JURNAL MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN
Not a member yet
    156 research outputs found

    PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN PERAN KOMITE SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU

    Get PDF
    The purpose of this study is to describe and analyze the effect of: 1) school leadership, 2) the role of the school committee, and 3) leadership of the principal and the school committee together on teacher performance. This research is a quantitative approach associative. Data was collected through questionnaires and documentation. Samples used Slovin formula. Data analysis and hypothesis testing is done with a simple linear regression and multiple regression, which had previously been carried out tests of normality, linearity and homogeneity. The results showed that: 1) there is a significant relationship between principal leadership on teacher performance by 45%, 2) a significant difference between the role of the school committee on the teacher performance of 31.7%, 3) a significant difference between the leadership of the principal and the school committee together on teacher performance by 48.2%, containing meaning that the better the school leadership and the role of the school committee, the better the performance of a teacher.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh: 1) kepemimpinan sekolah, 2) peran komite sekolah, dan 3) kepemimpinan kepala sekolah dan komite sekolah bersama-sama terhadap kinerja guru. Penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif asosiatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi. Sampel menggunakan rumus Slovin. Analisis data dan pengujian hipotesis dilakukan dengan regresi linear sederhana dan regresi berganda, yang sebelumnya telah melakukan uji normalitas, linearitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) ada hubungan yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 45%, 2) perbedaan yang signifikan antara peran komite sekolah terhadap kinerja guru 31,7%, 3) perbedaan yang signifikan antara kepemimpinan pokok dan komite sekolah bersama-sama terhadap kinerja guru sebesar 48,2%, yang mengandung arti bahwa semakin baik kepemimpinan sekolah dan peran komite sekolah, semakin baik kinerja guru.Kata kunci: kepemimpinan kepala sekolah, kinerja guru, peran komite sekola

    PERAN PENGAWAS DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA SMA NEGERI DI KABUPATEN TANGGAMUS

    Get PDF
    This study focused on the roles of school superintendents in implementing 2013 Curriculum in Senior High Schools in Tanggamus, with the following sub-focus: (1) the role of the superintendent in monitoring teachers, (2) the role of the superintendent as a supervisor, (3) implementation of the superintendents roles in evaluating teachers in implementing 2013 Curriculum in State Senior High Schools in Tanggamus District. This study used a qualitative approach with a case study design. Data were collected using in-depth interviews, documentation and observation. Respondents or informants were selected using purposive sampling, and followed by snowball sampling. Results of this study were: (1) the monitoring was carried out by including selection of appropriate teaching materials in preparing each plan of learning programs created by teachers. (2) The school superintendents supervised the teachers in order to follow up the results of monitoring. (3) The superintendent in carrying out evaluation towards the teachers performance did not fully fit 2013 Curriculum.Penelitian ini difokuskan pada peran pengawas sekolah dalam melaksanakan Kurikulum 2013 SMA di Tanggamus, dengan mengikuti sub-fokus: (1) peran pengawas dalam pemantauan guru, (2) peran pengawas sebagai supervisor, (3) pelaksanaan peran pengawas dalam mengevaluasi guru dalam melaksanakan Kurikulum 2013 di SMA Negeri di Kabupaten Tanggamus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi. Responden atau informan dipilih secara purposive sampling, dan diikuti oleh snowball sampling. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) pemantauan dilakukan dengan memasukkan pemilihan bahan pengajaran yang sesuai dalam mempersiapkan setiap rencana program pembelajaran yang dibuat oleh guru. (2) pengawas sekolah diawasi guru untuk menindaklanjuti hasil pemantauan. (3) pengawas dalam melaksanakan evaluasi terhadap kinerja guru tidak sepenuhnya fit Kurikulum 2013.Kata kunci: bimbingan, evaluasi, pemantauan, pengawas sekola

    MANAJEMEN PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK)

    Get PDF
    The purpose of this study was to analyze the implementation of Education Management Children with Special Needs in SMPN 9 and SMPN 10 Metro City, included: 1) Planning of education, 2) Implementation of education, 3) Evaluation of education, 4) factors supporting and education management. This study used a qualitative approach with a multi-site study design. Data was collected by interview, observation, and documentation. The Research Result of education management children with special needs education management have been run in accordance with the applicable regulations is the curriculum that is used together with other regular school. Teachers who teach in the classroom inclusion makes learning program design according to the characteristics and needs of each learner. Factors supporting the implementation of education children with special needs received financial assistance from the central government, teachers consistently carried out its duties and functions, there is also adequate learning media, communicated with parents is good enough.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis implementasi Manajemen Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SMPN 9 dan SMPN 10 Metro, meliputi: 1) Perencanaan pendidikan, 2) Pelaksanaan pendidikan, 3) Evaluasi pendidikan, 4) Faktor-faktor pendukung dan penghambat manajemen pendidikan ABK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi situs. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian manajemen pendidikan ABK ini sudah berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu kurikulum yang digunakan sama dengan sekolah reguler lainnya. Guru yang mengajar di kelas inklusi membuat rancangan program pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan setiap peserta didik. Faktor pendukung pelaksanaan pendidikan ABK mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat, guru-guru konsisten melaksanakan tugas dan fungsinya, tersedia juga media belajar yang memadai, komunikasi dengan orang tua cukup baik.Kata kunci: anak berkebutuhan khusus, manajemen pendidikan, sekolah menengah pertam

    PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

    Get PDF
    This study aimed to describe the principal roles in implementing 2013 Curriculum, with the following sub-focus: the principal roles as an educator, as a supervisor, as a manager, as a facilitator, and constraints in implementing 2013 Curriculum. This study was conducted in Public Junior High School (SMPN) 1 Gisting in Tanggamus District, using descriptive qualitative approach with phenomenological method. The data were then analyzed and presented in the form of narrative description. Analyzed was based on the results of interviews, observation and documentation of the facts and events. Results of this study are: (1) the role of the principal as an educator in implementing 2013 Curriculum, (2) the role of the principal as a supervisor in implementing 2013 Curriculum, (3) the role of the principal as a manager in implementing 2013 Curriculum, (4) the role of the principal as a facilitator in implementing 2013 Curriculum, and (5) constraints in implementing 2013 Curriculum comprised two factors: teachers and availability of supporting materials.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran utama dalam melaksanakan Kurikulum 2013, dengan mengikuti sub-fokus: peran utama sebagai pendidik, sebagai pengawas, sebagai manajer, sebagai fasilitator, dan kendala dalam melaksanakan Kurikulum 2013. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri (SMPN) 1 Gisting di Kabupaten Tanggamus, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologis. Data kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk deskripsi narasi. Analisis berdasarkan wawancara, observasi dan dokumentasi fakta dan peristiwa. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) peran kepala sekolah sebagai pendidik dalam melaksanakan Kurikulum 2013, (2) peran kepala sekolah sebagai pengawas dalam melaksanakan Kurikulum 2013, (3) peran kepala sekolah sebagai manajer dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013, (4) peran kepala sekolah sebagai fasilitator dalam melaksanakan Kurikulum 2013, dan (5) kendala dalam melaksanakan Kurikulum 2013 terdiri dari dua faktor: guru dan ketersediaan bahan pendukung.Kata kunci: implementasi, kurikulum 2013, peran kepala sekola

    MANAJEMEN HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT

    Get PDF
    This study aimed to analyze and describe: (1) the school needs; (2) programming; (3) the division of executive tasks; (4) implementation of public relations activities; and (5) monitoring evaluation of the school relations with the community at SDN 1 Soponyono. This study used a qualitative design of phenomenology, which is based on field observation, documentation and interview. The results of the study were: (1) analysis of school needs was in accordance with the procedures;(2) The programs have detailed goals and objectives, action taken, as well as the time and cost needed; (3) The division of tasks execution ran in accordance with the procedure of what things were done, the division of labor, and mechanisms of harmony with each other; (4) The activities implementation ran according to procedure, the direction of the synergy of coordination, motivation, communication and to provide guidance / coaching; (5) Monitoring and evaluation of the school needs in improving the quality of learning needed to be improved.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan: (1) kebutuhan sekolah; (2) pemrograman; (3) pembagian tugas eksekutif; (4) pelaksanaan kegiatan hubungan masyarakat; dan (5) evaluasi pemantauan hubungan sekolah dengan masyarakat di SDN 1 Soponyono. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif fenomenologi, yang didasarkan pada observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah: (1) analisis kebutuhan sekolah sesuai dengan prosedur; (2) Program yang rinci tujuan dan sasaran, tindakan yang diambil, serta waktu dan biaya yang dibutuhkan; (3) Pembagian tugas eksekusi berlari sesuai dengan prosedur apa hal-hal yang dilakukan, pembagian kerja, dan mekanisme harmoni dengan satu sama lain; (4) Pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai prosedur, arah sinergi koordinasi, motivasi, komunikasi dan untuk memberikan bimbingan / pembinaan; (5) Monitoring dan evaluasi kebutuhan sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran perlu ditingkatkan.Kata kunci: manajemen hubungan masyarakat, manajemen sekolah, masyaraka

    HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, BUDAYA SEKOLAH, DAN SUMBER BELAJAR DENGAN MUTU PEMBELAJARAN

    Get PDF
    This study aimed to determine the relationship between: (1) Principals leadership with the quality of teaching, (2) the school culture with the quality of learning, (3) Learning resources with the quality of learning, (4) the school culture, principals leadership and learning resources together with quality of learning. This is a quantitative research. The method used ex post facto. Collecting data use questionnaires and data analysis. Based on the study, it concluded that: (1) Principals leadership was positively and significantly related to the quality of teacher learning at 5.34, (2) school culture positively and significantly related to the quality of teacher learning at 5.34, (3) Learning resources were positively related and significantly to the quality of learning for teachers 7,37 and (4) Leadership principals, school culture and learning resources were related positively and significantly with the quality of teaching large double correlation values obtained 0.058.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara: (1) kepemimpinan kepala sekolah dengan kualitas pengajaran, (2) budaya sekolah dengan kualitas pembelajaran, (3) sumber belajar dengan kualitas pembelajaran, (4) budaya sekolah, kepemimpinan kepala sekolah dan sumber belajar bersama-sama dengan kualitas pembelajaran. Ini adalah Penelitian Kuantitatif. Metode yang digunakan ex post facto. Mengumpulkan data menggunakan kuesioner dan analisis data. Berdasarkan penelitian menyimpulkan bahwa: (1) kepala sekolah Kepemimpinan positif dan signifikan terkait dengan kualitas guru belajar di 5,34; (2) budaya sekolah positif dan signifikan terkait dengan kualitas guru belajar di 5,34; (3) sumber belajar yang positif terkait dan signifikan terhadap kualitas pembelajaran bagi guru dan 7,37; (4) kepala sekolah Kepemimpinan, budaya sekolah dan sumber belajar yang terkait positif dan signifikan dengan kualitas pengajaran besar nilai korelasi ganda diperoleh 0.058.Kata kunci: budaya sekolah, kepemimpinan kepala sekolah, mutu pembelajaran, sumber belajar

    PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PELAKSANAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

    Get PDF
    This study aimed to describe: (1) LPMP of Lampung Province strategy in building human resource capacity in accordance with the demands of Quality Assurance System of Education; (2) the impact of human resource development in the work culture in LPMP Lampung, and (3) the perspective of human resource development in LPMP in the future. This study uses a phenomenological qualitative approach. Data were collected through interviews, documentation and observation. Results from this study are: (1) LPMP strategy of Lampung Province in building human capacity is by developing program / activity plans, and analyzes the factors that support and hinder the development of human resource capacity; (2) the impact of human resource development in the work culture in LPMP Lampung Province is a change in the form of knowledge (cognitive) like the principles, procedures, and processes of education; (3) the perspective of human resource development in LPMP of Lampung province is that this institution has a commitment in quality improvement.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) strategi LPMP Provinsi Lampung dalam membangun kapasitas SDM sesuai dengan tuntutan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan; (2) dampak dari pengembangan SDM pada budaya kerja di LPMP Lampung, dan (3) perspektif pengembangan SDM di LPMP Lampung di masa depan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) strategi LPMP Provinsi Lampung dalam membangun kapasitas manusia adalah dengan perencanaan program / kegiatan, dan menganalisis faktor-faktor yang mendukung dan menghambat perkembangan SDM; (2) dampak dari pengembangan SDM pada budaya kerja di LPMP Provinsi Lampung adalah perubahan dalam bentuk pengetahuan (kognitif) seperti prinsip, prosedur, dan proses pendidikan; (3) perspektif pengembangan SDM di LPMP Provinsi Lampung adalah lembaga ini memiliki komitmen terhadap peningkatan kualitas.Kata kunci: pengembangan, penjaminan mutu pendidikan, sumber daya manusi

    IMPLEMENTASI PROGRAM KERJA SEKOLAH DASAR NEGERI 2 LABUHAN RATU KOTA BANDAR LAMPUNG

    Get PDF
    This study was conducted in SDN 2 Labuan Ratu Bandar Lampung City. The purpose of this study was to analyze and describe: (1) school development team, (2) competence of teachers as educators. (3) The management, (4) The results of the work program of the school. This study used qualitative methods to study CIPP model evaluation. The data collections are through interviews, observation, and documentation. The results of this study: (1) School Development Team (SMT) has been attempted as optimal to always support the work program of the school, (2) Competence of teachers as educators consisting of 4 (aspect) that pedagogical competence, personal competence, professional competence and social competence is good enough. (3) The management of school work program consisting of planning, implementation, evaluation and control has been able working well by educators and TPS. (4) the implementation of the work program of the school can be accomplished and no constraints.Penelitian ini dilakukan di SDN 2 Labuan Ratu Kota Bandar Lampung. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mendeskripsikan: (1) tim pengembangan sekolah, (2) kompetensi guru sebagai pendidik. (3) Manajemen, (4) Hasil program kerja sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mempelajari model evaluasi CIPP. Koleksi data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini: (1) Tim Pengembangan Sekolah (TPS) telah berusaha seoptimal untuk selalu mendukung program kerja sekolah, (2) Kompetensi guru sebagai pendidik yang terdiri dari 4 (aspek) yang kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian , kompetensi profesional dan kompetensi sosial cukup baik. (3) Pengelolaan program kerja sekolah yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengendalian telah mampu bekerja dengan baik oleh pendidik dan TPS. (4) pelaksanaan program kerja sekolah dapat dicapai dan tidak ada kendala.Kata kunci: evaluasi melalui model CIPP, implementasi, program kerja sekola

    PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DARI PERSPEKTIF MANAJEMEN KELAS

    Get PDF
    This study aimed to identify and analyzed teachers understanding the professional competence development from a class management perspective: planning, implementation, and evaluation of the class management in Public Elementary School 2 Pesawahan, Teluk Betung Selatan. This type of research was qualitative in nature. Data were collected using observation, interviews and documentation. The collected data were then compiled, given meaning, analyzed and described. Results of this study data are: 1) planning was limited to implementing capacity mastery of learning materials to guide students in a variety of learning activities, 2) implementation was carried out through official meetings, training, workshops and the use and development of instructional media and props, 3) evaluation was relevant, systematic, objective and accountable, 4) principles of the class management were preventive and corrective actions, 5) implementation would affect the ability of students in academic resulting in proud achievement, more qualified and professional teachers in learning, and improvement in the quality of education.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pemahaman guru tentang perkembangan profesional kompetensi dari perspektif manajemen kelas: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pengelolaan kelas di Sekolah Dasar Umum 2 Pesawahan, Teluk Betung Selatan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif di alam. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian disusun, artinya diberikan, dianalisis dan dijelaskan. Hasil data penelitian ini adalah: 1) perencanaan terbatas melaksanakan kapasitas penguasaan materi pembelajaran untuk membimbing siswa dalam berbagai kegiatan belajar, 2) pelaksanaan dilakukan melalui pertemuan resmi, pelatihan, lokakarya dan penggunaan dan pengembangan instruksional media dan alat peraga, 3) evaluasi sangat relevan, sistematis, obyektif dan akuntabel, 4) prinsip-prinsip pengelolaan kelas yang tindakan preventif dan korektif, 5) implementasi akan mempengaruhi kemampuan siswa di bidang akademik sehingga guru prestasi yang membanggakan, lebih berkualitas dan profesional dalam pembelajaran, dan peningkatan kualitas pendidikan.Kata kunci: kompetensi profesional, manajemen kelas, pengembanga

    IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2008

    Get PDF
    The focus of this study was the implementation of the Quality Management System ISO 9001:2008, a case study in Public Vocational High School (SMKN) 3 Metro, with the following sub-focus: (1) control of documents, (2) control of records, (3) internal audit, (4) control of non-conforming products, (5) corrective actions, and (6) precautions. This study used a qualitative research design, this study data stemmed from observations and interviews. Results of this study are: (1) Control of documents were in accordance with the procedures specified in ISO document; (2) Control of records had not been done completely as required by the ISO; (3) Internal audit had properly followed internal audit steps; (4) Control of non-conforming products was in accordance with the requirements specified in ISO; (5) Corrective action had been in conformity with the requirements specified in ISO; and (6) Precautions in SMKN 3 Metro had been in accordance with ISO procedures so that findings became meaningful lessons.Fokus dari penelitian ini adalah penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008, sebuah studi kasus di SMK Negeri (SMKN) 3 Metro, dengan sub-focus: (1) pengendalian dokumen, (2) kontrol catatan, (3) audit internal, (4) kontrol produk yang tidak sesuai, (5) tindakan perbaikan, dan (6) tindakan pencegahan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif, data penelitian ini berasal dari observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Pengendalian dokumen sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dalam dokumen ISO; (2) Pengendalian rekaman belum dilakukan sepenuhnya seperti yang dipersyaratkan oleh ISO; (3) Audit internal telah benar mengikuti langkah-langkah audit internal; (4) Pengendalian produk tidak sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dalam ISO; (5) Tindakan korektif telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dalam ISO; dan (6) Pencegahan di SMKN 3 Metro telah sesuai dengan prosedur ISO sehingga temuan menjadi pelajaran yang berarti.Kata kunci: implementasi, ISO 9001:2008, sistem manajemen mut

    148

    full texts

    156

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇