Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    445 research outputs found

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS II

    Get PDF
    Latar belakang: Angka Kematian Ibu di Indonesia masih cukup tinggi dimana angkanya cenderung meningkat pada tahun 2012. Penyebab AKI dapat diturunkan dan dicegah melalui pemberian asuhan kehamilan yang rutin dan berkualitas untuk mendeteksi secara dini adanya kelainan dan komplikasi. Tingkat pengetahuan dan dukungan suami memiliki peran penting untuk memberikan dorongan bagi ibu agar semakin aktif memeriksakan kehamilannya ke tenaga kesehatan. Tujuan: 1. Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil beserta suami terhadap kunjungan antenatal care. 2. Mengetahui hubungan dukungan suami terhadap kunjungan antenatal care. Metodologi: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 80 responden ibu hamil dan 80 responden suami. Analisa data menggunakan chi square, jika tidak memenuhi syarat maka menggunakan kolmogorov smirnov. Hasil: 1. Hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap kunjungan antenatal care p=0,015 (0,05). 3. Hubungan dukungan suami dari sudut pandang ibu hamil dan suami masing-masing p=0,003 dan p=0,012 (<0,05

    UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL BIJI BUAH LANGSAT (Lansium domesticum Corr.) TERHADAP JAMUR Candida albicans SECARA IN VITRO

    Get PDF
    Latar Belakang: Jamur Candida albicans merupakan jamur penyebab infeksi oportunistik seperti kandidiasis, sariawan, lesi pada kulit, vulvuvaginitis, kandiduria, gastric ulcer, dan komplikasi kanker. Biji buah langsat (Lansium domesticum Corr.) merupakan tanaman tropis di Indonesia yang banyak ditemukan di Kalimantan Barat. Berdasarkan penelitian sebelumnya biji buah langsat berkhasiat mengobati berbagai macam penyakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur dari ekstrak etanol biji buah langsat, mengetahui kandungan metabolit sekunder, dan konsentrasi efektifnya dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Metodologi: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental laboratorium. Biji buah langsat diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Hasil ekstrak yang diperoleh dilakukan skrining fitokimia. Uji aktivitas antijamur menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer) dengan konsentrasi 10%, 20%, 40%, dan 80%. Kontrol positif yang digunakan adalah ketokonazol 15 µg/disk dan kontrol negatif menggunakan DMSO 10%. Hasil: Ekstrak etanol biji buah langsat mengandung senyawa alkaloid, fenol, flavonoid, saponin, dan terpenoid. Semua konsentrasi ekstrak etanol biji buah langsat dapat menghasilkan aktivitas antijamur terhadap Candida albicans. Konsentrasi yang efektif dari ekstrak ini yaitu pada konsentrasi 40%, yang memiliki aktivitas antijamur tergolong sangat kuat dengan nilai p=0.000. Kesimpulan: Ekstrak etanol biji buah langsat memiliki aktivitas antijamur terhadap Candida albicans.Kata kunci:  antijamur, ekstrak etanol biji buah langsat, Candida albican

    GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN UPAYA PENCEGAHAN CYTOMEGALOVIRUS, HERPES SIMPLEX VIRUS) PADA INFEKSI TORCH (TOXOPLASMOSIS, RUBELLA, WANITA USIA SUBUR DI KOMUNITAS PECINTA KUCING KALIMANTAN BARAT TAHUN 2015

    No full text
    Latar Belakang. TORCH (Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes Simplex Virus) merupakan kelompok kelainan konginetal yang didapat akibat infeksi. Infeksi TORCH pada wanita hamil seringkali tidak menimbulkan gejala atau asimtomatik, tetapi dapat memberikan dampak serius bagi janin yang dikandungnya. Tujuan. Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan upaya pencegahan infeksi TORCH pada wanita usia subur di Komunitas Pecinta Kucing Kalimantan Barat (KOMPAK). Metodologi. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan deskriptif dan dilakukan pada 50 wanita usia subur KOMPAK tahun 2015 dengan menggunakan kuesioner. Hasil. Responden dengan tingkat pengetahuan baik berjumlah 22 orang, tetapi sebanyak 14 orang memiliki tingkat pengetahuan kurang. Sementara itu, 24 responden memiliki upaya pencegahan yang baik dan terdapat 11 orang yang memiliki upaya pencegahan yang kurang. Kesimpulan. Gambaran pengetahuan dan upaya pencegahan wanita usia subur KOMPAK tahun 2015 terhadap infeksi TORCH adalah baik.Kata Kunci: TORCH, wanita usia subur, tingkat pengetahuan, upaya pencegahan

    Uji Efek Dekokta Angkak terhadap Kadar Trombosit Tikus Putih Jantan Galur Wistar Trombositopenia yang diinduksi Cisplatin

    Get PDF
    Latar Belakang: Trombositopenia merupakan gejala utama penyakit demam berdarah dengue, yang masih merupakan masalah kesehatan dengan  tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi di Kalimantan Barat. Angkak (beras fermentasi Monascus purpureus) secara empiris digunakan masyarakat dalam bentuk seduhan sebagai obat untuk meningkatkan produksi sel darah, salah satunya adalah untuk meningkatkan kadar trombosit darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dekokta angkak terhadap kadar trombosit tikus putih jantan galur Wistar trombositopenia yang diinduksi cisplatin. Metodologi: Sebanyak 24 ekor tikus dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan. Induksi trombositopenia dilakukan dengan pemberian dosis tunggal cisplatin intravena 7 mg/Kg BB. Skrining fitokimia dekokta angkak dilakukan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder. Pemberian dekokta angkak peroral diberikan selama tujuh hari. Pemeriksaan kadar trombosit dilakukan dengan mengambil darah vena yang ditampung dalam tabung EDTA. Sampel darah diperiksa menggunakan Sysmex KX-21 hematology analyzer. Hasil: Berdasarkan skrining fitokimia dekokta angkak mengandung senyawa terpenoid, flavonoid, fenol, dan tanin. Kadar trombosit setelah pemberian dekokta angkak tidak berbeda signifikan dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberi dekokta angkak. Kesimpulan: Pemberian dosis dekokta angkak peroral tidak dapat meningkatkan kadar trombosit secara bermakna pada tikus putih jantan galur Wistar trombositopenia yang diinduksi cisplatin dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif

    PERBANDINGAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA PSPD DENGAN DOKTER LULUSAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA MENGENAI DOKTER LAYANAN PRIMER DENGAN PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA

    Get PDF
    Latar Belakang: Dokter keluarga menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama, yang bersifat holistik, komprehensif dan berkesinambungan kepada pasiennya. Sistem pelayanan dokter keluarga telah tertuang dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN), Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Kurikulum Inti Pendidikan Dokter Indonesia (KIPDI) III yang menerangkan bahwa pelayanan kesehatan tingkat primer diserahkan kepada masyarakat dan sektor swasta dengan pendekatan kedokteran keluarga dan lulusan Fakultas Kedokteran diharapkan menjadi dokter layanan primer yang mampu melakukan pendekatan kedokteran keluarga. Tujuan: Mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa PSPD FK Untan dan dokter lulusan FK Untan mengenai dokter layanan primer dengan pendekatan kedokteran keluarga serta membandingkan tingkat pengetahuan antara mahasiswa dan dokter tersebut. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif dengan menggunakan rancangan potong lintang. Data diambil dari 20 orang dokter dan 149 orang mahasiswa melalui kuesioner. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah consecutive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis komparatif melalui uji Mann-Whiney. Hasil: Sebanyak 4 orang (20%) dokter memiliki pengetahuan baik, 12 orang (60%) dokter memiliki pengetahuan sedang dan 4 orang (20%) dokter memiliki pengahuan buruk. Sebanyak 14 orang (9.4%) mahasiswa memiliki pengetahuan baik, 62 orang (41.6%) mahasiswa memiliki pengetahuan sedang dan 73 orang (49%) mahasiswa memiliki pengetahuan buruk. Analisis data dengan menggunakan uji MannWhitney menunjukkan nilai p=0.018. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan mahasiswa dan dokter mengenai dokter layanan primer dengan pendekatan kedokteran keluarga

    Hubungan Antara Derajat Keparahan Akne Vulgaris dengan Konsumsi Produk Susu pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura

    Get PDF
    Akne vulgaris adalah penyakit peradangan menahun folikel pilosebasea dengan gambaran klinis polimorfi yang terdiri atas berbagai kelainan kulit berupa komedo, papul, pustul, nodus, dan jaringan parut. Konsumsi produk susu merupakan salah satu faktor-faktor yang masih kontroversial pada patogenesis penyakit ini. Karena itu, maka diperlukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara derajat keparahan akne vulgaris dengan konsumsi produk susu pada penderita akne vulgaris. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis data cross sectional dengan menggunakan uji chi square dan uji fisher penggabungan data dengan tingkat kemaknaan p<0,05 pada mahasiswa program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura yang menderita akne vulgaris. Subyek penelitian sebanyak 39 orang, 13 laki-laki dan 26 perempuan dianalisis dengan menggunakan foto standar dan penghitungan lesi serta kuesioner penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tidak didapatkan hubungan bermakna antara derajat keparahan akne vulgaris dengan konsumsi produk susu (p=0,290). Hasil ini membuktikan bahwa derajat keparahan akne vulgaris tidak berhubungan dengan konsumsi produk susu pada mahasiswa program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura

    Nilai Fungsi Kapasitas Vital Paksa (KVP) dan Volume Ekspirasi Detik Pertama (VEP1) pada Atlet Cabang Olahraga Aerobik dan Anaerobik

    Get PDF
    Latar belakang. Olahraga teratur telah terbukti bermanfaat bagi tubuh manusia dan paru-paru. Latihan fisik atau olahraga menyebabkan terjadinya peningkatan daya tahan otot pernapasan sehingga fungsi pernapasan akan meningkat. Atlet cenderung memiliki peningkatan kapasitas paru bila dibandingkan dengan individu yang  tidak berolahraga. Metode. Peneltian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekaan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah 30 atlet cabang aerobik dan anaerobik di Gedung Oahraga Pangsuma dan Keboen Sajoek Pontianak. Sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Spirometri digunakan untuk menilai fungsi paru berupa Kapasitas vital paksa (KVP) dan Volme ekspirasi paksa detik pertama (VEP1). Hasil. Nilai KVP dan VEP1 pada cabang olahraga aerobik lebih besar dari cabang olahraga anaerobik. Rata-rata KVP atlet renang, balap sepeda, bola basket dan bola voli yaitu sebesar 6,29 liter, 6,28 liter, 6,01 liter dan 5,62 liter. Rata-rata VEP1 atlet renang, balap sepeda, bola basket dan bola voli yaitu sebesar 5,93 liter, 5,86 liter, 5,78 liter dan 5,44 liter. Kesimpulan. Kapasitas fungsi paru pada atlet cabang olahraga aerobik lebih tinggi dibandingkan cabang olahraga anaerobik. Atlet renang memiliki kapasitas fungsi paru tertinggi dibandingkan dengan atlet balap sepeda, bola basket dan bola voli.

    PENGARUH BEBAN LATIHAN-RENANG TUNGGAL DAN BERULANG SECARA BERLEBIHAN TERHADAP BERAT BADAN DAN AKTIVITAS ENZIM ALANIN AMINOTRANSFERASE (ALT) DALAM PLASMA TIKUS (Rattus norvegicus) JANTAN GALUR WISTAR

    Get PDF
    Latar belakang: Latihan fisik yang berlebihan dapat meningkatkan radikal bebas dalam tubuh akibat peningkatan konsumsi oksigen di otot saat olahraga, yang berdampak pada penurunan konsumsi oksigen di hepar. Hepar memiliki peran penting dalam mempertahankan glukosa, dan mengatur homeostasis lipid, sehingga latihan fisik secara berlebihan dapat berdampak pada pengukuran berat badan. Akumulasi radikal bebas didalam tubuh dapat merusak fungsi sel dan komponen sel hepar, akibatnya terjadi peningkatan permeabilitas sel hepar, sehingga ALT keluar menuju aliran darah yang merupakan indikator kerusakan hepar secara spesifik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh latihan renang-tunggal dan berulang terhadap berat badan dan aktivitas enzim ALT pada plasma tikus jantan galur wistar. Metodologi: Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental rancang acak lengkap (RAL) dengan desain pra-latihan dan pasca-latihan. Sebanyak 16 ekor tikus putih jantan galur wistar dibagi secara acak dalam 2 kelompok perlakuan, yaitu kelompok perlakuan latihan renang tunggal (45 menit), dan kelompok perlakuan latihan renang berulang (45 menit/hari selama 7 hari). Sampel darah diambil saat sebelum dan setelah perlakuan latihan renang. Aktivitas enzim ALT diukur didalam plasma darah. Data dianalisis menggunakan Tes T berpasangan dan Tes T tidak berpasangan. Hasil: Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pada berat badan kelompok pasca-latihan renang tunggal, jika dibandingkan dengan kelompok pra-latihan renang tunggal dan tidak terjadi perbedaan bermakna pada berat badan kelompok latihan-renang berulang, kemudian tidak terjadi perbedaan pada aktivitas enzim ALT kelompok latihan-renang tunggal dan kelompok perlakuan latihan renang berulang. Kesimpulan: Beban latihan-renang dengan durasi 45 menit dapat meningkatkan berat badan tikus jantan galur wistar pada latihan-renang tunggal, namun tidak dapat meningkatkan berat badan tikus jantan galur wistar pada latihan renang berulang, serta tidak dapat meningkatkan aktivitas enzim ALT plasma tikus jantan galur wistar pada kelompok latihan-renang tunggal dan berulang

    PENGARUH KUNJUNGAN KELUARGA TERHADAP SKOR POSITIVE AND NEGATIVE SYMPTOM SCALE (PANSS) PADA PASIEN SKIZOFRENIA YANG DIRAWAT INAP DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SUNGAI BANGKONG

    Get PDF
    Latar Belakang. Skizofrenia adalah salah satu gangguan jiwa berat dan kronis yang memerlukan perawatan dan biaya yang sangat besar. Prevalensi skizofrenia di Kalimantan Barat adalah 0,7 per 1000 penduduk. Pada tahun 2009, ditemukan 706 kasus skizofrenia dari total 8742 kasus di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Sungai Bangkong Pontianak dengan presentase tertinggi pada usia 25-44 tahun. Penanganan skizofrenia yang paling utama adalah obat antispikotik, namun penelitian telah membuktikan bahwa intervensi psikososial dapat mempercepat perbaikan klinis. The Schizophrenia Patient Outcomes Research Team (PORT) merekomendasikan terapi yang komprehensif antara obat dan terapi psikososial untuk pasien skizofrenia. Salah satu terapi psikososial pasien rawat inap yang dianjurkan adalah terapi berbasis keluarga yaitu kunjungan keluarga. Kemajuan terapi pada pasien skizofrenia dapat diukur menggunakan skor PANSS. Tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kunjungan keluarga terhadap skor PANSS pasien skizofrenia yang dirawat inap di Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong. Metodologi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan kelompok pembanding. Rancangan penelitian menggunakan two group pretest and posttest design. Sampel total berjumlah 64 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol yang tidak dikunjungi keluarga dan kelompok perlakuan yang dikunjungi keluarga. Instrumen penelitian menggunakan rekam medik, buku kunjungan keluarga dan lembar penilaian PANSS. Hasil. Hasil Uji T tidak berpasangan terdapat perbedaan bermakna rerata penurunan skor PANSS pasien kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol (p<0,001). Pasien yang mendapat intervensi kunjungan keluarga memiliki nilai rerata penurunan skor PANSS yang lebih besar daripada pasien yang tidak dikunjungi keluarga. Kesimpulan. Kunjungan keluarga berpengaruh terhadap penurunan skor PANSS pasien skizofrenia

    HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN EPILEPSI DI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Epilepsi merupakan gangguan kronik otak yang menunjukkan gejala berupa serangan yang berulang yang terjadi akibat adanya ketidaknormalan kerja sementara sebagian atau seluruh jaringan otak karena cetusan listrik pada neuron yang berlebihan, disebabkan lepasnya muatan listrik abnormal sel-sel otak. Pengobatan  epilepsi  menggunakan Obat Antiepilepsi (OAE), dimana penggunaan obat ini jangka panjang dan tujuan utama pengobatan epilepsi ini untuk mengurangi bangkitan kejang. Untuk mengurangi bangkitan kejang ini maka diperlukan kepatuhan pasien dalam  meminum obat. Keberhasilan pasien epilepsi dalam patuh minum obat dibutuhkan dukungan keluarga yang baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien epilepsi di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan potong lintang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan MMAS. Sampel pada penelitian berjumlah 51 orang yang menjalani rawat jalan. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil: Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien epilepsi (p=0.000). Kesimpulan: Dukungan keluarga yang tidak baik berhubungan dengan ketidakpatuhan minum obat pada pasien epilepsi di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak

    426

    full texts

    445

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇