JURNAL MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN
Not a member yet
156 research outputs found
Sort by
KEPEMIMPINAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DI SMP NEGERI I BANDAR LAMPUNG
The purpose of this study to analyze the managerial leadership of the principal. This research is a qualitative approach with a phenomenological approach, the research informants Principal Deputy Principal consisting of Vice Principal of Curriculum, Vice Principal of Facilities and Infrastructure, Vice Principal of Student Affairs, Vice Principal of Quality Management and Public Relations. The data collection is done by observation, interviews, and documentation. Data analysis using data reduction, results of this study demonstrate managerial ability principals in realizing quality school management. The concept of skills possessed by principals namely: understanding the complexity of the management of school organization, the ability to make decisions at the level of school education, and the ability to create a mapping school organization. Human relations skills possessed by the principal, skill in building cooperation with schools, teachers' skills in motivating performance, skill in organizing elements of internal school education, and skills in organizing external elements of the school education. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kepemimpinan manajerial kepala sekolah.Penelitianinimerupakan penelitian pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, informan penelitian Kepala Sekolah para Wakil Kepala Sekolah yang terdiri dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Dan Prasarana, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Manajemen Mutu dan Humas. Pengumpulandatadilakukandengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.Analisis data menggunakan reduksi data. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan manajerial kepala sekolah dalam mewujudkan pengelolaan sekolah yang bermutu. KeterampilanKonsep yang dimiliki oleh kepala sekolah yakni: memahami komplek sitas pengelolaan organisasi sekolah, kemampuan dalam membuat keputusan pendidikan pada level sekolah, dan kemampuan dalam membuat pemetaan organisasi sekolah. Keterampilan hubungan antar manusia dimiliki oleh kepala sekolah, keterampilan dalam membangun kerjasama dengan sekolah, keterampilan dalam memotivasi kinerja guru, keterampilan dalam mengorganisasikan elemen-elemen pendidikan intern sekolah, dan ekstern sekolah.Kata kunci: kepemimpinan manajerial kepala sekolah, mut
IMPLEMENTASI MANAJEMEN STRATEGIK DALAM PENYUSUNAN RENCANA KERJA SMP TUNAS MEKAR INDONESIA BANDAR LAMPUNG
The aim of the research was to describe the implementation of Strategic Management in Arranging the School Plan in SMP Tunas Mekar Indonesia Bandar Lampung. This qualitative research applied data collection techniques through observation, documentation and interviews. The data sources were the leaders of Sekolah Tunas Mekar Indonesia, School Committee (Parents Association), and teacher. The results of the research were SMP Tunas Mekar Indonesia: 1) has formed a School Development Team as the first step of strategic management process, 2) has formulated school vision, mission and goal as the prime basic of school programs, 3) The process of Arrangement of School Plan was through 5 steps, 4) The Implementation of School Plan had been through some steps which were: monitoring, evaluating, reporting, renewing. Tujuan penelitian untuk menjelaskan implementasi manajemen strategik dalam penyusunan rencana kerja sekolah di SMP Tunas Mekar Indonesia Bandarlampung. Penelitian kualitatif ini mengaplikasikan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Sumber data adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, Komite Sekolah, dan ketua yayasan. Hasil penelitian: 1) Sekolah membentuk Tim Pengembang Sekolah sebagai tahap perencanaan dari manajemen strategik, 2) Perumusan visi, misi dan tujuan sekolah sebagai landasan untuk program sekolah, 3) Proses penyusunan Rencana Kerja Sekolah dan Rencana Kerja Tahunan melalui 5 tahap, 4) Implementasi RKS mealui tahap pelaksanaan, monitoring, evaluasi, pelaporan dan pembaharuan. Kata kunci: implementasi, manajemen strategik, rencana kerja sekola
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM UPAYA MEMENUHI KEPUASAN PELANGGAN
This research aimed to analyze and describe the leadership of the principal, customer satisfaction, the efforts and the constraints confronted by the principal in fulfilled the customer satisfaction at SMAN 2 Bandar Lampung. The method of the research used qualitative approach by case study design. Data collecting technique used interview, documentation and observation. The data sources consisted of principal, teachers, staff, students, school committee, superintendent of school and OSIS. Results of research showed that the leadership of the principal at SMA Negeri 2 Bandar Lampung had implemented the effective leadership, customer satisfaction was fulfilled because it had met the dimensions that could be used as a benchmark (guidelines) in measuring the level of customer satisfaction, the principal of SMA Negeri 2 Bandar Lampung had optimal strives to meet customers' satisfaction, but physical facilities and lack of personnel officer capacity be the greatest obstacles in meeting customers satisfaction.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kepemimpinan kepala sekolah, kepuasan pelanggan, upaya-upaya kepala sekolah, dan kendala-kendala yang dihadapi kepala sekolah dalam memenuhi kepuasan pelanggan di SMA Negeri 2 Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi dan observasi. Sumber data terdiri dari kepala sekolah, guru, staf, siswa, komite sekolah, pengawas sekolah, dan OSIS. Hasil penelitian menunjukkan kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri 2 Bandar Lampung telah menerapkan kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, kepuasan pelanggan terpenuhi karena telah memenuhi dimensi yang dapat dijadikan patokan (pedoman) dalam mengukur tingkat kepuasan pelanggan, kepala SMA Negeri 2 Bandar Lampung dalam kepemimpinannya telah optimal berupaya untuk memenuhi kepuasan pelanggan, namun sarana fisik dan kurangnya tenaga personalia menjadi kendala utama dalam memenuhi kepuasan pelanggan.Kata kunci: kepala sekolah, kepemimpinan, kepuasan pelangga
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN PROGRAM BANTUAN OPERSIONAL SEKOLAH DAERAH SMA NEGERI 1 KASUI
This study aims to analyze and describe, organizational structure, mechanisms, monitoring systems, barriers, and response/feedback stakeholders in SMA Negeri 1 Kasui Way Kanan. This research method used descriptive qualitative approach, and the data were obtained from interviews in the form of opinions, feedback, information, concepts and information in the form of a description in exposing the problems, document review and field observations. The results of this study indicate that (1) the organizational structure, there are two teams, namely a steering committee and management team, (2) the implementation mechanism is done so that programs can be run properly, (3) monitoring systems need to monitor and foster the implementation of the program, (4) constraints of obstacles found in the implementation of the delays in implementation, not the discipline of the school in reporting and data collection, the lack of technicians in the preparation of reports like SPJ, RAKS, RAPBS, (5) the response / or feedback stakeholders, there are two responses: positive and negative.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mendeskripsikan, struktur organisasi, mekanisme, sistem monitoring, hambatan-hambatan. Dan respon/tanggapan pemangku kebijakan (stakeholder) di SMAN 1 Kasui Way Kanan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif , data diperoleh dari wawancara berupa pendapat, tanggapan, informasi, konsep dan keterangan yang berbentuk uraian dalam mengungkapkan masalah, kajian dokumen dan observasi lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) struktur organisasi terdapat dua tim yaitu tim pengarah dan tim manajemen,(2) mekanisme dilakukan supaya program dapat berjalan dengan baik,(3) sistem monitoring untuk memantau dan membina pelaksanaan program,(4) hambatan-hambatan yang ditemukan dalam pelaksanaan program dan solusinya, (5) respon/tanggapan pemangku kebijakan (stakeholder) terdapat dua respon yaitu positif dan negative.Kata kunci: implementasi, kebijakan, program bosd
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMITMEN DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PROFESIONALISME GURU
The purpose of this study was to determine and analyze the influence of organizational culture, scommitment and achievement motivation in the professionalism of teachers in public primary schools High Abung District of North Lampung regency. This study is in this type of quantitative descriptive study, with a sample of 101 teachers. Data was collected by questionnaire. Analysis of data using path analysis. The results of this study indicate there is an influence of the culture on 28.5% achievement motivation, commitment to achievement motivation amounted to 67.9%, the relationship between the cultural variables with a coefficient of 0.893, culture directly to the professionalism of 6.5%, directly against the culture of professionalism amounted to 8.82%, achievement motivation directly to the professionalism of 37.5%, against the culture of professionalism through achievement motivation of 10.68%, professionalism through achievement motivation of 25.46%, culture and commitment together towards the achievement motivation teachers by 88.8%, culture, commitment, and achievement motivation together in the professionalism of 80.75%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh budaya organisasi, komitmen dan motivasi berprestasi terhadap profesionalisme guru di SDN Abung Tinggi Lampung Utara. Jenis penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kuantitatif, dengan sampel 101 guru. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner. Analisis data menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh budaya terhadap motivasi berprestasi sebesar 28,5%, komitmen terhadap motivasi berprestasi sebesar 67,9%, hubungan antara variabel budaya dengan koefisien 0,893, budaya secara langsung terhadap profesionalisme sebesar 6,5%, budaya secara langsung terhadap profesionalisme sebesar 8,82%, motivasi berprestasi secara langsung terhadap profesionalisme sebesar 37,5%, budaya terhadap profesionalisme melalui motivasi berprestasi sebesar 10,68%, profesionalisme melalui motivasi berprestasi sebesar 25,46%, budaya dan komitmen secara bersama-sama terhadap motivasi berprestasi guru sebesar 88,8%, budaya, komitmen, dan motivasi berprestasi secara bersama-sama terhadap profesionalisme sebesar 80,75%.Kata kunci: budaya, komitmen, motivasi berprestasi, profesionalisme gur
IMPLEMENTASI MANAJEMEN ENGLISH AS SECOND LANGUAGE SEKOLAH TUNAS MEKAR INDONESIA LAMPUNG
The aim of the research was to describe the implementation of English as Second Language (ESL) Management in Sekolah Tunas Mekar Indonesia. This reasearch focused on some points, which were: 1) The Planning of ESL Management, 2) The Implementation of ESL Management, and 3) The Controlling of ESL Management. Qualitative research method which involved data collection techniques through observation, documentation and interviews. The data sources were the leader of ESL Division and all executives. Data analysis is done by interactive method. The results of research were: 1) The Planning of ESL Management was involving all leaders of divisions. 2) The Implementation of ESL Management ran based on the plan formulated. The actuating process performed thoroughly in all divisions, as expected in Kindergarten and Elementary School Level. 3) The Controlling of ESL Management in Sekolah TMI involved all layers of school in supervising, assessing, and giving feedback to the school.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan Manajemen ESL di Sekolah Tunas Mekar Indonesia. Fokus penelitian ini adalah Perencanaan Manajemen ESL, Implementasi Manajemen ESL, dan Pengendalian Manajemen ESL. Metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Sumber data adalah Kepala Divisi ESL dan para eksekutif. Analisis data dilakukan secara interaktif. Hasil Penelitian adalah: 1) Perencanaan Manajemen ESL melibatkan seluruh pimpinan, 2) Implementasi Manajemen ESL berjalan sesuai dengan formulasi perencanaan. Proses pelaksanaan berjalan berjalan secara menyeluruh dan sesuai dengan harapan pada Divisi TK dan SD. 3) Pengendalian manajemen ESL di Sekolah TMI melibatkan seluruh unsur Sekolah TMI dalam proses pengawasan, penilaian dan penciptaan umpan balik. Kata kunci : manajemen inglish as second languag
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENILAIAN KINERJA GURU
This research aims to analyze and describe the implementation of teacher performance appraisal management in Junior high school, consist of: 1) planning, 2) organization, 3) actuating, 4) controlling/ monitoring, 5 ) the role of assessors, 6) the obstacles / obstructions in the appraise teacher performance, 7) support of stakeholders. This research used a qualitative descriptive approach, with the design of phenomenology. The collecting data then compiled, interpreted, analyzed, reduced, and described. The results showed that: The implementation of Teacher Performance Appraisal, which was obtained through: Optimization implementation of management functions, supported Total Quality Education, Integrated Quality Management of Education, and was designed by Technical Directive of Teacher Performance Appraisal, can improve the quality of teacher performance appraisal implementation. All of those can be described: 1) The mapping of the quality and teachers competence, 2) Teachers carry out their duties in accordance duties and functions, 3) Increasing the service quality of teachers in the learning process (professional teacher).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan tentang implementasi manajemen penilaian kinerja guru di SMP, terdiri: 1) perencanaan 2) pengorganisasian, 3) pelaksanaan , 4) pengawasan, 5) peran penilai (asesor), 6) kendala/hambatan, 7) dukungan stakeholders. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan rancangan fenomenologi. Data yang diperoleh untuk disusun, dimaknai, dianalisis, direduksi, dan dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Implementasi Manajemen Penilaian Kinerja Guru, yang diperoleh melalui: optimalisasi fungsi manajemen pendidikan, yang didasari Total Quality Education, dan dirancang berdasarkan Petunjuk Teknis Penilaian Kinerja Guru, memberikan gambaran positif terhadap kualitas implementasi manajemen penilaian kinerja guru. Hal ini dapat tergambar: 1) Terpetanya kualitas dan komptensi guru, 2) Guru melaksanakan tugasnya sesuai tugas pokok dan fungsi, 3) Meningkatnya kualitas layanan guru dalam proses pembelajaran (guru professional). Kata kunci: implementasi, penilaian, kinerja gur
MANAJEMEN PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MELALUI PENDAMPINGAN PENDEKATAN KOLABORATIF
This research was aimed to analyze and describe the improvement of pedagogical competence comprised of; proprietary documents, ability in teaching preparation, and the ability in executing the lesson plan. This research used Margaret Riel model and was done in three cycles where each cycle passed through study and plan, take action, collect and analyse evidences, and reflect. The subject of the research were teacher and student. The guiding focus were the teachers who had not been mentored yet. The result of the research showed that proprietary documents of all mentees had reached the standard operating procedure, they could make lesson plan according to standard operating procedure and the teaching ability had improvements in applicating teaching and learning process based on student centered in the characteristic frame of active, creative, effective and enjoyable learning. This proved that the action which was done could fulfill the success of criteria targeted.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peningkatan kompetensi pedagogik guru yang terdiri dari: kepemilikan dokumen, kemampuan merencanakan pembelajaran, dan kemampuan melaksanakan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan Margaret Riel yang dilaksanakan dalam tiga siklus, dimana kegiatan melalui fase; mempelajari dan merencanakan, melakukan tindakan, mengumpulkan dan menganalisa bukti, dan merefleksi. Subyek penelitian adalah guru dan siswa. Fokus pendampingan adalah guru kelas yang belum pernah mendapat pendampingan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan dokumen dampingan telah memenuhi standard operating procedure, dampingan telah mampu menyusun RPP yang memenuhi standard operating procedure, dan kemampuan mengajar mengalami peningkatan dalam melakukan pembelajaran yang berpusat kepada siswa dengan ciri pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM). Hal ini membuktikan bahwa tindakan yang dilakukan dapat memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan.Kata kunci: kompetensi pedagogik, pendampingan, pendekatan kolaboratif, penelitian tindaka
KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SMK N 1 TERBANGGI BESAR LAMPUNG TENGAH
This research is done to analyze and describe the planning, organizing staff, actating program, and controling at State Vocational School 1 Central Lampung. This research used case study with the qualitative approach, data gained through interview in the forms of opinions, respons, information, and concept formulated in the description of the problems. The result of the research shows that 1) planning school program was babsed on bottom up; 2) organizing staff based on the goverment rule to accomodate all the teachers need of teacher right; 3) actuating program based on vision and mission; and 4) controling the program was done by system in each study program and division.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui bagaimana kepala sekolah merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengawasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai manajer. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, menggunakan rancangan studi kasus, data diperoleh dari wawancara berupa pendapat, tanggapan, informasi, konsep dan keterangan yang berbentuk uraian dalam mengungkapkan masalah, kajian dokumen dan observasi lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) perencanaan program menggunakan prinsip bottom up; 2) perancangan pengorganisasian staf mengacu kepada peraturan yang ada dengan tetap mengakomodir hak atas tunjangan sertifikasi; 3) pelaksanaan program berangkat dari penyusunan Visi, Misi; dan 4) pengawasan program dilaksanakan dengan sistem berjenjang di jurusan dan unit masing-masing. Kata kunci: sekolah kejuruan, kompetensi manajerial kepala sekola
STUDI TENTANG GURU BERSERTIFIKASI TIDAK MEMENUHI BEBAN MENGAJAR
This research was aimed to describe about certified teacher who unfulfilled the duty of teaching in junior high school in Bandar Lampung. The method used in this research was descriptive qualitative by using case study design. This research was conducted in SMPN 5 Bandar Lampung, SMPN 9 Bandar Lampung, SMPN 19 Bandar Lampung, SMPN 20 Bandar Lampung and SMPN 29 Bandar Lampung. The data were obtained from informants, supervisors, headmasters, teachers and administrative staff. Data collecting techniques used were interview, observation, and documentation. The results of this research generally indicated that teachers who previously acquired the rights of education certification benefits but now they suffered by the termination of the certification rights. It was because their duty of teaching in teaching learning process (PBM) was less the number of hours of teaching as obligation in certification program management for professional teachers decided by the government.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang guru bersertifikasi yang tidak memenuhi beban/tugas mengajar di sekolah menengah pertama di Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian ini di lakukan di SMPN 5 Bandar Lampung, SMPN 9 Bandar Lampung, SMPN 19 Bandar Lampung, SMPN 20 Bandar Lampung, dan SMPN 29 Bandar Lampung. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui informan-informan, pengawas, kepala sekolah, guru-guru, dan staf administrasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini secara umum mengindikasikan bahwa guru yang sebelumnya memperoleh manfaat hak-hak sertifikasi pendidikan namun menderita karena penghentian hak sertifikasi. Hal ini terjadi karena beban/tugas mengajar guru dalam proses belajar mengajar (PBM) mengalami kekurangan jumlah jam mengajar dari kewajiban mengajar yang dalam manajemen program sertifikasi untuk guru professional yang ditetapkan pemerintah.Kata kunci: sertifikasi, guru, guru profesiona