Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Not a member yet
445 research outputs found
Sort by
Hubungan antara Kadar Hba1c dan Disfungsi Ereksi pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Latar Belakang. Diabetes Melitus merupakan kelompok penyakit yang umum terjadi akibat gangguan metabolik yang dapat diukur dengan kadar HbA1c. Kadar HbA1c yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kelainan mikrovaskular salah satunya adalah disfungsi ereksi. Adanya disfungsi ereksi pada penderita diabetes melitus menjadi penanda penyakit mikrovaskular dan kontrol gula darah yang buruk. Metode. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar HbA1c dan disfungsi ereksi pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan dengan menggunakan rekam medis, kuesioner dan wawancara. Besar sampel yakni 25 orang diambil secara consecutive sampling. Hasil. Data dianalisis menggunakan Uji Koefisien Kontingensi. Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara nilai HbA1c dan disfungsi ereksi pada penderita diabetes melitus tipe 2 (p=0.420). Kesimpulan. Kadar HbA1c yang tidak terkontrol tidak berhubungan dengan disfungsi ereksi pada penderita diabetes melitus tipe 2 secara statistik. Kata kunci : HbA1c,Disfungsi Ereksi, Diabetes Melitus Tipe
Pengaruh Penghentian Pajanan Monosodium Glutamat terhadap Kadar Malondialdehid Jantung Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Dewasa
Latar Belakang. Monosodium glutamat (MSG) adalah salah satu bahan tambahan makanan yang apabila dikonsumsi berlebihan dapat menimbulkan kerusakan pada beberapa bagian tubuh dan memicu stres oksidatif yang dapat mengakibatkan kerusakan sel. Metode. Penelitian ini merupakan studi in vivo dengan pendekatan eksperimental murni. Sebanyak 27 ekor tikus dibagi menjadi 9 kelompokyaitu Kelompok kontrol (aquadest) Kelompok 1 (MSG 4g/kgBB), Kelompok 2 (MSG 6g/kgBB) masing-masing diberikan pajanan selama 28 hari, tikus dimatikan pada hari ke 1, ke 29 dan ke 57 pasca penghentian pajanan). Data dianalisis menggunakan uji One-way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post-Hoc LSD. Hasil. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara rerata kadar MDA hari ke-1, ke-29, dan terdapat perbedaan bermakna antar kelompok pada hari ke-57 pasca penghentian pajanan MSG. Kesimpulan. Terjadi peningkatan kadar MDA jantung tikus putih (Rattus norvegicus) jantan dewasa setelah penghentian pajanan MSG. Kata Kunci: MSG, stress oksidatif, kadar MDA, jantung
Pengaruh Konsumsi Aspartam terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa dan gangguan Toleransi Glukosa pada Tikus Galur Wistar
Latar Belakang. Aspartam merupakan salah satu dari non-caloric artificial sweetener (NAS) yang banyak digunakan dalam produk pangan. Aspartam banyak digunakan karena sifatnya yang rendah kalori, sehingga orang-orang dengan diabetes sering menggunakan aspartam. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa aspartam dapat menyebabkan peningkatan glukosa darah puasa dan intoleransi glukosa. Metode. Tikus dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok akuades, kelompok glukosa dan kelompok aspartam. Setiap perlakuan dilakukan selama 5 minggu. Pada akhir perlakuan, darah tikus diambil untuk mengukur kadar glukosa darah puasa dan tes toleransi glukosa oral. Hasil pengukuran akan dianalisis dengan uji OneWay ANOVA. Hasil. Tidak terdapat perbedaan bermakna pada kadar glukosa darah puasa dan hasil tes toleransi glukosa oralantara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kesimpulan. Konsumsi aspartam tidak menyebabkan peningkatan bermakna pada kadar glukosa darah puasa dan tes toleransi glukosa oral pada tikus galur wistar. Kata Kunci: Aspartam, Kadar Glukosa Darah Puasa, Tes Toleransi Glukosa Ora
Hubungan antara Tingkat Stres terhadap Insomnia pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter FK UNTAN Angkatan 2015 dan 2016
Latar Belakang. Stres merupakan keadaan individu yang memiliki tuntutan hidup disertai tuntutan pekerjaan yang menumpuk dengan waktu yang sangat singkat sehingga seseorang mengalami emosi berlebihan. Insomnia merupakan manifestasi klinis dari gangguan psikiatrik dimana mengalami ketidaknyamanan untuk tidur yang terjadi beberapa kali dalam seminggu yang mengakibatkan peningkatan stres dan mengganggu kegiatan sehari-hari. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional menggunakan kuesioner DASS dan kuesioner KSPBJ-IRS. Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Sampel penelitian ini sebanyak 100 responden. Hasil penelitian diuji dengan uji statitstik spearman dengan bantuan program SPSS 23. Hasil. 31 orang stres sangat berat, 18 orang stres berat, 15 orang stres sedang, 17 orang stres ringan, 19 normal, serta 7 orang mengalami insomnia sedang, 38 orang insomnia ringan dan 55 orang normal. Berdasarkan analisis statistik diperoleh nilai signifikansi (p) yang didapatkan dengan uji Spearman adalah 0,009 dan nilai korelasi (r) adalah 0,260. Kesimpulan. Terdapat korelasi sedang antara tingkat stres terhadap insomnia pada mahasiswa program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura angkatan 2015 dan angkatan 2016. Kata Kunci: stres, insomnia, mahasiswa program studi pendidikan dokter
Gambaran Pola Konsumsi Makanan, Karakteristik Orang Tua, Keadaan Kesehatan dan Status Gizi Anak TK Al-Azhar 21 Pontianak
Latar Belakang. Kalimantan Barat menempati peringkat sepuluh dalam prevalensi obesitas nasional pada anak berusia 5-12 tahun. Secara nasional sendiri prevalens obesitas di Indonesia masih sebesar 8,8%. Obesitas merupakan masalah gizi yang dapat terjadi karena kesalahan pola makan. Kesalahan pola makan pada anak dapat menyebabkan berbagai penyakit degenerative dimasa depan. Metode. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di KB/TK Islam Al-Azhar 21 Pontianak pada bulan April-Mei 2016. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, kuesioner Food Recall, kuesioner Food Frequency, dan pengukuran antropometri. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan dari 60 orang responden ditemukan 27 anak (45%) memiliki angka kecukupan gizi yang sedang dan 20 anak (33,3%) memiliki angka kecukupan gizi yang kurang, orangtua dengan pendidikan terakhir yang tinggi sebanyak 50 orang (83,3%) dan 32 orang (53,3%) orangtua dengan penghasilan rata-rata perbulan sangat tinggi, 41 orang anak (68,3%) memiliki keadaan kesehatan dengan status sehat, 37 orang anak (58,3%) dengan status gizi normal, 4 anak (6,7%) dengan overweight dan 16 anak (26,7%) dengan obesitas. Kesimpulan. Sebagian besar anak memiliki angka kecukupan gizi sedang, Anak banyak mengonsumsi karbohidrat dan protein tetapi kurang mengonsumsi sayur dan buah. Karakteristik orangtua yaitu pendidikan terakhir adalah tinggi dan penghasilan rata-rata perbulan orangtua sangat tinggi. Sebagian besar anak memliki status sehat dan status gizi yang normal. Tetapi sepertiga anak masih memiliki masalah overweight dan obesitas serta angka kecukupan gizi harian yang kurang
Perbedaan Tingkat Kognitif pada Pasien Skizofrenia yang Baru dirawat dan setelah Perawatan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Kota Pontianak
Latar Belakang. Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang ditandai dengangangguan penilaian realita seperti waham dan halusinasi. Metodologi. Penelitian inimerupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampelpenelitian berjumlah 38 responden melalui pengukuran langsung terhadap tingkat kognitifdengan instrumen Mini Mental Status Examination (MMSE). Analisis statistik yangdigunakan adalah uji wilcoxon. Hasil. Terdapat perbedaan bermakna antara tingkat kognitifpada pasien skizofrenia yang baru dirawat dengan setelah perawatan (p <0,05). Kesimpulan.Terdapat perbedaan antara tingkat kognitif pada pasien skizofrenia yang baru dirawat dengansetelah perawatan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Kota Pontianak.Kata Kunci : Kognitif, Skizofrenia, Rumah Sakit Jiw
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KARAMUNTING (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.) TERHADAP Salmonella typhi SECARA IN VITRO
Latar Belakang. Demam tifoid adalah penyakit endemik di Indonesia yangdisebabkan oleh infeksi S. typhi. Ditemukannya resistensi pada terapiantibiotik terhadap bakteri S. typhi ini mendorong pencarian tumbuhanherbal yang memiliki khasiat sebagai antibakteri. Karamunting(Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.) merupakan tumbuhan obat yangtelah lama digunakan oleh masyarakat Kalimantan Barat. Daunkaramunting diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder yangbersifat sebagai antibakteri. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun karamuntingterhadap S. typhi secara in vitro. Metode. Penelitian ini merupakanpenelitian eksperimen murni in vitro dengan rancangan posttest onlycontrol group design. Daun karamunting diekstraksi menggunakan metodemaserasi dengan pelarut etanol 96%. Konsentrasi ekstrak yang digunakanpada uji antibakteri adalah 0.3%, 0.4%, 0.5%, 0.6%, 0.7% dan 0.8% b/v.Metode uji antibakteri yang digunakan adalah uji difusi cakram KirbyBauer.Kontrol positif menggunakan siprofloksasin 5 µg/disk dan kontrolnegatif menggunakan DMSO 10%. Hasil. Ekstrak etanol daunkaramunting memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. typhi. Konsentrasioptimum pada 0.8% b/v dengan rata-rata zona hambat sebesar 18.87 mm.Uji statistik menunjukkan perbedaan bermakna (p = 0.00) dengan kontrolpositif sehingga tidak didapatkan konsentrasi efektif. Kesimpulan. Ekstraketanol daun karamunting memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. typhisecara in vitro.Kata Kunci: Aktivitas antibakteri, Karamunting, Salmonella typhi
Hubungan Durasi Bermain Game Online dan Tingkat Stres pada Siswa SMPN 03 Kecamatan Sungai Raya
Latar belakang. Stres pada remaja biasanya terjadi karena konflik dengan orang tua, teman sebaya, harapan orang tua yang terlalu tinggi, sulitnya berinteraksi di kelas. Dari studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti 6 dari 10 siswa di SMPN 03 kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya mengalami stres. Bermain game online merupakan usaha pengalihan dari kondisi stres. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional jenis cross sectional. Data primer berupa tingkat stres diperoleh dengan pengisian kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Penelitian dilakukan di SMPN 03 Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya dengan subjek penelitian berjumlah 148 orang siswa yang bermain game online. Hasil. Responden terbanyak berjenis kelamin laki-laki yang bermain game online(70 %), berusia 13 tahun (42,5 %), durasi bermain game online 1-3 jam/hari (56,7 %).Nilai signifikansi (p) dengan Spearman adalah 0,000. Kesimpulan. Terdapat hubungan durasi bermain game online pada siswa SMPN 03 Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Ray
Gambaran Tingkat Kecemasan Mahasiswa Kedokteran yang Mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Tahun 2017
Latar Belakang. Pada akhir masa studi tahap kepaniteraan klinik, untuk mendapatkan sertifikat profesi dari perguruan tinggi, mahasiswa kedokteran harus mengikuti UjiKompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Ujian merupakan salah satustressor yang sering dialami oleh mahasiswa kedokteran. Performa mahasiswa pada saatmengalami tingkat kecemasan yang tinggi dan sedang tidak akan lebih baik dari performamahasiswa yang mengalami tingkat kecemasan yang rendah. Metode. Penelitian inimenggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross sectional. Sampeladalah semua populasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, yangmemenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dengan menggunakan kuisonerHamilton Anxiety Rating Scale (HRS-A). Hasil. Hasil yang didapat sebagian besarmahasiswa kedokteran yang mengikuti UKMPPD mengalami kecemasan yang sangat berat.Kesimpulan. Institusi pendidikan dokter diharapkan lebih berperan aktif dalam membantumahasiswa yang akan mengikuti UKMPPD agar mahasiswa kedokteran dapat menampilkanperforma yang maksimal. Kata kunci : cemas, mahasiswa kedokteran, kuisioner HRS-
Hubungan Kadar Hemoglobin A1c dan Kejadian Penyakit Arteri Perifer Penderita Diabetes Mellitus
Latar Belakang. Diabetes melitus merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik berupa hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin ataupun keduanya. Glycosylated Hemoglobin (HbA1c) merupakan salah satu cara untuk mendiagnosis diabetes melitus yang lebih akurat dan dapat dipercaya sebagai kontrol jangka panjang status glikemi pada pasien diabetes melitus. Peningkatan insidensi diabetes melitus akan diikuti oleh peningkatan kejadian penyakit pembuluh darah perifer yang merupakan komplikasi kronik dari diabetes melitus. Ankle Brachial Index (ABI) merupakan salah satu skrining non invasive dan penting dilakukan pada pasien yang dicurigai mengalami penyakit arteri perifer dengan sensitivitas 79% dan spesifisitas 96%. Metode. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar Glycosylated Hemoglobin (HbA1C) dan kejadian penyakit arteri perifer (PAP) pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan menggunakan metode cross sectional. Hasil. Pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Antonius Kota Pontianak sebanyak 51 orang. Data sampel dikumpulkan melalui anamnesis, data laboratorium dan data rekam medik pasien dengan cara consecutive sampling. Dari hasil uji Fischer didapatkan nilai p = 0.487. Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan antara kadar HbA1c dan kejadian PAP pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit X Kota Pontianak.