Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Not a member yet
445 research outputs found
Sort by
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI DI PT XYZ
Latar Belakang: Industri Indonesia masih banyak menggunakan tenagamanusia dalam hal produksi. Pada penanganan kerja secara manual,manusia dituntut mempunyai kemampuan lebih agar menghasilkan sesuatusesuai yang diinginkan. Namun manusia mempunyai keterbatasan baik darisegi fisik maupun psikologik sehingga pada pekerja sering ditemukan kasuskeluhan gangguan muskuloskeletal. Berdasarkan hasil observasi di PTXYZ, aktivitas pekerja masih mengangkat, manarik dan mendorong secaramanual dengan tangan, sehingga berpeluang untuk mengalami gangguanmuskuloskeletal. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor risiko yangberhubungan dengan keluhan gangguan muskuloskeletal pada pekerjabagian produksi di PT XYZ. Metode: Jenis penelitian yaitu analitik denganpendekatan potong lintang. Penelitian dilakukan pada bulan Desember2014 - Januari 2015. Subjek penelitian adalah pekerja bagian produksi diPT XYZ. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data yang diperolehdiolah menggunakan uji Chi-square dan uji Fisher. Hasil: Hasil analisismenunjukkan secara statistik tidak ada hubungan antara usia (p=0,683),indeks massa tubuh (p=1,000), kebiasaan merokok (p=0,405), dan risikopekerjaan (p=0,570)dengan keluhan gangguan muskuloskeletal padapekerja, dan ada hubungan antara kesegaran jasmani dan keluhangangguan muskuloskeletal pada pekerja (p=0,001). Kesimpulan: Secarastatistik, terdapat hubungan bermakna antara kesegaran jasmani dankeluhan gangguan muskuloskeletal pada pekerja.Kata kunci: industri, penanganan kerja secara manual, gangguanmuskuloskeleta
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL DAN KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA WANITA PEKERJA SEKS DI KOTA PONTIANAK
Latar Belakang: Infeksi menular seksual (IMS) merupakan penyakit infeksiyang mudah ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman denganpasangan yang terinfeksi ataupun mereka yang kerap berganti-ganti pasanganseksual. Peningkatan kasus IMS yang terjadi pada kelompok resiko tinggi, sepertipada wanita pekerja seks (WPS) terjadi sedemikian cepat. Adanya informasimengenai yang dapat meningkatkan pengetahuan WPS tentang IMS sehingga dapatmencegah mereka tertular IMS.Tujuan. mengetahui hubungan antara tingkatpengetahuan WPS tentang IMS dengan kejadian IMS pada WPS di kota Pontianak.Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional denganpendekatan cross-sectional. Data diambil secara consecutive sampling. Datadidapatkan dari 84 WPS yang diukur tingkat pengetahuannya mengenai IMS denganmenggunakan kuesioner dan untuk mendiagnosis IMS diperlukan pemeriksaan fisikdan laboratorium. Data dianalisis secara univariat dan bivariat (menggunakan Uji ChiSquare). Hasil penelitian. Terdapat hubungan bermakna antara tingkatpengetahuan tentang IMS dengan kejadian IMS (p=0,000). Hasil dari studi inimenunjukkan 48,8 % responden memiliki tingkat pengetahuan tentang IMS dalamkategori baik. 56% responden terdiagnosis negatif IMS berdasarkan pemeriksaanfisik dan laboratorium. Kesimpulan. Kejadian IMS pada WPS di Kota Pontianakdipengaruhi oleh tingkat pengetahuan WPS tentang IMS
EFEKTIVITAS PROMOSI KESEHATAN TENTANG KUSTA DENGAN METODE CERAMAH DIBANDINGKAN DENGAN LEAFLET BAGI SISWA SMAN 1 TELUK BATANG KABUPATEN KAYONG UTARA
Latar Belakang: Kusta adalah penyakit granulomatosa kronis terutama mempengaruhi kulit dan sistem saraf perifer. Kusta disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae. Indonesia berada di peringkat ketiga dari jumlah penderita kusta dibawah India dan Brasil.. Kabupaten Kayong Utara merupakan kabupaten yang memiliki kasus kusta terbanyak di Kalimantan Barat, yaitu 24 kasus. Penanganan kasus kusta yang dapat dilakukan diantaranya dengan melakukan program-program kesehatan seperti pendidikan/promosi kesehatan. Pendidikan/ promosi kesehatan akan memiliki efek yang baik apabila dalam prosesnya menggunakan metode maupun media yang baik. Tujuan: Mengetahui efektivitas promosi kesehatan tentang kusta dengan metode ceramah dibandingkan dengan leaflet bagi Siswa SMAN 1 Kecamatan Teluk Batang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan rancangan nonequivalent control group design pada 160 orang siswa di SMAN 1 Teluk Batang. Uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna antara peningkatan pengetahuan kelompok uji dan kelompok kontrol dengan nilai significancy (sig) 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Promosi kesehatan dengan menggunakan metode ceramah lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang kusta dari pada metode leaflet. Kata Kunci: Kusta, promosi kesehatan, ceramah, leaflet, pengetahuan. Keterangan: 1) Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. 2) Departemen Kedokteran dan Komunitas, Keluarga dan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. 3) Departemen Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.
Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dan Lengkung Kaki pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter FK UNTAN Angkatan 2012
Latar Belakang. Struktur dan pergerakan lengkung kaki sangat penting untuk kesejahteraan dan fungsi optimal tubuh. Lengkung kaki yang terpenting secara klinis adalah arcus longitudinalis medialis. Berdasarkan struktur arcus longitudinalis medialis, lengkung kaki diklasifikasikan menjadi 3 jenis: lengkung kaki normal, lengkung kaki rendah, dan lengkung kaki tinggi. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan potong lintang. Sebanyak 51 sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dipilih dengan teknik consecutive sampling. Data IMT dihitung dengan rumus berat badan 2 dibagi dengan kuadrat tinggi badan (kg/m ). Data lengkung kaki diperoleh dengan teknik ink footprint dan perhitungan Arch Index. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Gamma dengan menggunakan SPSS versi 17. Hasil. Terdapat korelasi negatif yang kuat antara IMT dan lengkung kaki kiri (r = -0,716, p = 0,00). Terdapat korelasi negatif yang sangat kuat antara IMT dan lengkung kaki kanan (r = -0,815, p = 0,00). Kesimpulan. Terdapat hubungan yang bermakna antara IMT yang semakin tinggi dan lengkung kaki yang semakin rendah
Hubungan Tingkat Kecemasan dan Lama Partus Kala I Fase Aktif pada Primigravida di Pontianak
Latar Belakang. Kecemasan merupakan salah satu faktor psikologis yang memengaruhi primigravida dalam persalinan. Prevalensi kematian wanita yang bersalin maupun bayi yang dilahirkan masih cukup tinggi di Indonesia. Metode. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan jenis desain penelitian cross sectional dan untuk menganalisis data menggunakan uji Chi-Square dan Spearman. Data diambil dari rekam medik dan kuesioner yang diberikan kepada primigravida yang bersalin di RSUD dr. Soedarso Pontianak, Rumah Sakit Bersalin Jeumpa Pontianak, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak, dan Bidan Praktek Mandiri Mariyani Pontianak. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 29 primigravida. Hasil. Sebanyak 44,83% primigravida memiliki tingkat kecemasan berat dan sebanyak 51,72% primigravida melewati partus kala I fase aktif normal. Hasil uji Chi Square dikategorikan per tingkat kecemasan didapatkan hasil tingkat kecemasan berat dan sedang yang memiliki hubungan bermakna dengan lamanya partus kala I fase aktif pada primigravida (p=0,005 dan p=0,16). Kesimpulan. Terdapat hubungan bermakna pada masing- masing tingkat kecemasan berat dan sedang terhadap lamanya partus kala I fase aktif pada primigravida
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI INFUSA DAUN MANGGA BACANG (Mangifera foetida L.) DAN INFUSA LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) TERHADAP Escherichia coli SECARA IN VITRO
Latar Belakang: Infeksi merupakan penyakit yang disebabkan olehmikroorganisme. Staphylococcus aureus merupakan salah satumikroorganisme penyebab penyakit infeksi dan merupakan bakteri yangbersifat Multidrug resistens. Penelitian menunjukan bahwa manggabacang (Mangifera foetida L.) dan lidah buaya (Aloe vera L.) merupakantanaman yang mengandung metabolit sekunder bersifat sebagaiantibakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitasantibakteri, kandungan senyawa metabolit sekunder dan konsentrasiefektif kombinasi infusa daun Mangifera foetida L. dan Aloe vera L. dalammenghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Metodologi: DaunMangifera foetida L. dan Aloe vera L. dibuat menjadi infusa denganpelarut akuades. Skrining fitokimia dilakukan dengan menggunakanmetode uji tabung. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusisumuran Kirby-Bauer dengan konsentrasi 50%, 75%, dan 100%. Kontrolpositif yang digunakan adalah levofloksasin 5 µg/sumuran dan kontrolnegatif yang digunakan adalah akuades. Hasil: Metabolit sekunder yangterkandung dalam kombinasi infusa daun Mangifera foetida L. dan AloeVera L. adalah fenol, saponin, tanin, dan antrakuinon. Kombinasi infusadaun Mangifera foetida L. dan Aloe vera L. tidak menghambatpertumbuhan Staphylococcus aureus. Kesimpulan: Kombinas infusadaun Mangifera foetida L. dan Aloe vera L. tidak memiliki aktivitasantibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Kata Kunci: Antibakteri, Kombinasi Infusa, Staphylococcus aureus
EFEK ANTIBAKTERI KOMBINASI INFUSA UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine americana (Aubl.) Merr. Ex K. Heyne) DAN INFUSA DAUN MANGGA BACANG (Mangifera foetida L.) TERHADAP Salmonella typhi SECARA IN VITRO
Latar Belakang. Demam tifoid merupakan penyakit endemik di Indonesiayang mudah menular dan dapat menimbulkan wabah. Masalah resistensiterhadap antibiotik pada penanganan demam tifoid semakin meningkat.Hal ini menimbulkan strain bakteri baru yang disebut MDR Salmonellatyphi. Kalimantan Barat diketahui kaya akan tanaman yang berpotensisebagai antibakteri, yaitu tanaman bawang dayak dan mangga bacang.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakeri darikombinasi infusa umbi bawang dayak dan infusa daun mangga bacangterhadap Salmonella typhi secara in vitro. Metodologi. Penelitian inimerupakan penelitian eksperimen murni in vitro dengan rancanganposttest only control group design. Metode uji antibakteri yang digunakanadalah metode uji sumur difusi. Hasil. Nilai rata-rata zona hambat pada ujiantibakteri adalah 32,36 mm untuk kontrol positif, 0 mm untuk kontrolnegatif, dan 0 mm untuk semua kelompok perlakuan. Kesimpulan.Kombinasi infusa umbi bawang dayak dan infusa daun mangga bacangtidak memiliki efek antibakteri terhadap Salmonella typhi secara in vitro. Kata Kunci: Antibakteri, Bawang Dayak, Mangga Bacang, Salmonellatyphi, Infusa
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI INFUSA DAUN MANGGA BACANG (Mangifera foetida L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Salmonella typhi
Latar Belakang: Demam tifoid adalah suatu penyakit infeksi akut pada usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bahaya utama penyakit ini berupa perdarahan dan perforasi usus. Mangga bacang (Mangifera foetida L.) merupakan salah satu jenis mangga dari famili Anacardiaceae yang tumbuh menyebar di wilayah Indonesia. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Mangifera foetida L. memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri, menentukan kandungan senyawa metabolit sekunder, dan menentukan konsentrasi efektif infusa daun Mangifera foetida L. dalam menghambat pertumbuhan Salmonella typhi. Metodologi: Skrining fitokimia menggunakan metode uji tabung. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer dengan konsentrasi 100%, 80%, 40%, 20%, 10%, dan 5%. Daun Mangifera foetida L. diekstraksi dengan metode infundasi menggunakan akuades steril. Kontrol positif yang digunakan adalah Siprofloksasin 5 µg/disk sedangkan kontrol negatif yang digunakan adalah akuades steril. Hasil: Metabolit sekunder yang terkandung dalam infusa daun Mangifera foetida L. yaitu alkaloid, fenol, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid. Infusa daun Mangifera foetida L. tidak membentuk zona hambat terhadap pertumbuhan Salmonella typhi. Kesimpulan: Infusa daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Salmonella typhi. Kata Kunci: Antibakteri, Infusa Daun Mangifera foetida L., Salmonella typh
Hubungan Perilaku Pencegahan Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue Pada Masyarakat Kelurahan Sungai Jawi Dalam Kecamatan Pontianak Barat Tahun 2013
Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue dan paling cepat menyebar di dunia. Kelurahan Sungai Jawi Dalam merupakan salah satu kelurahan di Kota Pontianak dengan Angka Bebas Jentik (ABJ) yang tinggi yaitu 86,86%. Namun, angka kejadian DBD pada daerah tersebut masih tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku pencegahan berupa kebiasaan menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, mengubur barang-barang bekas, penggunaan kelambu, penggunaan lotion anti nyamuk, menabur bubuk abate, dan memelihara ikan pemakan jentik dengan kejadian DBD pada masyarakat kelurahan Sungai Jawi Dalam Kota Pontianak tahun 2013. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan selama bulan Juli 2013. Total sampel sebanyak 95 rumah. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner dan diambil dengan metode purposive sampling. Data akan dianalisis dengan teknik Chi square. Hasil: Hasil menunjukan 58,9%% responden menguras bak mandi, 85,3% menutup penampungan air (TPA), 4,2% mengubur barang-barang bekas, 23,2% menggunakan kelambu, 45,3% menggunakan lotion/minyak anti nyamuk, 58,9% menabur bubuk abate, 15,8% memelihara ikan pemakan jentik dan 7,4% memiliki riwayat DBD. Didapatkan variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian DBD yaitu kebiasaan menguras bak mandi (p= 0,002), menutup TPA (p= 0,000) dan menabur bubuk abate (p= 0,018). Kesimpulan: Kebiasaan menguras bak mandi, menutup TPA dan menabur bubuk abate memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian DBD
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI INFUSA DAUN MANGGA BACANG (Mangifera foetida L.) DAN INFUSA LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) TERHADAP Escherichia coli SECARA IN VITRO
Latar Belakang: Infeksi merupakan penyakit yang disebabkan olehmikroorganisme. Escherichia coli merupakan salah satu mikroorganismepenyebab penyakit infeksi dan merupakan bakteri yang telah resistenterhadap banyak antibiotik. Penelitian menunjukkan bahwa manggabacang (Mangifera foetida L.) dan lidah buaya (Aloe vera L.) merupakantanaman yang mengandung metabolit sekunder bersifat sebagaiantibakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitasantibakteri, kandungan senyawa metabolit sekunder dan konsentrasiefektif kombinasi infusa daun Mangifera foetida L. dan Aloe vera L. dalammenghambat pertumbuhan Escherichia coli. Metodologi: Daun Mangiferafoetida L. dan Aloe vera L. dibuat menjadi infusa dengan pelarut akuades.Skrining fitokimia dilakukan dengan menggunakan metode uji tabung. Ujiaktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengankonsentrasi 50%, 100%, dan 200%. Kontrol positif yang digunakan adalahsiprofloksasin 5 µg/sumuran dan kontrol negatif yang digunakan adalahakuades. Hasil: Metabolit sekunder yang terkandung dalam kombinasiinfusa daun Mangifera foetida L. dan Aloe Vera L. adalah fenol, saponin,tanin, dan kuinon. Kombinasi infusa daun Mangifera foetida L. dan Aloevera L. tidak menghambat pertumbuhan Escherichia coli. Kesimpulan:Kombinasi infusa daun Mangifera foetida L. dan Aloe vera L. tidak memilikiaktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli. Kata Kunci: Antibakteri, Kombinasi Infusa, Escherichia coli