289 research outputs found

    ANALYSIS OF STUDENTS’ ATTITUDES TOWARD STEM BASED-ON GENDER AND GRADE LEVEL: A COMPARATIVE STUDY BETWEEN INDONESIA AND THAILAND

    No full text
    ANALISIS SIKAP SISWA TERHADAP STEM BERDASARKAN GENDER DAN TINGKATAN KELAS: STUDI KOMPARASI INDONESIA DAN THAILANDAbstractAttitude is a tendency to behave and react to a given stimulus. The smoothness of STEM learning involves students, one of which is students\u27 attitude towards STEM. Students at the junior high school level are a transitional period from children to adolescents who are not yet considered adulthood. Besides that, there is behavior stereotypical in male and female students during learning. This research was conducted to analyze students\u27 attitudes towards Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) in Indonesia and Thailand in terms of grade level and gender. The research method used is descriptive quantitative using a survey. This study used the STEM questionnaire distributed to 139 students in Thailand and 90 students in Indonesia. Data were collected using a questionnaire about students\u27 attitudes towards STEM and interview protocols for science teachers. Analysis of student attitudes, which focused on self-confidence, enjoyment, interest, and anxiety, showed that these attitudes were more dominant among students at the highest grade level in both countries. However, there is no significant difference between the attitudes of male and female students in Indonesia and Thailand; both are the same in responding to STEM learning.AbstrakSikap merupakan kecenderungan berperilaku dan reaksi terhadap stimulus yang diberikan. Kelancaran pembelajaran STEM yang melibatkan siswa, salah satunya adalah sikap siswa terhadap STEM. Siswa pada jenjang sekolah menengah pertama merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju remaja yang belum dikatakan masa dewasa, selain itu adanya perilaku stereotype pada siswa laki-laki dan perempuan pada saat pembelajaran. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sikap siswa terhadap Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM) di Indonesia dan Thailand ditinjau dari tingkat kelas dan jenis kelamin. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan survei berupa kuesioner. Penelitian ini menggunakan kuesioner STEM yang dibagikan kepada 139 siswa di Thailand dan 90 siswa di Indonesia. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner tentang sikap siswa terhadap STEM dan protokol wawancara untuk guru IPA. Analisis sikap siswa yang berfokus pada kepercayaan diri, kesenangan, minat, dan kecemasan, menunjukkan bahwa sikap tersebut lebih dominan di antara siswa pada tingkat kelas tertinggi di kedua negara. Namun tidak ada perbedaan yang signifikan antara sikap siswa laki-laki dan perempuan di Indonesia dan Thailand, keduanya sama dalam merespon pembelajaran STEM

    DEVELOPMENT OF SETS-BASED CHEMISTRY LEARNING E-MODULES (SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, SOCIETY) ON COLLIGATIVE PROPERTIES OF SOLUTIONS

    No full text
    DEVELOPMENT OF SETS-BASED CHEMISTRY LEARNING E-MODULES (SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, SOCIETY) ON COLLIGATIVE PROPERTIES OF SOLUTIONSAbstractThis study aims to produce an e-module for learning chemistry based on SETS (Science, Environment, Technology, Society) on the colligative properties of solutions, and to find out students\u27 responses to the e-module. This study uses a 4-D model (define, design, development, and disseminate) which is limited only to the development stage. The instruments used in this research are needs analysis questionnaire, student analysis questionnaire, module content validation sheet, and student response questionnaire sheet. The validation of the content of the module was carried out by 2 instructional review experts and 1 practitioner. Based on the validator\u27s assessment, a valid and worthy module was produced to be tested. The e-module trial phase was carried out on 35 students of class XII MIPA at SMAN 4, South Tangerang City. Based on the student response questionnaire, obtained a percentage of 82.5% in the SETS-based learning aspect which is included in the very good category. Overall, there was a positive response to the developed e-module with an average percentage of 82.93% which was included in the very good category and was suitable for use as a medium and source of learning in the learning process.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul pembelajaran kimia berbasis SETS (Science, Environment, Technology, Society) pada materi sifat koligatif larutan, serta mengetahui tanggapan siswa terhadap e-modul tersebut. Penelitian ini menggunakan model 4-D (define, design, development, dan disseminate) yang dibatasi hanya sampai tahap development. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket analisi kebutuhan, angket analisis peserta didik, lembar validasi isi modul, dan lembar angket respon siswa. Validasi isi modul dilakukan oleh 2 orang ahli kajian instruksional dan 1 orang praktisi. Berdasarkan penilaian validator, dihasilkan modul yang valid dan layak untuk diuji coba. Tahap uji coba e-modul dilakukan terhadap 35 orang siswa kelas XII MIPA di SMAN 4 Kota Tangerang Selatan. Berdasarkan angket respon siswa, diperoleh presentase sebesar 82,5% pada aspek pembelajaran berbasis SETS yang termasuk kedalam kategori sangat baik. Secara keseluruhan, diperoleh respon positif terhadap e-modul yang dikembangkan dengan presentase rata-rata sebesar 82,93% yang termasuk dalam kategori sangat baik dan layak digunakan sebagai media dan sumber belajar dalam proses pembelajaran

    PENGEMBANGAN ENSIKLOPEDIA IPA BERBASIS INTEGRASI-INTERKONEKSI ISLAM-SAINS SEBAGAI SUMBER BELAJAR MANDIRI PESERTA DIDIK MADRASAH TSANAWIYAH

    No full text
    DEVELOPMENT OF SCIENCE ENCYCLOPEDIA BASED ON INTEGRATION-INTERCONNECTION OF ISLAM-SCIENCE AS A SELF-LEARNING RESOURCES FOR MADRASAH TSANAWIYAH STUDENTSAbstractThe dichotomy of natural science and religion is a problem in Madrasas. The availability of learning resources in schools, especially madrasah tsanawiyah, which facilitates the integration and interconnection of Islam and science, is still very minimal, so teachers still have difficulty instilling Islamic values. This study aimed, 1) to produce a science encyclopedia product based on the integration-interconnection of Islam-science, 2) to know the quality of the science encyclopedia that has been developed, 3) to find out the responses of students and the implementation of the developed science encyclopedia. This research was development research. A 4-D model includes four stages: Define, Design, Develop, and Disseminate, which was used and limited to the Develop stage only. The research instruments were validation sheets, encyclopedia quality assessment sheets, and student response sheets. The results obtained that the quality of the development of science encyclopedias based on the integration-interconnection of Islamic science, the integration process of science material into verses of the Qur\u27an and hadith using an informative model is included in the Very Good classification based on the assessment of subject experts, linguists and graphic experts, integration-interconnection of Islamic science experts and science teachers. Students\u27 responses to the limited test and broad test obtained was in the Agree classification.AbstrakDikotomi pembelajaran ilmu alam dan agama menjadi permasalahan di Madrasah. Ketersediaan sumber belajar di sekolah terutama madrasah tsanawiyah yang memfasilitasi integrasi-interkoneksi Islam dan sains masih sangat minim, sehingga guru masih kesulitan menanamkan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan, 1) menghasilkan produk ensiklopedia IPA berbasis integrasi-interkoneksi Islam-sains, 2) mengetahui kualitas ensiklopedia IPA yang telah dikembangkan, 3) mengetahui respon peserta didik dan keterlaksanaan ensiklopedia IPA yang telah dikembangkan. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Menggunakan model 4-D meliputi 4 tahap: Define, Design, Develop, dan Disseminate yang dibatasi sampai tahap Develop. Instrumen penelitian berupa lembar validasi, lembar penilaian kualitas ensiklopedia, dan lembar respon peserta didik. Hasil diperoleh bahwa kualitas pengembangan ensiklopedia IPA berbasis integrasi-interkoneksi Islam sains, proses pengintegrasian dari materi IPA ke ayat Al-Qur’an dan hadis menggunakan model informatif termasuk kedalam klasifikasi Sangat Baik (SB) berdasarkan penilaian ahli materi, ahli bahasa dan grafika, ahli integrasi-interkoneksi Islam sains dan guru IPA. Respon peserta didik pada uji terbatas dan uji luas memperoleh klasifikasi Setuju (S)

    IDENTIFICATION OF STUDENTS’ MISCONCEPTIONS USING ISOMORPHIC TEST: THE CASE OF NEWTON’S LAW OF MOTION

    No full text
    IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA MENGGUNAKAN UJI ISOMORFIK: KASUS HUKUM NEWTON TENTANG GERAKAbstractStudents\u27 misconceptions can lead to learning failure if they are not addressed. In this study, using Google Form, we identify students’ misconceptions using the isomorphic test method on Newton\u27s Law of Motion, especially the principles of dynamics. This study is quantitative research conducted in three junior high schools in South Tangerang. There are 90 participants involved that was selected by purposive sampling method. The research instrument was an isomorphic test in form of multiple choice with nine questions with three indicators namely: analyzing the application of Newton’s I law in daily life; analyzing the correlation between force and mass and the acceleration of a moving object; and analyzing the application of Newton’s III Law in daily life. The results showed that the students were identified as having misconceptions in Newton’s Law concept using isomorphic tests, including misconceptions of inertia and misconceptions of Newton’s Third Law of Motion. One of the misconceptions is that students assume an object will maintain its initial position in motion by applying a new force in the opposite direction. The students\u27 misconceptions found in this study can be used as a reference so that they can be overcome in the learning process.AbstrakMiskonsepsi dapat menyebabkan siswa sulit belajar jika tidak segera diatasi. Dalam penelitian ini, dengan menggunakan Google Form, kami mengidentifikasi miskonsepsi siswa menggunakan instrumen tes isomorfik pada materi Hukum Newton tentang gerak, khususnya pada prinsip-prinsip dinamika. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilaksanakan di tiga SMP di Tangerang Selatan. Terdapat 90 partisipan yang dilibatkan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes isomorfik berupa pilihan ganda dengan sembilan soal dengan tiga indicator yaitu menganalisis penerapan hukum I Newton dalam kehidupan sehari-hari; menganalisis hubungan antara gaya dan massa dengan percepatan suatu benda yang bergerak; dan menganalisis penerapan Hukum 3 Newton dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa teridentifikasi mengalami miskonsepsi pada konsep Hukum Newton. Diantara miskonsepsinya adalah siswa berasumsi bahwa benda akan mempertahankan posisi awalnya dalam gerak dengan memberikan gaya baru dalam arah yang berlawanan. Miskonsepsi siswa yang ditemukan dalam studi ini dapat menjadi referensi sehingga dapat diatasi dalam proses pembelajaran.

    SISTEMATIK LITERATUR REVIEW: LITERASI SAINS DAN SETS (SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, AND SOCIETY)

    No full text
    AbstractPISA test results show that scientific literacy for many countries around the world is categorized as low. SETS is one approach that can improve scientific literacy. However, research for the combination of these two topics is still challenging to find. This article aims to systematically show the scope of scientific literacy research and SETS from 2016-2020. This study uses the SLR (Systematic Literature Review) method that adopts the PRISMA systematic. The study population consisted of all articles on JRST, IJSE, SE, and JPCS and other journals from the ERIC, DOAJ, and Science Direct directories. The sample of this research is 44 articles obtained in these journals. The results of the article analysis show that JPCS, IJERE, and IJSE publish the articles with the highest quantity, where the topic of scientific literacy is the topic with the highest quantity and the combined topic of scientific literacy SETS is the topic with the least quantity. The sub-topic of scientific literacy and SETS articles most studied was the development of learning books related to scientific literacy and SETS. Most of the types of research used are empirical research types. Further research is suggested to look at the effect of SETS on scientific literacy or develop a SETS-based learning media and student learning environment in improving scientific literacy.AbstrakHasil tes PISA menunjukan literasi sains untuk banyak negera di seluruh dunia dikategorikan rendah. SETS menjadi salah satu pendekatan yang dapat meningkatkan literasi sains. Namun, penelitian untuk gabungan kedua topik ini masih sulit ditemukan. Artikel  ini bertujuan untuk menunjukan sistematik cakupan penelitian literasi sains dan SETS dari tahun 2016-2020. Penelitian ini menggunakan metode SLR (Systematic Literature Review) yang mengadopsi sistematik PRISMA. Populasi penelitian terdiri atas seluruh artikel pada JRST, IJSE, SE, dan JPCS, serta pada  jurnal lainnya dari direktori ERIC, DOAJ, dan Science Direct. Sampel penelitian ini adalah 44 artikel yang diperoleh pada jurnal-jurnal tersebut. Hasil analisis artikel menunjukan JPCS, IJERE dan IJSE menerbitkan artikel dengan kuantitas terbanyak, di mana topik literasi sains menjadi topik yang kuantitas paling banyak dan topik gabungan literasi sains dan SETS menjadi topik yang kuantitas paling sedikit. Sub-topik artikel literasi sains dan SETS yang paling banyak diteliti adalah pengembangan buku pembelajaran terkait literasi sains dan SETS. Sebagian besar tipe penelitian yang digunakan ialah tipe penelitian empiris. Penelitian lebih lanjut disarankan yaitu melihat pengaruh SETS terhadap literasi sains atau mengembangkan sebuah media pembelajaran berbasis SETS dan lingkungan belajar siswa dalam meningkatkan literasi sains.

    ANALYSIS OF SCIENTIFIC HABITS OF MIND ENERGY ISSUES INVENTORY (SHOMEII) INSTRUMENT: RASCH MODEL

    No full text
    ANALYSIS OF SCIENTIFIC HABITS OF MIND ENERGY ISSUES INVENTORY (SHOMEII) INSTRUMENT: RASCH MODELAbstractScientific Habits of Mind (SHOM) is a thinking characteristic that individuals have in solving problems and making decisions. SHOM can be accomplished in learning such as physics education through discussion, debate, and issue-based learning. However, the instrument for measuring SHOM in physics education is still immature. The purpose of this research is to develop and identify the quality of the SHOM instrument with energy problems analyzed using Model Rasch. This instrument is known as the Scientific Habits of Mind Energy Issue Inventory (SHOMEII). The development was carried out with the 3D+1I model (defining, designing, developing and implementing), involving 280 high school students with an average age of 17 years and came from West Java, Indonesia. The instruments used were a validation sheet and a SHOMEII consisting of 22 items with 4 answer choices based on the level of confidence. The results of the analysis show that SHOMEII has excellent reliability, good validity, and varying levels of difficulty. Therefore, SHOMEII can be implication as an instrument to measure students\u27 SHOM abilities in physics education.AbstrakScientific Habits of Mind (SHOM) merupakan karakteristik berpikir seperti ilmuwan dalam melakukan sesuatu, memecahkan masalah dan mengambil keputusan. SHOM dapat dilatihkan dengan diskusi, debat dan pembelajaran berbasis isu. Akan tetapi, instrumen untuk mengukur SHOM dalam pendidikan fisika kurang berkembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengidentifikasi kualitas instrumen SHOM dengan isu energi yang dianalisis Model Rasch, dikenal dengan Scientific Habits of Mind Energy Issues Inventory (SHOMEII). Metode penelitian ini adalah pengembangan dengan model 3D+1I (defining, designing, developing dan implementing) yang melibatkan 280 peserta didik SMA berasal dari Jawa Barat, Indonesia. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi dan SHOMEII terdiri dari 22 item dengan 4 pilihan jawaban berdasarkan tingkat kepercayaan. Hasil analisis, SHOMEII memiliki reliabilitas yang sangat baik, validitas yang baik dan tingkat kesukaran yang beragam. Oleh karena itu, SHOMEII dapat diimplikasikan sebagai instrumen untuk kemampuan SHOM peserta didik pada pendidikan fisika.

    PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS ISLAMIC SCIENCE TECHNOLOGY ENGINEERING AND MATHEMATICS PADA MATERI HUKUM NEWTON

    No full text
    AbstractThe problem it is found that at the university there is no (Islamic  Science, Technology, Engineering, and Mathematics) I-STEM learning module as a guide for lecturers in implementing science learning. For this reason, this study aims to (1) Design Islamic STEM-based science modules on Newton\u27s Law material (2) Assess Islamic STEM-based science modules on Newton\u27s Law material. This study uses a Design Development Research (DDR) approach using the Dick and Carey instructional design model. The sample of this research is three experts, three senior lecturers and six science lecturers. The instruments of this research are observation sheets, interviews and questionnaires which are analyzed using qualitative and quantitative analysis. Qualitative analysis is used for need analysis and module design. While the quantitative analysis for the assessment of the module which is analyzed using SPSS and excel. The results showed that (1) Islamic STEM-based science module design in Newton\u27s Law material followed the three steps of the Dick and Carey instructional design model, namely needs analysis, module development and module assessment. (2) The results of assessment by expert, senior lecturers and science lecturers show that Islamic STEM-based science modules on Newton\u27s law material are appropriate for using in the science learning process in universities.AbstrakPermasalahan di lapangan didapati bahwa di universitas belum tersedianya modul pembelajaran berbasis Islamic STEM (I-STEM) sebagai panduan bagi dosen dalam melaksanakan pembelajaran IPA. Untuk itu, penelitian ini bertujuan (1) Mendesain modul IPA berbasis I-STEM pada materi Hukum Newton (2) Menilai modul IPA berbasis I-STEM pada materi Hukum Newton. Penelitian ini menggunakan pendekatan Design Development Research (DDR) dengan menggunakan model desain instruksional Dick and Carey. Sampel penelitian ini adalah tiga orang pakar, tiga orang dosen senior dan enam orang dosen IPA. Adapun instrumen penelitian ini adalah lembar observasi, wawancara dan angket yang dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kulaitatif digunakan untuk analisis kebutuhan dan dan desain modul. Sedangkan analisis kuantitatif untuk penilaian modul yang dianalisis dengan menggunakan SPSS dan excell. Hasil Penelitian menunjukkan (1) Desain modul IPA berbasis I-STEM pada materi Hukum Newton mengikut tiga langkah dari model desain instruksional Dick and Carey yaitu analisis kebutuhan, pengembangan modul dan penilaian modul. (2) Hasil penilaian pakar, dosen senior dan dosen IPA menunjukkan bahwa modul IPA berbasis I-STEM pada materi hukum Newton layak digunakan dalam proses pembelajaran IPA di perguruan tinggi.

    PENGEMBANGAN MODUL BIOTEKNOLOGI BERORIENTASI KEWIRAUSAHAAN GUNA MENINGKATKAN MINAT ENTERPREUNER SISWA SMA/MA

    No full text
    THE DEVELOPMENT OF AN ENTREPRENEUR-ORIENTED BIOTECHNOLOGY MODULE TO IMPROVE ENTREPRENEUR INTEREST IN SMA / MA STUDENTSAbstractThis research aimed to determine the application of learning models in increasing student interest in entrepreneurship. This biotechnology lesson was taken because this lesson contains an understanding of the use of biological materials in products that students can develop into entrepreneurial products. This research is a research and development (R&D) arranged systematically consisting of defining, designing, developing, and disseminating. The results of this study from the subject expert analysis, namely the feasibility of the content, shows a percentage of 81.25% is included in the very feasible category. The presentation feasibility percentage found of 80.00% is still a very feasible category. Regarding language feasibility, it got a percentage of 83.33%, which was still in the very feasible category, and for contextual assessment, it got a percentage of 80.55%. From media experts of the 75% eligible category. It was in the feasible category criteria. In terms of module design, 61.11% is a feasible category and module content design is 91.25% very feasible. Based on the results of tests carried out by students, the aspect of the module display was 84.58%, of the content presented was 83.46%, entrepreneurial aspects were 86.32%. Modules fall into the category of proper evaluation and are so worthy that they only need to be slightly revised. AbstrakKegiatan penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan model pembelajaran dalam meningkatkan minat enterpreuner siswa. Pelajaran bioteknologi ini diambil karena pelajaran ini mengandung pemahaman tentang pemanfaatan bahan hayati  menjadi produk yang bisa dikembangkan siswa menjadi produk kewirausahaan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R & D) yang disusun secara sistematis terdiri dari define/penetapan, design/perancangan, develop /pengembangan, dan disseminate/penyebaran. Hasil penelitian ini dari analisis ahli materi yaitu kelayakan isi menunjukan presentase 81,25% termasuk dalam kategori sangat layak, kemudian dalam kelayakan Penyajian didapat presentase sebasar 80,00 % masih kategori sangat layak. Dalam hal kelayakan Penyajian didapat presentase sebesar 80,00 %, kemudian dalam hal kelayakan Bahasa mendapat presentase sebesar 83,33% masih dalam kategori sangat layak dan untuk penilaian kontekstual mendapatkan presentase sebesar 80,55%. dari ahli media dari ukuran 75 % kategori layak. Dari sisi kriteria masuk dalam kategori layak, dari sisi desain modul 61,11 % kategori layak dan Desain isi modul 91,25 % sangat layak. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan oleh siswa dari aspek tampilan modul sebesar 84,58% dari penyajian materi sebesar 83,46%, aspek kewirausahaan 86,32 %. Modul termasuk dalam kategori penilian layak dan sangat layak sehingga hanya perlu sedikit direvisi.

    DEVELOPING AN E-FLIPBOOK ON ENVIRONMENTAL CHANGE TOPICS TO DEVELOP STUDENTS’ DIGITAL LITERACY

    No full text
    PENGEMBANGAN E-FLIPBOOK MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN UNTUK MELATIHKAN LITERASI DIGITALAbstractDigital literacy is one of the abilities that students need to master in the 21st century. Therefore, this study aims to produce an e-flipbook of environmental change topics to train digital literacy, which is valid, practical, and effective. As a developmental study, it refers to a 4-D model, without a dissemination phase. The material validity was measured based on the validation by material, educational, and information-technology experts. Furthermore, the e-flipbook practicality was measured based on the practitioners and student responses. Also, the effectiveness was measured according to students\u27 digital literacy based on normalized gain score, and the data were descriptive-quantitatively analyzed. The results showed the developed e-flipbook was declared valid based on the eligibility criteria for design, content, and language. Furthermore, it was stated to be practical according to the responses of practitioners and students with the acquisition of very practical and good categories. The e-flipbook was also declared effective with the acquisition of an average score of increasing digital student literacy by 0.7 in the high category. Therefore, it can be concluded that the e-flipbook on environmental change topic is valid, practical, and effective in learning digital literacy. AbstrakLiterasi digital merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai peserta didik di abad ke-21. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan e-flipbook materi perubahan lingkungan untuk melatihkan literasi digital kelas X SMA yang layak digunakan, yaitu e-flipbook yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan yang mengadaptasi model 4-D namun tahap penyebaran tidak dilakukan. Validitas e-flipbook diukur berdasarkan validasi ahli materi, ahli pendidikan, dan ahli IT. Kepraktisan e-flipbook ditinjau berdasarkan respons praktisi dan respons siswa. Keefektifan e-flipbook diukur berdasarkan tes literasi digital peserta didik berdasarkan gain score ternormalisasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa e-flipbook yang dikembangkan dinyatakan sangat valid berdasarkan kriteria kelayakan penyajian, isi, dan kebahasaan. E-flipbook yang dikembangkan dinyatakan praktis berdasarkan respons praktisi (guru) dan siswa dengan perolehan kategori sangat praktis dan sangat baik. E-flipbook yang dikembangkan dinyatakan efektif dengan perolehan skor rata-rata peningkatan literasi digital siswa sebesar 0.7 dengan kategori tinggi. Secara keseluruhan e-flipbook materi perubahan lingkungan dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran untuk melatihkan literasi digital siswa.

    APPLICATION OF THE RASCH MODEL ON THE TEST INSTRUMENT TO ANALYZE THE PROBLEM-SOLVING ABILITY OF STUDENTS IN ACID-BASE SOLUTIONS MATERIALS

    No full text
    APPLICATION OF THE RASCH MODEL ON THE TEST INSTRUMENT TO ANALYZE THE PROBLEM-SOLVING ABILITY OF STUDENTS IN ACID-BASE SOLUTIONS MATERIALSAbstractIn 21st century education, students are required to have high problem-solving skills. This study aims to reveal the quality of the test instrument with the Rasch model. Descriptive quantitative research is used with total of 38 students of class XI SMAN 2 Semarang became the subjects in this study. The data obtained in this study is from a combination of student response patterns on the product development diagnostic test instrument. The data analysis used was IRT Rasch. Rasch model analysis for summary statistics, item-fit, wright-map, item-measure, person-measure, person-fit dan item-DIF. The value of person reliability is 0.78(sufficient), and item reliability value is 0.8(good). Cronbach\u27s alpha value is 0.82 (very good). Based on the analysis Rasch model, it was found that there were two students (12P and 37P) whose response patterns were not ideal. The results showed problem-solving ability profile of students in the very high category of 26%, high of 29%, average of 16%, low of 13%, and very low of 16%. The results of this study indicate that the test instrument can be used for further research in measuring student problem solving and the Rasch model contributes to teachers and schools in identifying students\u27 abilities in more detail. AbstrakPada pendidikan abad-21, siswa dituntut harus memiliki keterampilan problem-solving yang tinggi. Penilaian keterampilan problem-solving dapat dilakukan secara online yang terintegrasi pada soal tes pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kualitas instrumen tes dengan model Rasch. Penelitian kuantitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Total 38 siswa kelas XI SMAN 2 Semarang menjadi subjek dalam penelitian ini. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah dari kombinasi pola respon jawaban siswa pada instrumen tes diagnostik produk pengembangan. Analisis data yang digunakan menggunakan Item Response Theory (IRT) model Rasch. Analisis model Rasch untuk summary statistics, item-fit, wright-map, item-measure, person-measure, person-fit dan item-DIF. Nilai person reliability didapatkan sebesar 0,78, kriteria cukup, dan nilai item reliability sebesar 0,85, kriteria bagus. Nilai alpha Cronbach sebesar 0,82, kriteria bagus sekali. Berdasarkan hasil analisis Rasch model ditemukan ada dua siswa yang pola responnya tidak ideal yaitu siswa 12P dan 37P. Hasil penelitian menunjukkan profil kemampuan problem-solving siswa dengan kategori sangat tinggi sebesar 26%, tinggi sebesar 29%, rata-rata sebesar 16%, rendah sebesar 13%, dan sangat rendah sebesar 16%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa instrumen tes dapat digunakan untuk penelitian lanjutan dalam mengukur pemecahan masalah siswa dan model Rasch memberikan kontribusi kepada guru dan sekolah dalam mengidentifikasi kemampuan siswa lebih rinc

    0

    full texts

    289

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    EDUSAINS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇