JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika)
Not a member yet
363 research outputs found
Sort by
Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Pelayanan Obat di Apotek Generik
Penggunaan teknologi pada saat ini sudah diterapkan pada bagian kesehatan. Website merupakan teknologi yang mudah untuk digunakan. Apotek merupakan toko tempat meramu dan menjual obat berdasarkan resep dokter serta memperdagangkan barang medis. Pembeli yang ingin membeli obat namun obat yang dibeli habis dapat membuat pengunjung kecewa. Untuk mengantisipasi kekecewaan ini maka kami membuat Sistem Informasi Pelayanan Obat di Apotek yang dapat memberikan kemudahan dalam melihat informasi obat yang ingin dicari serta stok obat itu sendiri. Selain itu, customer tidak akan sia – sia datang ke Apotek karena obat yang di inginkan sudah habis. Sistem ini akan digambarkan cara kerjanya dengan diagram UML, form dan interface. Kata Kunci - Apotek, Sistem Informasi, Interface, Web, Diagram, For
Pemilihan Network Monitoring System Berdasarkan Kajian Efektifitas Sistem Informasi dengan Pendekatan AHP : Studi Kasus pada “PT.TUV”
Jaringan komputer adalah sesuatu yang kompleks. Kompleksitas tersebut bukan hanya sebatas banyaknya device atau perangkat, tetapi juga begitu bervariasinya sistem dan teknologi yang ada di dalamnya, serta cakupan area jaringan yang yang luas. Infrastruktur yang handal sekalipun tidak bisa dijadikan jaminan bahwa fungsi jaringan dapat bekerja secara optimal tanpa didukung oleh monitoring atau pengelolaan yang baik. Semua kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan program yang menyebut dirinya sebagai Network Monitoring System (NMS).NMS merupakan perangkat lunak yang fungsi utamanya adalah memonitor dan mengelola perangkat-perangkat jaringan dengan tujuan agar reliability dan availability terjaga dan dapat secara dini diketahui anomaly atau terputusnya jaringan tersebut. Saat ini banyak sekali perangkat lunak yang handal serta mudah dalam penggunaannya sebut saja misalnya CiscoWork, HP OpenView, dan IBM Tivoli NetView. Hanya saja perangkat lunak tersebut cukup mahal, karena memang tergolong produk commercial. Untungnya ketersediaan produk NMS tidak sebatas commercial (propriety), tetapi juga banyak alternatif lain yaitu produk-produk yang tergolong mudah digunakan. Sayangnya, kebanyakan produk susah dalam implementasi, baik dari segi instalasi maupun konfigurasi, tetapi juga keterbatasan dalam jumlah node serta jenis yang dimonitor, meliputi perangkat jaringan, server, dan aplikasi. Metode pemilihan perangkat lunak NMS berdasarkan efektifitas Sistem Informasi ini didasarkan pada metode penelitian Oyku Alanbay melalui pendekatan AHP (Analitical Hierarchy Process) dengan software Expert Choice 2000. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan metode yang tepat dalam menentukan perangkat lunak NMS berdasarkan efektifitas Sistem Informasi yang handal untuk digunakan sebagai tool monitoring jaringan, server, dan aplikasi untuk digunakan pada PT.TUV. Kata kunci— Network Monitoring System, Metode Oyku Alanbay, Analitical Hierarchy Process, Expert Choice 2000
Extended Access List untuk Mengendalikan Trafik Jaringan
Keamana jaringan komputer saat ini menjadi hal penting untuk diterapkan. Banyak organisasi yang telah menjadikan teknologi informasi sebagai bahagian penting dalam menunjang aktivitasnya. Akses pengguna yang tidak dibatasi menjadi ancaman bagi sebuah organisasi, karena banyak data dan informasi penting yang tersebar dalam perangkat jaringan komputer di organisasi tersebut dapat disusupi oleh pihak yang tidak berwenang. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan extended access list yang merupakan salah satu bagian dari metode access control list. Extended access list dapat menyaring lalu lintas data suatu jaringan dengan mengontrol apakah paket-paket tersebut dilewatkan atau dihentikan. Extended access list juga dapat menjamin keamanan untuk setiap komputer sehingga jalur komunikasi serta hak akses setiap komputer dapat berjalan dengan baik. Extended access list memungkinkan penyaringan berdasarkan sumber atau alamat tujuan, protokol yang dipilih, port yang digunakan, dan apakah koneksi sudah ditetapkan. Tulisan ini membahas penerapan extended access list dalam jaringan supaya dapat melakukan filter terhadap paket data yang melewati jaringan. Penerapannya menggunakan software Packet Tracer 6.1.1 untuk membuat prototipe jaringan dan mensimulasikannya. Sehingga nanti dapat diterapkan pada jaringan yang sebenarnya. List yang dibangun pada penelitian ini diterapkan untuk protokol antara lain : TCP (WWW, FTP, Telnet, SMTP, POP3), UDP (DNS), dan ICMP (Ping). Hasilnya didapatkan extended access list yang dikonfigurasi pada router dalam topologi penelitian ini mampu melakukan filter terhadap paket yang melewati jaringan. Hasil konfigurasinya sangat spesifik, sehingga penerapan hak akses permit dan deny dapat dilakukan sesuai dengan aturan dan skenario yang dirancang
Penyajian Data Komoditi Batik Kabupaten Sukoharjo Dengan Google Earth
Kabupaten Sukoharjo memiliki banyak potensi daerah yang merupakan komoditi unggulan kabupaten yaitu komoditi mebel kayu, mebel rotan, batik, tekstil dan produk tekstil, kaca grafir, kerajinan kulit/tatah sungging (wayang), kerajinan gitar, kerajinan gamelan, shuttlecock, jamu tradisional, emping mlinjo, sarung goyor, beras, dan alkohol. Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sukoharjo adalah salah satu pelaksana urusan Pemerintah Daerah kabupaten Sukoharjo di bidang perindustrian dan perdagangan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan studi pustaka. Observasi dilakukan dengan mengamati langsung bagaimana data-data komoditi unggulan kabupaten Sukoharjo disajikan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sukoharjo. Setelah mengetahui sistem penyajian data yang diterapkan yaitu secara manual, kemudian muncul gagasan menggunakan aplikasi Google Earth yang digunakan untuk menyajikan data komoditi unggulan khususnya komoditi unggulan batik. Dengan adanya perubahan sistem penyajian data ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sukoharjo lebih terbantu dalam menemukan lokasi-lokasi produksi batik di kabupaten Sukoharjo. Sehingga Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sukoharjo dapat dengan mudah dalam memantau perkembangan produsen komoditi unggulan. Ada sebanyak 36 data komoditi batik yang berhasil disajikan ke dalam Google Earth dari 36 data komoditi batik kabupaten Sukoharjo. Kata kunci— GIS, Google Earth, Komoditi Bati
Akurasi Algoritma Density Based Spatial Clustering of Application with Noise (DBSCAN) danHill Climbing Pada Accumulator Array Invariant Generalized Hough Transform Dalam Menemukan Posisi Kemunculan Motif pada Citra Batik
Penelitianinimembahastentangekstraksi akumulasi voting pada accumulatorarray yang dihasilkan algoritma InvariantGeneralised Hough Transform (GHT) untukmenemukan posisi kemunculan motif pada citrabatik yang telah mengalami perubahan skaladan atau rotasi. Proses ekstraksi accumulatorarray dilakukan dengan 4 (empat) metode yaituHillClimbingClustering,KombinasiTresholding dan Density Based SpatialClustering of Application with Noise (DBSCAN),Kombinasi Hill Climbing dan DBSCAN sertaKombinasi Tresholding, Hill Climbing danDBSCAN. Untuk setiap metode yang diusulkan,dihitung nilai Precision dan Recall. Precisiondan Recall tertinggi diperoleh oleh KombinasiTresholding, Hill Climbing dan DBSCAN, yaitusebesar 23% untuk precision dan 35% untukrecall
Integrasi Protokol SMS dan Internet pada Mobile Banking
Pertumbuhan pengguna gadget dan smartphone yang semakin pesat mendorong Bank menyediakan layanan mobile banking untuk meningkatkan jumlah pengguna yang melakukan transaksi perbankan. Namun pemanfaatan terhadap implementasi mobile banking di Indonesia masih dirasakan terdapat kekurangan. Oleh karena itu, pada paper ini dirancang suatu sistem aplikasi yang dapat mengatasi kekurangan dan menjawab kebutuhan pengguna dan bank. Sebagai studi awal, ditinjau sistem mobile banking dari salah satu bank dilihat dari sudut pandang pengguna. Dari hasil analisis didapat bahwa sistem yang dapat mengatasi kekurangan dan sesuai dengan kebutuhan adalah sistem mobile banking terpadu yang memanfaatkan jalur internet dan SMS, dimana sistem dapat mengubah jalur komunikasi yang digunakan sesuai dengan kondisi yang ada, dengan prioritas jalur internet. Sistem berupa mobile app dimana fungsi perpindahan ada pada mobile app itu sendiri. Pada implementasi tugas akhir ini, dihasilkan mobile app pada OS Android. Ada dua fitur utama yaitu pengecekan jaringan dan perpindahan jalur komunikasi, dimana hanya pengecekan jaringan yang berhasil diimplementasikan. Kata kunci - gadget, mobile banking, mobile app, jaringan terpad
Rancang Bangun Sistem Informasi Geografis Berbasis Web Fasilitas Pelayanan Kesehatan Di Kota Pontianak
Kota Pontianak memiliki banyak fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di seluruh Kota Pontianak. Fasilitas pelayanan kesehatan merupakan tempat yang digunakan untuk melakukan upaya kesehatan baik secara promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Setiap fasilitas pelayanan kesehatan memiliki jadwal pelayanan oleh masing-masing dokter yang ada pada fasilitas pelayanan kesehatan tersebut. Kegiatan pemetaan dan manajemen data geografis sebaran fasilitas pelayanan kesehatan diperlukan untuk memetakan sebaran fasilitas pelayanan kesehatan dalam bentuk peta digital, serta diperlukan proses penentuan rute perjalanan dari lokasi pengguna menuju fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan memanajemen persebaran fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kota Pontianak ke dalam google maps dan memberikan rekomendasi rute perjalanan dari lokasi pengguna menuju fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan Algoritma Dijkstra. Fasilitas pelayanan kesehatan yang akan dituju dari lokasi pengguna dapat dipilih berdasarkan kategori dan kata kunci pencarian. Aplikasi dapat menunjukkan rute dari lokasi pengguna menuju lokasi fasilitas pelayanan kesehatan yang dipilih oleh pengguna. Perhitungan yang digunakan dalam menentukan rute adalah Algoritma Dijkstra. Pengujian sistem dilakukan dengan menggunakan metode blackbox sehingga diketahui apakah sistem dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Pengujian dilakukan pada form penginputan data manajemen sebaran lokasi fasilitas pelayanan kesehatan dan form pencarian. Hasil pengujian diperoleh bahwa sistem dapat menampilkan hasil yang diharapkan berdasarkan data yang diinputkan. Pengujian juga dilakukan terhadap penentuan rute yang dilakukan sistem dan Google earth dengan membandingkan hasil yang didapat dari sistem dengan hasil yang diperoleh dari perhitungan manual. Hasil pengujian dapat diperoleh bahwa Algoritma Dijkstra pada sistem sesuai dengan Algoritma Dijkstra pada perhitungan manual. Terdapat selisih jarak antara hasil penentuan rute oleh sistem dengan hasil penentuan rute dengan google earth tetapi terdapat kesamaan jalur yang dilewati. Hasil penelitian ini adalah Sistem informasi berbasis web dapat memberikan informasi lokasi sebaran fasilitas kesehatan dan jadwal pelayanan serta dapat memberikan rekomendasi rute perjalanan dari lokasi pengguna menuju fasllitas kesehatan.. Kata Kunci— Pontianak, fasilitas pelayanan kesehatan, pemetaan, algoritma dijkstra, metode Blackbox
Penggunaan Fitur Kimia Fisik dan Posisi Atom untuk Prediksi Struktur Sekunder Protein
Prediksi struktur sekunder protein adalah salah satumasalah yang sudah lama dibahas dalam bidang bioinformatika.Berbagai metode telah diterapkan namun masalah akurasibelum mencapai hasil yang maksimal. Penelitian ini dilakukanuntuk membangun suatu model prediksi struktur sekunderprotein dengan menggunakan decision tree dengan fitur kimiafisik dan posisi atom. Penentuan setiap kelas dalam prosesklasifikasi struktur sekunder protein dalam penelitian iniberdasarkan pembelajaran terhadap pola masukan dalam prosespelatihan. Data diperoleh dari Protein Data Bank (PDB) padaalamat http://www.rcsb.org/. Sementara informasi struktursekunderproteindiperolehmelaluialamatwebsitehttp://swift.cmbi.ru.nl/gv/dssp/. Sejumlah 75809 alpha-helix (H),41785 untuk bheta-sheet (E), dan 80346 untuk coil (C) digunakansebagai data set pada penelitian ini. Pola masukan diperolehmelalui proses sliding window dari sekuen asam amino denganekstraksi fitur kimia fisik dan posisi atom. Model prediksidengan cross validation tanpa fitur posisi atom menghasilkannilai akurasi 90.49%, sedangkan untuk pengujian denganunknown data akurasinya menurun menjadi 51.29%. Akurasimenggunakan fitur posisi atom sebesar 90.17% dengan crossvalidation dan 50.83% jika diujikan pada unknown data.Kata Kunci— asam amino, decision tree, kimiafisik, prediksistruktur protein, posisi ato
Perancangan Sistem Informasi Tata Tertib Siswa Pada SMP Negeri 4 Kelapa Berbasis Dekstop
Kedisiplinan siswa berperan penting dalam mendukungtata tertib siswa pada lembaga pendidikan.Ketersedianinformasi yang akurat mampu mendukung pengambilankeputusan yang tepat dan cepat pada berbagai hal yangmenyangkut kediplinan. Akurasi ini dapat ditingkatkan denganmembuat sistem yang dapat menstandarkan informasi dalamsistem tata tertib.Pada SMP Negeri 4 Kelapa Sistem Tata tertibsiswa sampai saat ini masih dilakukan secara manual, sehinggasering terjadinya keterlambatan informasi yang dihasilkan, dantidak menjamin pelanggaran atau tata tertib yang diolah tidakefektif dan efisien. Berdasarkan kendala diatas, maka disinipeneliti mencoba membuat rancangan sistem kedisiplinan yangmasih dilakukan secara manual menjadi terkomputerisasi.Karena teknologi dalam bidang komputer telah mampumemproses informasi secara akurat, tepat waktu, dan relevan.Sehingga akan sangat membantu para manajemen dalammengambil keputusan untuk memajukan sekolah ini.Kata kunci : Sistem Informasi, Tata Tertib, Dekstop.
Implementasi Augmented Reality dengan Memanfaatkan GPS Based Tracking pada Sistem Pengenalan Gedung Universitas Tanjungpura
Universitas Tanjungpura (UNTAN) merupakan universitas negeri yang berada di kota Pontianak. UNTAN memiliki banyak gedung yang tersebar pada lahan dengan luas areal 12.135 m2. Banyaknya gedung ini membuat sebagian orang akan kesulitan dalam mengenali dan mendapatkan informasi mengenai gedung yang berada dalam lingkungan UNTAN. Interaktivitas menjadi salah satu poin yang penting dalam pengembangan sebuah aplikasi. Teknologi Augmented Reality (AR) adalah salah satu teknologi interaksi yang dapat mengintegrasikan obyek virtual dengan lingkungan nyata secara real-time. AR memungkinkan user untuk berinteraksi dengan obyek virtual secara natural. AR yang diimplementasikan pada aplikasi bekerja dengan cara memberikan label pada gedung yang ditampilkan oleh layar smartphone. Teknik tracking AR yang digunakan pada penelitian ini adalah GPS based tracking, dimana teknik ini memanfaatkan data koordinat yang dimiliki oleh gedung untuk memberikan label pada gedung. Pengujian pada penelitian ini dilakukan dengan pengujian akurasi dan kuesioner. Berdasarkan hasil dari pengujian akurasi yang dilakukan, aplikasi yang diimplementasikan dengan teknologi AR ini dapat mengenali gedung dari depan, sisi belakang, sisi kiri maupun sisi kanan gedung dan dari jarak dekat, sedang maupun jauh. Berdasarkan kuesioner yang dibagikan kepada 100 responden, didapatkan bahwa aplikasi yang diimplementasikan dengan teknologi AR dapat mempermudah masyarakat kota Pontianak untuk mengenali gedung yang berada di lingkungan UNTAN, sebesar 89% responden yang merasa dimudahkan oleh teknologi AR. Masyarakat kota Pontianak lebih dimudahkan dengan fitur teknologi AR untuk mengenali gedung di UNTAN daripada menggunakan fitur peta digital, dimana persentase pemilih teknologi AR sebesar 96%. Kata Kunci— Android, sistem pengenalan gedung, universitas tanjungpura, augmented reality, GPS based tracking