Jurnal Pena Sains
Not a member yet
    175 research outputs found

    PENGARUH PEMBELAJARAN AKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK PLANTAE

    Get PDF
    Pembelajaran aktif merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang lebih memungkinkan terjadinya interaksi antara guru dan siswa terbina secara optimal.  Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan hasil belajar siswa, mengetahui kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, dan mengetahui respon siswa pada pembelajaran aktif strategi Role reversal question dan Peer lesson.  Penelitian ini menggunakan rancangan the static group pretest-posttest design dengan sasaran penelitian kelas X2 dengan jumlah 40 siswa dan kelas X3 dengan jumlah 39 siswa di SMA Negeri I Taman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan hasil belajar siswa dengan penerapan pembelajaran aktif strategi Role reversal question dan Peer lesson pada materi Plantae, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran baik, dan respon siswa positif. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah pembelajaran aktif strategi Role reversal question dan Peer lesson efektif  untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Plantae

    STUDI KOMPARASI KONVERSI MODULUS YOUNG DINAMIK KE STATIK PADA BATUPASIR DAN BATUGAMPING

    Get PDF
    Pengukuran dinamik untuk mendapatkan konstanta elastik dihubungkan dengan besaran petrofisika utamanya porositas dan saturasi air sangat penting untuk penerapan penyebaran adanya reservoar. Sedangkan pengukuran statik biasanya dilakukan juga di dunia Migas untuk mendapatkan parameter mekanika batuan seperti, modulus Young, modulus onggok (bulk) dan nisbah Poisson, sehingga perlu dilakukan mendapatkan hubungan keduanya untuk mendapatkan secara langsung. Dari pengukuran dinamik dan statik pada penelitian ini dibuat model hubungan konstanta elastik pada modulus Young (E) dengan porositas terhadap batupasir dan batugamping yang tersaturasi secara penuh (Sw = 100%). Sehingga dengan diketahuinya satu konstanta elastik modulus Young dari pengukuran dinamik saja, maka dapat ditentukan pula semua konstanta elastik pada pengukuran statik tanpa mengukurnya

    UPAYA MENINGKATKAN KETUNTASAN BELAJAR SISWA TENTANG MATERI SUMBER CAHAYA SISWA KELAS V MELALUI PENGGUNAAN METODE PENEMUAN (Discovery) PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 2 MANGGARMAS TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015

    Get PDF
    Metode penemuan (Discovery) merupakan teknik modifikasi tingkah laku belajar yang merupakan salah satu komponen penting dalam keterampilan mengajar. Metode penemuan (Discovery) dapat menjadi penggerak yang efektif dalam berbagai model pembelajaran siswa aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkn ketuntasanl belajar siswa kelas V SD Negeri 2 Manggarmas dengan menggunakan metode penemuan (Discovery). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dan pilihan tempat penelitian ditetapkan di SD Negeri 2 Manggarmas sebagai sumber munculnya masalah dalam penelitian. Jumlah siswa di kelas ini adalah 15 orang siswa yang terdiri dari 8 orang siswa laki-laki dan 7 orang siswa perempuan. Untuk selanjutnya seluruh siswa ini dijadikan sebagai subjek penelitian. Informasi hasil penelitian diperoleh dengan cara mengolah data hasil observasi kelas dan hasil belajar siswa dari dua siklus berdasarkan analisis deskriptif. Data hasil observasi tentang partisipasi/keaktifan siswa dan hasil pelaksanaan pembelajaran pada siklus I sampai dengan siklus II, masing-masing disajikan dalam bentuk data persentase. Secara riil, hasil interpretasi data persentase motivasi belajar siswa pada siklus I berada pada kategori “Sedang/Cukup”. Hasil ini merupakan peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan kondisi awal sebelum dilakukan penelitian. Pada siklus II, peningkatan persentase hasil belajar juga cukup signifikan, yakni 2 dari 15 siswa (86,67%), tuntas belajarnya, sedangkan yang belum tuntas belajarnya ada 2 siswa (13,33 %). ini masuk pada kategori “Tinggi”. Berdasarkan hasil analisis ini, maka dapat dikatakan bahwa penggunaan Metode penemuan (Discovery) dapat meningkatkan pemahaman siswa

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAM GAME TURNAMENT) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IX SMP DARUSSALAM BUKEK TLANAKAN PADA MATERI TATA SURYA

    Get PDF
    Tujuan utama dari penelitian ini adalah menerapkan suatu model pembelajaran kooperatif yaitu model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Game Tournament) untuk meningkatkan prestasi Belajar fisika pada pokok bahasan Tata surya , dilaksanakan di SMP Darussalam Bukek Tlanakan. Sebagai subjek penelitian tindakan kelas ini adalah peserta didik kelas  IX  pada semester Genap tahun pelajaran 2014/2015, berjumlah 18 orang peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT  di Bukek Tlanakan dapat meningkatkan prestasi belajar fisika pada pokok bahasan tata surya, hal ini terbukti dengan diperolehnya nilai pada siklus pertama persentase klasikal 78%, kemudian dilanjutkan pada siklus kedua mencapai ketuntasan klasikal 89% sehingga disimpulkan bahwa penelitian ini berhasil

    ANALISIS KUALITATIF KANDUNGAN BORAKS PADA KRUPUK PULI DI KECAMATAN KAMAL

    Get PDF
    Krupuk merupakan makanan favorit masyarakat di berbagai kalangan. Tak jarang kita sering melihat krupuk manjadi pendamping makanan masyarakat di saat makan. Akan tetapi sedikit diantara masyarakat yang peduli akan kemanan pangan pada krupuk. Padahal masih sering dijumpai produsen yang membuat krupuk dengan menggunakan Bleng atau gendar. Bleng atau gendar tersebut merupakan bahan tambahan pangan yang dilarang oleh pemerintah, yang dikenal dengan nama boraks. Boraks merupakan bahan tambahan non pangan pada industry kertas, kayu, gelas. dll yang disalahgunakan oleh produsen sebagai bahan tambahan pangan (BTP) Keracunan Boraks secara akumulatif dapat berakibat fatal bagi kesehatan manusia.Oleh karena itu Penelitian  ini bertujuan untuk  menganalisis kandungan boraks  pada krupuk  di  kecamatan Kamal. Jenis penelitian yang digunakan adalah Deskriptif dengan analisis  laboratorium  secara  kualitatif  dengan  kertas kurkumin yang kemudian apabila positif dilakukan analisis lanjut yaitu analisis kuantitatif.   Populasi  adalah  krupuk  yang  dijual  kecamatan Kamal.  Sampel  diambil  secara  purposive  sampling  dari penjual  Krupuk.  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel positif mengandung boraks

    UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELALUI PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MATERI KESEIMBANGAN EKOSISTEM DENGAN METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS VI SEMESTER I SEKOLAH DASAR NEGERI 2 HARJOWINANGUN TAHUN PELAJARAN 2014

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan ketuntasan belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk siswa kelas VI. Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil belajar siswa yang rendah. Dalam penelitian ini guru memilih metode demonstrasi dalam proses pembelajaran. Metode demonstrasi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan media peraga yang ditunjukkan oleh guru untuk menunjukkan suatu proses.Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dan pilihan tempat penelitian ditetapkan di SD Negeri 2 Harjowinangun. Yang menjadi subyek penelitian ini adalah siswa kelas VI. Jumlah siswa di kelas ini adalah 24 siswa yang terdiri dari 13 orang siswa perempuan  dan 11 orang siswa laki-laki. Hasil penelitian diperoleh dari pengamatan dan tes formatif. Data hasil pengamatan tentang keaktifan siswa dan hasil belajar siswa pada siklus I sampai dengan siklus II, masing-masing disajikan dalam bentuk data tabel. Dari hasil analisis data, motivasi belajar dan keaktifan siswa pada siklus I menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar, tetapi masih perlu diperbaiki pada siklus berikutnya. Pada siklus II, sebagian besar siswa mencapai ketuntasan belajar, yakni 20 dari 24 siswa (83,33%) tuntas belajarnya, sedangkan yang belum tuntas belajarnya ada 4 siswa (16,67 %). Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat dikatakan bahwa penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CIRC UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KONSEP METABOLISME DAN RESPON PESERTA DIDIK KELAS XII IPA-7 SMA NEGERI 1 SAMPANG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

    Get PDF
    Tujuan utama dari penelitian ini adalah menerapkan suatu model pembelajaran kooperatif yang kreatif dan inovatif serta berpusat pada peserta didik (student centered), yaitu model pembelajaran kooperatif tipe CIRC (Cooperatif Integrated Reading and Composition), dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sampang, yang berlokasi di jalan Jaksa Agung Suprato 73 Sampang 69213. Sebagai subjek penelitian tindakan kelas ini adalah peserta didik kelas  XII IPA-7 pada semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012, berjumlah 32 orang peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: penerapan model pembelajaran cooperatif tipe CIRC dapat meningkatkan hasil belajar konsep metabolisme peserta didik kelas XII IPA-7 SMA Negeri 1 Sampang Tahun Pelajaran 2011/2012, yaitu dari 78% peserta didik yang telah mencapai ketuntasan pada siklus I menjadi 94% peserta didik yang telah mencapai ketuntasan pada siklus II, dan (2) penerapan model pembelajaran cooperatif tipe CIRC dapat meningkatkan respon peserta didik kelas XII IPA-7 SMA Negeri 1 Sampang Tahun Pelajaran 2011/2012, yaitu 79% peserta didik yang memberikan respon setuju atau positif pada siklus I menjadi 92% peserta didik yang memberikan respon sangat setuju atau sangat positif pada siklus II

    PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN PURING (Codiaeum variegatum)

    Get PDF
    Puring (Codiaeum variegatum) atau disebut juga croton termasuk keluarga euphorbiaceae. Puring menjadi salah satu tanaman hias yang diminati dan bernilai ekonomis. Salah satu cara memperbanyak tanaman ini adalah dengan cara perbanyakan vegetatif. Stek merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman dengan cara vegetatif. Kelebihan stek dari perbanyakan vegetatif lainnya adalah dengan kekuatannya sendiri akan menumbuhkan akar dan daun sampai menjadi tanaman sempurna dan mampu menghasilkan bunga dan buah.  Hal lain yang harus diperhatikan dalam merawat puring adalah media tanam, karena media tanam merupakan komponen utama ketika akan bercocok tanam, yang juga akan digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang ingin ditanam. Dalam penelitian ini digunakan perbanyakan vegetatif dengan stek dan berbagai variasi media tanam yang diharapkan mampu menghasilkan tunas puring yang paling maksimal. Variasi media tanam yang digunakan adalah media tanam dengan komposisi perbandingan sekam bakar: tanah: serutan kayu: kompos = 1 : 1 : 1  : 1; dan kedua 1 : 2 : 1 : 1   ; dan ketiga  1 : 1 :  2 : 1 dan keempat 1 :  1  :  1   :2. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa Media sekam bakar, tanah, serutan kayu dan kompos pada perbandingan dengan komposisis 1 : 1 : 1 : 1  menghasilkan jumlah mata tunas lebih banyak sedangkan Media sekam bakar, tanah, serutan kayu dan kompos dengan komposisi 1 : 1 : 2 : 1  menghasilkan jumlah mata tunas lebih sedikit

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU TIPE INTEGRATED UNTUK MENGETAHUI KETUNTASAN BELAJAR IPA SISWA SMP PADA TOPIK PENGELOLAAN LINGKUNGAN

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan 4D models (Define-Design-Develop-Desseminate), tetapi pada penelitian ini akan dibatasi sampai develop (pengembangan) tanpa ada penyebaran (desseminate). Desain penelitian dalam uji coba pada tahap develop akan menggunakan desain one-shout case study yaitu suatu pendekatan dengan menggunakan satu kali pengumpulan data. Penelitian ini meliputi: 1) Pengembangan perangkat; dan 2) Uji coba perangkat pembelajaran, untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa kelas VII SMP dengan menggunakan perangkat yang dikembangkan. Selama pembelajaaran diamati keterlaksanaan rencana pelaksanaan pelajaran (RPP), aktivitas siswa, respon siswa, dan diberikan tugas proyek sebagai pengaplikasian materi yang diajarkan.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan dikategorikan cukup baik dan layak diterapkan, aktivitas siswa selama pembelajaran dikategorikan baik. Ketuntasan belajar selama menggunakan perangkat yang dikembangkan adalah 75% (15 dari 20 siswa dinyatakan tuntas) dan ketuntasan indikator (60%). Keterlaksanaan RPP mencapai 3,27 dan respon siswa terhadap perangkat pembelajaran (81%) setuju. Pemberian tugas proyek (3,25) dan respon siswa dengan pemberian tugas proyek (85%)

    KADAR HORMON SITOKININ PADA TANAMAN KENAF (Hibiscus cannabinus L.) BERCABANG DAN TIDAK BERCABANG

    Get PDF
    Tanaman kenaf pada umumnya tidak menghasilkan cabang produktif dan hanya menghasilkan siwilan-siwilan (bakal cabang yang tidak tumbuh menjadi cabang) saja. Percabangan pada kenaf  dipacu oleh adanya sinergisme antara kadar  hormon auksin-sitokinin. Rasio kadar tertentu hormon auksin-sitokinin dalam tanaman menentukan pembentukan cabang pada tanaman. Berdasarkan hasil pengamatan morfologi tanaman kenaf bercabang dan tidak bercabang tampak bahwa ada perbedaan karakter morfologi yang meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang, panjang cabang dan jumlah nodus pada tanaman kenaf galur bercabang, kontrol tidak bercabang KR11 dan kontrol bercabang SM004. Kontrol tidak bercabang KR11 memiliki ketinggian tertinggi dan jumlah cabang paling sedikit dibanding lainnya. Kontrol bercabang SM004 memiliki tinggi paling rendah dan jumlah cabang paling banyak dibanding lainnya. Rata-rata ketinggian tanaman paling tinggi adalah kontrol tidak bercabang KR11 yaitu 230,6 ± 36,7 cm dan paling rendah adalah kontrol bercabang SM004 yaitu 116,3 ± 64,4 cm. Sedangkan jumlah cabang paling banyak yaitu kontrol bercabang SM004 mencapai  5,6 ± 2,7 cabang tiap tanamannya dan paling sedikit adalah KR11 yang memiliki rata-rata 0,8 ±  0,8 cabang tiap tanamannya. Berdasarkan penelitian tampak bahwa semakin tinggi tanaman maka jumlah cabang yang dihasilkan semakin sedikit dan sebaliknya semakin rendah tinggi tanaman maka jumlah cabang yang dihasilkan semakin banyak. Kadar sitokinin tertinggi yang dihasilkan pada masing-masing tanaman adalah pada ujung akar dan kadar terendah adalah pada ujung batang

    155

    full texts

    175

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pena Sains
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇