Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Not a member yet
445 research outputs found
Sort by
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera Lamk.)TERHADAP Candida albicans SECARA IN VITRO
Background: Candidiasis is a fungal infection that most often occur.Resistence in case of candidiasis has been widely reported. Moringaleaves (Moringa oleifera Lamk.)are used for treating fungal infections.Objective : The aim of this study was to know antifungal activity, tocognize minimal inhibitory concentration , and to find efective extractconcentration of moringa leaves to reduce Candida albicans growth.Methods: Antifungal activity assesment using Kirby-Bauer disc difusionmethod with 100%, 80%, 60%, 40% and 20% concentration. Moringaleaves were extracted with maceration method using ethanol 70% solvent.The positive control in this study was ketoconazole 15 µg/disk, while thenegative control was DMSO 10%. Results: Ethanol extract of moringaleaves did not perform inhibition zone against Candida albicans growth.Conclusion: Ethanol extract of moringa leaves did not have antifungalactivity toward Candida albicans growth. Minimum inhibitory concentrationand effective concentration of moringa leaves ethanol extract againstCandida albicans could not be determined.Keyword: Antifungal, Ethanol Extract of Moringa oleifera Lamk. Leaves,Candida albican
HUBUNGAN ANTARA GANGGUAN BIPOLAR DENGAN RISIKO BUNUH DIRI PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SUNGAI BANGKONG PONTIANAK TAHUN 2014
Latar Belakang: Bunuh diri kini telah menjadi suatu masalah global danmerupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Bunuhdiri di Indonesia mayoritas berhubungan dengan masalah kesehatanmental. Salah satu gangguan mental yang dapat membawa seseorangmenuju keputusan bunuh diri adalah gangguan bipolar. Tujuan: Untukmengetahui hubungan antara gangguan bipolar dengan risiko bunuh diripada pasien rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai BangkongPontianak. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik denganpendekatan case control. Sampel dipilih dengan teknik consecutivesampling. Sampel dikelompokkan menjadi kelompok kasus yaitu pasienrawat inap yang berisiko bunuh diri sebanyak 30 sampel dan kelompokkontrol yaitu pasien rawat inap yang tidak berisiko bunuh diri sebanyak 30sampel. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan data rekam medis.Sampel pada kelompok kasus diwawancarai menggunakan instrumenBeck Suicide Intent Scale untuk mengukur risiko bunuh diri. Datakemudian dianalisis dengan uji Chi-Square dan dihitung odds ratiomenggunakan SPSS16. Hasil: Hasil uji Chi-Square menunjukkanhubungan yang bermakna antara gangguan bipolar dengan risiko bunuhdiri pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai BangkongPontianak. Pasien gangguan bipolar memiliki risiko bunuh diri 4,75 kalilebih tinggi daripada pasien gangguan non bipolar (OR=4,75; p=0,004).Seluruh pasien gangguan bipolar memiliki risiko bunuh diri yang tinggi.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara gangguanbipolar dengan risiko bunuh diri pada pasien rawat inap di Rumah SakitJiwa Daerah Sungai Bangkong Pontianak.Kata Kunci: Gangguan bipolar, risiko, bunuh diri, Beck Suicide IntentScale1)Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, UniversitasTanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat2)Rumah Sakit Jiwa Provinsi, Singkawang, Kalimantan Barat3)Departemen Psikiatri, Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong,Pontianak, Kalimantan Barat4)Departemen Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran,Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Bara
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN CENGKODOK (Melastoma malabathricum L.) TERHADAP Shigella flexneri SECARA IN VITRO
Latar Belakang: Penyakit diare hingga kini masih merupakan salah satupenyakit utama yang menjadi masalah kesehatan masyarakat diIndonesia karena memiliki morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Agenpenyebab diare yang umum ditemukan adalah bakteri Escherichia coli.Dari beberapa informasi ilmiah tentang tumbuhan cengkodok (Melastomamalabathricum L.), tumbuhan ini memiliki potensi untuk dijadikan sebagaialternatif pengobatan tradisional antibakteri. Tujuan: Penelitian inibertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol dauncengkodok (Melastoma malabathricum L.) dan konsentrasi efektifnyadalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli. Metodologi: Dauncengkodok diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol. Ekstrakyang diperoleh diskrining fitokimia dan diuji aktivitas antibakterinya denganmetode difusi sumuran dengan konsentrasi 50%, 60%, 70%, 80%, 90%dan 100%. Kontrol positif yang digunakan adalah siprofloksasin5µg/sumuran dan kontrol negatif menggunakan DMSO 10%. Hasil:Ekstrak etanol daun cengkodok mengandung senyawa flavonoid, saponin,tanin, dan terpenoid. Ekstrak etanol daun cengkodok memiliki aktivitasantibakteri terhadap Escherichia coli. Konsentrasi 100% menunjukkanaktivitas antibakteri terbesar tetapi siproflosasin 5 µg memiliki aktivitasantibakteri yang lebih baik bila dibandingkan dengan konsentrasi 100%.Zona hambat masing-masing konsentrasi mengalami penurunan pada 48jam inkubasi. Kesimpulan: Ekstrak etanol daun cengkodok memilikiaktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli.Kata Kunci: antibakteri, ekstrak etanol daun cengkodok, Melastomamalabathricum L., Escherichia col
PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK SISWA SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI 34 PONTIANAK KOTA TAHUN 2014
Latar Belakang: Memori jangka pendek berperan besar pada sebagianbesar proses kognitif dan kecepatannya yang berpengaruh pada performaakademis anak. Senam otak adalah serangkaian gerak untukmenstimulasi otak dan terbukti dapat meningkatkan berbagai fungsi otak.Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh senam otakterhadap memori jangka pendek siswa SD Negeri 34 Pontianak Kota padatahun 2014. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuasieksperimental dengan rancangan non equivalent control group. Subyekpenelitian berjumlah 54 anak, 27 anak masuk kelompok eksperimen dan27 anak lainnya masuk kelompok kontrol. Senam otak dilakukan lebihkurang 15 menit setiap hari selama dua minggu. Memori jangka pendekdiukur dengan tes digit span sebelum dan 1 hari sesudah perlakuan.Analisa statistik menggunakan uji Wilcoxon, uji T berpasangan, dan ujiMann Whitney. Hasil: Rerata skor memori jangka pendek sebelumdiberikan perlakuan senam otak adalah 8,96±1,742. Rerata skor memorijangka pendek setelah diberikan perlakuan senam otak adalah10,70±2,350. Terdapat peningkatan bermakna skor digit span padakelompok eksperimen dengan p<0,001. Tidak terdapat peningkatanbermakna skor digit span pada kelompok kontrol dengan p=0,185.Terdapat perbedaan bermakna selisih skor digit span antara kelompokeksperimen dan kontrol dengan p=0,036. Kesimpulan: Senam otak lebihkurang 15 menit setiap hari selama 2 minggu dapat meningkatkan skormemori jangka pendek siswa SD Negeri 34 Pontianak Kota pada tahun2014.Kata kunci: senam otak, memori jangka pende
EFEKTIVITAS PROMOSI KESEHATAN DENGAN METODE PEER EDUCATION TERHADAP PENGETAHUAN SISWA SMAN 1 RASAU JAYA TENTANG DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)TAHUN 2014
Latar Belakang: DBD merupakan salah satu penyakit yang sering menimbulkanKejadian Luar Biasa (KLB) dengan kematian yang besar. Salah satu upayaPenanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan adalah dengan Promosi Kesehatan.Peer education merupakan salah satu metode promosi kesehatan yang diharapkanlebih bermanfaat karena alih pengetahuan dilakukan antar kelompok sebaya yangmempunyai hubungan lebih akrab, bahasa yang digunakan sama, dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dengan cara penyampaian yang santai, sehingga sasaranlebih nyaman berdiskusi tentang permasalahan yang dihadapi.Tujuan: Mengetahui efektifitas promosi kesehatan dengan metode peer educationdibandingkan dengan metode ceramah terhadap pengetahuan Siswa SMA/Sederajattentang DBD.Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan rancangannon-equivalent control group design with pretest and postest yang dilakukan pada 81orang siswa SMAN 1 Rasau Jaya sebagai kelompok uji dan 79 orang siswa MANRasau Jaya sebagai kelompok kontrol. Uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon danuji Mann-Whitney.Hasil: Hasil uji Mann-Whitney dengan melihat perbandingan peningkatanpengetahuan kelompok uji terhadap kelompok kontrol didapatkan nilai significancy(sig) sebesar 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna antaraperbandingan peningkatan pengetahuan responden kedua kelompok penelitian.Kesimpulan: Promosi kesehatan dengan metode peer education lebih efektifdalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang DBD dari pada metode ceramah.Kata Kunci: DBD, promosi kesehatan, peer education, pengetahua
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI INFUSA DAUN MANGGA BACANG (Mangifera foetida L.) TERHADAP Streptococcus pneumoniae SECARA IN VITRO
Latar Belakang: Streptococcus pneumoniae merupakan salah satubakteri penyebab pneumonia pada balita dengan prevalensi 7% padatahun 2011 dan 6,6% pada tahun 2012. Tanaman mangga bacang(Mangifera foetida L.) merupakan tanaman yang memiliki genus yangsama dengan Mangifera indica L. Penelitian sebelumnya menunjukkanbahwa ekstrak etanol daun Mangifera foetida L. memiliki aktivitasantibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri infusa daunmangga bacang (Mangifera foetida L.) terhadap Streptococcuspneumoniae. Metodologi: Daun mangga bacang dibuat menjadi infusadengan pelarut akuades. Infusa yang diperoleh dilakukan skriningfitokimia. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakramKirby-Bauer. Penelitian ini menggunakan 6 konsentrasi yaitu 100%, 90%,80%, 70%, 60%, 50%. Kontrol positif menggunakan azitromisin 15 µg/diskdan kontrol negatif menggunakan akuades. Hasil: Uji fitokimia infusa daunmangga bacang mengandung senyawa alkaloid, fenol, flavonoid, tanin,saponin dan steroid. Infusa daun mangga bacang tidak dapatmenghambat pertumbuhan Streptococcus pneumoniae. Kesimpulan:Infusa daun mangga bacang tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadapStreptococcus pneumoniae.Kata kunci: Antibakteri, Infusa daun mangga bacang, Streptococcuspneumonia
EFEK HEPATOPROTEKTOR EKSTRAK ETANOL LIDAH BUAYA (Aloe vera Linn.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HATI TIKUS JANTAN PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI PARASETAMOL
Latar Belakang : Hati berperan dalam metabolisme sebagian besar obat sehingga menjadi target utama kerusakan akibat obat. Banyak obat yangtelah dilaporkan dapat menyebabkan hepatotoksisitas, salah satunyaadalah parasetamol. Hepatotoksisitas dapat dicegah dengan pemberianobat hepatoprotektif. Lidah buaya (Aloe vera Linn.) berpotensi sebagaiagen hepatoprotektor karena memilki sifat antioksidan. Tujuan : penelitianini bertujuan mengetahui efek hepatoprotektor dan dosis efektif ekstraketanol lidah buaya (Aloe vera Linn.) pada tikus melalui indikatorhistopatologi. Metodologi : penelitian ini merupakan jenis penelitianeksperimental rancang acak lengkap (RAL) dengan desain post test.Sebanyak 24 ekor tikus dibagi secara acak ke dalam 6 kelompokperlakuan, yaitu kontrol negatif (parasetamol), kontrol normal (CMC 0,5%),kontrol positif (kurkumin), dosis I (1000 mg/kgBB), dosis II (2000mg/kgBB), dosis III (4000 mg/kgBB) yang diinduksi parasetamol satu jamkemudian, perlakuan selama 7 hari. Data dianalisis menggunakan ujiOne-way anova yang dilanjutkan dengan Post Hoc Test LSD. Hasil :Berdasarkan skrining fitokimia ekstrak etanol lidah buaya (Aloe vera Linn.)mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan steroid. Hasil analisamenunjukkan perbedaan yang bermakna rerata derajat kerusakanhepatosit kelompok kontrol negatif dengan kelompok dosis I, II, dan IIIekstrak etanol lidah buaya (p<0,05). Ekstrak etanol lidah buaya dosis 4000mg/kgBB merupakan dosis efektif. Kesimpulan : Ekstrak etanol lidahbuaya (Aloe vera Linn.) memiliki kemampuan dalam mencegah kerusakanhepatosit akibat induksi parasetamol dosis toksik pada tikus putih galurwistar. Ekstrak Kata Kunci : Lidah Buaya, Histopatologi, hepatoprotektor1) Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat2) Departemen Patologi Anatomi, Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura Pontianak,Kalimantan Barat 3) Departemen Histologi, Program Studi Pendidikan Dokter, FakultasKedokteran, Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MEROKOK DAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM SANTO ANTONIUS PONTIANAK TAHUN 2012
Background: Coronary heart disease and it’s complication was one of themost cause of death worldwide. Smoking was one of the risk factors ofcoronary heart disease. The objective of ths study was to examine therelationship between cigarette and coronary heart disease in SaintAntonius Hospital. Methods: This research was analytic study with casecontrol approach. One hundred and thirty participants were recruited usinga non-probability sampling (consecutive sampling) technique.Measurement was taken include subject’s based on AHA (american heartassociation) diagnostic criteria for myocardial infarction and anginapectoris with a confirmation of an internist or a cardiologist, cigarettesmoking status based on NSDUH (National Survey on Drug use andHealth). Based on cigarette smoking status, all participants were dividedinto two groups that has been smoking and never smoke. Based ondiagnostic criteria, all participants were divided into two groups that wassubjects conary heart disease and subjects with coronary heart disease.Data were analyzed with Statistical Product and Service Solution Program(SPSS). Results: There was statistically significant relationship (P <0,002) betweeen cigarette smoking and coronary heart disease. Therelative risk (odds ratio [OR] and 95% confidence interval [CI]) ofdeveloping coronary heart disease among the cigarette smoking subjectswas (OR 3,23; CI 1,52 – 6,87). Conclusions: There is signicantrelationship between cigarette smoking and coronary heart disease.Cigarette smoking is the risk factor of coronary heart disease andincreased the risk of developing coronary heart disease among thecigarette smoking subjects is 3,23 fold compared with the normal weightsubjects.Key words: coronary heart disease, cigarette smoking, saint antoniusgeneral hospital pontiana
ANGKA KEJADIAN ACUTE KIDNEY INJURY BERDASARKAN KRITERIA AKIN DI RUANG ICU DI RSU DR.SOEDARSO TAHUN 2013
Latar Belakang: Acute kidney injury (AKI) merupakan penurunan fungsifiltrasi ginjal yang terjadi tiba-tiba dan ditandai dengan peningkatankonsentrasi kreatinin serum. Insidens AKI bervariasi antara 0,7 – 18% padapasien yang dirawat di rumah sakit, hingga 20% pada pasien yang dirawatdi intensive care unit (ICU). Tujuan: Mengetahui angka kejadian AKI padapasien yang dirawat di ICU RSU Dr.Soedarso tahun 2013. Metode:Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan crosssectional. Sampel penelitian adalah pasien AKI berdasarkan kriteria acutekidney injury network (AKIN) yang memenuhi kriteria penelitian. Data diolahmenggunakan program microsoft excel 2007. Hasil: Jumlah sampel padapenelitian adalah 118 sampel. Pasien yang menderita AKI berdasarkankriteria AKIN sebanyak 69 pasien (58,47%). AKI yang terjadi padaperempuan sebanyak 35 pasien (50,72%) dan laki-laki sebanyak 34 pasien(49,28%). AKI banyak terjadi pada rentang usia 55-64 tahun sebanyak 24pasien (34,78%), dan paling sedikit pada rentang usia 75-84 tahunsebanyak 3 pasien (4,35%). Pasien AKI yang meninggal dunia sebanyak51 pasien (73,91%) dan paling sedikit APS sebanyak 1 pasien (1,45%). AKIdengan diagnosis dasar trauma sebanyak 1 pasien (1,45%), pulmologisebanyak 6 pasien (8,70%), kardiovaskular sebanyak 2 pasien (2,90%),keganasan sebanyak 1 pasien (1,45%), infeksi sebanyak 5 pasien (7,25%),neurologi sebanyak 41 pasien (59,42%), obstetri ginekologi sebanyak 1pasien (1,45%), endokrin sebanyak 9 pasien (13,04%), dan bedahsebanyak 3 pasien (4,34%). Kesimpulan: AKI banyak terjadi padaperempuan. AKI banyak terjadi pada rentang usia 55-64 tahun. Pasien AKIlebih banyak yang meninggal dunia daripada yang APS. AKI banyak terjadipada pasien dengan diagnosis dasar neurologi. Kata kunci: Acute kidney injury, Kriteria AKIN, Kreatinin serum, Intensive care uni
HUBUNGAN PEMAKAIAN MASKER TERHADAP KAPASITAS VITAL PAKSA DAN VOLUME EKSPIRASI PAKSA DETIK PERTAMA PADA PEKERJA PENGOLAHAN KELAPA SAWIT PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XIII RIMBA BELIAN KABUPATEN SANGGAU
Latar Belakang: Pekerja pengolahan kelapa sawit memiliki risikomengalami penyakit paru akibat kerja terkait paparan debu di tempatkerja. Kurangnya kedisiplinan pekerja untuk menggunakan masker saatbekerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi timbulnyagangguan fungsi paru. Gangguan fungsi paru dapat dideteksi secara dinidengan pemeriksaan spirometri. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untukmengetahui hubungan pemakaian masker terhadap Kapasitas Vital Paksa(KVP) dan Volume Ekspirasi Paksa Detik Pertama (VEP) pada pekerjapengolahan kelapa sawit PT. Perkebunan Nusantara XIII Rimba BelianKabupaten Sanggau. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitikdengan metode potong lintang. Data dikumpulkan menggunakankuesioner dan spirometer dari 26 sampel yang dipilih dengan teknikpurposive sampling. Data dianalisis dengan uji One Way Anova, ujiKruskal-Wallis dan uji Fisher. Hasil: Terdapat 23,1% pekerja yang selalumemakai masker, 38,5% kadang-kadang memakai masker, dan 38,5%tidak pernah memakai masker saat bekerja. Uji statistik menunjukkanbahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pemakaian maskerdengan persentase KVP (p=0,008), persentase VEP11 (p=0,000), rasioVEP/KVP (p=0,045), dan status fungsi paru berdasarkan nilai KVP danVEP1 (p=0,004). Kesimpulan: Terdapat hubungan pemakaian maskerterhadap kapasitas vital paksa dan volume ekspirasi paksa detik pertamapada pekerja pengolahan kelapa sawit PT. Perkebunan Nusantara XIIIRimba Belian Kabupaten Sanggau. 1Kata kunci: debu kelapa sawit, masker, kapasitas vital paksa, volumeekspirasi paksa detik pertama. 1) Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.2) Departemen Pulmonologi, RSUD dr. Soedarso, Pontianak, Kalimantan Barat.3) Departemen Anatomi, Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat