Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    445 research outputs found

    PENGARUH LINGKUNGAN DAN PERILAKU TERHADAP KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGGAU KECAMATAN KAPUAS KABUPATEN SANGGAU

    Get PDF
    Latar Belakang. Malaria merupakan salah satu penyakit menular yangmasih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. PuskesmasSanggau merupakan salah satu dari 13 puskesmas di Kecamatan Kapuasyang memiliki penderita malaria klinis terbanyak yaitu sebesar 1648 kasuspada tahun 2009. Kejadian malaria dipengaruhi oleh faktor lingkungan luarrumah, lingkungan dalam rumah dan perilaku dari individu masyarakat.Tujuan. Mengetahui lingkungan dan perilaku yang mempengaruhikejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Sanggau KecamatanKapuas Kabupaten Sanggau. Metodologi. Jenis penelitian ini merupakanstudi analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Kasus adalah penderitamalaria klinis yang tercatat di registrasi Puskesmas Sanggau.Pengambilan data dengan cara wawancara dan observasi ke rumahresponden. Analisis dilakukan secara bivariat dengan menggunakan ujiChi-Square dan analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik.Hasil. Jumlah sampel sebesar 70 responden dengan 35 orang kelompokkasus dan 35 orang kelompok kontrol. Variabel bebas yang tidakmempengaruhi kejadian malaria adalah keberadaan genangan air,kerapatan dinding rumah, kebiasaan memakai obat anti nyamuk dankebiasaan beraktivitas di luar rumah pada malam hari. Variabelkeberadaan genangan air memiliki hubungan bermakna terhadap kejadianmalaria (p=0,000) tapi tidak mempengaruhi kejadian malaria. Variabelvariabelbebas yang mempengaruhi kejadian malaria adalah keberadaansemak-semak (OR=5,129), keberadaan kasa pada ventilasi (OR=3,917)dan kebiasaan memakai kelambu (OR=3,515). Seseorang yang memilikiketiga faktor risiko tersebut memiliki kemungkinan terkena malaria 89%daripada seseorang yang tidak memiliki faktor risiko. Kesimpulan.Variabel yang mempengaruhi kejadian malaria adalah keberadaan semaksemak,keberadaan kasa pada ventilasi dan kebiasaan memakai kelambu.Sehingga disarankan adanya peningkatan pola PHBS, memasang kasapada ventilasi serta meningkatkan kebiasaan untuk menghindari gigitannyamuk.Kata kunci: Malaria, Lingkungan, Perilaku, Kabupaten Sangga

    POLA DISTRIBUSI KASUS HEMOROID DI RSUD DOKTER SOEDARSO PONTIANAK PERIODE JANUARI 2009 DESEMBER 2012

    Get PDF
    Latar Belakang: Hemoroid adalah pleksus vaskular arterivena yangmengelilingi bagian distal rektum dan kanal anal. Saat ini penyakit hemoroidadalah gangguan anorektal paling umum dan sering ditemukan di pelayananperawatan primer, bangsal gawat darurat, unit gastroenterologi dan unitbedah. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa 75% dari populasi akanmengalami penyakit hemoroid pada hidup mereka. Tujuan: Mengetahui poladistribusi kasus hemoroid berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, tipedan derajat hemoroid di bangsal rawat inap bagian bedah Rumah SakitUmum Daerah Dokter Soedarso Pontianak. Metode: Penelitian inimerupakan studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional yangdilakukan terhadap 62 rekam medik pasien hemoroid di Rumah Sakit UmumDaerah Dokter Soedarso Pontianak. Hasil: Diketahui Kelompok usia yangterbanyak menderita hemoroid adalah kelompok 45-54 yaitu sebanyak 15orang (24,2%). Jenis kelamin yang paling banyak menderita hemoroid adalahlaki-laki sebanyak 40 orang (64,5%). Hemoroid lebih banyak diderita olehsubyek yang memiliki pekerjaan, yaitu sebanyak 52 orang (83,9%). Jenishemoroid yang paling banyak diderita pasien adalah hemoroid interna yaitu59 orang (95,2%) dengan derajat hemoroid interna terbanyak adalah derajat4 dengan frekuensi 34 orang (57,6%). Kesimpulan: Pada penelitian inididapatkan hemoroid paling banyak diderita oleh laki laki pada kelompokusia 45-54 tahun.Kata kunci: Hemoroid, usia, jenis kelamin, pekerjaan, tipe1) Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, UniversitasTanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat2) Departemen Bedah Umum RSU Dokter Soedarso, Pontianak, KalimantanBarat3) Departemen Fisiologi, Program Studi Pendidikan Dokter, FakultasKedokteran, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Bara

    GAMBARAN RISIKO OSTEOPOROSIS BERDASARKAN INDEKS MASSA TUBUH PADA LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNAWERDHA MULIA DHARMA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2013

    Get PDF
    Kejadian osteoporosis dan komplikasinya berupa fraktursemakin meningkat seiring dengan peningkatan usia harapan hidup.Indeks massa tubuh rendah merupakan salah satu faktor risikoosteoporosis. Pengurangan massa tubuh dapat menyebabkanpengurangan massa tulang

    TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA MENGENAI GAMBARAN KLINIS PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE

    Get PDF
    Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakitendemis di sebagian kabupaten/kota di Indonesia, khususnya Provinsi KalimantanBarat

    GAMBARAN PERILAKU MEROKOK, POLA MAKAN, PERILAKU AKTIVITAS FISIK DAN POLA TIDUR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA

    Get PDF
    Background: Everyone have risk for unhealthy behavior, includingmedical students. The study in medical students of Diponegoro University,found that 4.9% are smokers, 51.1% have unhealthy eating patterns,61.4% have worse physical activity, and 47.8% poor sleep patterns. Everybehavior that is incompatible with the principles of healthy living will lead todiseases and for medical students it will have an impact on the decline ofpublic trust in health care when they become health workers. Objective:this study aims to know the description of health behavior consisting ofsmoking behavior, diet, physical activity, and sleep patterns in medicalstudent of Tanjungpura University. Method: This study is a descriptivecross sectional. It was do at Medical Faculty of Tanjungpura University inDecember 2011-January 2012. Subjects were medical student class of2008-2011 that meets the criteria. The total samples are 157 respondents.Processing and data analysis is descriptively and presented in table ofdistribution, frequency and textually. Results: All respondents did notsmoke. About 88.5% (n=139) have good diet, 37.6% (n=59) good physicalactivity, and 91.7% (n=144) with good sleep patterns. By class years,class of 2008 is better diet than another (93.9%), 2009 is better forphysical activity than another (42.2%), and class of 2011 is better in sleeppattern (97,4%). Conclusion: In general, smoking behavior, diet, andsleep patterns respondent in accordance with the principles of healthyliving. For physical activity behavior, more of them are worse. So it issuggested that medical students of Tanjungpura University could dohealthy behaviors consistently and for medical institutions can providedepth material about healthy behavior.Key words: smoking, diet, physical activity behavior, sleeps pattern

    EFEK INFUSA DAGING BUAH TERUNG UNGU TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIBEBANI GLUKOSA

    Get PDF
    BackgroundDiabetes melitus is a chronical disease signed by highblood glucose level. Eggplant (Solanum melongena Linn.) is tropical plant,which phytochemicals of its fruit from earlier study had potential effect ashypoglicaemic agents.ObjectiveThe aim of the study was to know the effect of eggplants fruitinfusion on blood glucose level of white rats loaded by glucose comparedwith metformin.MethodThis study was an experiment study with controlled time-seriesdesign used glucose tolerance method. The experiment study used 25male wistar rats which were devided into 5 groups, they were negativecontrol group (aquadest), positive control group (metformin), dose I (5,25g/kgBW) group, dose II (10,5 g/kgBW) group, and dose III (21g/kgBW)groups. First, rats fasted for 18-20 hours, then fasting blood glucose levelwas examined, the next step, rats got 2 times of per-oral administrations,each administration had 30 minutes of time interval. After that, bloodglucose level was observed using Easy Touch glucometer in 0, 15, 30,60, 120 minutes after the second administration. The data was analizedbased on the broad of AUC0-120 with One Way Anova test and Post-HocLSD test.ResultBased on data analysis, there were significant differences ofAUC0-120 between negative control group with positive control group andthree doses group of eggplant fruit (p<0,001), and also between positivecontrol group with dose III group (p=0,036).ConclusionAll doses of eggplant fruit infusion could lower rats bloodglucose level. Dose I (5,25 g/kgBW) and dose II (10,5 g/kgBW) were aseffective as metformin (63 mg/kgBW), whereas dose III (21 g/kgBW) wasless effective than metformin in lowering blood glucose level of rats loadedby glucose.Keywords: Solanum melongena, glucose, hypoglicaemic.1. Medical Study Program, Faculty of Medicine, Tanjungpur

    HUBUNGAN DERAJAT CEDERA KEPALA DAN GAMBARAN CT SCAN PADA PENDERITA CEDERA KEPALA DI RSU DR SOEDARSO PERIODE MEI-JULI 2012

    Get PDF
    Latar Belakang: Cedera kepala penyebab kematian utama pada usiaproduktif. Glasgow coma scale (GCS) merupakan salah satu indikasi CTscan utama pada pasien cedera kepala.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara derajatcedera kepala dan gambaran CT scan pada pasien cedera kepala.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional denganpendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan di RSU dr.Soedarso pada bulan Juni-Juli 2012. Data dikumpulkan dari 101 pasiencedera kepala. Derajat cedera kepala dikelompokkan berdasarkan GCS.Hasil CT scan dikelompokkan berdasarkan kriteria Wardlaw. Datadianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Prevalensi cedera kepala pada didapatkan 203 kasus. Sebanyak101 subjek penelitian dengan derajat cedera kepala ringan (CKR) 62orang (61,4%), cedera kepala sedang (CKS) 23 orang (22,8%) dan cederakepala berat (CKB) 16 orang (15,8%). Hasil CT scan normal didapatkanpada 55 orang (54,4%), mild 12 orang (11,9%) dan massive 34 orang(33,7%). Terdapat hubungan bermakna antara derajat cedera kepala dangambaran CT scan (p=0,003).Kesimpulan: Prevalensi cedera kepala sebanyak 203 kasus. Resikoabnormalitas pada hasil CT scan pasien cedera kepala meningkat seiringdengan bertambah beratnya derajat cedera kepala.Kata Kunci: cedera kepala, GCS, CT scan, kriteria wardlaw

    HUBUNGAN ANTARA WAKTU TIDUR MALAM DENGAN TERJADINYA AKNE VULGARIS DI RSU DR. SOEDARSO PONTIANAK

    Get PDF
    Akne merupakan peradangan kronik pada unit folikelpilosebasea. Prevalensi akne vulgaris berkisar 85% terutama padaremaja. Penyebab akne multifaktorial antara lain: hormon androgen,makanan, kosmetik, psikis dan kebiasaan tidur yang tidak sehat. Kebiasaan waktu tidur malam diduga merupakan salah satu faktorpencetus akne. Tidur larut malam dapat menyebabkan peningkatanaktivitas hormon androgen dan ambang stress, penurunan sistem imunserta peningkatan resistensi insulin

    EFEK JUS BUAH BELIMBING (AVERRHOA CARAMBOLA L.) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN GALUR WISTAR YANG DIBEBANI GLUKOSA

    Get PDF
    Background : Diabetes is a primary condition of hyperglycemia that canincrease the risk of microvascular damage (retinopathy, nephropathy, andneuropathy). Star fruit (carambola L. Averrhoa) (100mg), empirically usedto lower blood glucose levels in patients with diabetes mellitus. Objective :To determine the effect of star fruit juice on blood glucose levels of wistarstrain white male (Rattus norvegicus) rats with glucose pre-load. Method :This was an experimental study with controlled time series design andusing oral glucose tolerance test. The method used in determining bloodglucose level is using glucometer easy touch. This Study was using 25white male wistar rats weighing 150-250 grams, and 1.5-3 months oldwhich divided randomly into 5 groups: negative control group (aquades),positive control group (Metformin 45mg / kgBW), starfruit juice group withdose I (6.3 mg / kgBW), dose II (12.6 mg / kgBW), and dose III (25.2 mg /kgBW). Result : This study shows that there are significant differencesbetween dose I group (6.3 mg / kgBW), dose II group (12.6 mg / kgBW),and dose III group (25.2 mg / kgBW) to the negative control group(p<0,001) and the positive control group. Conclusion : Star fruit juicedose I (6.3 mg / kgBW), dose II (12.6 mg / kgBW), and dose III (25.2 mg /kgBW) effective (p <0.05) in lowering blood glucose levels of white malewistar rats with glucose pre-load

    HUBUNGAN KEPADATAN HUNIAN RUMAH TERHADAP PENULARAN TUBERKULOSIS PARU DI KOTA PONTIANAK TAHUN 2010-2011

    Get PDF
    Background: Pulmonary Tuberculosis is a main health problems inIndonesia. Prevalence of tuberculosis in West Kalimantan is about 0,6%and case detection rate on 2009 in Pontianak City was 70,3% includesmortality rate 144,7 per 100.000 persons.Objective : To analyze the relationship between housing density andtransmission of pulmonary tuberculosis in family at Pontianak City.Methods : This research was designed as cross-sectional analyticobservasional study. The sample was collected using questionnaire andmedical recorded within total 62 samples that use consecutive samplingtechnic. The data was analyze with chi-square test.Result : Result of this research shows has a significant relationshipbetween housing density towards grade of transmission of pulmonarytuberculosis in family at Pontianak City (p = 0,007 ; PR = 5,908).Conclusion : Overcrowded housing density is a one of the risk factor thatcontribute the transmission of pulmonary tuberculosisKeywords : Pulmonary Tuberculosis, Housing Density, Transmissio

    426

    full texts

    445

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇