakat, keluarga adalah sistem dasar tempat prilaku kesehatan dan perawatan diatur, dilakukan, dan dijalankan. Dengan kondisi ini tim pengabdian kepada masyarakat memutuskan untuk melakukan serangkaian kegiatan sosial dengan tujuan 1) Menyusun seperangkat kegiatan sosial untuk melakukan Pemeriksaan Dini terhadap Kondisi Kesehatan Lansia, dan 2) Menyusun seperangkat kegiatan sosial untuk melakukan Sosialisasi Perawatan Lansia, “Lansia Sehat”, kepada Keluarga lansia. Kegiatan ini diharapkan untuk memberikan manfaat berupa : 1) Memenuhi kebutuhan data yang faktual dan “by the time” mengenai kondisi kesehatan dan problem kesehatan lansia, 2) Data dapat dimanfaatkan oleh tenaga kesehatan dan pihak pengampu kebijakan kesehatan setempat untuk melakukan tindakan antisipatif untuk mengindari masalah kesehatan yang lebih besar atau tindakan responsif untuk segera mengatasi masalah kesehatan lansia, 3) Kegiatan sosialisasi dimaksudkan untuk memberikan edukasi bagi keluarga lansia mengenai pentingnya kesigapan dan pengetahuan terhadap kesehatan lansia, 4) Kegiatan sosialisasi diharapkan dapat secara nyata dapat meringankan tugas tenaga kesehatan dan pihak pengampu kebijakan kesehatan di Desa Kalibuntu, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
Kata kunci: Lansia, Pemeriksaan Dini, Sosialisasi Perawatan
Pengolahan Buah Kelengkeng Menjadi Sirup Kelengkeng Dalam Upaya Mengembangkan Potensi Wisata Kampung Kelengkeng Simoketawang Sidoarjo
Desa Simoketawang sebagai salah satu desa yang terdapat di Kabupaten Sidoarjo, memiliki beberapa potensi desa, salah satunya yaitu terdapatnya satu area destinasi wisata Kampung Kelengkeng. Dalam upaya meningkatkan potensi wisata kampung kelengkeng, dianggap perlu untuk mengolah buah kelengkeng yang semula hanya di jual mentah dalam bentuk buah utuh, kemudian dapat dijual dalam berbagai bentuk olahan, salah satunya dalam bentuk olahan sirup kelengkeng. Melihat uraian diatas, maka permasalahan yang dapat ditarik yaitu (1) Bagaimanakah cara pengolahan sirup buah kelengkeng yang tepat, (2) Bagaimanakah cara agar sirup buah kelengkeng memiliki kualitas mutu yang baik. HIMARSITA melalui program WIRA DESA 2021, melaksanakan pelatihan dan sosialisasi tentang cara pengolahan buah kelengkeng menjadi olahan sirup kelengkeng. Tujuan kegiatan ini untuk membantu meningkatkan potensi besar yang ada pada desa Simoketawang serta diharapankan mampu memberi manfaat untuk terjalinnya mitra dari perguruan tinggi, proses publikasi potensi desa, serta terbentuknya unit usaha baru melalui olahan makanan khususnya adalah olahan sirup buah kelengkeng. Kesimpulan yang dapat diambil pada kegiatan ini adalah, sebagai berikut: (1) Proses pengolahan buah kelengkeng menjadi sirup kelengkeng, melalui beberapa proses yaitu: tahap persiapan alat dan bahan, tahap pelaksanaan (penghancuran, perebusan, pemasakan, penyaringan) dan tahap penyelesaian (pengemasan, pelebelan). (2) Agar sirup kelengkeng memiliki kualitas mutu yang baik, maka pada proses pengolahan: menggunakan buah kelengkeng segar dengan daging buah yang tebal, biji kecil, berair, dan beraroma, menggunakan gula pasir berwarna putih dan bersih agar tidak mempengaruhi warna asli buah yang akan dijadikan sirup, menggunakan air yang tidak memiliki warna, rasa, dan bau, pembuatan sirup kelengkeng harus menggunakan alat-alat yang steril agar tidak berjamur dan botol kemasan harus bebas hama, kering, dan tidak berbau
EMPOWERMENT OF MICRO BUSINESSES OF SURABAYA IN MAKING AN ENVIRONMENTALLY FRIENDLY BUSINESS
Since the enactment of the Asean Economic Community (AEC) at the end of 2015 it should encourage all economic actors, including SMEs and Micro Enterprises, to improve themselves in order to improve the quality of production, both goods and services. If this is not done, then Indonesia is a “soft” market for other Asean countries because Indonesia has the largest population size in Asean, which is close to nearly 260 million people. SMEs and micro enterprises, which are the manifestation of people's economic democracy, will be devastated when the heavy flow of goods and services from various Asean countries invades the Indonesian market. Realizing that, empowering SMEs and Micro Enterprises is a necessity and a necessity to be able to find a national identity that has a comparative and competitive advantage. The activity is one of the media in order to strengthen SMEs and Micro Enterprises. For this reason, in the proposed IbM (Science and Technology for the community) Cake Business Group in Penjaringan Sari Surabaya's Cake Village, we chose:1. AA Micro Business under the brand ADFUN; and2. Rahayu Micro Business under the brand PELITA HATI. Where both of them are engaged in the production of typical Surabaya cakes, which so far are both more distinctively known as the Surabaya cake village. This activity aims to improve product quality in the form of various kinds of products, so that there will be more choices of buyers and if there are more variants, the more attractive it is to buyers
PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN PENINGKATAN KUALITAS ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DESA DI KECAMATAN PALANG KABUPATEN TUBAN PADA TAHUN 2021 (Bidang Peningkatan Aplikasi Komputer di desa Gesikharjo dan desa Kradenan)
Kabupaten Tuban merupakan pintu masuk ke Jawa Timur. Kabupaten ini berada dalam cekungan wilayah utara dan menjadi lintas strategis antara Semarang dan Surabaya dimana Kabupaten ini memiliki 328 desa/kelurahan. Yang memiliki luas 1839,9 Km2 serta memiliki 20 Kecamatan. Kecamatan Palang adalah salah satu kecamatan yang ada di kabupaten Tuban yang memiliki 19 desa /kelurahan serta memiliki luas 72,70 Km2 atau 3,95 % dari luas Kabupaten TubanDesa - desa sebagai unit pemerintahan terkecil memiliki peran strategis dalam kemajuan kesejahteraan masyarakatnya. Aktivitas pemerintahan dan efektifitas pelayanan aparatur desa tergantung dari tingkat perkembangan dan kemajuan tehnologi informasi dan komunikasi yang ada di dalam masyarakat desa itu sendiri. Untuk mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat, salah satu program yang dapat dilakukan oleh pemerintahan desa yaitu melalui peningkatan kualitas administrasi pemerintahan.Persoalan utama yang dihadapi oleh banyak pemerintahan desa di berbagai tempat adalah kurangnya kemampuan untuk mengakses informasi dan peningkatan kualitas pelayanan akibat kurangnya Jaringan WIFI, Server yang up to date dan kompetensi SDM (Sumber Daya Manusia) yang dimiliki. Perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan dapat berkontribusi dalam mengatasi persoalan tersebut melalui penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan maupun penyelenggaraan FGD (focus group discussion)..Oleh karenanya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ikut serta memberikan bantuan berupa penyuluhan dan pendampingan guna peningkatan kualitas admistrasi pemerintahan desa melalui program ABDIMAS. Sebagai langkah pertama yaitu dilakukan kegiatan FGD untuk memetakan persoalan yang dihadapi dalam upaya mencari solusi yang terbaik. Selanjutnya dilakukan kegiatan pendampingan terhadap perangkat desa sesuai dengan tugasnya masing-masing
OPTIMALISASI PJU LED SOLAR CELL UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS EKONOMI KREATIF DI DESA MINGGIRSARI, KECAMATAN KANIGORO, KABUPATEN BLITAR
Mengembangkan diri menjadi desa ekonomi kreatif. Desa ini telah memiliki laboratorium pusat studi ekonomi kreatif dan pariwisata Jawa Timur hasil dari kegiatan penelitian dan pengbadian civitas akedemika Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Dalam upaya pengembangan ekonomi kreatif insfrastruktur pendukung, salah satunya adalah lampu penerangan. Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, maka akan dilakukan pengabdian masyarakat dengan kegiatan optimalisasi PJU LED Solar Cell untuk peningkatan produktivitas ekonomi kreatif Minggirsari, Kanigoro, Kabupaten Blitar. Kegiatan pengabdian ini merupakan implementasi dari kegiatan peneltian yang telah dilakukan sebelumnya. Kegiatan pengabdian ini diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Minggirsari secara umum, pelaku ekonomi kreatif secara khusus, dan Pemerintah Desa Minggirsari secara spesifik. Manfaat yang diharapkan adalah adanya peningkatan produktivitas ekonomi kreatif di Desa Minggirsari sehingga nantinya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonmi Desa Minggirsari.Kata kunci: PJU, Solar Cell, Ekonomi Kreatif, Minggirsari.