Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    445 research outputs found

    Hubungan Tingkat Pengetahuan Asupan Cairan terhadap Status Hidrasi pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Banjar Serasan Kecamatan Pontianak Timur

    Get PDF
    Latar Belakang. Dehidrasi sering terjadi pada lansia karena kadar air dalam tubuhnya menurun akibat penuaan organ-organ tubuh diantaranya peningkatan  jumlah lemak pada lansia, penurunan fungsi ginjal untuk memekatkan urin dan penurunan  respons  haus. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 lansia yang berusia 60 tahun keatas di 5 posyandu lansia kelurahan Banjar Serasan. Penelitian menggunakan kuesioner dan dimulai pada bulan Februari-Juni 2015. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengetahui pengetahuan asupan cairan, grafik warna urin dan dipstick untuk mengukur status hidrasi pada lansia. Hasil. Lansia berpengetahuan baik yang mengalami dehidrasi diukur dengan warna urin dan berat jenis urin sebanyak 20% dan 24% dan lansia pengetahuan sedang didapatkan sebanyak 6% dan 8%, serta lansia yang berpengetahuan kurang sebanyak 18% dan 12%. Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan asupan cairan terhadap status hidrasi pada lansia dengan nilai P >0,005

    PREVALENSI KOINFEKSI HBV (Hepatitis B Virus) PADA PASIEN HIV/AIDS DI KLINIK MELATI RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK

    Get PDF
    Latar belakang. Koinfeksi virus hepatitis B merupakan salah satu koinfeksi yangpaling umum terjadi pada pasien yang terinfeksi virus Human immunodeficiency virus(HIV). Koinfeksi dapat berakibat fatal dengan cara meningkatkan angka morbiditasdan mortalitas terkait penyakit hati. Menteri Kesehatan Republik Indonesiamerekomendasikan untuk melakukan tes HBsAg untuk mengidentifikasi orangdengan HIV dan koinfeksi hepaptitis B. RSUD dr. Soedarso belum ada data yanglengkap mengenai angka koinfeksi hepatitis B pada pasien HIV/AIDS di Klinik MelatiRSUD dr. Soedarso Pontianak Tujuan. Mengetahui prevalensi koinfekasi virushepatitis B terhadap pasien yang menderita HIV. Metodologi. Penelitian inimerupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Data didapatkandengan melakukan pemeriksaan HBsAg dan wawancara yang dilengkapi denganrekam medis terhadap 98 orang pasien HIV/AIDS yang datang ke Klinik Melati RSUDdr. Soedarso Pontianak Hasil. Dari 98 pasien yang diperiksa, sebanyak 9 orang(9,18%) subjek penelitian positif hepatitis B. Subjek penelitian yang mengalamikoinfeksi hepatitis B terdapat pada rentang usia 23-41 tahun, mayoritas berjeniskelamin perempuan, sudah menikah, berprofesi swasta, dengan jalur transmisi darihubungan secara heteroseksual dan memiliki jumlah limfosit CD4 <100 sel/μl.Kesimpulan. Jumlah kasus koinfeksi hepatitis b pada pasien HIV/AIDS di Klinik MelatiRSUD dr. Soedarso Pontianak tahun 2016 adalah 9,18%.Kata kunci: hepatitis B, HIV/AIDS, koinfeksi1) Program Studi Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura Pontianak,Kalimantan Barat.2) Departemen Parasitologi, Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran,Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat.3) Klinik Melati, RSUD dr. Soedarso Pontianak, Kalimantan Bara

    AKTIVITAS ANTHELMINTIK EKSTRAK ETANOL DAUN MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) TERHADAP CACING Ascaridia galli SECARA IN VITRO

    Get PDF
    Latar belakang: Penyakit infeksi merupakan masalah kesehatan terutama bagi negara berkembang. Cacing adalah jenis parasit yang dapat menginfeksi dan merugikan manusia. Infeksi cacing terbanyak disebabkan oleh cacing Ascaris lumbricoides. Tanaman Meniran (Phyllanthus niruri L.) merupakan tanaman liar yang berasal dari Asia yang memiliki senyawa yang berpotensi sebagai anthemintik. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas anthelmintik ekstrak daun meniran (Phyllanthus niruri L.) terhadap cacing Ascaridia galli secara in vitro. Metodologi: Desain penelitian ini adalah true experimental dengan post test only control group design. Penelitian ini menggunakan 25 ekor cacing Ascaridia galli yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol negatif diberikan Nacl 0,9%; kontrol positif diberikan albendazole 5 mg/mL; perlakuan 1 diberikan ekstrak etanol daun meniran 1000 mg/ml, perlakuan 2 diberikan ekstrak etanol daun meniran 50 mg/ml dan perlakuan 3 diberikan ekstrak etanol daun meniran 25 mg/mL. Waktu kematian cacing dihitung dan dilakukan analisis data. Hasil: Ekstrak etanol daun meniran dengan konsentrasi 100 mg/mL, 50 mg/mL, dan 25 mg/mL menyebabkan waktu kematian cacing berturut-turut adalah (mean±SD) 44,2 ± 3,70 jam, 61,4 ± 3,28 jam dan 72,2 ± 4,91 jam. Kontrol negatif menyebabkan waktu kematian cacing selama 83,8 ± 4,76 jam, sedangkan kontrol positif menyebabkan waktu kematian cacing selama 27,2 ± 2,77 jam. Terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) secara statistik pada setiap kelompok uji. Kesimpulan: Ekstrak etanol daun meniran memiliki aktivitas anthelmintik

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rerata Skor Empati pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Tahun 2012

    Get PDF
    Latar Belakang. Empati penting dalam hubungan dokter dengan pasien. Kemampuan berempati dokter dapat meningkatkan kepuasan pasien. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi empati seorang mahasiswa kedokteran. Metodologi. Penelitian ini merupakan penelitian studi analitik kategorik numerik dengan pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan dari 270 mahasiswa dengan Jefferson Scale of Physician Empathy-Student Version (JSPE-S). Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman, uji one way ANOVA, uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney. Hasil. Nilai skor tertinggi adalah 134 dan skor terendah adalah 66. Ratarata skor empati adalah 103,22. Sebanyak 142 mahasiswa (52,6%) memiliki skor di bawah atau sama dengan 104 nilai median. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara skor empati dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) (p=0,557). Tidak terdapat hubungan antara skor empati dengan nilai kelulusan modul (p=0,071). Tidak terdapat hubungan antara skor empati dengan lama studi (p=0,127). Terdapat hubungan antara skor empati dengan jenis kelamin (p=0,009). Kesimpulan. Sebanyak 142 mahasiswa (52,6%) yang memiliki skor empati ≤104 nilai median, kelompok ini memiliki skor empati yang rendah. Hubungan nilai IPK, nilai kelulusan modul Empati dan Bioetik untuk Pengembangan Pribadi dan Profesi Kedokteran dalam konteks Humaniora (EBP3KH) dan lama studi dengan skor empati secara statistik tidak bermakna. Hubungan jenis kelamin dengan skor empati secara statistik bermakn

    PENGARUH BEBAN LATIHAN-RENANG TUNGGAL DAN BERULANG YANG BERLEBIHAN TERHADAP AKTIVITAS SPESIFIK ENZIM LAKTAT DEHIDROGENASE (LDH) JARINGAN JANTUNG TIKUS (Rattus norvegicus) JANTAN GALUR WISTAR

    Get PDF
    Latar Belakang: Latihan fisik merupakan pergerakan tubuh yangterencana, terstruktur dan dilakukan berulang-ulang, bertujuan untukmeningkatkan atau mempertahankan kebugaran fisik. Latihan fisik denganintesitas yang berlebihan mengakibatkan semakin tinggi tingkatmetabolisme tubuh sehingga metabolisme makin bergeser darimetabolisme aerobik menjadi metabolisme anaerobik. Aktivitas enzim laktatdehidrogenase (LDH) memiliki peran selama latihan untuk menghasilkanenergi melalui metabolisme anaerob. Pada otot jantung terdapat enzim LDHyang digunakan selama latihan ketika terjadi penurunan suplai oksigen.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban latihanrenangtunggaldanberulangyangberlebihanaktivitasspesifikenzimLDHpadajaringan jantung tikus (Rattus norvegicus) jantan galur wistar.Metodologi: Penelitian ini merupakan eksperimental murni secara denganrancangan acak lengkap posttest only control group design. Dua puluh tujuhtikus galur wistar dibagi menjadi tiga kelompok: kelompok kontrol, kelompokbeban latihan-renang tunggal (satu hari) dan kelompok beban latihanrenangberulang ( tujuh hari) dengan masing-masing grup renang diberilatihan renang 45 menit per hari. Pada akhir perlakuan, organ jantungdiambil untuk dilakukan perhitungan aktivitas spesifik enzim LDHmenggunakan kit Randox. Rerata hasil perhitungan aktivitas spesifik enzimLDH kemudian dianalisis dengan one-way ANOVA. Hasil: Analisismenunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna rerata aktivitasspesifik enzim LDH jaringan jantung antara kelompok perlakuan (p>0,05).Kesimpulan: Beban latihan-renang tunggal dan berulang yang berlebihantidak menunjukkan perbedaan yang bermakna terhadap aktivitas spesifikenzim LDH jaringan jantung

    Hubungan antara Lingkar Perut dan Memori jangka Pendek pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Tanjungpura

    Get PDF
    Latar Belakang. Prevalensi obesitas sentral semakin meningkat dari tahun ke tahun baik di negara maju maupun negara berkembang. Peningkatan kadar kolesterol pada obesitas sentral dapat mempengaruhi fungsi memori jangka pendek. Tujuan. Penelitian  dilakukan  untuk  mengetahui  hubungan  lingkar perut  dan  memori  jangka pendek pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Tanjungpura. Metodologi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain potong lintang. Subjek penelitian berjumlah 97 orang mahasiswa laki-laki berusia 17-26 tahun yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Subjek penelitian dilakukan pengukuran lingkar perut dan memori jangka pendek.  Hasil. Dua puluh mahasiswa mengalami obesitas sentral (rata-rata =99,09±8,79 cm). Rata-rata usia = 20,07±2,05 tahun, ratarata lingkar perut = 81,34±13,26 cm, rata-rata tes digit span = 11,13±2,33. Analisis statistik KolmogorovSmirnov menunjukkan tidak terdapat hubungan antara lingkar perut dan memori jangka pendek mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Tanjungpura. (p=1,000). Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan antara lingkar perut dan memori jangka pendek mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Tanjungpura

    Hubungan Kadar Glukosa Darah sewaktu dan Gangguan Fungsi Kognitif pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Purnama Pontianak

    Get PDF
    Latar Belakang. Diabetes melitus merupakan penyakit kronik yang dapat menimbulkan komplikasi akut maupun kronik bila tidak dikelola dengan baik. Hiperglikemia yang berkepanjangan berkonstribusi terhadap berkembangnya komplikasi berupa gangguan fungsi kognitif pada pasien diabetes melitus. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Sebanyak 70 sampel penelitian dipilih dengan teknik consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data mengenai  kadar glukosa darah sewaktu didapatkan dari hasil pemeriksaan langsung dengan glucometer. Data mengenai gangguan fungsi kognitif didapat dari pemeriksaan menggunakan kuesioner Montreal Cognitive Assesment dalam bahasa indonesia. Uji statistik dengan uji chi-square.  Hasil. Dari 70 sampel yang dilibatkan pada penelitian, sebanyak 44 orang (62,8%) mengalami gangguan fungsi kognitif. Terdapat perbedaan proporsi bermakna antara kelompok kadar glukosa darah sewaktu normal dan kelompok kadar glukosa darah sewaktu tinggi terhadap gangguan fungsi kognitif (p=0,023). Kesimpulan. Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kadar glukosa darah sewaktu dengan gangguan fungsi kognitif pada pasien diabetes melitus tipe 2

    Hubungan Dukungan Sosial Keluarga dan Tingkat Depresi Narapidana Remaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Pontianak

    Get PDF
    Latar belakang. Depresi termasuk gangguan mood, yaitu kondisi emosional yang ditandai dengan rasa putus asa, tidak berdaya , dan penurunan semangat hidup. Depresi menjadi salah satu masalah kesehatan mental yang dirasakan oleh penghuni lembaga pemasyarakatan. Dukungan sosial keluarga dapat mempengaruhi tingkat depresi. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan potong lintang. Data diambil dari 33 responden melalui pengukuran langsung terhadap tingkat depresi dengan instrumen Children’s Depresio Inventory (CDI). Data diolah dengan uji korelasi Mann-Whitney dan menggunakan SPSS 22.0. Hasil. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan sosial keluarga dengan tingkat depresi narapidana remaja (p = 0,001).  Kesimpulan. Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan sosial keluarga dan tingkat depresi narapidana remaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Pontianak

    PREVALENSI KOINFEKSI HCV (Hepatitis C Virus) PADA PASIEN HIV/AIDS DI KLINIK MELATI RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK

    Get PDF
    Latar belakang: Kemiripan karakteristik HIV (Human ImmunodeficiencyVirus) dan HCV (Hepatitis C Virus) yang merupakan virus RNAmenyebabkan virus tersebut mudah masuk secara bersamaan danmenyebabkan koinfeksi.Pasien positif HIV sering terjadi koinfeksi denganHCV karena berbagai rute transmisi yang sama seperti pemakaian jarumsuntik bersamaan, hubungan seksual, dan transmisi dari ibu ke anak.Tujuan: Untuk mengetahui angka prevalensi koinfeksi HCV pada pasienHIV/AIDS dan karakteristik pasien koinfeksi HIV-HCV di Klinik MelatiRSUD Dr. Soedarso Pontianak. Metode: Penelitian ini merupakanpenelitian analitik observasional menggunakan desain cross sectional.Penelitian dilaksanakan di klinik Melati RSUD Dr. Soedarso Pontianak dan Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas TanjungpuraPontianak. Penilaian koinfeksi HIV-HCV berdasarkan hasil ujipemeriksaan immunokromatografi antiHCV dan penilaian karakteristikberdasarkan rekam medis pasien. Data disajikan dalam bentuk tabel dannarasi Hasil: Dari 98 pasien HIV/AIDS, terdapat 7 pasien (7,1%) koinfeksiHIV-HCV. Sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (85,7%) dan beradapada rentang umur 31-37 (48,8%). Jenis pekerjaan terbanyak adalahswasta (57,1%). Jalur transmisi melalui jarum suntik mendominasi (85,7%)dan jumlah CD4+≥100 sel/ul adalah yang terbanyak (57,1%).Kesimpulan: Angka prevalensi koinfeksi HIV-HCV pada pasien HIV/AIDSdi klinik Melati RSUD dr. Soedarso Pontianak adalah 7,1%. Pasienkoinfeksi HIV-HCV sebagian besar laki-laki dan berada pada rentang umur31-37 tahun, jenis pekerjaan terbanyak adalah swasta, jalur transmisiterbanyak adalah pengguna jarum suntik dan sebagian besar memilikijumlah CD4+ diatas 100 sel/ul. Kata kunci: Koinfeksi, HIV/AIDS, hepatitis

    Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etil Asetat Daun Mangga Bacang (Mangifera foetida L.) terhadap Streptococcus pneumoniae secara In Vitro

    Get PDF
    Latar Belakang. Pneumonia adalah infeksi pada salah satu atau kedua paru, yang mana alveoli terisi oleh cairan atau pus, yang menyebabkan gejala seperti batuk berdahak, demam, menggigil dan sesak napas. Infeksi tersering disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae. Penggunaan tanaman herbal sebagai antibakteri seperti mangga bacang (Mangifera foetida L.) menjadikannya sebagai pilihan terapi alternatif. Metodologi. Daun Mangifera foetida L. diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etil asetat. Skrining fitokimia dilakukan dengan menggunakan uji kualitatif, aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 100%, 90%, 80%, 70%, 60% dan 50%. Kontrol positif menggunakan amoksisilin 5 µg/disk dan kontrol negatif menggunakan Tween80 10%. Hasil. Metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etil asetat daun Mangifera foetida L. adalah fenol, flavonoid, saponin, tanin dan alkaloid. Ekstrak etil asetat daun Mangifera foetida L. memiliki zona hambat maksimum rata-rata 13,01 mm pada konsentrasi 90% dan konsentrasi hambat minimum rata-rata 7,89 mm pada konsentrasi 70% terhadap pertumbuhan S. pneumoniae. Kesimpulan. Ekstrak etil asetat daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus pneumoniae

    426

    full texts

    445

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇