Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    445 research outputs found

    EFEKTIVITAS PENYULUHAN HIGIENE DAN SANITASI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PENJAMAH MAKANAN DI KANTIN YANG DIKELOLA UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Higiene sanitasi makanan diperlukan untuk melindungimakanan dari kontaminasi maupun mikroorganisme penular  penyakit.Praktik higiene dan sanitasi makanan yang  tidak baik memungkinkantercemarnya  atau terkontaminasi makanan yang merupakan sumberpenyakit bagi manusia. Penjamah makanan merupakan kuncikeberhasilan dalam  pengolahan makanan yang aman dan sehat. Tujuan:Mengetahui pengaruh penyuluhan higiene dan sanitasi terhadappeningkatan pengetahuan sikap dan perilaku penjamah makanan di kantinpengelola Universitas Tanjungpura Pontianak. Metodologi: Penelitian inimerupakan penelitian quasi eksperimental dengan menggunakanrancangan one group pretest-postest design. Jumlah sampel 29responden dengan menggunakan teknik Accidental sampling.Pengumpulan data dengan memberikan kuesioner pretest, dan posttest.Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Berdasarkan ujiwilcoxon diperoleh nilai significancy (sig) tingkat pengetahuan sebesar0,000 (p<005), nilai significancy (sig) tingkat sikap sebesar 0,000 (p<0,05),dan nilai significancy (sig) tingkat perilaku sebesar 0,000 (p<0,05).Kesimpulan: Penyuluhan higiene dan sanitasi makanan efektif untukmeningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku penjamah makanan.Kata kunci: Penyuluhan higiene dan sanitasi, pengetahuan, sikap, perilaku, penjamah makanan

    GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN PESERTA BPJS KESEHATAN TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS KOM YOS SUDARSO PONTIANAK TAHUN 2015

    Get PDF
    Latar Belakang. Puskesmas dalam alur pelayanan kesehatan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan tingkat primer sebelum pasien mendapatkan rujukan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit sebagai layanan kesehatan sekunder dari pola pelayanan kesehatan berbasis BPJS Kesehatan. Tujuan. Mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien peserta BPJS Kesehatan terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Kom Yos Sudarso Pontianak tahun 2015. Metodologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional, dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Responden dalam penelitian ini adalah pasien peserta BPJS Kesehatan Puskesmas Kom Yos Sudarso Pontianak sebanyak 99 orang. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan dari 99 responden, 84 orang (84,8%) menyatakan Puas (skor >75%), dan 15 orang (15,2%) menyatakan Cukup Puas (skor 45-75%). Kesimpulan. Tingkat kepuasan pasien peserta BPJS Kesehatan terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Kom Yos Sudarso Pontianak Tahun 2015 dikategorikan Puas (skor rata-rata 85,80%). Kata Kunci. Puskesmas, pelayanan kesehatan, BPJS Kesehata

    HUBUNGAN ANTARA OBESITAS DAN KEJADIAN OSTEOARTRITIS SENDI LUTUT DI POLI BEDAH TULANG RUMAH SAKIT UMUM DOKTER SOEDARSO PONTIANAK TAHUN 2013

    Get PDF
    Background: Osteoarthritis is the most common joint disease in theworld,including Indonesia. Obesity is a risk factor that can modification tooccurance knee osteoartritis Objective: To determine the relationtionshipbetween obesity and occurrence osteoartritis of the knee in Orthopedicpolylinic of dr. Soedarso General Hospital Pontianak on 2013. Method:This research was an analytic study with cross sectional.It was conductedon Orthopedic Polyclinic with total subject were 64 peoples  with chisquaretest. Results: The results obtained using the chi - square testgenerate yield p = 0.004 Conclusion: There is relationship beetweenoesity and occurrence osteoarthritis of the knee in Orthopedic polyclinic ofdr. Soedarso General Hospital Pontianak on 2013.Keyword: Osteoarthritis of the knee, obesity, Body Mass Index (BMI

    GAMBARAN KARAKTERISTIK RETINOPATI DIABETIKA DI RUMAH SAKIT UMUM DR. SOEDARSO PONTIANAK

    Get PDF
    Latar belakang: Retinopati diabetik merupakan suatu komplikasi daridiabetes melitus yang ditandai dengan kerusakan dan sumbatanpembuluh-pembuluh darah retina. Faktor resikonya antara lain lamamenderita DM, kemampuan kontrol glukosa darah, usia, hiperlipidemiadan perokok. Tujuan: Mengetahui karakteristik penderita retinopatidiabetik di RSUD dr. Soedarso Pontianak. Metode: Penelitian inimerupakan studi potong lintang. Data diambil dari rekam medik penderitaretinopati diabetik yang datang berobat di poli klinik mata RSUD dr.Soedarso Pontianak. Hasil: Angka kejadian retinopati diabetik di RSUDdr. Soedarso Pontianak adalah 18,6% yang didominasi oleh pasiendengan kontrol glukosa darah yang buruk yaitu pasien dengan kadarHba1c >8% (66,18%). Jumlah penderita RD terbanyak didominasi olehjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 63,24%. Selain itu, Jumlahpenderita RD sudah mengalami DM antara 5 - 10 tahun yaitu sebanyak45.59% dan penderita RD terbanyak berada pada kelompok usia 50 - 54tahun yaitu sebanyak 20.59% Berdasarkan klasifikasi RD, RD terbanyakadalah pada fase NPDR yaitu 39 orang (57.35%) sedangkan pada fasePDR sebanyak 29 orang (42.65%) Kesimpulan: Penderita retinopatidiabetika yang berobat di RSUD dr. Soedarso Pontianak masih cukuptinggi dan didominasi oleh penderita dengan kontrol glukosa darah yangburuk .Kata Kunci: Retinopati diabetika, komplikasi DM, Hba1c, lama menderitaD

    UJI EFEK ANTIINFLAMASI KOMBINASI ASTAXANTHIN DANVITAMIN E TERHADAP HITUNG JENIS NEUTROFILDAN LIMFOSIT TIKUS PUTIH GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI KARAGENIN

    No full text
    Latar Belakang: Inflamasi adalah respon jaringan yang bersifat protektif terhadap cedera atau kerusakan jaringan yang berfungsi menghancurkan agen yang menyebabkan cedera. Astaxanthin adalah antioksidan kuat dan mempunyai efek sebagai antiinflamasi. Vitamin E juga mempunyai fungsi sebagai antiinflamasi. Kombinasi astaxanthin dan vitamin E diharapkan dapat memperkuat efek antiinflamasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui efek antiinflamasi kombinasi astaxanthin dan vitamin E terhadap jumlah neutrofil dan limfosit relatif tikus putih galur wistar yang diinduksi karagenin. Metodologi: Penelitian ini merupakan eksperimental murni dengan Complete Randomized Design. Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus putih jantan galur wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok dan sampel dipilih dengan simple random sampling. Kelompok kontrol negatif diberikan CMC 0,5mg, kontrol positif diberikan celecoxib 18mg/kgBB, perlakuan 1 diberikan kombinasi astaxanthin dosis 0,72mg/kgBB dan vitamin E dosis 24,1mg/kgBB, perlakuan 2 diberikan kombinasi astaxanthin dosis 1,44mg/mgBB dan vitamin E dosis 24,1mg/kgBB, perlakuan 3 diberikan kombinasi astaxanthin dosis 2,88mg/kgBB dan vitamin E dosis 24,1mg/kgBB. Kemudian diinduksi karagenin 1 jam setelah pemberian obat. Selanjutnya dilakukan pengambilan darah pada vena lateralis ekor pada jam ke-0,4,8,12. Setelah itu dilakukan pembuatan sediaan apus darah tepi dengan pewarnaan giemsa, dan hasilnya dilihat dibawah mikroskop dengan perbesaran objektif 100x. Data kemudian dianalisis menggunakan uji One-way Anova. Hasil: Pada perlakuan 1 terjadi penekanan jumlah neutrofil relatif dan setara dengan kontrol positif. Kesimpulan: Kombinasi astaxanthin dosis 0,72mg/kgBB dan vitamin E dosis 24,1mg/kgBB memberikan efek antiinflamasi dengan penekanan neutrofil

    Gambaran Tingkat pengetahuan Mahasiswa Tentang Tatalaksana Anak dengan Gizi Buruk

    Get PDF
    Latar Belakang. Kasus anak balita dengan status gizi buruk di Kota Pontianak meningkat dari 30 anak di tahun 2010 menjadi 41 anak di tahun 2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, Universitas Muhammadiyah, STIK Muhammadiyah,  dan Poltekkes Pontianak tentang tatalaksana anak gizi buruk. Metodologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif jenis survei yang dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah, STIK Muhammadiyah, dan Poltekkes Pontianak. Hasil. Sebanyak 202 mahasiswa berpartisipasi dalam penelitian ini. Tingkat pengetahuan mahasiswa tentang tatalaksana anak gizi buruk yaitu tingkat pengetahuan kurang (80,7%), cukup (17,4%), dan baik (2%). Berdasarkan bidang studi, mahasiswa dengan tingkat pengetahuan kurang adalah mahasiswa kedokteran (95,9%), mahasiswa gizi (72,7%), dan mahasiswa keperawatan (71,8%). Kesimpulan. Tingkat pengetahuan mahasiswa Universitas Tanjungpura, Universitas Muhammadiyah, STIK Muhammadiyah, dan Poltekkes Pontianak tentang tatalaksana anak gizi buruk secara umum masih kurang. Kata kunci: Malnutris

    Tingkat Kepercayaan Pasien Kanker terhadap Pengobatan Medis di RSUD dr. Soedarso Pontianak

    Get PDF
    Latar belakang: Kepercayaan mempengaruhi perilaku dan sikap pasien dalam perawatan. Kepercayaan dinyatakan sebagai alat yang penting dalam memonitor kinerja pelayanan dari tenaga medis secara individual dan general. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai tingkat kepercayaan pasien terhadap pengobatan medis. Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang. Data diambil dari kuesioner dan rekam medis pasien kanker yang berobat di  rawat inap dan poliklinik bedah umum RSUD dr. Soedarso Pontianak. Hasil: Sebanyak 44 pasien (44%) memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 40 pasien (40%) memiliki tingkat kepercayaan sedang dan 16 pasien (16%) memiliki tingkat kepercayaan rendah. Tingkat kepercayaan tinggi dimiliki oleh pasien dengan usia lebih dari 50 tahun (61,54%), jenis kelamin pria (54,17%), berpendidikan tamat perguruan tinggi (60%), pekerjaan guru (100%), status perkawinan telah bercerai (60%), menderita kanker tiroid (71,43%), jumlah kunjungan lebih dari 10 kali (48,28%), menjalani rawat jalan (44,94%). Tingkat kepercayaan rendah paling banyak dimiliki oleh pasien dengan kelompok usia 31-40 tahun (40%), jenis kelamin wanita (18,42%), berpendidikan SD (21,74%), pekerjaan pegawai swasta (28,57%), status pernikahan telah menikah (16,46%), menderita kanker nasofaring (40%), dengan jumlah kunjungan 1-5 kali (24,32%), serta pasien yang menjalani rawat jalan (17,98%). Kesimpulan: Hasil yang didapat menunjukan bahwa pasien kanker yang berobat di RSUD dr. soedarso menunjukan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap pengobatan medis

    IDENTIFIKASI KRIPTOKOKOSIS DENGAN METODE LATERAL FLOW ASSAY (LFA) PADA PASIEN HIV/AIDS DI KLINIK MELATI RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK PERIODE SEPTEMBER-DESEMBER 2014 PERIODE SEPTEMBER-DESEMBER 2014 PERIODE SEPTEMBER-DESEMBER 2014

    No full text
    Latar Belakang. Kriptokokosis merupakan salah satu infeksi oportunistikyang paling umum pada pasien yang terinfeksi HIV. Kriptokokosis dapatberujung pada meningitis kriptokokal yang sering berakibat fatal. WHOmerekomendasikan cryptococcal antigen lateral flow assay (CrAg LFA)sebelum memulai terapi antiretroviral (ARV). RSUD dr. Soedarso belummelakukan CrAg LFA sebelum terapi ARV dan belum ada data mengenaikejadian kriptokokosis pada pasien HIV/AIDS di Klinik Melati RSUDdr.Soedarso Pontianak. Tujuan. Mengidentifikasi kejadian kriptokokosisdengan metode LFA pada pasien HIV/AIDS di Klinik Melati RSUD dr.Soedarso Pontianak. Metodologi. Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif dengan pendekatan cross sectional. Data didapatkan denganmelakukan CrAg LFA dan wawancara yang dilengkapi dengan rekammedis terhadap 36 orang pasien HIV/AIDS yang datang ke Klinik MelatiRSUD dr. Soedarso Pontianak pada bulan September-Desember 2014.Hasil. Dari 36 pasien yang diperiksa, sebanyak 2 orang (5,6%) pasienpositif kriptokokosis. Masing-masing pasien berusia 39 dan 59 tahun,berjenis kelamin laki-laki, sudah menikah, belum menerima terapi ARV,termasuk kelompok risiko pelanggan pekerja seksual, tidak mengalamiinfeksi oportunistik lain, memiliki jumlah limfosit CD4 <100 sel/μl, dan tidakmengeluhkan gejala kriptokokosis apapun. Kesimpulan. Jumlah kasuskriptokokosis pada pasien HIV/AIDS di Klinik Melati RSUD dr. SoedarsoPontianak periode September-Desember 2014 adalah 5,6%.Kata kunci: kriptokokosis, HIV/AIDS, infeksi oportunisti

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KASAR BIJI BUAH LANGSAT (Lansium domesticum Cor.) TERHADAP Salmonella typhi

    Get PDF
    Latar Belakang: Demam tifoid merupakan penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Demam tifoid masih menjadi masalah kesehatan yang besar di Indonesia karena sering ditemukan kasus resistensi, sehingga angka kejadian demam tifoid semakin meningkat. Langsat (Lansium domesticum Cor.) merupakan tanaman tropis Indonesia yang banyak ditemukan di Kalimantan Barat. Berdasarkan penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa biji dan kulit buah tanaman ini berkhasiat untuk mengobati diare, disentri dan demam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kasar biji buah langsat terhadap Salmonella typhi, mengetahui kandungan metabolit sekunder, menentukan konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM), dan membandingkan efektivitas ekstrak etanol 96% dengan ekstrak n-heksana biji buah langsat terhadap Salmonella typhi. Metodologi: Biji buah langsat diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan n-heksana. Uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Salmonella typhi menggunakan metode dilusi tabung untuk menentukan KHM dan KBM. Hasil: Berdasarkan skrining fitokimia, ekstrak etanol 96% mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, saponin dan terpenoid, sedangkan ekstrak n-heksana mengandung senyawa saponin dan terpenoid. Ekstrak etanol 96% memiliki nilai KHM dan KBM yang sama pada konsentrasi 1,56%, sedangkan KBM ekstrak n-heksana pada konsentrasi 100% tetapi KHM-nya tidak dapat ditentukan. Kesimpulan: Ekstrak biji buah langsat memiliki aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi

    HUBUNGAN ANTARA LINGKAR PERUT DAN MEMORI JANGKA PENDEK PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS TANJUNGPURA

    Get PDF
    Latar Belakang. Prevalensi obesitas sentral semakin meningkat dari tahun ke tahun baik di negara maju maupun negara berkembang. Peningkatan kadar kolesterolpada obesitas sentral dapat mempengaruhi fungsi memori jangka pendek. Tujuan.Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan lingkar perut dan memori jangkapendek pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Tanjungpura.Metodologi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain potong lintang.Subjek penelitian berjumlah 97 orang mahasiswa laki-laki berusia 17-26 tahun yangdipilih dengan teknik consecutive sampling. Subjek penelitian dilakukan pengukuranlingkar perut dan memori jangka pendek. Hasil. Dua puluh mahasiswa mengalamiobesitas sentral (rata-rata =99,09±8,79 cm). Rata-rata usia = 20,07±2,05 tahun, rata-ratalingkar perut = 81,34±13,26 cm, rata-rata tes digit span = 11,13±2,33. Analisis statistikKolmogorov-Smirnov menunjukkan tidak terdapat hubungan antara lingkar perut danmemori jangka pendek mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter UniversitasTanjungpura. (p=1,000). Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan antara lingkar perutdan memori jangka pendek mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter UniversitasTanjungpura. Kata kunci: Lingkar perut, obesitas sentral, memori jangka pende

    426

    full texts

    445

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇