Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    445 research outputs found

    Hubungan antara Posisi Kerja terhadap Low Back Pain pada Pekerja Karet Bagian Produksi di PT. X Pontianak

    Get PDF
    Latar belakang.  Low back pain (LBP) merupakan suatu gejala nyeri pada punggung bawah berupa nyeri lokal, nyeri radikuler, maupun keduanya yang terasa diantara sudut iga terbawah hingga lipat bokong bawah. LBP merupakan penyebab utama pembatasan aktivitas dan absennya pekerjaan di sebagian besar dunia. Posisi kerja yang tidak ergonomi dapat mengakibatkan LBP pada sebagian besar pekerja. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan potong lintang. Data diambil dari 36 responden melalui pemeriksaan fisik untuk mendiagnosis LBP dan menilai posisi kerja dari pekerja dengan metode Ovako Working Posture Analysis System (OWAS). Data diolah dengan uji Chi square dan menggunakan SPSS 20.0. Hasil. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara posisi kerja terhadap LBP pada pekerja karet bagian produksi (p= 0,000). Kesimpulan. Terdapat hubungan antara posisi kerja terhadap LBP pada pekerja karet bagian produksi di PT. X Pontianak

    Pengaruh Pajanan Akut Formaldehid per Oral terhadap Gambaran Histologis Korteks Ginjal Tikus Putih Jantan Galur Wistar

    Get PDF
    Latar Belakang. Penyalahgunaan formaldehid di Indonesia sebagai bahan pengawet makanan sering ditemukan dalam tahu, mie, dan bahan makanan lain. Penggunaan senyawa ini bersama dengan makanan memiliki efek berbahaya terhadap kesehatan manusia maupun hewan. Pajanan formaldehid per oral yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan berbagai organ, termasuk ginjal. Metodologi. Penelitian eksperimental ini dilakukan dengan menggunakan 25 tikus yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol (K); perlakuan 1 (P1); perlakuan 2 (P2); perlakuan 3 (P3); dan perlakuan 4 (P4) yang diberikan akuades 1,5 ml, formaldehid dosis 25, 50, 100, dan 200mg/kgBB selama 14 hari. Setelah perlakuan, hewan coba dimatikan dan dibuat preparat histologi ginjal dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Pengamatan dilakukan dengan mikroskop cahaya pada perbesaran 400x. Perubahan histologis korpuskulum dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis sedangkan kerusakan tubulus proksimal ginjal dianalisis dengan One-Way ANOVA. Hasil. Analisis menunjukkan adanya perubahan histologis korpuskulum (p=0,02) dan kerusakan tubulus proksimal ginjal (p=0,00) terhadap kelompok kontrol. Formaldehid menyebabkan perubahan histologis korpuskulum berupa atrofi dan hiperselularitas glomerulus sedangkan tubulus proksimal mengalami kerusakan berupa hilangnya brush border, degenerasi vakuolar, cast intratubulus dan nekrosis. Kesimpulan. Pajanan akut formaldehid per oral menyebabkan perubahan histologis korpuskulum dan kerusakan tubulus proksimal ginjal

    Gambaran Pengetahuan mengenai Jaminan Kesehatan Nasional pada Peserta Badan Pentelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Puskesmas Sukadana Tahun 2016

    Get PDF
         Latar Belakang. Pemerintah Indonesia pada bidang kesehatan telah menyelenggarakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Kunjungan rawat jalan di Puskesmas Sukadana mengalami penurunan jumlah kunjungan sebesar 74,3% yaitu 16.110 kunjungan pada tahun 2013 menjadi 4.149 kunjungan pada tahun 2014. Pengetahuan masyarakat yang kurang baik mengenai JKN menyebabkan rendahnya pemanfaatan pelayanan kesehatan puskesmas. Metodologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional melalui pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan terhadap 99 responden yang merupakan peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas Sukadana. Sampel diambil sesuai dengan teknik consecutive sampling. Hasil. Responden memiliki tingkat pengetahuan kategori "cukup" sebanyak 48 orang (48,5%); kategori "kurang baik" sebanyak 36 orang (36,4%); kategori "baik" sebanyak 15 orang (15,2%). Karakteristik responden sebagian besar adalah perempuan (54,5%), usia 26-35 tahun (40,4%), tidak bekerja (34,3%),  pendidikan terakhir SMA (33,3%) dan pelayanan kesehatan yang digunakan adalah rawat jalan (71,7%). Kesimpulan. Peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas Sukadana sebagian besar memiliki pengetahuan yang cukup mengenai Jaminan Kesehatan Nasional

    Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kulit Jeruk Pontianak (Citrus nobilis Lour. var. microcarpa) terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis

    Get PDF
    Latar Belakang. Infeksi merupakan invasi dan multiplikasi mikroorganisme atau parasit dalam jaringan tubuh yang bersifat asimptomatik ataupun simptomatik baik terlokalisasi atau sistemik. Staphylococcus epidermidis merupakan flora normal kulit, tapi bila terjadi perubahan pada kondisi kulit maka bakteri tersebut dapat menjadi invasif. Penelitian menunjukan jeruk Pontianak (Citrus nobilis Lour. var. microcarpa) merupakan tanaman yang mengandung metabolik sekunder bersifat antibakteri. Metode. Skrining fitokimia dilakukan dengan metode uji kualitatif. Penelitian ini menggunakan 6 konsentrasi yaitu 5%, 15%, 25%, 50%, 75% dan 100% dengan kontrol positif berupa vankomisin 30 µg/disk dan kontrol negatif berupa PEG 400 20 µl. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Analsis statitik menggunakan uji Kruskall Wallis dan dilajutkan dengan uji Mann Whitney Hasil. Metabolit sekunder yang terkandung dalam minyak atrsiri kulit jeruk Pontianak (Citrus nobilis Lour. var. microcarpa) adalah steroid/triterpenoid dan saponin. Hasil uji aktivitas anti bakteri minyak atrsiri kulit jeruk Pontianak pada konsentrasi 5%, 15%, 25%, 50%, 75% dan 100% yaitu 9 mm, 9.75 mm, 10.75 mm, 12 mm, 15 mm, dan 15.75mm. Uji statistik menunjukan bahwa konsentrasi 75% dan 100% tidak berbeda nyata jika dibandingkan dengan kontrol positif. Hal ini mengindikasikan bahwa konsentrasi 75% efektif menhambat pertumbuhan Staphylococcus epidermidis. Kesimpulan. Minyak atsiri kulit jeruk Pontianak (Citrus nobilis Lour. var. microcarpa) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis.

    Hubungan Penggunaan Tas Ransel terhadap Kejadian Nyeri Punggung Bawah pada Siswa Kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Pontianak

    Get PDF
    Latar Belakang. Cara penggunaan tas ransel yang salah atau penggunaan tas ransel yang terlalu berat merupakan salah satu faktor risiko untuk menyebabkan nyeri punggung yang mengakibatkan kualitas kesehatan menurun dan dampak yang tidak baik pada pertumbuhan anak. Metodologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan potong lintang dengan jumlah responden sebanyak 190 siswa. Data diolah menggunakan uji Chi Square dan uji Fisher. Hasil. Siswa yang mengalami nyeri punggung sebanyak 141 orang (74,2%). Perempuan (56,0%) lebih banyak mengalami nyeri punggung dibandingkan laki-laki (44,0%). Tidak ada hubungan penggunaan tas ransel (p = 1,000), cara membawa tas (p = 0,274), dan persentase berat tas berbanding berat badan siswa (p = 0,105) terhadap kejadian nyeri punggung. Ada hubungan jenis kelamin ( p = 0,005) dan lama penggunaan tas lebih dari 30 menit setiap hari (p = 0,018) terhadap kejadian nyeri punggung. Kesimpulan. Nyeri punggung pada siswa berhubungan dengan jenis kelamin dan penggunaan tas lebih dari 30 menit setiap hari

    HUBUNGAN ANTARA USIA DAN HERNIA INGUINALIS DI RSU DOKTER SOEDARSO PONTIANAK TAHUN 2010

    Get PDF
    Latar Belakang: Hernia inguinalis merupakan salah satu penyakit yang banyak ditemukan dan sekitar 75% hernia yang ada didunia merupakan hernia inguinalis. Hernia merupakan salah satu kasus di bagian bedah yang pada umumnya sering menimbulkan masalah kesehatan dan lebih banyak terjadi pada usia lanjut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mencari hubungan antara usia dengan kejadian hernia inguinalis di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedarso Pontianak. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan di ruang rekam medik Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedarso Pontianak selama bulan Mei 2013. Data dikumpulkan dari 200 sampel menggunakan rekam medik, dimana 114 sampel yang mengalami hernia inguinalis dan 86 sampel yang mengalami hernia jenis lain. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square.  Hasil: Sebanyak 43,8% subjek penelitian  mengalami hernia inguinalis pada usia 41-65 tahun,  23,7% subjek penelitian mengalami hernia inguinalis pada usia lebih dari 65 tahun, 11,4% subjek penelitian mengalami hernia inguinalis pada usia 0-5 tahun, 8,8% subjek penelitian mengalami hernia inguinalis pada usia 21-40 tahun, 7,0% subjek penelitian mengalami hernia inguinalis pada usia 6-10 tahun, dan 5,3% subjek penelitian mengalami hernia inguinalis pada usia 11-20 tahun. Terdapat hubungan bermakna antara usia dan hernia inguinalis (p =0,004). Terdapat 93% subjek penelitian yang berjenis kelamin laki-laki dan 7% berjenis kelamin perempuan. Terdapat 114 subjek penelitian yang mengalami hernia inguinalis dan 86 subjek mengalami jenis hernia lain. Kesimpulan: Terdapat Hubungan antara usia dengan kejadian hernia inguinalis di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedarso Pontianak tahun 2010. Usia lanjut mempunyai resiko lebih besar untuk mengalami hernia inguinalis.Kata kunci: usia, hernia inguinalis

    AKTIVITAS INFUSA BIJI BUAH PINANG (Areca catechu L.) SEBAGAI LARVASIDA Aedes aegypti

    Get PDF
    Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksiyang disebabkan virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegyptibetina. Biji buah pinang (Areca catechu L.) memiliki kandungan metabolitsekunder berupa alkaloid yang diketahui memiliki aktivitas larvasida.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas infusa biji buahpinang sebagai larvasida Aedes aegypti. Metodologi: Penelitian inimerupakan eksperimental murni dengan desain posttest only control group.Terdapat 7 kelompok uji yaitu kelompok kontrol positif adalah temefos,kontrol negatif adalah akuades dan kelompok perlakuan berupa konsentrasiinfusa biji buah pinang 6,25%, 12,5%, 25%, 50% dan 100%. Masing-masingkelompok berisi 25 larva Aedes aegypti instar III/IV dalam 100 ml akuadesdan direplikasi 4 kali. Hasil: Persentase mortalitas larva Aedes aegyptipada konsentrasi 6,25% adalah 0%, 12,5% adalah 12%, 25% adalah 45%,50% adalah 92% dan 100% sebesar 100%. Infusa biji buah pinang padakonsentrasi 100% memiliki aktivitas larvasida terhadap Aedes aegypti yangserupa dengan temefos. Kesimpulan: Infusa biji buah pinang mempunyaiaktivitas sebagai larvasida Aedes aegypti. Kata kunci: Infusa biji buah pinang, larvasida, Aedes aegypt

    Gambaran Kardiomiopati Peripartum di Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak Tahun 2008-2012

    Get PDF
    Latar Belakang. Kardiomiopati peripartum merupakan salah satu kasus yang sangat jarang ditemui namun penyakit ini cukup berbahaya sehingga kita perlu mengetahui gambaran kardiomiopati peripartum terutama di Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian mengenai gambaran kardiomiopati peripartum di Rumah Sakit Santo Antonius tahun 2008-2012 belum pernah dilakukan. Metode. Penelitian deskriptif dengan pendekatan observational. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medis yang berasal dari unit rekam medis rumah sakit santo Antonius. Hasil. Jumlah kelahiran hidup dari tahun 2008-2012 berjumlah 5348 orang. Jumlah penderita kardiomiopati peripartum yang dirawat di rumah sakit santo Antonius dari 20082012 sejumlah 40 orang dengan distribusi frekuensi umur 20-29 tahun sebanyak 3 orang dan 30-39 tahun sebanyak 37 orang. Kesimpulan. Gejala dan tanda awal kardiomiopati peripartum mirip seperti yang ditemukan pada keadaan kehamilan normal. Hal ini sering membuat penegakkan diagnosis kardiomiopati peripartum sering kali terlambat. Ekokardiografi sangat penting dalam mendiagnosis kardiomiopati peripartum

    Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak(Eleutherine americana (Aubl.) Merr. Ex K. Heyne.) terhadap Trichophyton mentagrophytes secara In Vitro

    Get PDF
    Latar Belakang. Dermatofitosis adalah suatu infeksi pada jaringan berkeratin yang disebabkan  karena  adanya  kolonisasi  dari  jamur  jenis  dermatofita. Diperkirakan 20-25% dari populasi dunia telah terinfeksi oleh jamur dermatofita. Salah satu spesies dermatofita yang paling banyak menginfeksi yaitu Trichophyton mentagrophytes. Tanaman bawang dayak (Eleutherine americana (Aubl.) Merr. Ex K. Heyne) merupakan tanaman yang biasa digunakan masyarakat untuk mengobati penyakit kulit. Metode. Penelitian ini merupakan eksperimental murni secara in vitro dengan rancangan acak lengkap posttest only control group design. Aktivitas antijamur ekstrak diuji dengan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Kontrol positif yang digunakan adalah itrakonazol 8 µg dan kontrol negatif yang digunakan adalah Tween 80 10%. Hasil. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak  etanol umbi bawang dayak memiliki aktivitas antijamur pada konsentrasi 600;  300;  150  mg/mL,  KHM  pada 150  mg/mL dengan zona hambat 9,15 mm, hasil skrining fitokimia didapatkan fenol, flavonoid, tanin, saponin, dan kuinon. Kesimpulan. Ekstrak etanol umbi bawang dayak memiliki aktivitas antijamur terhadap Trichophyton mentagrophyte

    Pengaruh Peregangan terhadap Keluhan Nyeri Punggung Bawah pada Pekerja Bagian Produksi di PT. SDJ Pontianak

    Get PDF
    Latar Belakang. Nyeri punggung bawah adalah gangguan muskuloskeletal yang ada pada daerah punggung bawah yang disebabkan oleh berbagai penyakit dan aktivitas tubuh yang kurang baik. Pekerja bagian produksi yang masih menggunakan tenaga manual merupakan salah satu yang berisiko nyeri punggung bawah. Pemberian gerakan peregangan dapat mengurangi keluhan ini. Metode. Penelitian ini menggunakan metode Quasy eksperiment dengan rancangan One Group Pre-Test and Post-Test. Sampel penelitian ini berjumlah 36 responden. Data diperoleh dari pemeriksaan langsung. Analisis statistik yang digunakan adalah Wilcoxon test. Hasil. Hasil analisis statistik menggunakan Wilcoxon test menunjukkan terdapat pengaruh pemberian peregangan terhadap keluhan nyeri punggung bawah ( p < 0,05). Kesimpulan. Terdapat pengaruh pemberian peregangan terhadap keluhan nyeri punggung bawah

    426

    full texts

    445

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇