Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Not a member yet
445 research outputs found
Sort by
PENGARUH BEBAN LATIHAN-RENANG TUNGGAL DAN BERULANG YANG BERLEBIHAN TERHADAP AKTIVITAS SPESIFIK ENZIM LDH JARINGAN OTOT RANGKA TIKUS (Rattus norvegicus) JANTAN GALUR WISTAR
Latar Belakang: Latihan fisik merupakan pergerakan tubuh yang terstruktur dan dilakukan berulang-ulang, bertujuan untuk meningkatkan atau mempertahankan kebugaran fisik. Tetapi latihan fisik yang berlebihan sangat bergantung kepada glikolisis anaerobik. Enzim laktat dehidrogenase (LDH) yang salah satunya terdapat di otot rangka dibutuhkan pada proses tersebut Tujuan: Mengetahui pengaruh beban latihan-renang tunggal dan berulang yang berlebihan terhadap aktivitas spesifik enzim LDH jaringan otot rangka tikus (Rattus norvegicus) jantan galur wistar. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimental murni dengan rancangan acak lengkap posttest only control group design. Dua puluh tujuh tikus galur wistar dibagi menjadi tiga kelompok: kelompok kontrol, kelompok beban latihan-renang tunggal yang diberikan latihan selama satu hari dan kelompok beban latihan-renang berulang diberikan latihan selama tujuh hari dengan durasi 45 menit per hari.Pada akhir perlakuan, jaringan otot rangka diambil untuk diukur dan dianalisis dengan One-way anova yang dilanjutkan dengan Post hoc LSD. Hasil: Diperlihatkan tidak terdapat perbedaan bermakna rerata aktivitas spesifik enzim LDH pada jaringan otot rangka tikus diantara ketiga kelompok tersebut. Kesimpulan:Perlakuan renang secara tunggal maunpun berulang dalam waktu 45 menit tidak menunjukkan perbedaan bermakna rerata aktivitas enzim spesifik LDH secara statistik
Determinan Tingkat Depresi pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma
Latar belakang. Semakin bertambahnya umur lansia mengalami berbagai macam perubahan seperti perubahan fisik, psikologi, maupun psikososial, hal ini tentu saja akan menimbulkan masalah baru salah satunya adalah depresi.6 Gejala depresi ini dapat memperpendek harapan hidup dengan mencetuskan kemunduran fisik. Dampak terbesarnya adalah penurunan kualitas hidup dan menghambat pemenuhan tugas-tugas perkembangan lansia.1 PSTW Mulia Dharma memiliki total 65 orang lansia terdapat beberapa lansia yang mengalami depresi. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional jenis cross sectional. Data primer berupa tingkat depresi dan dukungan keluarga diperoleh dengan pengisian kuesioner Geriatric Depression Scale (GDS). Penelitian dilakukan di PSTW Mulia Dharma Kabupaten Kubu Raya dengan subjek penelitian berjumlah 37 orang lansia. Analisis data diolah dengan uji statistik Chi Square menggunakan SPSS 23. Hasil. Responden terbanyak berdasarkan umur 60-74 tahun 83,8%, jenis kelamin laki-laki 59,5% , riwayat penyakit 67,6%, status perkawinan janda/ duda 64,9%, dukungan keluarga yang tidak baik 62,2% dan tingkat pendidikan SD 62,2%. Berdasarkan analisis statistik diperoleh nilai signifikansi (p) yang didapatkan dengan uji Chi Square untuk variabel umur p= 0,704, jenis kelamin p=0,427, riwayat penyakit p=0,000, status perkawinan p=0,241, dukungan keluarga p=0,005, dan tingkat pendidikan p=0,924 variabel riwayat penyakit OR=13,45 . Kesimpulan. Terdapat hubungan antara riwayat penyakit dan dukungan keluarga terhadap tingkat depresi dan riwayat penyakit merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat depresi pada lansia di PSTW Mulia Dharma Kabupaten Kubu Ray
HUBUNGAN LAMA MENJALANI MASA PIDANA DENGAN TINGKAT KECEMASAN NARAPIDANA REMAJA DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK PONTIANAK
Latar belakang: Kecemasan adalah suatu sinyal yang memperingatkanadanya bahaya yang mengancam dan memungkinkan seseorangmengambil tindakan untuk mengatasi ancaman. Kecemasan menjadisalah satu masalah kesehatan mental yang dirasakan oleh penghunilembaga pemasyarakatan. Lamanya masa hukuman dapat memunculkangejala kecemasan pada narapidana. Tujuan: Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan antara lama menjalani masa pidana dengantingkat kecemasan narapidana remaja di Lembaga Pembinaan KhususAnak Pontianak. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitikdengan pendekatan potong lintang. Data diambil dari 34 respondenmelalui pengukuran langsung terhadap tingkat kecemasan denganinstrumen Beck Anxiety Inventory (BAI). Data diolah dengan uji korelasiSpearman dan menggunakan SPSS 22.0. Hasil: Uji statistik menunjukkantidak terdapat hubungan yang bermakna antara lama menjalani masapidana dengan tingkat kecemasan narapidana remaja (p = 0,084), (r = -0,301). Nilai koefisien korelasi menunjukkan korelasi yang negatifdengan kekuatan korelasi yang sangat lemah dan tidak bermakna secaraklinis. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antaralama menjalani masa pidana dengan tingkat kecemasan narapidanaremaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Pontianak
Hubungan Tipe Kepribadian Introvert dan Ekstrovert dan Tingkat Kecemasan pada Siswa Kelas XII dalam Menghadapi Ujian Nasional
Latar belakang. Ujian nasional merupakan syarat dalam menentukan kelulusan hal tersebut dapat menjadi beban bagi siswa-siswi SMA Negeri 01 Capkala sehingga menyebabkan siswa-siswi mengalami gangguan psikologis seperti kecemasan hal ini dapat dipengaruhi kepribadian. Metode. Penelitian analitik dengan desain cross sectional menggunakan kuesioner Beck Anxiety InventoryII (BAI-II) dan kuesioner Eysenck Personality Inventory (EFI). Penelitian dilakukan di SMA Negeri 01 Capkala. Sebanyak 64 siswa angkatan 2016 menjadi sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian diuji dengan uji Chi-square dengan bantuan SPSS 20.0. Hasil. Berdasarkan tipe kepribadian didapatkan sebanyak 16 siswa (32,7%) dengan kepribadian introvert, sebanyak 33 siswa (67,3%) dengan kepribadian ekstrovert, dan berdasarkan tingkat kecemasan didapatkan sebanyak 31 siswa (93,9%) memiliki tingkat kecemasan normal-ringan, dan sebanyak 18 siswa (6,1%) memiliki tingkat kecemasan sedang-berat. Berdasarkan analisis Chi-square didapatkan nilai (p value < 0,000), dimana tipe kepribadian mempengaruhi tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi ujian nasional. Kesimpulan. Terdapat hubungan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan tingkat kecemasan pada siswa SMA Negeri 01 Capkala dalam menghadapi Ujian Nasional
Pengaruh Pola Perubahan Cuaca terhadap Tingkat Kejadian Malaria di Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2013 dan 2014
Latar belakang. Malaria adalah penyakit infeksi parasit yang disebabkan oleh Plasmodium yang menyerang eritrosit. Parasit ini ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles yang terinfeksi. Diperkirakan menyebabkan 584 ribu kematian pada tahun 2013. Data rekapitulasi Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2013 dan 2014 di Kabupaten Kapuas Hulu merupakan angka tertinggi API di Kalimantan Barat. Metodologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik. Desain penelitian yang digunakan adalah studi cross-sectional. Angka kejadian malaria di Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu tahun 2013 dan 2014. Hasil:. Hasil analisis tahun 2013 curah hujan r = 0,634 p = 0,027, suhu maksimum r = 0,637 p = 0,026, suhu minimum r = 0,760 p = 0,004, kelembaban maksimum r = 0,655 p = 0,021, kelembaban minimum 0,742 p = 0,006. Tahun 2014 curah hujan r = 0,604 p = 0,037 , suhu maksimum r= 0,638 p = 0,025, suhu minimum r = 0,676 p = 0,016, kelembaban maksimum r = 0,607 p = 0,036, kelembaban minimum r = 0,604 p = 0,038. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang kuat curah hujan, suhu maksimum, suhu minimum, kelembaban maksimum, dan kelembaban minimum periode 2013 dan 2014 terhadap tingkat kejadian malaria di Kabupaten Kapuas Hulu
Identifikasi Bakteri Endofit Daun Pegagan (Centella asiatica) berdasarkan Penanda Gen 16 S rRNA pada Escherichia coli
Latar Belakang. Di Indonesia diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat. Tanaman pegagan merupakan tanaman liar yang banyak tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan, pematangan sawah ataupun di ladang yang telah dilaporkan memiliki kemampuan antidiare. Bakteri endofit adalah bakteri yang hidup di dalam jaringan tanaman inang tanpa menyebabkan gejala-gejala penyakit. Beberapa jenis bakteri endofit diketahui mampu menghasilkan senyawa aktif yang bersifat antibiotik. Metodologi. penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-eksploratif. Isolasi bakteri endofit dari daun pegagan (C.asiatica L.) dilakukan dengan metode tanam langsung dan pemurnian isolate dengan metode streak plate, potensi antibakteri diuji dengan metode difusi cakram (disk diffusion methods). Identifikasi bakteri endofit dilakukan dengan pengamatan morfologi koloni, morfologi sel dan aktivitas biokimia. Hasil. Sebanyak 4 isolat dari 42 isolat bakteri endofit daun pegagan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escerichia coli yaitu berkisar 2 mm – 6,5. Kesimpulan. Isolat 16 memiliki aktivitas yang paling tinggi dibandingkan ketiga isolat lainnya yaitu 6,5 mm
Angka Kejadian Hipotensi Intradialisis pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Terapi Hemodialisis di RSUD dr. Soedarso Pontianak
Latar belakang. Komplikasi dari HD dapat menyebabkan adekuasi dosis optimal tidak tercapai dimana hal tersebut dapat meningkatkan angka mortalitas penderita PGK yang sedang menjalani terapi HD, IDH merupakan komplikasi yang serius dan tersering dari tindakan HD, Pendataan tentang IDH belum ada di Kalbar walaupun sudah memiliki sarana rujukan untuk terapi HD. Metode. Penelitian ini bersifat studi deskriptif dengan pendekatan observasional dan desain potong lintang. Sampelnya adalah seluruh pasien PGK yang menjalani terapi HD di RSUD dr. Soedarso Pontinak. Pendataan dilakukan secara bertahap dengan wawancara, pemeriksaan fisik, dan observasi berkala saat HD dilakukan. Hasil. Jumlah sampel sebanyak 81 orang, jenis kelamin terbanyak laki-laki (54%), usia terbanyak berada pada rentang usia 52-59 tahun (36%), status gizi terbanyak berstatus gizi baik (48%), lama HD terbanyak berkriteria lebih dari 2 tahun (53%), frekwensi HD terbanyak berfrekwensi 2 kali/minggu (95%), durasi HD persesi terbanyak 4 jam (67%), jumlah UF terbanyak berkriteria 3,5-4 liter (30%), gambaran tekanan darah terbanyak hipertensi (90%), gambaran perubahan MAP terbanyak ditemukan MAP meningkat (49%), dan ditemukan kejadian IDH sebesar 12%. Kesimpulan. Angka kejadian IDH di RSUD dr. Soedarso Pontianak sebagai rumah sakit rujukan untuk terapi HD di provinsi Kalbar ditemukan sebesar 12%
GAMBARAN PERSEPSI PEKERJA TENTANG RISIKO KECELAKAAN KERJA DI PT. PERTAMINA (Persero) TERMINAL BAHAN BAKAR MINYAK (TBBM) PONTIANAK TAHUN 2014
Latar Belakang: Persepsi merupakan faktor yang mempengaruhi perilaku. Persepsi terhadap risiko merupakan proses dimana individu menginterpretasikan informasi mengenai risiko yang mereka peroleh. Jika persepsi seseorang terhadap risiko sudah buruk, maka perilaku yang timbul cenderung mengabaikan pajanan risiko tersebut.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi pekerja tentang risiko kecelakaan kerja PT. Pertamina (Persero) TBBM Pontianak.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan secara cross-sectional. Sampel sebanyak 60 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan instrument kuesioner dan diambil dengan metode consecutive sampling.Hasil: Sebanyak 51 orang (85%) memiliki persepsi baik tentang risiko kecelakaan kerja dan 9 orang (15%) memiliki persepsi buruk tentang risiko kecelakaan kerja.Kesimpulan: Persepsi pekerja tentang risiko kecelakaan di PT. Pertamina (Persero) TBBM Pontianak sudah baik
PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS PADA PENASUN YANG MENGIKUTI PTRM DI RSJD SUNGAI BANGKONG PONTIANAK
Latar Belakang: Kota Pontianak menyumbang lebih dari 50% jumlah kasus AIDS di Kalimantan Barat. Penasun menempati peringkat ke-2 pengidap HIV terbanyak setelah pelanggan wanita penjual seks. Penasun menularkan HIV melalui perilaku berisiko: selain penggunaan jarum yang tidak steril, penasun biasanya memiliki pasangan seksual lebih dari satu orang dan tidak menggunakan kondom. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan, sikap dan tindakan pencegahan penularan HIV/AIDS pada penasun. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling. Data diambil dengan menggunakan kuesioner pada 27 respoden. Hasil: Distribusi proporsi responden yang paling banyak pada penelitian ini yaitu kelompok usia 31 – 34 tahun (29,63%), belum menikah (55,56%), SMA (62,96%), swasta (48,15%). Responden memiliki pengetahuan baik (66,67%), sikap baik (74,07%) dan tindakan baik (40,74%) dalam pencegahan penularan HIV. Kesimpulan: Penasun memiliki pengetahuan, sikap dan tindakan yang baik dalam mencegah penularan HIV
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% BIJI BUAH LANGSAT (Lansium domesticum Cor.) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa
Latar Belakang: Otitis media akut supuratif kronik (OMSK) dianggapsebagai salah satu penyebab tuli terbanyak, terutama di negara-negaraberkembang. Hasil survei diseluruh dunia menunjukkan pravelensi diIndonesia adalah 2,10-5,20%. Bakteri tersering penyebab OMSK adalahPseudomonas aeruginosa. Langsat (Lansium domesticum Cor.)merupakan tanaman tropis Indonesia yang banyak ditemukan diKalimantan Barat. Berdasarkan penelitian sebelumnya menyebutkanbahwa biji dan kulit buah tanaman ini berkhasiat untuk mengobati diare,disentri dan demam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiaktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% biji buah langsat terhadapPseudomonas aeruginosa, mengetahui kandungan metabolit sekunder,menentukan konsentrasi hambat minimum (KHM) dan menentukankonsentrasi bunuh minimum (KBM). Metodologi: Biji buah langsatdiekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%.Uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosamenggunakan metode dilusi tabung untuk menentukan KHM dan KBM.Hasil: Berdasarkan skrining fitokimia, ekstrak etanol 96% biji buah langsatmengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, saponin dan terpenoid.Ekstrak etanol 96% biji buah langsat memiliki nilai KHM pada konsentrasi0,19% dan KBM pada konsentrasi 6,25%. Kesimpulan: Ekstrak etanol96% biji buah langsat memiliki aktivitas antibakteri terhadapPseudomonas aeruginosaKata Kunci: Antibakteri, Biji buah langsat, Pseudomonas aeruginosa1) Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, UniversitasTanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.2) Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu PengetahuanAlam Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.3) Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran UniversitasTanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat