Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    445 research outputs found

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT PELEPAH PISANG AMBON (Musa paradisiaca) TERHADAP Staphylococcus aureus

    Get PDF
    Latar belakang. Staphylococcus aureus adalah salah satu bakteri gram positif berbentuk kokus dan merupakan bakteri patogen bagi manusia. Staphylococcus aureus termasuk bakteri yang banyak resisten terhadap antibiotik. Penelitian zat yang berkhasiat sebagai antibakteri perlu dilakukan untuk menemukan senyawa antibakteri baru yang berpotensi untuk menghambat atau membunuh bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Pisang ambon (Musa paradisiaca) memiliki kandungan senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri, sehingga penelitian ini berusaha membuktikkan aktivitas antibakteri yang terkandung didalam tanaman tersebut. Tujuan. Mengetahui kandungan metabolit sekunder, menguji aktivitas antibakteri dan mengetahui konsentrasi efektif ekstrak pelepah pisang ambon dengan menilai diameter zona hambat yang terbentuk. Metodologi. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Skrining fitokimia dilakukan dengan metode tabung. Uji aktivitas antibakteri dengan metode Disc Diffusion Kirby Bauer terhadap Staphylococcus aureus. Konsentrasi ekstrak pelepah pisang ambon yang digunakan terdiri dari konsentrasi 7,5%; 15%; 30%; 60%. Kontrol yang digunakan adalah levofloxacin (kontrol positif) dan Tween 20 10% (kontrol negatif). Hasil. Skrining fitokimia menunjukkan ekstrak pelepah pisang ambon mengandung alkaloid, fenol, flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Pengaruh pemberian ekstrak etil asetat pelepah pisang ambon terhadap Staphylococcus aureus ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada semua konsentrasi secara berurutan dengan rerata diameter sebesar 8,74 mm; 11,57 mm; 9,83 mm; 9,58 mm. Kesimpulan. Ekstrak etil asetat pelepah pisang ambon memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan konsentrasi efektif adalah 15%

    AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN MANGGA BACANG (Mangifera foetida L.) TERHADAP Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO

    Get PDF
    Latar Belakang: Infeksi merupakan penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme. Staphylococcus aureus merupakan salah satu mikroorganisme berupa bakteri potensial patogen penyebab penyakit infeksi dan sering bersifat multidrug resistens. Peningkatan resistensi antibiotik menyebabkan peningkatan penggunaan tanaman herbal. Mangga bacang (Mangifera foetida L.) merupakan tanaman yang mengandung metabolit sekunder bersifat sebagai antibakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Metodologi: Daun Mangifera foetida L. diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etil asetat. Skrining fitokimia dilakukan dengan menggunakan metode uji kualitatif. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dan 100%. Kontrol positif menggunakan levofloksasin 5 µg/disk dan kontrol negatif menggunakan Tween 80 10%. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil: Metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etil asetat daun Mangifera foetida L. adalah fenol, flavonoid, saponin, tanin dan alkaloid. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak etil asetat daun Mangifera foetida L. maka semakin tinggi aktivitas antibakterinya. Ekstrak etil asetat daun Mangifera foetida L. memiliki zona hambat maksimum pada konsentrasi 100% sebesar 12,98 mm dan zona hambat minimum pada konsentrasi 50% sebesar 6,42 mm terhadap pertumbuhan S. aureus. Kesimpulan: Ekstrak etil asetat daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus

    Larvicidal Effectiveness of Betel Leaves (Piper betle Linn.) Infusa Against Mortality Aedes agypti Larvae

    Get PDF
    Background. Indonesia was a country with the most cases of Dengue Hemorrhagic Fever in South East Asia. The appropriate countermeasures such as vector control is a other  method to reduce the incidence. Abate (temephos) was reported in any countries have resistance against Aedes aegypti. Betel Leaves (Piper betel Linn) is contains essential oil, saponin, alkaloid and tannin can be expected as larvacidal effect to Aedes aegypti. larvae.   Objective. To know larvacidal effect and optimum concentration of  Betel leaves infusa is effective for killing mosquito larvae of Aedes aegypti.   Methodology. This research is experimental research with Post Test Only Control Group Design method. Aedes aegypti larvae used larvae which have developed into instar III/IV, divided into 7 groups, positive control groups (abate 10 mg/100 mL), negative control groups (aquadest), betel leaves infusa groups, 4 mL/100 mL, 5 mL/100 mL, 6 mL/100 mL, 7 mL/100 mL and 8 mL/100 mL. The each groups contains 10 larvae and  it’s repeated 4 times Parameters measured were the number of dead larvae in 24 hours. Data processed with One Way Anova test by 21th SPSS and continued with Post Hoc Least Significant Difference (LSD) test.   Result. Percentage of larvae mortality in 4 mL/100 mL infusa concentration is is 72,5%; 5 mL/100 mL is 80%; 6 mL/100 mL is 82,5%; 7 mL/100 mL is 90 % and 8 mL/100mL is 92,5% with P value is 0,022.   Conclusion. Betel leaves (Piper betle Linn) infusa have larvacidal effect against larvae of Aedes aegypti mosquitos and optimum concentration is at 7 mL/100 – 8 mL/100 mL.    Keywords: Aedes aegypti, betel leaves, mortalit

    GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DOKTER UMUM TERHADAP TATALAKSANA ANAK GIZI BURUK DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Gizi buruk pada anak merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kota Pontianak memiliki angka kejadian gizi buruk yang tinggi dan jumlahnya bertambah dari tahun ke tahun. Dokter umum sebagai salah satu pelaksana Tim Asuhan Gizi diharapkan mampu melakukan penatalaksanaan gizi buruk pada anak. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dokter umum mengenai tatalaksana anak gizi buruk di puskesmas  wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Pontianak. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan survei deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah dokter umum yang bekerja di puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Pontianak. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner. Hasil: Sebanyak 22 orang (65%) memiliki tigkat pengetahuan baik, 12 orang (35%) dengan tingkat pengetahuan cukup, dan tidak terdapat dokter umum puskesmas dengan tingkat pengetahuan kurang. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan dokter umum puskesmas kota Pontianak mengenai Tatalaksana Anak Gizi Buruk termasuk dalam kategori baik dan cukup

    Hubungan antara Lingkar Perut dan Kadar HDL menggunakan Metode Presipitasi pada Pegawai Pria Satpol PP di Kota Pontianak tahun 2013

    Get PDF
    Latar Belakang: Kelebihan lemak tubuh merupakan salah satu faktor risiko yang berhubungan dengan mortalitas prematur, diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Keadaan obesitas sentral berpengaruh terhadap profil lipid terutama kadar High Density Lipoprotein (HDL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lingkar perut dan kadar HDL pada pegawai pria di Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak. Metodologi: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross-sectional. 42 subjek dipilih sebagai sampel penelitian dengan menggunakan simple random sampling. Lingkar perut diukur di pertengahan antara batas bawah tulang rusuk yang dapat diraba dengan bagian atas krista iliaka. Subjek dikelompokkan dalam 2 kategori, yaitu berisiko (≥90 cm) dan tidak berisiko (<90 cm). Kadar HDL diukur dengan metode presipitasi yang menggunakan reagen HDL presipitat dan reagen kolesterol. Hasil: Rerata lingkar perut adalah 86,81 cm. Rerata kadar HDL kelompok lingkar perut berisiko adalah 32,27 mg/dL dan rerata kadar HDL kelompok lingkar perut tidak berisiko adalah 42,35 mg/dL. Kadar HDL pada kelompok berisiko lebih rendah secara signifikan daripada kelompok tidak berisiko dan terdapat hubungan bermakna antara lingkar perut dan kadar HDL (p<0,001) Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara lingkar perut dan kadar HDL menggunakan metode presipitasi pada pegawai pria Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak. Peningkatan lingkar perut dapat menyebabkan penurunan kadar HDL kolesterol

    PENGARUH KREATIN TERHADAP KELELAHAN OTOT PADA PRAJA LAKI-LAKI PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Kelelahan otot merupakan hal yang sering dikeluhkan oleh individu maupun atlet yang sedang melakukan latihan fisik. Hal ini dikarenakan beban latihan dan latihan fisik yang berlebihan yang dapat menyebabkan penurunan kapasitas dan ketahanan kerja. Menunda kelelahan otot dengan mengonsumsi suplemen merupakan salah satu cara meningkatkan kapasitas dan ketahanan kerja. Salah satu suplemen yang banyak digunakan saat ini adalah suplemen kreatin. Penggunaan suplemen kreatin memberikan peningkatan kapasitas latihan yang lebih baik. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian suplemen kreatin terhadap kelelahan otot dengan metode curl-up test pada Praja Program Studi Ilmu Pemerintahan Kerjasama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura Dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian randomized controlled trial dengan desain penelitian randomized pretest-posttest with controlgroup design. Subjek berjumlah 34 orang laki-laki; 17 orang sebagai kelompok kontrol dan 17 orang lainnya sebagai kelompok perlakuan. Dilakukan curl-up test pertama, kemudian pemberian plasebo pada kelompok kontrol dan suplemen kreatin pada kelompok perlakuan selama 5 hari. Kemudian subjek melakukan follow up curl-up test. Hasil: Terdapat perbedaan yang bermakna rerata jumlah curl-up antara kelompok kontrol dan perlakuan pada saat post-test (p = 0,004). Kesimpulan: Suplemen kreatin dapat menunda kelelahan otot

    EFEK NEFROTOKSIK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KARAMUNTING (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.) TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ SERUM TIKUS GALUR WISTAR

    Get PDF
    Latar Belakang: Daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.) merupakan salah satu tanaman yang sedang banyak diteliti dan sedang dikembangkan sebagai pemutih kulit, anti penuaan dan diperkirakan memiliki kemampuan anti oksidan. Penggunaan daun karamunting dosis tinggi menyebabkan kenaikan kadar ureum dan kreatinin darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis toksik ekstrak etanol 70% daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.). Metodologi: Desain penelitian ini adalah true experimental dengan pendekatan pretest and posttest control group design. Penelitian ini menggunakan 25 tikus dan dibagi 5 kelompok. Kelompok kontrol positif (KP) diberikan injeksi intraperitoneal gentamisin 80mg/kgBB; Kelompok kontrol negatif (KN) diberikan CMC per oral; Kelompok perlakuan 1, 2, 3 diberikan ekstrak daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.) dengan dosis masing-masing 600mg/kgBB, 1200mg/kgBB, 2400mg/kgBB per oral. Semua perlakuan dilakukan selama 10 hari. Pemeriksaan darah dilakukan pada satu hari sebelum perlakuan, hari ke-8 perlakuan dan hari ke-11 setelah perlakuan. Data dianalisa menggunakan Repeated ANOVA dan One Way ANOVA yang dilanjutkan dengan analisis Post Hoc Test. Hasil: Penilaian berdasarkan kelompok dosis menunjukkan terjadi peningkatan kadar ureum  dan kreatinin yang bermakna (p<0,05) pada kelompok kontrol positif, kelompok perlakuan 1, 2 dan 3. Sedangkan penilaian berdasarkan waktu tampak adanya perbedaan kadar ureum dan kreatinin yang bermakna (p<0,05) antara kelompok kontrol positif, kelompok kontrol negatif, kelompok perlakuan 1, 2 dan 3. Kesimpulan: Semakin tinggi pemberian dosis ekstrak etanol 70% daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.) maka semakin tinggi peningkatan kadar ureum dan kreatinin pada tikus

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI METANOL DAUN KESUM (Polygonum Minus Huds.) TERHADAP Shigella flexneri

    Get PDF
    Latar Belakang: Penyakit diare hingga kini masih merupakan salah satu penyakit utama yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena memiliki morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Salah satu agen penyebab diare adalah Shigella flexneri. Berdasarkan penelitian yang ada, kesum memiliki potensi untuk dijadikan sebagai pengobatan alternatif infeksi bakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fraksi metanol daun kesum (Polygonum minus Huds.) sebagai antibakteri dalam menghambat pertumbuhan Shigella flexneri. Metodologi: Daun kesum diesktraksi secara maserasi dengan pelarut metanol, kemudian difraksinasi dengan pelarut metanol. Fraksi yang diperoleh, diskrining fitokimia dan diuji aktivitas antibakterinya dengan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 1,25%, 2,5%, 5%, dan 10%. Kontrol positif yang digunakan adalah siprofloksasin 5µg/sumuran dan kontrol negatif menggunakan DMSO 10%. Hasil: Fraksi metanol daun kesum mengandung senyawa fenol, flavonoid, tanin dan terpenoid. Fraksi metanol daun kesum memiliki aktivitas terhadap Shigella flexneri pada konsentrasi 5% dan 10%. Konsentrasi 10% menunjukkan aktivitas antibakteri terbesar daripada konsentrasi yang lainnya, tetapi siprofloksasin 5µg memiliki aktivitas antibakteri lebih baik bila dibandingkan dengan konsentrasi 10%. Kesimpulan: Fraksi metanol daun kesum memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Shigella flexneri pada konsentrasi 5% dan 10%

    GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN LEPRA MULTIBASILAR YANG MENGALAMI REAKSI LEPRA DI RUMAH SAKIT KHUSUS ALVERNO SINGKAWANG TAHUN 2005-2014

    Get PDF
    Latar belakang: Morbiditas lepra disebabkan oleh reaksi lepra, yang mengakibatkan sebagian besar kerusakan saraf, deformitas dan kecacatan yang permanen. Tujuan: Mengetahui gambaran karakteristik pasien lepra multibasilar yang mengalami reaksi lepra di RSK Alverno Singkawang. Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang. Data diambil dari rekam medis pasien lepra di RSK Alverno Singkawang. Hasil: Pasien lepra multibasilar yang mengalami reaksi lepra di RSK Alverno Singkawang berusia 17 tahun sampai dengan 72 tahun serta sebagian besar berada pada kelompok usia 25 tahun sampai dengan 34 tahun (37%). Pasien yang mengalami reaksi tersebut lebih banyak berjenis kelamin laki-laki (73%). Riwayat kontak pasien tersebut lebih banyak yang negatif (61%). Hasil pemeriksaan bakteriologis menunjukkan bahwa pasien paling banyak memiliki indeks bakteri 1+ (52%). Reaksi lepra tersebut paling banyak terjadi saat pasien menjalani terapi lepra selama ≤ 6 bulan (79%). Kesimpulan: Kejadian reaksi lepra di RSK Alverno Singkawang lebih banyak terjadi pada pasien lepra multibasilar berusia dewasa, dengan jenis kelamin laki-laki, riwayat kontak yang negatif, indeks bakteri 1+, dan terjadi selama enam bulan pertama pengobatan

    HUBUNGAN TEKANAN DARAH SAAT MASUK TERHADAP MORTALITAS PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK INTRASEREBRAL DI RSUD SOEDARSO PONTIANAK

    No full text
    Latar Belakang. Stroke hemoragik intraserebral terjadi pada 10-20% kasus stroke dan memiliki angka mortalitas tinggi mendekati 40% pada 30 hari pasca serangan. Tekanan darah yang tinggi saat masuk diyakini berkaitan dengan kejadian mortalitas pada subtipe stroke tersebut. Tujuan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan komponen tekanan darah saat masuk meliputi tekanan sistolik, tekanan diastolik, mean arterial pressure dan tekanan nadi terhadap mortalitas saat dirawat pada pasien stroke hemoragik intraserebral di RSUD Soedarso Pontianak. Metodologi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain kohort retrospektif. Subjek penelitian berjumlah 117 orang. Data tekanan darah dan status mortalitas diambil dari rekam medis pasien. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil. Tekanan sistolik >190 mmHg (RR = 1,770, IK 95% 1,349-2,323, p = 0,000), tekanan diastolik >110 mmHg (RR = 1,368, IK 95% 1,048-1,786, p = 0,030), mean arterial pressure >135 mmHg (RR = 1,366, IK 95% 1,029-1,815, p = 0,030), dan tekanan nadi >80 mmHg (RR = 1,474, IK 95% 1,127-1,928, p = 0,007) berhubungan secara signifikan terhadap mortalitas saat dirawat. Kesimpulan. Terdapat hubungan antara tekanan darah saat masuk meliputi tekanan sistolik tinggi, tekanan diastolik tinggi, mean arterial pressure tinggi, dan tekanan nadi tinggi terhadap mortalitas saat dirawat pada pasien stroke hemoragik intraserebral di RSUD Soedarso Pontianak

    426

    full texts

    445

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇