JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Not a member yet
    206 research outputs found

    PENJUALAN PRODUK KOSMETIK ILEGAL MELALUI LOKAPASAR; SHOPEE, DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN KONSUMEN

    Full text link
    Perkembangan teknologi membuat manusia lebih cepat memenuhi kebutuhan mereka secara instan. Hal tersebut terjadi karena banyak aplikasi dan situs web yang memudahkan untuk bertransaksi jual beli. Salah satu yang digunakan adalah aplikasi Shopee. Terjadi beberapa kasus yang dimana terjadi penjualan produk kosmetik ilegal pada shopee. Produk kosmetik ilegal yang terjadi tersebut menunjukkan bahwa kurang adanya pengawasan terhadap barang yang diwajibkan memiliki BPOM. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat peraturan yang belum dapat melindungi konsumen secara utuh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan yakni yakni Undang-Undang no.8 Tahun 1999 mengenai Perlindungan Konsumen

    Pelatihan Instalasi Listrik Dan Pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum Bagi Masyarakat Kampung Sanggaria Arso 1 Kabupaten Keerom

    Full text link
    Penerangan listrik  merupakan salah satu infrastruktur vital bagi kehidupan masyarakat kampung Sanggaria di malam hari sehingga diharapkan dengan pemasangan PJU akan memberikan kenyamanan pengendara serta meningkatkan keamanan lingkungan dan menekan angka kriminalitas di jalan. Banyaknya warga yang tidak mengetahui tentang kelistrikan dan bahaya listrik, sehingga perlu adanya sosialisasi kelistrikan dan memberikan pelatihan singkat tentang instalasi listrik serta cara pembuatan tiang listrik menggunakan kayu besi berikut pemasangan dan penarikan kabel dari tiang kerumah. Dengan pemasangan PJU juga berfungsi sebagai salah satu aspek penambah keindahan dan estetika pada wilayah kampung Sanggaria. Hal ini dapat meningkatkan keindahan kampong Sanggaraia Arso 1 serta meningkatkan penggunaan lampu penerangan yang berorientasi pada lampu hemat energi.  Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan survey serta kegiatan lapangan dengan melakukan sosialisasi kelistrikan mengenai pemakaian daya listrik dan pendaftaran peserta pelatihan listrik di Kampung Sanggaria Arso 1. Minat masyarakat dalam porses pendaftaran sebanyak 42 Orang, sedangkan yang mengikuti proses pelatihan listrik yaitu 16 Orang, proses pelatihan instalasi listrik tidak mencapai diatas 60% dikarenakan jadwal jam pelaksanaan kegiatan praktek dan pembuatan tiang listrik dari kayu besi  bersamaan dengan pekerjaan mereka yaitu Petani  yang bekerja di ladang dan (ngarit) mencari rumput guna pakan ternak mereka. Hasil kegaitan praktek instalasi listrik yang diikuti oleh semua peserta dapat memahami dengan baik, terbukti modul parktik yang dikerjakan menyala semua serta praktek langsung dilapangan yaitu penarikan kabel dari tiang kerumah warga sebanyak 8 tiang lampu  dengan hasil menyala semau. Disarankan dalam kegiatan selanjutnya agar jam praktek instalasi listrik rumah sedrhana disesuaikan dengan jam yang tidak mengganggu pekerjaan mereka (16.00-20.00WIT).   Kata Kunci: Pelatihan instalasi listri

    MEMBANGUN BRANDING IMAGE DAN PEMASARAN PRODUK MADU MURNI "CALINGSA" MELALUI MEDIA SOSIAL DAN ONLINE MARKET PLACE

    Full text link
    Brand menurut Kotler adalah nama, tanda, simbol, hingga kombinasi semua unsur yang digunakan untuk ‘pengenal’ suatu produk maupun jasa dari pesaingnya (Nastain, 2017). Branding produk adalah cara seseorang atau penjual membuat suatu khas pada produk yang dihasilkan agar produk tersebut memiliki pesan yang tersampaikan dengan baik dan dipasarkan secara berbeda dan menarik. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada mitra usaha Madu Murni Calingsa yang berada di Jalan Pulo Wonokromo no 142, Surabaya. Mitra masih menggunakan cara branding produk dengan tradisional yaitu masih menjelaskan ke orang secara tatap muka. Dalam kegiatan pengabdian ini penulis menggunakan metode pelaksanaan  pemberian edukasi terhadap mitra dalam me-branding produk madu melalui sosial media Instagram dan bagaimana cara memasarkan produk madu melalui berjualan di market place seperti Shopee. Hasil dari kegiatan pengabdian ini, mitra mejadi paham bagaimana pentingnya dari branding image produk usahanya dan memahami bahwa berjualan secara langsung atau offline kurang efektif untuk mengembangkan usahanya, diperlukan juga penjualan melalui online seperti market place agar dapat menjangkau banyak pembeli secara global.   Kata Kunci: Madu Murni, Branding Image, Sosial Media, Online Market Plac

    PENDAMPINGAN UMKM DALAM PENGEMBANGAN DAN PEMASARAN PRODUK “TAHU TEK” DI ERA TEKNOLOGI MODERN

    Full text link
    Permasalahan mengenai sektor perekonomian yang dialami oleh sebagian besar masyarakat membuat beberapa UMKM yang ada mengalami banyak kendala. Apalagi di tengah arus globalisasi dan tingginya persaingan membuat UMKM harus mampu mengadapai tantangan global yang ada. Seperti pada masyarakat Bronggalan Sawah Rt 08 Rw VIII yang memiliki beberapa kendala dalam pengembangan dan pemasaran produk usahanya. Maka dari itu penulis ingin meningkatkan perekonomian pada warga Bronggalan Sawah salah satunya Cak Ji yang memiliki usaha Tahu Tek. Kendala yang dialami oleh mitra yaitu, metode pemasaran masih menggunakan metode lama dan kurangnya inovasi dalam kemasan atau kualitas produk. Metode yang digunakan oleh penulis adalah dengan memberikan edukasi  mengenai digital marketing serta memberikan pendampingan strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing produk di pasaran, memberikan inovasi dalam digital marketing, membuat media sosial untuk promosi dan pelatihan penggunakan media sosial bersama pemilik usaha. Hasil dari kegiatan ini membuat mitra menjadi lebih paham bagaimana pentingnya pemasaran produk melalui sosial media di era saat ini dan juga pengembangan produk agar lebih kreatif dan inovatif

    PENGEMBANGAN POTENSI WISATA KAMPOENG KELENGKENG MELALUI PEMBERDAYAAN USAHA PRODUK CINDERA MATA DARI OLAHAN DAUN KELENGKENG

    Full text link
    Wisata Kampoeng Kelengkeng merupakan salah satu destinasi wisata yang saat ini tengah berkembang di kabupaten Sidoarjo, kecamatan Wonoayu, desa Simoketawang. Melihat potensi besar yang ada pada desa Simoketawang, maka kami berencana untuk turut membantu dalam pengembangannya, salah satunya dengan mengembangkan usaha UMKM setempat yang dapat menghasilkan suatu produk kerajinan dari pemanfaatan olahan yang ada pada pohon kelengkeng. Bahan dasar olahan kelengkeng ini dinilai cukup efektif guna mengurangi sampah organik yang banyakdihasilkan oleh pohon kelengkeng terutama pada daun. Para pengelola kebun terbiasa untuk membakar daun sehingga menimbulkan polusi udara. Melihat kondisi seperti ini, kami berupaya untukmenjadikan daun tersebut menjadi produk kerajinan dan dapat diberdayakan guna menambah nilai jual serta sebagai cindera mata Wisata Kampoeng Kelengkeng. Dalam pelaksanaan program ini terdapat tiga tahapan yang dilaksanakan yaitu, (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, dan (3) tahap evaluasi. Adapun pelaksanaan kegiatan ini sudah berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan

    PELATIHAN PEMBUATAN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN BERDASARKAN AZAS AKUNTANSI INDONESIA DI BENGKEL “HIKMAH TEKNIK”

    Full text link
    Dengan berbekal sebuah mesin bubut, bengkel “Hikmah Teknik” didirikan oleh perorangan/keluarga. Seiring dengan berjalannya waktu, hingga kini telah mempunyai berbagai macam mesin produksi dengan 15 orang karyawan. Sebagaimana banyak UMKM yang lainnya, di bengkel ini juga mempunyai persoalan dengan laporan keuangannya.  Realitanya pemilik bengkel sesekali saja membuat laporan keuangan dan dari yang jarang itu laporan yang dibuat tidak mengikuti azas akuntansi Indonesia. Tidak ada pencatatan transaksi keuangan yang memadai, pencatatan sebatas pada uang masuk dan uang keluar, hutang dan piutang. Tidak ada pembeda yang jelas mana harta perusahaan dan mana harta pribadi. Merasa sebagai pemiliki bengkel,  pemilik selalu mengambil sebagian keuntungan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Latar belakang pendidikan pemilik bengkel yang tidak memadai menjadi alasan mengapa dia berbuat begitu. Bila hal ini berlangsung terus dikawatirkan ke depan bengkelnya tidak dapat berkemban dengan baik. Pelatihan kali ini berfokus pada bagaimana agar mitra mampu membuat laporan keuangan yang baik dan benar berdasarkan azas akuntansi Indonesia. Dan setelah 30 kali tatap muka pelatihan dilangsungkan, ternyata mitra telah bisa membuat laporan keuangan berdasarkan prinsip akuntansi Indonesia. Belum sempurna memang, tetapi sebagai Langkah awal hasil itu sudah baik. Untuk itu  ke depan perlu tindak lanjut pelatihan yang lebih memadai. Kata kunci : bengkel, pelatihan, akuntansi Indonesia, laporan keuangan

    PENGEMBANGAN POTENSI WISATA KAMPUNG KELENGKENG MELALUI INOVASI PRODUK KOPI BIJI KELENGKENG

    Full text link
    Desa Simoketawang adalah salah satu desa yang terletak di kabupaten Sidoarjo. Salah satu potensi desa Simoketawang adalah terdapatnya destinasi wisata petik kelengkeng yang didirikan tahun 2017. Eksistensi kampung kelengkeng tersebut didukung oleh beberapa hal, diantaranya telah masuk ke dalam website pemerintah kabupaten Sidoaro dan telah dikelola oleh Bumdes Simo Djojo Makmur. Meskipun Kampung Kelengkeng memiliki eksistensi yang baik, namun terdapat beberapa permasalahan yang saat ini dihadapi, yaitu cara memproduksi dan memasarkan produk olahan kelengkeng yang dapat menjadi ciri khas kampung kelengkeng. Oleh karena itu tim wira desa memberikan gagasan inovasi untuk membuat olahan makanan dari biji kelengkeng, yakni koleng (kopi biji kelengkeng). inovasi produk olahan kopi biji kelengkeng dijadikan sebagai unit usaha baru, yang dapat mengembangkan potensi desa sebagai desa wisata Kampung Kelengkeng. Dalam pelaksanaan kegiatan ini terbagi menjadi tiga tahap; Tahap perencanaan, Tahap Pelaksanaan, Tahap evaluasi

    Cover

    No full text

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS URBAN FARMING DI DESA KEPUHKEMBENG, RT 01/02 KEC. PETERONGAN, KAB. JOMBANG, JAWA TIMUR

    Full text link
    Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KKN-DR) dilakukan dengan tujuan untuk mencegah dan mengurangi penyebaran Covid 19. Sedangkan Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KKN-DR) Individu Berbasis Keilmuan Program Studi dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan pemahaman mahasiswa dalam menulis karya ilmiah sekaligus mengedukasi pembaca khususnya masyarakat melalui artikel Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Urban Farming di desa Kepuh Kembeng. artikel ini di publikasikan ke akun kompasiana.com untuk dibaca masyarakat agar masyarakat lebih mengetahui bagaimana metode pembudidayaann melalui Urban Farming yang dilakukan oleh mahasiswa di desa Kepuhkembeng. pertanian perkotaanbertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan suatu kawasan dan memiliki multiplier effect on economy . Namun pada faktanya di desa Kepuhkembeng, kegiatan urban farming belum berkembang akibat belum optimalnya peran masyarakat dan kelembagaan setempat sebagai pengelola utama. Untuk itu diperlukan pengembangan urban farming berdasarkan preferensi masyarakat agar peran masyarakat menjadi optimal. Sasaran pertama dari penelitian ini adalah potensi dan permalasahan desa Kepuhkembeng untuk kegiatan urban farming menggunakan deskriptif teoritikal. Sasaran kedua adalah penentuan preferensi masyarakat desa KepuhKembeng mengenai urban farming menggunakananalisis faktor konfirmatori (CFA). Sasaran ketiga adalah merumuskan pengembangan urban farming berdasarkan preferensi masyarakat Desa kepuhkembeng menggunkan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil akhir dari penelitian ini berupa Arahan pengembangan urban farming berdasarkan preferensi masyarakat desa Kepuhkembeng yaitu dikembangkan di lahan swasta. Pada lahan private sebagai fungsi ekonomi dan ketahanan pangan dengan jenis tanaman hidroponik sayuran. Kata Kunci: KKN-DR, Urban Farming, Kepuhkembeng, preferensi masyaraka

    PENINGKATAN PRODUKTIVITAS MASYARAKAT DESA KEDUNGPELUK KECAMATAN CANDI SIDOARJO MELALUI PEMASANGAN PJU (PENERANGAN JALAN UMUM)

    Full text link
    Bangoan sub-village, Kedunglukan Village, Candi Sidoarjo District, is a village with potential natural resources in ponds and goat farms and a hardworking, tenacious and creative community. However, the community has limitations in business due to the absence of lighting on public roads, which results in the lack of investors willing to invest in a company, limited working hours or business operations, potential for crime, frequent minor accidents, limited health services such as childbirth, etc. Through this community service program, Public Street Lighting (PJU) was installed. The method is carried out by conducting surveys and coordinating with village officials and PLN, determining installation points, installation, maintenance training, and entrepreneurship training. With the installation of these lightings, the community is very enthusiastic about developing a side business at night after completing their routine at work, such as making petis, shrimp paste, smoking fish, packaging, etc. In addition, both general and religious educational activities are also seen to be active with learning to recite the Koran after sunset, group study, and night patrols so that overall, it can improve the quality of the people Kedungluk village.Keywords: training, lights, lightin

    189

    full texts

    206

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇