Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    445 research outputs found

    GAMBARAN KEPRIBADIAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA BERDASARKAN MYERS BRIGGS TYPE INDICATOR (MBTI)

    Get PDF
    Latar Belakang: Seorang mahasiswa kedokteran dituntut pada ilmu pengetahuan dan keterampilannya dalam menjalankan profesinya, juga dari segi kepribadiannya. Tipe kepribadian yang berbeda akan memunculkan respon yang berbeda pula terhadap situasi/ lingkungan akademis maupun sosial selama mahasiswa tersebut menjalani pendidikan kedokterannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui mengetahui gambaran kepribadian pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) angkatan 2014-2015 Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (FK Untan) berdasarkan Myers Briggs Type Indicator (MBTI). Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah mahasiswa PSPD FK Untan angkatan 2014-2016 yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria ekslusi. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner Myers Briggs Type Indicator (MBTI). Hasil: Responden penelitian berjumlah 146 orang dengan tipe kepribadian ESTJ berjumlah 22 orang (15,1%), ESTP berjumlah 19 orang (13%), ESFJ berjumlah 7 orang (4,8%), ESFP berjumlah 8 orang (5,5%), ENTJ berjumlah 4 orang (2,7%), ENTP berjumlah 8 orang (5,5%), ENFJ berjumlah 2 orang (1,4%), ENFP berjumlah 5 orang (3,4%), ISTJ berjumlah 23 orang (15,8%), ISTP berjumlah 11 orang (7,5%), ISFJ berjumlah 5 orang (3,4%), ISFP berjumlah 9 orang (6,2%), INTJ berjumlah 6 orang (4,1%),  INTP berjumlah 8 orang (5,5%), INFJ berjumlah 5 orang (3,4%), dan responden dengan tipe kepribadian INFP didapatkan berjumlah 4 orang (2,8%). Kesimpulan: Mahasiswa PSPD FK Untan sebagian besar memiliki tipe kepribadian ISTJ (15,8%)

    PERBEDAAN SKOR POSITIVE AND NEGATIVE SYNDROME SCALE (PANSS) AWAL DAN AKHIR TERHADAP STATUS KEKAMBUHAN GANGGUAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SUNGAI BANGKONG KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Skizofrenia adalah gangguan jiwa kronik dengan distorsipikiran, persepsi, emosi, berbicara, dan berperilaku. Sekitar 33% penderitaskizofrenia mengalami kekambuhan dan 12,1% kembali dirawat inap. Statuskekambuhan saat awal dan akhir perawatan dapat diukur dengan skor PANSS.Tujuan: Mengetahui perbedaan antara skor PANSS awal dan akhir terhadapstatus kekambuhan gangguan pada pasien skizofrenia yang dirawat inap di RSJDSungai Bangkong Kota Pontianak. Metodologi: Penelitian ini merupakan jenispenelitian analitik komparatif kategorik berpasangan dengan desain penelitiancross sectional. Total sampel yang ikut dalam penelitian ini sebanyak 35 orang.Variabel bebas pada penelitian ini adalah status kekambuhan gangguan padapasien skizofrenia rawat inap di RSJD Sungai Bangkong Kota Pontianaksedangkan variabel terikat pada penelitian ini adalah hasil skor PANSS (Positiveand Negative Syndrome Scale) awal dan akhir. Data akan dianalisis denganmenggunakan uji Spearman dan akan dihitung menggunakan SPSS 23. Hasil:Hasil Uji Spearman menunjukkan tidak ada korelasi antara perbedaan skorPANSS awal dan akhir terhadap status kekambuhan gangguan pada pasienskizofrenia yang dirawat inap di RSJD Sungai Bangkong Kota Pontianak(p<0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara perbedaan skor PANSSawal dan akhir terhadap status kekambuhan gangguan pada pasien skizofreniayang dirawat inap di RSJD Sungai Bangkong Kota Pontianak.Kata Kunci: PANSS, pasien rawat inap, skizofrenia, status kekambuha

    GAMBARAN PEMBERIAN VAKSIN BACILLUS CALMETTE GUERIN (BCG) TERHADAP KEJADIAN INFEKSI TUBERKULOSIS PADA ANAK YANG KONTAK DENGAN PENDERITA TUBERKULOSIS PARU MDR

    Get PDF
    Latar belakang: Walaupun program pengendalian tuberkulosis (TB) telah dianggap berhasil, tetapi kasus TB tetap dianggap masalah di setiap negara, terutama negara dengan beban penyakit TB yang masih tinggi. Peningkatan kasus Multi Drug Resistant TB (MDR TB) merupakan masalah yang muncul dalam pengendalian TB. Tujuan: Mengetahui adanya gambaran pemberian vaksin Bacillus Calmette Guerin (BCG) terhadap kejadian infeksi TB pada anak yang kontak dengan penderita MDR TB paru. Metodologi: Penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan metode pendekatan cross-sectional. Data diperoleh menggunakan lembar hasil pemeriksaan dan tuberculin skin test. Analisis data menggunakan SPSS 25.0 dengan analisis univariat. Pada penelitian ini responden didapatkan 15 anak. Hasil: karakteristik data menunjukkan responden laki-laki berjumlah 9 orang (60%) dan perempuan berjumlah 6 orang (40%),  umur mayoritas responden adalah 6-10 tahun (46,67%). Pemberian vaksin BCG sudah diberikan pada 15 responden (100%). Setelah diuji TST didapatkan 1 responden (6,67%) mengalami infeksi. Kesimpulan: Pemberian vaksin BCG sudah diberikan pada 15 responden (100%) dan yang terinfeksi TB 1 responden (6,67%)

    Gambaran Faktor Risiko Infeksi Tuberkulosis pada Anak yang Tinggal serumah dengan Multi Drug Resistant Tuberkulosis Dewasa di Pontianak

    Get PDF
    Latar belakang. Peningkatan kasus MDR-TB (Multidrug-resistant TB) semakin meningkat dari tahun ke tahun. Menurut World Health Organization secara global pada tahun 2015, diestimasikan rata-rata 580.000 (antara 520.000-640.000) kasus kejadian dari MDR/RR-TB (Multidrug-resistant/Rifampicin-resistant TB) dengan 83% kasus dari MDR-TB dari total keseluruhan. Metodologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Data diambil dari 11 responden melalui pemeriksaan fisik, uji tuberculin, dan perhitungan luas rumah yang ditempati. Data diolah menggunakan Microsoft Excel 2013. Hasil. Didapatkan sebanyak 11 anak yang kontak serumah dengan faktor risiko infeksi yang didapatkan. Dari 11 anak tersebut ditemukan 1 anak terinfeksi TB. Faktor risiko yang digunakan dalam penelitian ini yaitu usia, status gizi, status imunisasi, kepadatan hunian, dan asap rokok. Kesimpulan. Didapatkan  2 orang responden dengan obesitas, 1 orang dengan gizi lebih, dan 8 orang dengan gizi baik. Didapatkan 1 dari 11 responden tidak mendapatkan vaksin BCG. Seluruh indeks kasus tidak memiliki riwayat merokok. Didapatkan 1 dari 7 rumah dengan hunian padat. Didapatkan 1 anak infeksi tanpa faktor risiko infeksi TB. Kata kunci: Faktor Risiko Infeksi TB pada Anak, MDR TB, Kontak Serumah

    PENGARUH BEBAN LATIHAN-RENANG TUNGGAL DAN BERULANG YANG BERLEBIHAN TERHADAP AKTIVITAS SPESIFIK ENZIM LAKTAT DEHIDROGENASE (LDH) PADA JARINGAN OTAK TIKUS (Rattus norvegicus) JANTAN GALUR WISTAR

    Get PDF
    Latar Belakang: Latihan fisik merupakan pergerakan tubuh yang terencana, terstruktur dan dilakukan berulang-ulang, bertujuan untuk meningkatkan atau mempertahankan kebugaran fisik. Tetapi latihan  fisik dengan intesitas yang berlebihan mengakibatkan semakin tinggi tingkat metabolisme tubuh sehingga metabolisme bergeser ke arah anaerobik (glikolisis anaerobik). Pada otak hal ini akan mengganggu oksigenasi dan metabolisme. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban latihan-renang tunggal dan berulang yang berlebihan terhadap aktivitas spesifik enzim laktat dehidrogenase (LDH) pada jaringan otak tikus (Rattus norvegicus) jantan galur wistar. Metodologi: Penelitian ini merupakan eksperimental murni dengan rancangan acak lengkap posttest only design. Dua puluh tujuh tikus jantan galur wistar dibagi menjadi tiga kelompok kelompok kontrol, kelompok beban latihan-renang tunggal (satu hari selama 45 menit) dan kelompok beban latihan-renang berulang(tujuh hari dengan durasi 45 menit per hari). Pada akhir perlakuan, organ otak  diambil untuk dilakukan perhitungan aktivitas spesifik enzim LDH menggunakan kit Randox®. Rerata hasil perhitungan aktivitas spesifik enzim LDH kemudian dianalisis dengan one-way ANOVA. Hasil: Analisis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada rerata aktivitas spesifik enzim LDH antara kelompok perlakuan (p>0,05). Kesimpulan: Beban latihan-renang tunggal dan berulang yang berlebihan tidak mempengaruhi aktivitas spesifik enzim LDH di otak

    GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI UJIAN SKRIPSI PADA MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA

    Get PDF
    Latar belakang: Setiap akhir masa pendidikan, mahasiswa dituntut untuk mengerjakan tugas akhir yang biasa disebut dengan skripsi. Salah satu tahap akhir dari penyusunan skripsi adalah sidang yang menjadi penentu kelulusan mahasiswa meraih sarjana. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan dalam menghadapi ujian skripsi pada mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura yang akan ujian skripsi pada bulan Maret sampai Agustus 2017 pada tahun ajaran 2016/2017 yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner Lie Minnesota Multiphasic Personality Inventory (L-MMPI). Hasil: Hasil yang didapat sebagian besar mahasiswa yang akan melakukan ujian skripsi mengalami kecemasan ringan. Kesimpulan: Mahasiswa Fakultas Pertanian yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 34 orang dan mengalami kecemasan sebesar 76,47%

    Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Kesum(Polygonum minus) sebagai Larvasida Aedes aegypti

    Get PDF
    Latar Belakang. Demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang endemik di Kalimantan Barat. Demam berdarah dengue diakibatkan oleh virus dengue yang dibawa oleh vektor nyamuk spesies Aedes aegypti. Daun kesum (Polygonum minus) merupakan tanaman yang banyak ditemukan di dataran Kalimantan Barat yang biasa digunakan sebagai bahan makanan dan juga obat tradisional. Metodologi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan pendekatan post-test only control group design. Uji aktivitas larvasida menggunakan ekstrak etanol daun kesum dengan konsentrasi 0,75%, 0,5%, 0,25% dan 0,125%. Kontrol positif menggunakan 10 mg Abate®, sedangkan kontrol negatif hanya menggunakan air. Hasil. Ekstrak etanol daun kesum tidak menimbulkan mortalitas terhadap larva Aedes aegypti namun diduga mampu menghambat pertumbuhan dan pergantian kulit larva. Kesimpulan. Ekstrak etanol daun kesum hingga konsentrasi 0,75% tidak memiliki aktivitas larvasida terhadap larva Aedes aegypti. Senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etanol daun kesum adalah alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Konsentrasi yang paling efektif untuk membunuh larva Aedes aegypti tidak dapat ditemukan

    UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL DAUN KARAMUNTING (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans SECARA IN VITRO

    Get PDF
    Latar Belakang: Candida albicans dapat menyebabkan ruam, perleche, vulvovaginitis, kandidiasis kutis bahkan kandidiasis sistemik. Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk) adalah salah satu obat tradisional yang digunakan oleh masyarakat untuk mengobati diare, disentri, perdarahan, antiseptik dan abses serta kudis. Penelitian menunjukkan bahwa fungi endofit daun dan batang karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk) memiliki aktivitas antifungi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antifungi ekstrak etanol 70% daun Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Metodologi: Skrining fitokimia menggunakan metode uji tabung. Uji aktivitas antifungi menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer dengan konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100%. Daun Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Kontrol positif yang digunakan adalah Ketokonazol 15 µg/disk sedangkan kontrol negatif yang digunakan adalah DMSO 10%. Hasil: Metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etanol 70% daun Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk yaitu fenol, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan triterpenoid. Ekstrak etanol 70% daun Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk tidak membentuk zona hambat terhadap pertumbuhan Candida albicans. Kesimpulan: Ekstrak etanol 70% daun Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk tidak memiliki aktivitas antifungi terhadap pertumbuhan Candida albicans

    HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI MAKANAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PRA LANSIA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KAMPUNG BANGKA KECAMATAN PONTIANAK TENGGARA

    Get PDF
    Latar Belakang: Hipertensi sebagai salah satu penyakit yang memiliki angka kematian yang tinggi. Asupan makan merupakan salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi yang dapat diubah.Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi makanan dengan kejadian hipertensi pada pra lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kampung Bangka Kecamatan Pontianak Tenggara. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan teknik non probability sampling (consecutive sampling). Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan melakukan pemeriksaan tekanan darah serta status gizi kepada 53 responden. Data diolah menggunakan uji kendall’s tau-c. Hasil: Ada 2 (dua) konsumsi gizi yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian hipertensi yaitu: lemak (p=0,015) dan natrium (p=0,049).Pola makanan pencegah hipertensi yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian hipertensi diantaranya tomat, pisang, nanas, ikan air tawar, tongkol, ayam tanpa kulit, putih telur, dan kacang tanah. Selain itu, pola makanan pemicu hipertensi yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian hipertensi diantaranya daging sapi, kuning telur, keripik, biskuit, ikan asin, telur asin dan mentega. Kesimpulan:Terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi makanan dengan kejadian hipertensi

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN MANGGA BACANG (Mangifera foetida L.) TERHADAP Escherichia coli SECARA IN VITRO

    Get PDF
    Latar Belakang: Diare merupakan suatu masalah kesehatan pencernaan yang sering melanda anak-anak di Indonesia terutama pada tingginya angka morbiditas dan mortalitas. Penggunaan antibiotik dalam mengobati diare anak yang disebabkan oleh Escherichia coli telah banyak mengalami resistensi. Selain itu, banyaknya penderita diare mendorong para peneliti untuk mencari antibiotik yang baru salah satunya dari daun mangga bacang. Daun mangga bacang mengandung senyawa metabolit sekunder, yaitu alkaloid, fenol, flavonoid, tanin dan saponin yang bersifat bakteriostatik terhadap pertumbuhan Escherichia coli. Tujuan: Untuk mengetahui efek antibakteri ekstrak etil asetat daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) terhadap Escherichia coli. Metode: Penelitian ini menggunakan metode maserasi dalam ekstraksi daun mangga bacang dengan pelarut etil asetat. Penelitian ini menggunakan 7 variabel bebas, yaitu 5 variasi konsentrasi; 50%, 60%, 70%, 80% dan 90% serta 2 kelompok kontrol, yaitu kontrol positif (Kotrimiksazol 25 µg) dan kontrol negatif (tween 80 10%) dengan 4 kali pengulangan. Pengamatan dilakukan selama 24 jam setelah perlakuan. Hasil: Ekstrak etil asetat daun mangga bacang memiliki efek antibakteri terhadap Escherichia coli pada konsentrasi bakteriostatik sebesar 60% yang menghasilkan diameter zona hambat sebesar 16,15 mm. Kesimpulan: Ekstrak etil asetat daun mangga bacang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli

    426

    full texts

    445

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇