Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    445 research outputs found

    Pengaruh Berbagai Jenis Tanah dan Lumpur Laut terhadap Pertumbuhan dan Hasil Lidah Buaya sebagai Tanaman Fitomarmaka

    Get PDF
    Latar Belakang. Lidah buaya (Aloe vera) merupakan tanaman sukulen atau tanaman yang banyak mengandung air yang secara tradisional digunakan untuk penyubur rambut, penyembuh luka dan perawatan kulit.  Namun belakangan ini menjadi semakin populer karena manfaatnya yang semakin luas diketahui yakni sebagai sumber penghasil bahan baku untuk aneka produk seperti industri makanan, farmasi, dan kosmetik. Metode. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor jenis tanah (T) dan faktor dosis lumpur laut (L) Hasil. Berdasarkan hasil analisis keragaman pada semua variabel pengamatan, pengaruh lumpur laut terhadap pertumbuhan tanaman lidah buaya pada tanah gambut, alluvial dan PMK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, lebar pelepah, berat pelepah, volume akar dan panjang akar, namun tidak berbesa nyata terhadap jumlah pelepah. Kesimpulan. Penggunaan jenis tanah gambut dan pemberian lumpur laut dalam media tanam mampu meningkatkan tinggi tanaman, berat pelepah dan panjang akar, sedangkan pemberian lumpur 10% mampu meningkatkan lebar pelepah, dan jumlah pelepa

    Uji Efek Antiinflamasi Kombinasi Astaxanthin dan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana Linn) pada Tikus Putih Galur Wistar

    Get PDF
         Latar Belakang. Inflamasi merupakan suatu respon terhadap cedera atau perusakan jaringan yang bertujuan untuk menghilangkan penyebab awal jejas sel serta membuang sel dan jaringan nekrotik. Respon inflamasi yang berlebihan dapat menimbulkan suatu penyakit. Astaxanthin dan ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana Linn.) masing-masing berpotensi sebagai antiinflamasi. Kombinasi keduanya diharapkan memiliki efek sinergis antiinflamasi. Metode. Penelitian ini bersifat eksperimental murni menggunakan 30 ekor tikus putih galur Wistar sebagai hewan uji yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok 1 diberikan kombinasi astaxanthin 0,108 mg/hari dan ekstrak kulit manggis 800 mg/kgBB/hari; kelompok 2 diberikan kombinasi astaxanthin 0,216 mg/hari dan ekstrak kulit manggis 800 mg/kgBB/hari; kelompok 3 diberikan kombinasi astaxanthin 0,432 mg/hari dan ekstrak kulit manggis 800 mg/kgBB/hari; kelompok kontrol positif diberikan celecoxib 18 mg/kgBB/hari; dan kelompok kontrol negatif diberikan CMC 1 mL. Uji statistik menggunakan SPSS versi 23.0. Hasil. Terjadi penurunan hitung jenis neutrofil yang signifikan (LSD p<0,05) pada jam ke-12 kelompok dosis 1, 2, dan 3 jika dibandingkan kelompok kontrol negatif. Kesimpulan. Kombinasi astaxanthin dan ekstrak kulit manggis memiliki efek antiinflamasi yang ditandai dengan penurunan hitung jenis neutrofil. Dosis efektif dijumpai pada kelompok 1

    Perbedaan Kejadian Insomnia pada mahasiswa Tingkat Pertama dan Akhir Program Studi Pendidikan Dokter FK UNTAN

    Get PDF
    Latar Belakang.  Insomnia merupakan gangguan tidur yang sering ditemukan dan kelompok mahasiswa adalah kelompok yang rentan mengalami insomnia. Mahasiswa Kedokteran khususnya memiliki beban belajar dan tuntutan akademik yang tinggi dan angka insomnia yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa lain. Metode. Studi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengukuran tingkat insomnia menggunakan kuesioner Insomnia Severity Index (ISI) versi Indonesia. Data dianalisis menggunakan Mann Whitney U Test. Pemilihan sampel menggunakan cara non-probabilistik dan teknik total sampling dengan jumlah sampel 112 orang. Hasil. Tingkat insomnia pada mahasiswa tingkat pertama adalah 22 orang masuk dalam kategori tidak signifikan secara klinis (39,29%), 28 orang insomnia ringan (50%), 6 orang insomnia sedang (10,71%) dan tidak ada yang mengalami insomnia berat. Tingkat insomnia untuk mahasiswa tingkat akhir adalah 30 orang termasuk kategori tidak signifikan secara klinis (53,57%), 23 orang insomnia ringan (41,07), 1 orang insomnia sedang (1,79%) dan 2 orang mengalami insomnia berat (3,57%). Kesimpulan.  Tidak terdapat perbedaan bermakna (p > 0,05) kejadian insomnia pada mahasiswa tingkat pertama dan akhir Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura

    HUBUNGAN LAMA MENDERITA DIABETES MELITUS DAN HbA1c TERHADAP STADIUM RETINOPATI DIABETIKA DI KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Pendahuluan : Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yangdiakibatkan oleh gangguan metabolisme. Saat ini jumlah penderitadiabetes di dunia dan Indonesia terus mengalami peningkatan. Penyakitini merupakan salah satu penyakit kronis yang akan diderita seumurhidup. Penyakit ini mengakibatkan hiperglikemia. Kondisi hiperglikemiadalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan timbulnya komplikasidiabetes. Salah satu komplikasi yang dapat timbul adalah retinopatidiabetika yang dapat menyebabkan kebutaan. Metode : Penelitiandilakukan di Optik 88 dan RSUD Sultan Syarif Mohamad AlkadriePontianak. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Jumlah sampelyang digunakan pada penelitian sebanyak 19 pasien retinopati diabetika.Data sampel diambil dari rekam medis pada periode dari Desember 2014– November 2016 dengan consecutive sampling. Data dianalisis denganuji univariat dan bivariat dengan uji korelasi spearman. Hasil : Pasienretinopati diabetika lebih banyak terjadi pada perempuan (79%),berdasarkan usia terjadi paling banyak pada rentang usia 51-60 (48%),.Dari sampel paling banyak menderita DM 5-10 tahun (53%), nilai HbA1cpaling banyak >7% (95%), dan stadium RD paling banyak pada NPDR(53%). Dari uji bivariat hubungan lama menderita diabetes melitusterhadap stadium retinopati diabetika menunjukkan korelasi yang tidaksignifikan (p: 0,631),(r 0,118), dan hubungan antara lama menderitadiabetes melitus dengan HbA1c menunjukkan nilai korelasi yang tidaksignifikan (p:0,305),(r-0,248) Kesimpulan : Terdapat hubungan yang tidaksignifikan antara lama menderita diabetes melitus dan nilai HbA1cterhadap stadium retinopati diabetika di Kota Pontianak Kata kunci: lama diabetes melitus, HbA1c, stadium retinopati diabetik

    DETERMINAN TERJADINYA KEPUTIHAN PATOLOGIS PADA REMAJA PUTRI DI PESANTREN DARUSSHOLAH DUA KECAMATAN PONTIANAK UTARA

    Get PDF
    Latar Belakang: Keputihan atau Fluor albus merupakan suatu gejala gangguanalat kelamin yang dialami oleh wanita, berupa keluarnya cairan putih kekuninganatau putih kelabu dari vagina. Keputihan bisa bersifat fisiologis (dalam keadaannormal) namun bisa juga bersifat patologis (karena penyakit). Tujuan:Mengetahui determinan terjadinya keputihan patologis pada remaja putri diPesantren Darussholah Dua Kecamatan Pontianak Utara. Metodologi: Penelitiananalitik observasional dengan pendekatan rancangan penelitian jenis crosssectional.Jumlah sampel sebanyak 110 orang. Variabel bebas penelitian iniadalah pengetahuan, sikap dan perilaku vulva hygiene sedangkan variabelterikatnya adalah kejadian keputihan patologis pada remaja putri di PesantrenDarussholah Dua Kecamatan Pontianak Utara. Hasil: Sebanyak 51,8% subjekpenelitian memiliki pengetahuan yang buruk terhadap vulva hygiene dankeputihan. Sebanyak 52,7% subjek penelitian memiliki sikap buruk dalammenjaga vulva hygiene. Sebanyak 50,9% subjek penelitian memiliki perilaku yangburuk dalam menjaga vulva hygiene. Berdasarkan uji statistik yang telahdilakukan terdapat hubungan yang bermakna pada ketiga variabel dengan nilaip<0,05. Serta hasil statistika multivariat didapatkan bahwa perilaku memiliki OddRatio (OR) paling tinggi. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan,sikap dan perilaku vulva hygiene terhadap kejadian keputihan patologis sertafaktor determinan terjadinya keputihan patologis pada remaja putri di PesantrenDarussholah Dua Kecamatan Pontianak Utara yaitu perilaku dalam menjaga vulvahygiene.Kata Kunci: Keputihan patologis, remaja putri, pengetahua, sikap, perilak

    HUBUNGAN ANTARA USIA DAN HERNIA INGUINALIS DI RSU DOKTER SOEDARSO PONTIANAK TAHUN 2010

    Get PDF
    Latar Belakang: Hernia inguinalis merupakan salah satu penyakit yang banyak ditemukan dan sekitar 75% hernia yang ada didunia merupakan hernia inguinalis. Hernia merupakan salah satu kasus di bagian bedah yang pada umumnya sering menimbulkan masalah kesehatan dan lebih banyak terjadi pada usia lanjut.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan mencari hubungan antara usia dengan kejadian hernia inguinalis di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedarso Pontianak.  Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan di ruang rekam medik Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedarso Pontianak selama bulan Mei 2013. Data dikumpulkan dari 200 sampel menggunakan rekam medik, dimana 114 sampel yang mengalami hernia inguinalis dan 86 sampel yang mengalami hernia jenis lain. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square.  Hasil: Sebanyak 43,8% subjek penelitian  mengalami hernia inguinalis pada usia 41-65 tahun,  23,7% subjek penelitian mengalami hernia inguinalis pada usia lebih dari 65 tahun, 11,4% subjek penelitian mengalami hernia inguinalis pada usia 0-5 tahun, 8,8% subjek penelitian mengalami hernia inguinalis pada usia 21-40 tahun, 7,0% subjek penelitian mengalami hernia inguinalis pada usia 6-10 tahun, dan 5,3% subjek penelitian mengalami hernia inguinalis pada usia 11-20 tahun. Terdapat hubungan bermakna antara usia dan hernia inguinalis (p = 0,004). Terdapat 93% subjek penelitian yang berjenis kelamin laki-laki dan 7% berjenis kelamin perempuan. Terdapat 114 subjek penelitian yang mengalami hernia inguinalis dan 86 subjek mengalami jenis hernia lain.  Kesimpulan: Terdapat Hubungan antara usia dengan kejadian hernia inguinalis di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedarso Pontianak tahun 2010. Usia lanjut mempunyai resiko lebih besar untuk mengalami hernia inguinalis

    HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT HIPERTENSI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL DI RUMAH SAKIT PONTIANAK

    Get PDF
    Latar belakang: Kecemasan merupakan suatu perasaan kekhawatirandan ketakutan yang dalam dan berkelanjutan tanpa mempengaruhikepribadian ataupun perilaku seorang individu. Kecemasan menjadi salahsatu faktor pencetus terjadinya hipertensi pada seorang individu termasukpada ibu hamil. Ibu hamil dengan riwayat hipertensi dapat meningkatkanresiko gangguan bahkan kematian pada janin. Hal tersebut akanmemunculkan gejala kecemasan pada ibu hamil. Tujuan: Penelitian inibertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat hipertensi terhadaptingkat kecemasan pada ibu hamil di Rumah Sakit Pontianak. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan potonglintang. Data diambil dari 46 responden melalui pengukuran langsungterhadap tingkat kecemasan dengan instrumen Hamilton Rating Scale ForAnxiety (HRS-A). Data diolah dengan uji korelasi Spearman danmenggunakan SPSS 22.0. Hasil: Uji statistik menunjukkan tidak terdapathubungan yang bermakna antara riwayat hipertensi dengan tingkatkecemasan ibu hamil (p = 0,348), (r = -0,142). Nilai koefisien korelasimenunjukkan korelasi yang negatif dengan kekuatan korelasi yang sangatlemah dan tidak bermakna secara klinis. Kesimpulan: Tidak terdapathubungan yang bermakna antara riwayat hipertensi dengan tingkatkecemasan pada ibu hamil di Rumah Sakit Pontianak. Kata kunci: Riwayat Hipertensi, Tingkat Kecemasan, Ibu Hami

    Determinan Rendahnya Kunjungan Antenatal Care (ANC) di Desa Simpang Empat Kecamatan Tangaran Kabupaten Sambas

    Get PDF
    Latar belakang. Antenatal Care (ANC) merupakan salah satu faktor penunjang untuk menurunkan angka kematian ibu. Antenatal Care yang baik dan sedini mungkin akan mencegah kematian ibu dan bayi serta dapat meningkatkan kualitas ibu hamil. Persentase cakupan ANC di Indonesia yaitu sebesar 90,18% dan cakupan ANC di Kalimantan Barat yaitu 86,20%. Kabupaten Sambas cakupan ANC pada tahun 2014 adalah 91,10%, sedikit lebih menurun dari tahun 2013 sebesar 96%. Cakupan terendah berada di wilayah Simpang Empat yaitu sebesar 71,5%. Metodologi. Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai dengan April 2016. Subjek penelitian adalah ibu hamil sebanyak 60 responden yang memenuhi kriteria sampel. Analisis data dengan teknik chi square. Hasil. Sebanyak 80% responden dengan kelompok umur tidak beresiko, 76,7% responden dengan pendidikan rendah, 75% sudah memiliki anak, 75% responden memiliki pengetahuan kurang, 78,3% responden jumlah penghasilan dibawah UMR, 80% responden menggunakan motor. Tidak terdapat hubungan bermakna antara umur (p=0,422), tingkat pendidikan (p=0,145), paritas (p=0,856), penghasilan (p=0,097) akses (p=0,170) dengan jumlah kunjungan ANC. Terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan jumlah kunjungan ANC (p=0,002). Kesimpulan. Determinan rendahnya tingkat kunjungan ANC dipengaruhi oleh faktor pengetahuan

    Determinan Unmet Need KB pada Wanita Pasangan Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Gang Sehat Kota Pontianak

    Get PDF
    Latar belakang. Unmet need KB adalah jumlah pasangan usia subur (PUS) yang ingin menunda kehamilan atau tidak menginginkan tambahan anak tetapi tidak menggunakan metode kontrasepsi KB. Kecamatan Pontianak Selatan memiliki angkat unmet need KB yang tinggi yaitu 17,53 % dan Kelurahan Benua Melayu Laut merupakan kelurahan dengan jumlah PUS terbanyak di Kecamatan Pontianak Selatan yaitu 1.433 pasangan.  Metodologi. Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai Oktober 2016. Subjek penelitian adalah semua wanita pasangan usia subur yang terdata di Kelurahan Benua Melayu Laut yang memenuhi kriteria sampel. Total sampel sebanyak 94 responden. Analisis data dengan teknik chi square. Hasil.  sebanyak 72,3 % responden yang unmet need KB, 62,8 % pengetahuan istri baik, 44,7 % dukungan suami baik, 47,9 % sikap baik, 83 % dukungan petugas baik, 88,3 % akses pelayanan KB tersedia. Terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,025), dukungan suami (p=0,012), sikap (p=0,000) dengan unmet need KB. Tidak terdapat hubungan antara dukungan petugas kesehatan (p=0,334), akses terhadap pelayanan KB (p=0,492) dengan unmet need KB. Kesimpulan. Determinan unmet need KB terhadap PUS dipengaruhi oleh sikap responden terhadap alat kontrasepsi

    Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Asetat Pelepah Pisang Ambon (Musa paradisiaca) terhadap Staphylococcus aureus

    Get PDF
    Latar belakang. Staphylococcus aureus adalah salah satu bakteri gram positif berbentuk kokus dan merupakan bakteri patogen bagi manusia. Staphylococcus aureus termasuk bakteri yang banyak resisten terhadap antibiotik. Penelitian zat yang berkhasiat sebagai antibakteri perlu dilakukan untuk menemukan senyawa antibakteri baru yang berpotensi untuk menghambat atau membunuh bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Pisang ambon (Musa paradisiaca) memiliki kandungan senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri. Metode. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Skrining fitokimia dilakukan dengan metode tabung. Uji aktivitas antibakteri dengan metode Disc Diffusion Kirby Bauer terhadap Staphylococcus aureus. Konsentrasi ekstrak pelepah pisang ambon yang digunakan terdiri dari konsentrasi 7,5%; 15%; 30%; 60%. Kontrol yang digunakan adalah levofloxacin (kontrol positif) dan Tween 20 10% (kontrol negatif). Hasil. Skrining fitokimia menunjukkan ekstrak pelepah pisang ambon mengandung alkaloid, fenol, flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Pengaruh pemberian ekstrak etil asetat pelepah pisang ambon terhadap Staphylococcus aureus ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada semua konsentrasi secara berurutan dengan rerata diameter sebesar 8,74 mm; 11,57 mm; 9,83 mm; 9,58 mm. Kesimpulan. Ekstrak etil asetat pelepah pisang ambon memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan konsentrasi efektif adalah 15%

    426

    full texts

    445

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇