Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Not a member yet
445 research outputs found
Sort by
Hubungan antara Status Gizi dan Kadar Limfosit CD4 Pasien HIV/AIDS di RSJD Sungai Bangkong Pontianak
Latar belakang. HIV/AIDS menjadi salah satu masalah di sector kesehatan masyarakat. BerdasarkanDitjen PP & PL Kemenkes RI bahwa terdapat 8,382 penderita HIV/AIDS di Kalimantan Barat dan Pontianak merupakan salah satu kota yang menghadapi beban terbanyak orang dengan HIV/AIDS. Pasien HIV biasanya akan mengalami penurun kadar limfosit CD4 dengan salah satu gejala klinis yaitu malnutrisi. Pemberian ARV akan meningkatkan kadar limfosit CD4 yang mana harapannya akan memengaruhi status gizi dari pasien HIV/AIDS. Klinik CST Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Pontianak belum pernah melakukan penelitian mengenai status gizi dengan kadar limfosit CD4 pasien HIV/AIDS. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2017. Subjek pada penelitian ini adalah pasien HIV/AIDS Care Support Treatment (CST) Rumah Sakit Jiwa Daerah SungaiBangkong Pontianak dan telah menjalani terapi ARV ≥ 6 bulan. Total sampel sebanyak 41 responden. Analisis data dengan uji fisher. Hasil. Sebanyak 48,8% responden mempunyai kadar limfosit dalam rentang 200-500 dan 46,3% memiliki status gizi lebih. Tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan kadar limfosit pasien HIV/AIDS (p= 0,660). Kesimpulan. Kadar limfosit CD4 tidak memengaruhi status gizi pasien HIV/AIDS yang menjalani rawat jalan di Care Support Treatment (CST) Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Pontianak. Kata Kunci: HIV/AIDS, status gizi, limfosit CD
Hubungan antara LDL/HDL dan perburukan Neurologis Dini pada Pasien Strok Non Hemoragik di RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang
Latar Belakang. Strok non hemoragik fase akut sering terjadi perburukan neurologis dini sebesar 1040%. Pasien strok dengan perburukan neurologis dini berisiko mengalami disabilitas dan kematian yang lebih tinggi. Sebagian besar perburukan neurologis dini terjadi pada strok yang progresif. Kolesterol LDL yang tinggi dan kolesterol HDL yang rendah melalui proses aterosklerosis merupakan faktor risiko strok non hemoragik. Rasio diperoleh dengan cara membagi kolesterol LDL danHDL.Perburukan neurologis dini merupakan penurunan skor Glasgow Coma Scale (GCS) ≥ 3 atau kematian dalam 72 jam setelah serangan strok muncul. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional menggunakan desain cross sectional. Jumlah sampel didapatkan sebanyak 42 pasien dengan diagnosa strok non hemoragik yang memenuhi kriteria inklusi di RSUD dr. Abdul Azis Singkawang. Data diperoleh dari penelusuran rekam medis. Analisis uji statistik dengan uji-t tidak berpasangan. Hasil. Rerata rasio LDL/HDL dengan perburukan neurologis dini dan bukan perburukan neurologis dini adalah 3,69 mg/dL dan 2,81 mg/dL. Ditemukan bahwa rasio LDL/HDL dari analisis statistik tidak terdapat perbedaan rerata yang bermakna antara rasio LDL/HDL yang mengalami perburukan neurologis dini dan tidak mengalami perburukan neurologis dini pada pasien strok non hemoragik. Kesimpulan.Tidak terdapat hubungan antara rasio LDL/HDL dengan perburukan neurologis dini pada pasien strok non hemoragik. (p=0,213) Kata kunci: rasio LDL/HDL, perburukan neurologis dini, strok non hemoragi
Aktivitas Antihelmintik Ekstrak Etanol Akar Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) terhadap Ascaridia galli secara In Vitro
Latar Belakang. Tanaman pandan wangi memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Salah satunya ialah pandan wangi memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai obat herbal anthelmintik. Bagian tubuh tanaman pandan wangi banyak digunakan oleh masyarakat sebagai obat herbal. Salah satu bagian pandan wangi yang biasa digunakan sebagai obat herbal ialah akarnya. Akar pandan wangi telah diteliti mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoida, tanin, polifenol dan zat warna.11 Senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin yang dikandung oleh pandan wangi ini diduga memiliki efek anthelmintik. Metode. Desain penelitian ini adalah true experimental dengan post test only control group design. Penelitian ini menggunakan 25 ekor cacing Ascaridia galli yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol negatif diberikan Nacl 0,9%; kontrol positif diberikan albendazole 15 mg/ml; perlakuan 1 diberikan ekstrak etanol akar pandan wangi 25 mg/ml, perlakuan 2 diberikan ekstrak etanol akar pandan wangi 50 mg/ml dan perlakuan 3 diberikan ekstrak etanol akar pandan wangi. Analisa data menggunakan IBM SPSS versi 22.0 dengan uji hipotesis Kruskal-Wallis dilanjutkan Uji Mann-Whitney. Hasil. Terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) secara statistik pada kelompok positif, ekstrak konsentrasi 25 mg/mL, 50 mg/mL dan 100 mg/mL jika dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif. Kesimpulan. Hasil ini menunjukkan bahwa seluruh kelompok perlakuan yang diuji memiliki daya anthelmintik
Gambaran Histopatologi dan Kemampuan Regenerasi Hepar Tikus Wistar Jantan Dewasa Pasca penghentian Pajanan Monosodium Glutamat
Latar Belakang. Monosodium glutamat (MSG) adalah bahan aditif yang banyak digunakan sebagai penyedap. Beberapa penelitian sebelumnya melaporkan bahwa terjadi kerusakan pada hepar akibat pajanan MSG. Namun penelitian lain menunjukkan adanya kemampuan hepar untuk beregenerasi. Metode. Penelitian ini merupakan studi in vivo dengan pendekatan eksperimental murni. Dua puluh tujuh tikus dibagi dalam 9 kelompok, terdiri atas 3 kelompok perlakuan dengan 3 periode penghentian pajanan yang berbeda; Kelompok kontrol (K), perlakuan 1 (P1), dan perlakuan 2 (P2) diberikan aquades, MSG dosis 4 dan 6 g/kgBB, masing-masing selama 28 hari dan dikorbankan pada hari ke 1, 28, dan 56 pasca pajanan dihentikan. Pembuatan preparat jaringan hepar menggunakan pewarnaan Haematoxylin-Eosin. Skoring derajat kerusakan histopatologi hepar ditentukan menggunakan mikroskop cahaya pada perbesaran 400x. Data dianalisa menggunakan uji One way ANOVA kemudian dilanjutkan uji Post hoc LSD. Hasil. Derajat kerusakan hepar pada P1 dan P2 lebih tinggi dari K setelah satu hari penghentian pajanan MSG (p0,05). Kesimpulan. Penghentian pajanan MSG menyebabkan penurunan derajat kerusakan hepar yang menunjukkan terjadinya proses regenerasi
Pengaruh Pemberian Astaxanthin terhadap Aktivitas Enzim Alanin Aminotransferase Serum Tikus Putih Jantan(Rattus Norvegicus) Galur Wistar yang diinduksi Formaldehid secara Oral
Latar Belakang. Formaldehid umumnya sudah disalahgunakan sebagai bahan pengawet pada makanan. Formaldehid yang bersifat sangat reaktif dapat memicu peningkatan produksi radikal bebas yang dapat merusak jaringan hepar, sehingga memicu keluarnya enzim spesifik pada jaringan hepar menuju sirkulasi darah. Adanya terapi untuk mengurangi efek buruk dari peningkatan radikal bebas tersebut, salah satunya astaxanthin yang diharapkan dapat memperbaiki kerusakan pada jaringan hepar. Metode. Desain penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan rancangan penelitian pre and posttest-only control group design. Dalam penelitian ini digunakan sebanyak 30 tikus dan dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol normal; kelompok kontrol negatif hanya diberikan induksi formaldehid; Kelompok dosis 1 diberikan astaxanthin 12 mg/hari; kelompok dosis 2 diberikan astaxanthin 24 mg/hari; kelompok dosis 3 diberikan astaxanthin 48 mg/hari. Data dianalisis dengan One Way ANOVA dilanjutkan Post Hoc Test LSD. Hasil. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan perbedaan yang bermakna pada rata-rata aktivitas ALT kelompok kontrol normal dengan kelompok kontrol negatif, dosis I, II, dan III astaxanthin (p<0,05) pada pengukuran aktivitas ALT sebelum perlakuan (pretest). Pada pengukuran aktivitas ALT setelah perlakuan (posttest) terdapat perbedaan bermakna pada rata-rata aktivitas ALT kelompok normal dengan kelompok kontrol negatif, dosis II, dan dosis III astaxanthin (p<0,05). Dosis terbaik yang didapatkan adalah 48 mg/hari. Kesimpulan. Astaxanthin dapat berperan sebagai terapi pada kerusakan jaringan hepar dengan adanya penurunan aktivitas enzim ALT dengan dosis terbaik astaxanthin adalah 48 mg/hari. Kata Kunci: Antioksidan, astaxanthin, formaldehid, aktivitas AL
GAMBARAN KARAKTERISTIK, TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA SISWI DI SMP ABDI WACANA PONTIANAK TAHUN 2015 TENTANG GENITALIA HYGIENE SAAT MENSTRUASIGAMBARAN KARAKTERISTIK, TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA SISWI DI SMP ABDI WACANA PONTIANAK TAHUN 2015 TENTANG GENITALIA HYGIENE SAAT MENSTRUASI
Latar belakang. Hygiene pada saat menstruasi merupakan komponen hygieneperorangan yang memegang peranan penting dalam status perilaku kesehatanseseorang, termasuk menghindari adanya gangguan pada fungsi alat reproduksi.Peningkatan kesehatan dengan cara meningkatkan pengetahuan pada remaja sangatlahpenting. Jika remaja tidak mengetahui cara-cara genitalia hygiene yang benar maka akantimbul beragam masalah seperti pengeluaran cairan vagina atau flour albus, iritasi,timbulnya infeksi pada saluran kemih, bau yang tidak sedap, dan infeksi pada daerahvagina (vaginitis), dan hal ini disebabkan oleh karena genitalia hygiene yang tidakadekuat. Dengan tidak menjaga Genitalia hygiene, maka akan meningkatkan terjadinyaInfeksi Saluran Kemih (ISK). Salah satu penyebab paling umum terjadinya InfeksiSaluran Kemih (ISK) adalah Bacterial Vaginosis. Bila infeksi tersebut dibiarkan dan tidakdiobati dengan sempurna, akan menimbulkan infeksi yang merambat ke organreproduksi bagian dalam. Di Indonesai variabel kebudayaan masih mempengaruhikesehatan khususnya masalah kesehatan reproduksi dikalangan remaja, yang sebagianbesar masih dianggap tabu. Keterbukaan antara guru, murid, maupun orangtua dalammembahas kesehatan reproduksi sangatlah penting. Salah satu permasalahan utamakesehatan reproduksi remaja di Indonesia yaitu karena kurangnya informasi mengenaikesehatan reproduksi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambarankarakteristik, distribusi tingkat pengetahuan dan sikap pada siswi di SMP Abdi WacanaPontianak tahun 2015 tentang genitalia hygiene saat menstruasi. Metodologi. Penelitianini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yangdigunakan dalam penelitian ini berjumlah 35 orang. Data penelitian diperoleh melaluikuesioner. Hasil. Berdasarkan karakteristik, didapatkan hasil sebagian besar berusia 15tahun sebanyak 15 orang (45,7%), sebagian besar berada di kelas IX sebanyak 16 orang(45,71%), sumber air didapat melalui PDAM sebanyak 30 orang (85,71%), penghasilanorang tua sebagian besar pendapatan berjumlah 1.000.000 s.d 2.000.000 sebanyak 16orang (45,71%) dan sumber informasi sebagian besar didapat melalui ibu sebanyak 18orang (51,43%). Dari 35 sampel didapatkan hasil remaja dengan tingkat pengetahuanbaik sebanyak 24 orang (68,58%), kurang sebanyak 11 orang (31,42%) dan sikap positifsebanyak 21 orang (60%), sikap negatif 14 orang (40%). Kesimpulan. Berdasarkankarakteristik sebagian besar berusia 15 tahun, berada di kelas IX, sumber air didapatmelalui PDAM, dengan tingkat ekonomi rendah menengah dan sumber informasi didapatmelalui ibu. Tingkat pengetahuan siswi SMP Abdi Wacana Pontianak adalah baik sertaberada dalam kategori sikap positif.Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Sikap, Karakteristik, Genitalia Hygiene
Karakteristik Penderita Stroke Iskemik di RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang
Latar belakang. Stroke didefinisikan sebagai defisit neurologis disebabkan cedera fokal akut pada susunan saraf pusat oleh penyebab vaskular, termasuk infark serebral, perdarahan intraserebral (ICH), dan perdarahan subarachnoid (SAH), dan merupakan penyebab utama dari kecacatan dan kematian di seluruh dunia Metode. Penelitian deskriptif dengan menggunakan data primer dan pendekatan Cross sectional. Penelitian dilakukan di bangsal penyakit dalam dan poliklinik saraf RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang selama bulan Mei sampai dengan Juli 2015. Data diperoleh dari 33 pasien yang memenuhi kriteria penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara yang didasarkan kuesioner. Hasil. Kelompok usia terbanyak penderita stroke iskemik antara 54-62 tahun sebanyak 13 pasien (39,4%). Penderita stroke iskemik banyak diderita laki-laki dengan jumlah 18 pasien (54,5%). Penderita yang tidak bekerja merupakan jumlah terbanyak menderita stroke iskemik yaitu 16 pasien (48,5%). Penderita stroke iskemik dengan kualitas tidur baik sebanyak 18 pasien (54,5%) dan 15 pasien (45,5%) memiliki kualitas tidur buruk. Kesimpulan. Penderita stroke iskemik didominasi pasien laki-laki, usia lanjut dan tidak bekerja serta kualitas tidur yang baik.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etil Asetat Pelepah Pisang Ambon (Musa paradisiaca Linn.) terhadap Propionibacterium acnes
Latar Belakang. Acne vulgaris merupakan suatu proses peradangan pada kelenjar polisebasea yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustul dan nodul. Propionibacterium acnes merupakan salah satu bakteri anaerob yang berperan penting dalam terjadinya acne vulgaris. Tanaman pisang ambon (Musa paradisiaca Linn.)memiliki metabolit sekunder berupa saponin, tanin, flavonoid dan fenol yang memiliki aktivitas antibakteri. Metode. Kelompok uji aktivitas ekstrak terdiri dari kontrol negatif (Tween 20), kontrol positif (doksisiklin 30µg), ekstrak etil asetat pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca Linn.) dengan konsentrasi 10%,20%,30%,40% dan 50%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode disc diffusion Kirby-Bauer terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Hasil: Hasil uji dengan SPSS 20. menggunakan uji One-Way ANOVA didapatkan hasil bahwa diameter zona hambat menunjukkan terdapat pengaruh yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnes setelah ada perlakuan konsentrasi ekstrak dan kontrol positif doksisiklin dengan nilai p < 0,01. Kesimpulan: Ekstrak pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca Linn.) memiliki metabolit sekunder berupa alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, fenol, dan steroid yang pada konsentrasi 20% dapat menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes.
GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN ESOFAGOGASTRODUODENOSKOPI PADA PENDERITA SINDROM DISPEPSIA DI RUMAH SAKIT UMUM SANTO ANTONIUS PONTIANAK TAHUN 2015-2016
Latar Belakang: Dispepsia merupakan sindrom yang meliputi satu atau lebih darigejala-gejala yang terdiri dari nyeri, rasa terbakar di ulu hati, rasa cepat kenyang,perut terasa penuh, dan gejala berlangsung sedikitnya dalam 3 bulan terakhir,dengan awal mula gejala sedikitnya timbul 6 bulan sebelum diagnosis.Esofagogastroduodenoskopi menjadi baku emas dalam pengelolaan pasien dispepsia, menentukan diagnosa dan pemberian terapi Tujuan: Mengetahuigambaran hasil pemeriksaan Esofagogastroduodenoskopi pada penderita sindromdispepsia di RSU Santo Antonius Pontianak Metodologi: Penelitian deskriptifdengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian adalah semua populasi yangmemenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta menggunakan total sampling dariseluruh rekam medis pasien sindrom dispepsia. Variabel bebas penelitian iniadalah sindrom dispepsia dan variabel terikatnya adalah hasil pemeriksaan EGD.Hasil: Pada pemeriksaan EGD didapatkan Gastritis (78,4%), Ulkus ventrikuli(7,4%), Esofagitis (3,5%), Ulkus peptikum (2,7%), Ulkus duodenum (0,5%),Gastropati hipertensi porta (2,1%), Varises esophagus (0,4%), Gastroduodenitis(2,1%), Keganasan (2,7%), dan Esofagus Barret (0,2%). Gastritis (78,4%) lebihbanyak ditemukan pada kelompok usia 37-47 tahun (28,8%), dan lebih banyakditemukan pada perempuan. Kesimpulan: Gambaran hasil pemeriksaan EGDpada penderita dispepsia terbanyak adalah Gastritis, Ulkus Ventrikuli, danterendah pada Keganasan dan Barret esophagus. Kata Kunci: Sindrom dispepsia, hasil pemeriksaan Esofagogastroduodenoskopi
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Mangga Bacang (Mangifera foetida L.) terhadap Propionibacterium acnes secara in vitro
Latar Belakang. Akne vulgaris atau yang biasa disebut jerawat diderita oleh sekitar 75-80% orang dewasa, terutama pada usia remaja. Akne vulgaris disebabkan oleh Propionibacterium acnes. Tanaman mangga bacang (Mangifera foetida L.) merupakan tanaman satu genus dengan Mangifera indica L. sehingga diduga mempunyai kandungan metabolit sekunder yang sama sebagai antibakteri. Metode. Daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan skrining fitokimia. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi termodifikasi, yaitu sumuran pada konsentrasi 2500; 2000; 1000; 500; 250; 125; 62,5; 31,25; 15,63; dan 7,81 mg/ml. Kontrol positif yang digunakan adalah doksisiklin 30 µg/disk dan kontrol negatif yang digunakan adalah DMSO 10%. Hasil. Ekstrak etanol daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) mengandung senyawa flavonoid, fenol, tanin, saponin, dan terpenoid. Konsentrasi minimum yang dapat menghambat Propionibacterium acnes adalah 62,5 mg/ml dan konsentrasi optimumnya adalah 2000 mg/ml. Kesimpulan. Ekstrak etanol daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes