TESLA Jurnal Teknik Elektro UNTAR
Not a member yet
    297 research outputs found

    SISTEM ABSENSI DAN PEMBUKA PINTU BERBASIS IOT DENGAN SENSOR FINGERPRINT, SUHU TUBUH DAN RFID

    Full text link
    The current attendance device cannot be monitored in real-time through a web application and is not integrated with body temperature sensors and door access systems. In this paper, an Internet of Things (IoT)-based attendance system has been developed, utilizing fingerprint sensors, body temperature sensors, and Radio Frequency Identification (RFID). The fingerprint sensor is used for recording attendance based on fingerprint patterns, the body temperature sensor is used to measure body temperature and ensure that attendees are in good health, while RFID tags on the door access system are used to ensure that only authorized personnel can access the room. The purpose of implementing IoT in the attendance and door access system is to integrate all devices with a web application, enabling real-time monitoring of attendance and room usage. The hardware of the attendance and door access system is developed using two ESP8266 devices. The first ESP8266 is used for processing attendance, reading fingerprint sensors, and measuring body temperature, while the second ESP8266 is used to control door access using an RFID card. The research methodology in this paper includes a literature review of attendance systems, system design, implementation, and testing. The testing results indicate an 80% success rate in fingerprint recognition when the fingerprint sensor is moist and a 100% success rate under normal conditions. RFID tag recognition and door access control achieved a 100% success rate. The web application has successfully integrated the attendance and door access devices, can receive data from the devices, store data in a database, and display data on the web page. ABSTRAK: Perangkat presensi yang ada saat ini belum dapat dipantau secara real time melalui aplikasi web serta belum terintegrasi dengan perangkat pembaca suhu tubuh dan pembuka pintu. Pada makalah ini, telah dikembangkan sistem presensi berbasis Internet of Things (IoT) dengan sensor fingerprint, sensor suhu tubuh dan Radio Frequency Identification (RFID). Sensor fingerprint digunakan untuk keperluan pencatatan daftar hadir berdasarkan pola sidik jari, sensor suhu tubuh digunakan untuk mengukur suhu tubuh dan memastikan penghadir dalam keadaan sehat, sedangkan penggunaan RFID tag pada pembuka pintu bertujuan untuk memastikan ruangan hanya dapat diakses oleh pihak yang berhak. Tujuan penggunaan IoT pada sistem presensi dan pembuka pintu yaitu untuk mengintegrasikan semua perangkat dengan aplikasi web sehingga pemantauan presensi dan penggunaan ruangan dapat dilakukan secara real time.  Perangkat keras sistem presensi dan pembuka pintu dikembangkan menggunakan dua buah ESP8266. ESP8266 pertama digunakan proses presensi, pembacaan sensor fingerprint dan sensor suhu tubuh sedangkan ESP8266 kedua digunakan untuk pengendalian pintu dalam mengakses ruangan menggunakan sebuah kartu RFID. Metodologi penelitian dalam makalah ini terdiri dari tinjauan pustaka mengenai sistem presensi, perancangan, realisasi dan pengujian sistem presensi. Dari hasil pengujian didapatkan tingkat keberhasilan pembacaan sidik jari sebesar 80% pada saat sensor sidik jari dalam kondisi lembap dan 100% pada saat sensor sidik jari dalam kondisi normal. Tingkat keberhasilan pembacaan RFID tag dan pengendalian pembuka pintu didapatkan sebesar 100%. Aplikasi web telah berhasil mengintegrasikan perangkat presensi dan perangkat pembuka pintu, serta dapat menerima data dari perangkat, menyimpan data ke database serta menampilkan data di halaman web.Internet of Things (IoT) merupakan sistem jaringan dari berbagai perangkat yang memungkinkan perangkat saling bertukar informasi melalui jaringan internet. Sistem absensi dengan sensor fingerprint dan sensor suhu tubuh merupakan sistem yang digunakan untuk melakukan pencatatan daftar hadir dengan pola sidik jari dan suhu tubuh untuk memastikan pengguna dalam keadaan sehat sedangkan pembuka pintu otomatis bertujuan untuk meningkatkan keamanan dari suatu ruangan. Pada makalah ini, IoT diimplementasikan pada sistem absensi dan pembuka pintu otomatis yang bertujuan untuk memudahkan operasi perangkat dan pemantauan data yang akan berlangsung secara real time. Perangkat akan terhubung dengan database melalui jaringan intranet yang dilengkapi dengan halaman dashboard yang akan dioperasikan oleh seorang admin untuk proses pendaftaran pengguna, sedangkan pembuka pintu otomatis dapat diakses menggunakan RFID tag. Dari hasil pengujian, tingkat keberhasilan pembacaan sidik jari sebesar 80% pada saat sensor sidik jari lembab dan 100% pada saat sensor sidik jari normal, dan tingkat keberhasilan pembacaan RFID tag dan pengendalian doorlock sebesar 100%

    PERANCANGAN SISTEM PENGENDALI ON/OFF STOP KONTAK LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN ANDROID

    Full text link
    This research creates a system to control the On/Off electric socket using Android as a controller. The system uses a bluetooth connection as communication between the controller and the system. System application for 6 electrical sockets that can be controlled on / off. Sockets are used to supply electrical power from electrical equipment which can be in the form of lamps, fans, and so on with a maximum power of 2000 watts for each socket. The system uses the Arduino nano microcontroller as the system controller, the HC05 bluetooth module, the relay module and programming using the Arduino IDE (Integrated Development Environment), as well as applications on Android. Applications on Android use applications that are already available in PlayStore. Module testing consists of testing the Arduino Nano module, relay module, Bluetooth module, installing the Android application, and testing the entire system. Testing the Arduino Nano module using the Blink program to turn on and off the Arduino Nano onboard LED based on the delay given. Testing the relay module by giving high and low data, then seeing the reaction of the relay. Testing applications by installing on android. Testing the Bluetooth module by connecting the Arduino Nano module and using the Android application to connect to the system and turn it on and off based on the function of the application. The test results for each module went well. This test is to determine the characteristics of each module, useful for combining all modules into one system. Testing the system by combining the Bluetooth module, the Arduino Nano module, 6 relay modules and 6 sockets, a connection is made between the system and Android, then pressing the button function in the application to turn on the light on the socket. System testing works well, according to the initial design. This research made a prototype of the system in question to make it easier to understand the form of the overall system overview.   ABSTRAK:Penelitian ini membuat sebuah sistem untuk mengendalikan On/Off stop kontak listrik dengan menggunakan android sebagai alat pengendali. Sistem menggunakan koneksi bluetooth sebagai komunikasi antara alat pengontrol dengan sistem. Aplikasi sistem untuk 6 buah stop kontak listrik yang dapat dikendalikan On/Off. Stop kontak digunakan untuk memenuhi daya listrik dari peralatan listrik yang dapat berupa lampu, kipas angin, dan sebagainya dengan maksimum daya 2000 watt untuk setiap stop kontak. Sistem menggunakan mikrokontroler Arduino nano sebagai pengendali sistem, modul bluetooth HC05, modul relay dan pemrograman dengan menggunakan arduino IDE (Integrated Development Environment), serta aplikasi pada android. Aplikasi pada android menggunakan aplikasi yang sudah tersedia di playstore. Pengujian modul terdiri dari pengujian modul arduino nano, modul relay, modul Bluetooth, install aplikasi android, dan pengujian sistem keseluruhan. Pengujian modul arduino nano dengan menggunakan program blink untuk menyalakan dan mematikan lampu led onboard arduino nano berdasarkan delay yang diberikan. Pengujian modul relay dengan diberikan data high dan low, kemudian melihat reaksi dari relay tersebut. Pengujian aplikasi dengan meng-install pada android. Pengujian modul Bluetooth dengan menghubungkan modul arduino nano serta menggunakan aplikasi android untuk melakukan koneksi dengan sistem serta menyalakan dan mematikan berdasarkan fungsi dari aplikasi. Hasil pengujian tiap modul berjalan dengan baik. Pengujian ini untuk mengetahui karakteristik tiap modul, berguna untuk penggabungan seluruh modul menjadi satu sistem. Pengujian sistem dengan menggabungkan modul Bluetooth, modul arduino nano, 6 buah modul relay serta 6 buah stop kontak, dilakukan koneksi antara sistem dan android, lalu ditekan fungsi button pada aplikasi untuk menyalakan lampu pada stop kontak. Sistem bekerja dengan baik, sesuai dengan rancangan awal. Penelitian ini dibuat purwarupa dari sistem yang dimaksud agar lebih mudah untuk dimengerti bentuk gambaran sistem secara keseluruha

    Cover 25 No. 2 OKTOBER 2023

    No full text
    Cover 25 No. 2 OKTOBER 202

    DAFTAR ISI Vol.25 No.2 OKTOBER 2023

    No full text
    DAFTAR ISI Vol.25 No.2 OKTOBER 202

    RANCANG BANGUN PENGONTROL SEEDER OTOMATIS UNTUK PROSES PICK AND PLACE BENIH SAYURAN HIDROPONIK PADA MEDIA ROCKWOOL

    Full text link
    Manual seeding process by inserting one vegetable seed into the rockwool media is a repetitive activity and requires a long time. Automatic seeder mechatronic system for pick and place process of hydroponics vegetable seeds on rockwool media will help hydroponic vegetable cultivators which require routine seeding process. The automatic seeder controller that has been made by author functions to control the seeder mechanism, rockwool perforation mechanism, and tray movement mechanism that has been made before to do the pick and place process of hydroponic vegetable seeds on rockwool media. The whole seeder and rockwool perforation process are done on a belt conveyor moving in the step of row distance of the rockwool tray. The difficulties faced are taking the small seed, the seed shape is not round, and the precision of inserting the seed into the hole in rockwool. Automatic seeder use STM32 Mapple Mini microcontroller as the controller, IR  proximity sensor to detect tray position on conveyor, and magnetic hall sensor to detect the position of rockwool perforation and seeder mechanism. Based on observation data from 6 trials, the hole in the rockwool was filled with exactly 1 seed with an average percentage of 95,7 %  for the pak choi seeds with a round shape and 83 %  for the lettuce seeds with a flat shape. Round seeds shape has the highest percentage because when sucked, the seed can cover the entire needle hole. ABSTRAK: Proses penyemaian benih secara manual dengan cara memasukkan satu per satu benih sayuran ke dalam media rockwool merupakan kegiatan berulang dan membutuhkan waktu yang lama. Sistem mekatronik seeder otomatis untuk proses pick and place benih pada media rockwool akan membantu pembudidaya sayuran hidroponik yang memerlukan proses penyemaian benih rutin. Pengontrol seeder otomatis yang dibuat penulis berfungsi untuk mengontrol mekanisme seeder, mekanisme pelubang rockwool, dan mekanisme pemindahan tray yang sudah dibuat sebelumnya agar dapat melakukan proses pick and place benih sayuran hidroponik pada media rockwool. Seluruh proses pada seeder otomatis berlangsung di atas conveyor belt untuk selanjutnya dilakukan urutan proses pelubangan rockwool dan seeder pada setiap baris tray rockwool. Kesulitan yang dihadapi adalah mengambil ukuran benih yang kecil, bentuk benih tidak bulat, dan ketepatan memasukkan benih ke dalam lubang pada rockwool.  Seeder otomatis menggunakan microcontroller STM32 Mapple Mini sebagai pengontrol, sensor IR proximity untuk mendeteksi posisi tray di atas conveyor, dan sensor hall magnetic untuk mendeteksi posisi mekanisme pelubang rockwool dan seeder. Berdasarkan data pengamatan dari 6x percobaan, keberhasilan lubang pada rockwool terisi tepat 1 biji benih memiliki rata-rata persentase 95.7 % untuk benih pak choi dengan bentuk benih bulat dan 83 % untuk benih selada dengan bentuk benih pipih. Benih dengan bentuk bulat memiliki persentase tertinggi karena pada saat terisap, benih dapat menutupi seluruh lubang jarum

    DAFTAR REDAKSI Vol.24 No.1 MARET 2022

    No full text
    DAFTAR REDAKSI Vol.24 No.1 MARET 202

    Monitoring infus dan pulse heart rate berbasis IoT

    Full text link
    Infusion is an intravenous fluid that serves to replace lost body fluids in patients. So, the infusion must always be available in order to help speed up the patient\u27s recovery. so that there is no delay in changing the infusion, the officer must always periodically control the state of the patient\u27s infusion. Currently, some hospitals still use manual methods to control infusions, where officers must come to the patient room to check the patient\u27s infusion status. for that reason I created an IoT-based infusion monitoring tool that can help hospital staff monitor the volume of infusion remotely, and also when the infusion remains 5% (5 minutes before the infusion runs out) and 0% automatically a notification will be sent to the officer. And this tool can also monitor the condition of the patient\u27s heart rate remotely with the condition that the Pulse Sensor must be attached to the patient\u27s finger. In this study, NodeMCU V3 was used as the control center. While the input uses a Load Cell sensor and a Pulse Sensor. And the resulting output will be displayed on the telegram application. With this tool, it is hoped that this tool can be marketed and can assist hospital staff in monitoring the condition of the infusion remotely. So that there is no delay in changing the infusion and the hospital can provide the best service to patients. ABSTRAK: Infus merupakan cairan intravena yang berfungsi mengganti cairan tubuh yang hilang pada pasien. Sehingga, infus harus selalu tersedia agar dapat membantu mempercepat kesembuhan pasien. agar tidak ada keterlambatan dalam penggantian infus maka petugas harus selalu mengontrol secara berkala tentang keadaan infus pasien. saat ini di beberapa rumah sakit masih menggunakan cara manual dalam melakukan pengontrolan infus, dimana petugas harus datang ke ruang pasien untuk memeriksa keadaan infus pasien. dengan alasan itulah saya membuat alat monitoring infus berbasis IoT yang bisa membantu petugas di rumah sakit dalam memantau volume infus dari jarak jauh, dan juga ketika infus tersisa 5% ( 5 menit sebelum infus habis ) dan 0% secara otomatis akan ada notifikasi yang di kirimkan ke petugas. Dan alat ini juga bisa memantau kondisi detak jantung pasien dari jarak jauh dengan syarat Pulse Sensor harus di tempelkan ke jari pasien. Pada penelitian ini, digunakan NodeMCU V3 sebagai pusat kontrol. Sedangkan inputnya menggunakan sensor Load Cell dan Pulse Sensor. Dan output yang di hasilkan akan di tampilkan pada aplikasi  telegram. Dengan adanya alat ini diharapkan alat ini dapat dapat di pasarkan dan dapat membantu petugas di rumah sakit dalam memantau kondisi infus dari jarak jauh. Agar tidak terjadi keterlambatan dalam penggantian infus dan rumah sakit dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien.Infus merupakan cairan intravena yang berfungsi mengganti cairan tubuh yang hilang pada pasien. Sehingga, infus harus selalu tersedia agar dapat membantu mempercepat kesembuhan pasien. agar tidak ada keterlambatan dalam penggantian infus maka petugas harus selalu mengontrol secara berkala tentang keadaan infus pasien. saat ini di beberapa rumah sakit masih menggunakan cara manual dalam melakukan pengontrolan infus, dimana petugas harus datang ke ruang pasien untuk memeriksa keadaan infus pasien. dengan alasan itulah saya membuat alat monitoring infus berbasis IoT yang bisa membantu petugas di rumah sakit dalam memantau volume infus dari jarak jauh, dan juga ketika infus tersisa 5% dan 0% secara otomatis akan ada notifikasi yang di kirimkan ke petugas. Dan alat ini juga bisa memantau kondisi detak jantung pasien dari jarak jauh dengan syarat Pulse Sensor harus di tempelkan ke jari pasien. pada tugas akhir ini saya menggunakan NodeMCU V3 sebagai pusat kontrol. Sedangkan input saya menggunakan sensor Load Cell dan Pulse Sensor. Dengan output saya menggunakan telegram. Dengan adanya alat ini saya berharap alat ini dapat dapat di pasarkan dan dapat membantu petugas di rumah sakit dalam memantau kondisi infus dari jarak jauh. Agar tidak terjadi keterlambatan dalam penggantian infus dan rumah sakit dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien

    DAFTAR REDAKSI Vol.24 No.2 OKTOBER 2022

    No full text
    DAFTAR REDAKSI Vol.24 No.2 OKTOBER 202

    PENGARUH PENGGUNAAN GROUNDING PADA KWH METER PRABAYAR

    Full text link
    The grounding system must be connected to every electrical panel of the building so that electrical installations, equipment, and people in the building can avoid the danger of overcurrent or voltage. In fact, the installation of grounding on prepaid kWh meters, especially in residential areas, is partially grounded because of the reason that errors often occur. This research was conducted when the prepaid kWh meter used grounding, kWh without using grounding, and kWh using grounding combined to Neutral with a different voltage source. The results of the study with three different test methods show that there is a difference in Power (W) and information on the Prepaid kWh Meter when testing the voltage varying from 270 V to TRIP at a voltage below 80 V. The power when testing using grounding is more maximal at a voltage of 220 -270V. when the voltage drops, testing using grounding is better because at a voltage of 140V there is already a warning sign in the form of a palm image on the prepaid kWh meter. Whereas in the test without using grounding, the warning appears at a voltage of 110V. The calculation of usage error at 220V shows that the smallest prepaid kWh meter error is using grounding of 1.063%. Meanwhile, the prepaid kWh meter error without grounding is 3.76%, and using grounding connected to neutral is 35.38%. Testing and calculating the prepaid kWh meter is very good when it is grounded. Starting from calculating small errors to maintaining losses from leakage currents in home electrical equipment and installations. ABSTRAK:Sistem grounding harus terkoneksi pada setiap panel listrik bangunan gedung agar instalasi listrik,peralatan, dan manusia yang berada pada bangunan tersebut dapat terhindar dari bahaya arus atau tegangan lebih. Kenyataannya pemasangan grounding pada kWh meter prabayar terutama di area perumahan sebagian tidak dipasang grounding dengan alasan sering terjadi error. Penelitian ini dilakukan pada saat kWh meter prabayar menggunakan grounding, kWh tanpa menggunakan grounding, dan kWh menggunakan grounding di gabung ke Netral dengan sumber tegangan yang berbeda. Hasil Penelitian dengan tiga metode pengujian yang berbeda menunjukkan bahwa terdapat perbedaan Daya (W) dan keterangan pada kWh Meter Prabayar saat dilakukan pengujian tegangan yang bervariasi dari 270 V hingga TRIP pada tegangan dibawah 80 V. Daya pada saat pengujian menggunakan grounding lebih maximal pada tegangan 220-270V. ketika tegangan turun, pengujian menggunakan grounding lebih baik dikarenakan pada tegangan 140V sudah ada tanda peringatan berupa gambar telapak tangan pada kWh meter prabayar. Sedangkan pada pengujian tanpa menggunakan grounding, maka  peringatan tersebut muncul pada tegangan 110V. Perhitungan error pemakaian pada tegangan 220V menunjukkan error kWh meter prabayar terkecil adalah menggunakan grounding sebesar 1,063%. Sedangkan error kWh meter prabayar tanpa grounding sebesar 3,76%, dan menggunakan grounding disambung ke netral sebesar 35,38%. Pengujian dan perhitungan kWh meter prabayar sangat baik bila dipasang grounding. Mulai dari perhitungan error yang kecil hingga menjaga kerugian dari arus bocor pada peralatan maupun instalasi listrik rumah

    SIMULASI ROOM COOLING AUTOMATION MENGGUNAKAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC)

    Full text link
    The fuzzy logic method is a method that is not much different from the case that resembles the level of thinking of people\u27s logical reasoning. It has two inputs from two different sensors with linguistic values or called membership degrees and the resulting voltage is 0 - 5.5 Volts. The PIR sensor will work optimally at a distance of 4 meters where for the sensitivity of the PIR sensor itself it can react in a time range of 3-4 seconds and for its own range of approximately 4 meters and on the LM35 sensor test that this sensor is better for temperature due to the sensitivity of detecting temperature when compared to a thermometer, this sensor will be able to stabilize the room temperature which is less precise, so that in making the room for automatic cooling the sensor works optimally in a room measuring 4 x 4 meters. ABSTRAK:Metode fuzzy logic merupakan metode tidak beda jauh dengan halnya yang menyerupai pemikiran tingkat penalaran logika orang. Memiliki dua inputan dari dua sensor yang berbeda dengan nilai linguistik atau disebut derajat keanggotaan dan tegangan yang dihasilkan dengan sebesar 0 - 5,5 Volt. Sensor PIR akan bekerja optimal pada jarak 4 meter dimana untuk sensitivitas sensor PIR sendiri dapat bereaksi pada rentan waktu 3 – 4 detik dan untuk lebar jangkauan sendiri pada kurang lebih 4 meter dan pada pengujian sensor LM35 bahwa sensor ini terhadap suhu lebih baik dikarenakan sensitivitas mendeteksi suhu apabila dibandingkan dengan termometer, maka sensor ini akan lebih dapat menstabilkan suhu ruangan yang kurang tepat, sehingga pada pembuatan ruangan untuk pendingin otomatis agar sensor bekerja secara optimal pada ruangan yang berukuran 4 x 4 meter. Kata Kunci: Room Cooling, Fuzzy Logic, Sensor LM35, Programmable Logic Control (PLC), Sensor PI

    229

    full texts

    297

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    TESLA Jurnal Teknik Elektro UNTAR
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇