Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    445 research outputs found

    HUBUNGAN KADAR KARBOKSIHEMOGLOBIN (COHb) DALAM DARAH DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA BENGKEL KENDARAAN BERMOTOR DI KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Paparan gas karbon monoksida (CO) berpengaruhterhadap terjadinya kelelahan kerja, salah satu pekerjaan yang beresikoadalah pekerja bengkel kendaraan bermotor karena emisi kendaraanbermotor yang dihasilkan menyebabkan peningkatan kadarkarboksihemoglobin (COHb) di dalam darah. Dengan terbentuknya COHbini, mengakibatkan berkurangnya kapasitas darah untuk menyalurkanoksigen (O) kepada jaringan tubuh. Penyediaan oksigen berpengaruhterhadap kecepatan pemulihan fungsi otot yang dapat menyebabkanterjadinya kelelahan kerja. Dimana kelelahan kerja dapat menurunkankinerja dan memungkinkan terjadinya peningkatan kesalahan kerja yangdapat menyebabkan kecelakaan kerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan kadar karboksihemoglobin (COHb) dalamdarah dengan kelelahan kerja pada pekerja bengkel kendaraan bermotordi Kota Pontianak. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatancross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalahpurposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 41 orang responden.Pengukuran kadar COHb dilakukan dengan metode Hindsberg-Lang dan Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja (KAUPK2) untuk menilaikelelahan kerja. Analisis statistik yang digunakan adalah uji KruskallWallis.Hasil: Hasil uji Kruskall Wallis menunjukkan terdapat perbedaanyang bermakna antara kadar COHb dalam darah dan kelelahan kerjasubjek penelitian (p < 0,05). Simpulan: Terdapat hubungan antara kadarCOHb dalam darah dengan kelelahan kerja pada pekerja bengkelkendaraan bermotor di Kota Pontianak.  2Kata kunci: Karboksihemoglobin, Kelelahan Kerj

    ANALISIS DNA PADA LOKUS D1S80 UNTUK UJI PATERNITAS/MATERNITAS PADA SAMPEL ETNIS MELAYU, DAYAK DAN TIONGHOA DI KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Kasus sengketa keluarga, berupa kasus ragu orangtua, semakin banyak dijumpai dalam masyarakat Indonesia.Penentuan kekerabatan seseorang dapat dilakukan melalui tespaternitas/maternitas. Lokus D1S80 adalah salah satu penanda VNTRyang terletak pada kromosom 1 di wilayah telomerik dari lengan p, diposisi 1p35-p36. Varian ini dapat dimanfaatkan dalam tespaternitas/maternitas karena merupakan lokus yang diturunkan darikedua orang tua dengan polimorfisme yang sangat tinggi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan pola lokusD1S80 dengan status paternitas/maternitas. Metodologi: Penelitianini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross-sectional.Sampel berasal dari populsi etnis Melayu, Dayak dan Tionghoa yangada di Kota Pontianak yang dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitukelompok dari trios yang memilki hubungan keluarga dan tidakmemilki hubungan keluarga. Data dianalisis dengan menggunakan ujiChi-Square, yang dilanjutkan dengan uji Fisher apabila syaratnyatidak terpenuhi. Hasil: Kecocokan alel D1S80 ditemukan pada 100%trios yang memiliki hubungan keluarga dan 0% pada trios yang tidakmemiliki hubungan keluarga. Didapatkan perbedaan bermakna antarastatus hubungan keluarga dalam trios dengan status kecocokan alelD1S80 dalam trios (p=0,000). Berdasarkan jenis etnis terdapatperbedaan bermakna antara status hubungan keluarga dalam triosdengan status kecocokan alel D1S80 dalam trios etnis Melayu(p=0,001), etnis Dayak (p=0,001) maupun etnis Tionghoa (p=0,029).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara statushubungan keluarga dalam trios dengan status kecocokan alel D1S80dalam trios, sehingga lokus D1S80 ini dapat digunakan untuk ujipaternitas/maternitas.Kata kunci : DNA, lokus D1S80, paternitas, maternita

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL AKAR PEPAYA (Carica papaya) TERHADAP Streptococcus pneumoniae DAN Vibrio cholerae

    Get PDF
    Latar Belakang: Pneumonia dan diare merupakan penyakit infeksi utama penyebab kematian pada anak secara global. Penyakit diare akut yang menjadi penyebab kematian pada anak adalah penyakit diare akut kolera yang disebabkan oleh Vibrio cholerae. Sedangkan kasus pneumonia tersering pada anak-anak adalah pneumonia bakterial yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae. Tumbuhan pepaya dipercaya memiliki berbagai macam manfaat yang dapat digunakan sebagai obat pada beberapa kelompok masyarakat. Penelitian ini diharapkan mampu membantu menambah daftar jumlah bahan alam yang dapat dijadikan bahan obat dalam mengatasi permasalahan tersebut diatas Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa akar pepaya memiliki efek antibakteri terhadap Streptococcus pneumoniae dan Vibrio cholera. Metodologi: Akar pepaya diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh kemudian dilakukan skrining fitokimia. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil: Berdasarkan skrining fitokimia, ekstrak etanol akar pepaya mengandung senyawa alkaloid, fenol, flavonoid, saponin, tanin, dan glikosida. Ekstrak etanol akar pepaya tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. pneumoniae dan V. cholera. Kesimpulan: Ekstrak etanol akar pepaya tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. pneumoniae dan V. cholera. Kata Kunci: Antibakteri, Ekstrak etanol akar pepaya, S. pneumoniae dan V. choler

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KARAMUNTING (Rhodomyrtus tomentosa (Ait.)Hassk) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Vibrio cholerae SECARA IN VITRO

    Get PDF
    Latar Belakang: Vibrio cholerae merupakan bakteri penyebab terjadinya diare. Beberapa penelitian menunjukkan terjadinya multidrug resistantterhadap Vibro cholerae. Peningkatan resistensi bakteri Vibrio choleraeterhadap antibiotik memerlukan alternatif pengobatan yang berasal daritanaman. Daun Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Ait.)Hassk)merupakan salah satu tanaman di Indonesia yang memiliki kandunganmetabolit sekunder yang dapat berfungsi sebagai senyawa antibakteri.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri,menentukan kandungan senyawa metabolit sekunder, dan menentukandiameter zona hambat ekstrak etanol 70% daun karamunting(Rhodomyrtus tomentosa (Ait.) Hassk) dalam menghambat pertumbuhanVibrio cholerae. Metodologi: Skrining fitokimia menggunakan metode ujitabung. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram KirbyBauerdengan konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100%. DaunRhodomyrtus tomentosa (Ait.) Hassk diekstraksi dengan metode maserasimenggunakan pelarut etanol 70%. Kontrol positif yang digunakan adalahCiprofloxacin 5 µg/disk sedangkan kontrol negatif yang digunakan adalahDMSO 10%. Hasil: Metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstraketanol 70% daun Rhodomyrtus tomentosa (Ait.) Hassk yaitu fenol,flavonoid, saponin, tanin, steroid dan triterpenoid. Ekstrak etanol 70%daun Rhodomyrtus tomentosa (Ait.) Hassk memilki aktivitas antibakteriterhadap Vibrio cholerae pada konsentrasi 6,25%; 12,5%; 25%; 50%;100% dengan masing-masing diameter zona hambat 6,97; 7,57; 8,98;11,07 dan 13,61 mm. Kesimpulan: Ekstrak etanol 70% daun karamunting(Rhodomyrtus tomentosa (Ait.) Hassk) memiliki aktivitas antibakteriterhadap pertumbuhan Vibrio cholerae.Kata Kunci: Antibakteri, Ekstrak etanol daun Rhodomyrtus tomentosa(Ait.) Hassk, Vibrio cholera

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI INFUSA DAUN MANGGA BACANG (Mangifera foetida L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Shigella flexneri

    Get PDF
    Latar Belakang: Shigellosis merupakan penyakit endemik di banyak negara berkembang termasuk Indonesia dan menyebabkan morbiditas serta mortalitas. Shigella flexneri merupakan  bakteri dengan  isolat terbanyak yang ditemukan pada kasus-kasus shigellosis. Studi literatur menunjukkan bahwa infusa daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) mengandung senyawa-senyawa metabolit yang memiliki efek sebagai antibakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri infusa daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) terhadap pertumbuhan Shigella flexneri, mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam infusa daun mangga bacang (Mangifera foetida L.), dan menentukan konsentrasi hambat minimum infusa daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) terhadap pertumbuhan Shigella flexneri. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni. Daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) diekstraksi dengan metode  infundasi menggunakan  pelarut akuades, kemudian dilakukan uji fitokimia dan uji aktivitas antibakteri dengan metode tuang dan sumuran pada konsentrasi 100%, 80%, 40%, 20%, dan 10%. Kontrol  positif  yang  digunakan adalah siprofloksasin  5  μg/sumuran dan kontrol negatif  yang  digunakan  adalah  akuades. Hasil: Hasil uji fitokimia infusa daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) mengandung alkaloid, fenol, flavonoid, terpenoid, saponin, dan tanin. Infusa daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) pada konsentrasi 100%, 80%, 40%, 20%, dan 10% tidak menunjukkan adanya zona hambat. Kesimpulan: Infusa daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Shigella flexneri. Kata Kunci: Antibakteri, infusa daun mangga bacang (Mangifera foetida L.), Shigella flexneri

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU MENGENAI KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI (KIPI) TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOM YOS SUDARSO PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Imunisasi merupakan salah satu upaya untuk mengurangi angka morbiditas dan mortalitas anak tetapi masih banyak bayi maupun anak di seluruh dunia yang belum mendapatkan imunisasi. Alasan ibu tidak membawa anak imunisasi salah satunya karena takut KIPI. Rasa takut ibu akan KIPI yang berlebihan disebabkan ketidaktahuan ibu mengenai KIPI dimana pengetahuan dan sikap yang masih terbatas bahkan keliru terhadap KIPI. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu mengenai KIPI dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada balita. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik menggunakan desain kasus-kontrol dengan jumlah sampel 162 responden. Hasil: Sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan baik mengenai KIPI (88,27%). Tingkat pengetahuan ibu mengenai KIPI tidak berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada balita (p=0,46). Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor yang paling berpengaruh terhadap pemberian imunisasi anak adalah pendidikan ibu (OR=2,884). Kesimpulan: Pengetahuan ibu mengenai KIPI tidak berhubungan dengan pemberian imunisasi pada balita. Pendidikan ibu merupakan faktor yang paling memengaruhi pemberian imunisasi pada balita

    EFEK AIR KELAPA (Cocos Nucifera L.) TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT DARAH TEPI TIKUS PUTIH (Rattus Novergicus) GALUR WISTAR LEUKOPENIA YANG DIINDUKSI CYCLOPHOSPHAMIDE

    Get PDF
    Latar Belakang: Penggunaan obat cyclophosphamide menimbulkan efeksamping berupa supresi sumsum tulang sehingga menurunkan jumlahleukosit. Air kelapa yang mengandung zat-zat yang diduga mampumenstimulasi proliferasi sel sumsum tulang. Tujuan: Penelitian inibertujuan untuk mengetahui efek pemberian air kelapa muda terhadapjumlah leukosit darah tepi. Metodologi: Desain penelitian ini adalah trueexperimental dengan pendekatan pretest and posttest control groupdesign. Penelitian ini menggunakan 30 tikus dan dibagi menjadi 5kelompok. Kontrol positif (K1) diberikan injeksi intraperitoneal akuades5ml/kgBB; kelompok kontrol negatif (K2) diberikan injeksi intraperitonealcyclophosphamide 50mg/kgBB; kelompok perlakuan dosis 1,2,3(D1,D2,D3) diberikan injeksi intraperitoneal cyclophosphamide50mg/kgBB dan air kelapa dengan dosis masing-masing 2ml/100g BB,4ml/100g BB dan 6ml/100g BB. Semua perlakuan dilakukan selama 14hari. Pemberian cyclophosphamide dilakukan sekali pada hari ke-1.Pemeriksaan darah pretest dilakukan pada hari ke-1, posttest 1 ke-4, danposttest 2 ke-15 masa perlakuan. Data dianalisa dengan uji RepeatedANOVA dan One way ANOVA yang dilanjutkan dengan analisis Post HocTest. Hasil: Penilaian jumlah leukosit darah tepi berdasarkan kelompokdosis menunjukan peningkatan jumlah leukosit yang bermakna (p<0,05)pada kelompok K2, D1, D2, dan D3. Penilaian jumlah leukositberdasarkan waktu pemeriksaan saat posttest 2 menunjukkan perbedaanbermakna antara kelompok D3 terhadap kelompok K2 dan tidakmenunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok D1 dan D2 terhadapkelompok K2. Sedangkan hasil pemeriksaan posttest 2 pada kelompok K1menunjukkan perbedaan bermakna dengan kelompok K2, D1 dan D2 dantidak menunjukkan perbedaan bermakna terhadap kelompok D3.Kesimpulan: Pemberian air kelapa mampu meningkatkan jumlah leukositdarah tepi pada tikus yang diinduksi cyclophosphamide. Kata kunci: Cocos Nucifera L., leukosit, cyclophosphamid

    GAMBARAN PERUBAHAN BERAT BADAN PADA PENGGUNA KONTRASEPSI SUNTIK DI PUSKESMAS ALIANYANG KOTA PONTIANAK TAHUN 2011

    No full text
    Latar Belakang. Perubahan berat badan merupakan efek samping yangsering terjadi pada pengguna kontrasepsi suntik. Kandungan hormonsintetik pada kontrasepsi suntik diperkirakan dapat menyebabkanterjadinya peningkatan berat badan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui gambaran perubahan berat badan pada penggunakontrasepsi suntik di Puskesmas Alianyang Kota Pontianak tahun 2011.Metodologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel adalah pengguna baru kontrasepsi suntik di tahun 2011 dan diambil denganteknik total sampling, didapatkan sebanyak 36 orang. Berat badan danjenis kontrasepsi suntik diambil dari rekam medik. Karakteristik penggunakontrasepsi suntik dan riwayat kesehatan diambil dari kuesioner, danaktivitas fisik diukur dengan kuesioner WHO GPAQ. Hasil. Terjadipeningkatan berat badan pada pengguna kontrasepsi rata – rata sebesar0,32 kg, 0,58 kg, 1,31 kg, dan 2,19 kg pada 3, 6, 9, dan 12 bulan pertamapemakaian. Peningkatan paling besar terjadi pada pengguna dewasa dini,dengan tingkat pendidikan menengah, merupakan ibu rumah tangga,aktivitas fisik rendah, dan menggunakan Cyclofem. Pengguna kontrasepsisuntik pada penelitian ini tidak memiliki riwayat penyakit dan konsumsiobat yang dapat menyebabkan perubahan berat badan sebelum dansesudah penggunaan kontrasepsi suntik. Dua puluh lima persenpengguna kontrasepsi suntik merupakan “early gainer” yang sebagianbesar terjadi pada pengguna usia dewasa dini, memiliki tingkat pendidikanmenengah, merupakan ibu rumah tangga, memiliki aktivitas fisik rendah,dan menggunakan DMPA.Kesimpulan. Terjadi peningkatan berat badan pada penggunakontrasepsi suntik di Puskesmas Alianyang Kota Pontianak tahun 2011. Kata kunci: kontrasepsi suntik, berat badan Keterangan:1) Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat2) Departemen Pre-Klinik Kedokteran Komunitas, Kedokteran Keluarga, dan Kesehatan Masyarakat, Program Studi Pendidikan Dokter, FakultasKedokteran, Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Bara

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Salmonella typhi SECARA IN VITRO

    Get PDF
    Latar Belakang: Salmonella typhi merupakan bakteri penyebab salah satupenyakit endemik di Indonesia yang disebut demam tifoid, yaitu infeksisistemik bersifat akut pada usus halus. Berbagai ekstrak daun kemangi(Ocimum basilicum L.)yang diduga memiliki kandungan senyawa fenolikyang tinggi telah diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap Salmonellatyphi. Senyawa fenolik bersifat polar dan akan larut dalam pelarut polar.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksietanol daun kemangi terhadap pertumbuhan Salmonella typhi. Metodologi:Ekstrak etanol daun kemangi difraksinasi dengan metode ekstraksi cair-cairmenggunakan pelarut etanol dan n-heksana. Fraksi etanol yang didapatdiidentifikasi fitokimia secara kualitatif dan dibuat variasiasi konsentrasilarutan uji yaitu 100%, 50%. 25%, dan 12,5%, kemudian diujikan terhadapSalmonella typhi menggunakan metode difusi cakram. Kontrol positif yangdigunakan adalah Siprofloksasin 5 µg/disk dan kontrol negatif yangdigunakan adalah akuades steril. Hasil: Fraksi etanol daun kemangimengandung senyawa fenol, tanin, flavonoid, saponin dan alkaloid. Seluruhvariasi konsentrasi yang diujikan pada penelitian ini menunjukkan adanyaaktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi. Hasil analisis post-hoc LSDmenunjukkan adanya perbedaan ukuran diameter zona hambat secarabermakna pada semua kelompok data (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwakonsentrasi 100% merupakan konsentrasi efektif yang memberikan diameterzona hambat optimum terhadap pertumbuhan Salmonella typhi. Kesimpulan:Fraksi etanol daun kemangi mempunyai aktivitas antibakteri terhadappertumbuhan Salmonella typhi secara in vitro.Kata Kunci: Fraksi etanol daun kemangi, Salmonella typhi, difusi cakram1)Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, UniversitasTanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat.2)Bagian Teknologi Farmasi, Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran,Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat.3)Bagian Fisiologi, Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran,Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat

    DISTRIBUSI ALEL LOKUS D1S80 PADA SAMPEL ETNIS MELAYU, DAYAK DAN TIONGHOA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar belakang: Lokus D1S80 adalah suatu penanda Variable Number of Tandem Repeats (VNTR) yang terdiri dari 16 pasang basa inti yang berulang. Penelitian terhadap lokus D1S80 telah banyak dilakukan di berbagai populasi di dunia dan menunjukkan polimorfisme yang tinggi pada populasi-populasi tersebut. Hingga saat ini, polimorfisme lokus D1S80 masih belum pernah diteliti pada populasi di Kalimantan Barat. Tujuan: Mengetahui distribusi alel lokus D1S80 pada sampel etnis Melayu, Dayak dan Tionghoa di Kalimantan Barat. Metodologi: Sebanyak 67 responden yang tidak memiliki hubungan keluarga dipilih dengan teknik consecutive sampling. DNA diekstraksi dari sampel darah EDTA dan diamplifikasi dengan Polymerase Chain Reaction (PCR). Selanjutnya, DNA dijalankan dengan elektroforesis gel poliakrilamida dan divisualisasi dengan pewarnaan perak. Hasil: Jumlah alel lokus D1S80 yang diperoleh pada keseluruhan sampel adalah 22 alel. Alel 21 dan 31 merupakan alel yang paling banyak ditemukan. Pada etnis Melayu, diperoleh 22 alel dan alel yang mempunyai frekuensi tertinggi adalah alel 24 dan 31. Pada etnis Dayak, didapatkan 14 alel dan alel yang paling sering ditemukan adalah alel 21, diikuti alel 25, 28 dan 29. Pada etnis Tionghoa, diperoleh 15 alel dan alel yang paling sering muncul adalah alel 27, 30 dan 31. Kesimpulan: Lokus D1S80 menunjukkan polimorfisme yang tinggi pada etnis Melayu, Dayak dan Tionghoa di Kalimantan Barat. Kata kunci: D1S80, alel, frekuensi ale

    426

    full texts

    445

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇