Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP)
Not a member yet
173 research outputs found
Sort by
Peran Pendidikan Profesi, Efikasi, dan Dukungan Sosial dalam Memprediksi Perilaku Inovatif Guru
Menjadi inovatif merupakan salah satu kunci keberlangsungan suatu organisasi, termasuk institusi pendidikan. Guru, sebagai pemegang peran krusial dalam institusi pendidikan juga amat perlu mengembangkan perilaku inovatif agar dapat mencapai tujuan pendidikan di abad ke-21. Studi korelasional dilakukan untuk meneliti apakah keikutsertaan pada pendidikan profesi, efikasi guru, dan dukungan sosial di sekolah memprediksi perilaku inovatif pada guru sekolah dasar di Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Depok. Sebanyak 234 partisipan mengisi kuesioner self-report untuk mengukur ketiga variabel tersebut. Analisis regresi majemuk dilakukan untuk mengolah data yang diperoleh. Hasil penelitian menemukan bahwa ketiga variabel signifikan memprediksi perilaku inovatif guru, namun pada dimensi yang berbeda-beda dari perilaku inovatif guru. Selain itu, dukungan sosial ditemukan menjadi kontributor terbesar dalam memprediksi perilaku inovatif guru. Implikasi dari hasil yang ditemukan menunjukkan urgensi pengembangan aspek pendidikan, personal, dan sosial guru agar dapat menerapkan perilaku inovatif dalam kesehariannya
Memotret Peran Keberfungsian Keluarga Terhadap Regulasi Emosi Remaja yang Diasuh Oleh Ibu Tunggal
Memasuki usia remaja, kemampuan regulasi emosi sangat dibutuhkan dalam menghadapi berbagai stresor yang muncul. Kemampuan meregulasi emosi tersebut menurut berbagai studi sangat bergantung kepada kondisi keluarga dimana remaja tersebut tumbuh dan berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan keberfungsian keluarga dalam memprediksi regulasi emosi remaja yang dibesarkan oleh ibu tunggal. Terdapat 116 responden (49 laki-laki dan 67 perempuan) yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan skala The McMaster Family Assessment Device (FAD) untuk mengukur keberfungsian keluarga dan skala Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) untuk mengukur regulasi emosi remaja. Berdasarkan analisis regresi linear berganda diperoleh hasil bahwa aspek keberfungsian keluarga secara signifikan berperan terhadap regulasi emosi pada remaja yang dibesarkan oleh ibu tunggal (p < 0,05 dan R² = 0.12). Berdasarkan analisis regresi linear berganda pada masing-masing aspek FAD, roles (p = 0,04) dan behavior control (p = 0,02) merupakan aspek yang paling signifikan dibandingkan dengan aspek lainnya pada regulasi remaja yang diasuh oleh ibu tunggal. Artinya adanya peran dan kontrol perilaku dari ibu dapat membantu remaja untuk belajar mengelola emosi mereka dengan lebih baik
Kesejahteraan Psikologis pada Ibu yang Berperan Ganda Ditinjau dari Dukungan Suami dan Tekanan Psikologis
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan suami dan tekanan psikologis pada ibu yang berperan ganda. Kesejahteraan psikologis dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu usia, pendapatan, etnis, dukungan sosial, tekanan psikologis, status keuangan, status pernikahan, kehadiran anak, stabilitas pekerjaan, status sosial dan ekonomi, budaya, dan evaluasi terhadap beberapa area kehidupan. Partisipan dalam penelitian ini adalah 120 orang ibu yang memiliki peran ganda, berusia 23 sampai 28 tahun, memiliki pasangan dan anak. Penelitian ini menggunakan skala kesejahteraan psikologis (Psychological Well Being Scale yang disusun oleh Ryff), skala dukungan suami yang diadaptasi dari Support in Intimare Relationship Rating Scale, dan skala tekanan psikologis (Kessler Psychological Distress Scale K-10). Hasil dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara dukungan suami dan tekanan psikologis terhadap kesejahteraan psikologis (Ryx1x2 = 0,379; p < 0,01). Selain itu, terdapat hubungan positif antara dukungan suami dan kesejahteraan psikologis (rx1y = 0,298; p < 0,05). Hasil selanjutnya juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara tekanan psikologis dengan kesejahteraan psikologis (rx2y = -0,322; p < 0,05). Hal ini berarti ketika ibu yang berperan ganda memiliki dukungan suami yang tinggi dan tekanan psikologis yang rendah, maka kesejahteraan psikologis akan tinggi, begitu pula sebaliknya. Sumbangan yang efektif dari kedua variabel tersebut terhadap kesejahteraan psikologis adalah 12,9%
Science Majoring Background Modulates the Psychological Responses to Stress on Numerical Task
Numerical tasks have become part of the daily activities of individuals even in academic potential tests which have the potential to cause stress to individuals. The background of majoring in science is thought to be one of the factors that influence the individual's physiological response to stress when doing numerical tasks. This study aims to investigate whether there are differences in the final results and processing stages on numerical tasks between students majoring in science and social studies. A simple mathematical numerical task was given to participants to respond by adding numbers that were close to each other within a predetermined time limit. Twenty-two participants took the test twice with a one-week gap between tests. Recording of participants' electrodermal activity while working on a task using a galvanic meter. The results show that there is no difference in performance between students in majoring in social science and science (t = 0.552; p = 0.587), however, there are indications of different stress dynamics, where students in majoring in science show a positive effect of stress, while students in majoring in social science show the opposite. Further discussed the stress response on the difference in the frequency of meetings with numerical tasks during education at school
Narsisisme dan Harga Diri Perempuan Generasi Z terhadap Pembelian Kompulsif
Fenomena pembelian kompulsif yang terjadi di berbagai negara terus meningkat setiap saat, khususnya terjadi pada perempuan generasi Z. Tuntunan untuk pemenuhan tren membuat perempuan generasi Z memiliki dorongan untuk membeli fashion secara berlebihan hingga kehilangan kendali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara narsisisme, harga diri, dan pembelian kompulsif pada perempuan generasi Z. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan accidental sampling sejumlah 173 partisipan. Digunakan tiga instrumen pengukuran pada penelitian ini, yaitu: Compulsive Buying Scale, Narcissism Personal Inventory (NPI-16), dan Self-esteem Scale. Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui adanya hubungan antara narsisisme dan harga diri terhadap perilaku kompulsif (F = 23,041, p<0,01). Kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan, kekaguman, ataupun penilaian positif dari orang lain akan membuat perempuan generasi Z melakukan pembelian kompulsif
Difficulties in Emotion Regulation and Optimistic Bias in Young Drivers’ Risky Driving Behaviors
Risky driving behavior is the most dominant human error among young novice drivers. This research's objective was to find the correlation between difficulties in emotion regulation and optimistic bias towards risky driving behavior of teenagers. Sample was Senior High School students from grade 10 to 11 S who drove private vehicles on a daily basis (N=160). Instruments used were modified Behavior of Young Novice Drivers' Scale (BYNDS), modified Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS) and optimistic bias scale. Hypotheses were tested using multiple regression analysis. Results showed that there was a positive and significant correlation between difficulties in emotion regulation and optimistic bias towards risky driving behavior (F (2, 157) = 47.846; p < .01). Bigger contribution was found on difficulties in emotion regulation, indicating that teenagers while driving, relied more on their emotion regulation abilities than their awareness of driving risks
Tawakal and Academic Stress in Assignment Completion of University Students
Academic stress is a condition experienced by any university student. However, academic stress can be a significant problem if it disrupts daily activities and incites maladaptive responses. This paper aimed to understand the correlation between tawakal and academic stress in assignment completion among students of UIN Raden Mas Said Surakarta. The study used a quantitative approach with a correlational method. The sampling method in this study was cluster random sampling involving 320 students of UIN Raden Mas Said Surakarta, aged 18 to 22 years old, from both genders. It utilized two measuring instruments namely: a) stress academic scale based on Sarafino and Smith’s theory with a reliability coefficient of 0.926, and b) tawakal scale based on Ibnu Qayyim’s theory with a reliability coefficient of 0.946. The data analysis technique implemented in the present study was Spearman’s correlation technique resulting in r=-0.103 and p=0.033 (p<0.05). Based on regression analysis between every aspect of tawakal with academic stress, there are three aspects of tawakal that contribute significantly to reducing academic stress, namely understanding the law of cause and effect (p=0,006), strengthening qalbu and tauhid (p=0,032), and leaving everything to Allah (p=0.000) Based on the analysis, there is a negative correlation between tawakal and academic stress in assignment completion among students of UIN Raden Mas Said Surakarta. Thus, tawakal can become a solution to reduce the level of stress among university students
The Effect of Mild Sleep Deprivation on Students’ Cognitive Function during Covid-19 Pandemic
Covid-19 pandemic has altered students' sleep patterns due to increasing academic demands as a compromise to switching the learning mode from direct classroom interaction to online learning. As a result, some believed it would affect the quality of cognitive functions. We conducted one experiment involving ~200 undergraduate students to measure their inhibitory control -a segment of cognitive process that allows controlling the unnecessary but often striking impulses – under two conditions, i.e., sufficient sleep and lack of sleep. Participants were asked to record their regular sleeping hours a week before the measurement period to get the baseline condition. Lack of sleep condition was determined by taking only partitions (less than 85%) of the regular sleeping hours overnight. Inhibitory control was measured using the online version of Simon Task about 30 minutes after the participants woke up in the morning. We found no direct effect of sleep deprivation on the performance of the Simon Task. Participants performed the Simon Task comparably well between the Sleep Deprived and Sufficient Sleep conditions. However, sleep deprivation inhibited the learning process required to perform identical Simon Task on the subsequent measurement intake. Our finding demonstrates that despite no empiric evidence of the direct impact of sleep deprivation on cognitive function per se, it affects the covert learning process required to perform well in future assignments
Hubungan Kualitas Informasi dan Keamanan Situs terhadap Niat Pembelian Ulang Pengguna Mobile Commerce Shopee dengan Kepuasan Konsumen sebagai Mediator
Persyaratan dasar aplikasi belanja online antara lain menyediakan informasi yang berkualitas dan keamanan aplikasi bagi penggunanya. Inovasi teknologi saat ini menggunakan mobile phone atau disebut mobile commerce (m-commerce) untuk akses dalam berbelanja online. Shopee sebagai salah satu m-commerce ternama, berupaya memberikan beragam akses informasi dan meningkatkan tingkat keamanan aplikasi untuk menjaga kepuasan penggunanya. Kepuasan atas pelayanan yang diberikan m-commerce dapat memicu pembelian ulang pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kualitas informasi atau keamanan aplikasi terhadap niat pembelian ulang pengguna Shopee dengan mediator kepuasan konsumen. Metode penelitian kuantitatif survei dengan 272 subjek konsumen Shopee yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan program Process Hayes model 4. Hasil penelitian menunjukkan kepuasan konsumen memediasi hubungan kualitas informasi dan niat pembelian ulang (β=0,0596; CI=0,03, 0,09). Sementara itu, mediator kepuasan konsumen memediasi hubungan keamanan aplikasi dan niat pembelian ulang (β=0,2408; CI=0,16, 0,34). Dapat disimpulkan bahwa perasaan puas atas layanan informasi yang relevan dan keamanan aplikasi dapat membentuk niat konsumen membeli di aplikasi yang sama
Kecenderungan Gaming Disorder dan Perilaku Konsumtif Pembelian Virtual Goods pada Pemain Online Game
Berkembangnya teknologi dan berbagai jenis game membuat seseorang tertarik terlibat penuh dan semakin intens hingga memiliki rasa ketergantungan, adiksi bahkan disorder. Segelintir individu melakukan berbagai upaya untuk dapat mengakses sumber kesenangannya selama bermain online game dengan turut serta membeli game item yang melekat pada game-game yang sering dimainkan meski dengan segala keterbatasan ekonomi yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecenderungan gaming disorder terhadap perilaku konsumtif pembelian virtual goods pada pemain online game. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 200 orang yang diperoleh dengan teknik purposive sampling dengan kriteria usia 14-28 tahun, sering bermain online game, pernah membeli item dalam game secara tunai maupun real trade money. Alat ukur dalam penelitian ini adalah Internet Gaming Disorder Scale dan skala perilaku konsumtif. Hasil penelitian yang diperoleh melalui teknik analisis regresi linear sederhana menunjukkan gaming disorder berpengaruh terhadap perilaku konsumtif pembelian virtual goods pada pemain online game (p < 0,000, R2 = 0,134). Artinya, individu yang cenderung mengalami internet gaming disorder semakin intens untuk membeli berbagai perangkat game yang digemari, begitu juga sebaliknya