Jurnal Pena Sains
Not a member yet
175 research outputs found
Sort by
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DAN GROUP INVESTIGATION (GI) DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif tipe STAD dan Group Investigation ditinjau dari aktivitas belajar siswa terhadap kemampuan kognitif siswa. Penelitian menggunakan metode eksperimen dan dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kartasura dengan populasi semua siswa kelas VII pada pokok bahasan Gerak. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Sampel penelitian sebanyak 2 kelas. Pengumpulan data menggunakan teknik angket untuk aktivitas belajar siswa dan teknik tes untuk prestasi belajar kognitif siswa. Teknik analisis data menggunakan anava dua jalan dengan isi sel tak sama, dilanjutkan dengan uji lanjut metode Scheffe. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) ada perbedaan pengaruh antara penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan GI melalui metode eksperimen terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa pada pokok bahasan Gerak, (2) ada perbedaan pengaruh antara aktivitas belajar siswa kategori tinggi dan rendah terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa pada pokok bahasan Gerak, (3) tidak ada interaksi antara pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif dan aktivitas belajar siswa terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa pada pokok Gerak
KEEFEKTIFAN PENGETAHUAN INKUIRI GURU SEKOLAH DASAR KOTA BANDAR LAMPUNG DALAM PEMBELAJARAN SAINS
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas pengetahuan inkuiri guru dalam pembelajaran sains, dan untuk meningkatkan pengetahuan konsep ilmu pengetahuan alam melalui pemodelan. Peneliti sebagai model dan guru Sains sebagai siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah Quota Sampling yaitu pengambilan unsur sampel secara sembarang sampai terpenuhi jumlah yang diinginkan. Penelitian ini dilakukan pada empat puluh orang guru SD di Kota Bandar Lampung yang dilaksanakan dari Juli sampai Agustus 2014. Guru yang dilibatkan berasal dari SD yang berlokasi di kota, semi-kota dan pinggiran-kota Bandar Lampung. Variabel yang diamati yaitu; konsepsi awal, hasil belajar, dan kemampuan inkuiri. Data kuantitatif diperoleh melalui tes, dan data kualitatif diperoleh melalui kuesioner, dan dianalisis dengan statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Kemampuan konsep sains guru yang menerapkan pembelajaran inkuiri secara signifikan lebih baik dibandingkan dengan kemampuan konsep sains guru yang menerapkan pembelajaran konvensional
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MENGGUNAKAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA SMP BERORIENTASI PENYELESAIAN MASALAH
Proses belajar mengajar di sekolah hanya menekankan pada aspek mengetahui dan memahami. Aspek analisis, aplikasi, sintesis dan evaluasi jarang sekali dilakukan sehingga mengajarkan siswa dalam belajar hafalan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan perangkat pembelajaran berorientasi penyelesaian masalah dengan ujicoba pada 31 siswa SMP dengan rancangan one group pretest-posttest, pengembangan dengan Dick and Carey. Data dianalisis dengan deskriptif kualitatif dengan hasil keterlaksanaan pembelajaran baik (dengan rentang 3-4). Tes hasil belajar siswa dianalisis dengan N-Gain mengalami peningkatan (0.72). Kemampuan berpikir kritis siswa dianalisis dengan N-Gain mengalami peningkatan (0.81). Simpulan peneliti bahwa perangkat pembelajaran berorientasi penyelesaian masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMP
KECENDERUNGAN PILIHAN JAJANAN PANGAN ANAK SD TERHADAP JAJANAN BERFORMALIN
Anak-anak Sekolah Dasar (SD) tentunya tidak bisa terlepas dari jajanan pangan. Beragamnya pilihan jajanan pangan tidak diimbangi dengan pengetahuan bagi para pedagang jajanan agar menjajakan jajanan pangan yang aman bagi pembeli khususnya bagi anak-anak. Hal tersebut menjadi suatu kekhawatiran tersendiri bagi para orang tua karena susahnya memantau jajanan pangan yang aman bagi putra-putri mereka.jajanan pangan menurut WHO (1996) adalah makanan jajanan sebagai makanan dan minuman yang dipersiapkan dan/atau dijual oleh pedagang kaki lima di jalanan dan tempat-tempat keramaian umum lain yang langsung dimakan atau dikonsumsi kemudian tanpa pengolahan atau persiapan lebih lanjut. Penggunaan formalin dalam proses pembuatan jajanan saat ini marak digunakan. Penggunaan formalin tersebut digunakan dengan tujuan agar jajanan bisa tahan lama. Namun demikian penggunaan formalin sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat memicu kanker dan penyakit lainnya. Dalam penelitian ini diketahui bahwa ada kecenderungan bagi anak-anak SD untuk memilih jajanan pangan yang mengandung formalin. Hal tersebut ditunjukkan dengan ditemukannya kandungan formalin hamper di semua jajanan pangan yang dijual di sekolah dasar pada daerah-daerah pengambilan sample penelitian
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL DIRECT INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
Penelitian dari penerapan media pembelajaran biologi menggunakan model Direct Instruction telah dilaksanakan dan diujicobakan pada 30 siswa kelas XI SMA Negeri 18 Surabaya dengan menggunakan one group pretest- posttest design. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan hasil sebagai berikut: pembelajaran terlaksana dengan sangat baik; aktivitas siswa tergolong baik; hasil belajar siswa meningkat dan siswa memberikan tanggapan positif terhadap media pembelajaran dan penerapannya. Simpulan penelitian ini adalah penerapan media pembelajaran Biologi SMA menggunakan model Direct Instruction dapat meningkatkan hasil belajar siswa