Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    445 research outputs found

    PENGARUH BEBAN LATIHAN-RENANG TUNGGAL DAN BERULANG BERLEBIHAN TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID (MDA) PLASMA PADA TIKUS (Rattus norvegicus) JANTAN GALUR WISTAR

    Get PDF
    Latar Belakang: Malondialdehid (MDA) merupakan produk endogen yang dihasilkan melalui proses peroksidasi lipid yang dapat terjadi jika terdapat radikal bebas. Latihan fisik yang berlebihan dapat meningkatkan produksi radikal bebas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban latihan-renang tunggal dan berulang terhadap kadar MDA tikus (Rattus norvegicus) jantan galur wistar. Metodologi: Penelitian ini merupakan eksperimental murni dengan rancangan acak lengkap pretest and posttest control group design. Empat puluh tikus galur wistar dibagi menjadi dua kelompok: kelompok beban latihan-renang tunggal (P1) dan kelompok beban latihan-renang berulang (P2). Latihan renang diberikan selama tujuh hari dengan durasi 45 menit per hari. Pengambilan darah plasma pretest dan posttest diambil melalui retroorbita kemudian diuji dengan metode Wills. Analisis data dilakukan dengan Uji Wilcoxon dan Paired T test yang dilanjutkan dengan Uji Mann-Whitney. Hasil: Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan pada kelompok P1 (p=0,173), dan terdapat perbedaan bermakna kelompok P2 (p=0.012). Kesimpulan: Beban latihan-renang tunggal dan berulang menyebabkan penurunan pada kadar MDA

    HUBUNGAN JENIS KELAMIN, PEKERJAAN DAN STATUS PERNIKAHAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN OPERASI KATARAK DI RUMAH SAKIT YARSI PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Kecemasan adalah tegang yang berlebihan atau tidak pada tempatnya yang ditandai oleh perasaan khawatir, tidak menentu, atau takut, tingkat ini meningkatkan morbiditas, penggunaan pelayanan kesehatan, dan hendaya fungsional. Operasi katarak meningkatkan risiko kejadian kecemasan Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin, status pernikahan dan pekerjaan dengan tingkat kecemasan pada pasien operasi katarak di Rumah Sakit Yarsi Pontianak. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan potong lintang. Data diambil dari 49 responden melalui pengukuran langsung terhadap tingkat keceamasan dengan menggunakan instrumen Beck Anxiety Inventory (BAI). Sampel diambil dengan metode convenience sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis korelatif melalui uji Fisher untuk korelasi Jenis Kelamin dan Tingkat Kecemasan, korelasi antara Status Pernikahan dan Tingkat Kecemasan serta korelasi Pekerjaan dan Tingkat Kecemasan menggunakan SPSS 20.0. Hasil: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara Jenis Kelamin dengan Tingkat Kecemasan (or= 0,500; p= 1,000). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara Pekerjaan dengan Tingkat Kecemasan (or = 1,111; p= 0,27). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara Status Pernikahan dengan Tingkat Kecemasan (or = 1,000; p= 2,000) Kesimpulan: Tingkat kecemasan pada pasien operasi katarak tidak diperberat dengan faktor jenis kelamin, pekerjaan dan status pernikahan

    HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL DI PONTIANAK BARAT

    Get PDF
    Latar Belakang: Kecemasan merupakan suatu perasaan yang tidak menyenangkan, yang diikuti oleh reaksi psikologis tertentu. Pada kehamilan terjadi perubahan hormonal dan psikis akibat perkembangan janin. Perubahan tersebut dapat menyebabkan terjadinya kecemasan pada kehamilan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecemasan pada kehamilan adalah dukungan sosial. Dukungan sosial terdiri dari lima yaitu dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dukungan kelompok, dukungan emosional dan dukungan informasi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara dukungan sosial terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil. Metodologi: Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan kuesioner dukungan sosial dan Beck Anxiety Inventory (BAI). Penelitian dilakukan di Puskesmas Kom Yos Sudarso, Perumnas I, Perumnas II dan Pallima. Total sampel sebanyak 40 ibu hamil. Hasil penelitian diuji dengan uji statistik Spearman dengan bantuan program SPSS 21.0. Hasil: Sebanyak 22,5% normal,50% responden dengan kecemasan ringan, 22,5% dengan kecemasan sedang dan 5% kecemasan berat. Pada penelitian di dapatkan 20% responden dengan dukungan sosial cukup dan 80% responden mendapat dukungan sosial baik.. Berdasarkan uji statistik yang telah dilakukan terdapat hubungan yang signifikan diantara kedua variabel dengan nilai p = 0,027 dan r = -0,350. Kesimpulan: terdapat hubungan antara dukungan sosial terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil

    HUBUNGAN KEPATUHAN BEROBAT DAN FREKUENSI BANGKITAN TERHADAP FUNGSI KOGNITIF PADA PASIEN EPILEPSI DI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Epilepsi merupakan gangguan kronik otak yang menunjukkan gejala berupa serangan yang berulang yang terjadi akibat adanya ketidak normalan kerja sementara sebagian atau seluruh jaringan otak karena cetusan listrik yang hipereksitasi pada neuron sel-sel otak. Frekuensi bangkitan yang tinggi dan ketidakpatuhan berobat menjadi salah satu penyebab terjadinya gangguan fungsi kognitif pasien epilepsi. Gangguan kognitif ini dapat menurunkan kualitas hidup dan menyebabkan maladaptasi sosial pasien Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan berobat dan frekuensi bangkitan terhadap  fungsi kognitif pada penderita epilepsi di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie kota Pontianak. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan potong lintang. Data diperoleh dari wawancara kepada penderita epilepsi dengan menggunakan  kuesioner MMAS dan MoCa-ina. Sampel pada penelitian berjumlah 51 orang yang menjalani rawat jalan. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil: Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara frekuensi bangkitan dengan fungsi kognitif pada pasien epilepsi (p=0.000) dan juga terdapat hubungan antara kepatuhan berobat dengan fungsi kognitif pada pasien epilepsi (p=0,000) Kesimpulan: Frekuensi bangkitan dan kepatuhan berobat berhubungan dengan fungsi kognitif pasien epilepsi di Poli Saraf RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak

    Metode Pengajaran Bioetika pada Pendidikan Kedokteran

    Get PDF
    Latar belakang : Bioetika merupakan bagian penting dari pendidikan kedokteran, baik pada pendidikan dokter umum maupun pendidikan dokter spesialis. Pada Standar Kompetensi Dokter Indonesia pun telah memasukkan unsur bioetika sebagai salah satu capaian dalam pendidikan kedokteran. Namun, metode pengajaran bioetika masih belum banyak dibahas agar dapat tercapai sosok profesi dokter yang berempati dan profesional. Metode : Penulisan tinjauan pustaka ini dengan menelusuri beberapa referensi yang membahas mengenai pendidikan bioetika di bidang kedokteran. Hasil : Dari penelusuran beberapa literatur, terdapat beberapa metode dalam pengajaran bioetika antara lain dengan kuliah konvensional, role play, studi kasus, penulisan narasi serta melalui film. Kesimpulan : Bioetika merupakan komponen penting dalam pendidikan kedokteran dalam pengembangan profesional medis. Pembelajaran bioetika haruslah mencakup aspek-aspek yang akan dihadapi oleh mahasiswa kelak di lapangan kerja mereka dengan menerapkan metode pengajaran yang sesuai

    Uji Antiinflamasi Kombinasi Astaxanthin dan Vitamin C terhadap Jumlah Neutrofil dan Limfosit pada Tikus Putih Galur Wistar yang diinduksi Karagenin

    Get PDF
    Latar Belakang: Inflamasi adalah respon protektif setempat yang ditimbulkan oleh cedera atau kerusakan jaringan. Astaxanthin merupakan pigmen merah karotenoid yang berpotensi sebagai antioksidan dan memiliki efek antiinflamasi. Vitamin C merupakan vitamin larut air yang memiliki efek antioksidan dan diketahui dapat berfungsi sebagai antiinflamasi. penelitian ini bertujuan mengetahui efek antiinflamasi kombinasi astaxanthin dan vitamin terhadap jumlah neutrofil dan limfosit tikus putih galur wistar yang diinduksi karagenin. Metode: Desain penelitian ini merupakan true eksperimental dengan complete randomized design. Penelitian ini menggunakan 30 tikus dan dibagi menjadi 5 kelompok dengan metode simple random sampling. Kelompok Kontrol negatif diberikan CMC 0,5 mg/kgBB; kontrol positif diberikan celecoxib 18 mg/kgBB; perlakuan 1 diberikan kombinasi astaxanthin 0,72 mg/kgBB dan vitamin C 45 mg/kgBB; perlakuan 2 diberikan kombinasi astaxanthin 1,44 mg/kgBB dan vitamin C 45 mg/kgBB; perlakuan 3 diberikan kombinasi astaxanthin 2,88 mg/kgBB dan vitamin C 45 mg/kgBB. Analisa data menggunakan SPSS versi 16.0. dengan One Way ANOVA dilanjutkan Post Hoc Test LSD. Hasil: Kombinasi astaxanthin dan vitamin C pada perlakuan 1, 2, dan 3 menurunkan jumlah neutrofil yang berbeda bermakna  (p<0,05) secara statistik jika dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif. Kesimpulan: Kombinasi astaxanthin dan vitamin C dapat berperan sebagai agen antiinflamasi. Kata Kunci: Inflamasi, astaxanthin, vitamin C, neutrofil, limfosi

    AKTIVITAS INFUSA DAUN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) SEBAGAI LARVASIDA Aedes aegypti

    Get PDF
    Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat global. Penggunaan larvasida sintetik jangka panjang telah banyak menimbulkan resistensi. Infusa daun rambutan mengandung saponin, flavonoid dan tanin yang bersifat toksik bagi larva Aedes aegypti. Tujuan: Mengetahui aktivitas infusa daun rambutan sebagai larvasida Aedes aegypti. Metode: Penyarian bahan aktif dilakukan dengan cara infundasi. Digunakan 700 ekor larva Aedes aegypti instar III/IV, di bagi dalam 7 kelompok yang terdiri dari kelompok kontrol positif (temefos), kontrol negatif (akuades), serta 5 kelompok perlakuan dengan konsentrasi infusa daun rambutan 6,25%, 12,5%, 25%, 50% dan 100%. Dilakukan 4 kali replikasi. Pengamatan dilakukan setelah 24 jam pasca perlakuan. Hasil: Infusa daun rambutan memiliki aktivitas larvasida dengan konsentrasi efektif sebesar 50% yang menyebabkan mortalitas larva 97% serta tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan temefos (p = 0,131). Kesimpulan: Infusa daun rambutan memiliki aktivitas larvasida Aedes aegypti

    Gambaran Histologis Korteks Ginjal Tikus (Rattus norvegicus) Pasca Penghentian Pajanan Monosudium Glutamat per Oral

    Get PDF
    Latar Belakang. Monosodium glutamat (MSG), salah satu penyedap rasa yang berperan dalam rasa umami. Penggunaan melebihi ambang batas menyebabkan kerusakan ginjal. Metode. Desain penelitian ini merupakan eksperimental murni dengan menggunakan 27 tikus yang dibagi 9 kelompok. Sampel dipilih dengan metode simple random sampling. Tikus kemudian dimatikan secara bertahap pada hari ke-29, ke-43 dan ke-57. Lalu, tikus dibedah dan diambil organ ginjalnya untuk pembuatan preparat ginjal dengan pewarnaan H&E. Variabel data adalah jumlah korpuskulum ginjal dan tubulus proksimal yang rusak maupun normal. Data diamati dengan perbesaran lensa objektif 10x untuk korpuskulum ginjal dan perbesaran 40x untuk tubulus proksimal. Data dianalisa menggunakan one-way anova dilanjutkan LSD dan Kruskal Wallis Test dilanjutkan Mann-Whitney Test dengan program SPSS 20.0. Hasil: Tidak terdapat perbedaan bermakna rerata jumlah tubulus proksimal normal dan rusak pada seluruh kelompok perlakuan (P) (p≥0,05). Tidak terdapat perbedaan bermakna rerata jumlah korpuskulum ginjal normal pada seluruh kelompok perlakuan (P) (p≥0,05). Terdapat perbedaan bermakna rerata jumlah korpuskulum ginjal rusak pada seluruh kelompok perlakuan (P) (p<0,05). Kesimpulan: Pajanan MSG menyebabkan kerusakan tubulus proksimal dan korpuskulum ginjal serta terjadi regenerasi setelah 14 hari penghentian pajanan MSG

    PENGARUH KADAR GULA DARAH SAAT MASUK RUMAH SAKIT TERHADAP KEJADIAN MORTALITAS PADA PASIEN STROKE PERDARAHAN INTRASEREBRAL NON DIABETIK DI RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang. Stroke perdarahan intraserebral (PIS) memiliki tingkat mortalitas yang tinggi jika dibandingkan dengan jenis stroke lainnya, sehingga faktor-faktor yang dapat memperburuk perjalanan penyakit ini mulai banyak diteliti. Kadar gula darah saat masuk disebutkan sebagai salah satu prediktor keluaran yang buruk pada stroke PIS non diabetik pada banyak penelitian. Namun, hubungannya dengan kejadian mortalitas pasien stroke PIS masih belum jelas, terutama di Indonesia. Tujuan. Penelitian dilakukan untuk melihat pengaruh kadar gula darah saat masuk rumah sakit terhadap kejadian mortalitas pada pasien stroke PIS non diabetik. Metodologi. Desain penelitian yang digunakan adalah kohort retrospektif. Jumlah sampel didapatkan sebanyak 98 pasien dengan diagnosa stroke PIS yang memenuhi kriteria inklusi di RSUD dr. Soedarso Pontianak, yang kemudian dibagi menjadi 2 kategori yaitu pasien dengan gula darah saat masuk rumah sakit ≥150mg/dL dan <150mg/dL. Data diperoleh dari penelusuran rekam medis. Hasil dan Kesimpulan. Ditemukan bahwa kadar gula darah saat masuk rumah sakit ≥150mg/dL (p<0,001) memiliki pengaruh yang bermakna dengan kejadian mortalitas stroke PIS non diabetik, dan pasien yang datang dengan keadaan ini, memiliki probabilitas 90% untuk mengalami mortalitas. Keadaan hiperglikemia reaktif segera setelah kejadian stroke  PIS merupakan bentuk respon stres oleh tubuh yang dapat menyebabkan serangkaian kerusakan sekunder sel-sel saraf di otak melalui mekanisme disregulasi metabolik, edema perihematom, dan pembentukan mediator inflamasi

    HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN TINGKAT KONTROL ASMA PADA PASIEN ASMA DI RSU DR. SOEDARSO PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Asma merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia yang penderitanya telah mencapai 300 juta orang. Pada saat ini, pencapaian dan pemeliharaan kontrol asma dalam jangka waktu yang lama merupakan tujuan dari terapi asma. Peningkatan indeks massa tubuh berperan dalam memperburuk tingkat kontrol asma Tujuan: penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan tingkat kontrol asma pada pasien asma di RSU dr. Soedarso Pontianak. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan teknik non probability sampling (consecutive sampling). Pengambilan data dilakukan kepada kepada 71 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pasien diberikan kuesioner ACT dan dilakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan. Data diolah dengan menggunakan uji Chi-square dengan uji Fisher sebagai uji alternatif. Hasil: sebanyak 88,7% subjek penelitian memiliki asma tidak terkontrol dan 11,3% memiliki asma terkontrol baik dan tidak ada pasien yang memiliki asma terkontrol penuh. Tidak terdapat hubungan bermakna antara indeks massa tubuh dengan tingkat kontrol asma (p=0,716). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh dengan tingkat kontrol asma pada pasien asma di RSUD dr. Soedarso Pontianak

    426

    full texts

    445

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇