TESLA Jurnal Teknik Elektro UNTAR
Not a member yet
297 research outputs found
Sort by
DESAIN DAN IMPLEMENTASI SOLAR CHARGING CONTROLLER DENGAN TOPOLOGI CUK CONVERTER MENGGUNAKAN KONTROL LOGIKA FUZZY
Solar energy as an alternative way of anticipating the crisis of electrical energy. The output voltage of solar energy is unstable depends on the intensity of solar radiation and temperature. Solar energy obtained needs to be stored in batteries. On the other hand, battery charging system requires constant voltage, dc-dc converter is the right solution. Cuk converter is one of dc-dc converter topology that has the advantage of stable continuous current at input and output.. The purpose of this research to design and realize a battery charging system with fuzzy logic controller on the cuk converter. The fuzzy logic controller method to generate Pulse Width Modulation (PWM) so that the output voltage is 14 Volt. Fuzzy logic control uses the Mamdani method with 5 error membership functions and 5 delta error membership functions, as well as 5 output membership functions that is single tone. The results of the research that has been done for the response signal graph generated from fuzzy logic control parameters are for Response time (tr) = 0.74 seconds, Peak time (tp) = 1.243 seconds, % over shoot = 0%, Settling time (ts) = 1,243 seconds, Error (ess) = 0.17. the conclusion of this research is that the output of the singletone fuzzy control system response (-4, -2, 0, 2, 4) for the parameters applied shows a stable output value and can work well acording to the design.ABSTRAK:Energi surya sebagai cara alternatif dalam mengantisipasi krisis energi listrik. Tegangan keluaran dari energi surya tidak stabil tergantung dari intensitas dari radiasi matahari dan suhu. Energi surya yang diperoleh perlu disimpan pada baterai. Disisi lain, sistem pengisisan baterai membutuhkan tegangan konstan, dengan menggunakan dc-dc konverter adalah solusi yang tepat. Cuk converter merupakan salah satu topologi dc-dc konverter yang memiliki keunggulan arus kontinyu yang stabil pada input dan output-nya. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang dan merealisasikan sistem pengisisan baterai dengan kontrol logika fuzzy pada cuk converter. Metode kontrol logika fuzzy berfungsi untuk membangkitkan Pulse Width Modulation (PWM) sehingga tegangan keluarannya yaitu 14 Volt. Kontrol logika fuzzy dengan metode Mamdani dengan 5 fungsi keanggotaan error dan 5 fungsi keanggotaan delta error, serta 5 fungsi keanggotaan keluaran berupa single tone. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan untuk grafik sinyal respon yang dihasilkan dari parameter kontrol logika fuzzy untuk Response time (tr) = 0.74 detik, Peak time (tp) = 1.243 detik, % over shoot = 0%, Settling time (ts) = 1,243 detik, Error (ess) = 0.17. Kesimpulan dari penelitian ini untuk keluaran respon sistem kontrol fuzzy singletone (-4, -2, 0, 2, 4) pada parameter yang diterapkan menunjukkan nilai keluaran yang stabil dan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan perancanga
RANCANG BANGUN STASIUN CUACA BERBASIS WIRELESS SENSOR NETWORK DENGAN LORA SX1278
Paragliding is a type of free-flying sport using cloth wings, commonly called a parachute. At the time of takeoff, this sport utilizes the thrust generated by the wind and lands using the feet. Based on the available data, there are still many tourists and amateur paragliding users who have difficulty finding weather information in the takeoff and landing areas. Weather is an important factor in this sport to minimize accidents and avoid flight failures due to not being able to control a parachute hit by strong winds. Therefore, based on the existing problems, a system is needed that can provide weather condition data for takeoff and landing safety with wind speed parameters using an anemometer sensor, for temperature and humidity using a DHT-22 sensor, and a wind direction sensor using a Wind Vane Direction sensor. The data processed by the Arduino Mega2560 will be displayed on a 20×4 LCD (Liquid Crystal Display). The results of the process are also sent through a data transmission system using LoRa (Long Range) technology. From the results of the tests carried out, it shows that the functionality of all sensors is running as it should. The average calibration error of the DHT sensor data is 22 for temperature, 2,14 % and humidity, 1,37% and the wind speed sensor is 2,85 %. In addition, the LoRa communication test between the node and the gateway shows good results with the average RSSI (Received Signal Strength Indicator) value at node 1 being -77 dBm and node 2 being -34 dBm
ABSTRAK:
Paralayang merupakan salah satu jenis olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain atau biasa disebut dengan parasut. Pada saat lepas landas olahraga ini memanfaatkan gaya dorong yang dihasilkan oleh angin dan mendarat menggunakan kaki. Berdasarkan data yang ada masih banyak wisatawan maupun pengguna paralayang amatir yang mengalami kesulitan untuk mengetahui informasi cuaca pada area lepas landas dan pendaratan. Cuaca menjadi faktor penting dalam olahraga ini untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan dan menghindari terjadinya gagal terbang akibat tidak bisa mengendalikan parasut yang diterpa angin kencang. Maka dari itu, berdasarkan permasalahan yang ada diperlukan suatu sistem yang dapat memberikan data kondisi cuaca untuk keselamatan lepas landas dan mendarat dengan parameter kecepatan angin yang menggunakan sensor Anemometer, untuk suhu dan kelembaban menggunakan sensor DHT 22, dan sensor arah angin menggunakan sensor Wind Vane Direction dan data yang diproses oleh Arduino Mega2560 ditampilkan pada LCD (Liquid Crystal Display) 20×4, hasil dari proses tersebut juga dikirim melalui sistem transmisi data dengan menggunakan teknologi LoRa (Long Range). Dari hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa fungsionalitas semua sensor sudah berjalan sebagaimana mestinya, rata-rata kesalahan kalibrasi data sensor DHT 22 untuk suhu 2,14% dan kelembaban 1,37%, dan sensor kecepatan angin sebesar 2,85%. Selain itu pengujian komunikasi LoRa antara node dan gateway menunjukan hasil yang baik dengan nilai RSSI (Received Signal Strength Indicator) rata-rata pada node 1 adalah -77 dBm dan node 2 adalah -34 dBm.Pembangkit listrik mikrohidro merupakan salah satu alternatif penghasil energi listrik dengan skala kecil yang menggunakan tenaga air. Secara teknis, mikrohidro memiliki tiga komponen utama yaitu air (sebagai sumber energi), turbin dan generator. Didalam lingkungan disekitar kita pun dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro dalam skala rumahan. Komponen yang dibutuhkan untuk membuat prototipe mikrohidro ini berupa tandon air, valve, MOV(Motor Operate Valve), Generator, flowmeter,sensor tegangan,beban berupa lampu LED. Tandon air dipasang setingggi 4 meter terhubung dengan pipa yang terdapat valve dan MOV. MOV digunakan sebagai aktuator pengontrol aliran air untuk mengatur derajat bukaan valve secara otomatis. Kemudian terhubung generator untuk mengubah energi gerak menjadi energi listrik,flowmeter untuk mengetahui nilai debit yang dihasilkan dan terhubung sensor tegangan. Mikrokontroler sendiri menggunakan arduino. Kemudian sistem akan terhubung dengan beban berupa lampu LED. Ketika besar beban lampu berubah-ubah, diharapkan tegangan yang dihasilkan generator tetap stabil. Untuk mengatur agar tegangan tetap stabil maka dilakukan pengendalian tegangan dengan mengatur derajat bukaan valve menggunakan sistem kontrol PID dengan aktuator MOV (Motor Operate Valve). Pengendalian tegangan dengan kontrol PID berdasarkan teori Ziegler Nichols dengan metode osilasi. Melalui eksperimen diperoleh konstanta KP= 0,9 , Ki=0,45 dan Kd= 0,45 yang paling optimal karena respon sistem berosilasi lebih pendek 1,15 detik. Waktu yang dibutuhkan tegangan untuk stabil menuju setpoin dari awal sistem dinyalakan sebesar 46,20 detik. Semakin besar derajat bukaan valve maka semakin besar tegangan yang dihasilkan, karena aliran air (debit) yang dihasilkan semakin besar
PENGUJIAN ELEKTRIK MOTOR INDUKSI 3 PHASE ROTOR SANGKAR 75 KW DI PT MESINDO TEKNINESIA
In the schematic of the electric motor repair procedure, it can be explained that the repair process can be divided into four handling parts, which include operations, quality control, mechanical and electrical. induction before and after repair. The data taken is the data of the 380V cage induction motor belonging to PLTU Indramayu. In the testing process both before and after the repair there are several measurements, namely: Insulation Resistance Test, Resistance Test, Winding Wave Test Running test. In the insulation resistance test, the results obtained are an average of 2000 M? or above 100 M? so that the stator after being repaired is in good condition, as well as the results of the resistance test, the result is that the deviation balance between the coils is not more than 5%. The results of the Surge test after the repair also showed that there was no noise and good, for the results of the motor rotation test, vibration and temperature, all of them were in accordance with the 2015 EASA AR100 standard. Inspection of the motor before repairing (electrical test before repairing) must be more thorough because the inspection become the basis for determining what process will be carried out nextABSTRAK:Pada skema prosedur perbaikan motor listrik dapat dijelaskan bahwa proses perbaikan dapat di bagi menjadi empat bagian penanganan yaitu meliputi operasional, quality control, mechanical dan electrical Penelitian dilaksanakan di PT Mesindo Tekninesia departemen QC (Quality Control) yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung tentang pengujian elektrik motor induksi sebelum perbaikan dan setelah perbaikan. Data yang diambil adalah data motor induksi sangkar 380V milik PLTU Indramayu. Dalam proses pengujian baik sebelum maupun sesudah perbaikan terdapat beberapa pengukuran yaitu:Tes Tahanan Isolasi,Tes Resistansi ,Tes Gelombang Belitan Running test. Pada pengujian insulation resistance hasil yang didapat rata-rata 2000 M? atau berada diatas 100 M? sehingga stator setelah diperbaiki dalam keadaan bagus, begitupun pada hasil resistance Test hasilnya yaitu balance deviasi antar coil tidak lebih dari 5%. Hasil Surge test setelah perbaikan pun menunjukkan bahwa tidak ada noise dan baik, untuk hasil dari pengujian putaran motor, getaran dan suhu semuanya sudah sesuai dengan standar EASA AR100 2015. Pemerikasaan motor sebelum diperbaiki (electrical test before repairing) harus lebih teliti lagi karena pemeriksaan tersebut menjadi dasar penentu untuk proses apa yang akan dilakukan selanjutny
ANALISIS PERHITUNGAN KERUGIAN DAYA PADA LENDUTAN SERAT OPTIK DENGAN SIMULASI MATLAB
Bending is one of the causes of signal transmission loss through the electromagnetic wave medium in the optical fiber. There are two types of bendinglossess: microbending and macrobending. Both of them occur when the surface of the optical fiber cable experiences external pressure which causes deformation in the core of the optical fiber. Bending causes the loss of the optical transmission power affected by decreased light intensity, therefore the output ratio becomes degraded to the input one. This kind of condition assumed can be utilized for designing the optical fiber-based sensor by observing the response of the optical fiber against the external disturbances or stimulation.One example is the mechanical force that causes the deformation to the optical fiber. Based on the simulation result through the Matlab programming for macrobending loss, it was obtained that the highest power loss at 1.817×10-4 dB/mm on the 10mm bending radius for the 1650nm wavelength, and the lowest at 2.683×10-8 dB/mm on the 20mm bending radius for the 1250 nm wavelength. Meanwhile for microbending loss, it obtained the largest change of transmission coefficient at 59.070% for 100mm spacer length with applied mechanical force as large as 106 dynes or 10N, and the smallest change at 0.591% for 10mm spacer length with applied mechanical force as large as 105 dynes or 1N. These significant changes of the measured values show that the optical fiber, by simulation, is pretty responsive against the external stimulations, either on the macroscopic scale or the microscopic scale. So that based on its responsiveness, we can assume that optical fiber is most likely possible to be utilized in variousmodern fiber optic sensor for many applied technologiesABSTRAK:Lendutan atau bending merupakan salah satu penyebab kerugian transmisi sinyal melalui medium gelombang elektromagnetik berupa cahaya melalui pada serat optik. Terdapat dua jenis bending, yaitu macrobending dan microbending. Keduanya adalah tipe lendutan yang terjadi ketika permukaan serat optik mendapat tekanan eksternal yang menyebabkan terjadinya deformasi pada inti serat optik. Lendutan mengakibatkan berkurangnya daya transmisi optik dikarenakan berkurangnya intensitas cahaya, sehingga nilai keluarannya menjadi terdegradasi. Kondisi tersebut diasumsikan dapat dimanfaatkan untuk perancangan sensor berbasis serat optik dengan mengamati respon serat optik terhadap gangguan eksternal. Sebagai contoh berupa gaya mekanis yang menyebabkan serat optik terdeformasi. Berdasarkan hasil simulasi melalui Matlab untuk macrobending, diperoleh kerugian daya tertinggi sebesar 1.817 × 10-4 dB/mm pada radius bending 10 mm untuk panjang gelombang 1650 nm, dan terendah sebesar 2.683 × 10-8 dB/mm pada radius bending 20 mm untuk panjang gelombang 1250 nm. Sementara untuk microbending, diperoleh perubahan koefisien transmisi tertinggi sebesar 59.070% untuk panjang penyekat 100 mm dengan gaya mekanis sebesar 106 dyne atau 10 N, dan terendah sebesar 0.591% untuk panjang penyekat 10 mm dengan gaya mekanis sebesar 105 dyne atau 1 N. Perubahan nilai yang sangat signifikan tersebut menunjukkan bahwa serat optik secara simulasi cukup responsif terhadap stimulasi eksternal, baik dalam skala makro maupun mikro. Berdasarkan sifatnya yang cukup responsif, dapat disimpulkan bahwa serat optik sangat mungkin untuk dimanfaatkan dalam perancangan sistem sensor moderen untuk berbagai aplikasi teknologi
PERANCANGAN DAN REALISASI AUTOMATIC DIMMING LIGHT PADA LABORATORIUM PENDIDIKAN
Lighting is one of the main aspects that has an important role in production activities, especially in the medium-scale industrial production process. To get optimal lighting performance, a light source is needed that can meet the needs of lighting levels in accordance with the Indonesian National Standard (SNI) regarding lighting for medium-scale industrial workplaces or laboratory rooms of educational institutions. Based on the need for a good lighting system, a system in the form of Automatic dimming light was designed that can be programmed to meet the lighting standards according to SNI. The lamp has a controller design concept that automatically uses a 10 watt bulb which is able to provide 500 lux lighting at a distance of 40 cm from the table surface. Using the light intensity sensor module to read the light intensity value so that the lighting can be processed by Arduino Uno and then forwarded to the bulb. It aims to provide adequate lighting in accordance with the desired standard, which is 500 lux ABSTRAK:Kehidupan sehari-hari orang selalu membutuhkan pencahayaan yang bersumber pada lampu. Pencahayaan merupakan salah satu aspek utama yang memiliki peran penting dalam kegiatan produksi, terutama pada proses produksi industri skala menengah. Untuk mendapatkan kinerja pencahayaan yang optimal maka dibutuhkan suatu sumber cahaya yang dapat memenuhi kebutuhan tingkat pencahayaan yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) mengenai pencahayaan tempat kerja industri skala menengah atau ruangan laboratorium lembaga pendidikan. Pencahayaan yang cukup untuk bidang laboratorium pendidikan menurut SNI adalah sebesar 500 lux. Atas dasar kebutuhan akan sistem pencahayaan yang baik ini, dirancanglah sebuah sistem berupa Automatic dimming light yang dapat diprogram untuk memenuhi standar pencahayaan sesuai SNI. Lampu ini memiliki konsep rancangan pengontrol secara otomatis menggunakan sistem dimmer yang mampu memberikan pencahayaan sebesar 500 lux pada jarak 40 cm terhadap permukaan meja ataupun dapat mengurangi tingkat pencahayaan jika sistem mendeteksi tingkat pencahayaan sudah cukup memenuhi standar menurut SNI. Sistem ini menggunakan input yang berupa sensor intensitas cahaya untuk pembacaan nilai intensitas cahaya agar pencahayaan. Sistem akan diproses oleh Arduino Uno untuk melanjutkan perintah kepada modul dimmer agar dapat bekerja menambahkan atau mengurangi tingkat pencahayaan hingga mencapai nilai yang telah ditetapkan sesuai dengan SNI. Hal tersebut akan diteruskan ke output yang berupa sebuah lampu. Hal ini bertujuan agar dapat memberikan pencahayaan yang dikeluarkan sudah cukup sesuai dengan standar yang diinginkan yaitu 500 lux
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM DAFTAR HADIR EXCEL RFID BERBASIS ARDUINO
Attendance lists are an important part of managing the teaching workforce in schools. However, at SDN Kalirejo 1, they still use the manual attendance list. The purpose of this study is to design an attendance system using an excel-based RFID that is reliable and can be used by agencies within a certain period of time. The method in this research has several stages, namely planning, designing, coding and testing. The results of the research that the SDN Kalirejo I agencies 80% agree, with the presence of an Excel-based Arduino RFID presence system. The use of this system will be easier because the recording process is done automatically, and the use of this system will minimize time because the attendance input process is done by scanning. The implementation limitations of making this attendance list system include the RTC must remain on, the RFID tag in the form of a card, the system users are all employees of SDN Kalirejo I and only one admin. In designing an application, limitations are needed so that the application that is designed does not go out of the initial plan of application design. There are two types of system requirements, namely functional requirements and non-functional requirements. This research resulted in testing the text document software successfully appearing in the excel application. In hardware testing, the Serial Number/Code on the RFID tag is read by the RFID reader. Serial Number/Code that is read on the RFID Reader can be converted into text format. The converted serial number/code has been successfully saved to the SD card in the form of a text document format
ABSTRAK:
Daftar hadir merupakan bagian penting untuk mengelola tenaga kerja pendidik dalam sekolah. Namun di SDN Kalirejo 1 masih menggunakan daftar hadir manual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sebuah sistem kehadiran menggunakan RFID berbasis excel yang handal dan dapat digunakan oleh instansi dalam jangka waktu tertentu. Metode dalam penelitian ini memiliki beberapa tahap yaitu perencanaan, perancangan, pengkodean dan pengujian. Hasil dari penelitian bahwa instansi SDN Kalirejo I 80% setuju, dengan adanya sistem kehadiran RFID arduino berbasis excel. Penggunaan sistem ini akan memperoleh kemudahan karena proses rekapan dilakukan secara otomatis, dan penggunaan sistem ini akan meminimalisir waktu karena proses input kehadiran dilakukan dengan cara scan. Batasan implementasi dari pembuatan sistem daftar hadir ini antara lain RTC Harus tetap menyala, tag RFID berupa kartu, pengguna sistem adalah semua karyawan SDN Kalirejo I dan hanya satu admin. Dalam merancang suatu aplikasi, dibutuhkan batasan-batasan agar aplikasi yang dirancang tidak keluar dari rencana awal perancangan aplikasi. Terdapat dua jenis kebutuhan sistem yaitu kebutuhan fungsional dan kebutuhan non fungsional. Penelitian ini menghasilkan di dalam pengujian software text dokumen berhasil muncul di aplikasi excel. Dalam pengujian hardware Serial Number/Code pada RFID tag terbaca oleh RFID reader. Serial Number/Code yang terbaca pada RFID Reader dapat di convert menjadi format text. Serial Number/Code yang di convert berhasil tersimpan ke SD card berupa format text dokumenDaftar hadir merupakan bagian penting untuk mengelola tenaga kerja pendidik dalam sekolah. Namun di SDN Kalirejo 1 masih menggunakan daftar hadir manual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sebuah sistem kehadiran menggunakan RFID berbasis excel yang handal dan dapat digunakan oleh instansi dalam jangka waktu tertentu. Metode dalam penelitian ini memiliki beberapa tahap yaitu perencanaan, perancangan, pengkodean dan pengujian. Hasil dari penelitian bahwa instansi SDN Kalirejo I 80% setuju, dengan adanya sistem kehadiran RFID arduino berbasis excel. Penggunaan sistem ini akan memperoleh kemudahan karena proses rekapan dilakukan secara otomatis, dan penggunaan sistem ini akan meminimalisir waktu karena proses input kehadiran dilakukan dengan cara scan. Batasan implementasi dari pembuatan sistem daftar hadir ini antara lain RTC Harus tetap menyala, tag RFID berupa kartu, pengguna sistem adalah semua karyawan SDN Kalirejo I dan hanya satu admin. Dalam merancang suatu aplikasi, dibutuhkan batasan-batasan agar aplikasi yang dirancang tidak keluar dari rencana awal perancangan aplikasi. Terdapat dua jenis kebutuhan sistem yaitu kebutuhan fungsional dan kebutuhan non fungsional. Penelitian ini menghasilkan di dalam pengujian software text dokumen berhasil muncul di aplikasi excel. Dalam pengujian hardware Serial Number/Code pada RFID tag terbaca oleh RFID reader. Serial Number/Code yang terbaca pada RFID Reader dapat di convert menjadi format text. Serial Number/Code yang di convert berhasil tersimpan ke SD card berupa format text dokume
RANCANG BANGUN SISTEM PENYIRAMAN BIBIT TANAMAN PEPAYA CALIFORNIA BERBASIS INTERNET
Papaya is a tropical fruit which is currently the best fruit. Farmers need tools that can easily water, consume energy, and monitor soil moisture and plant temperature in real time and based on the Internet. In this case it is important that the application of technology and agriculture in Indonesia must be treated optimally. The selection of the input sensor and the set point value must be in accordance with the state of soil moisture and temperature around the plant so that the watering system works according to the needs of the California papaya seed plant. There are 4 Soil Moisture sensors and one DHT22 sensor which functions as a detector of the value of soil moisture and temperature around the plants that have been set in the NodeMCU ESP32, 12 Volt DC Pump as Output and Blynk Application as monitoring. In this study, watering can be done manually, scheduled and automatically. The process of controlling this system can be done anywhere and anytime when connected to the internet network. From the test results, the tool can perform a watering and monitoring system as expected. The tool can do watering with a water discharge issued as much as 33,333 ml/second
ABSTRAK:
Tanaman Pepaya merupakan buah tropis yang pada saat ini menjadi buah terbaik. petani membutuhkan alat yang dapat dengan mudah untuk menyiram, mengkonsumsi energi, dan memonitoring kelembaban tanah dan suhu tanaman secara real time dan berbasis Internet . Dalam Hal ini Penting adanya Penerapan ilmu Teknologi dan pertanian di Indonesia harus diperlakukan secara optimal. Pemilihan Sensor inputan dan Nilai Setpoint yang di tetapkan harus sesuai dengan keadaan kelembaban tanah dan suhu di sekitar tanaman agar sistem penyiraman bekerja sesuai dengan kebutuhan tanaman bibit pepaya california. Terdapat 4 sensor Soil Moisture dan satu sensor DHT22 berfungsi sebagai pendeteksi nilai Kelembaban tanah dan suhu di sekitar tanaman yang telah di atur di NodeMCU ESP32 , Pompa DC 12 Volt sebagai Outputan dan Aplikasi Blynk sebagai monitoring. Pada penelitian ini dapat melakukan penyiraman secara manual, terjadwal dan otomatis. Proses pengontrolan sistem ini dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja ketika terkoneksi ke jaringan internet . Dari hasil pengujian, alat dapat melakukan sistem penyiraman dan monitoring sesuai dengan yang diharapkan. Alat dapat melakukan penyiraman dengan debit air yang dikeluarkan sebanyak 33.333 ml/detikABSTRAK:Tanaman Pepaya merupakan buah tropis yang pada saat ini sedang diupayakan menjadi buah terbaik.pemilik tanaman dan petani membutuhkan alat yang dapat dengan mudah untuk menyiram, mengkonsumsi energi, dan memonitoring kelembaban tanagh dan suhu tanaman secara real time dan berbasis Internet of Things. Hal ini Penting adanya Pemaduan antara ilmu Teknologi dan pertanian di Indonesia harus diperlakukan secara optimal. Pemilihan Sensor inputan dan Nilai Setpoint yang di tetapkan harus sesuai dengan keadaan kelembaban tanah dan suhu di sekitar tanaman agar sistem penyiraman bekerja sesuai dengan kebutuhan tanaman bibit pepaya california. Terdapat Empat sensor Soil Moisture dan satu sensor DHT22 berfungsi sebagai pendeteksi nilai Kelembaban tanah dan suhu di sekitar tanaman yang telah di atur di NodeMCU ESP32 ,Pompa DC 12 Volt sebagai Outputan dan Aplikasi Blynk sebagai monitoring. Pada penelitian ini dapat melakukan penyiraman secara manual,terjadwal dan otomatis. Proses pengontrollan sistem ini dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja ketika terkoneksi ke jaringan internet . Dari hasil pengujian, alat dapat melakukan sistem penyiraman dan monitoring sesuai dengan yang diharapkan. Alat dapat melakukan penyiraman dengan debit air yang dikeluarkan sebanyak 33.333 ml/detik.
Kata kunci : Tanaman Pepaya california, sistem penyiraman monitoring, sensor DHT22, sensor Moisture, Mikrokontroler NodeMCU ESP32,Blynk
RANCANG BANGUN RUANG PENYIMPANAN BIBIT BAWANG MERAH SIAP TANAM MENGGUNAKAN BOARD ESP32 BERBASIS INTERNET OF THINGS
Pondokkelor Village is one of the many areas in Probolinggo Regency which is a producer of shallots, in the nursery process the farmers buy seeds outside the area and do not produce them because of frequent failures in the growth process. Seeds that have been purchased will be stored in a dry room or warehouse and not damp within 1 to 2 months. In the process of storing shallot seeds, it will experience shrinkage so that it can affect the planting process, with this study which aims to compare the weight of shallot seeds stored for 30 days using conventional methods and storage box boxes that have been equipped with an IoT-based control system (Internet of things). This storage box is equipped with a DHT22 Sensor which functions to read the temperature in the storage room box and a Loadcell Sensor that functions to read the weight of the value on the seeds, as well as the Blynk Application which functions to monitor the shrinkage value of onion seedlings every day. If the reading of the temperature value on the DHT22 sensor is less than 26 degrees Celsius, the light bulb will turn on automatically and if the temperature value is more than 32 degrees Celsius, the fan will turn on. Sampling was done by placing shallot seeds on loadcell scales in a box and loadcell scales in an open room as much as 501 grams. From the results of research for 30 days, conventional storage methods have a difference in the average value of depreciation of 8.93 per day with IoT-based storage boxes and 11 grams of seed weight difference, so it can be concluded that the use of IoT-based storage boxes is more effective than conventional use.Desa Pondokkelor menjadi salah satu dari banyaknya daerah Kabupaten Probolinggo yang merupakan penghasil dari bawang merah, pada proses pembibitan para petani membeli bibit di luar daerah dan tidak memproduksi karena sering terjadinya kegagalan pada proses pertumbuhan. Bibit yang telah dibeli akan disimpan pada ruangan kering atau gudang dan tidak lembab dalam waktu 1 sampai 2 bulan. Pada proses penyimpanan bibit bawang merah akan mengalami penyusutan sehingga dapat berpengaruh pada proses penanaman, dengan adanya penelitian ini yang bertujuan untuk membandingkan berat bibit bawang merah yang disimpan selama 30 hari menggunakan metode konvensional dan box ruang penyimpanan yang telah dilengkapi sistem kontrol berbasis IoT (Internet of Things). Box ruang penyimpanan ini dilengkapi dengan Sensor DHT22 yang berfungsi untuk membaca suhu dalam box ruang penyimpanan dan Sensor Loadcell berfungsi untuk membaca berat nilai pada bibit, serta Aplikasi Blynk yang berfungsi untuk memonitoring nilai penyusutan pada bibit bawang setiap harinya. Jika pembacaan nilai suhu pada sensor DHT22 kurang dari 26 derajat celcius maka lampu bohlam akan menyala secara otomatis untuk menghangatkan ruangan dan menaikkan nilai suhu, apabila nilai suhu lebih dari 32 derajat celcius maka kipas akan menyala, dan apabila suhu berada diantara suhu 26 sampai 32 lampu bohlam dan kipas dalam kondisi off. Pengambilan sampel dilakukan dengan meletakkan bibit bawang merah pada timbangan loadcell dalam box dan timbangan loadcell diruangan terbuka sebanyak 501 gram. Dari hasil penelitian selama 30 hari alat ruang penyimpanan bibit bawang merah berbasis IoT dapat mengurangi penyusutan bibit dibandingkan penyimpanan yang menggunakan metode konvensional dengan selisih nilai rata-rata penyusutan 8,93 gram perharinya, dan selisih berat bibit sebanyak 11 gram, sehingga dapat disimpulkan penggunaan dari ruang penyimpanan berbasis IoT lebih efektif dari penggunaan konvensional
ANALISIS ANTENA MIKROSTRIP PATCH RECTANGULAR SUBSTRAT FR-4 PADA FREKUENSI 2,3 GHZ UNTUK APLIKASI LTE
This study discussed the analysis of rectangular patch microstrip antenna with FR-4 substrate on 2-.3-G-Hz_frequenc-y-f-or LTE applications. The results of this test are expected to be useful for students or common people who need it. 4G is a development of technology that was previously 3G technology. With the existence of 4G technology, will help people easier to access data quickly anywhere anytime. To support 4G technology, an antenna that can support wireless communication is needed where the type of antenna that can provide this service is a microstrip antenna.Microstrip antenna is a type of antenna that has a thin board shape and has the advantage of working at very high frequencies. Microstrip antennas have advantages that lie in their small and light physical form with various patch shapes such as rectangles, squares, triangles. (triangular), circle (circular), ellipse (elliptical), circular ring. In this simulation and analysis process, using FR-4 substrate material at a frequency of 2.3GHz and AWR microwave office application for the measurement method. Antenna parameters are important in thedesign or analysis of an antenna because the antenna parameters are the benchmark f-or-t’he ante-nna’s-perf-ormance. The parameters that being analyzed consists of return--lo-ss, Vol-tage-Sta’nding Wa’ve-Ra’tio-(VS’WR), an-d input impedance. T’h’e result i-s that the return loss value is -12.07dB below -9.54Db, the VSWR value is 1.664 which is the ideal value, while the Z impedance is 0.60707 and the imaginary value is 0.0802743.ABSTRAK:Penelitian ini membahas tentang analisa antena miksrostrip patch rectangular dengan substrat FR-4 pada.frekuensi 2,3GHz untuk-aplikasi-LTE._Hasil dari pengujian ini diharapkan bermanfaat untuk mahasiswa ataupun orang awam yang memerlukannya. 4Gmerupakan pengembangan dari teknologi yang tadinya adalah teknologi 3G. Dengan adanya teknologi’4G ini mempermudah manusia dalam mengakses data dengan cepat dimana saja dan kapan saja. Untuk mendukung teknologi 4G, dibutuhkan sebuah antena yang bisa mendukung komunikasi tanpa kabel dimana tipe antena yang dapat memberikan-layanan tersebut adalah antena-mikrostrip. Antena mikrostrip merupakan tipe antena yang memiliki-bentuk papan tipis dan mempunyai kelebihan berkerja pada frekuensi yang tinggi. Antena-mikrostrip memiliki keunggulan yang terletak pada bentuk fisiknya yang kecil dan ringan dengan bentuk patch beragam seperti persegi Panjang (rectangular), persegi (square), segitiga (triangular), lingkaran (circular), elips (elliptical), circular ring. Dalam proses simulasi dan analisa ini, menggunakan bahan substrat FR-4 pada frekuensi 2,3GHz dan aplikasi AWR microwave office untuk metode pengukurannya. Parameter antena merupakan hal yang berarti dalam perancangan ataupun analisa pada suatu antena disebabkan parameter antena merupakan tolak”ukur dari performansi-antena”itu”sendiri. Parameter yang dianalisa yaitu loss, Voltage’Standing.Wave Rasio, dan input-impedance. Adapun hasilnya diperoleh nilai dari return loss -12.07dB dibawah -9,54Db, untuk nilai VSWR memperoleh nilai 1.664 yang merupakan nilai ideal, Sedangkan Z impedansi yang memperoleh nilai 0.60707 dan nilai imajiner 0.0802743