JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika)
Not a member yet
    363 research outputs found

    Sistem Pintar Untuk Anggur (Sipunggur) Pada Kawasan Tropis Berbasis Internet of Things (IoT)

    Get PDF
    Pertanian Greenhouse merupakan salah satu sistem dan media pertanian di dalam ruangan. Sistem ini bertujuan agar lingkungan pertanian bisa dikontrol dan dipantau sesuai dengan parameter kebutuhan tanaman, salah satunya tanaman anggur. Tanaman anggur sangat sulit tumbuh di lahan dan iklim tropis sehingga membutuhkan lingkungan yang sesuai dengan lingkungan pertumbuhannya. Dengan memanfaatkan sistem dan media pertanian Greenhouse, tanaman anggur dapat ditanam didalamnya dengan menyesuaikan parameter lingkungannya. Parameter pengukuran pertumbuhan anggur meliputi pH air, Kelembaban Tanah, Suhu dan Kelembaban Udara. Pada penelitian ini, parameter ini dibaca menggunakan sensor-sensor yang datanya disimpan ke dalam aplikasi Sipunggur yang berbasis website sehingga data parameter lingkungan tanaman dapat dipantau menggunakan internet. Pada sistem yang dibuat, terlebih dahulu sistem akan mengecek pH air. Jika pH air dibawah 5, maka air harus di treatment terlebih dahulu dengan mengaktifkan pompa air alkali untuk dicampurkan ke wadah air. Setelah pH air naik diatas 5-7, maka air siap digunakan untuk menyiram tanaman. Kemudian, sistem juga akan mengaktifkan pompa penyiraman air jika kelembaban tanah di pot tanaman anggur dibawah 50RH secara terjadwal. Untuk kontrol jadwal penyiraman dan tabel data tanaman dapat dilihat bisa menggunakan aplikasi Sipunggur

    Implementasi Forward Chaining Method untuk Analisis Klasifikasi Mineralogi Batuan Beku

    Get PDF
    Kabupaten Ketapang dikaruniai potensi besar sumber daya alam di sektor tambang, terutama biji bauksit yang kaya akan kandungan mineral felspar dan alumina. Potensi besar pada sektor pertambangan di Kabupaten Ketapang perlu diimbangi dengan potensialnya sumber daya manusia dalam ilmu petrologi untuk menjaga keberlanjutan sumber tambang baru. Penelitian ini mengembangkan sebuah sistem pendukung pembelajaran yang dapat membantu proses identifikasi jenis batuan beku melalui implementasi forward chaining method untuk klasifikasi minerologi batuan. Forward chaining method adalah algoritma sistem pakar yang menggunakan dan menyajikan data berbasis pengetahuan. Forward chaining method bekerja menggunakan aturan inferensi untuk menemukan antecedent (klausa IF-THEN) yang benar sehingga mesin pengambil keputusan dapat membuat kesimpulan. Dari hasil pengujian blackbox testing diketahui bahwa implementasi forward chaining method pada sistem berhasil mengidentifikasi 13 jenis batuan beku sesuai dengan basis pengetahuan yang dikembangkan. Sistem dievaluasi dengan menggunakan evaluasi usability untuk menilai ketergunaan dan kepuasan pengguna terhadap sistem yang dikembangkan dengan lima indikator penilaian yaitu learnability, memorability, errors, efficiency, dan satisfaction. Hasil evaluasi usability dengan skor rata-rata sebesar 4,3 menunjukkan bahwa sistem berguna sebagai sarana pendukung pembelajaran bagi peserta didik dalam mempelajari dan mengidentifikasi jenis batuan beku. Sistem yang dikembangkan memberikan manfaat, minim kegagalan, dan memberikan kepuasan bagi pengguna

    Penerapan Metode Certainty Factor pada Sistem Pakar Diagnosa Hama dan Penyakit pada Tanaman Tomat

    Get PDF
    Tanaman tomat termasuk tanaman hortikultura yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Kurangnya pengetahuan pelaku tani dalam merawat serta mengatasi permasalahan pada tanaman tomat berdampak pada hasil panen yang kurang memuaskan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah sistem pakar diagnosa hama dan penyakit pada tanaman tomat berbasis website berdasarkan beberapa gejala serta solusi untuk mengatasi permasalahan pada tanaman tomat. Metode yang diterapkan pada website tanaman tomat yaitu Metode Certainty Factor. Metode tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kepercayaan seorang pakar terhadap suatu masalah, pada sistem pakar diagnosa hama dan penyakit tanaman tomat dilakukan pengujian akurasi sistem. Pengujian akurasi sistem dilakukan untuk mengetahui tinggkat akurasi dan nilai keberhasilan sistem. Dalam pengujian akurasi sistem digunakan 20 data kasus lapangan berdasarkan wawancara langsung kepada beberapa pihak pelaku tani tanaman tomat, dengan mengumpulkan fakta-fakta berupa gejala dari setiap kasus permasalahan hama dan penyakit tanaman tomat. Berdasarkan 20 data kasus tanaman tomat yang telah dilakukan berdasarkan penyesuaian terhadap sistem dan pakar diperoleh nilai akurasi sistem sebesar 90%.

    Rekomendasi Makanan Pasien Hiperlipidiemia Berdasarkan Hasil Klasifikasi Menggunakan Metode Naïve Bayes dan Decision Tree

    Get PDF
    Makanan merupakan kebutuhan manusia untuk memenuhi nutrisi dalam keberlangsungan hidup. Namun setiap orang perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi karena akan memengaruhi kondisi tubuh. Salah satu zat dalam tubuh manusia yang perlu diperhatikan ketika mengonsumsi makanan adalah lemak. Penelitian terkait konsumsi makanan dengan kadar lemak dalam tubuh sudah banyak dilakukan. Terbukti terdapat jenis makanan yang dapat memengaruhi kesehatan tubuh karena menyebabkan zat lemak yang berlebihan. Penelitian yang dilakukan kali ini adalah klasifikasi data kebutuhan gizi dengan membandingkan algoritma naïve bayes dan decision tree. Hasil klasifikasi antara kedua algoritma tersebut digunakan untuk memberikan rekomendasi makanan yang sesuai untuk dikonsumsi oleh orang yang menderita hiperlipidemia, yakni kondisi di mana kadar lemak dalam tubuh berlebihan. Penelitian dimulai dari pengumpulan data, pra-proses data dengan normalisasi, klasifikasi dengan beberapa model naïve bayes dan algoritma decision tree, menganalisis hasil klasifikasi dengan confusion matrix, dan melakukan implementasi rekomendasi makanan berdasarkan hasil model klasifikasi yang paling optimal. Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa model ComplementNB memiliki akurasi tinggi dibanding model lain namun secara keseluruhan algoritma decision tree lebih stabil dibanding naïve bayes

    Sistem Monitoring dan Proteksi pada Stop Kontak Berbasis IoT

    Get PDF
    Pemasangan stop kontak pada instalasi listrik merupakan suatu keharusan dikarenakan banyak beban listrik yang diaktifkan melalui stop kontak.  Penggunaan berbagai macam beban listrik pada stopkontak dapat menyebabkan stop kontak menjadi panas, cepat rusak dan menimbulkan terjadinya kebakaran akibat suhu lubang terminal meningkat. Stop kontak dapat dikembangkan tidak saja sebagai penyambung tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mendeteksi besarnya daya beban dan energi listrik  serta suhu terminal stop kontak dari jarak jauh. Metode yang digunakan pada sistem monitoring dan proteksi stopkontak dengan menambahkan perangkat elektronik(hardware) dan Software yang dapat mendeteksi daya beban listrik serta kenaikan suhu pada terminal stopkontak. Perangkat utama pada sistem elektronik adalah modul Node MCU ESP8266 yang memiliki fitur Wifi dengan sebuah open source platform IoT. Node MCU ESP8266 dihubungkan dengan sensor suhu DHT 22, dan sensor daya PZEM 004. Modul Node MCU8266 ditanamkan perangat luak yang berisi instruksi dan kode-kode program agar sinyal yang dikirimkan dari sensor-sensor dapat dikonversikan menjadi angka-angka yang dapat dipahami oleh pengguna. Nilai yang terbaca oleh sensor kemudian ditampilkan pada LCD dan dikirimkan melalui media internet ke smartphone melalui apliasi Blynk. Hasil pengujian terhadap sensor suhu dan daya diperoleh Sistem stop kontak berbasis IoT dapat memberikan informasi penggunaan daya listrik serta suhu terminal/lubang stop kontak. Rata-rata kesalahan pembacaan daya pada sensor PZEM 004 sekitar 3,5% dan rata-rata kesalahan pembacaan suhu DHT 22 sebesar 0,3%. Sistem stop kontak akan memutuskan beban listrik apabila daya beban melebihi 500 W atau suhu terminal melebihi 50°C.

    Geotagging untuk Monitoring Pelaksanaan Proyek Konstruksi

    Get PDF
    Salah satu kendala dalam proyek konstruksi adalah koordinasi seluruh fungsi pengelolaan proyek. Geotagging atau geo-referencing menambahkan metadata yang mengidentifikasi geografis ke citra untuk mengetahui keadaan dari suatu lokasi dengan memetakannya ke suatu peta digital. Penelitian ini ditujukan untuk merancang, membangun, dan menganalisis aplikasi sistem monitoring proyek konstruksi yang menggunakan teknologi geotagging. Sistem yang dihasilkan akan berbentuk aplikasi dan akan diukur fungsionalitas serta akurasi geotagging yang ada di dalamnya. Geotagging dikembangkan melalui integrasi sistem dengan layanan lokasi perangkat Android. Hasil penelitian ini berupa suatu sistem yang berbentuk aplikasi Android dan mampu menyimpan foto proyek konstruksi dan menampilkan lokasi pengambilan foto di peta digital menggunakan teknik geotagging. Teknik ini menempelkan koordinat terkini perangkat, ke dalam file gambar dalam bentuk Exif tag. Kekuatan sinyal merupakan pengaruh terbesar dalam akurasi dari koordinat yang diperoleh. Apabila pengawas berada di lokasi proyek yang memiliki tingkat sinyal yang tidak stabil, maka marker yang menunjukkan lokasi pengambilan foto dan tampil di peta digital tidak memiliki akurasi yang baik

    Klasterisasi Dampak Bencana Gempa Bumi Menggunakan Algoritma K-Means di Pulau Jawa

    Get PDF
    Pulau Jawa merupakan salah satu daerah rawan gempa bumi dan memiliki populasi penduduk yang padat. Dalam hal ini pemerintah diharuskan untuk memberikan perhatian lebih pada penanggulangan bencana khusunya di pulau jawa. Maka dari itu penelitian ini hadir untuk mengetahui dampak gempa bumi berdasarkan tingkat keparahannya dengan cara melakukan klasterisasi data pesebaran dampak bencana gempa bumi (2012 - 2021) dari Badan Nasional Penanggunlangan Bencana (BNPB) menggunakan algoritma K-Means Clustering. Dari penelitian ini ditemukan bahwa dampak bencana dapat dibagi menjadi 4 klaster. Klaster 1 memiliki dampak bencana paling banyak meliputi meninggal, luka, menderita, mengungsi, kerusakan rumah, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas ibadah, kantor, jembatan, dan kios. Klaster ini memiliki Mean Absolute Error (MAE)  senilai 0,017, Mean Square Error (MSE) senilai 0,002, standar deviasi senilai 0,255 dan variance senilai 0,065. Klaster 2 meliputi meninggal, luka, menderita, mengungsi, rumah, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas ibadah, pada korban menderita, mengungsi, kerusakan rumah dan fasilitas ibadah. Klaster ini memperoleh MAE senilai 0,053, MSE senilai 0,011, standar deviasi senilai 0,249 dan variance senilai 0,062. Klaster 3 meliputi korban luka, menderita, mengungsi, kerusakan rumah, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas ibadah dan kantor. klaster ini memperoleh MAE senilai 0,102, MSE senilai 0,039, standar deviasi senilai 0,212 dan variance senilai 0,045. Klaster 0 memiliki dampak bencana paling sedikit meliputi kerusakan rumah, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas ibadah, kantor, dan kios. klaster ini memperoleh MAE sebesar 0,021, MSE senilai 0,005, standar deviasi senilai 0,251 dan variance senilai 0,063

    Aplikasi Pengoreksi Ejaan (Spelling Correction) pada Naskah Jurnal Bidang Informatika dengan N-Gram dan Jaro-Winkler Distance

    Get PDF
    Kesalahan penulisan atau typographical error adalah hal yang biasa terjadi dalam penulisan suatu dokumen. Namun dalam penulisan dokumen karya ilmiah seperti jurnal penelitian, hal tersebut harus dihindari karena dapat membuat informasi yang disampaikan menjadi tidak jelas ataupun bias. Untuk mengatasi permasalan tersebut dibutuhkan sebuah aplikasi spelling corrector yang mampu mendeteksi typographical error dan dapat memberikan rekomendasi kata yang sesuai. Terdapat banyak metode yang bisa diimplementasikan dalam membangun sebuah aplikasi spelling corrector, diantaranya ialah N-Gram dan Jaro-Winkler Distance. Jaro-Winkler Distance berperan untuk menghitung nilai kemiripan antara kata yang mengalami typographical error terhadap kata pada korpus untuk mencari daftar kata yang paling mendekati. Korpus yang digunakan disusun dari naskah jurnal bidang informatika serta kosa kata KBBI. Kemudian N-Gram digunakan untuk mencari nilai probabilitas kata dengan memperhatikan satu kata sebelum dan satu kata sesudahnya atau yang disebut nilai bigram. Metode-metode tersebut diterapkan pada sebuah aplikasi spelling corrector berbasis web yang dapat mendeteksi kesalahan penulisan dan memberikan rekomendasi perbaikan pada dokumen Microsoft Word (.docx), khususnya dokumen jurnal bidang informatika. Pengujian aplikasi dilakukan dengan 9 jenis kesalahan penulisan. Jumlah kalimat yang diujikan adalah 180 kalimat dan pada tiap kalimat terdapat satu kata yang salah. Pengujian memperoleh hasil yang menyatakan bahwa aplikasi ini memberikan tingkat kesesuaian atau presisi 71,348% dan tingkat kesuksesan 98,449% untuk memberikan satu saran perbaikan kata yang sesuai untuk satu kata yang salah dalam suatu kalimat. Metode-metode tersebut dapat diterapkan untuk memperbaiki typographical error akan tetapi kualitas dan kuantitas korpus sangat berpengaruh pada hasil yang diberikan, sehingga masih sangat dibutuhkan korpus yang lebih baik lagi

    Audit Tata Kelola TI Pengadaan Alat Pembelajaran pada Domain APO02 (Studi Kasus : SMK N 1 Nglipar)

    Get PDF
    Peran pengadaan alat pada suatu instansi dapat membantu suatu perusahaan atau organisasi dalam memutuskan jenis alat yang dibutuhkan guna mendukung suatu akitvitas organisasi maka perlu ditentukan secara akurat sehingga pelayanaan masyarakat dapat dipenuhi. Urgensi pengadaan alat diikat dalam Peraturan Presiden RI No 54 tahun 2010. Ditambah lagi jika alat disesuaikan dengan kegiatan yang spesifik tentu akan menambah efektivitas kegiatan operasional yang dalam hal ini adalah kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, untuk keberlangsungan pembelajaran dan praktikum berbasis kejuruan tentu sekolah harus mampu memilih perangkat operasional yang tepat serta kemampuan dalam merencanankan pemilihan spesifikasi peralatan yang dapat diukur ke dalam sebuah dokumen hasil. Metode Penelitian yang ditargetkan adalah penelitian berbasis Kuantitatif seta COBIT 2019 sebagai framework tata kelola. Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan, peneliti tertarik untuk menyajikan temuan yang didapatkan dari proses audit menggunakan cobit 2019 untuk disajikan kepada pengambil kebijakan  lebih komprehensif dan berimbang. Hasil yang didapat dari audit ini disampaikan bahwa  audit berhasil berada pada level 3 namun diperlukan penelitian lanjutan agar proses tata kelola bisa berada pada level selanjutnya dengan melengkapi GAP pada capability level berupa pembuatan pernyataan nilai yang menguraikan perubahan potensial pada kemampuan bisnis dan  TI, layanan I & T, dan arsitektur perusahaan, dampak dari tidak membuat perubahan,  definisi yang lebih baik dari lingkungan target, dan  manfaat dari lingkungan target yangi mengubah tujuan menjadi hasil  yang terukur

    Logic Requirement Model of Web Based e-learning in Learning Management System for Features Selection

    Get PDF
    Requirement engineering phase is logically known to check the compliance of application such in web-based e-learning development. This research indicates that basic aspects of web-based e-learning can be used to identify or elicit the early requirement and classify it into the functional and non-functional approach. The research found that even in learning management system (LMS) Based, some of the web-based e-learning are using for different goals. It is challenging to develop a system of web-based e-learning to get the requirement focus at the early phase and select the feature that can fill the requirement. This study goal is developing a requirement model to describe the web requirement focus and decompose every web requirement aspects through logical modeling. Analysis due to the interaction and coverage of web-based e-learning is combined with web modeling aspects including content, interaction, functional, navigation and configuration to show the relation among detail requirements. Requirements are found in a systematic way by modeling its logic to determine the basic needs in the using of learning management system. The result from this requirement model proves that web-based e-learning requirements are sustain-ably identified to complement each requirements and can be implemented to classify the specific requirement to select the appropriate web-based e-learning features from early phase development

    354

    full texts

    363

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇