SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir
Not a member yet
208 research outputs found
Sort by
PENGARUH POSISI DAN LINEARITAS DETEKTOR START-UP DALAM PENGUKURAN FRAKSI BAKAR RSG-GAS PADA KONDISI SUBKRITIS
Pengukuran fraksi bakar (burn-up) sangat penting untuk keselamatan operasi reaktor. Untuk reaktor riset, salah satu metode yang paling sederhana adalah melakukan pengukuran cacah netron pada kondisi subkris-tis dengan detektor neutron yang sudah terpasang pada teras reaktor. Jumlah cacah neutron harus ma-suk dalam rentang linearitas detektor yang dipengaruhi oleh posisi detektor dari teras. Makalah ini akan menyajikan pengaruh posisi detektor dan linearitas cacah detektor sehingga hasil pengukuran fraksi bakar akan akurat. Reaktor RSG-GAS menggunakan dua detektor fission chamber JKT01 CF811 dan CF821 untuk pengukuran kondisi start-up. Hasil pengukuran daya terhadap cacah de-tektor menunjukkan bahwa kedua detektor mempunyai linearitas yang sangat baik. Jumlah cacah masing-masing harus lebih kecil dari 12.150 cps dan 14.110 cps untuk detector JKT01 CX811 dan CX821. Dengan menjaga posisi detektor, detektor memiliki respons yang sangat baik pada berbagai posisi bahan bakar yang hendak diukur. Hasil pengukuran ini menunjukkan bahwa detektor yang terpasang di RSG-GAS dapat digunakan untuk mengukur fraksi bakar dari elemen bahan bakar
INHIBITION CHARACTER ANALYSIS OF CORROSION INHIBITOR ON CARBON STEEL MATERIALS IN 1M HCL SOLUTION USING THE EIS METHOD
Research on the effect of the concentration of the inhibitor on the corrosion behavior of carbon-steel material has been done. The research was started by immersing the prepared carbon-steel plate in a 1 M HCl en-vironment. After that, corrosion inhibitor was added with several concentrations, which are 0, 100, 200, 300, and 400 ppm in to that environment, to be stirred using a magnetic stirrer at 300 rpm for 30 minutes under room temperatur condition. The effect of the added inhibitor was then analyzed using the Electrochemical Impedance Spectroscopies (EIS) method. The experiment results showed that the greater the concentration of the inhibitor, the greater the resistance, so that the metal is more pro-tected from corrosion attack. The calculation results showed that the inhibitor efficiency is directly proportional to the concentration of inhibitor that is achieved at a concentration of 400 ppm with an efficiency of 71.24%
STUDI MODEL BOLA EKSPLISIT DAN HOMOGEN DALAM PERHITUNGAN TERAS HTR PEBBLE BED
Beberapa negara sedang mengerjakan program riset dan pengembangan HTR secara ekstensifyang dipromosikan oleh keatraktifan konsep desain HTR dan kapabilitasnya yang unik dalam memproduksihidrogen dan panas proses untuk aplikasi industri. Sifat khas dari geometri bahan bakar, moderator dan terasHTR temperatur tinggi mendorong berbagai pusat riset nuklir di dunia mengembangkan model khusus danteknik komputasi yang diperlukan untuk desain dan analisis HTR pebble bed. Makalah ini menguji danmendiskusikan model bola eksplisit dan homogen dalam perhitungan teras HTR pebble bed dengan programtransport Monte Carlo MCNP5 dan pustaka data nuklir energi kontinu ENDF/B-VI. Dalam model bolaeksplisit, teras HTR pebble bed dideskripsikan secara detil dimana seluruh zona baik moderator pebble, gashelium maupun bahan bakar pebble dengan kernel, lapisan coating dan matriks grafit dimodelkan secaraeksplisit. Dalam model homogen, HTR pebble bed dideskripsikan dengan menghomogenisasi moderatorpebble, shell grafit, matriks grafit dan pendingin helium. Hasil perhitungan memperlihatkan model homogenmenunjukkan konsistensi dengan prediksi kritikalitas teras (keff) di bawah estimasi model bola eksplisit untukseluruh ketinggian teras yang dipertimbangkan dengan bias kurang dari 1,06%. Hasil ini menyimpulkan bahwamodel homogen dapat diadopsi dalam perhitungan reaktor pebble bed karena tidak diperlukan koreksi untukmenghilangkan efek tepi sebagai konsekuensi dari teras yang dibentuk oleh array sel kisi heksagonal satuanpartikel TRISO dalam ruang 3-D
ANALISIS PENGARUH BEBAN TAK SEIMBANG TERHADAP HARMONISA PADA VARIABLE SPEED DRIVE FASA TIGA
Untai Uji Termohidrolika Eksperimental adalah sarana eksperimen untuk mempelajari berbagai fenomena termohidrolika khususnya untuk sekuen post-LOCA (Lost of Coolant Accident). Untai tersebut telah digunakan untuk berbagai penelitian, menggunakan penggerak berbasis Variable Speed Drive(VSD) dan beberapa beban fase satu yang bisa mengakibatkan ketidakseimbangan beban.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketidakseimbangan beban terhadap kualitas daya listrik pada VSD.Pada penelitian ini disimulasikan beban takseimbang untuk mengetahui efeknya terhadap kualitas catu daya listrik yang diukur dari besarnya tingkat harmonisa tegangan dan arusnya. Metode pengukuran menggunakan DAS (Data AquisitionSystem) yang dikembangkan sekaligus sebagai pengukur Total Harmonic Distortion (THD) dari tegangan dan arus pada sisi input dan output dari VSD tersebut. Hasil pengukuran menun-jukkan kenaikan THD terhadap ketidakseimbangan beban dengan harmonisa ke-3 yang terbesar. Selain itu nilai THD di sisi output pada umumnya lebih kecil dibandingkan sisi input VSD
KARAKTERISTIKA PERPINDAHAN PANAS TABUNG COOLER PADA FASILITAS SIMULASI SISTEM PASIF MENGGUNAKAN ANSYS
Fasilitas simulasi sistem pasif (FASSIP-01) merupakan alat uji sistem pendinginan dengan memanfaatkan sistem sirkulasi alam yang di bangun di laboratorium thermohidrolika PTKRN BATAN. Untai uji FASSIP-01 terdiri dari beberapa komponen utama yaitu tabung cooler, heater, perpipaan, dan tabung ekspansi. Salah satu cara mengetahui karakteristika perpindahan panas dalam suatu sistem adalah dengan metode Finite Element Method (FEM) yang merupakan langkah menyelesaikan suatu problem dengan cara mem-bagi obyek analisa menjadi bagian-bagian kecil yang terhingga. Salah satu aplikasi berbasis FEM adalah ANSYS yang digunakan dalam simulasi ini. Makalah ini dikhususkan pada aplikasi ANSYS (student version) untuk mengetahui karakteristika perpindahan panas pada tabung cooler dengan variasi kecepatan dan variasi temperatur pada aliran tabung cooler yang dilewati oleh pipa panas bertemperatur 85 oC. Hasil simulasi adalah besar kalor yang dilepas air di dalam pipa dan penyerapan kalor oleh air di dalam tabung cooler. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa semakin besar ke-cepatan aliran air yang masuk ke dalam tabung cooler, maka pendinginan yang terjadi juga semakin besar, sementara semakin kecil temperatur air yang masuk ke dalam tabung cooler, maka pendingi-nan yang terjadi juga semakin cepat
RANCANG BANGUN SISTEM OTOMATISASI KATUP PADA UNTAI UJI BETA MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK LABVIEW
Fenomena perpindahan panas dua fasa yang terjadi pada celah sempit yang berbentuk pelat pada Untai Uji Beta (UUB) penting untuk dikaji terutama pada saat terjadi kehilangan pendingin (Loos of Coolant) LOCA pada PLTN tipe PWR. Untuk menunjang pengkajian ini diperlukan sistim instrumentasi yang memadai terutama untuk meningkatkan keandalan dan keselamatan operator yang selama ini dilakukan secara manual, yaitu merancang otomatisasi katup bukaan sistem primer pada UUB berdasarkan temperatur pendingin. Tujuan rancang bangun adalah untuk mendapatkan sistem instrumentasi kendali katup yang bekerja secara otomatis sehingga memudahkan peneliti dalam melaksanakan kegiatan eksperimen dengan menggunakan fasilitas UUB. Kegiatan rancang bangun dimulai dengan menentukan modul-modul yang berhubungan dengan parameter besaran fisis yaitu modul NI 9213 (termokopel) untuk meman-tau temperatur dan modul NI 9476 (digital I/O) untuk mematikan dan menyalakan pemanas. Setelah merangkai modul-modul tersebut menjadi satu kesatuan sistem otomatisasi kendali maka dibuat pro-gram kendali menggunakan perangkat lunak LabVIEW 2011. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengaturan temperatur pendingin pada 55 - 60 oC dapat dicapai pada menit ke-28 dimulai dari suhu kamar dan pemanas mati dan pemanas hidup kembali pada menit ke-98. Dengan demikian sistem otomatisasi katup bukaan pada sistem pendinginan sistem primer dapat digunakan untuk kegiatan eksperimen di UUB
RANCANGAN INTEGRASI UNTAI UJI BETA DENGAN HEATING-02
Telah dilakukan perancanganintegrasi Untai Uji BETA dengan HeaTiNG-02. Untai Uji BETA (UUB) merupakan fasilitas penelitian yangdigunakan sebagai pendukung untuk eksperimen simulasi kecelakaan reaktor. Dalam rangka mendukungeksperimen studi perpindahan panas pada celah sempit dimensi plat, UUB membutuhkan HeaTiNG-02 untukbagian ujinya. UUB diinterintegrasi dengan HeaTiNG-02 bertujuan agar mampu digunakan untuk eksperimenperpindahan panas pada celah sempit dimensi plat dengan variasi debit aliran dan suplai air pendingin yangtidak terbatas. Integrasi dilakukan dengan memodifikasi pemipaan baru sistem primer dan sekunder UUB.Pengembangan dan eksperimen UUB dilakukan dalam rangka memahami proses perpindahan panas pada alirandua fasa di dalam celah sempit mengingat fenomena ini merupakan salah satu kondisi yang dipostulatkandalam skenario kecelakaan suatu PLTN tipe PWR. Hasil rancangan Untai Uji BETA terintegrasi denganHeaTiNG-02 adalah masih dalam tahap perencanaan desain sehingga belum dikonstruksi. Dari desainmengindikasikan bahwa mampu difabrikasi dan digunakan untuk eksperimen studi perpindahan panas padacelah sempit dimensi plat dengan kondisi loop tertutup sehingga variasi debit aliran pendingin yang tidakterbatas
PERFORMANCE ANALYSIS OF HELIUM INVENTORY CONTROL OF RGTT200K COOLING SYSTEM
RGTT200K is a power reactor, designed based on HTGR tech-nology having capability to operate at high temperatures. RGTT200K features are 200 MWth power, helium-cooled, graphite moderator and reflector, pebble fuel type, and uses the Brayton direct cycle. Helium Inventory Control System (HICS) is one of its safety system which maintains the pressure, the helium coolant quality and quantity to meet safety requirements. The HICS consists of 3 subsys-tems, namely: Inventory Control System (ICS), Helium Purification System (HPS), and Helium Make-Up System (HMS). All of the systems have the function to maintain pressure, helium quality and quantity so that the reactor can operate reliable and safely. This paper discusses the performance of the ICS, which is integrated to the reactor coolant. The research objective was to determine the helium storage tank response rate, when primary coolant is overpressured and depressurized. The methodology used in this research is modeling and simulation by using ChemCAD. In previous re-search, the HPS, ICS and HMS have been modeled but have not been integrated yet in to the primary coolant. The simulation results showed that the time required for the injection tank back to the cool-ant normal pressure of 52 bars, due to depressurization up to 5 % was 160 seconds. While the time required for bleeding / blowdown to the storage tanks due to overpressurization up to 5 % was 186 seconds
VALIDASI PROGRAM VSOP PADA PERHITUNGAN DISTRIBUSI TEMPERATUR BAHAN BAKAR RGTT200K KONDISI TUNAK
Program VSOP telah dimiliki sejak 2010 akan tetapi belum dapatdijalankan baik dengan XP maupun Windows. Kini dengan adanya kompiler tipe G95, program VSOP dapatdijalankan dengan Windows7. Program VSOP tersusun oleh 12 modul, diantaranya adalah modul TRIGIT,BIRGIT,LIFE dan VSOP serta ZUT. Program ini memerlukan data input desain geometri reaktor danspesifikasi bahan bakar. Tujuan validasi agar dapat digunakan untuk perhitungan distribusi temperatur dipermukaan bola-bola bahan bakar adalah sebagai langkah awal penggunaan VSOP selanjutnya, hingga kondisitransien nantinya. Metodologi perhitungan dilakukan dengan membagi tinggi teras menjadi 15 nodal ke arahaksial, sedangkan arah radial menjadi 17 nodal. Temperatur bahan bakar pada sisi inlet berada pada kisaran360oC, sedangkan temperatur outlet 812oC. Validasi program VSOP untuk perhitungan distribusi temperaturbahan bakar model pebble bed pada reaktor RGTT200K, yang dimodelkan pada arah radial teras dan fungsiketinggian teras, dengan asumsi penggunaan data neutronik yang telah ada, dibandingkan dengan hasilperhitungan HTGR. Hasil validasi menunjukkan terdapat perbedaan perhitungan temperatur bahan bakarsebesar 1,6%
PERHITUNGAN NOISE HIDRODINAMIKA DALAM KATUP KONTROL PADA SISTEM INSTRUMENTASI DAN KENDALI MENGGUNAKAN SMART PLANT
Telah dilakukan perhitungan karakteristikkatup kontrol pada Sistem Instrumentasi dan Kendali dengan menggunakan software Smart plant. Perhitunganini dilakukan agar katup kontrol yang akan dipasang sebagai bagian dari sistem instrumentasi dan kendalimemberikan kinerja sesuai dengan desain. Karakteristik-karakteristik yang telah dihitung adalah Reynoldsnumber factor yang berkaitan dengan rezim aliran dalam katup, Critical pressure factor, Valve cavitation indexdan Hydrodynamic noise. Dalam makalah ini pembahasan akan dibatasi pada hal berkaitan dengan proses pembangkitanHydrodynamic noise dengan model yang digunakan adalah sistem instrumentasi dan kendali yangada di desain pabrik yellow cake pada kegiatan PIPKPP tahun 2012. Hasil perhitungan noise pada katup yangada pada desain tersebut berkisar antara 9.58 ~ 70.1 dBA