Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    445 research outputs found

    Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan tentang Diet Rendah Purin dan Asupan Purin pada Wanita Usia di atas 45 Tahun di Puskesmas Kampung Bali Pontianak

    Get PDF
    Latar Belakang. Asupan purin merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kejadian artritis gout. Risiko gout pada wanita mulai meningkat sejak umur 45 tahun seiring dengan penurunan kadar estrogen. Wanita sebagai pengatur menu konsumsi keluarga harus memiliki pengetahuan yang baik tentang diet rendah purin. Metodologi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Jumlah responden sebanyak 51 wanita. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terpimpin menggunakan kuesioner. Asupan purin dihitung menggunakan tabel pengelompokan bahan makanan menurut kadar purin. Data diolah dengan menggunakan uji Fisher’s exact. Hasil. Sebagian besar responden berpengetahuan cukup (45,1%) dan memiliki tingkat asupan purin rendah (45,1%). Tidak terdapat hubungan (p value: 0,518) antara pengetahuan tentang diet rendah purin dengan asupan purin wanita usia diatas 45 tahun di Puskesmas Kampung Bali Pontianak. Kesimpulan. Meskipun pengetahuan diet rendah purin tidak berhubungan dengan asupan purin, namun perlu diperhatikan jika terdapat riwayat gout pada wanita. Kata Kunci : pengetahuan, diet rendah purin, asupan purin, wanit

    UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine americana (Aubl.) Merr. Ex K. Heyne) TERHADAP Malassezia furfur SECARA IN VITRO

    Get PDF
    Latar Belakang: Pityriasis versicolor adalah penyakit infeksi jamur yang umum di masyarakat. Pityriasis versicolor disebabkan oleh  jamur superfisialis, yakni Malassezia furfur. Bawang dayak (Eleutherine americana (Aubl.) Merr. Ex K. Heyne) merupakan tanaman yang banyak digunakan untuk pengobatan. Bawang dayak dipercaya memiliki khasiat untuk mengobati penyakit kulit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan golongan senyawa metabolit sekunder pada bawang dayak, menentukan konsentrasi efektif dan diameter zona hambat dari ekstrak etanol umbi bawang dayak serta mengetahui aktivitas anti jamur bawang dayak dalam menghambat pertumbuhan Malassezia furfur. Metodologi: Penelitian ini merupakan eksperimental murni secara in vitro dengan rancangan acak lengkap posttest only control group design. Uji aktivitas antijamur menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer dengan variasi konsentrasi 100%, 50%, 25%, 12,5% dan 6,25%. Kontrol positif yang digunakan adalah itrakonazol 8 µg/disk sedangkan kontrol negatif yang digunakan Tween 80 10%. Hasil: Ekstrak etanol umbi bawang dayak tidak membentuk zona hambat terhadap pertumbuhan Malassezia furfur. Kesimpulan: Ekstrak etanol umbi bawang dayak tidak memiliki aktivitas antijamur terhadap pertumbuhan Malassezia furfur. Senyawa metabolit sekunder yang terkandung di dalam bawang dayak adalah fenol, flavonoid, tanin, saponin dan kuinon. Konsentrasi efektif dan diameter zona hambat ekstrak etanol umbi bawang dayak terhadap Malassezia furfur tidak dapat ditentukan

    UJI EFEKTIVITAS AIR KELAPA MUDA (Cocos nucifera L.) TERHADAP HEMOGLOBIN PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) SEBAGAI ANTI ANEMIA SETELAH DIINDUKSI SIKLOFOSFAMID

    Get PDF
    Latar Belakang: Penggunaan obat siklofosfamid menimbulkan efek samping berupa supresi sumsum tulang sehingga menurunkan jumlah hemoglobin. Air kelapa yang mengandung zat-zat yang diduga mampu menstimulasi proliferasi sel sumsum tulang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian air kelapa muda terhadap jumlah hemoglobin darah tepi. Metodologi: Desain penelitian ini adalah true experimental dengan pendekatan pretest and posttest control group design. Penelitian ini menggunakan 30 tikus dan dibagi menjadi 5 kelompok. Kontrol positif (K1) diberikan injeksi intraperitoneal akuades 5ml/kgBB; kelompok kontrol negatif (K2) diberikan injeksi intraperitoneal cyclophosphamide 50mg/kgBB; kelompok perlakuan dosis 1,2,3 (D1,D2,D3) diberikan injeksi intraperitoneal cyclophosphamide 50mg/kgBB dan air kelapa dengan dosis masing-masing 2ml/100g BB, 4ml/100g BB dan 6ml/100g BB. Semua perlakuan dilakukan selama 14 hari. Pemberian cyclophosphamide dilakukan sekali pada hari ke-1. Pemeriksaan darah pretest dilakukan pada hari ke-1, posttest 1 ke-4, dan posttest 2 ke-15 masa perlakuan. Data dianalisa dengan uji Repeated ANOVA dan One way ANOVA yang dilanjutkan dengan analisis Post Hoc Test. Hasil: Penilaian jumlah hemoglobin darah tepi berdasarkan kelompok dosis menunjukan tidak terjadi peningkatan jumlah hemoglobin yang bermakna (p<0,05) pada kelompok K2, D1, D2, dan D3. Kesimpulan: Pemberian air kelapa tidak mampu meningkatkan jumlah hemoglobin darah tepi pada tikus yang diinduksi siklofosfamid

    Uji aktivitas antibakteri fraksi etanol daun kemangi (ocimun basilicum l.) terhadap pertumbuhan shigella flexneri secara in vitro

    Get PDF
    disentri basiler endemik di sebagian besar negara-negara berkembang dan menjadi penyebab utama penyakit diare berdarah di seluruh duni

    Faktor-faktor yang Mendukung dan Menghambat Perokok untuk Berhenti Merokok di Klinik Berhenti Merokok Puskesmas Kampung Bali Pontianak

    Get PDF
    Latar Belakang. Perilaku merokok merupakan masalah kesehatan yang dapat menyebabkan berbagai penyakit bahkan kematian. Oleh karena itu, beberapa perokok mempunyai alasan tertentu sehingga memilih untuk berhenti merokok. Metode. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui kuesioner. Hasil. Perokok yang berkunjung ke klinik berhenti merokok sebagian besar adalah perokok berat (31,8%). Didapatkan juga faktor lingkungan yang mendukung perokok untuk berhenti merokok adalah dukungan keluarga dan teman (63,6%) serta melihat peringatan bahaya rokok di bungkus rokok (59%). Kesimpulan. Faktor lingkungan, faktor psikologis dan tingkat ketergantungan nikotin merupakan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat perokok untuk berhenti merokok. Kata Kunci: Berhenti merokok, perilaku merokok, FTND

    PENGARUH KADAR GLUKOSA DARAH SAAT MASUK DENGAN KELUARAN FUNGSIONAL PADA PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT NON DIABETIK DI RSUD DR. ABDUL AZIZ SINGKAWANG

    Get PDF
    Latar Belakang. Stroke merupakan penyebab kecacatan utama dan terbanyak pada usia dewasa. Peningkatan kadar glukosa darah (>140 mg/dl) saat masuk adalah hal yang umum terjadi pada pasien stroke iskemik akut dengan/tanpa riwayat Diabetes Mellitus. Kadar glukosa darah yang tinggi saat masuk dikatakan berhubungan dengan keluaran fungsional yang buruk pada pasien stroke iskemik akut. Tujuan. Penelitian dilakukan untuk melihat pengaruh kadar glukosa darah saat masuk dengan keluaran fungsional pada pasien stroke iskemik akut non diabetik. Metodologi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional desain kohort prospektif yang mencari korelasi antar-variabel. Jumlah sampel 33 orang pasien stroke iskemik akut non diabetik di RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang, diambil dengan tehnik consecutive sampling. Data penelitian diambil dari rekam medis dan penilaian dengan lembar skor NIHSS pada hari pertama dan ketujuh. Hasil penelitian dianalisis dengan uji statistik Fisher dan uji korelasi Spearman. Hasil. Didapatkan korelasi negatif bermakna antara kadar glukosa darah saat masuk dengan keluaran fungsional pada pasien stroke iskemik akut non diabetik (r= -0,463, p=0,007). Semakin tinggi kadar glukosa darah saat masuk, semakin rendah keluaran fungsional pada pasien stroke iskemik akut non diabetik. Kesimpulan. Kadar glukosa darah saat masuk yang tinggi (>140 mg/dl) memiliki pengaruh buruk terhadap keluaran fungsional pada pasien stroke iskemik akut non diabetik

    Efektivitas Massage Ekstremitas terhadap Perubahan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Klinik Pratama Universitas Tanjungpura Tahun 2015

    Get PDF
    Latar Belakang. Penyakit kardiovaskular dikenal sebagai penyebab pertama kematian. Salah satu penyebab utama peningkatan penyakit kardiovaskuler di dunia adalah prevalensi hipertensi yang meningkat dalam kesehatan masyarakat. Hipertensi dapat menimbulkan kerusakan organ tubuh, baik secara tidak langsung maupun langsung. Salah satu intervensi yang bisa dilakukan untuk menurunkan  tekanan darah pada hipertensi adalah terapi nonfarmakologi yaitu terapi massage ekstremitas atas dan bawah karena massage diduga dapat menimbulkan rangsangan terhadap reseptor saraf yang mengakibatkan pelebaran pembuluh darah melebar secara refleks, sehingga melancarkan aliran darah. Metode. Penelitian ini merupakan rancangan penelitian pre-experiment dengan jenis tipe one-group pre test post test design terhadap 16 orang  pasien yang berkunjung di Klinik Pratama Universitas Tanjungpura tahun 2015 yang mengalami hipertensi. Teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling dengan analisa penelitian menggunakan uji t berpasangan. Hasil. Uji data menggunakan analisis uji t berpasangan Dari analisa perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah terapi massage ekstremitas dengan menggunakan uji T berpasangan didapatkan hasil p=0.001, dimana nilai p<0.05. Kesimpulan. Terapi massage ekstremitas efektif untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi di Klinik Pratama Universitas Tanjungpura tahun 2015 sehingga perawat dapat mengajarkan terapi mandiri bagi keperawatan di komunitas dan sebagai tindakan mandiri perawat khususnya pada sistem kardiovaskular

    Karakteristik Penderita HIV pada Ibu Hamil di Klinik Prevention Mother to Child Transmission (PMTCT) Poli Kebidanan RSUP Sanglah Denpasar Periode Juli 2013 – Juni 2014

    Get PDF
    Latar Belakang. Ibu hamil yang terinfeksi HIV memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami aborsi spontan, kehamilan ektopik, dan penularan HIV dari ibu ke anak. Meskipun dampak negatif yang ditimbulkan sangat besar, sampai saat ini belum ada data mengenai penderita HIV pada ibu hamil di Bali. Metode. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik penderita HIV pada ibu hamil di klinik PMTCT  poli kebidanan RSUP Sanglah Denpasar periode Juli 2013-Juni 2014. Penelitian ini merupakan studi deskriptif. Populasi penelitian adalah 42 kasus, dengan besar sampel sama dengan populasi  yaitu 42 kasus (total sampling). Hasil. Hasil penelitian menunjukan proporsi tertinggi karakteristik ibu hamil penderita HIV adalah umur 20-35 tahun (85,7%), lulusan SMP/sederajat (42,9%), bekerja sebagai ibu rumah tangga dan pegawai swasta (47,6%), multigravida (78,6%),  usia kandungan trimester 3 (42,8%), melakukan atau memiliki riwayat seks berisiko (95,2%), heteroseks (54,8%), tidak memiliki gejala imunodefisiensi (83,3%), jumlah CD4 200-500 sel/mm3 (57,2%). Kesimpulan. Diharapkan kepada ibu hamil yang sudah terdiagnosis HIV positif untuk terus melakukan pemeriksaan rutin secara berkala

    HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN TERAPI DIET DAN KADAR GULA DARAH PUASA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURNAMA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Diabetes melitus  tipe 2 merupakan penyakit kronik yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dicegah dan dikendalikan. Penyakit ini berhubungan dengan gaya hidup, maka keberhasilan terapi diet bergantung pada perilaku penderita diabetes melitus  tipe 2 dalam menjalani anjuran makan yang diberikan. Kepatuhan terhadap terapi diet penting untuk menjaga kontrol glikemik. Tujuan: Mengetahui apakah ada hubungan antara kepatuhan terapi diet dan kadar gula darah puasa pada penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Purnama Pontianak. Metodologi: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Purnama dengan total subjek 68 orang menggunakan uji alternatif Fisher. Hasil: Hasil yang didapatkan menggunakan uji alternatif Fisher menghasilkan nilai p = 0,000. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kepatuhan terapi diet dan kadar gula darah puasa pada penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Purnama Pontianak

    HUBUNGAN PERILAKU MENCUCI TANGAN TERHADAP ANGKA KOLONI KUMAN PADA PENJAMAH MAKANAN DI SELURUH KANTIN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK TAHUN 2014

    Get PDF
    Latar Belakang: Penyakit bawaan makanan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berkembang di seluruh dunia, salah satunya di Indonesia. Mencuci tangan merupakan hal utama yang harus dilakukan oleh pekerja yang terlibat dalam penanganan makanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku mencuci tangan terhadap angka koloni kuman pada penjamah makanan di seluruh kantin Universitas Tanjungpura Pontianak. Metodologi: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Lima puluh satu orang penjamah makanan bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini. Perilaku mencuci tangan  dinilai dengan kuesioner dan observasi langsung. Usap tangan diambil untuk menilai angka koloni kuman. Analisa data menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 32 orang (62,7%) penjamah makanan melakukan perilaku mencuci tangan yang baik dan 19 orang (37,3%) berperilaku mencuci tangan kurang baik, akan tetapi semua penjamah makanan tidak melakukan keenam langkah mencuci tangan dengan baik dan benar. Sampel usap tangan menunjukkan angka koloni kuman sebanyak 17 orang (33,3%) dalam kategori bersih dan 34 orang (66,7%) dalam kategori kontaminasi. Kesimpulan: Terdapat hubungan perilaku mencuci tangan terhadap angka koloni kuman pada penjamah makanan. Penelitian ini menyarankan perlu diberikan pendidikan/penyuluhan higiene sanitasi makanan, tersedianya fasilitas cuci tangan yang memadai dan dukungan/dorongan dari pemilik usaha

    426

    full texts

    445

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇