Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP)
Not a member yet
173 research outputs found
Sort by
Coping Strategies to Survive Online Learning Difficulties: Qualitative Survey Study of Bataknese and Javanese Students
It is apparent that students’ perceptions of the online learning experience during the pandemic led to the development of coping abilities to deal with stress. This research aims to explore coping mechanisms that Batak and Javanese students in Medan City used to minimise stress related to online learning difficulties during the COVID 19 pandemic. A total of 671 students participated in the study by completing a self-reported survey online. This research is qualitative research with a thematic analysis approach. The findings were categorized into two main themes: 1) online learning difficulties (consisting of 3 subthemes: technical problems, task overload, emerging negative emotions); 2) overcoming online learning difficulties (consisting of 3 subthemes: patience, prayer, and parental support). This research implies that the coping strategies students use can help them survive adversity during the COVID-19 pandemic
The use of UGM’s eLOK as a Student Learning Outcomes Evaluation Platform
The use of online platforms in testing is a necessity nowadays, especially in an academic context. The platform used in UGM, namely eLOK, provides a testing facility which enable the lecturers to simultaneously see the results of the test evaluations and questions directly from the platform. However, there haven’t been any studies that compare the evaluation results using UGM’s eLOK with other approaches. Therefore, this study compared evaluation results from UGM’s eLOK with the Classical Test Theory (CTT) and Item Response Theory 2-Parameter Logistics (IRT 2-PL) approach using the Graded Response Model (GRM). This study included 22 active students who took the test using the UGM’s eLOK platform in the Multivariate Statistics course during the even semester of 2020/2021 academic year. The results of the analysis showed that the evaluation using the UGM’s eLOK platform had close equivalence with the CTT approach, although each parameter’s value was slightly different. In addition, the results of the IRT analysis were found to have far differences with the other two methods, but these results only slightly reflect the actual parameters due to the minimal number of subjects. The results of this study can be used as a reference in using UGM’s eLOK as a student academic testing platform, where lecturers are able to evaluate the quality of the tests and items given to test
Antara Penolakan dan Penerimaan: Eksplorasi Sikap dan Persepsi Orang Muda terhadap LGBT+ di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sikap dan persepsi orang muda Indonesia terhadap LGBT+. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sebanyak 46 orang dari individu non-LGBT+ dan 22 orang dari individu atau komunitas LGBT+ mengisi kuesioner pertanyaan terbuka secara daring. Kriteria partisipan adalah Warga Negara Indonesia yang berusia 17 – 35 tahun. Analisis tematik menghasilkan empat tema utama, yaitu persepsi terhadap LGBT+ yang dimanifestasikan sebagai orientasi seksual atau perilaku seksual; persepsi terhadap homoseksualitas yang dimanifestasikan sebagai kondisi alamiah, wajar atau kesalahan; penerimaan masyarakat terhadap LGBT+, yang berkaitan dengan ruang dan generasi atau kelompok usia; serta presentasi diri LGBT+ dalam masyarakat. Peneliti mendiskusikan lebih lanjut terkait LGBT+ apakah bisa sebagai identitas sosial berdasarkan peluang dan tantangan, optimalisasi media sosial sebagai ruang aman bagi LGBT+ untuk mempresentasikan dirinya, serta pentingnya peran konteks dalam memahami LGBT+ di Indonesia. Penelitian ini menjembatani kesenjangan di antara individu non-LGBT+ dengan individu atau komunitas LGBT+, sehingga tercipta lingkungan yang lebih baik bagi komunitas LGBT+ sebagai minoritas, dalam hal ini memperkuat toleransi dan saling menghormati. Penelitian dengan wawancara mendalam diperlukan untuk lebih mengeksplorasi dinamika psikologis dan sosial terhadap LGBT+
An Adaptation and Validation of The Indonesian Version of The Bullying and Cyberbullying Scale for Adolescents
Measurement of bullying behaviour in the Indonesian context has not received much attention let alone a comprehensive measurement of bullying which includes all forms of bullying and the role of individual both as perpetrator and victim. The Bullying and Cyberbullying Scale for Adolescents (BCS-A) developed by Thomas and his colleagues has comprehensive coverage and measures individuals either as perpetrator or victim. The purpose of this study was to adapt and test the psychometric properties of the Indonesian version of the BCS-A scale. This research included two stages: the first stage was adapting the scale from English to Bahasa Indonesia using Beaton’s guideline, while the second stage was validating the Indonesian version of the BCS-A scale. The subjects of this study were 330 high school students in the Special Region of Yogyakarta who participated in the study by completing the BCS-A questionnaire through online surveys. The result of the adaptation stage, that is the Indonesian version of the BCS-A scale, was supported by an evidence of validity based on subject response. At the validation stage, the Indonesian version of the BCS-A was found to have a good validity based on internal structure and satisfactory reliability
Perilaku Kerja Inovatif Pada Perusahaan Rintisan: Peran Kepemimpinan Inklusif, Keamanan Psikologis, dan Pemberdayaan Psikologis
Perusahaan rintisan atau startup merupakan jenis perusahaan yang memiliki pertumbuhan pesat di Indonesia. Akan tetapi saat ini kondisi perkembangan perusahaan rintisan di Indonesia sedang berada pada kondisi yang mengkhawatirkan dan banyak menghadapi ancaman kegagalan. Oleh karena peran besar perusahaan rintisan sebagai penunjang pertumbuhan bisnis di Indonesia, penelitian mengenai perilaku karyawan perusahaan rintisan menjadi penting dilakukan untuk mendukung keberlangsungan organisasi. Diduga bahwa ketika seorang karyawan merasakan perasaan aman dan berdaya, hal tersebut dapat membantunya menampilkan suatu perilaku inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran keamanan psikologis dan pemberdayaan psikologis sebagai mediator simultan dari hubungan antara kepemimpinan inklusif dengan perilaku kerja inovatif. Metode penelitian menggunakan metode survei secara daring hingga menghasilkan sebanyak 117 orang responden, dengan kriteria karyawan perusahaan rintisan, memiliki masa kerja minimal 6 bulan dan berlatar pendidikan minimal SMA. Alat ukur penelitian ini adalah Skala Kepemimpinan Inklusif, Psychological Capital Scale, Skala Pemberdayaan Psikologis dan Skala Perilaku Kerja Inovatif. Pengolahan data menggunakan analisis regresi mediasi paralel berganda dengan aplikasi SPSS 25 PROCESS. Hasil analisis menunjukkan bahwa keamanan psikologis dan pemberdayaan psikologis tidak memediasi hubungan antara kepemimpinan inklusif dan perilaku kerja inovatif secara simultan, melainkan pemberdayaan psikologis yang berperan sebagai mediator hubungan tersebut dalam keadaan keamanan psikologis terkontrol
Modifikasi Skala Mindfulness
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan modifikasi terhadap skala mindfulness. Peneliti mengggunakan empat aspek mindfulness dan indikator diperoleh dari lapangan melalui open-ended questionaire dan wawancara. Adapun empat aspek tersebut adalah observasi, deskripsi, bertindak dengan kesadaran, serta menerima tanpa menilai pada stimulus internal dan eksternal. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 201 orang mahasiswa S1, S2, dan mahasiswa profesi. Skala disebarkan kepada partisipan secara online dan offline. Seleksi item dilakukan dengan menggunakan hasil pengujian validitas isi, analisis daya beda, dan analisis faktor konfirmatori. Dari 48 item tersisa 13 item sebagai skala mindfulness. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada tiga aspek yang muncul dalam penelitian ini, sedangkan aspek bertindak dengan kesadaran tidak muncul sebagai dimensi spesifik dalam analisis. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut mengenai aspek tersebut atau perbaikan dalam pembuatan item skala mindfulness perlu untuk dilakukan. Walaupun memiliki keterbatasan, penelitian ini berkontribusi untuk menyediakan item pada aspek deskripsi dan menerima tanpa menilai yang mencerminkan stimulus internal dan stimulus eksternal, yang pada penelitian sebelumnya, banyak item stimulus eksternal yang gugur pada dua aspek tersebut. Oleh karena itu, skala modifikasi mindfulness ini dapat melihat mindfulness pada individu baik terhadap stimulus internal maupun stimulus eksternal
Tracking Regret and Guilt: The Context of Harm and Trait Mindfulness
Being exceedingly social creatures, each and every decision that an individual human makes carries with it consequences and risks that may endanger not only themselves (intrapersonal harm), but also others (interpersonal harm). This experiment (N = 215 undergraduates; 63.36% female; Mage = 21.86, SD = 2.56) compared the impact of contextual harm on emotions of regret and guilt, and examined whether the role of a trait-relevant predictor in the form of mindfulness on regret/guilt could be explained by tendency of being under-engaged (trait alexithymia) and over-engaged (trait rumination) of affective experiences. In line with our predictions, (i) interpersonal harm aroused more guilt than intrapersonal harm, but the levels of regret between the two contexts were not unalike; (ii) mindfulness negatively correlated with alexithymia, rumination, regret, and guilt; and (iii) after controlling for type of harm, the relation between mindfulness and regret/guilt was mediated by alexithymia and rumination. Although guilt depends heavily on interpersonal context while regret is induced more globally, mindfulness inversely predicts the levels of both emotions through alexithymia and ruminatio
Peran Disregulasi Emosi terhadap Kecenderungan Melakukan Perilaku Nonsuicidal Self-Injury (NSSI) pada Remaja
Nonsuicidal self-injury (NSSI) merupakan perilaku melukai diri sendiri secara sengaja tanpa ada niatan untuk bunuh diri. Terdapat berbagai macam faktor yang menjadi penyebab seseorang melakukan perilaku NSSI, salah satunya adalah disregulasi emosi. Namun, publikasi penelitian mengenai topik serupa di Indonesia masih sangat terbatas sehingga tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui peran disregulasi emosi terhadap kecenderungan melakukan perilaku NSSI pada remaja. Partisipan (N=159) merupakan remaja berusia 14-24 tahun (laki-laki= 15, perempuan= 130, tidak menjawab= 14) yang pernah atau sedang melakukan perilaku NSSI. Data didapatkan dengan menyebarkan instrumen Inventory of Statement about Self-Injury (ISAS) dan Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS) yang sudah dimodifikasi. Hasil analisis menggunakan regresi linier sederhana menunjukkan bahwa disregulasi emosi berperan terhadap kecenderungan remaja melakukan perilaku NSSI dengan sumbangan efektif sebesar 26,1% (p<0,05)
Efek Penggunaan Emoji pada Kefasihan Pemrosesan dalam Bersosial Media: Studi Eksperimental
Emoji sering digunakan untuk menunjukkan emosi saat berkomunikasi di media sosial, sehingga diperlukan kefasihan pemrosesan untuk memahami dan mempercayai isi pesan secara baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan penggunaan emoji terhadap kefasihan pemrosesan. Partisipan penelitian adalah mahasiswa aktif Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat angkatan 2017-2020 yang menggunakan media sosial Twitter, dan berusia lebih dari 17 tahun sebanyak 61 orang. Penelitian ini merupakan eksperimen replikasi dengan desain between subjek yang dilakukan pada dua kelompok eksperimen yaitu kelompok perlakuan kongruen (pemberian emoji yang sesuai makna teks) dan inkongruen (pemberian emoji yang tidak sesuai makna teks). Hasil independent sample t-test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kefasihan pemrosesan antara kedua kelompok perlakuan. Hal ini berarti bahwa tidak ada efek penggunaan emoji terhadap kefasihan pemrosesan
The Role of Emotional States on Purchase Decision-Making among Novice Stock Investors
Novice stock investors tend to make investment decisions based on their emotions, so they usually have lower performance. Emotions can affect decision-making through immediate emotions (emotional states) and expected emotions (emotional consequences). Happy and sad are the strongest emotions. Therefore, this research aims to examine and explain the effect of emotional states, specifically happy and sad, on novice stock investors' purchase decision-making. This research uses the experiment method, with 30 novice stock investors divided into three groups (two experimental and one control group). The result shows no effect between happy and sad emotional states on purchase decision-making (p > 0,05). The result is caused by participants' tendencies to make rational decisions for the highest utility. The higher the utility they get, the happier they will be, and vice versa. Thus, happy and sad emotions act as expected emotions, not as immediate emotions in decision-making