Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP)
Not a member yet
    173 research outputs found

    Hardiness, Dukungan Sosial, dan Penyesuaian Diri Guru Tingkat Sekolah Dasar di Masa Pandemi Covid-19

    Full text link
    Guru sebagai salah satu aktor utama dalam pendidikan perlu memiliki kemampuan penyesuaian diri yang baik agar mampu merespon ketidakpastian, perubahan, dan kebaruan secara efektif. Riset ini bertujuan untuk mengetahui peran hardiness dan dukungan sosial pada penyesuaian diri guru dalam konteks pembelajaran di masa pandemi Covid-19 di tingkat sekolah dasar. Sebanyak 198 guru di tingkat sekolah dasar terlibat dalam studi survei kuantitatif ini.  Penelitian ini menggunakan convenience sampling sebagai teknik sampling dan menggunakan analisis regresi berganda untuk menganalisis data yang diperoleh. Tiga instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala hardiness, skala penyesuaian diri, dan skala dukungan sosial. Hasil analisis membuktikan bahwa secara simultan hardiness dan dukungan sosial berperan pada penyesuaian diri guru dengan sumbangan efektif sebesar 47,8% (F = 89,21; p < 0,01). Hasil tersebut dapat menjadi salah satu dasar bagi pengambil kebijakan di dunia pendidikan guna meningkatkan kemampuan guru dalam menyesuaikan diri menghadapi perubahan yang terus terjadi

    Gangguan Psikologis pada Mahasiswa Jenjang Sarjana: Faktor-Faktor Risiko dan Protektif

    Full text link
    Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan mengalami gangguan psikologis. Maka dari itu, diperlukan informasi mengenai faktor-faktor yang membuat mahasiswa lebih rentan mengalami gangguan, serta juga faktor yang dapat melindungi mahasiswa dari gangguan psikologis. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling dengan populasi adalah mahasiswa sarjana angkatan 2017-2019 di Universitas X. Total partisipan adalah 674 orang. Penelitian ini menggunakan alat ukur SRQ-20 dari WHO untuk mengukur gangguan psikologis. Kemudian, faktor-faktor yang ditanyakan adalah jenis kelamin, angkatan, aktivitas olahraga, aktivitas hobi, jenis hobi, merokok, riwayat keluarga mengalami gangguan psikologis, riwayat menggunakan layanan psikologis, riwayat diagnosis depresi dan kecemasan dari psikolog/psikiater, dan pengalaman trauma masa kecil dan remaja. Setiap faktor ditanyakan menggunakan satu pertanyaan saja dengan pilihan jawaban, ya, tidak, atau tidak berkenan menjawab. Analisis yang digunakan adalah t-test dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya faktor angkatan, aktivitas merokok, riwayat keluarga mengalami gangguan psikologis, dan jenis hobi yang tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada rata-rata gangguan psikologis (p > 0,05). Alasan dan implikasi dari hasil penelitian ini juga dibahas secara detail

    Peran Persepsi Dukungan Sosial dan Efikasi Diri terhadap Konflik Sekolah-Keluarga pada Mahasiswa Strata Tiga (S-3)

    Full text link
    Keputusan individu pada masa dewasa tengah yang sudah menikah dengan melanjutkan pendidikan dapat menambah tanggung jawab akademik sebagai mahasiswa S-3, selain tanggung jawab pada keluarga. Ketidakseimbangan tanggung jawab dalam melaksanakan peran sebagai anggota keluarga dan peran di sekolah sebagai mahasiswa S-3 dapat memicu terjadinya konflik sekolah-keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji peran persepsi dukungan sosial dan efikasi diri terhadap konflik sekolah-keluarga. Hipotesis dalam penelitian ini adalah peran persepsi dukungan sosial dan efikasi diri secara bersama-sama dapat memprediksi konflik sekolah, keluarga. Subjek penelitian ini sebanyak 41 mahasiswa S-3 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Gajah Mada (UGM) yang berusia dalam rentang umur 34-60 tahun, sudah menikah dan telah menempuh pendidikan S-3 selama satu tahun. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian yaitu: skala konflik sekolah, keluarga, skala persepsi dukungan sosial, dan skala efikasi diri. Analisis data menggunakan metode analisis regresi ganda dengan bantuan SPSS 22. Hasil analisis data diperoleh nilai F=7,487 dengan p=0,002 artinya terdapat hubungan antara persepsi dukungan sosial dan efikasi diri secara bersama-sama terhadap konflik sekolah-keluarga dengan sumbangan efektif sebesar 28,3%

    Regulasi Emosi dan Penyesuaian Mahasiswa Baru Saat Pandemi: Pentingkah Dukungan Emosional Orang Tua?

    Full text link
    The Covid-19 pandemic has made new students of the class of 2020 experience three transitions at once in their lives. It takes a good ability to regulate emotions so that new students are able to pass the transition period successfully. This study aims to examine the role of emotion regulation on the ability to adjust to college during a pandemic through the emotional support of parents as moderators for new students. A total of 247 new students from the 2020 batch of Gadjah Mada University participated voluntarily in filling out the online questionnaire. There are three measuring tools used, namely the Emotion Regulation Scale, Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ), and the Parental Emotional Support Scale. Moderation Regression Analysis was used to test the hypothesis and the results showed that parental emotional support was not proven to moderate the relationship between emotional regulation and college adjustment. However, emotion regulation was shown to have a direct positive effect on academic and social adjustment (p < 0.05)

    Kontribusi Literasi Kesehatan Mental dan Persepsi Stigma Publik terhadap Sikap Mencari Bantuan Profesional Psikologi

    Full text link
    Angka penderita gangguan mental di Indonesia terus meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun. Namun, masyarakat pada negara-negara dengan pendapatan menengah ke bawah (termasuk Indonesia) cenderung untuk meminta bantuan penyembuh tradisional daripada tenaga profesional kesehatan mental dalam menangani gangguan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi yang diberikan oleh literasi kesehatan mental dan persepsi stigma publik terhadap sikap mencari bantuan profesional psikologi. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain penelitian regresi. Subjek pada penelitian ini adalah 349 remaja berusia 18-24 tahun yang berdomisili di Kota Bandung. Data dari penelitian ini dianalisis dengan teknik analisis regresi linear sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa literasi kesehatan mental secara signifikan berkontribusi terhadap sikap mencari bantuan profesional psikologi (F = 63,130; p 0,05)

    Dinamika Relasi Keluarga ODS (Orang dengan Skizofrenia) Usia Remaja Berdasarkan Teori Bowen

    Full text link
    Skizofrenia adalah salah satu gangguan mental yang berat. Perjalanan penyakitnya kronis dan sering kambuh. Tidak lebih dari 10% ODS berfungsi baik hanya dengan pengobatan anti psikotik. Sembilan puluh persen sisanya tetap membutuhkan pendekatan dinamis termasuk juga terapi keluarga. Pendekatan dinamis berarti diperlukan kerjasama berbagai pihak untuk membantu pemulihan. Keluarga merupakan faktor penting, baik dalam etiologi maupun pemulihan ODS. Penelitian ini merupakan intervensi single case study dengan Bowen Family Therapy terhadap keluarga yang mengalami skizofrenia. Data diperoleh melalui wawancara terhadap ayah, ibu, Index Person, dan kakak perempuannya. Hasil penelitian menggambarkan bahwa kemampuan melakukan diferensiasi sangat dipengaruhi oleh intensitas relasi emosi dari anggota keluarga lain. Diferensiasi diri yang dari buruk ayah dan ibu (generasi kedua), menyebabkan munculnya gangguan skizofrenia pada salah satu anak perempuannya (generasi ketiga) yang terjebak dalam double bind-messages

    An Indonesian Adaptation of the World Health Organization Adverse Childhood Experiences International Questionnaire (WHO ACE-IQ) as a Screening Instrument for Adults

    Full text link
    There has been little research in Indonesia about Adverse Childhood Experiences (ACE). Whereas, research on this topic is urgently needed as the baseline for a national evidence-based child protection policy. Even though the worldwide prevalence of ACE is high, there is no comprehensive study in the Indonesian context in regards to ACE identification and the impact on the survivors’ mental and physical health. Therefore, an ACE screening instrument is urgently needed as the first step for conducting research on this topic. This research aims to examine the validity and reliability of the WHO ACE-IQ or the World Health Organization Adverse Childhood Experience International Questionnaire as an ACE screening instrument in Indonesia. The researcher conducted a cross-sectional survey in 240 participants aged 18-65 years old using an online self-administered questionnaire. The outcome of this research is the Indonesian adapted WHO ACE-IQ is able to provide a reliable, accurate, and valid score of ACE in the Indonesian adult populatio

    Kecenderungan #DiRumahSaja dan Perilaku Adaptif dalam Melawan Covid-19

    Full text link
    Wabah Covid-19 telah merenggut banyak nyawa hingga saat ini, sehingga menuntut kesadaran kita untuk berusaha bersama-sama melakukan tindakan kolektif dalam bentuk apapun. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku adaptif dalam melawan Covid-19 dan memprediksi kecenderungan untuk berdiam di tempat tinggal atau #dirumahsaja berdasarkan jenis kelamin, masa perkembangan, dan skema psikologis (kognisi, afeksi, dan perilaku). Tahap eksplorasi perilaku adaptif dilakukan dengan menggunakan pendekatan psikologi indigenous. Tahap prediksi kecenderungan #dirumahsaja dilakukan dengan implementasi machine learning model decision tree. Pengambilan data dilakukan dalam satu waktu dengan melibatkan 272 responden (67,6% wanita; Musia=24,4; SDusia=10,38). Berdasarkan hasil eksplorasi, penyebaran Covid-19 menjadi tanggung jawab diri sendiri (67,65%), pemangku kebijakan (22,79%), dan objek lain (9,56%). Kondisi afeksi dalam menyikapi Covid-19 didominasi oleh perasaan cemas (47,79%), diikuti usaha tetap tenang (32,72%) dan perasaan sedih (19,47%). Perilaku adaptif ditunjukkan dengan memutus rantai penyebaran virus (45,22%), menjaga pola hidup bersih dan sehat (42,28%), dan mengikuti anjuran pemerintah (12,5%). Berdasarkan model decision tree, kecenderungan #dirumahsaja terjadi pada wanita dewasa awal dan dewasa madya yang merasa cemas akan Covid-19 dan berperilaku adaptif dengan memutus rantai penyebaran virus

    Aktivitas Belajar dan Perilaku Kerja Inovatif pada Masa Pandemi Dimediasi oleh Efikasi-Diri Inovasi

    Full text link
    Perilaku kerja inovatif telah diteliti sebagai salah satu hal yang berguna bagi keberlangsungan perusahaan di masa pandemi Covid-19. Namun, perubahan pada berbagai aspek dalam lingkungan kerja akibat penyebaran Covid-19 menimbulkan tantangan bagi karyawan untuk menampilkan perilaku inovatif. Diduga bahwa keyakinan individu untuk berinovasi dapat membantu karyawan untuk dapat konsisten memberikan performa terbaiknya dengan menampilkan perilaku inovatif di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran efikasi-diri inovasi sebagai variabel mediator dalam hubungan antara aktivitas belajar formal maupun informal terhadap perilaku kerja inovatif karyawan. Responden penelitian ini merupakan karyawan dengan rentang usia 24-44 tahun yang bekerja di area Jabodetabek dengan masa kerja minimal 1 tahun dan pendidikan terakhir minimal S-1. Skala yang digunakan adalah Skala Aktivitas Belajar Formal, Skala Aktivitas Belajar Informal, Skala Efikasi-Diri Inovasi, dan Skala Perilaku Kerja Inovatif. Studi kuantitatif dilakukan terhadap 165 responden menggunakan metode accidental sampling. Metode penelitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner daring. Untuk pengolahan data menggunakan analisis regresi mediasi dengan aplikasi statistik SPSS 25 PROCESS. Hasil analisis data menunjukkan bahwa efikasi diri inovasi memediasi sebagian hubungan antara aktivitas belajar formal dan informal dengan perilaku kerja inovatif. Hasil penelitian ini memberikan implikasi positif kepada karyawan, penyelia, maupun perusahaan

    Misi Penyelamatan Diri: Dinamika Psikologis Rasa Malu Pasangan (Istri) Koruptor

    Full text link
    Relasi perkawinan merupakan hubungan interdependensi antara suami dan istri. Ketika suami melakukan tindak pidana korupsi, maka dapat menimbulkan rasa malu bagi pasangannya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika psikologis rasa malu pasangan (istri) koruptor serta faktor-faktor yang terlibat di dalamnya. Partisipan penelitian adalah seorang istri yang menggugat cerai suaminya akibat kasus korupsi yang dilakukan suaminya. Metode kualitatif studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa malu yang dialami partisipan ter manifestasikan dalam perasaan-perasaan marah, kecewa, sedih, sakit, kesepian, kehilangan, takut terekspos, defect, dan tidak bahagia. Rasa malu yang dialami muncul dari adanya identitas bersama yang mengancam citra diri partisipan. Koping yang dilakukan partisipan untuk keluar dari rasa malu adalah dengan melupakan, memutus berbagi identitas dengan bercerai, dan memperbaiki citra diri. Dinamika rasa malu pasangan (istri) koruptor melibatkan tiga faktor yang berpengaruh besar, yakni karakteristik partisipan, keinginan partisipan agar anaknya memiliki kebanggaan atas orang tuanya, dan relasi dengan keluarga

    161

    full texts

    173

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇