Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    445 research outputs found

    PENGARUH EKSTRAK Curcuma xanthorrhiza, Roxb. TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DARAH Rattus norvegicus HIPERGLIKEMIA AKIBAT INDUKSI ALOKSAN

    Get PDF
    Hiperkolesterolemia merupakan peningkatan kadar kolesterol dalam darahdengan kadar kolesterol total serum ≥240 mg/dl menurut NationalCholesterol Education Program Adult Treatment Panel III (NCEP-ATP III).Hiperkolesterolemia dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, sepertipenyakit diabetes melitus (DM). World Health Organization (WHO)memprediksi bahwa Indonesia akan terjadi kenaikan dari 8,4 juta diabetisipada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta diabetisi pada tahun 2030.Prevalensi DM di Provinsi Kalimantan Barat adalah sebesar 11,1% yangmenduduki peringkat pertama kasus DM di Indonesia sejajar denganProvinsi Maluku Utara3. Penelitian oleh Uttra (2011) menunjukkansebanyak 72% pasien DM mengalami kelainan profil lipid, yaitupeningkatan kadar trigliserida dan kolesterol total darah1 4. Casagrande etal. (2013) membuktikan bahwa hanya 56,2% penderita DM yang memilikikadar low density-lipoprotein (LDL) dalam batas normal5. Juren et al.(2013) juga membuktikan bahwa terjadi penurunan kadar high-densitylipoprotein (HDL) sebesar 21,7% pada pasien DM6. Kadar kolesterol totaldarah dapat dijadikan skrining awal dalam mendeteksi kelainan profil lipidpasien DM sehingga pemantauan kadar kolesterol total darah harusdilakukan untuk menghindari komplikasi dan meningkatkan kualitas hiduppasien

    HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MEROKOK DAN PSORIASIS AREA AND SEVERITY INDEX (PASI) PADA PASIEN PSORIASIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. SOEDARSO PONTIANAK PERIODE JULI 2014-JANUARI 2015

    Get PDF
    Psoriasis adalah penyakit kulit kronik inflamasi. Gejala klinis psoriasis adalah plak merah berskuama dan hiperproliferasi epidermis. Perilaku merokok dapat meningkatkan risiko kejadian psoriasis. Asap rokok mengandung banyak bahan beracun yang dapat mempengaruhi imunopatogenesis psoriasis. Derajat keparahan psoriasis dapat diukur menggunakan PASI. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok dan PASI pada pasien psoriasis di RSUD dr. Soedarso Pontianak periode Juli 2014 – Januari 2015. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dan menggunakan uji Chi-Square penggabungan sel dengan p<0,05. Subjek penelitian sebanyak 35 orang dipilih menggunakan consecutive sampling. Perilaku merokok dan PASI dinilai langsung menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan perokok yang memiliki PASI ringan hingga sedang sebanyak 3 orang, sedangkan PASI berat hingga sangat berat sebanyak 13 orang. Bukan perokok yang memiliki  PASI ringan hingga sedang sebanyak 14 orang, sedangkan PASI berat hingga sangat berat sebanyak 5 orang. Pada penelitian ini, didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan bermakna (p=0,001) antara perilaku merokok dan PASI.. Kata kunci : Rokok, psoriasis, PASI, perilaku merokok.   Keterangan: 1)    Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat 2)    Departemen Kulit dan Kelamin RSUD Dokter Soedarso, Pontianak, Kalimantan Barat 3)    Departemen Kedokteran dan Komunitas, Keluarga dan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK METANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.)TERHADAP Shigella flexneri

    Get PDF
    Background: Shigella flexneri is the most common bacteria causeddiarrhea with number of cases increased each year. Mangosteen peel hasbeen used for years by most of Indonesian as a traditional medicine for thetreatment of diarrhea, dysentery, and infected wound. Experimental studieshave demonstrated that extract of Garcinia mangostana L. peel hasantimicrobial activity. Objective: This study aimed to investigate theantibacterial activity of ethyl acetate fraction of Garcinia mangostana L. peelmethanol extract and the effective concentration to inhibit the growth ofShigella flexneri. Methods: The ethyl acetate fraction obtained from liquidfractionation of methanolic extract. Extracts were phytochemically testedand antibacterial activity test by well diffusion method against Shigellaflexneri. Positive control used 5µg ciprofloxacin and negative control used10% DMSO. Results: Phytochemical screening of ethyl acetate fraction ofGarcinia mangostana L. methanol extract contained alkaloid, saponin,tannin, flavonoid, and triterpenoid. The effective concentration to inhibit thegrowth of the Shigella flexneri was 10% (p = 0.000). Conclusion: Ethylacetate fraction of methanol extract of Garcinia mangostana L. peel hasantibacterial activity against Shigella flexneri.Keywords: Antibacterial, ethyl acetate fraction of Garcinia mangostana L.methanol extract, Shigella flexner

    Profil Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Terapi Insulin di Poli Rawat Jalan RSUD Dr. Soedarso Pontianak

    Get PDF
    Latar belakang.  Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolikdengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresiinsulin, kerja insulin atau keduanya. Pengobatan yang ideal untukpenderita DM tipe 2 adalah dengan terapi yang lebih awal danpenggunaan insulin secara berkelanjutan. Belum pernah dilakukanpenelitian tentang profil penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Dr.Soedarso Pontianak. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiprofil penderita DM tipe 2 dengan terapi insulin di poli rawat jalan RSUDDr. Soedarso Pontianak. Metode. Penelitian ini merupakan penelitianobservasional dengan rancangan cross-sectional. Sebanyak 83 sampelpenelitian dipilih dengan teknik consecutive sampling Hasil. Karakteristikpenderita terbanyak usia 45-64 tahun 66 orang (79,5%), jenis kelaminterbesar perempuan sebanyak 46 orang (55,4%), lama menderita >5-10tahun 34 orang (40,9%), lama pengobatan >5-10 tahun 32 orang (38,6%),lama pemberian OHO >5-10 tahun 36 orang (46,7%), lama pemberianinsulin 1-5 tahun 76 orang (91,6%), kolesterol total 45 mg/dl 62 orang(74,1%), trigliserida 25 kg/m 30orang (36,2%), tekanan darah <130/80 mm/Hg 43 orang (51,8%).Kesimpulan. Berdasarkan profil penderita DM tipe 2 yang mendapatkanterapi insulin dipoli rawat jalan RSUD Dr. Soedarso Pontianak, capaiantarget pengobatan berada pada kriteria baik.  Kata kunci: diabetes melitus tipe 2, profil penderita, insulin. 1) Fakultas Kedokteran,Universitas Tanjungpura, Pontianak, KalimantanBarat. 2) Departemen Penyakit Dalam, Rumah Sakit Umum Dokter Soedarso,Pontianak, Kalimantan Barat. 3) Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Program Studi PendidikanDokter, Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, Pontianak,Kalimantan Barat

    EFEKTIVITAS PENYULUHAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWI POLITEKNIK NEGERI SAMBAS PADA TAHUN 2014

    Get PDF
    Latar Belakang: Kanker payudara menempati urutan atas kanker padawanita. Rata-rata pasien datang telah masuk pada stadium lanjut. Makadiperlukan pencegahan, upaya pencegahan tersebut bisa berupa SADARIsebagai pencegahan sekunder. SADARI sebaiknya dilakukan pada usia 20 tahun. Wanita dalam rentang usia tersebut sebaiknya telah memilikipengetahuan dan sikap yang baik mengenai SADARI. Tujuan:Mengetahui efektivitas penyuluhan SADARI terhadap tingkat pengetahuandan sikap tentang SADARI mahasiswi Politeknik Negeri Sambas tahun2014. Metode: Desain penelitian eksperimen quasi dengan metode onegroup pretest-posttest. Populasi adalah semua mahasiswi PoliteknikNegeri Sambas 2013-2014 yang berjumlah 141 orang. Sampel diambilsebanyak 60 orang dengan teknik simple random sampling. Datadiperoleh dari pengisian kuesioner. Uji statistik yang digunakan untukmenguji 2 sampel dari kelompok yang sama adalah Uji Wilcoxon. Hasil:Tingkat pengetahuan responden yang baik sebelum penyuluhan SADARIhanya 5%, setelah penyuluhan meningkat menjadi 93,33%. Hasil ujiWilcoxon dengan tingkat kepercayaan 0,1 diperoleh nilai p=0,000 (p<0,1),yang menunjukkan terdapat perubahan yang signifikan. Tingkat sikapresponden yang  favorabel sebelum penyuluhan SADARI yaitu 70%,setelah penyuluhan meningkat menjadi 100%. Hasil uji Wilcoxon dengantingkat kepercayaan 0,1 diperoleh nilai p=0,000 (p<0,1), yangmenunjukkan terdapat perubahan yang signifikan. Kesimpulan: SADARIefektif dalam meningkatkan pengetahuan dan  sikap responden.Kata Kunci: Penyuluhan, SADARI, Kanker Payudara, Pengetahuan,Sika

    HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN TB PARU PADA MANTAN PENDERITA TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI DURIAN KABUPATEN KUBU RAYA

    Get PDF
    Background: National TB program states that community involvement inTB cases is very important. One of the components in society which canbe involved is former TB patients. The involvement of former TB patient tochange community behavior about TB can be done by providingknowledge about TB disease. Objective: To determine the relationshipbetween knowledge level and attitudes towards TB transmissionprevention behavior of former TB patients in primary health center SungaiDurian Kubu Raya. Methodology: This research method was analyticswith cross sectional approach conducted with questionnaires to formerpulmonary tuberculosis patients in primary health center Sungai DurianKubu Raya. Results: There were 34 people who met the study criteria; 15men and 19 women. Measured variables have a statistically significantrelationship, measured by Fisher test. Conclusion: There is a relationshipbetween the knowledge level and attitudes towards TB transmissionprevention behavior of former TB patients in primary health center SungaiDurian Kubu Raya.Keywords: Tuberculosis. Knowledge. Attitude. Behavio

    UJI AKTIVITAS ANTIFUNGAL EKSTRAK METANOL MENTAH RIMPANG JERINGAU MERAH (Acorus calamus Linn.) TERHADAP PERTUMBUHAN Malassezia furfur SECARA IN VITRO TERHADAP PERTUMBUHAN Malassezia furfur SECARA IN VITRO TERHADAP PERTUMBUHAN Malassezia furfur SECARA IN VI

    No full text
    Latar Belakang: Tinea versicolor merupakan salah satu masalah infeksikulit superfisial yang utama terjadi di negara-negara tropis dan diketahuibahwa Malassezia furfur merupakan spesies jamur penyebab yang palingsering. Jeringau merah (Acorus calamus Linn.) dari famili Acoraceaemerupakan tanaman tropis di Indonesia. Data empiris menunjukkanbagian rimpang dari tanaman jeringau merah dapat digunakan untukmengobati tinea versicolor dan beberapa penelitian telah melaporkanbahwa rimpang jeringau merah memiliki aktivitas antifungal. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antifungal ekstrakmetanol mentah rimpang jeringau merah (Acorus calamus Linn.) terhadappertumbuhan Malassezia furfur, menentukan kandungan senyawa, danmenentukan konsentrasi hambat minimum serta konsentrasi efektif dariekstrak metanol mentah rimpang jeringau merah. Metodologi: Skriningfitokimia menggunakan metode uji kualitatif. Rimpang jeringau merahdiekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut metanol. Penelitian inimenggunakan sembilan konsentrasi yaitu 60%, 65%, 70%, 75%, 80%,85%, 90%, 95%, dan 100%. Kontrol positif menggunakan ketokonazol 20µg dan kontrol negatif menggunakan pelarut metanol. Uji aktivitasantifungal dilakukan dengan metode difusi cakram Kirby-Bauer terhadapMalassezia furfur. Hasil: Metabolit sekunder yang terkandung dalamekstrak metanol mentah rimpang jeringau merah yaitu minyak atsiri,alkaloid, saponin, tanin, dan triterpenoid. Ekstrak metanol mentah rimpangjeringau merah memiliki aktivitas terhadap pertumbuhan Malassezia furfurdengan konsentrasi hambat minimum dan dosis efektif pada konsentrasiekstrak 60%. Kesimpulan: Ekstrak metanol mentah rimpang jeringaumerah memiliki aktivitas antifungal terhadap Malassezia furfur.Kata Kunci: Antifungal, ekstrak metanol mentah rimpang jeringau merah,Malassezia furfu

    HUBUNGAN ANTARA MEROKOK DAN HIPERTENSI PADA PASIEN PRIA DI INSTALASI RAWAT JALAN KLINIK PENYAKIT DALAM RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang. Hipertensi dan komplikasinya merupakan penyebabkematian nomor satu secara global. Merokok merupakan salah satu faktorresiko hipertensi. Tujuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antaramerokok dan  hipertensi di RSUD dr. Soedarso Pontianak. Metode. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan casecontrol. Cara pengambilan sampel adalah dengan teknik non-probabilitysampling (consecutive sampling) dengan jumlah sampel sebanyak 140subjek. Penelitian yang dilakukan meliputi wawancara terpimpin danpengukuran tekanan darah sistolik dan diastolik. Status merokokditentukan berdasarkan kriteria dari modified National Survey on Drug Useand Health (NSDUH). Data dianalisis menggunakan uji chi square dalamprogram Statistical Product and Service Solution. Hasil. Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara merokokdan kejadian hipertensi (P < 0,05). Resiko relatif (odds ratio [OR] daninterval kepercayaan 95% [IK]) terjadinya hipertensi pada perokok adalah(OR 2,7; IK 1,4 – 5,5). Kesimpulan. Kebiasaan merokok meningkatkan resiko terjadinya hipertensi. Perokok mempunyai resiko mengalami hipertensi 2,7 kali lebih besar dibandingkan dengan subjek yang tidak mempunyai kebiasaanmerokok. Kata kunci: hipertensi, merokok, RSUD dr. Soedarso Pontiana

    AKTIVITAS ANTIBAKTERI INFUSA BIJI BUAH LANGSAT (Lansium domesticum Cor.)TERHADAP Streptococcus pneumoniae

    Get PDF
    Latar Belakang: Delapan puluh persen dari populasi di dunia bergantungpada obat yang didapat dari tumbuhan untuk lini pertama pengobatanprimer. Data empiris menunjukan pemanfaatan tanaman langsat salahsatunya sebagai obat antibakteri, terutama disentri. Penelitianmembuktikan ekstrak biji langsat memiliki aktivitas antibakteri melawanbeberapa bakteri patogen saluran cerna seperti Bacillus cereus,Staphylococcus aureus, Salmonella typhii, Escericia coli, dan Vibriocholera namun eksplorasi belum pernah dilakukan terhadap bakteripatogen pada sistem lainnya. Contohnya, Streptococcus pneumoniaeyang menjadi masalah utama kesehatan global karena resistensi danbeban penyakit yang ditimbulkannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui aktivitas antibakteri infusa biji buah langsat (Lansiumdomesticum Cor.) terhadap Streptococcus pneumoniae denganmenentukan nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasibunuh minimum (KBM) serta mengetahui kandungan metabolit sekunderdidalamnya. Metodologi: Penelitian ini merupakan studi eksperimentalmurni dengan rancangan postest only control group design. Uji aktivitasantibakteri dilakukan dengan metode dilusi kaldu (makrodilusi) untukmendapatkan KHM yang dilanjutkan dengan subkultur untukmendapatkan KBM. Skrining fitokimia dilakukan dengan uji tabung dengantiga kali pengulangan untuk setiap pemeriksaan. Hasil: KHM dan KBMinfusa biji buah langsat terhadap Streptococcus pneumoniae tidak dapatditentukan potensinya pada penelitian ini. Kandungan metabolit sekunderinfusa biji buah langsat yaitu saponin. Kesimpulan: Infusa biji buahlangsat tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcuspneumoniae.Kata kunci: antibakteri, infusa, langsat, Streptococcus pneumonia

    PENGARUH VOLUME PERDARAHAN DAN SKOR GLASGOW COMA SCALE (GCS) SAAT MASUK RUMAH SAKIT TERHADAP KEJADIAN MORTALITAS PADA PASIEN STROKE PERDARAHAN INTRASEREBRAL DI RSUD DR.SOEDARSO PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang. Stroke perdarahan intraserebral memiliki dampak keluaran yang lebih fatal dibandingkan dengan jenis stroke lainnya.Beberapa model prognostik untuk mortalitas dan keluaran fungsionalsetelah terjadinya perdarahan intraserebral telah banyak dikemukakandan divalidasi. Glasgow Coma Scale (GCS) dan volume perdarahan telahdisebutkan sebagai prediktor yang paling kuat dibanding prediktor lainmeski bukan merupakan prediktor independen dari mortalitas pada strokeperdarahan intraserebral. Tujuan. Penelitian dilakukan untuk melihatpengaruh volume perdarahan dan skor GCS saat masuk rumah sakitterhadap kejadian mortalitas pasien stroke perdarahan intraserebral.Metodologi. Desain penelitian yang digunakan adalah kohort retrospektif.Sampel berjumlah 82 pasien stroke perdarahan intraserebral yangmemenuhi kriteria inklusi dengan penelusuran rekam medis, diambildengan cara consecutive sampling. Hasil dan Kesimpulan. Analisismultivariat menunjukkan bahwa skor GCS ≤8 memiliki pengaruh yang kuatterhadap kejadian mortalitas pasien stroke perdarahan intraserebral (p<0,001 dan OR= 31,40). Diameter perdarahan berpengaruh secarasignifikan terhadap kejadian mortalitas pasien stroke perdarahanintraserebral di RSUD dr. Soedarso Pontianak jika digunakan bersamaandengan skor GCS saat masuk rumah sakit (OR=10,85). Kata kunci: Volume perdarahan, Glasgow Coma Scale, stroke perdarahanintraserebra

    426

    full texts

    445

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇