Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Not a member yet
445 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN LAMA DUDUK SAAT JAM KERJA DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH (LOW BACK PAIN) PADA KARYAWAN KANTOR TERPADU PONTIANAK TAHUN 2014
Latar Belakang. Nyeri punggung bawah adalah penyebab utamaketerbatasan aktivitas dan alasan untuk tidak masuk kerja di seluruhdunia. Duduk dalam waktu yang lama merupakan salah satu faktor risikoyang paling sering. Aktivitas fisik berhubungan dengan beberapa penyakit,namun hubungan antara aktivitas fisik dengan nyeri punggung bawahmasih belum jelas. Tujuan. Penelitian dilakukan untuk melihat hubunganantara lama duduk dan aktivitas fisik dengan keluhan nyeri punggungbawah. Metodologi. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptifanalitik dengan pendekatan potong lintang. Jumlah sampel 68 orangkaryawan Kantor Terpadu Pontianak, pengambilan dengan tehnik randomsampling. Data penelitian diambil dengan menggunakan kuesioner. Hasil.Ditemukan bahwa lama duduk memiliki hubungan yang bermakna dengankeluhan nyeri punggung bawah (p=0,007), dan duduk selama 4-6 jamberisiko 8,579 kali untuk menderita nyeri punggung bawah dibandingkandengan duduk kurang dari 2 jam. Aktivitas fisik tidak memiliki hubunganyang bermakna dengan keluhan nyeri punggung. Kesimpulan. Orangdengan aktivitas fisik tinggi berisiko menderita nyeri punggung bawah jikabersama dengan duduk lama dan indeks massa tubuh tinggi.Kata kunci: lama duduk, aktivitas fisik, keluhan nyeri punggung bawa
Pemanfaatan Infusa Lidah Buaya (Aloe vera L) sebagai Antiseptik Pembersih Tangan terhadap Jumlah Koloni Kuman
Latar Belakang. Antiseptik adalah zat yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme patogen seperti virus, bakteri, parasit, dan jamur. Lidah buaya (Aloe vera L.) merupakan tanaman fungsional yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Penelitian menunjukkan lidah buaya (Aloe vera L.) memiliki kandungan saponin, flavonoid, polifenol, serta tanin yang bersifat antiseptik. Metode. Skrining fitokimia menggunakan metode uji tabung. Aloe vera diekstraksi dengan metode infundasi menggunakan akuades steril. Uji efek antiseptik pembersih tangan menggunakan infusa lidah buaya konsentrasi 150%, 250%, dan 350%. Kontrol positif menggunakan hand sanitizer sedangkan kontrol negatif menggunakan air mengalir. Sampel kuman didapat dari swab telapak tangan responden yang dimasukan kedalam tabung berisi NaCl 0,9% dan dilakukan pengenceran berseri. Suspensi kuman ditumbuhkan pada media Plate Count Agar dengan metode pour plate. Jumlah koloni kuman dihitung menggunakan colony counter dengan memenuhi Standard Plate Counts (SPC) Hasil. Infusa Aloe vera L. dapat mengurang jumlah koloni kuman pada telapak tangan dengan penurunan koloni terbanyak pada penggunaan konsentrasi 350%. Kesimpulan. Infusa Aloe vera L. dapat mengurang jumlah koloni kuman pada telapak tangan
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PENDERITA DIABETES MELITUS TERHADAP KOMPLIKASI DIABETES MELITUS DI KOTA PONTIANAK
Latar belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit gangguanmetabolisme yang menyebabkan tingginya kadar gula darah, DM dapatmenimbulkan berbagai komplikasi akut maupun kronis, Pengetahuanmengenai komplikasi DM penting bagi penderita DM untuk guna mencegah terjadinya komplikasi DM. Tujuan: mengetahui gambarantingkat pengetahuan penderita DM terhadap komplikasi DM. Metode:Penelitian ini merupakan studi potong lintang. Data diambil dari kuisionerdan rekam medik penderita DM yang datang berobat di poli klinik penyakitdalam RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak, Hasil: Tingkatpengetahuan baik didapatkan pada komplikasi neuropati diabetikum(83,8%), hiperglikemia (82,9%), komplikasi kardiovaskular (68,6%), kakidiabetes (54,3%), komplikasi pada mata (52,4%), dan hipoglikemia(46,7%). Tingkat pengetahuan cukup paling banyak didapatkan padakomplikasi nefropati diabetikum (33,3%). Tingkat pengetahuan kurangdidapatkan pada ganguan kesehatan gigi dan mulut (20%). dankomplikasi ketoasidosis (9,5%) Kesimpulan: Hasil yang didapatmenunjukan bahwa penderita DM yang berobat di RSUD Sultan SyarifMohamad Alkadrie Pontianak mempunyai tingkat pengetahuan yang baikmengenai Komplikasi DM.Kata Kunci: tingkat pengetahuan, penderita DM, komplikasi D
UJI EFEKTIFITAS INFUSA DAUN PEPAYA (Carica papaya Linn.) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Aedes spp.
Latar Belakang. Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan masalahkesehatan masyarakat yang cukup besar di tanah air. Penanggulangan yangtepat adalah melakukan pengendalian terhadap vektor. Resistensi larva nyamukAedes spp. terhadap abate (temephos) telah dilaporkan dibeberapa negara.Daun pepaya mangandung alkaloid, tanin, fenolik, saponin, flavonoid dan steroid.Perlu dilakukan penelitian untuk membuktikan tanaman pepaya sebagailarvasida alternatif. Tujuan. Mengetahui efek larvasida dan konsentrasi optimum infusa daun pepayayang efektif untuk membunuh larva nyamuk Aedes spp. Metodologi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metodePost Test Only Control Group Design. Larva Aedes spp sebanyak 480 ekor,dibagi menjadi 6 kelompok uji yaitu kelompok kontrol positif (abate 0,1 g/L),kontrol negatif (aquades), kelompok perlakuan infusa daun pepaya 15%, 20%,25%, dan 30%. Masing-masing kelompok berisi 20 larva dan diulang sebanyak 4kali. Data yang diamati adalah jumlah larva yang mati dalam waktu 24 jam. Datadianalisis statistik dengan uji Kruskal-Wallis yang dilanjutkan dengan uji MannWhitney.Hasil. Persentase kematian larva pada infusa 15% sebesar 31,25%, infusa 20%sebesar 51,25%, infusa 25% sebesar 80%, dan infusa 30% sebesar 100%.Kematian larva pada infusa daun pepaya 30% dibandingkan dengan kontrolpositif tidak terdapat perbedaan signifikan. Kesimpulan. Infusa daun pepaya memiliki efek larvasida terhadap larva nyamukAedes spp dan konsentrasi 30% merupakan konsentrasi larvasida terbaik. Kata Kunci: daun pepaya, mortalitas, larva Aedes spp
HUBUNGAN HASIL UJI SCHIRMER I DENGAN UJI FERNING PADA PASIEN DRY EYE YANG DISEBABKAN MEIBOMIAN GLAND DYSFUNCTION DI KLINIK MATA RSUD DOKTER SOEDARSO
Latar Belakang: Dry eye disebabkan oleh gangguan pada salah satu lapisan atau kombinasi dari beberapa lapisan air mata. Gangguan pada salah satu lapisan air mata mempengaruhi lapisan air mata yang lain. Tujuan: Mengetahui hubungan hasil uji schirmer I dengan uji ferning pada pasien dry eye yang disebabkan meibomian gland dysfunction di klinik mata RSUD dr. Soedarso. Metode: Penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Data diambil dari pasien yang berkunjung ke klinik mata RSUD dr. Soedarso dengan diagnosis dry eye yang disebabkan meibomian gland dysfunction pada bulan April sampai dengan Juni 2015 yang memenuhi kriteria penelitian dengan metode Consecutive sampling. Data dianalisis dengan uji Chi square. Hasil: Jumlah sampel pada penelitian adalah 96 subyek. Subyek penelitian dengan hasil uji schirmer I abnormal sebanyak 55 subyek (57,3%) yang terdiri dari 30 subyek (31,3 %) dengan hasil ferning abnormal dan 25 subyek (26 %) dengan hasil ferning normal. Subyek dengan hasil uji schirmer I normal sebanyak 41 subyek (42,7%) yang terdiri dari 17 subyek (17,7 %) dengan hasil ferning abnormal dan 24 subyek (25 %) dengan hasil ferning normal. Hasil nilai p dari uji Chi-Square adalah 0,205. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara hasil uji schirmer I dengan hasil uji ferning pada pasien dry eye yang disebabkan meibomian gland dysfunction. Kata Kunci : dry eye, meibomian gland dysfunction, schirmer I, ferning
GAMBARAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA KELURAHAN BANJAR SERASAN KECAMATAN PONTIANAK TIMUR TAHUN 2015
Latar Belakang: Pada beberapa tahun terakhir, peningkatan populasi lanjut usia mulai menjadi perhatian global, dimana hal tersebut juga diikutidengan peningkatan masalah sosial, ekonomi, dan kesehatan. Indonesiasendiri merupakan Negara dengan populasi lansia terbanyak nomorsepuluh di dunia. Masalah kesehatan yang paling sering terjadi padalansia merupakan masalah penurunan fungsi kognitif.Tujuan: Melihat gambaran fungsi kognitif pada lansia di Posyandu LansiaKelurahan Banjar Serasan Kecamatan Pontianak Timur pada tahun 2015.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif denganpendekatan potong lintang. Data yang digunakan adalah data primer yangdiperoleh melalui delapan kategori pertanyaan kuesioner MoCA-Ina.Hasil: Pada penelitian ini diperoleh 58 orang lansia yang terdiri atas 11laki-laki dan 47 perempuan dimana 94.8% mengalami penurunan fungsikognitif. Diantaranya didapatkan sebesar 72.9% memiliki tingkatpendidikan terakhir pada tamat SD, 91.4% memiliki riwayat penyakit kronisseperti DM tipe 2 dan hipertensi, serta 79.3% dari mereka mengakuibahwa mereka tidak rutin melakukan aktivitas fisik seperti berolahragarutin.Kesimpulan: Hasil dari kuesioner MoCA-Ina didapatkan bahwa dari 58orang lansia yang datang ke posyandu lansia Kelurahan Banjar SerasanKecamatan Pontianak Timur tahun 2015, hampir seluruhnya mengalamipenurunan fungsi kognitif.Kata Kunci: Lansia, fungsi kognitif, MoCA-Ina
PROFIL DISFUNGSI SEKSUAL PRIA DI KLINIK ANDROLOGI RUMAH SAKIT KHARITAS BHAKTI DAN KLINIK ANDROLOGI YU TEE DI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2009-2014
Latar Belakang: Disfungsi seksual adalah gangguan yang terjadi padasalah satu atau lebih dari keseluruhan siklus respon seksual yang normal.Survey secara umum di Indonesia kepada 6700 orang pria dan wanitadidapatkan hasil 30% responden pria mengalami disfungsi seksual sepertiejakulasi dini dan disfungsi ereksi. Kalimantan Barat adalah salah satuprovinsi di Indonesia. Belum ditemukan satupun penelitian maupun surveimengenai disfungsi seksual pria di Kalimantan Barat. Hingga kiniKalimantan Barat baru memiliki dua buah klinik andrologi yang melayanipasien dengan keluhan masalah reproduksi pria. Tujuan: mengetahuigambaran dari berbagai jenis disfungsi seksual pria di Klinik AndrologiRumah Sakit Kharitas Bhakti dan Klinik Andrologi Yu Tee di KalimantanBarat tahun 2009-2014. Metodologi: Penelitian deskriptif denganpendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan selama bulanDesember 2014 sampai Januari 2015. Subjek penelitian adalah pasienpria disfungsi seksual di Klinik Andrologi Rumah Sakit Kharitas Bhakti danKlinik Andrologi Yu Tee tahun 2009-2014. Total sampel sebanyak 255pasien. Hasil: Terdapat 148 pasien pria (58,1%)di Klinik AndrologiRumah Sakit Kharitas Bhakti dan 107 pasien pria (41,9%)di KlinikAndrologi Yu Tee menderita gangguan hasrat seksual, disfungsi ereksi,ejakulasi dini dan dispareunia. Faktor resiko terbanyak adalah gangguanendokrin berupa gangguan metabolik 89 pasien (34,9%). Usia terbanyakpada rentang 40-59 tahun sebanyak 67 pasien (26,2%). Kota Pontianakmenjadi tempat persebaran kasus terbanyak di Kalimantan Barat yaitu179 pasien (70%). Kesimpulan: Gambaran dari disfungsi seksual pria diKlinik Andrologi Rumah Sakit Kharitas Bhakti dan Klinik Andrologi Yu Teeadalah jenis-jenis disfungsi seksual pria, jumlah pasien, faktor resiko, usiapasien dan persebaran kasus di Kalimantan Barat.Kata Kunci: Disfungsi Seksual Pria, Klinik Andrologi, Respon Seksual
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT DIABETES MELITUS TIPE 2 DAN KEJADIAN STROK ISKEMIK DI RSUD DOKTER SOEDARSO PONTIANAK TAHUN 2010-2012
Latar Belakang: Meningkatnya usia harapan hidup yang didorong olehkeberhasilan pembangunan nasional dan berkembangnya modernisasiserta globalisasi di Indonesia cenderung meningkatkan risiko terjadinyapenyakit vaskular. Salah satu penyakit vaskular berbahaya adalah strok.Salah satu faktor risiko yang meningkatkan kejadian strok iskemik adalahdiabetes melitus tipe 2. Tujuan: Mengetahui hubungan antara riwayatdiabetes melitus tipe 2 dan kejadian strok iskemik di RSUD dr. SoedarsoPontianak tahun 2010-2012. Metode: Penelitian ini merupakan studianalitik dengan pendekatan case control yamg dilakukan terhadap 42subyek kelompok kasus yang teridiri dari pasien strok iskemik dan 42subyek kelompok kontrol yang terdiri dari pasien bukan strok iskemik yangdirawat di Bangsal saraf RSUD dr. Soedarso Pontianak tahun 2010-2012.Data diperoleh dari rekam medik pasien dengan sistem matching usia danjenis kelamin yang kemudian di analisis menggunakan uji Mc. Nemardengan tingkat kemaknaaan p<0,05. Hasil: Didapatkan hubungan antarariwayat diabetes melitus tipe 2 sebagai faktor risiko dan kejadian strokiskemik (p=0,035) dengan nilai Odds ratio 2,556 (IK 95% 1,49-13,329).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara riwayat diabates melitus tipe 2dan kejadian strok iskemik di RSUD dr. Soedarso Pontianak tahun 20102012.Katakunci:faktorrisiko,diabetesmelitustipe2,strokiskemi
PENGARUH PAPARAN BISING MESIN TERHADAP GANGGUAN PENDENGARAN SENSORINEURAL PADA PEKERJA DI BAGIAN PRODUKSI PT ALAS KUSUMA KABUPATEN KUBURAYA TAHUN 2013
Latar Belakang: Bising adalah suara yang mengganggu danmembahayakan kesehatan. Gangguan pendengaran akibat kebisingan diindustri menempati urutan pertama dalam daftar penyakit akibat kerja didunia. Industri yang dapat menimbulkan kebisingan adalah industriplywood. PT Alas Kusuma adalah industri plywood lokal yang memilikikebisingan tinggi di ruangan produksi sehingga dapat menyebabkangangguan pendengaran sensorineural pada karyawan. Tujuan: Penelitianini bertujuan mengetahui pengaruh intensitas kebisingan dan massa kerjaterhadap gangguan pendengaran sensorineural. Metode: Penelitian inimerupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlahsampel 62 karyawan. Cara pengambilan sampel menggunakan totalsampling. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur intensitas kebisingan,anamnesis, pemeriksaan fisik telinga dan pemeriksaan pendengaran.Analisis data dengan tekhnik chi-square. Hasil: Uji satatistik menunjukkanintensitas kebisingan memiliki pengaruh yang bermakna (p=0,004)terhadap gangguan pendengaran sensorineural dan massa kerja tidakmemiliki pengaruh yang bermakna (p=0,088) terhadap gangguanpendengaran sensorineural. Kesimpulan: Intensitas kebisingan memilikipengaruh yang bermakna terhadap gangguan pendengaran sensorineuraltetapi tidak ada pengaruh yang bermakna antara massa kerja dilingkungan bising dengan gangguan pendengaran sensorineural.kata kunci: kebisingan, gangguan pendengaran sensorineural, ruanganproduksi PT Alas Kusum
UJI TOKSISITAS AKUT INFUSA DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS GALUR WISTAR
Latar Belakang: Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.)merupakan tanaman obat herbal yang dikenal masyarakat Indonesiasebagai bumbu masakan yang banyak digunakan pada beberapamasakan dan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pencegahanterjadinya dislipidemia, antiinflamasi, antidiabetes, antidiare, danantihipertensi. Belum ada penelitian yang mengatakan bahwa infusa daun salam berlebih dapat merusak berbagai organ termasuk hepar. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksik infusa daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) terhadap gambaran histopatologihepar tikus galur wistar. Metodologi: Penelitian ini adalah penelitianeksperimental dengan rancangan posttest only control group design. Subjek penelitian adalah 25 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadilima kelompok, yaitu kelompok kontrol (aquadest), kelompok perlakuan 1(infusa daun salam 33,6 mg/kgBB), kelompok perlakuan 2 (infusa daunsalam 67,2 mg/kgBB), kelompok perlakuan 3 (infusa daun salam 134,4mg/kgBB dan kelompok perlakuan 4 (infusa daun salam 268,8 mg/kgBB).Masing-masing kelompok terdiri dari lima ekor tikus. Pada setiapkelompok perlakuan diberikan infusa daun salam secara peroral. Padahari ke 8 dilakukan pengambilan organ hepar dan membuat preparathistologi dengan pewarnaan H&E dan diamati sel hepatosit padaperbesaran lensa objektif 40x. Data dianalisa menggunakan uji one-wayanova. Hasil: Tidak ditemukan sel hepatosit yang mengalami degenerasihidropik, degenerasi lemak dan nekrosis. Kesimpulan:Infusa daun salamdosis toksik tidak menimbulkan kerusakan hepar. Kata kunci: Daun salam, hepar, uji toksisita