Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Not a member yet
445 research outputs found
Sort by
Hubungan antara WFNS SAH Grading Scale dan Mortalitas pada Pasien Cedera Kepala dengan Perdarahan Subaraknoid
Latar Belakang. Cedera kepala merupakan penyebab utama kematian, terutama pada usia dewasa-muda dan biasanya menyebabkan cacat seumur hidup pada orang yang bertahan hidup. Diantara jenis perdarahan dari cedera kepala, perdarahan subarakhnoid merupakan masalah kesehatan dunia dengan tingkat kematian dan tingkat kecatatan permanen yang tinggi. World Federation of Neurosurgical Societies (WFNS) grading scales menggunakan nilai GCS untuk tingkat kesadaran dan dikombinasikan dengan ada atau tidaknya defisit motorik sebagai prediktor dalam menentukan prognosis. Metode. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan potong lintang. Subjek penelitian berjumlah 30 orang. Data World Federation of Neurosurgical Societies (WFNS) grading scales dan mortalitas diambil dari rekam medis di RSUD DR Abdul Aziz Kota Singkawang. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil. Analisis data dengan uji Chi-square mengindikasikan adanya perbedaan bermakna antara World Federation of Neurosurgical Societies (WFNS) grading scales dan mortalitas (p=0,006). Kesimpulan. Terdapat hubungan antara WFNS dan mortalitas pada pasien cedera kepala dengan perdarahan subarachnoid. Kata kunci: Perdarahan subarachnoid, World Federation of Neurosurgical Societies (WFNS), Tingkat Mortalita
Gambaran Pengaruh Kontak antar Anak dan Pasien Multi Drug Resistant Tuberculosis Dewasa terhadap Kejadian Infeksi Tuberculosis
Latar belakang. Tuberkulosis (TB) merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi dari bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menyerang dewasa maupun anak. Diperkirakan terdapat 10,4 juta kejadian TB baru di dunia dengan persentase 56% kejadian pada pria, 34% pada wanita dan 10% kejadian pada anak-anak. TB yang tidak diobati dengan benar dapat menyebabkan Multi Drug Resistant (MDR) TB. Penularan penyakit ini cukup mudah yaitu melalui udara maka dari itu kontak antar pasien dan individu yang sehat merupakan salah satu penyebab terjadinya infeksi TB. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Data diambil dari 17 responden melalui pemeriksaan fisik dan uji tuberkulin. Data diolah menggunakan Microsoft Excel 2013 dan SPSS 24.0. Hasil. Didapatkan sebanyak 11 anak adalah kontak serumah dan 6 anak adalah kontak erat. Dari semua jenis kontak, ditemukan 1 anak terinfeksi TB dan memiliki kontak serumah dengan pasien MDR TB. Kesimpulan. Berdasarkan penelitian, kontak serumah dapat menjadi penyebab dari infeksi TB pada anak yang kontak dengan pasien MDR TB dewasa. Kata kunci: Kontak, Kontak Serumah, Kontak Erat, Infeksi TB pada Ana
Efektivitas Ekstrak Akar Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) sebagai Antimalaria terhadap Jumlah Neutrofil dalam Darah Mencit (Mus musculus) yang diinfeksi Plasmodium berghei
Latar Belakang. Malaria masih menjadi masalah utama kesehatan penduduk dunia. Neutrofil berperan membantu membunuh parasit dengan cara memfagosit. Akar Pandanus amaryllifolius Roxb. memiliki senyawa yang dapat bekerja sebagai antimalaria. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan metode complete randomized design. Sampel yang digunakan sebanyak 5 kelompok diinfeksi malaria dengan Plasmodium berghei dan satu kelompok lain sebagai kelompok normal. Tiga kelompok diberi ekstrak metanol pandan wangi masing-masing dengan konsentrasi 6,5%, 13%, dan 26%, kelompok kontrol positif diberi DHP, kelompok kontrol negatif diberi aquades, dan kelompok normal tidak diintervensi.Hasil. Kelompok konsentrasi 6,5%, 13%, dan 26% memiliki aktivitas antimalaria dan berpotensi sebagai imunomodulator terhadap neutrofil. Konsentrasi paling efektif adalah 26% dengan tingkat korelasi antara tingkat parasitemia dan jumlah neutrofil (p = 0,037). Kesimpulan. Ekstrak akar pandan wangi memiliki aktivitas antimalaria paling baik pada konsentrasi 26% yang ditandai adanya penurunan jumlah parasitemia dan peningkatan neutrofil. Kata Kunci: Antimalaria, Akar Pandan, Neutrofil, Plasmodium berghe
Gambaran Histopatologi dan Kemampuan Regenerasi Duodenum Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Dewasa setelah Penghentian Pajanan Monosodium Glutamat
Latar Belakang. Monosodium glutamat (MSG) merupakan salah satu zat aditif pada bahan makanan yang digunakan secara meluas di seluruh dunia. Duodenum sebagai salah satu bagian dari usus yang berperan penting dalam absorbsi nutrien. Beberapa penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa terjadi kerusakan akibat MSG pada duodenum, disertai adanya kemampuan duodenum untuk beregenerasi. Metode. Penelitian ini merupakan studi in vivo dengan pendekatan eksperimental murni. Kelompok kontrol (K) 1,2,3 diberikan aquades selama 28 hari; kelompok perlakuan satu (P1) 1,2,3 diberikan MSG dosis 4g/kgBB/hari selama 28 hari; kelompok perlakuan (P2) 1,2,3 diberikan MSG dosis 6 g/kgBB/hari selama 28 hari kemudian pajanan dihentikan dan dibiarkan selama 1 hari, 28 hari, 56 hari. Dilakukan pembuatan preparat jaringan duodenum dengan pewarnaan Haematoxylin-Eosin. Variabel yang diukur adalah tinggi vili dan kedalaman kripta duodenum, diamati dengan perbesaran lensa objektif 10x. Data dianalisa dengan menggunakan uji ANOVA dengan post-hoc test LSD, serta uji Kruskal-Wallis. Hasil. Terdapat perbedaan bermakna (p0,05) pada penghentian pajanan MSG hari ke28 antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan dosis 4 g/KgBB dan 6 g/KgBB menunjukkan terjadi regenerasi pada vili. Kesimpulan. Penghentian pajanan MSG dosis 4 g/KgBB dan 6 g/KgBB pada hari ke-28 menunjukkan adanya regenerasi pada vili duodenum, namun kripta tidak mengalami perubahan secara signifikan selama perlakuan
Efektifitas Penyuluhan dengan Media Audiovisual terhadap Tingkat Pengetahuan Mengenai Tinea Versikolor
Latar Belakang. Tinea versikolor adalah gangguan umum kronis berupa bercak hipopigmentasi atau hiperpigmentasi pada kulit yang lebih sering terjadi pada usia remaja dan dewasa muda. Pengetahuan dapat membantu mencegah peningkatan kejadian tinea versikolor. Penyuluhan audiovisual adalah penyuluhan yang menarik dan mudah diterima kalangan remaja karena merangsang lebih dari satu indera. Metode. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi- eksperimental dengan jumlah sampel 76 orang. Pengambilan sampel melalui non- probability sampling secara consecutive sampling dan pengumpulan data menggunakan kuesioner serta hasil kerokan kulit. Hasil. Terdapat 76 subjek penelitian dan bahwa penyuluhan secara statistik memberikan efektivitas yang berarti dalam meningkatkan pengetahuan mengenai tinea versikolor. Kesimpulan. Terdapat perbedaan bermakna pengetahuan subjek penelitian sebelum dan sesudah penyuluhan (p>0,05). Peneliti merekomendasikan penggunaan media audiovisual dalam penyuluhan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan mengenai tinea versikolor
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP NILAI UJIAN SUMATIF MODUL PENGINDRAAN PADA MAHASISWA PSPD FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA
Latar belakang: Ujian sumatif adalah ujian tertulis untuk mengevaluasikemampuan mahasiswa kedokteran dalam memahami materi modul. Untukmendapatkan nilai ujian yang baik dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunyakecerdasan emosional. Mahasiswa dengan kecerdasan emosional yang baikmemiliki hubungan sosial yang baik, mengetahui keadaan emosional dirinya danpandai dalam mengartur emosinya serta memiliki motivasi untuk berhasil.Tujuan: Mengetahui tingkat kecerdasan emosional secara umum dan dalam tiapaspek seperti mengenali emosi diri, mengelola emosi, motivasi diri, empati danketerampilan sosial terhadap nilai ujian sumatif modul pengindraan mahasiswaPSPD fakultas kedokteran Universitas Tanjungpura angkatan 2015. Metode:Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi analitik observasional jeniscross-sectional. populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program StudiPendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura angkatan 2015dengan jumlah sampel 41 mahasiswa. Kecerdasan emosional diukurmenggunakan kuesioner dengan 30 pertanyaan. Hasil: Pada uji korelasi productmoment didapatkan nilai p 0,001 (p<0,05) dan nilai korelasi pearson 0,484 yangmenunjukkan penelitian ini memiliki hubungan korelasi positif dengan kekuatankorelasi cukup kuat. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kecerdasanemosional dengan nilai ujian sumatif modul pengindraan mahasiswa ProdiPendidikan Kedokteran tahun Universitas Tanjungpura. Terdapat hubungankecerdasan emosional dalam aspek motivasi, empati dan pengaturan emositerhadap nilai ujian sumatif modul pengindraan mahasiswa Prodi PendidikanKedokteran tahun Universitas Tanjungpura. Kata kunci: Kecerdasan emosional, ujian sumatif
PENGARUH KONSUMSI ASPARTAM TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA DAN GANGGUAN TOLERANSI GLUKOSA PADA TIKUS GALUR WISTAR
Latar Belakang: Aspartam merupakan salah satu dari non-caloric artificialsweetener (NAS) yang banyak digunakan dalam produk pangan. Aspartambanyak digunakan karena sifatnya yang rendah kalori, sehingga orangorangdengandiabetesseringmenggunakanaspartam.Penelitianterbarumenunjukkanbahwaaspartamdapatmenyebabkanpeningkatanglukosadarahpuasa dan intoleransi glukosa. Tujuan: Mengetahui pengaruhkonsumsi aspartam terhadap kadar glukosa darah puasa (GDP) dan hasiltes toleransi glukosa oral (TTGO) pada tikus (Rattus norvegicus) jantangalur wistar. Metode: Tikus dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompokakuades, kelompok glukosa dan kelompok aspartam. Setiap perlakuandilakukan selama 5 minggu. Pada akhir perlakuan, darah tikus diambiluntuk mengukur kadar glukosa darah puasa dan tes toleransi glukosa oral.Hasil pengukuran akan dianalisis dengan uji One-Way ANOVA. Hasil:Tidak terdapat perbedaan bermakna pada kadar glukosa darah puasa danhasil tes toleransi glukosa oralantara kelompok perlakuan dan kelompokkontrol. Kesimpulan: Konsumsi aspartam tidak menyebabkan peningkatanbermakna pada kadar glukosa darah puasa dan tes toleransi glukosa oralpada tikus galur wistar.Kata Kunci: Aspartam, Kadar Glukosa Darah Puasa, Tes ToleransiGlukosa Ora
Determinan Kepatuhan Minum Obat Anti filariasis pada Masyarakat Desa Selat Remis Kecamatan Teluk Pakedai
Latar Belakang. Filariasis atau yang lebih sering dikenal dengan kaki gajah adalah penyakit kronik yang disebabkan oleh parasite. Penyakit kaki gajah masih menjadi masalah kesehatan di dunia dimana terdapat 1,3 miliar penduduk yang berisiko tertular penyakit kaki gajah. Metode. Penelitian analitik observasional dengan pendekatan rancangan penelitian cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 97 orang. Variabel bebas pada penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, sosial ekonomi, fasilitas kesehatan, peran petugas kesehatan dan peran tokoh masyarakat. Variabel terikat adalah kepatuhan minum obat anti. Hasil. Dari 97 orang responden, didapat determinan kepatuhan minum obat anti filariasis adalah usia (nilai p= 0,016), jenis kelamin (nilai p= 0,002), pendidikan (nilai p= 0,041), pengetahuan (nilai p= 0,043), peran petugas kesehatan (nilai p= 0,043) dan peran tokoh masyarakat (nilai p= 0,044). Analisis multivariat jenis kelamin (nilai sig= 0,001), pendidikan (nilai sig= 0,008) dan usia (nilai sig= 0,047). Kesimpulan. Terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, peran petugas kesehatan dan peran tokoh masyarakat dengan kepatuhan minum obat anti filariasis pada masyarakat Desa Selat Remis. Hasil analisis analisis multivariat variabel yang paling berpengaruh adalah jenis kelamin, pendidikan dan usia.
Pembuatan Program untuk Mendukung akreditasi Fakultas Kedokteran
Latar belakang. Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura memiliki tiga prodi kesehatan yaitu kedokteran, farmasi dan keperawatan. Pendidikan kedokteran memiliki dua tahap dalam prosesnya, yaitu tahap akademik dan tahap klinik. Tahap klinik membutuhkan wahana pendidikan seperti rumah sakit, puskesmas atau klinik. Standar dalam Sumber Daya Manusia (SDM) dan kasus sangat mempengaruhi capaian kompetensi dari calon dokter. Terdapat perubahan untuk evaluasi, yang awalnya evaluasi dilakukan oleh BAN PT, sekarang dievaluasi oleh LAM-PTKes, dan sampai saat ini belum ada penelitian khusus yang dilakukan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan pada akreditasi program studi kesehatan Metode. Penelitian ini dilakukan dengan cara diskusi dan pembuatan program. Hasil. Terdapat program untuk mendukung akreditasi fakultas kedokteran. Kesimpulan. Program akreditasi yang ada dapat menjadi basis data yang aman dan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan dapat menerapkan sistem terbuka dan tertutup sesuai kebutuha
Hubungan antara Quick Sequential Organ Failure Assessment Score dan Angka Mortalitas pada Pasien Cedera Kepala
Latar Belakang. Cedera kepala merupakan salah satu dari penyebab kematian terbanyak di dunia, terutama di Indonesia sebanyak 100.000 jiwa. Dalam kurun waktu 2 tahun di Kota Singkawang terdapat kasus cedera kepala sebanyak 1.306 kasus, dari kasus tersebut sebagian besar pasien pada usia produktif. Angka morbiditas dan mortalitas dapat diturunkan dengan tatalaksana awal yang tepat dan cepat. quick Sequential Organ Failure Assessment (qSOFA) score merupakan intrumen yang dapat dengan mudah digunakan dalam mendeskripsikan keadaan pasien yang memiliki kemungkinan gagal organ, khususnya pada kasus cedera kepala. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya hubungan antara quick Sequential Organ Failure Assessment (qSOFA) score dan mortalitas pada pasien cedera kepala di RSUD dr Abdul Aziz Kota Singkawang. Metodologi. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 53 orang. Data qSOFA Score dan mortalitas diambil dari rekam medis di RSUD dr Abdul Aziz Kota Singkawang. Analisis data dengan menggunakan Chi- Square. Hasil. Analisis data dengan uji ChiSquare mengindikasikan adanya perbedaan bermakana antara quick Sequential Organ Failure Assessment (qSOFA) score dan mortalitas (p=0,0000). Nilai qSOFA >2 memiliki kemungkinan 38 kali lebih besar dalam menyebabkan mortalitas pada pasien cedera kepala. Kesimpulan. Terdapat hubungan antara quick Sequential Organ Failure Assessment (qSOFA) score dan mortalitas pada pasien cedera kepala di RSUD dr Abdul Aziz Kota Singkawang