Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP)
Not a member yet
    173 research outputs found

    Kegagalan Kognitif Karyawan di Masa Pandemi: Apakah Pengaturan Kerja Fleksibel dan Persepsi Kontrol Berperan?

    Full text link
    Situasi pandemi COVID-19 yang tengah terjadi saat ini, berdampak pada pembatasan aktivitas manusia, salah satunya dalam hal pekerjaan. Sebagian besar perusahaan memutuskan menerapkan pengaturan kerja fleksibel bagi para karyawan. Selain untuk membatasi penyebaran virus, bekerja secara fleksibel berperan dalam menurunkan kegagalan kognitif individu, baik di tempat kerja maupun di rumah. Selain itu kontrol yang baik juga membantu penurunan kegagalan kognitif yang dialami karyawan. Responden penelitian merupakan karyawan perusahaan di Indonesia yang berjumlah 225 orang. Data dianalisis menggunakan program makro PROCESS oleh Hayes. Hasil penelitian menunjukkan persepsi kontrol di tempat kerja berperan sebagai mediator dalam hubungan antara pengaturan kerja fleksibel dengan kegagalan kognitif di tempat kerja (β = -0,003, SE = 0,01, 95% BCa CI [-0,07. -0,01]). Akan tetapi, tidak ditemukan peran mediator dalam hubungan antara pengaturan kerja fleksibel dengan kegagalan kognitif di rumah, maupun dalam hubungan lintas domain. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran penerapan pengaturan kerja fleksibel terhadap kontrol individu atas tanggung jawab pekerjaan dan rumah tangga, yang dapat menurunkan kegagalan kognitif individu, khususnya dalam situasi pandemi

    Kesejahteraan Psikologis pada Remaja Panti Asuhan Ditinjau dari Internal Locus of Control dan Spiritualitas

    Full text link
    Kehadiran orang tua berperan besar bagi kesejahteraan psikologis anak, khususnya remaja. Namun realitanya ada sebagian remaja yang tidak mendapatkan bimbingan dan afeksi orang tuanya, yaitu remaja di panti asuhan. Kesejahteraan psikologis dipengaruhi beberapa faktor, seperti kepribadian dan psikososial. Faktor kepribadian misalnya adalah internal locus of control, sedangkan faktor psikososial adalah spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara internal locus of control dan spiritualitas dengan kesejahteraan psikologis pada remaja yang tinggal di panti asuhan. Pengambilan sampel menggunakan teknik studi populasi dengan jumlah 75 remaja. Pengumpulan data menggunakan skala kesejahteraan psikologis (28 aitem, α = 0,881), skala internal locus of control (22 aitem, α = 0,856), dan skala spiritualitas (26 aitem, α = 0,905). Hasil regresi berganda menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara internal locus of control dan spiritualitas dengan kesejahteraan psikologis (Ryx1x2 = 0,790; p < 0,05. Analisis regresi sederhana pertama menunjukkan terdapat hubungan antara internal locus of control dengan kesejahteraan psikologis (rx1y = 0,466; p < 0,05). Analisis regresi sederhana kedua menunjukkan terdapat hubungan antara spiritualitas dengan kesejahteraan psikologis (rx2y = 0,490; p < 0,05). Artinya semakin tinggi internal locus of control dan spiritualitas yang dimiliki seseorang, maka semakin tinggi kesejahteraan psikologisnya, begitu pula sebaliknya. Besar sumbangan efektif spiritualitas lebih besar terhadap kesejahteraan psikologis dengan memberikan sumbangan sebesar 32,5%, dibandingkan internal locus of control yaitu sebesar 30%

    Online Learning Saat Pandemi Covid-19: Stres Akademik terhadap Subjective Well-being dengan Adaptive Coping sebagai Mediator

    Full text link
    Seluruh dunia sedang menghadapi Covid-19, salah satu cara memutus rantai penyebarannya, maka metode pembelajaran menjadi online learning. Tujuan riset ini adalah untuk menguji peran stres akademik terhadap subjective well-being dengan adaptive coping sebagai mediator pada mahasiswa di Indonesia yang sedang melaksanakan online learning. Hipotesis penelitian ini adalah peran stres akademik terhadap subjective well-being pada mahasiswa dimediasi oleh adaptive coping. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif survei dengan convenience-sampling. Jumlah partisipan 682 mahasiswa di Indonesia. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Skala Subjective Well-being, Skala Stres Akademik, dan Skala Adaptive Coping. Analisis data menggunakan analisis regresi mediasi dan hasilnya adalah β = 0,033; 95% (CI: 0,003 – 0,128). Kesimpulannya adalah stres akademik berperan terhadap subjective well-being pada mahasiswa dengan adaptive coping sebagai mediator secara parsial dengan pengaruh yang kecil

    The Effect of Academic Resilience and Social Support towards Student Involvement in Online Lecture

    Full text link
    The Covid-19 pandemic has made conventional lectures turn to online learning. The lecture system that is carried out by students is expected not to reduce student engagement in every lecture. Student involvement is due to the social support and academic resilience of students. This study aimed to determine the effect of academic resilience and social support on student engagement in online lectures. This study used a quantitative approach. The subjects of this study were 100 students of the Faculty of Social and Political Sciences, Mulawarman University who were selected using a simple random sampling technique. The data collection method used the scales of student engagement, academic resilience, and social support. The results showed that: (1) there is a significant effect of academic resilience and social support on student involvement in online lectures (p < 0.05) and had an influence contribution (R2) of 52%; (2) there is a significant positive effect of academic resilience on student involvement in online lectures (p < 0.05); (3) there is a significant positive effect of social support on student involvement in online lectures (p < 0.05)

    Kesepian dan Nomophobia pada Mahasiswa Perantau

    Full text link
    Penggunaan smartphone sebagai upaya pengalihan dari rasa kesepian dapat memicu munculnya nomophobia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan nomophobia pada mahasiswa perantau di Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 513 mahasiswa perantau (terdiri dari 157 laki-laki dan 356 perempuan) yang aktif kuliah di Universitas Syiah Kuala yang berasal dari luar Banda Aceh dan tidak tinggal bersama orang tua atau kerabat keluarga. UCLA Loneliness Scale (Version 3) dan Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) digunakan sebagai instrumen dalam mengumpulkan data penelitian. Analisis menggunakan statistik deskriptif dan teknik korelasi Product Moment. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kesepian dengan nomophobia pada mahasiswa perantau di Universitas Syiah Kuala (r=0,094; p=0,034). Hal ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi kesepian maka semakin tinggi nomophobia, sebaliknya semakin rendah kesepian maka semakin rendah nomophobia

    I’m not Alone: A Phenomenological Study of Psychological Help Sources in Suicide Crisis

    Full text link
    This research was conducted to explore the experiences of suicide survivors in seeking psychological help for their crisis. A descriptive phenomenological study was chosen to get the dynamics of mental health help-seeking. Semi-structured interviews were conducted with youth participants who had previously experienced a suicide crisis. Seven participants (5 women; mean age 26 years-old) were involved voluntarily through the snowball technique recruitment. Descriptive phenomenological analysis was applied to get the synthesis and meaning of experiences in psychological help-seeking. This study found psychological help sources: self-help, close relationships, socio-cultural, and institutional. This article highlighted that social relations played a crucial role in the success of seeking help. Suicide prevention should be carried out by campaigning for self-disclosure to seeking help by utilizing various available psychological help sources

    Strategi Belajar Kognitif Sebagai Mediator Peran Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran motivasi belajar intrinsik terhadap prestasi belajar statistika dengan mediator strategi belajar kognitif. Subjek penelitian 179 mahasiswa kelas statistika Fakultas Psikologi dari tiga universitas di Yogyakarta. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel motivasi belajar intrinsik, strategi belajar rehearsal, strategi belajar elaborasi, dan strategi belajar organisasi adalah skala; sedangkan variabel prestasi belajar statistika diperoleh dari dokumentasi tes hasil belajar tengah semester (UTS) dan akhir semester (UAS). Data yang diperoleh, dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan perangkat lunak Analysis of Moment Stucture (AMOS). Hasil penelitian adalah: 1) Model teoretis yang menyatakan bahwa strategi belajar kognitif memediasi peran motivasi belajar intrinsik terhadap prestasi belajar statistika, cocok atau sesuai dengan data; 2) Variabel motivasi belajar intrinsik, strategi belajar rehearsal, dan strategi belajar organisasi berperan positif terhadap prestasi belajar statistika, sedangkan strategi belajar elaborasi tidak berperan terhadap prestasi belajar statistika; 3) Strategi belajar kognitif, yang meliputi strategi belajar rehearsal, strategi belajar elaborasi, dan strategi belajar organisasi, tidak berfungsi sebagai mediator atas peran motivasi belajar intrinsik terhadap prestasi belajar statistika

    Tema-tema Pengalaman Perjumpaan Antarbudaya Mahasiswa Perantauan sebagai Bahan Perancangan Psikoedukasi Keterampilan Budaya

    Full text link
    Mahasiswa perantauan pada umumnya mengalami gegar budaya saat berpindah dari daerah asalnya ke daerah tempat kuliah. Perancangan intervensi yang membantu mahasiswa perantauan dalam mengatasi gegar budaya perlu didasarkan pada pengalaman nyata yang relevan bagi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengalaman perjumpaan antarbudaya mahasiswa residen asrama salah satu universitas swasta di Yogyakarta. Teori yang digunakan adalah teori akulturasi/gegar budaya. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif, yaitu analisis tematik. Sebanyak 57 mahasiswa residen asrama berpartisipasi. Pemilihan partisipan menggunakan teknik convenience sampling. Data diperoleh dengan diskusi kelompok terarah (FGD). Data dianalisis menggunakan metode analisis tematik, dibantu dengan perangkat lunak QDA Miner Lite. Hasil penelitian menunjukkan enam tema pokok, yaitu: 1) idealisme, 2) makanan, 3) kondisi geografis, 4) pemahaman bahasa dan keterampilan komunikasi, 5) stereotip, dan 6) jejaring sosial. Perspektif psikologi akulturasi (gegar budaya), psikologi sosial afirmasi diri dan ancaman stereotip, peminggiran budaya, dan keterampilan komunikasi antarbudaya digunakan dalam membahas temuan. Implikasinya adalah perancangan psikoedukasi dan kebijakan perlu mempertimbangkan keenam tema tersebut beserta diskusi yang menyertainya

    Peran Kepribadian Kesungguhan terhadap Krisis Usia Seperempat Abad pada Emerging Adulthood dengan Dukungan Sosial sebagai Mediator

    Full text link
    Krisis usia seperempat abad merupakan krisis perkembangan yang terjadi pada masa emerging adulthood. Krisis usia seperempat abad terjadi karena pengaruh beberapa faktor, di antaranya kepribadian kesungguhan dan dukungan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji peran kepribadian kesungguhan terhadap krisis usia seperempat abad pada emerging adulthood dengan dukungan sosial sebagai mediator. Partisipan penelitian ini adalah individu yang berada pada kelompok usia 18-25 tahun sebanyak 286 orang. Terdapat tiga alat ukur yang digunakan, yaitu Skala Quarter-life Crisis, Big-Five Inventory (BFI), dan The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Analisis mediasi menggunakan PROCESS, menunjukkan bahwa dukungan sosial memediasi peran kepribadian kesungguhan terhadap krisis usia seperempat abad sebesar 13% (-0,1286; p < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial berfungsi sebagai mediator atas peran kepribadian kesungguhan terhadap krisis usia seperempat abad

    Predictors of Workplace Well-Being for Dual-Earner Couples During Covid-19 Pandemic

    Full text link
    The Covid-19 pandemic has changed the life order of entire community including employees from dual-earner families. Overlapping roles experienced can cause tension and trigger work-family conflicts that can impact workplace well-being. Previous studies had often focused on well-being in general and there was a lack of research related to well-being in dual earner couples during pandemic. This study investigated the predictor role of core self-evaluation and spousal support through mediating role of work family conflict (WFC) on workplace well-being. Based on the conservation of resources theory, we need to identify essential resource to fulfill workplace well-being. Data were collected from 200 employed Jakarta Metropolitan area (Jabodetabek) dual-earners who had at least one child below the age of 13. According to the mediation with two predictors analysis, the mediating effect of WFC can only predict the linkage between core self-evaluation and workplace well-being (β = 0.02, SE =0.02; 95% CI [0.005, 0.061]) but cannot predict the role of spousal support through WFC on workplace well-being (β = 0.00, SE =0.00; 95% CI [-0.002, 0.007]). This finding explained the importance of self-evaluation during pandemic to enhance workplace well-being and buffered negative effect of work and family related burdens

    161

    full texts

    173

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇